Tag Archives: indonesia

Menilik Tarif Pajak Kripto di Negara Lain

Artikel ini dibuat oleh Ideatax dan merupakan hasil kolaborasi dengan Tokocrypto.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melaporkan bahwa jumlah investor kripto yang terdaftar di Indonesia pada November 2023 mencapai 18,25 juta. Bahkan, Bappebti melaporkan bahwa rata–rata pertumbuhan pelanggan aset kripto mencapai 437.900 tiap bulannya semenjak Februari 2021 (CNBC, 2023).

Dari sisi nilai transaksi, Bappebti juga menyampaikan bahwa nilai transaksi kripto di Indonesia selama periode Januari hingga Oktober 2023 mencapai Rp 104,9 trilliun (CNBC, 2023). Jumlah ini sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara dengan investasi kripto terbesar nomor tujuh di dunia (Liputan 6, 2023). Ceruk dan potensi transaksi kripto di Indonesia masih sangat besar. Apalagi, Bappebti telah meresmikan bursa kripto di Indonesia.

Untuk diketahui bahwa pada medio 2022, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68 tahun 2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai Dan Pajak Penghasilan Atas Transaksi Perdagangan Kripto Pemerintah sebagai regulasi perpajakan terkait dengan transaksi cryptocurrency. Dalam beleid tersebut, pemerintah antara lain mengatur bahwa atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) tidak berwujud berupa aset kripto oleh penjual aset kripto, penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) berupa jasa penyediaan sarana elektronik yang digunakan untuk transaksi perdagangan aset kripto, serta JKP berupa jasa verifikasi transaksi aset kripto dan atau jasa manajemen kelompok penambang (mining pool) dikenai pajak pertambahan nilai.

Besaran Tarif Pajak Kripto

Besarnya tarif Pajak Pertambahan Nilai atas transaksi penyerahan aset kripto dibagi menjadi dua bagian utama: Pertama, apabila transaksi penyerahan aset kripto dilakukan oleh penyelenggara perdagangan melalui system elektronik yang merupakan pedagang fisik aset kripto, maka tarif PPN yang dikenakan adalah sebesar 0,11% dari nilai transaksi aset kripto. Tarif efektif tersebut diperoleh dengan mengalikan tarif PPN sebesar 11% dengan dasar pengenaan pajak nilai tertentu sebesar 1%.

Kedua, apabila transaksi penyerahan aset kripto dilakukan oleh penyelenggara perdagangan melalui sistem elekronik yang bukan merupakan pedagang fisik aset kripto, maka dikenakan tarif efektif PPN sebesar 0,22% dari nilai transaksi aset kripto. Di mana tarif efektif sebesar 0,22% tersebut diperoleh dengan mengalikan tarif PPN sebesar 11% dengan dasar pengenaan pajak sebesar 2%.

Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.
Ilustrasi investasi aset kripto di Indonesia.

Baca juga: Menambang Pajak Kripto: Sebuah Perspektif

Di sisi lain, dari segi Pajak Penghasilan, pemerintah juga mengatur bahwa atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari penjualan aset kripto, penyelenggaran perdagangan melalui sistem elektronik dan penambangan aset kripto dikenai pajak penghasilan. Besarnya pajak penghasilan atas transksi penjualan aset kripto adalah sebesar 0,1% dari nilai transaksi aset kripto.

Dalam hal transaksi aset kripto dilakukan oleh penyelenggara perdagangan sistem elektronik yang bukan merupakan Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK), maka besarnya pajak penghasilan yang dikenakan adalah sebesar 0,2%. Secara sederhana, tarif PPh dan PPN atas transaksi penjualan aset kripto dapat digambarkan dalam matrik sebagai berikut:

  Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang merupakan Calon Pedagang Fisik Aset Kripto Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang bukan merupakan Calon Pedagang Fisik Aset Kripto
Tarif Efektif PPN 0,11% 0,22%
Tarif Efektif PPh 0,1% 0,2%

Dibandingkan dengan negara lain. Tarif Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai di Indonesia dapat dikatakan tergolong moderat. Inggris misalnya, mengenakan pajak penghasilan atas capital gain dari transaksi kripto dengan tarif sebesar 10-20% (CNBC, 2023).

Di sisi lain, Belgia mengenakan Pajak Penghasilan atas capital gain dari transaksi kripto sebesar 33% (VOI, 2022). Bahkan, Perancis dapat mengenakan pajak penghasilan sebesar 66% atas keuntungan transaksi mata uang kripto (KONTAN, 2021). Adapun perbandingan negara dengan  tarif pajak terendah dan tertinggi dapat dilihat pada table berikut:

Negara dengan Tarif Pajak Kripto Terendah

No Negara Tarif Pajak Keterangan
1 Belarusia Tidak terdapat pajak atas cryptocurrency sampai dengan tanggal 1 Januari 2023
2 Portugal Tidak terdapat pajak penghasilan maupun pajak pertambahan nilai atas transaksi cryptocurrency
3 Jerman Tidak terdapat pajak pertambahan nilai atas transaksi cryptocurrency
Sumber: (KONTAN, 2021)

Negara dengan Tarif Pajak Kripto Tertinggi

No Negara Tarif Pajak Keterangan
1 Belgia 33% Belgia mengenakan pajak penghasilan atas capital gain yang timbul dari transaksi kripto sebesar 33%
2 Prancis 66% Prancis secara konstitusional dapat mengenakan pajak penghasilan atas capital gain yang timbul dari transaksi kripto sebesar 66%
3 Inggris 10% – 20% Inggris mengenakan pajak penghasilan atas capital gain yang timbul dari transaksi kripto sebesar 10% – 20%
Sumber: (KONTAN, 2021).

Berdasarkan penjelasan di atas, agaknya kita sedikit mendapat gambaran bahwa tarif efektif pajak kripto yang dikenakan di Indonesia masih tergolong kompetitif di bandingkan dengan negara lain. Oleh karenanya, pelaksana dan regulator perdagangan aset kripto perlu menggenjot nilai transaksi dan jumlah investor dari aset kripto.


Tokocrypto bekerja sama dengan Ideatax ingin menawarkan jasa konsultasi pajak secara gratis. Apabila berminat, dapat mengisi form ini.

Penawaran ini berlaku untuk jumlah yang terbatas, mari daftar dan dapatkan sesi konsultasi pajak gratis dari Ideatax!



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Kripto di Indonesia Tembus 14,16 Juta, Transaksi Meningkat

Jumlah investor aset kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berdasarkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2025, jumlah pengguna kripto telah mencapai 14,16 juta orang. Angka ini meningkat dari 13,71 juta investor yang tercatat pada Maret 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa nilai transaksi kripto juga mengalami lonjakan yang signifikan.

“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen serta kondisi pasar aset kripto masih terjaga dengan baik,” ujar Hasan dalam konferensi pers pada Senin, 2 Juni 2025.

Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.
Baca juga: Indonesia Crypto Outlook 2025: Transformasi dan Inovasi Tokocrypto di Era Baru
Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.

Selama bulan April 2025, total nilai transaksi aset kripto tercatat sebesar Rp 35,61 triliun, meningkat dari Rp 32,45 triliun pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, jumlah aset kripto yang terdaftar di OJK masih tetap sebanyak 1.444 aset. Adapun jumlah pelaku usaha di sektor ini kini mencapai 23 entitas, yang terdiri dari 1 bursa, 1 lembaga kliring, 1 kustodian, dan 19 pedagang fisik aset kripto (PAK).

OJK juga melaporkan bahwa dari enam peserta sandbox regulasi yang tengah diuji coba, lima di antaranya merupakan pelaku yang bergerak di bidang aset keuangan digital dan kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Penarikan Worldcoin (WLD) di World App ke Rekening Bank

Worldcoin (WLD), proyek kripto yang didirikan oleh Sam Altman, salah satu pendiri OpenAI, kini hadir di Indonesia. Menariknya, para pendukung proyek ini berpotensi mendapatkan keuntungan berupa token WLD yang dapat dicairkan ke rekening bank.

Perusahaan yang kini dikenal sebagai World ini mengumumkan bahwa mereka akan memulai operasinya di Indonesia dengan menjadikan Jakarta sebagai lokasi peluncuran perdana perangkat pemindai iris mata mereka, yang disebut Orbs. Langkah ini akan diikuti dengan peluncuran di kota-kota lain di Indonesia pada tahun 2025.

Worldcoin di Indonesia

Kehadiran Worldcoin disambut baik oleh komunitas kripto di Indonesia. Worldcoin menawarkan identitas digital yang unik melalui pemindaian iris mata, yang memberikan setiap peserta sebuah paspor digital yang disebut World ID.

Proyek kripto Worldcoin hadir di Indonesia. Sumber: World.
Proyek kripto Worldcoin hadir di Indonesia. Sumber: World.

Selain itu, setiap pengguna yang terdaftar berhak menerima alokasi gratis sebesar 43,08 token WLD setiap bulan selama satu tahun. Pengguna memiliki kebebasan untuk mengklaim token tersebut atau tidak.

Bagi kamu yang sudah mengklaim token WLD dan ingin melakukan penarikan ke rekening bank, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Unduh dan Instal Aplikasi Worldcoin

Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi Worldcoin dari App Store atau Google Play Store, lalu lakukan login ke dalam aplikasi.

2. Buat Janji Temu untuk Verifikasi

Setelah masuk ke aplikasi, jadwalkan verifikasi identitas Anda. Pilih waktu antara pukul 07.00 dan 21.00, serta lokasi Orb terdekat dari 10 lokasi yang tersedia.

3. Datang ke Lokasi Verifikasi

Saat tiba di lokasi, tunjukkan janji temu yang telah dibuat kepada petugas. Kamu akan dipandu untuk menonton video pengenalan tentang Worldcoin dan cara kerja token WLD. Setelah itu, petugas akan membantu dalam proses klaim token WLD.

4. Tunggu 24 Jam Sebelum Transfer

Setelah berhasil mengklaim token WLD, tunggu selama 24 jam sebelum bisa mentransfer token ke CEX/DEX atau menariknya ke rekening bank menggunakan layanan pihak ketiga, TransFi.

  • Setelah lebih dari 24 jam dan berhasil mengklaim token WLD, pengguna dapat melanjutkan proses penarikan dengan membuka World App dan mengklik ikon “$” di halaman utama.
  • Selanjutnya, pilih opsi “More” atau “Lebih”, lalu klik “Penarikan”. Setelah itu, pilih “Worldcoin” dan lanjutkan dengan memilih metode “Bank Transfer”.
  • Terakhir, masukkan nominal yang diinginkan untuk menyelesaikan transaksi.

5. Menggunakan TransFi untuk Penarikan ke Rekening Bank

  • Masukkan email yang digunakan untuk akun Worldcoin.
  • Isi formulir yang diminta, seperti nama lengkap, email, dan tanggal lahir.
  • Verifikasi melalui kode OTP yang dikirimkan ke email.
  • Tambahkan rekening bank milik kamu.
  • Lakukan konfirmasi jumlah dana yang akan ditarik serta biaya transaksi.
  • Klik “Konfirmasi Pesanan” untuk menyelesaikan proses.

Kamu dapat menukarkan hingga 16 WLD dengan nilai setara Rp300.000. Sisanya baru bisa dicairkan setelah satu tahun masa vesting.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu dapat dengan mudah menarik token WLD langsung ke rekening bank. Pastikan untuk mengikuti prosedur dengan benar agar proses berjalan lancar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

⁠Apa itu Dewan Penasihat Bloomberg New Economy?

Bloomberg New Economy merupakan forum global yang digagas oleh Michael Bloomberg pada tahun 2018 dengan tujuan menjembatani dialog antara negara maju dan negara berkembang. Forum ini lahir dari kebutuhan akan ruang diskusi yang inklusif di tengah perubahan besar dunia, di mana negara berkembang kini banyak memegang peran penting dalam perekonomian global.

Setiap tahunnya, Bloomberg New Economy menghadirkan para pemimpin negara, CEO perusahaan multinasional, hingga pakar internasional untuk membahas isu-isu krusial seperti perubahan iklim, kesehatan global, stabilitas keuangan, dan transformasi digital. Forum ini berperan sebagai wadah kolaborasi, di mana ide-ide baru dirumuskan dan solusi bersama dicari untuk menghadapi tantangan masa depan.

Untuk memperkuat perannya, dibentuklah Dewan Penasihat Bloomberg New Economy yang berfungsi memberikan arahan strategis terhadap agenda dan diskusi global. Menariknya, salah satu tokoh yang duduk di dewan ini adalah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. 

Tapi apa itu sebenarnya ⁠Dewan Penasihat Bloomberg New Economy dan siapa saja anggota lengkap dari dewan tersebut? Simak lebih lengkap di bawah yuk!

Apa Itu Dewan Penasihat Bloomberg New Economy?

Dewan Penasihat Bloomberg New Economy (Bloomberg New Economy Advisory Board) adalah dewan penasehat global yang dibentuk oleh forum Bloomberg New Economy untuk membantu pemimpin dunia, pebisnis, akademisi, dan inovator memahami serta merumuskan solusi terhadap tantangan ekonomi baru. 

Para anggota dewan ini terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidang bisnis, pemerintahan, dan organisasi internasional.  Karena masukan dan pandangan mereka dianggap sangat penting untuk membimbing arah dan strategi organisasi tersebut ke depan, maka dibentuklah Dewan Penasihat Bloomberg New Economy.

Baca juga: Indonesia Menjajaki Bitcoin: Usulan Cadangan Aset Kripto di Danatara

Deretan Anggota Dewan Penasihat Bloomberg New Economy

Dewan Penasihat Bloomberg New Economy beranggotakan tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai latar belakang. Beberapa di antaranya adalah mantan pejabat tinggi negara, CEO perusahaan multinasional, ekonom ternama, serta pakar teknologi.

Keberagaman latar belakang ini bertujuan agar setiap kebijakan dan rekomendasi yang lahir bisa dilihat dari banyak sudut pandang. Berikut list lengkapnya:

Co-Chairs

  • Michael R. Bloomberg – Founder Bloomberg LP & Bloomberg Philanthropies; Mantan Wali Kota New York City
  • Mario Draghi – Mantan Perdana Menteri Italia; Mantan Presiden Bank Sentral Eropa
  • Gan Kim Yong – Wakil Perdana Menteri & Menteri Perdagangan dan Industri, Singapura
  • Gina Raimondo – Mantan Menteri Perdagangan, Amerika Serikat

Anggota Dewan Penasihat

  • Noubar Afeyan – Co-Founder Moderna; CEO Flagship Pioneering
  • Dawn Fitzpatrick – CEO & CIO Soros Fund Management
  • Gita Gopinath – Profesor Ekonomi, Harvard University
  • Merit Janow – Ketua Dewan Mastercard; Dean Emerita SIPA, Columbia University
  • Kai-Fu Lee – CEO 01.AI; Chairman Sinovation Ventures
  • Jorge Paulo Lemann – Chairman Lemann Foundation
  • Strive Masiyiwa – Chairman & Founder Econet
  • Ravi Menon – Duta Aksi Iklim, Pemerintah Singapura
  • Takeshi Niinami – Mantan Chairman & CEO Suntory Holdings
  • Eyal Ofer – Chairman Ofer Global
  • Charles Phillips – Managing Partner & Co-Founder Recognize
  • Suresh Prabhu – Mantan Menteri Perdagangan dan Industri, India
  • Jing Qian – Co-Founder Center for China Analysis, Asia Society Policy Institute
  • Steven Rattner – Chairman & CEO Willett Advisors LLC
  • Marc Rowan – Co-Founder & CEO Apollo Global Management
  • David Vélez – Co-Founder & CEO Nubank
  • Josephine Wapakabulo – Founder & Managing Director TIG Africa
  • Joko Widodo – Mantan Presiden Republik Indonesia
  • Baca juga: iPhone 17 Rilis, Apa Dampaknya bagi Pasar Smartphone Indonesia?

Kesimpulan

Dewan Penasihat Bloomberg New Economy adalah kumpulan tokoh global yang dibentuk untuk memberikan masukan strategis terhadap agenda ekonomi dunia dan memperkuat peran forum Bloomberg New Economy sebagai ruang dialog global antara negara maju dan berkembang.

Anggotanya terdiri dari tokoh pemerintahan, bisnis, akademisi, dan inovator teknologi dunia, termasuk Michael Bloomberg, Mario Draghi, Gina Raimondo, hingga mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BI Rate Turun 25 Basis Poin, Apa Artinya untuk Pasar Kripto?

Bank Indonesia (BI) baru saja memangkas suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00%. Pemotongan suku bunga pada bulan Agustus ini menjadi kali ke empat BI memotong suku bunga acuan di tahun ini.

Langkah ini diambil BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang rendah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, BI juga memberi sinyal bahwa masih ada ruang untuk penurunan lebih lanjut, tergantung pada proyeksi inflasi dan stabilitas nilai tukar kedepannya.

Bagi investor kripto yang selalu menantikan pemotongan suku bunga The Fed, pasti penasaran bagaimana pengaruh dari pemotongan suku bunga ini terhadap pasar kripto.

Lalu apa saja sebenarnya pengaruh suku bunga acuan BI dan apakah pemotongan suku bunga acuan ini berpengaruh terhadap pasar kripto, seperti suku bunga The Fed? Mari kita bahas lebih dalam.

Apa Itu BI Rate?

BI rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas rupiah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga acuan ini menjadi referensi utama bagi perbankan dalam menetapkan suku bunga kredit dan deposito.

Singkatnya seperti ini:

Jika BI Rate naik, bunga kredit ikut naik → konsumsi dan investasi bisa melambat → inflasi ditekan

Jika BI Rate turun, bunga kredit turun → konsumsi dan investasi naik → ekonomi terdorong

BI Rate juga jadi acuan dalam penentuan instrumen pasar uang seperti SBN, SRBI, dan DNDF, serta jadi pertimbangan investor asing dalam menilai daya tarik Rupiah.

BI-Rate Agustus 2025. Sumber: Bank Indonesia

Dikutip dari rilis resmi Bank Indonesia (BI), penurunan 25 basis poin menjadi 5,00% di bulan Agustus ini sejalan dengan inflasi yang tetap rendah dalam target 2,5±1%, stabilitas nilai tukar Rupiah yang terjaga dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekaligus merespon atas kondisi ekonomi global seperti: ekonomi dunia melemah akibat tarif resiprokal AS yang meluas ke 70 negara, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed meningkat, dan ketidakpastian global.

Sepanjang perjalanannya, BI rate sendiri kerap mencerminkan kondisi makroekonomi Indonesia. Misalnya, selama masa pandemi COVID-19 (2020–2021), Bank Indonesia (BI) secara agresif menurunkan BI-Rate untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional yang terdampak oleh krisis global—dengan total lima kali pemotongan sepanjang tahun 2020.

Baca juga: 5 Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed AS terhadap Pasar Kripto

Pahami Terlebih Dulu: Pengaruh BI Rate Dibanding The Fed Rate

Meski BI Rate memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik, investor global cenderung menaruh perhatian lebih besar pada arah kebijakan suku bunga The Fed. Mengapa demikian?

Salah satu alasannya adalah skala dan dampak sistemik dari ekonomi Amerika Serikat terhadap pasar keuangan dunia. Perubahan kecil pada Fed Funds Rate bisa mengguncang pasar modal, memicu arus modal keluar dari negara berkembang, dan memengaruhi nilai tukar berbagai mata uang—termasuk Rupiah.

Baca juga: Pidato Presiden Bahas Transformasi Ekonomi, Akankah Kripto Masuk Strategi Digital Nasional?

Lalu Bagaimana BI Rate Terhadap Pasar Kripto?

Secara historis, kebijakan moneter Indonesia seperti BI Rate tidak memiliki hubungan kausalitas langsung dengan pergerakan harga pasar kripto.

Sebab investor pasar kripto lebih memperhatikan faktor yang lebih besar, yaitu kebijakan moneter global—seperti suku bunga acuan The Fed.

Tapi, penurunan suku bunga biasanya menyebabkan depresiasi Rupiah, karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar negeri dan melepas Rupiah. Sehingga nilai tukar dari Rupiah terhadap Dolar AS menjadi melemah.

Jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar melemah, secara tidak langsung harga kripto terhadap Rupiah tentu akan naik—sebab umumnya pasar kripto menggunakan Dolar sebagai pasangan dagang utama.

Sebagai studi kasus, mari kita lihat data berikut:

Tanggal BTC/USD USD/IDR BTC/IDR
1 Januari 2025 $94,560.20 16,090.00 Rp1,544,354,048
1 Mei 2025 $96,499.30 16,600.00 Rp1,602,599,936
Data historis diambil dari: Investing.com

Ketika Bitcoin menguat terhadap pasangan dagang utamanya—Dolar AS (USD) dan Rupiah melemah terhadap USD, harga Bitcoin dalam Rupiah (BTC/IDR) cenderung mengalami kenaikan persentase yang lebih besar dibandingkan harga Bitcoin dalam USD (BTC/USD).

Ini terjadi karena dua faktor yang saling memperkuat: Kenaikan harga Bitcoin dalam USD, dan Depresiasi Rupiah terhadap USD.

Jika dilihat dari tabel harga di atas, antara Januari dan Mei 2025, BTC/USD naik 2,1%, USD/IDR naik 3,2%, sehingga BTC/IDR naik sekitar 3,8%—lebih tinggi dari kenaikan BTC/USD.

Bagi kamu yang ingin memiliki eksposur terhadap Dolar AS atau aset lindung nilai seperti emas, di Tokocrypto, kamu bisa mulai trading aset kripto setara USD seperti USDT dan USDC, atau eksposur emas digital seperti PAX Gold dengan 0% trading fee lho!

Penutup

Penurunan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00% mencerminkan langkah Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang terkendali. Meski tidak berdampak langsung pada pasar kripto, kebijakan ini berpotensi memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Baca juga: Pengaruh Pergerakan Dolar AS terhadap Pasar Crypto

Ketika suku bunga turun, Rupiah berpeluang melemah karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar negeri. Akibatnya, harga aset kripto dalam Rupiah bisa naik—bukan hanya karena larinya likuiditas Rupiah ke pasar kripto, tapi karena depresiasi Rupiah.

Perlu dicatat, ini hanya berlaku jika The Fed tidak menurunkan suku bunga, namun seperti yang disebutkan di atas, pemotongan suku bunga BI adalah langkah antisipasi penurunan suku bunga The Fed. 

Jadi harus tetap pantau terus arah kebijakan moneter global, karena jika The Fed juga memangkas suku bunga, tekanan terhadap Rupiah bisa berkurang. Dalam skenario tersebut, apresiasi aset kripto mungkin lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental dan sentimen pasar, bukan sekadar pelemahan mata uang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

Sumber gambar: Bank Indonesia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Turun ke Peringkat 7 dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2025

Laporan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025 menempatkan Indonesia di posisi ke-7 dunia untuk adopsi kripto berbasis akar rumput (grassroots adoption). Pencapaian ini masih tergolong tinggi, namun menunjukkan penurunan dibanding tahun lalu ketika Indonesia berhasil menembus lima besar.

Di peringkat atas, India memimpin dengan kokoh, disusul Amerika Serikat, Pakistan, dan Vietnam. Sementara itu, Brasil dan Nigeria berada sedikit di depan Indonesia. Kondisi ini menandakan bahwa persaingan adopsi kripto antarnegara semakin ketat, khususnya di kawasan Asia-Pasifik (APAC).

APAC Jadi Episentrum Pertumbuhan Kripto

Chainalysis mencatat, kawasan APAC tetap menjadi motor utama pertumbuhan adopsi kripto global dengan lonjakan volume transaksi on-chain hingga 69% sepanjang Juni 2024 – Juni 2025. Namun, pendorong utamanya datang dari India, Pakistan, dan Vietnam yang masif memanfaatkan kripto, baik untuk transaksi ritel maupun layanan DeFi.

Indonesia memang masih kuat di sektor ritel, tetapi perubahan metodologi dalam laporan tahun ini memberi pengaruh besar pada peringkat.

Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis' 2025 Global Crypto Adoption Index.
Posisi Indonesia turun dalam laporan Chainalysis’ 2025 Global Crypto Adoption Index.

Baca juga: Kripto Indonesia Cetak Rekor Rp52 Triliun, Optimisme Tetap Kuat!

Dampak Perubahan Metodologi

Chainalysis 2025 menambahkan sub-indeks aktivitas institusional, yakni transaksi bernilai lebih dari US$1 juta. Indikator baru ini membuat negara-negara dengan ekosistem keuangan mapan, seperti Amerika Serikat, India, dan Brasil, mendapat keuntungan besar karena partisipasi institusi mereka tinggi, termasuk lewat produk ETF Bitcoin spot.

Sebaliknya, sub-indeks DeFi ritel yang sebelumnya menjadi keunggulan Indonesia justru dihapus. Menurut Chainalysis, DeFi dianggap sebagai aktivitas “niche” yang tidak mewakili adopsi akar rumput secara umum.

Langkah ini menuai kritik. Pengamat Kripto, Vinsensius Sitepu menilai, penghapusan indikator DeFi membuat potret adopsi menjadi timpang. “Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, DeFi justru pintu masuk utama jutaan pengguna ritel. Menyebutnya tidak relevan sama saja menutup mata terhadap pola adopsi kripto paling nyata di lapangan,” ujarnya dikutip Suara.

Menurut Vinsensius, perubahan metodologi ini cenderung menguntungkan negara dengan basis institusi besar, sementara Indonesia yang unggul di ritel dan DeFi tampak kehilangan daya saing.

Jalan yang Harus Ditempuh Indonesia

Meski begitu, Vinsensius menilai Indonesia tetap bisa mengimbangi dengan memperkuat dua sektor utama. Pertama, mendorong peningkatan jumlah dan aktivitas akun institusional di pasar spot lokal agar volume transaksi bernilai jumbo tercatat resmi. Kedua, membuka peluang hadirnya ETF kripto di bursa Indonesia agar investor institusional punya jalur yang aman dan legal.

“Kalau dua hal ini bisa diwujudkan, kekuatan ritel Indonesia yang sudah mapan akan semakin kokoh dengan dukungan institusional yang solid,” tambahnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kripto Indonesia Cetak Rekor Rp52 Triliun, Optimisme Tetap Kuat!

Industri aset kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan sepanjang Juli 2025. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baik dari sisi jumlah konsumen maupun nilai transaksi, sektor ini terus mencatatkan pertumbuhan meski di tengah dinamika global maupun domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa jumlah konsumen aset kripto di Indonesia per Juli 2025 mencapai 16,5 juta konsumen, naik 4,11% dibandingkan bulan Juni 2025 yang berada di angka 15,85 juta.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi.

Dari sisi nilai transaksi, per Juli 2025 tercatat sebesar Rp52,46 triliun, melonjak 62,36% dibandingkan Juni yang mencatatkan Rp32,31 triliun. Secara kumulatif, total nilai transaksi kripto di sepanjang tahun 2025 telah mencapai Rp276,45 triliun.

“Sehubungan dengan perkembangan dan situasi terkini di dalam negeri, kami juga dapat menyampaikan bahwa dari sisi penyelenggara aset keuangan digital dan aset kripto secara umum tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan operasional. Hal ini tercermin dari angka penempatan dan penarikan dana yang berada dalam kisaran normal, serta menunjukkan kepercayaan konsumen tetap terjaga,” jelas Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Kamis (4/9/2025).

Optimisme Pelaku Industri

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Sumber: Tokocrypto.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai tren pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi kripto di Indonesia sebagai sinyal positif. “Kami menyambut baik pertumbuhan signifikan jumlah investor dan transaksi di bulan Juli. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap aset digital terus meningkat meski pasar menghadapi tekanan jangka pendek. Fundamental industri kripto di Indonesia tetap kuat,” jelas Calvin.

Ia menambahkan bahwa dukungan regulasi yang semakin jelas, meningkatnya literasi keuangan digital, serta inovasi produk yang relevan bagi investor ritel dan institusional akan menjadi katalis utama pertumbuhan industri di masa depan. “Dalam jangka panjang, kami yakin adopsi aset kripto di Indonesia akan terus meningkat dan memberikan kontribusi nyata pada perkembangan ekonomi digital nasional,” jelasnya.

Baca juga: Tokocrypto x Binance Beach House: Pecah Rekor di Coinfest Asia 2025


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berkibar di Hari Kemerdekaan: Kripto Sebagai Simbol Semangat Digital Indonesia

Sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, pemerintah tengah menyelenggarakan rangkaian Bulan Kemerdekaan yang sarat makna.

Dimulai dari Doa Kebangsaan pada 1 Agustus di Tugu Proklamasi, hingga Upacara Detik-detik Proklamasi, Pesta Rakyat, Karnaval Malam, dan Merdeka Run 8.0K, semua digelar untuk menggugah kebersamaan dan optimisme nasional.

Namun di tengah riuhnya semangat kebangsaan, muncul pertanyaan menarik: bisakah gelombang patriotik ini juga menyentuh ranah “kripto merdeka”?

Semangat Inklusif dalam Hari Kemerdekaan

Dikutip Dari laman resmi Setneg pada Minggu (17/8), pemerintah tahun ini berfokus pada inklusivitas dalam peringatan nasional.

8.000 masyarakat umum diajak hadir langsung ke Istana, dan 80 % kursi undangan diberikan kepada warga, dengan pendaftaran via aplikasi “Pandang Istana”.

Semangat merdeka ini dimaknai sebagai milik semua, termasuk bisa direnungkan pula oleh komunitas kripto di tanah air:

  • Desentralisasi yang merata: seperti pembagian akses ke upacara, kripto bisa memperluas akses ke layanan keuangan tanpa diskriminasi.
  • Partisipasi luas: semangat pesta rakyat dan karnaval bisa diterjemahkan dalam penggunaan token komunitas dan voting terdesentralisasi di platform blockchain.

Aksi Nasional yang Berdampak—Menjadi Katalis Kripto Lokal

Beberapa program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bayangkan potensi sinerginya jika dikelola bersama teknologi kripto:

  • Token lokal sebagai voucher digital untuk layanan publik: terpadu dengan program pangan atau pendidikan gratis, token bisa berlaku sebagai alat tukar digital yang transparan.
  • Koperasi digital berbasis blockchain: maraknya koperasi desa bisa semakin kuat dengan sistem smart contract untuk distribusi bantuan dan pelaporan otomatis, mendorong akuntabilitas.

Semangat Kolaborasi Generasi Muda & Kripto

Kemensetneg mengajak generasi muda, termasuk mahasiswa UNJ dan kampus lainnya, untuk terlibat aktif dalam merayakan kemerdekaan dengan dialog dan kontribusi ide pembangunan nasional. Ini adalah momentum tepat untuk mengajak talenta muda:

  • Hackathon decentralisasi: kompetisi teknologi blockchain dalam tema kemerdekaan—seperti aplikasi voting digital, identitas digital warga, atau sistem amal transparan—bisa menghasilkan inovasi berkelanjutan.
  • Literasi kripto di kampus: melalui dialog interaktif, generasi muda bisa dilatih memahami ekonomi digital, termasuk kripto dan potensinya dalam inklusi keuangan.

“Pesta Digital” di Bulan Kemerdekaan

Pesta Rakyat di Monas, kuliner dari UMKM, dan karnaval malam merupakan simbol kebersamaan dan kreativitas warga nasional. Analoginya bisa diterapkan di dunia kripto:

  • NFT Peringatan Merdeka: Ciptakan karya seni digital interaktif bertema kemerdekaan sebagai NFT, dapat menjadi sumber pendanaan digital untuk warisan budaya.
  • ‘Crypto Merdeka Sale’ untuk UMKM: UMKM lokal bisa menjual produk lewat marketplace NFT dengan fiat-onramp kripto, mempromosikan ekonomi digital inklusif.

Mengakhiri dengan “Kripto Berdaulat, Rakyat Digital Sejahtera”

Semangat HUT ke-80 RI bukan sekadar simbol upacara. Ini adalah momentum refleksi, persatuan, dan kolaborasi.

Ketika hari kemerdekaan dikaitkan dengan kripto, peluang menciptakan “kemerdekaan finansial digital” dan inklusi ekonomi menjadi nyata.

Bayangkan negara yang memproklamirkan diri tidak hanya merdeka secara politik, tapi juga mandiri dalam ekonomi digital.

“Kripto Merdeka”—tak hanya jargon, tapi visi untuk masa depan Indonesia digital yang bersatu, berdaulat, dan sejahtera.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pidato Presiden Bahas Transformasi Ekonomi, Akankah Kripto Masuk Strategi Digital Nasional?

Pidato kenegaraan selalu jadi momentum strategis untuk menangkap arah kebijakan pemerintah.

Dilaporkan Tirto, dalam pidato pertamanya sebagai Presiden di Sidang Tahunan MPR-DPR tanggal 15 Agustus 2025, Prabowo Subianto menyoroti sejumlah isu penting: efisiensi anggaran, perlindungan konsumen dari praktik kekerasan ekonomi (“serakahnomics”), serta reformasi anggaran APBN senilai Rp300 triliun untuk dialokasikan demi kesejahteraan rakyat.

Namun di luar sorotan utama itu, ada satu sudut pandang yang belum disentuh secara eksplisit: peran aset kripto dalam mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia.

Di tengah dunia mulai mengakui crypto sebagai instrumen investasi dan teknologi, apakah pidato Presiden bisa jadi momentum untuk membuka pintu bagi kebijakan aset digital?

Baca Juga: Industri Kripto Indonesia Sambut Pemerintah Baru, Apa Harapannya?

Momentum Kripto di Q2 2025: Peluang yang Tak Boleh Diabaikan

Sementara itu, laporan Tokocrypto Q2 2025 menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin terus menguat, didorong oleh akumulasi institusi dan minat kuat terhadap produk ETF Bitcoin.

Selain itu, tren sektor RWA (real-world asset), lending, dan stablecoin diperkirakan tumbuh seiring regulasi yang lebih jelas dan partisipasi institusi meningkat.

Lebih lanjut, data global dari CoinGecko menunjukkan lonjakan volume pada DEX dan perp trading seluruh pasar kripto, sementara Ethereum (ETH) mencatat kenaikan +36,4% selama Q2, meski belum balik ke level awal tahun.

Potensi ekonomi digital ini tentu relevan memasuki fokus pemerintah soal efisiensi belanja dan inklusi keuangan: dua tema yang sempat menonjol dalam pidato Presiden.

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

Dari Anggaran Efisien ke Inklusi Digital: Kenapa Kripto Bisa Relevan

  1. Efisiensi Anggaran APBN
    Presiden menyampaikan penghematan Rp300 triliun melalui reformasi birokrasi. Teknologi blockchain (basis dari kripto) dikenal mampu memangkas birokrasi dan mempercepat layanan publik melalui sistem digital terdesentralisasi. Ini bisa menjadi pendekatan inovatif menjawab mandat efisiensi pemerintah.
  2. Lindungi Rakyat dari “Serakahnomics”
    Prabowo menekankan perlindungan konsumen dari praktik curang dan penimbunan barang kebutuhan. Dengan transparansi ledger blockchain, risiko manipulasi distribusi atau harga barang penting bisa direduksi, kripto dan teknologi terkait bisa hadir sebagai sistem audit publik modern.
  3. Ekonomi Digital dan Inklusi Keuangan
    Dalam pidato, transformasi digital menjadi sorotan. Kripto memungkinkan inklusi finansial bagi masyarakat belum tersentuh bank konvensional: dari remittance hingga micro-financing berbasis DeFi. Laporan pasar menunjukkan stablecoin dan lending crypto semakin diminati sebagai alat finansial alternatif.

Tantangan yang Perlu Diantisipasi

Meskipun potensi positifnya besar, pemerintah harus meniti jalan hati-hati:

  • Regulasi belum matang untuk stablecoin, lending, atau penggunaan blockchain publik.
  • Volatilitas harga aset kripto bisa berimpak ke sektor keuangan ritel jika belum ada batasan risiko yang memadai.
  • Literasi dan infrastruktur masih perlu diperkuat agar teknologi kripto dan blockchain bisa diakses secara aman dan efektif oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Aset Kripto Ini Berpotensi Guncang Pasar Pekan Ini

Presiden Prabowo sudah membuka pintu lewat isu efisiensi anggaran dan transformasi digital dalam pidato kenegaraan.

Kini, saatnya melihat apakah kripto dan blockchain bisa secara nyata diintegrasikan dalam kerangka kebijakan ekonomi digital nasional, sebagai alat efisiensi, transparansi, dan inklusi.

Jika didukung regulasi yang progresif dan literasi memadai, kripto tak hanya jadi fenomena spekulatif, tetapi bisa menjadi bagian dari strategi ekonomi masa depan.

Agenda pemerintah berikutnya mungkin menjawab apakah pidato kenegaraan ini akan diikuti langkah konkret di ranah digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Menjajaki Bitcoin: Usulan Cadangan Aset Kripto di Danatara

Indonesia tengah mengkaji langkah berani untuk menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan nasional melalui Danatara. Inisiatif ini diusulkan oleh komunitas Bitcoin Indonesia, yang baru-baru ini mempresentasikan gagasannya langsung di kantor Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Bitcoin Indonesia memaparkan potensi Bitcoin bukan hanya sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai pendorong kekuatan ekonomi jangka panjang. Salah satu ide yang diusulkan adalah penambangan Bitcoin menggunakan sumber daya energi terbarukan seperti hidroelektrik dan panas bumi yang melimpah di tanah air. Strategi ini dinilai mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan negara, dan memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi digital global.

“Kami diundang ke kantor Wakil Presiden untuk mempresentasikan bagaimana Bitcoin dapat memberikan manfaat bagi negara. Kami mengeksplorasi ide yang berani: menggunakan penambangan Bitcoin sebagai strategi cadangan nasional,” tulis komunitas tersebut di platform X.

Baca juga: Tren Bitcoin 11-15 Agustus 2025: Waktunya TP-TP Sangkut

Peluang Ekonomi dan Edukasi

Selain penambangan, edukasi Bitcoin juga menjadi fokus utama. Bitcoin Indonesia menekankan bahwa literasi kripto di masyarakat harus terus didorong agar adopsi teknologi blockchain dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.
Pihak kantor Wakil Presiden disebut menyambut positif gagasan ini, bahkan sepakat bahwa edukasi menjadi salah satu kunci keberhasilan adopsi Bitcoin di masa depan.

Dalam paparannya, komunitas ini juga mengutip prediksi Michael Saylor yang memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai $13 juta pada tahun 2045 dalam skenario dasar, dan bahkan $49 juta dalam skenario optimis.

Kondisi Ekonomi Indonesia

Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar $1,4 triliun, Indonesia adalah ekonomi terbesar ke-16 dunia. Rasio utang terhadap PDB masih relatif rendah di 39%, dan inflasi terjaga di level 0,76% (per Januari 2025). Kondisi ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk mempertimbangkan diversifikasi cadangan aset, termasuk opsi Bitcoin.

Kebijakan Kripto yang Ketat

Meski wacana cadangan Bitcoin mengemuka, Indonesia masih memberlakukan kebijakan ketat terhadap kripto. Penggunaan kripto sebagai alat pembayaran dilarang sejak 2017, meski perdagangan aset digital di bursa tetap diizinkan.

Belum lama ini, Kementerian Keuangan menaikkan pajak perdagangan dan penambangan kripto. Pajak penjualan melalui bursa lokal naik dari 0,1% menjadi 0,21%, sedangkan di bursa luar negeri melonjak dari 0,2% menjadi 1%. Pajak pertambahan nilai untuk penambangan juga naik dari 1,1% menjadi 2,2%.

Realitas di Lapangan

Walaupun larangan pembayaran kripto berlaku, penegakannya masih longgar. Beberapa iklan properti di Bali bahkan terang-terangan menerima pembayaran dengan Bitcoin, menunjukkan bahwa adopsi di tingkat akar rumput tetap berlangsung.

Baca juga: Harga Bitcoin Sentuh $116.737,50: Tanda Kembali ke Jalur Bullish?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com