“Jika ini terjadi, akan menjadi titik tertinggi harga emas sepanjang sejarah manusia. Hal ini dilakukan setelah beberapa sebelumnya BOA memprediksi harga emas hingga US$2.000/oz,” kata Denny Ardhiyanto, CEO SehatiGold, Rabu (22 April 2020).
Sebagai tolak ukurnya, kata Denny, harga emas dunia kemarin berada di US$1.700/oz atau Rp840.000/gram. Jika prediksi tersebut terjadi, dengan asumsi nilai USD/IDR yang sama, maka harga emas akan menembus Rp1.400.000/gram.
“Ketakutan dunia keuangan berperan besar dalam mendorong harga emas dunia. Beberapa saat lalu International Monetary Fund (IMF) turut memberikan pernyataan yang sangat mengkhawatirkan. Mereka memperkirakan ekonomi dunia akan mengalami resesi terbesar sepanjang sejarah yang melebihi The Great Depression di tahun 1930-an,” kata Denny.
Ia menegaskan, bahwa dampak dari pandemi COVID-19 telah membekukan pabrik-pabrik, perdagangan, manufaktur, pariwisata, pertambangan, dan banyak aktivitas lainnya. Hal ini sudah terbukti dari anjloknya harga kontrak minyak dunia yang menembus angka negatif. Sekali lagi, sesuatu yang pertama kali terjadi di sejarah keuangan manusia.
“Cobalah Anda pelajari sejarah harga minyak dunia sejak manusia menciptakan pasar komoditas. Tidak pernah hal ini terjadi,” tegasnya.
Emas dan Resesi Ekonomi Denny menerangkan, bahwa harga emas sangat erat hubungannya dengan kondisi ekonomi dunia.
Kembali ke hubungan sebab-akibat resesi ekonomi terhadap harga emas, efek resesi ekonomi sudah pasti akan berusaha dilawan oleh pemerintah di seluruh dunia untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah.
Sejarah telah menunjukkan bagaimana pemerintah di seluruh dunia akan berusaha mempertahankan pergerakan roda ekonomi dengan melakukan kebijakan-kebijakan moneter dan fiskal.
Salah satunya adalah dengan memberikan stimulus ekonomi seperti subsidi, bantuan tunai langsung, suku bunga negatif, dan lain sebagainya. Dan hampir segala jenis stimulus ekonomi akan memberikan tekanan besar terhadap nilai mata uang fiat.
“Inilah yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk berbondong-bondong membeli emas untuk melindungi asetnya dari gerusan inflasi,” terang Denny. [red]
Siapa sih yang masuk pasar crypto bukan untuk mencari cuan? Saya yakin hampir semua orang membeli aset crypto untuk mendapatkan keuntungan. Baik itu untuk jangka pendek atau jangka panjang. Semua orang sadar potensi keuntungan yang bisa didapatkan dengan berinvestasi Bitcoin, Ethereum, dan lainnya. Namun, apakah Anda sudah bisa menempatkan ekspektasi yang tepat? Agar Anda tidak kecewa setelah memulai masuk ke pasar crypto, mari kita lakukan sedikit perhitungan terkait berapa persen, atau berapa potensi profit dan loss yang bisa Anda dapatkan di pasar crypto
Investasi dan HODL – Harus Sabar
Saat Anda membeli aset crypto dan berniat untuk investasi, pada dasarnya potensi profit Anda bisa di atas 200%. Namun yang perlu Anda pahami adalah saat berinvestasi, profit bukan untuk Anda dapatkan besok, minggu depan, bahkan tahun depan. Pada dasarnya, jika Anda melakukan investasi dan HODL, dalam artian Anda membeli aset crypto bukan untuk diperdagangkan, persiapkan waktu sekitar 3-5 tahun paling tidak. Jika Anda perhatikan sejarah Bitcoin, perlu waktu beberapa bulan bahkan tahun menunggu momentum untuk terjadinya “bull run” seperti di akhir 2017.
Kesabaran lainnya yang Anda perlukan adalah menunggu harga yang optimal untuk membeli. Anda tidak mau kan, membeli saat harga berada di puncak “bull-run”?
Spot Trading – 5-20% Profit per Trade
Spot trading, Anda membeli aset crypto saat hargaangnya agak rendah, lalu menjualnya saat harganya agak tinggi. Perdagangan yang Anda lakukan bisa terjadi beberapa hari atau minggu (swing trading), di hari yang sama (day trading), scalping (jual beli sangat cepat), atau arbitrage (beli dan jual di bursa yang berbeda). Sesekali memang harga aset crypto bisa pump dan menaikkan potensi profit Anda ke atas 50%, atau dump dan memberikan potensi Anda untuk membeli di harga yang bagus, namun pada dasarnya, ekspektasikan keuntungan 5-20% per trading. Menempatkan ekspektasi berlebihan di sini, harga malah bisa berbalik dan Anda malah merugi
Contract Trading – 100% Profit atau 100% Loss
Di tahun 2020, banyak platform yang menawarkan trading kontrak (futures, margin trading, dan lainnya). Trading tipe ini sangat menggiurkan karena Anda bisa mendapatkan keuntungan hingga 100% sehari, bahkan lebih. Anda bisa memakai leverage, artinya, Anda bisa “meminjam” uang untuk seolah-olah ber-trading dengan uang yang besar, dengan modal Anda sebagai collateralnya. Keuntungan lainnya adalah Anda masih bisa untung walaupun harga turun dengan fitur Short (jual kosong).
Namun berhati-hatilah! Tipe trading seperti ini adalah tipe yang sangat beresiko. Anda bisa kehilangan semua uang anda sekejap. Bayangkan bahwa volatilitas crypto membuatnya lebih beresiko daripada kelas aset lainnya (misalkan saham atau surat hutang). Menggunakan contract trading, resiko crypto yang tinggi tadi, dikalikan jumlah leveragenya (5, 10, bahkan bisa 100x)
Sebelum Memulai – Invest in Your Brain!
Lakukan hal yang tepat dulu sebelum masuk ke pasar crypto, belajar.
Sebelum Anda mengeluarkan uang untuk berinvestasi di Bitcoin, Ethereum, pastikan Anda menghabiskan uang, waktu, dan tenaga untuk membuat Anda punya skill yang tepat untuk investasi atau trading. Karena jika tidak, Anda hanya akan membuang-buang waktu di pasar crypto
Di awal kemunculannya pada 2009 silam, Bitcoin telah berhasil menciptakan gelombang jutawan baru bagi masyarakat yang membeli dan menyimpan aset cryptocurrency tersebut selama beberapa tahun setelah peluncurannya.
Lantas, hal ini mungkin saja bisa terjadi kembali di tengah masa resesi yang melanda berbagai negara di dunia akibat wabah Covid-19. Di mana, ketika mata uang dolar AS dinilai sudah kalah pamor dibanding Bitcoin, lantaran dianggap tidak tahan inflasi.
Bitcoin muncul bagaikan emas digital yang membuat mata investor terpanah dengan kemilaunya dengan berhasil menduduki peringkat pertama berdasarkan tingkat returnsepanjang 2020. Bahkan, kinerja Bitcoin sepanjang 2020 mampu mengalahkan emas, deposito, dan dolar AS.
Bitcoin benar-benar menjadi pelabuhan baru bagi banyak investor di luar sana untuk menyimpan uang mereka agar tidak terdampak inflasi yang berfungsi sebagai penyimpanan nilai.
Faktor pasar membuat potensi pergerakan hargaBitcoin kian kinclong saja hingga akhir tahun ini. Lantaran, adanya isu geopolitik di antaranya:
Ketidakpastian pemilu AS.
Kesepakatan uni Eropa dan Inggris (membuat nilai tukar euro dan poundsterling kian perkasa vs USD).
Stimulus bank sentral Eropa untuk negara-negara Eropa.
Gelombang virus kedua di Amerika Serikat yang berpotensi mengakibatkan pembatasan ekonomi di sana, yang dapat menekan nilai tukar USD.
Korelasi Bitcoin dan USD memang selalu menjadi perdebatan di luar sana bagi penggiat cryptocurrency, apakah kedua hal ini berhubungan atau tidak. Namun, bila kita flashback di tahun 2017, tahun tersebut adalah “tahunnya Bitcoin” dengan memecahkan rekor harga tertingginya hingga melampaui $20.000. Kala itu, sepanjang 2017 US Dollar Indexmenunjukkan keterpurukan secara keseluruhan. Di saat ketidakstabilan harga USD tersebut, Bitcoin mengalami reli hingga menyentuh harga tertingginya mencapai lebih dari $20.000.
Tahun 2017 adalah salah satu fakta yang tidak bisa terbantahkan lagi bagi perkembangan cryptocurrency yang mencapai puncak tertingginya. Bahwa Bitcoin dan USD memiliki korelasi, lantaran ketika dolar AS sedang terpuruk seperti saat ini investor merasa tidak nyaman untuk menempatkan dananya di mata uang gegara adanya beragam sentimen negatif yang berasal sistem kebijakan moneter dan politik. Ini adalah anggapan yang bisa membuat seseorang jadi kaya karena cryptocurrency di tengah resesi seperti saat ini.
Pertama adalah XRP yang nampaknya sedang memiliki beberapa sentimen positif secara fundamental.
Saat ini Ripple sedang mendapatkan beberapa sentimen positif dimana salah satunya adalah adopsi kerja sama dengan beberapa organisasi pemimpin kesejahteraan lingkungan.
Beberapa organisasi tersebut adalah Renewable Energy Buyers Alliance (REBA), Energy Web Foundation, dan Watershed.
Tujuan kerja sama ini adalah untuk mencapai salah satu tujuan Sustainable Development Goals yang ingin diraih Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di 2030.
Tujuan yang dimaksud adalah menghilangkan emisi karbon dalam teknologi, yang dengan bantuan Ripple dapat juga meranah ke dunia teknologi keuangan.
Dengan banyaknya narasi negatif mengenai kerusakan lingkungan dari energi yang digunakan, Ripple dapat membantu mengurangi narasi tersebut.
Akibat kabar ini XRP memperkuat narasi crypto dengan Blockchain generasi ketiga akan memimpin dunia keuangan dan tetap menjaga lingkungan.
Hal tersebut membuat mayoritas crypto dengan blockchain generasi ketiga mengalami apresiasi.
Apresiasi terjadi bersamaan dengan crypto blockchain generasi pertama seperti Bitcoin, yang turun.
Selain itu, kondisi di pengadilan juga terlihat unggul kembali dengan banyak investor yang sudah sesuai syarat SEC dalam mengajukan petisi untuk menyudahi kasus.
Dari sisi teknikal, saat ini XRP masih terlihat bergerak dalam fase konsolidasi dengan batas bawah pada $1.27 dan batas atas pada $1.65.
Grafik Harian XRPUSD
Kemungkinan besar akibat saat ini berada di dekat batas bawah, melihat konsolidasi sebelumnya, harga akan mulai berusaha naik kembali.
Target apresiasi pada pekan ini berada pada $1.53 hingga $1.65 jika $1.4 berhasil dilewati dan XRP terus bergerak naik.
Namun jika batas bawah dilewati, kemungkinan besar tujuan koreksi akan berlanjut hingga $1.16, yang akan melanjutkan pergerakan depresiasi.
Crypto blockchain generasi ketiga yang juga ramah lingkungan dan diprediksi akan tetap kuat adalah Solana.
Blockchain Solana saat ini juga memiliki ketertarikan yang lebih tinggi akibat solusinya dalam masalah inefisiensi yang membuatnya juga lebih energi.
Hal tersebut membuatnya lebih ramah lingkungan akibat memerlukan energi yang lebih kecil, sehingga membuat biaya transaksi juga lebih rendah.
Dari sisi fundamental, saat ini sentimen positif datang dari ekosistem NFT yang terus berkembang, bersama adanya acara Hackathon.
Hackathon sendiri adalah sebuah kompetisi yang diadakan oleh Solana untuk mengajak proyek-proyek baru untuk dibangun di Blockchain Solana.
Hal tersebut akan membuat adopsinya menjadi semakin luas dan membuat nilainya juga semakin tinggi sebagai Blockchain, yang dapat mendorong harganya naik.
Dari sisi teknikal, saat ini SOL masih bergerak dalam pergerakan zona apresiasi dan berada di batas bawah zona tersebut.
Grafik Harian SOLUSD
Pergerakan ini menandakan potensi apresiasi dari batas bawah menuju harga lebih tinggi dalam beberapa hari ke depan bersama sentimen positif sebelumnya.
Saat ini batas bawah yang kemungkinan akan dituju sebelum naik berada pada $42.12. Jika bergerak naik kemungkinan target apresiasi berada pada $44.7 hingga $49.7.
Namun jika ditembus untuk turun lebih lanjut, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada $38.8 yang dapat memulai pergerakan depresiasi.
3. Polkadot (DOT)
Salah satu crypto berikutnya adalah Polkadot yang kemungkinan besar akan memiliki potensi apresiasi akibat pergerakan teknikalnya.
Dari sisi fundamental, saat ini DOT sedang terdorong sentimen keramahan lingkungan akibat Parachainnya yang lebih efektif dari blockchain generasi pertama.
Hal tersebut membuat energi yang digunakan lebih sedikit dan efisiensi juga lebih tinggi, sehingga ketertarikannya terus meningkat.
Selain itu saat ini sentimen positif datang dari adanya lelang pada parachain untuk proyek baru mendapatkan lowongan operasional pada jaringan tersebut.
Fenomena tersebut mendorong Kusama (KSM dan Polkadot untuk naik cukup tinggi, dengan KSM yang mencapai harga tertinggi baru dan DOT yang naik sekitar 27%.
Dari sisi teknikal, saat ini DOT terlihat terkoreksi dari pergerakan signifikan tersebut, namun diprediksi dapat kembali pulih pada pekan ini.
Grafik Harian DOTUSD
Kemungkinan besar akibat juga saat ini masih bergerak di batas bawah zona apresiasi, DOT dapat kembali naik ke sekitar $39.6 hingga $45.6.
Batas bawah saat ini berada pada $34.4 yang jika ditembus dapat menuju ke $28.7 dan menghilangkan potensi apresiasi.
4. Cardano (ADA)
Berikutnya adalah Cardano yang saat ini sedang mendapatkan perhatian lebih dari Mark Cuban, salah satu tokoh bisnis dan Miliuner Dolar Amerika.
Sebelumnya, Cardano mengalami apresiasi akibat telah berhasil mendapatkan keberlanjutan dalam prosesnya menciptakan ekosistem terdesentralisasi di Afrika.
Tujuan mulia dari Cardano yaitu untuk memberikan jasa keuangan terhadap pihak yang tidak diterima oleh bank nampaknya berhasil mengangkat harganya naik.
Seluruh rencana tersebut dijelaskan oleh pendirinya, Charles Hoskinson, dalam acara bernama “African Special”.
Namun saat ini perhatian utama nampaknya tertuju pada pendirinya akibat percakapannya dengan Mark Cuban mengenai kegunaan Cardano.
Hoskinson baru saja membuat video yang menjelaskan keunggulan dan keutamaan Cardano kepada Cuban yang dipublikasi di Twitter.
Dengan video ini kemungkinan besar sentimen akan terus meningkat bersama adopsinya terutama dalam kegunaan smart contracts yang terus meningkat dan makin efisien.
Dari sisi teknikal, saat ini ADA sedang terkoreksi setelah mencapai harga tertinggi di sekitar $2.46 dan terlihat menguji kembali zona apresiasi sebelumnya.
Kemungkinan besar setelah kembali menguji zona apresiasi pada batas bawah saat ini di sekitar $2, ADA akan kembali naik menuju $2.19 hingga $2.47.
Namun jika batas bawah tersebut ditembus kemungkinan koreksi akan berlanjut menuju $1.78 hingga $1.53 dan membawanya ke zona apresiasi sebelumnya.
5. Hedera Hashgraph (HBAR)
Terakhir adalah HBAR yang diprediksi juga akan naik akibat adanya sentimen kesejahteraan lingkungan yang sedang beredar di pasar crypto.
Kesadaran terhadap efisiensi dan keramahan terhadap lingkungan oleh HBAR nampaknya terlihat mulai naik kembali, yang berpotensi kembali mendorong harganya naik.
HBAR menggunakan sebuah sistem Hashgraph, yang bukan merupakan sebuah blockchain, namun memiliki sistem yang lebih unggul dari blockchain dalam masalah efisiensi.
Hal tersebut berhasil menarik ketertarikan dalam beberapa bulan terakhir dan akibat permasalahan lingkungan yang diungkit Elon Musk, HBAR diprediksi kembali naik.
Saat ini mayoritas developer juga terus meningkatkan ketertarikannya terhadap HBAR akibat dianggap sebagai platform dengan sistem yang cukup baik untuk sebuah jaringan.
Oleh karena itu, saat ini kemungkinan besar ketertarikan akan terus meningkat, bersama dengan sisi teknikal yang mendukung apresiasi.
Grafik Harian HBARUSD
Saat ini HBAR baru saja bergerak keluar dari zona depresiasinya yang membuat adanya potensi apresiasi lebih tinggi setelah menguji kembali zona depresiasi.
Kemungkinan besar HBAR akan menuju ke sekitar $0.269 sebelum bergerak naik kembali ke sekitar $0.33 hingga $0.41 dalam beberapa hari ke depan.
Namun, jika terus mengalami koreksi, tujuan berikutnya berada pada $0.24 yang dapat membawanya kembali ke zona depresiasi.
Perlu diingat bahwa analisis dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading.
Melihat kondisi pasar yang relatif sedang turun, manajemen risiko perlu dilakukan untuk memastikan rencana investasi atau trading tetap aman.
Disclaimer
Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Halving Bitcoin tinggal kurang dari sebulan lagi. Kira-kira, bagaimanakah proyeksi harganya?
Banyak prediksi mengenai halving. Mulai dari bullish hingga bearish. Namun, dari sekarang sampai halving, ke manakah kira-kira pergerakan harganya? Yuk kita coba proyeksikan
Jika dilihat di timeframe 1 minggu, harga BTC sudah menyentuh area golden pocket fibonacci (di antara 7200-8000-an USD). Biasanya, setelah dari sini, harga akan memantul balik. Namun masih belum ada konfirmasi lebih jauh untuk ini
Namun, bias untuk bearish sudah mulai terlihat. Bisa dilihat dengan adanya trendline yang gagal ditembus oleh candlestick BTC. Pada umumnya, garis tren di timeframe besar cukup “dihormati” oleh harga
Selain itu, di timeframe 1 hari, bias bearish terrbukti dengan terbentuknya channel seperti pada gambar. Diprediksikan harga akan berada di dalam channel tersebut sampai menjelang halving, di mana volatilitas akan terjadi
Indikator Masih Belum Bullish
mungkin yang menyebabkan banyak yang memprediksi bahwa setelah halving harga bitcoin akan turun adalah indikator yang masih belum menunjukkan tanda-tanda bullish.
Harga masih berada di bawah moving average 50, dan nilai RSI masih di sekitaran 50-an.
Belum ada tanda-tanda indikatif kuat yang menunjukkan harga sudah siap untuk naik.
Namun, kita dapat melihat bahwa ada support kuat di zona 6000-an yang menahan harga dari turun lebih jauh lagi.
Semua akan terungkap 3 minggu lagi! Kita tunggu tanggal mainnya
Bloomberg belum lama ini melaporkan hasil kajiannya yang bertajuk “Bitcoin Maturation Leap”. Salah satu nukilan di dalamnya disebutkan, bahwa Bitcoin saat ini bersiap-siap untuk bull-run alias naik tinggi secara besar-besaran seperti periode 2015-2017 yang sempat menghantarkan Raja Aset Kripto itu naik hingga US$19.783 pada 17 Desember 2017.
Kajian sepanjang 10 halaman itu juga menyebutkan, bahwa bull-run itu terkait dengan perubahan laju produksi Bitcoin alias pengurangan imbalan kepada penambang (Halving) dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per block yang akan terjadi pada medio Mei 2020.
Bloomberg juga menyebutkan emas dan Bitcoin berkarakter sebagai aset lindung nilai, sebagai akibat dari gejolak pasar modal, dampak pandemi COVID-19.
“Bitcoin dan emas juga sebagai ‘penerima manfaat utama’ dari stimulus moneteryang belum pernah terjadi sebelumnya, yang disertai dengan anjloknya pasar saham,” jelas Bloomberg.
Pasar Berjangka Jinakkan Bitcoin Bloomberg juga memastikan bahwa pasar derivatif Bitcoin(seperti futures, options, margin dan lain sebagainya-Red) turut “menjinakkan” volatilitas harga Bitcoin di pasar spot.
Namun, itu bukan berdampak negatif terhadap Bitcoin dalam konteks manipulasi. Tetapi, karena volatilitas dapat ditekan, maka bisa mendorong lebih banyak orang lagi untuk melakukan pembelian Bitcoin.
Volatilitas Bitcoin diperkirakan akan terus menurun, sama seperti sepanjang Oktober 2015 yang menandai awal dari pasar bullish. Tentu saja itu terjadi jika memang sejarah selalu berulang. [Cointelegraph/red]
Sehingga, diprediksi bahwa kedepannya, kinerjanya dapat menandingi Ethereum dan Binance Smart Chain.
Dengan pembaharuan ini, Cardano menjadi terbuka terhadap poryek-proyek baru yang akan dibentuk pada blockchain barunya ini.
Sehingga, kemungkinan besar likuiditas dan volume ADA juga akan semakin meningkat akibat sentimen positif dari kabar ini.
Namun, sisi teknikal terlihat masih mengalami jeda untuk mendukung akibat tekanan jual dari pengambilan keuntungan yang masih terlihat saat ini.
Grafik 4 Jam ADAUSD
Tapi, kemungkinan jika kabar implementasi sudah disebarkan dan batas bawah masih terjaga di $1,24 ADA masih dapat naik kembali.
Jika naik, target selanjutnya berada di sekitar $1,5 hingga $1,6. Target jangka panjang berada di $2 hingga $2,4 yang berada di titik 161,8% Fibonacci.
Kemungkinan, jika naik, apresiasi akan kuat akibat naik dari daerah sekitar 78,6% dan 61,8% Fibonacci yang merupakan rasio emas.
2. Polkadot (DOT)
DOT juga nampaknya telah menjadi penjaga portfolio investor pada pekan lalu akibat pergerakannya yang tidak turun namun relatif stabil stagnan.
Pekan ini, kemungkinan DOT akan naik dengan banyaknya pembelian dari investor institusional melalui beberapa produk derivatifnya.
BNB menjadi salah satu crypto yang terlihat meredup pada pekan lalu setelah menjadi pusat perhatian beberapa pekan terakhir.
Namun, kemungkinan pekan ini BNB akan naik lebih tinggi karena dorongan sentimen positif di sekitar Binance Smart Chain.
Hingga saat ini Changpeng Zhao juga masih terus mendorong BNB dengan pernyataan positif terutama dengan adanya potensi adopsi NFT.
Sisi teknikal juga terlihat mendukung apresiasi kembali akibat pergerakannya yang mulai keluar dari zona depresiasi.
Grafik 4 Jam BNBUSD
Kemungkinan besar saat ini akan terjadi retest sebelum harga naik kembali dan kemudian menyentuh sekitar $247 hingga $250 pada pekan ini.
Saat ini batas pengaman berada pada $213 dan $197 yang jika ditembus kemungkinan akan melanjutkan depresiasi.
Target jangka panjang untuk BNB masih positif berada di $500 yang berada di dekat daerah 161,8% Fibonacci.
4. Stellar Lummen (XLM)
XLM menjadi salah satu koin yang layak dilirik pekan ini akibat semakin meningkatnya adopsi XLM terhadap beberapa platform smart contract.
Beberapa yang telah mengadopsi adalah Ripple dan juga Litecoin bersama Flame Network yang berencana mengadopsinya pada pekan ini.
Sentimen positif juga datang dengan meningkatnya juga ketertarikan terhadap mata uang crypto kapitalisasi kecil saat crypto kapitalisasi besar relatif jatuh.
Sehingga, XLM mendapatkan sentimen positif mengingat kapitalisasinya yang relatif kecil.
Grafik 4 Jam XLMUSD
Sisi teknikal juga terlihat mendukung dengan terbentuknya pola ascending triangleyang dibentuk dengan inverted head and shoulders.
Jia harga berhasil melewati $0,42 kemungkinan besar, pekan ini XLM dapat menuju ke sekitar $0,45. Batas pengaman saat ini berada di $0,40 dan $0,37.
Target jangka panjang XLM kemungkinan besar berada di $0,6 hingga $1 yang berdekatan dengan daerah 100% dan 161,8% Fibonacci.
5. Litentry (LIT)
Mata uang crypto kapitalisasi kecil lainnya yang dapat dilirik adalah LIT yang mulai mendapatkan ketertarikan baru dari investor dan trader.
LIT berpotensi naik akibat adanya dorongan dari beberapa influencer yang mendorong harganya seperti analis crypto, Coin Berau.
LIT juga memiliki fundamental yang baik akibat berdirinya di jaringan Polkadot.
Selain itu, LIT juga memiliki sistem yang dapat melakukan decentralized identifier (DID), verifikasi, dan perhitungan kredit.
Oleh karena itu LIT menjadi salah satu crypto yang layak dilirik saat mata uang crypto besar sedang mengalami penurunan.
Sisi teknikal juga mendukung dengan harganya yang mulai berusaha keluar dari zona depresiasi pekan lalu.
Grafik 4 Jam LITUSD
Kemungkinan besar apresiasi pekan ini akan terjadi akibat dorongan dari beberapa influencer bersama dengan semakin dikenalnya fundamental LIT yang baik.
Batas atas yang harus dilalui berada di $7,12. Jika berhasil ditembus LIT dapat menuju ke $7,62 hingga $9. Target jangka panjang berada di sekitar $23.
Batas pengaman saat ini berada di $6,32 yang jika ditembus dapat membawa LIT untuk kembali ke pergerakan depresiasinya.
Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.
Arrona Capital, cabang dari blockchain Venture Smart Asia, mengumumkan mereka telah memenuhi persyaratan peraturan di Hongkong dalam mengucurkan sejumlah dana crypto. Peluncuran dana cryptocurrency pertama yang disetujui oleh Hongkong ini menargetkan dana mencapai $100 Juta untuk dikelola pada tahun pertama peluncurannya.
Menurut laporan Bloomberg 20 April lalu, Arrano Capital mengumumkan peluncuran dana Bitcoin (BTC) baru di Hongkong. Perusahaan modal ventura ini melaporkan telah memenuhi persyaratan lisensi dana crypto oleh Securities and Futures Commission (SFC) setempat.
Kepala Staf Invetsai Arrano (CIO) Avaneesh Acquilla mengatakan upaya pertama berfokus pada pelacak dana, membeli dan menjual BTC. Namun demikian, tujuan perusahaan adalah untuk menembus pendanaan $100 Juta dalam aset digital untuk dikelola pada tahun pertama. Acquilla juga berharap untuk meluncurkan dana yang dikelola secara aktif dengan keranjang token pada tahun 2020 ini.
“Kami memutuskan untuk meluncurkan dana ini untuk menjawab permintaan pasar dari para investor profesional yang semakin berfokus pada Bitcoin sebagai penyimpan nilai alternatif. Pada akhirnya agar Bitcoin diterima secara luas dan bagi orang-orang yang percaya, tetap harus ada peraturan.”
Dana Crypto Masih Jarang Mendapatkan Persetujuan di Hongkong
Sejak SFC mengumumkan secara resmi untuk memulai mengatur pertukaran crypto pada Oktober 2018, komisi telah mengeluarkan beberapa persetujuan. Perusahaan jasa keuangan Blockchain Diginex adalah sala satu dari yang pertama menerima izin untuk mengatur aset digital pada Juni 2019.
Namun, aplikasi Venture Smart Asia menjadikan dana crypto pertama kali resmi digunakan di kawasan ekonomi khusus, yang memungkinkan investor biasa masuk ke dalam pasar BTC. Perusahaan lain yang belum memenuhi semua kriteria SFC hanya dapat memasarkan kepada investor profesional.
Kemarin, 25 Februari 2021, Cardano (ADA) baru saja mengalahkan Litecoin (LTC) di pasar futures akibat open interestnya.
Akibat hal tersebut, harga ADA di pasar spot mengalami apresiasi yang cukup signifikan saat mayoritas pasar crypto mengalami koreksi.
Ada satu hal yang menjadi penyebab apresiasi di pasar spot dan futures ini yang akan dibahas dalam artikel ini.
Cardano Kalahkan Litecoin di Pasar Futures
Cardano berhasil mengalahkan Litecoin akibat open interest yang mencapai sekitar $580 Juta atau Rp8,3 Triliun.
Data dari Bybtmemperlihatkan bahwa apresiasi ini terjadi secara signifikan terutama sejak Bulan Februari 2021.
Open interest adalah jumlah kontrak futures yang masih belum dilikuidasi atau masih dipegang oleh trader saat penutupan pasar di hari tersebut.
Sehingga open interest mencerminkan juga volume perdagangan dari pasar futures dengan semakin banyak yang memegang kontrak maka volume dan kapitalisasinya relatif lebih besar.
Akibat apresiasinya saat ini Cardano menduduki peringkat ketiga terbesar di pasar futures menggeser Litecoin ke peringkat empat.
Data dari Coinmetrics menunjukkan bahwa selama 7 hari terakhir, rata-rata volume perdagangan kontrak futures Litecoin telah dikalahkan secara signifikan oleh Cardano.
Hal ini disebabkan secara rata-rata volume transaksi Litecoin tidak dapat melebihi Rp28,5 Triliun dan di saat bersamaan, Cardano telah melebihi Rp39,9 Triliun.
Hal ini disebabkan pembaharuan akan membuat Cardano menjadi jaringan multi-aset layaknya Ethereum.
Selain itu, dengan pembaharuan ini semua orang dapat melakukan penambangan terhadap ADA bersama adanya pembaharuan dompet khusus.
Pembaharuan dari dompetYoroi dilakukan dengan adanya tambahan dari dompet versi terbaru Daedalus Flightyang dipublikasi 13 Februari 2021.
ADA Bergerak Naik Saat Pasar Koreksi
Oleh karena itu, saat ini ekosistem Cardano terlihat mulai lengkap dan membuat sentimen positif di sekitarnya.
Bahkan terjadi beberapa pernyataan bahwa Cardano dapat bersaing dengan beberapa jaringan seperti Ethereum dan Binance Smart Chain.
Sehingga ada kemungkinan bahwa ADA dapat naik secara signifikan, melanjutkan pergerakannya yang terjadi sejak kemarin malam.
Pergerakan 4 Jam ADAUSD
Untuk saat ini ADA masih terlihat bergerak naik dari sebelumnya mengalami koreksi yang memperlihatkan pola bullish flag kuat pada grafik 4 Jam.
Kemungkinan besar saat ini batasan utama yang harus dilewati adalah pada $1,2 sebelum dapat naik lebih tinggi lagi.
Saat ini batas utama berada di $1,1dan$1,04 yang jika ditembus kemungkinan akan memberikan pertanda pergerakan ke depannya.
Namun dengan pembaharuan Mary ini, target jangka panjang kemungkinan berada pada $2 hingga $5 yang juga dapat dilihat dari Fibonacci Extensions.
Oleh karena itu, Cardano layak untuk dipertimbangkan sebagai salah satu mata uang crypto untuk investasi jangka panjang.
*Disclaimer
Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.
Pasar aset kripto berada di titik yang penting saat ini. Setelah hampir sebulan hampir semua harga aset kripto naik, namun dalam beberapa hari belakangan malah cenderung stagnan. Ke depan, seberapa besar peluang terjadinya altseason, ketika dominasi Bitcoin menjadi berkurang?
OLEH: Muhammad Kurnia Bijaksana Professional Trader Aset Kripto di SnapEx dan Pendiri The Crypto Legend Indonesia
Kita mulai dari Raja Aset Kripto, Bitcoin. Dengan pergerakan harga yang tidak berbeda jauh dengan minggu lalu, yaitu masih di kisaran US$7 ribu, Bitcoin masih terlihat berusaha menembus lebih dalam ke area golden pocket fibonacci (lihat gambar). Secara garis besar, masih belum ada update yang berarti dari pergerakan harga Bitcoin.
Golden Pocket Fibonnaci pada harga Bitcoin.
Altcoin Mulai Tunjukkan Taring Sementara itu, beberapa altcoin seperti Ether (ETH) dan Ripple (XRP) terlihat mulai mengalami kenaikan yang cukup besar beberapa hari yang lalu. Lantas, apakah ke depan altcoin akan naik, dan Bitcoin masih “ragu” melaju, sehingga menunjukkan akan terjadinya altseason?
Perhatikan Dominasi Bitcoin Kenaikan harga altcoin juga ditunjukkan dengan menurunnya dominasi Bitcoin. Saat penulisan artikel ini, Minggu sore (19 April 2020), dominasi Bitcoin berada di bawah 65 persen dan diprediksi masih mengalami penurunan.
Apakah yang terjadi jika dominasi Bitcoin turun? Tandanya altcoin akan berkinerja lebih baik daripada Bitcoin. Kita pun bisa berharap harga sejumlah altcoin akan naik atau turun tidak sebesar Bitcoin.
Laju dominasi Bitcoin.
Ether (ETH) ETH, aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar setelah Bitcoin, mengalami kenaikan yang besar dibandingkan dengan Bitcoin. ETH naik hingga hampir US$190, mendekati support yang jebol (dan sekarang menjadi resistance) sejak “dump” di awal Maret lalu.
Menakar Altseason Bitcoin Halving akan terjadi kurang dari sebulan lagi. Beragam opini mulai bermunculan untuk menebak ke mana harga Bitcoin setelah Halving terjadi, mulai dari yang cukup rasional hingga yang agak lebay.
Di luar akan naik atau turunnya harga Bitcoin, eventpengurangan imbalan bagi para miner itu akan mempengaruhi harga altcoin. Penyebabnya adalah, karena pada dasarnya beberapa tahun belakangan harga altcoin hampir selalu mengikuti arah dari pergerakan Bitcoin.
Kita masih menantikan, mampukah Halving Bitcoin akan menjadikan altcoin seperti ETH akan naik hingga kita akan mengalami altseason?
ETH/BTC memberikan gambaran yang bagus ke mana arah altcoin akan bergerak. Jika harga ETH naik terhadap BTC, berarti secara umum ETH berkinerja lebih baik daripada BTC.
Dan altcoin terbesar sampai saat ini masihlah ETH, ditambah ada puluhan atau mungkin ratusan token/crypto di luar sana yang menggunakan Ethereum/ ERC-20 sebagai basisnya.
Sepintas dilihat, ETH masih cukup bullish terhadap pair BTC. ETH baru saja menembus area resistance di 0,025354 BTC dan sekarang sedang menguji kembali area tersebut sebagai support.
Jika ETH berhasil mempertahankan momentum bullish-nya terhadap BTC, kita bisa berharap 1 di antara 2 hal berikut. Pertama, altcoin akan naik berkinerja lebih baik daripada BTC dan berpotensi terjadinya altseason.
Kedua, jika BTC turun, altcoin akan turun lebih sedikit dibandingkan BTC, mirip dengan yang terjadi jika dominasi BTC menurun. [*]