Kolektif ilustrator komik, Tahilalats, akhirnya meluncurkan project NFT global bertajuk Mindblowon Universe. Langkah ini menambah deretan artis, seniman hingga konten kreator yang terjun ke industri NFT untuk mengembangkan bisnis mereka.
Project NFT Mindblowon Universe dari Tahilalats ini, mengusung kartun tahun 90-an dengan animasi khas berbagai karakter. Koleksi NFT ini akan ada 6969 item atau karya dengan refrensi kultur pop dan gaya khas dari Tahilalats.
Menariknya project NFT ini melibatkan tim yang sudah berkecimpung lama di industri NFT dan Web3. Mereka di antaranya, Evan Tan, Clerkclirk, Project Godjira dan nama-nama lainnya, serta didukung tim Mindblowon studio & Seed motions sebagai studio animasi, Dagelan dan Infia Group yang merupakan grup media yang tersohor di dunia maya.
“Kami percaya dunia Web3 membuka banyak sekali peluang, tidak hanya bagi kreator tetapi juga bagi investor dan juga kolektor. Mindblowon NFT hadir untuk mewarnai perjalanan Web3 komunitas NFT global melalui canda tawa dan kebahagiaan yang bisa dinikmati via medium apapun,” kata seniman utama dari Mindblowon Universe, Lickpalik dalam siaran persnya.
Koleksi NFT Mindblowon Universe Bakal Guncang Asia
Tidak hanya itu, Arktivak juga bergabung sebagai mitra Web3 dan IP developer yang telah terlibat sebagai co-creator dalam proyek besar seperti Karafuru, Monaverse, dan Shark Outlaw Squad. Dengan nama Tahilalats yang sudah tenar didukung dengan advisor terkemuka, proyek NFT ini diprediksi bisa menjadi salah satu proyek yang terbesar di Asia.
“Sebagai kolektor dan bagian dari tim Mindblowon Universe, saya percaya potensi besar project NFT ini. Didukung oleh portfolio, kerja sama dan jaringan yang telah dimiliki, kami sebagai Web3 IP builder yakin Mindblowon Universe akan menjadi proyek dan brand berskala global dengan dampak yang besar di web3,” kata Co-Founder Arktivak, Brandon Salim.
Media NFT Asian Mint pun telah menyebut Mindblowon Universe memiliki “massive potential” yang layak disejajarkan dengan proyek global lainnya seperti Karafuru 3D, project PXN, Collider Craft, Conium hingga Garbage Friends.
Thank you for 200K! To celebrate, here’re the sneak peek to our legendaries…….background 😂
The person/people who can guess what kind of character falls into each background, will get our blessings!
Andhika Septian, Project Lead NFT Mindblowon, mengatakan dalam menjalankan project NFT Mindblown Universe ini tidak cukup hanya memberikan karya terbaik dan beragam, tetapi perlu didukung komunitas yang kuat.
Sejak dirilis Mindblowon Universe telah menggemparkan komunitas NFT global dengan memiliki pengikut lebih 200.000 followers di Twitter dan total discord member 26.000 dari berbagai negara di seluruh dunia.
“Mindblowon akan selalu bercerita tentang komunitas, kita tidak berarti apa-apa tanpa komunitas itu sendiri, imajinasi dan cerita mereka penting untuk keberlangsungan project ini, The Brand, The Community, The Lifelong Existence,“ kata Andhika.
Koleksi NFT Mindblowon Universe direncanakan akan dijual ke publik pada kuartal II 2022 dengan harga yang masih dirahasiakan. Diharapkan dengan munculnya lebih banyak proyek-proyek NFT Indonesia berskala internasional dapat mendorong percepatan industri kreatif dan Intellectual Property.
Jika kamu penasaran dengan koleksi Koleksi NFT Mindblowon Universe bisa lihat update-nya di akun media sosial Instagram atau Twitter @MindblowonNFT dan situs mindblowon.io.
Seiring dengan bertumbuhnya industri NFT secara global maupun nasional, semakin banyak juga proyek-proyek NFT yang bermunculan dan menjadi sorotan dari komunitas. Salah satu yang ditunggu adalah OnDecentralized Finance atau yang disebut Onde NFT.
Onde NFT merupakan sebuah proyek yang menghadirkan inovasi di kancah NFT, dengan menawarkan rewards dalam bentuk kripto kepada seluruh holders atau pemegang koleksi Onde. Inovasi ini membuat seluruh holders berkesempatan untuk mendapat passive income cukup dengan memiliki koleksi Onde NFT.
Lalu, apa sih yang membuat Onde NFT berbeda?
Onde NFT mengedepankan kemudahan bagi holders untuk mendapatkan rewards dalam bentuk kripto. Para holders tidak perlu report karena proses rewards tersebut diatur oleh Onde.
Onde NFT menawarkan nilai lebih bagi para holders yang fokus bagi keuntungan mereka. Dengan misi untuk menjembatani CeFi dan DeFi bagi pemula, Onde NFT menawarkan item collectibles sekaligus membantu mengatur manajemen aset kripto bagi para holders yang mungkin masih awam atas keduanya.
Koleksi NFT memiliki risiko volatilitas yang lebih rendah dibandingkan aset kripto, sehingga nilai investasi yang dimiliki cenderung lebih stabil.
Onde NFT pun hadir di BNB Chain dengan tujuan menghadirkan biaya transaksi dan operasional yang lebih terjangkau.
Makin penasaran kan? Terlebih lagi infonya rilis pertama ini akan terbatas hanya 1,500 koleksi saja, lho! Onde NFT ini akan dibagi ke beberapa kategori seperti Bronze, Silver, Gold, dan Platinum dimana menawarkan benefit yang berbeda dan kamu bisa mendapatkan rewards aset kripto dengan APY hingga 25%!!
Jika berbicara mengenai utilitas, Onde NFT memiliki deretan utilitas yang akan hadir di ekosistemnya. Fokus saat ini memang pada rewards dalam bentuk aset kripto tapi kedepannya dihadirkan akses ke Game-Fi, Lending & Borrowing, Web2 Connectivity, dan lainnya.
Gimana, udah bikin mau hold Onde NFT belum? Jangan ketinggalan campaign Whitelist (WL) mereka cuma sampai 8 April 2022 aja! Adapun private sales akan dimulai pada 13 – 14 April 2022 dan Public Sales di 15 – 18 April 2022. Yuk langsung intip detail dan join WL nya sekarang di sini!
Seorang remaja bernama Nyla Hayes telah menemukan rahasia sukses di usia belia menjadi jutawan. Hayes yang kini berusia 13 tahun berhasil mendapatkan pundi-pundi kekayaan dengan menjual karya seninya sebagai NFT (non-fungible token).
Karya-karya NFT milik Hayes tergolong unik dan memiliki ciri khas. Ia selalu menggambar sosok wanita berleher panjang yang menurutnya terinspirasi dari dinosaurus, hewan purba yang telah punah. Ketika dia selesai membuatnya, Hayes mem-posting ke situs web NFT, di mana seseorang dapat membelinya dengan aset kripto.
“Saya suka menggambar wanita dari seluruh dunia karena saya sangat menyukai budaya yang berbeda dan latar belakang yang berbeda,” kata Hayes dikutip Today.
Sejauh ini, Hayes telah menggambar lebih dari 3.000 potret wanita leher memanjang. Dia menjelaskan bahwa ciri khas itu berasal dari masa kecilnya.
Ketika dia masih muda, Hayes terpesona dengan dinosaurus, Brontosaurus, jadi dia memberi mereka nama panggilan yang lucu. “Awalnya saya hanya ingin menyatukan dua hal yang saya sukai, yaitu Brontosaurus dan wanita,” katanya.
“Saya ingin menunjukkan betapa cantik dan kuatnya wanita, dan saya juga memikirkan brontosaurus.”
Pada bulan Maret lalu, Hayes menjual potret “Long Neckie Lady” miliknya seharga $ 6.621 (Rp 95 juta) di Instagram. Dan bulan sebelumnya, dia menjual lukisan lain seharga $ 3.920 (Rp 56 juta).
Ibu Hayes, Latoya, mengatakan dia memberikan putrinya sebuah smartphone pada usia 9 tahun karena dia sangat tertarik pada seni. Mulai dari situ Hayes mulai berkarya dan mendapat dukungan dari keluarga.
“Saya bisa melihat betapa bersemangatnya dia tentang seninya dan saya hanya berpikir, jika saya bisa mendukungnya dengan cara apa pun. Itulah tepatnya yang akan saya lakukan,” kata Latoya.
Sebelum Hayes mulai menghasilkan banyak uang, dia akan menggambar potretnya di ponsel cerdasnya dan hanya menunjukkannya kepada keluarga dan teman-temannya. Tetapi dengan sedikit dorongan dari pamannya, Hayes dan ibunya memutuskan untuk melihat ke NFT untuk melihat apakah itu bisa menjadi pasar yang menguntungkan baginya.
“Jujur, ketika saya pertama kali mendengar tentang NFT, saya agak menyukainya, sejujurnya saya tidak tahu tentang ini, tetapi saya sudah lama ingin mengeluarkan karya seni saya, jadi ini adalah platform yang bagus untuk melakukannya,” katanya.
Hayes juga dinobatkan sebagai “Artist-in-Residence” pertama majalah Time pada Oktober 2021 , yang dibuat untuk merayakan artis yang memajukan karir mereka melalui NFT.
NFT termahal miliknya dijual seharga 4 ETH, atau sekitar $ 11.737 (Rp 168 juta) pada Agustus 2021, dan secara total karya seninya dilaporkan telah terjual hampir $ 7 juta atau setara Rp 100 miliar.
Wingriders, platform perdagangan desentralistik dengan teknologi pasar terotomasi dan cepat berbasis Cardano (ADA), mengalami peningkatan total aset dikelola (TVL) sebesar 8 ribu persen dalam kurun waktu tujuh hari.
Menurut data situs pelacakan aplikasi DeFi, DeFiLlama, Wingriders menerima deposit aset lebih dari US$41 juta yang dikunci dalam proyek tersebut. Kendati demikian, peningkatan tinggi yang dilacak oleh DeFiLlama tersebut belum tentu terkait dengan permintaan natural.
Lonjakan tajam itu disebabkan perilisan resmi Wingriders, dan aset senilai US$500 ribu yang berada di dalam platform itu sebelum listing diduga dimiliki oleh pengguna yang berpartisipasi dalam uji coba tertutup bursa desentralistik tersebut.
Terbaru, Proyek NFT Clay Nation telah meluncurkan kolaborasi resmi dengan rapper Snoop Dogg untuk penjualan tanah virtual dan konten musik di blockchain Cardano (ADA).
Metaverse Cardano, Pavia, memiliki 100 ribu NFT yang tersedia dan 60 ribu sudah dijual pada bulan Oktober dan November 2021.
Chicago Mercantile Exchange (CME) mengincar peluncuran perdagangan berjangka bagi aset kripto ADA selang beberapa hari setelah pengumuman perdagangan opsi Ether (ETH) dan Bitcoin (BTC) ukuran mikro lot.
Sayangnya, sejumlah pembaruan jaringan, penerapan teknologi baru dan pertumbuhan secara umum tampaknya tidak cukup untuk menarik investor.
ADA merupakan salah satu aset dengan performa terburuk di pasar kripto, dimana nilainya longsor 25 persen dalam kurun waktu 14 hari terakhir.
ADA sudah kehilangan nilai 70 persen dari peningkatan nilai yang sempat terjadi antara 16 Maret dan 1 April. Kini, ADA diperdagangkan pada harga US$0,89. [ed]
Dunia aset kripto dan NFT ternyata menarik perhatian CEO Amazon, Andy Jassy. Bos baru Amazon yang menggantikan Jeff Bezos itu optimis tentang prospek bisnis industri aset digital di masa depan.
Dikutip Cointelegraph, Jassy mengatakan bahwa meskipun dia tidak memiliki aset kripto atau NFT, dia optimis tentang prospek industrinya. Dia pun mengakui sejauh ini belum mau menambahkan mekanisme pembayaran menggunakan kripto dalam waktu dekat.
“Kami tidak mungkin dalam waktu dekat menambahkan kripto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritel kami, tetapi saya percaya seiring waktu bahwa Anda akan melihat crypto menjadi lebih besar. Saya berharap NFT akan terus tumbuh sangat signifikan,” ungkap Jassy selama wawancara dengan CNBC.
Secara khusus, mengenai penjualan NFT oleh Amazon, Jassy mengisyaratkan mungkin ada kesempatan besar mengenai hal tersebut. Pada November lalu, Cointelegraph melaporkan bahwa Amazon mempekerjakan tenaga ahli yang memahami ekosistem kripto dan aset digital secara keseluruhan.
Kemudian, lowongan pekerjaan yang sama juga baru-baru ini di-posting Amazon. Tanggung jawab pekerjaan tersebut dituntut mampu menentukan pesan khusus industri dan jaminan yang secara efektif mengomunikasikan proposisi nilai AWS (Amazon Web Service) untuk solusi aset digital dalam layanan keuangan.
Terlepas dari optimisme Jassy mengenai dunia kripto dan NFT, ia menegaskan kembali sikap perusahaan dari Juli tahun lalu bahwa Amazon mungkin tidak akan menambahkan crypto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritelnya.
Sejauh ini Amazon belum memberikan lampu hijau mengenai pembayaran menggunakan aset kripto atau membuka platform untuk marketplace NFT. Di antara perusahaan teknologi e-commerce besar, Shopify telah menjadi yang terdepan dalam adopsi kripto.
Shopify mengumumkan awal bulan April 2022 ini bahwa mereka akan menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran di platform melalui The Lightning Network dan Strike. Namun, langkah tersebut juga memicu skeptisisme dari pengguna, dengan beberapa menunjukkan konsekuensi pelanggaran hukum yang tidak melalui proses KYC (Know Your Costumer).
Tak bisa dipungkiri aset digital Non-fungible Token (NFT) di Indonesia kian populer. Beriringan dengan hal tersebut, komunitas dan ekosistem yang ada pun juga terbentuk. Jika sebelumnya kolektor dan kreator hanya bisa memasarkan NFT mereka di marketplace global, kini sudah pula bermunculan NFT marketplace Indonesia.
Penasaran mana saja yang merupakan NFT marketplace asal Indonesia? Yuk, simak selengkapnya!
NFT Marketplace, Tempat Bertemunya Kolektor dan Kreator
Sebelum kami menghadirkan beberapa listnya, tentu tidak afdol kalau kita tidak membahas apa itu NFT marketplace itu sendiri.
NFT marketplaceadalah tempat di mana parakreator memamerkan dan menjual karyanya untuk kemudian dibeli oleh para kolektor. Mudahnya, NFT marketplace bisa dikatakan sebagai platform jual-beli NFT, layaknya marketplace lain yang berfungsi sebagai wadah untuk menjual berbagai macam barang.
Awal Mula Kehadiran NFT Marketplace Global
Berbicara NFT marketplace global yang ada di dunia tentu tidak bisa lepas kaitannya dengan OpeanSea. Ya, OpenSea pada laman resminya menyebutkan jika ia adalah marketplace untuk NFT pertama dan juga terbesar di dunia.
Bermula dari kegilaan pada hype CryptoKitties yang terjadi pada tahun 2017 di mana game yang berjalan di atas blockchain tersebut menarik perhatian banyak orang. Namun memang fokus dari mereka untuk menjadi mainstream audiens. Sayangnya, CryptoKitties pun belum seterkenal itu.
Pencipta dari OpenSea, Devin Finzer dan Alex Attallah terinspirasi dengan cara baru memperkenalkan blockchain yang mulanya tidak miliki oleh siapapun menjadi bisa dilihat dari mana saja, diperjual beli secara terbuka, dan dapat dimiliki dengan ‘cara baru’ yang sebelumnya tak mungkin dilakukan pada dunia digital. Keduanya bergabung dengan komunitas CryptoKitties di Discord, dan akhirnya mereka mendirikan OpenSea versi Beta di akhir tahun 2017.
TokoMall merupakan pelopor NFT marketplace di Indonesia. TokoMall berasal dari pengembangan Toko Token (TKO) oleh Tokocrypto yang berjalan di atas jaringan Binance Smart Chain (BSC). Kreator dan kolektor bisa menghubungkan akun mereka dengan dompet digital Wallet Connect maupun Meta Mask.
Hadirnya TokoMall sendiri mengusung konsep unik yang mana sebagai jembatan antara dunia digital dan realita. Selain itu, tentunya TokoMall hadir guna mendukung merek, artist, dan kreator lokal untuk mendunia.
Jika sebelumnya kita membahas NFT marketplace pertama di Indonesia, kali ini ada Baliola yang merupakan NFT marketplace pertama yang ada di Bali. Awal mula Baliola hadir adalah adanya proyek Kepeng.io yang merupakan token utilitas dan investasi yang dikembangkan sebagai aset digital berbasis teknologi blockchain. Token Kepengen (KPG) disiapkan untuk ekosistem pariwisata, seni, dan budaya.
Tak hanya NFT yang berbentuk lukisan, di Baliola Anda bisa menemukan jenis NFT lainnya dalam bentuk fotografi, animasi, ilustrasi, komik, dan bahkan musik. Adapun tujuan dari hadirnya marketplace ini tentu untuk pekerja seni yang ada di Bali.
Selanjutnya ada dari NFT marketplace Indonesia yang punya ciri khas dengan menjual koleksi NFT terbaik dari olahraga, budaya, musik, hingga lifestyle. Kolektibel sendiri berjalan menggunakan jaringan blockchain Vexanium. Oh iya, Vexanium sendiri didirikan oleh Vexanium Foundation dan merupakan satu-satunya perusahaan berbasis public blockchain pertama di Indonesia.
Berbeda dengan NFT marketplace lainnya, Enevti menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para pemegangnya. Enevti adalah platform NFT media sosial yang terdesentralisasi. Di sana penggemar dengan influencer kesayangan mereka dapat berhubungan secara eksklusif. Misalnya, Anda sebagai pemegang NFT bisa melakukan video call langsung, hingga mendapatkan hadiah eksklusif dari para kreator NFT-nya.
Paras merupakan marketplace yang mempertemukan kreator dan kolektor NFT yang punya kesenangan pada pop culture, khususnya pada fandom dan gamer. Paras didirikan oleh Rahmat Albariqi dan Afiq Shofy Ramadhan beserta tim lainnya yang juga berasal dari Indonesia dan berjalan di atas NEAR Protocol. Sehingga transaksi yang bisa dilakukan saat ini ialah menggunakan aset kripto NEAR.
Kemunculan NFT marketplace Indonesia pada akhirnya mempunyai tujuan yang sama, yakni sebagai wadah bertemunya antar kreator, dan juga kreator dengan kolektor guna membangun ekosistem NFT yang baik. Sehingga para kolektor bisa terus berkarya dengan baik dan memasarkannya menjadi lebih mendunia. Tertarik punya koleksi NFT pertama kali? Kunjungi TokoMall dan bergabung dengan komunitas resminya di Telegram sekarang juga!
MicroStrategy, perusahaan piranti lunak asal Amerika Serikat, memastikan pihaknya akan terus membeli Bitcoin (BTC) sebanyak mungkin. Perusahaan pimpinan Michael Saylor ini yakin pembelian Bitcoin adalah strategi ampuh untuk mempertahankan nilai perusahaannya.
Dokumen itu pada prinsipnya adalah materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan digelar pada 22 Mei 2022, di mana aksi pembelian Bitcoin disebutkan akan terus dilakukan. MicroStrategy sendiri mengakumulasi kripto itu sejak tahun 2020, walaupun beberapa tahun sebelumnya sangat pesimis dengan kelas aset baru itu.
Dalam dokumen itu sang CEO, Michael Saylor juga berjanji bahwa MicroStrategy, perusahaan publik dengan jumlah kepemilikan bitcoin terbanyak, akan terus membeli lebih banyak BTC dan tetap menyediakan layanan intelijen perangkat lunaknya ke basis pelanggan yang lebih luas.
Saylor menguraikan strategi Bitcoin perusahaan sebagai “pelengkap untuk perangkat lunak analitik dan bisnis layanan kami,” cara yang akan meningkatkan pertumbuhan basis pelanggan perusahaan.
Selain memperkuat strategi bisnisnya untuk mengejar visi Intelligence Everywhere, perusahaan menganggap strategi paralelnya untuk memperoleh dan menyimpan Bitcoin adalah satu titik penting.
Strategi Saylor untuk mengakuisisi BTC telah terdiversifikasi menjadi penggunaan hasil transaksi utang dan ekuitas sejak 2011. Perusahaan intelijen bisnis ini mulai mengumpulkan Bitcoin pada Agustus 2020 melalui kelebihan arus kas dari operasinal perusahaan.
Kemudian, perusahaan memperkuat laju akumulasinya dengan menggunakan penawaran wesel konversi, penawaran saham, dan pinjaman dengan jaminan kripto untuk membeli lebih banyak Bitcoin yang menjadi bagian dari neraca keuangan. Belum lama ini MicroStrategy mendapatkan pinjaman dari Silvergate Bank untuk membeli Bitcoin tambahan.
Saylor juga menggambarkan perusahaannya sebagai “inovasi dalam DNA perusahaan kami.”
Dia mencatat bahwa MicroStrategy memelopori perangkat lunak penambangan data pada 1980-an, awal revolusi web pada 1990-an, dan mendukung analitik seluler serta analitik berbasis cloud pada 2000-an.
Sejauh ini MicroStrategy bersama dengan anak perusahaannya, saat ini memegang 129.218 BTC, dengan total biaya pembelian US$3,97 miliar dengan rata-rata harga US$30.700 per BTC.
Di konferensi Bitcoin Miami 2022, ia sependapat dengan pandangan CEO Ark Invest Cathie Wood. Saylor mengatakan dia lebih bullish daripada sebelumnya terhadap Bitcoin dan setuju dengan prediksi Wood bahwa BTC dapat mencapai US$1 juta per BTC pada tahun 2030, berdasarkan fakta bahwa adopsi pasar kripto dan Bitcoin kian luas. [ps]
CEO dari platform perdagangan saham dan crypto asal AS, Robinhood, Vladimir Tenev, telah membagikan pandangannya mengenai bagaimana Dogecoin (DOGE) agar bisa menjadi mata uang internet.
Pandangan tersebut ia bagikan melalui serangan cuitan di Twitter, yang membahas tentang langkah-langkah apa saja yang perlu dijalankan untuk menjadikan token meme ini mata uang digital yang bisa dipergunakan sebagai pembayaran transaksi harian di internet.
Pada permulaan, Tenev memfokuskan pada biaya transaksi DOGE yang rendah, sekitar $0,003 per transaksi. Tentu saja, ini sudah bisa dianggap layak menjadi alasan penggunaan DOGE sebagai alat pembayaran internet.
Namun, ia mengoreksi soal ukuran dan waktu blok dari DOGE, yang menurutnya masih perlu perbaikan agar dapat diadopsi lebih luas.
Saat ini, Dogecoin memiliki ukuran blok 1 MB dan waktu blok 1 menit. Itu artinya, TPS (transaksi per detik) yang bisa dicapai oleh jaringannya adalah 40 TPS.
Dan untuk menjadi mata uang internet utama, DOGE harus bisa mengungguli TPS dari Visa, raksasa pembayaran kartu, yang berkemampuan 65.000 TPS.
Meski terpaut jauh, Tenev masih yakin ini mudah untuk diatasi hanya dengan meningkatkan ukuran blok menjadi 1GB, yang berlanjut hingga nantinya ke 10GB. Baginya, batas ukuran blok adalah segalanya untuk menuju adopsi impian di di dunia nyata.
Bagaimana ini akan mampu terwujud akan bergantung pada para pengembang, apakah akan mengambil langkah untuk itu atau belum.
Memang, secara ekosistem, DOGE tidaklah memiliki visi yang luas, hanya berfokus sebagai alat pembayaran saja setelah menyandang nama token meme sejak kelahirannya.
Terlebih lagi, backingan DOGE terbesar adalah Elon Musk dan Milyuner Mark Cuban. Jika DOGE mempunyai struktur yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran, bukan mimpi. Apalagi, Elon Musk mempunyai saham terbesar di Twitter, apakah Dia akan mengintegrasikan DOGE dengan Twitter?
Dibandingkan Shiba Inu, yang merambah ke metaverse, NFT, blockchain layer-2 dan sebagainya, DOGE tidak begitu. Maka dari itu, fokus sebagai alat pembayaran yang lebih luas adalah satu-satunya jalan untuk berkembang. Kita lihat saja!
Kepopuleran altcoin semakin merajalela di kalangan trader dan juga investor aset kripto, salah satunya adalah ANKR coindari protokol Ankr. Aset yang satu ini berhasil menarik banyak pembeli akibat sebuah tweet dan juga kerja sama Ankr dengan DEX, yang membuat harganya melambung tinggi. Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!
Apa itu ANKR Coin?
Seperti halnya Ethereum dengan aset kriptonya yaitu ETH, protokol Ankr juga memiliki native token tersendiri yang dikenal dengan ANKR coin. Kegunaan dari ANKR tentunya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dari protokol Ankr, utamanya untuk membayar sumber daya dari aktivitas cloud computing antar platform.
Selain itu, ANKR juga banyak digunakan oleh para investor sebagai aset kripto yang diinvestasikan. Tidak hanya karena harganya yang cenderung murah, ANKR juga dianggap berpengaruh dalam perubahan teknologi. Hal ini dikarenakan protokol yang menaungi ANKR, yaitu protokol Ankr, bergerak menggunakan sistem Web3. Oleh karena itu, ANKR merupakan aset yang berperan penting dalam inovasi yang diciptakan dalam penggunaan internet di masa depan.
Nah, agar bisa lebih memahami ANKR, alangkah baiknya untuk kita berkenalan dengan protokol yang menaunginya yaitu Ankr, yuk!
Serba-Serbi Protokol Ankr
Ankr merupakan sebuah protokol yang memungkinkan penggunanya untuk mewadahi peluncuran nodedalam blockchaindengan biaya yang cenderung rendah.Kehadiran Ankr mempermudah para developer yang ingin membangun sebuah proyek kripto, khususnya dalam penyediaan data dan kode yang diperlukan. Developer hanya perlu memilih rantai mana yang mereka inginkan dan dapat langsung mengolahnya.
Protokol Ankr menggunakan sistem Web3 yang memaksimalkan kinerja internet untuk memindahkan suatu web ke dalam blockchain, sehingga membuat data dan jaringan menjadi tersedia dan terbuka. Sistem Web3 ini selaras dengan tujuan dari Ankr sendiri, yaitu untuk mendesentralisasikan web.
Dengan Ankr, memungkinkan para pengguna untuk menyebarkan node di lebih dari 40 blockchain Proof of Stake (PoS), melakukan staking, dan mengakses aplikasi DeFi. Hal inilah yang membuat membuat partisipasi pengguna dalam pengembangan blockchain menjadi lebih mudah.
Hingga kini, sudah ada beberapa proyek kripto yang mengadopsi protokol Ankr tersebut dan memungkinkan node-nya tersedia di Ankr. Di antaranya adalah Eth2, Binance, Polkadot, Avalanche, hingga Tezos. Selain itu, sudah terdapat lebih dari 8.000 nodes yang diluncurkan berkat teknologi yang dimiliki Ankr.
Mengapa Harga ANKR Coin Naik Baru-Baru Ini?
Keputusan Facebook untuk rebranding menjadi Meta ternyata memberikan pengaruh besar dalam segala bidang, salah satunya adalah aset kripto. Hal ini terbukti dengan harga ANKR coin yang mengalami kenaikan pesat setelah sang founder, Chandler Song,membagikan tweet yang berbunyi, “Crypto needs its own meta.” pada 30 Oktober 2021 lalu.
Tentunya, founder dari Ankr ini mengacu pada rebranding yang dilakukan oleh Facebook beserta metaverseyang akan diluncurkannya. Chandler Song mengimplikasikan bahwa peristiwa tersebut bisa dimanfaatkan oleh blockchain dengan menciptakan sebuah inovasi berupa produk baru, yang mungkin akan dilakukan oleh Ankr. Hal inilah yang membuat banyak investormelirik Ankr dan mulai membelanjakan native token-nya, yaitu ANKR.
Seusai tweet tersebut tersebar luas, harga ANKR langsung naik sebesar 82 persen. Di tanggal 31 Oktober, harganya berhasil menyentuh angka 0.1586 USD dengan volume perdagangan mencapai 2.74 miliar USD. Hal tersebut juga mendorong aset kripto satu ini hingga menjadi buah bibir di kalangan crypto geek.
Selain karena sebuah tweet, harga ANKR juga mengalami apresiasi berkat kerjasama yang dijalin antara protokol Ankr dan Portal, sebuah DEX yang memungkinkan pertukaran antara BTC dan aset lainnya secara cepat, terlindungi, dan privat. Tujuan dari kemitraan ini adalah tentunya untuk meningkatkan adopsi DeFi. Tercatat pada 2 November 2021 lalu, ANKR menyentuh 0.1514 USD.
Bagaimana Perkembangan ANKR Coin Saat Ini?
Selain untuk biaya antar platform, banyak partisipan yang hold ANKR dalam walletkripto miliknya sebagai investasi. Terbukti dengan apresiasi harga yang dialaminya hingga 700% pada awal tahun 2021. ANKR juga berhasil mencatat harga tertinggi sepanjang masa pada Maret 2021 di angka 0.2252 USD, disebabkan karena keberhasilannya sebagai top validator di Binance Smart Chain.
Setelah sempat koreksi, harga ANKR kembali melonjak dengan kenaikan sebesar 82% dengan volume mencapai lebih dari 2 miliar USD yang disebabkan oleh cuitan milik sang founder, Chandler Song, pada 31 Oktober lalu seperti yang telah dibahas sebelumnya. Diikuti dengan kenaikan harga selanjutnya pada 2 November yang disebabkan oleh kemitraan antara Ankr dan Portal.
ANKR memiliki maksimal supply sebanyak 10 miliar ANKR coin, dan saat ini sudah terdapat lebih dari 8.1 miliar ANKR yang tersebar di pasaran. Dilansir dari CoinMarketCap per tanggal 11 November 2021, harga ANKR sedang menurun dan berada di angka 0.1194 USD dengan volume sebesar 168,129,672 USD.
Lalu, Bagaimana Potensi ANKR Coin di Masa Depan?
Tidak bisa dipungkiri, ANKR disebut sebagai altcoin yang punya potensi jangka panjang, lho, meskipun kini harganya memang masih fluktuatif. Dikutip dari InvestorPlace, hal ini disebabkan oleh platform Ankr yang memanfaatkan konsep DeFi yang masih akan terus mengalami perkembangan sebagai alternatif dari bank konvensional.
Masih berhubungan dengan teknologi pada platform yang menaungi ANKR, sistem Web3 milik Ankr juga diprediksi bisa membawa perubahan besar dalam penggunaan internet di masa depan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, ANKR dianggap bermanfaat sebagai aset untuk investasi jangka panjang dan cocok bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam inovasi yang tercipta dalam blockchain juga internet. Ditambah lagi dengan harganya yang kini masih cenderung terjangkau.
Para trader pemula bisa, nih, menjadikan ANKR coin menjadi pilihan untuk di-hold dalam wallet mengingat harganya yang masih rendah, tetapi punya masa depan yang amat cerah.
Yuk, daftar, tuntaskan KYC Anda dan langsung investasi ANKR di Tokocrypto. Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Kamu juga bisa dapat informasi paling update hingga edukasi mengenai dunia kripto lainnya di website Tokonews.
Pernah dengar aset kripto Litecoin? Altcoinyang dianggap sebagai bentuk perak dari Bitcoin ini terus menunjukkan potensinya, tergambar dari harganya yang kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat koreksi. Ternyata, selain dengan dibeli, Litecoin bisa didapatkan juga lewat penambangan, lho! Ingin tahu selengkapnya soal Litecoin mining? Yuk, baca terus artikel ini!
Apa yang dimaksud dengan Litecoin (LTC)?
Litecoin adalah sebuah aset kripto alternatif (altcoin) selain Bitcoin yang merupakan hasil dari modifikasi atau forking dari Bitcoin. Hal inilah yang membuat Litecoin sering disebut sebagai Bitcoin dalam bentuk perak. Pencipta Litecoin adalah Charlie Lee dan pertama kali dirilis pada Oktober 2011. Ia menciptakan Litecoin dengan tujuan untuk membuat sebuah aset kripto yang mirip dengan Bitcoin, tetapi versi lebih sederhana dan cepat.
Lalu, berapa harga 1 koin LTC?
Pada awal kemunculannya, harga LTC hanya berkisar di angka 3 hingga 4 USD saja. Bahkan, empat tahun setelah perilisannya yaitu pada Januari 2011, LTC mencatat harga sebesar 1.11 USD, lho! Di mana angka tersebut menjadi harga terendah yang dimiliki LTC sepanjang masa alias all-time-low.
Meski begitu, LTC kembali meroket dengan mencapai harga yang fantastis yaitu 412.96 USD pada Mei 2021, di mana hingga kini, nilai tersebut masih menjadi harga tertinggi sepanjang masa atau all-time-high. Fluktuasi yang dialami oleh LTC membuat harga per kepingnya saat ini berada di angka 114.54 USD, mengutip CoinMarketCap per tanggal 8 April 2022.
Penyebab naik-turunnya harga LTC pun berasal dari berbagai aspek, mulai dari pembaruan yang dilakukan oleh para developer LTC dalam membangun ekosistem Litecoin yang lebih baik seperti Litecoin Mimblewimble pada Januari 2022 lalu, hingga kemudahan adopsi LTC dalam berbagai bisnis di seluruh dunia.
Selain itu, kondisi pasar juga berpengaruh terhadap aktivitas harga LTC, juga cara yang dipilih para investor dalam mengoleksi LTC. Mulai dari pembelian via exchangeseperti Tokocrypto, hingga mining.
Apa itu Litecoin mining?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai Litecoin mining, mari membahas pengertian dari mining itu sendiri. Mining atau penambangan adalah suatu cara yang bisa dilakukan dalam mendapatkan aset kripto.
Cara ini mengharuskan para miner untuk memvalidasi suatu transaksi yang terdapat dalam blockchain, dengan memecahkan teka-teki matematika. Apabila seorang miner berhasil dan menciptakan blok baru di blockchain, maka miner tersebut akan diberikan reward sejumlah aset kripto.
Umumnya, saat melakukan mining, para miners membutuhkan bantuan dari teknologi perangkat komputer atau mining rig yang amat canggih. Sebab, dalam blockchain terdapat banyak sekali miners sehingga kegiatan ini sangatlah kompetitif.
Kalau begitu, apa artinya Litecoin mining?
Litecoin miningadalahproses penambangan yang dilakukan untuk mendapatkan sejumlah Litecoin. Namun, berbeda dengan mining Bitcoin, durasi yang diperlukan dalam Litecoin mining lebih cepat 4 kali lipat yaitu dengan hanya membutuhkan 2,5 menit di tiap bloknya.
Selain karena Litecoin merupakan altcoin yang terpercaya dan membawa banyak kelebihan, hal inilah yang membuat banyak orang memutuskan untuk mendapatkan Litecoin lewat mining.
Dalam menambang Litecoin, terdapat 3 jenis mining yang bisa dilakukan seperti halnya menambang Bitcoin, yaitu solo, pool, dan cloud. Berikut informasi selengkapnya!
Solo Mining
Seperti namanya, solo miningberarti Litecoin mining yang dilakukan secara individu alias perseorangan. Umumnya, jenis mining yang satu ini dilakukan di rumah saja. Meski terdengar sederhana, justru jenis mining inilah yang dianggap sulit dilakukan. Kok, gitu?
Sebab, para miners harus mempersiapkan mining rig yang mumpuni. Tak hanya itu, daya listrik juga internet pun harus besar dan kuat agar proses mining bisa terus berjalan dan membutuhkan cukup banyak waktu.
Mengutip Investopedia, untuk solo mining Litecoin setidaknya harus dilakukan dengan beberapa Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). ASIC yang dimiliki pun harus yang merupakan versi terbaru, karena berpengaruh terhadap kecepatan mining.
Salah satu yang masih baru dan populer di kalangan miners ialah Bitmain’s Antminer L3+ atau A4+ LTCMaster. Setelah itu, jangan lupa untuk mengunduh software mining seperti Cgminer atau MultiMiner.
Pool Mining
Jenis kedua adalah lewat pool miningatau kolam mining, di mana terdapat sebuah kolam yang berisi beberapa miners Litecoin dan masing-masingnya berkontribusi melalui seberapa besar hash power atau kekuatan mining rig yang dimiliki.
Jadi, apabila suatu blok telah tercipta, reward Litecoin akan dibagikan ke tiap miners yang ada dalam kolam, jumlahnya berbeda-beda tergantung seberapa banyak kontribusi yang diberikan terhadap proses mining dan regulasi yang dimiliki tiap pool.
Meski tetap membutuhkan mining rig yang canggih, pool mining cenderung lebih ringan dibandingkan dengan solo mining. Selain itu, Anda juga harus mengunduh software mining Litecoin. Pastikan Anda memilih software dan pool Litecoin mining yang terpercaya dan berkualitas, ya, dan lakukan perhitungan agar dana yang Anda keluarkan tidak lebih besar dari hasil yang Anda peroleh. Beberapa pool mining yang populer antara lain LitecoinPool.org, Via BTC, dan F2Pool.
Cloud Mining
Sementara itu, jenis terakhir adalah cloud mining. Cloud miningberarti melakukan penambangan Litecoin menggunakan layanan cloud. Sama seperti pool mining, Anda harus memilih layanan cloud yang terpercaya agar terjamin keamanannya.
Anda tidak ingin, kan, dana yang Anda sisihkan hilang begitu saja karena salah memilih layanan cloud? Selanjutnya, Anda bisa memilih paket mining yang disediakan dari layanan tersebut.
Keuntungan dengan memilih cloud mining adalah Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk mining rig yang akan digunakan oleh perusahaan layanan cloud dalam melakukan penambangan Litecoin.
Jadi, Anda tidak perlu menyiapkan mining rig sendiri. Beberapa layanan cloud mining Litecoin yaitu Hashnet dan ECOS.
Apa saja persiapan dalam melakukan Litecoin mining?
Setelah mempelajari mengenai pengertian dan jenis Litecoin mining, mungkin Anda bertanya-tanya mengenai hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Berikut penjelasan lengkapnya!
Pilih jenis mining
Pastinya, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah tentukan jenis Litecoin mining. Hal ini penting dilakukan karena masing-masing jenisnya memiliki cara kerja yang berbeda. Anda bisa memilih jenis mining berdasarkan kemampuan yang Anda miliki, baik itu secara perangkat komputer, budget, hingga kemudahan prosesnya.
Sediakan sejumlah dana dan waktu
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan Litecoin mining membutuhkan dana dan waktu. Sebab, kegiatan mining tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Selain itu, umumnya dana dikeluarkan untuk membayar biaya pool atau jasa layanan cloud mining.
Namun, dengan solo mining, Anda pun harus menyediakan modal yang cukup besar berupa mining rig yang berkualitas tinggi, lho. Belum lagi tagihan listrik, internet, juga biaya sewa ruangan apabila Anda tidak melakukannya di rumah.
Pastikan telah menyediakan mining rig yang mumpuni
Apabila Anda memilih solo dan pool mining, jangan lupa untuk menyiapkan mining rig dengan kualitas tertinggi, ya. Sebab, semakin tinggi kualitas yang dimiliki, maka kemungkinan mining berhasil pun akan lebih tinggi.
Gunakan layanan mining yang terpercaya
Jangan lupa, bagi Anda yang memilih jenis pool dan cloud mining, pelajari layanan keduanya terlebih dahulu. Pastikan layanan mining yang Anda pilih telah terbukti baik kualitasnya dengan track record yang bisa dipercaya. Dengan memilih layanan mining tersebut, maka keamanan proses Litecoin mining yang Anda lakukan akan lebih terjamin. Jadi, itulah pengertian dari Litecoin mining beserta jenis dan cara yang bisa Anda terapkan sebagai pemula. Selalu ingat untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu mengenai pilihan yang Anda ambil, ya, agar Anda terhindar dari risiko scam. Kunjungi Tokonews untuk informasi dan edukasi lainnya seputar aset kripto dan jangan lupa untuk gabung di komunitas Tokocrypto sekarang!