Tag Archives: kripto

CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Bank Indonesia terus mendalami desain dan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC). Kabar baiknya, Bank Indonesia (BI) sudah mengumumkan pada akhir tahun 2022 ini, mereka akan mengeluarkan white paper pengembangan CBDC atau Digital Rupiah. Keberadaan aset kripto juga melatarbelakangi bank sentral menjajaki desain teknologi layanan keuangan ini.

Mayoritas bank sentral dunia telah mulai melakukan tahapan riset dan percobaan sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing. Menurut data Atlantic Council, saat ini lebih dari 100 negara yang mewakili lebih dari 95 persen PDB global, sedang menjajaki penerbitan CBDC.

Dari jumlah tersebut, 10 negara sudah resmi meluncurkan CBDC, 15 negara masih dalam tahap pilot project, 24 tahap pengembangan, 43 tahap riset (termasuk Indonesia), 10 negara CBDC-nya tidak aktif dan dua negara membatalkan penggunaan CBDC.

Pembahasan mengenai desain CBDC terus menjadi perhatian bank sentral di setiap negara, termasuk Indonesia. Salah satunya mengenai skema yang paling cocok dalam implementasinya ke depan. Selain itu, dukungan dan masukan industri juga merupakan masukan penting bagi bank sentral dalam merencanakan desain CBDC.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Pertemuan G20 Akan Bahas Aset Kripto dan Uang Digital Bank Sentral

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut baik rencana peluncuran CBDC oleh Bank Indonesia. Pemerintah telah membuka diri terhadap perkembangan teknologi layanan keuangan agar tetap relevan. Utamanya tentu memberikan kemudahan dan pelayanan yang prima kepada masyarakat. 

Tujuan utama CBDC dan aset kripto sejalan dan punya pandangan yang sama, di mana di Indonesia, kripto diakui sebagai komoditi, bukan mata uang untuk alat pembayaran. CBDC dan aset kripto bisa berjalan beriringan dan saling melengkapi. 

Keduanya bisa mendorong inklusi keuangan dengan menyediakan akses layanan yang mudah dan aman bagi populasi yang tidak memiliki rekening bank. Data Bank Indonesia pun mencatat ada sekitar 92 juta penduduk di Indonesia tak punya rekening bank.

“Kami siap berdiskusi dengan seluruh stakeholder untuk memberikan kontribusi menciptakan desain CBDC yang sempurna diterapkan di Indonesia. Pada akhirnya, CBDC memerlukan kerangka peraturan yang bersinergi dan kompleks termasuk mendukung inovasi, privasi, perlindungan konsumen dan standar anti pencucian uang yang perlu dibuat lebih kuat sebelum mengadopsi teknologi ini,” kata pria yang akrab disapa Manda.

CBDC dan Kripto Bisa Ciptakan Kestabilan Sistem Keuangan

Lebih lanjut, Manda menjelaskan ada sejumlah tantangan yang perlu dipertimbangkan secara cermat sebelum menerbitkan CBDC. Misalnya memperhatikan kestabilan sistem keuangan dan pemilihan teknologi yang digunakan pada tahap eksperimen untuk memahami bagaimana CBDC dapat diimplementasikan, baik menggunakan teknologi DLT-Blockchain maupun non-DLT.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

Salah satu negara pertama di dunia yang telah menerapkan CBDC yang terbilang sukses adalah Bahama. Sand Dollar adalah versi digital dari dolar Bahama (B$). Seperti uang tunai, Sand Dollar dikeluarkan oleh Bank Sentral Bahama melalui lembaga keuangan resmi.

Sand Dolar digital Bahama ditopang oleh sistem blockchain bernama NZIA Cortex DLT dan bisa digunakan sebagai alat tukar yang sah. Sand Dollar bukan aset kripto (misalnya Bitcoin). Sand Dollar adalah CBDC, ini berarti unit akun dan alat pertukaran yang terpusat, teregulasi, stabil, privat dan aman. Sand Dollar adalah tanggung jawab langsung Bank Sentral Bahama, yang didukung oleh cadangan devisa.

“CBDC terbukti bisa mengurangi biaya pengiriman layanan dan meningkatkan efisiensi transaksional untuk layanan keuangan di seluruh Bahama. Validasi transaksi/pemrosesan transaksi real-time yang hampir seketika. Bahama berhasil meningkatkan layanan keuangannya pasca bencana alam Badai Dorian pada 2019, yang membuat bank kesulitan untuk mencetak uang. CBDC mampu mengatasi hal tersebut sehingga masyarakat Bahama bisa bertransaksi seperti biasa tanpa ketergantungan dengan uang tunai,” jelas Manda.

CBDC memang utamanya didesain tidak mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan. Keuntungannya bisa mengurangi hambatan terhadap inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi pembayaran dan menurunkan biaya transaksi dan menciptakan transparansi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Masih Kuat

Menjelang akhir pekan, situasi market kripto membuat hati investor riang gembira. Pasalnya secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (15/7) pukul 12.00 WIB.

Melansir CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.526 atau melonjak 1,31% dalam sehari terakhir. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 7,31% ke US$ 1.195 di waktu yang sama. 

Sementara altcoin lainnya juga tidak meroket, seperti XRP, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) harga melonjak masing-masing 6,59%, 6,89%, 1,23% dan 1,30% dalam 24 jam terakhir. Lalu, apa yang menyebabkan market kripto bergejolak positif?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari komentar terbaru pejabat bank sentral AS, The Fed. Sejumlah pejabat The Fed menyebutkan lembaga otoritas moneter tersebut kemungkinan besar tidak akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin gara-gara inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir.

“Kemarin sejumlah pejabat The Fed menyangkal akan menaikan suku bunga acuan hingga 100 bps, tetapi condong ke 75 bps pada pertemuan mendatang. Kabar ini tampak disambut positif oleh investor sehingga nilai aset kripto masih sukses mempertahankan kinerjanya,” kata Afid.

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat

Banyak investor yang menjadi bergairah untuk kembali melakukan transaksi di market kripto, walaupun situasi di pasar saham saat ini sedang lesu. Meski demikian, reli singkat ini hanya bertahan sementara lantaran belum didukung aksi akumulasi yang kuat dari pelaku pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, nilai market cap aset kripto belum tembus US$ 1 triliun dan volume trading harian di bursa kripto turun 5,14% dalam sehari terakhir. Tampaknya investor masih khawatir inflasi tinggi dan ancaman resesi dalam jangka waktu pendek.

Sementara itu, pergerakan Bitcoin sekarang mengharapkan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi akhir bulan ini, yang selanjutnya dapat berdampak pada harga. Pergerakan harga Bitcoin akan berada dikisaran harga US$ 20.317 dan masih berpotensi naik hingga ke level harga US$ 21.127. Tetapi apabila harga Bitcoin kembali koreksi, kemungkinan akan turun dan retest support pada harga US$ 19,772.

Tiga Sentimen Negatif Bisa Tekan Market Kripto

Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Pasalnya, telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni.

Ilustrasi bear market.
Ilustrasi bear market.

Baca juga: NFT CryptoPunk Satu Ini Berhasil Terjual Rp 39 Miliar

Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS, The Fed.

Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.

Selanjutnya, datang dari kabar platform pinjam meminjam kripto, Celsius yang tengah menyiapkan dokumen kebangkrutan. Menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan tata usaha New York, Celsius ternyata memiliki aset US$ 4,3 miliar dan kewajiban US$ 5,5 miliar, sehingga perseroan punya defisit neraca sebesar US$ 1,2 miliar.

Selain itu, faktor lainnya adalah berkembangan dari kasus Mt Gox yang saat ini memiliki 142.000 Bitcoin siap untuk dijual dalam rangka ganti rugi korban. Walau terdengar seperti kabar positif, ganti rugi ini dapat membuat tekanan jual yang besar di pasar kripto, terutama untuk Bitcoin.  



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat

Seorang analis sekalligus ahli strategi kripto telah melihat bahwasanya Bitcoin akan membentuk reli eksplosif, setelah koreksi terbaru saat ini berakhir.

Analis terssbut bernama Credible dengan ratusan follower di Twitter, memperkirakan BTC akan kembali merosot dari level harga US$ 22.000 ke US$ 19.000, sebelum memicu reli kuat yang membawanya kembali ke US$ 30.000.

Gambar
Grafik pergerakan harga Bitcoin.

Dari gambar di atas, ia melihat harga yang telah terejeksi dari Zona Merah akan menyelam lebih rendah. Hal ini diprediksi untuk menemukan pijakan baru untuk reli kuat, seperti Garis Hijau yang ada pada gambar.

Baca juga: NFT The Saudis Ludes Beberapa Jam Setelah Dirilis

Credible menggunakan teori analisis teknikal Elliot Waves, yang mencoba memprediksi pergerakan harga dengan mengikuti psikologis trader kebanyakan yang cenderung bermanifestasi dalam gelombang pergerakan harga (waves).

Selain itu, dalam sebuah video, analis ini juga mengatakan bahwa penurunan ke US$ 19.000 adalah iklim yang sehat bagi aset kripto utama ini. Pasalnya, penurunan tersebut memungkinkan BTC mencetak struktur Higher Low yang Bullish.

“Sebuah retracement yang dalam tidak apa-apa. Sebuah retracement yang dalam membuat hitungan Bullish tetap utuh. Setelah menelusuri kembali sedalam itu dan menempatkan di titik Higher Low, jika Anda berhasil kembali di atas tertinggi ini dan kemungkinan menembus US$ 22.000, koreksi ini merupakan gelombang dua dan kita mendapatkan gelombang yang lebih kuat ke sisi atas,” ungkap Credible via Twitter, Rabu (13/7).

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 13 Juli 2022: ETH Siap Terbang, Awas Data Inflasi AS

Dalam analisanya, Credible melihat harga akan melesat hingga ke US$ 32.000, meski akan membentuk semacam pergerakan korektif kecil di kisaran US$ 25.000–US$ 27.600, yang merupakan bagian dari struktur gelombang (waves) yang bullish untuk BTC.

Tentu saja, pandangan ini akan berlaku saat dolar AS juga mencapai puncak dari relinya, yang telah hinggap tertinggi selama 20 tahun.

Biasanya, harga akan menemukan titik pembalikan dari sini, sehingga jika dolar AS pada akhirnya terperosok dari posisinya saat ini, maka dasar pijakan untuk BTC dapat terbentuk, karena selera risiko akan tercipta saat mata uang AS kehilangan kekuatannya. [St]

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat



Sumber : news.tokocrypto.com

Bali United Bakal Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Bali United menjadi klub sepak bola ketiga di Indonesia yang resmi bakal merilis Fan Token kripto dalam waktu dekat. Langkah Bali United mengikuti jejak Persib dan Persija yang sudah bergabung untuk membangun industri kripto dan blockchain di Indonesia.

Supporter Bali United yang akrab disapa Semeton Bali akan dapat segera menikmati pengalaman menjadi lebih terlibat dan lebih dekat bersama klubnya melalui Fan Token aset kripto.

Langkah Bali United yang akhirnya memiliki Fan token sendiri mengikuti jejak klub-klub top dunia yang dalam beberapa tahun ke belakang, sebut saja Manchester City dan Barcelona. Fan Token merupakan aset digital yang memberi akses bagi para fans untuk menjadi lebih terlibat dengan klub favoritnya.

Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.
Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

Bali United Fan Token untuk Penggemar Sepak Bola

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri mengatakan senang dapat bermitra dengan Socios.com, platform Fan Token terkemuka di dunia yang telah bekerja dengan klub-klub top seperti Paris Saint-Germain, Barcelona, Manchester City, dan banyak lagi.

“Kami ingin memperkenalkan fan token kami kepada Semeton sebagai cara baru untuk mendukung dan lebih terlibat dengan tim favorit mereka. Nantinya, supporter dapat memengaruhi beberapa keputusan klub melalui kepemilikan Fan Token,” kata Yabes.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Chiliz dan Socios.com, Alexandre Dreyfus mengungkapkan menyambut baik Bali United FC ke dalam jaringan Socios.com. “Kami tahu gairah penggemar sepak bola di Indonesia sangat besar. Socios telah memberikan penggemar di seluruh dunia akses eksklusif ke beberapa nama besar di sepak bola, namun kami berkomitmen untuk membangun jaringan kami di tingkat domestik di Indonesia, dengan menciptakan peluang keterlibatan dan pengalaman unik bagi para penggemar fanatik di sini.”

Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.
Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.

Baca juga: Persija Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Perkembangan Fan Token Socios

Tahun ini, Socios.com menargetkan 500 polling bagi komunitas pemilik fan token sebagai salah satu privilege yang membuat pemilik Fan Token dapat memengaruhi keputusan klub favoritnya, seperti menentukan desain ruang ganti pemain atau pesan yang dikampanyekan tim saat pertandingan. Socios.com bersama klub-klub mitranya juga akan membagikan banyak hadiah bagi para pemilik fan token, seperti official merchandise maupun promo eksklusif.

Lebih dari 1,5 juta pengguna dari 167 negara telah mengunduh aplikasi Socios.com, di mana pengguna dapat memiliki Fan Token klubnya dan memperoleh akses untuk mengikuti polling yang memengaruhi sejumlah keputusan klub, mendapatkan hadiah, pengalaman VIP dan mengakses game serta penawaran lainnya yang tersedia secara eksklusif untuk para pemilik Fan Token.

Socios.com didukung oleh Chiliz, penyedia blockchain terkemuka dunia untuk industri olahraga dan hiburan. Chiliz memiliki kantor regional di Madrid, London, São Paulo Istanbul, Miami, Malta dan Lyon. Chiliz $CHZ mata uang digital dari platform Socios.com dan pengaktif jaringan dari blockchain Chiliz Chain 2.0 (CC2) yang baru, yang memungkinkan para pelaku industri olahraga dan hiburan untuk mengakses potensi besar Web3, tersedia di semua bursa aset kripto terbesar di dunia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Koin Micin Potensial: Temukan Rekomendasi dan Cara Memilihnya Disini!

Saat ini, jenis aset  kripto yang tersebar di berbagai platform sudah mencapai ribuan. Biasanya, kebanyakan investor hanya melihat mata uang yang terkenal dan memiliki kapitalisasi besar seperti Bitcoin, Ethereum, dan lain sebagainya. Padahal, banyak aset  kripto lainnya yang memiliki potensial untuk memberikan keuntungan yang disebut koin micin

Sebuah istilah unik tengah ramai jadi perbincangan di antara para crypto geek akhir-akhir ini, yakni koin micin. Koin micin kini tengah menjadi incaran para crypto geek.  Kira-kira kenapa koin micin kini banyak diminati hingga popularitasnya meningkat, ya? Yuk, kenalan lebih lanjut dengan koin micin lewat ulasan di bawah ini!

Apa itu Koin Micin? 

Apa itu Koin Micin?

Koin micin adalah aset kripto yang bisa membuat pemiliknya kaya jika strategi yang digunakan berhasil, tetapi bisa juga sebaliknya. 

Aslinya, micin merupakan sebuah penyedap rasa untuk membuat masakan terasa lebih enak meski harganya murah. Istilah “micin” digunakan pada dunia kripto untuk menggambarkan hal serupa. 

Koin micin merujuk pada aset  kripto yang berkapitalisasi pasar sangat rendah dengan harga murah, tetapi suplai tokennya sangat besar. Biasanya, koin micin merujuk pada koin atau token  yang baru dirilis dan sering kali tidak punya tujuan.

Mengapa Orang Tertarik dengan Koin Micin?

Mengapa Orang Tertarik dengan Koin Micin?

Banyak orang yang mulai menaruh minat pada koin micin karena harganya yang sangat terjangkau. Hanya dengan mengeluarkan uang beberapa ratus ribu Rupiah, Anda bisa mendapatkan ratusan ribu koin atau token

Selain itu, meski harganya sangat murah, koin micin tetap memiliki potensi keuntungan yang besar. Bayangkan jika Anda memiliki satu juta koin, maka kenaikan nol koma sepersekian Dolar tentu akan sangat terasa.

Cara Memilih Koin Micin yang Potensial

Cara Memilih Koin Micin yang Potensial

Koin micin memang tampak menggiurkan dengan harganya yang murah dan potensi keuntungan yang besar. Namun, Anda tetap harus memperhatikan beberapa hal sebelum membeli koin micin, lho! Berikut kiat dalam memilih koin micin yang potensial:

1. Up to date dengan mengikuti berita

Bergabunglah dalam komunitas kripto dan selalu perhatikan berita terbarunya. Biasanya orang-orang yang rajin memantau industri mata uang kripto ini akan mendapatkan lebih banyak informasi soal koin yang berpotensi membawa keuntungan.

2. Pilih koin yang memiliki fundamental kuat

Sebuah aset  kripto yang bagus adalah yang memiliki tujuan jelas, bukan hanya berfokus pada keuntungan. Artinya, koin micin berpotensial adalah koin yang memiliki fundamental kuat. Anda perlu melihat program dan tujuan apa yang akan dibuat pengembang koin di masa depan. Biasanya hal tersebut bisa Anda temukan di website resmi koin.

3. Pilih koin atau token dengan supply yang tidak berlebihan

Tips berikutnya adalah memilih koin micin dengan supply yang tidak berlebihan. Jumlah supply koin atau token ini akan sangat memengaruhi perkembangan harga koin. Semakin sedikit supply koin atau token, maka akan semakin bagus untuk dimiliki.

4. Perhatikan komunitas yang ada di dalamnya

Kripto yang baru berkembang biasanya masih sangat bergantung pada komunitasnya. Komunitas atau kelompok ini mampu membawa dan mengubah pergerakan grafik harga koin dalam jangka panjang. Jika Anda ingin berinvestasi pada koin micin, pilihlah koin atau token micin yang memiliki komunitas solid.

5. Pakai uang dingin

Dalam berinvestasi koin micin, usahakan untuk memakai uang dingin. Jadi, seandainya Anda tidak mendapatkan keuntungan, maka finansial Anda tidak akan terganggu. Perlu diingat kembali bahwa setiap jenis investasi memiliki risikonya masing-masing, termasuk koin micin.

Rekomendasi Koin Micin 

Bagi Anda yang tertarik untuk berinvestasi pada koin micin, berikut ini beberapa rekomendasinya untuk Anda:

1. SafeMoon

Koin micin pertama datang dari token yang bernama SafeMoon. SafeMoon sendiri diluncurkan pada Maret 2021 dan merupakan token DeFi yang berjalan di protokol Safemoon sendiri. SafeMoon dapat menarik perhatian para crypto geek. Setidaknya berdasarkan Coinmarketcap (17/11), SafeMoon memiliki watchlist sebanyak 1.689.346 dan harga Safemoon  adalah Rp0.04847 per tokennya.

2. Shiba Inu

Shiba Inu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, dilihat dari jumlah pemiliknya yang hampir mencapai 60.000. Saat ini, Shiba Inu sudah memiliki ShibaSwap, sebuah platform pertukaran terdesentralisasi (DEX). Pada bulan Oktober lalu, berdasarkan data dari Coinmarketcap, Shiba-Inu mampu mencapai all time high pada nilai US$0,00004853 dan berhasil menjadi aset kripto terbesar di peringkat 11. 

Baca juga Mengenal Shiba Inu, Token Pengganti Dogecoin?

3. Hoge Finance

Satu hal yang membuat Hoge Finance menarik adalah proyek platform crowdfunding kripto. Proyek ini sangat jarang dilakukan oleh sebuah aset kripto. Selain itu, Hoge Finance juga menjalankan proyek lainnya seperti wallet staking untuk kegiatan donasi kemanusiaan. 

Itu dia penjelasan mengenai koin micin dan beberapa rekomendasinya untuk Anda. Meski tampak menggiurkan, tetap pahami risiko dari investasi yang Anda lakukan, ya. Untuk kegiatan investasi kripto yang lebih aman dan mudah, sebaiknya gunakan platform yang terpercaya seperti Tokocrypto

Kunjungi website Tokocrypto untuk mendapatkan berbagai informasi terbaru mengenai dunia kripto. Jangan lupa juga untuk follow Instagram dan Twitter Tokocrypto agar Anda tidak ketinggalan berbagai informasi dan promo menarik. Nah, kalau Anda masih bingung dengan investasi/trading kripto, yuk, gabung di Group Telegram Tokocrypto sekarang juga!





Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Investasi Bitcoin Tetap Menarik untuk Jangka Panjang

Analis Satoshi Labs, Josef Tetek, berkata Bitcoin (BTC) menawarkan investor jalur investasi terbaik untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang, selama disimpan secara mandiri. Dilansir dari Forkast, Tetek memberikan analisa soal investasi Bitcoin dan inflasi.

Inflasi di Uni Eropa menembus rekor 8,1 persen pada bulan Mei, sementara inflasi di AS mencapai rekor 40 tahun setinggi 9,1 persen. Asia Pasifik mulai menyusul dan mengalami inflasi rata-rata 4,5 persen antara Januari dan Maret 2022.

Penyebab inflasi adalah harga kebutuhan pokok dan BBM yang meningkat disertai permasalahan rantai pasokan. Inflasi diperkirakan bertambah parah dengan adanya konflik Rusia Ukraina serta keberlanjutan pandemi COVID-19.

Selain itu, inflasi terutama dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral. Di tengah kondisi pasar yang melesu dikarenakan inflasi, Bitcoin bisa menjadi instrumen investasi yang aman.

ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Analisis Bitcoin Diprediksi Naik Tinggi Pekan Ini

Kebijakan moneter bertujuan memicu inflasi melalui pencetakan uang (quantitave easing) dan menjaga tingkat suku bunga dekat nol persen.

Setelah berjalan, mengendalikan inflasi bukan hal mudah. Selama berdekade, mandat utama bank sentral adalah menjaga kestabilan harga dan tingkat inflasi tahunan pada angka dua persen.

Tetapi Bank Sentral Eropa (ECB) dan Federal Reserve (FED) mengubah sikap terhadap inflasi. The Fed memakai strategi inflasi fleksibel sedangkan ECB mengabaikan mandat kestabilan harga tersebut.

Kebijakan yang dianut saat ini untuk menghindari keruntuhan pasar modal dan kebangkrutan karena inflasi liar adalah memicu kepailitan halus melalui pelemahan mata uang. Hal tersebut merupakan kabar buruk bagi penabung, pekerja upah dan pensiunan sebab daya beli melemah.

Investasi Bitcoin untuk Jangka Panjang

Bitcoin merupakan aset yang aman dari pelemahan daya beli akibat kebijakan moneter. Bitcoin memiliki karakteristik uang yang kuat, yaitu tahan lama, dapat dibagi, mudah dipindahkan dan diverifikasi.

Ilustrasi mining Bitcoin.
Ilustrasi mining Bitcoin.

Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

Bitcoin dapat disimpan secara aman oleh individu demi menjamin kekayaan yang didapat melalui kerja terlindungi dari pelemahan mata uang dan inflasi.

Demi mencapai tujuan tersebut, penyimpanan Bitcoin secara mandiri sangat penting. Beragam kasus seperti Celsius Network, perusahaan peminjaman kripto, membekukan penarikan nasabah dengan dalih kondisi pasar yang ekstrim.

Bitcoin milik nasabah yang disimpan pada bursa sentralistik seperti Coinbase atau platform seperti Celsius diambil alih perusahaan ketika masalah mulai bermunculan. Investor dapat menyimpan Bitcoin secara mandiri memakai hardware wallet.

Kendati demikian, Bitcoin mengalami periode volatilitas tinggi dan tren bearish. Hal tersebut merupakan bagian dari perjalanan Bitcoin menjadi standar moneter global yang netral.

Dengan mempertimbangkan faktor bear market, Bitcoin menjadi pilihan investasi konservatif bagi investor yang ingin menumbuhkan kekayaan secara jangka panjang. [ed]

Artikel ini telah tayang di Blockchainmedia.id dengan judul “Ini Alasan Investasi Bitcoin Tetap Menarik untuk Jangka Panjang



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan Kripto Lainnya Terbang saat Data Inflasi AS Meroket

Pergerakan market aset kripto kini sedang anomali. Nilai Bitcoin kembali naik di atas US$ 20.000, meskipun ada pembacaan inflasi AS yang semakin panas. Apa penyebabnya?

Harga Bitcoin (BTC) terpantau melonjak lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam enam hari dan mendapatkan kembali ke level psikologisnya di US$ 20.000. Padahal, BTC sempet turun US$ 800 dalam beberapa menit saat data inflasi AS untuk Juni melonjak hingga 9,1% jauh di atas perkiraan.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan banyak investor yang berekspektasi bahwa angka inflasi AS yang tinggi untuk bulan Juni akan mendorong The Fed menjadi lebih agresif dalam pengetatan kondisi moneter untuk memperlambat kenaikan inflasi. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.

“Indeks saham AS mengakhiri sesi lebih rendah, sehingga kenaikan Bitcoin memicu beberapa kritik, karena tidak biasa hal ini terjadi. Biasanya, berita buruk bagi ekonomi dan pasar akan menekan harga Bitcoin dan kripto lainnya,” kata Afid.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

Anomali Gerak Market Saham dan Kripto

Dari laporan trio indeks saham AS melemah di perdagangan Rabu (14/7), tercatat, nilai indeks Nasdaq melemah 0,1%, sementara nilai indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masing-masing turun 0,5% dan 0,7%. Ini akibat inflasi AS tahunan telah capai 9,1% pada Juni.

Sementara, kondisi berbeda justru ditunjukkan oleh aset kripto. Terpantau di situs CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Ethereum (ETH) bahkan naik sampai 5,29% ke US$ 1.115,08 sehari terakhir. Altcoin lain juga tak kalah perkasa. Misalnya nilai Solana (SOL), Cardano (ADA) dan BNB naik lebih dari 3%.

“Penyebab pergerakan yang anomali ini masih banyak spekulasi. Pasalnya, melihat data historis, biasanya nilai market kripto akan langsung tertekan ketika terdapat perilisan data penting makroekonomi seperti inflasi. Sehingga investor akan menangkap tingginya inflasi memicu The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya lebih tinggi,” jelas Afid.

Apa itu altcoin seasons
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 13 Juli 2022: ETH Siap Terbang, Awas Data Inflasi AS

Lebih lanjut, jika The Fed mengambil langkah tersebut, tentu selera risiko investor perlahan akan pudar. Namun, kali ini, situasi market malah terbalik.

“Bisa jadi investor kripto mulai acuh terhadap data inflasi AS dan tetap ingin Bitcoin berada di kisaran level support-nya di US$ 19.000-US$ 20.000. Di samping itu, banyak whales yang melakukan buy the dip dan mengaitkan kondisi market kripto yang mulai kondusif,” ungkap Afid.

Sentimen Positif Market Kripto

Sentimen positif lain di ekosistem kripto yang membuat market kembali tumbuh datang dari beberapa kabar, mulai dari Binance yang menyelesaikan burn periode triwulanan ke-20 dari token aslinya, BNB sekitar hampir 1,96 juta BNB (sekitar US$ 444,6 juta).

Selain itu, ada Polygon Network yang memperluas cakupan infrastruktur web3 miliknya dengan Walt Disney Company. Dampaknya nilai Polygon (MATIC) meroket 18,39% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, platform Celsius dikabarkan juga telah melunasi utangnya kepada platform keuangan terdesentralisasi, Aave.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono, baru saja membuat pernyataan positif terkait kripto dan mata uang digital bank sentral Indonesia.  Pernyataan ini diberikan pada acara pengantar G20 yang dilaksanakan 12 Juli 2022 pada pukul 08.00 WIB di Badung, Bali. 

Gubernur Bank Indonesia Dukung Kripto 

Acara dengan judul “Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery – Digital Currency” yang disiarkan juga secara langsung di YouTube adalah rangkaian acara pengantar G20 yang berjalan sejak 11 Juli 2022  hingga 15 Juli 2022. 

Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan, Tapi Perlu Regulasi
Presentasi Deputi Gubernur Bank Indonesia di Acara Pengantar G20

Dalam acara pada 12 Juli 2022 tersebut, terlihat bahwa salah satu topik bahasan utama adalah mata uang digital dan kripto. Terdapat satu pernyataan menarik dari Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono, yang menarik perhatian pasar kripto. 

Pada acara tersebut, beliau memberikan satu presentasi mengenai perkembangan kripto di Indonesia dan proses peluncuran mata uang digital bank sentral Rupiah atau CBDC Rupiah. 

Beliau menyatakan bahwa pertumbuhan kripto di Indonesia sudah tumbuh secara tinggi namun membutuhkan kerangka regulasi yang jelas untuk mengakomodir sifat kripto yang berisiko. 

“Aset kripto berpotensi memberi risiko baru kepada perekonomian, sistem moneter, dan stabilitas sistem keuangan.”

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono

Tapi walau memberi pernyataan tersebut, beliau juga memberikan pernyataan bahwa kripto dapat membantu meningkatkan inklusi keuangan dan efisiensi sistem keuangan. Maksud dari pernyataan tersebut adalah karena kripto, semua orang jadi memiliki akses terhadap jasa keuangan, walau ditolak oleh sistem konvensional seperti bank. 

Jadi walau beliau merasa bahwa kripto memiliki risiko yang tinggi sebagai sebuah aset, terdapat asumsi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia mendukung sistem teknologi keuangan berbasis kripto dan blockchain

Baca juga: Pertemuan G20 Akan Bahas Aset Kripto dan Uang Digital Bank Sentral

Dalam presentasi tersebut, beliau juga memberikan pernyataan bahwa pertumbuhan kripto di Indonesia dan seluruh dunia semakin marak karena adanya pandemi COVID-19. Pandemi COVID-19 telah memaksa masyarakat untuk mengadopsi teknologi digital untuk mempermudah mayoritas aktivitasnya, terutama untuk menghindari kontak fisik. 

Fenomena meningkatnya adopsi teknologi digital ini telah membuat kripto semakin terkenal, mengingat kripto adalah inovasi digital terbaru di dunia keuangan. Pernyataan ini juga disetujui oleh Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia pada acara rangkaian pengantar G20, 11 Juli 2022. Beliau menyatakan: 

“Bapak Presiden telah menyampaikan, tiga area besar kepemimpinan Indonesia di G20. Ini meliputi kesehatan, digital, dan green and inclusive. Digitalisasi juga telah menyelamatkan Indonesia selama pandemi, dan sekarang menjadi pilar Indonesia maju.”

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono

Oleh karena itu, terlihat bahwa Indonesia saat ini mengayomi pertumbuhan inovasi digital termasuk kripto dan teknologi blockchain. 

Melihat adanya kekurangan dari kripto yaitu volatilitas tinggi, pemerintah membuat inovasi baru sebagai alternatif adopsi dari teknologi blockchain yaitu mata uang digital bank sentral atau CBDC Rupiah. 

Dalam acara tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia menyatakan beberapa alasan mengenai proses peluncuran CBDC. 

CBDC Rupiah Segera Meluncur

Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan, Tapi Perlu Regulasi
Tiga Dasar Penciptaan CBDC Menurut Bank Indonesia

Beliau menjelaskan tiga prinsip yang menjadi dasar utama penciptaan CBDC Rupiah dalam presentasinya. 

  • Prinsip pertama adalah CBDC dianggap tidak merusak stabilitas sistem keuangan terutama di Indonesia. Hal ini disebabkan CBDC masih berada di bawah pantauan Rupiah yang diregulasi oleh lembaga moneter yang ada di Indonesia. 
  • Prinsip kedua adalah CBDC menggunakan infrastruktur yang digunakan oleh Rupiah saat ini sehingga bersifat terintegrasi dengan sistem pembayaran yang ada serta dapat beroperasi dengan mudah dalam transaksi nasional dan internasional. 
  • Prinsip ketiga adalah keleluasaan CBDC yang bisa bergerak dengan teknologi Distributed Ledger atau Blockchain serta Non Distributed Ledger atau jaringan yang digunakan secara umum pada sistem pembayaran saat ini. 

Baca juga: PwC Prediksi 80% Bank Sentral Akan Luncurkan Mata Uang Digital

Kemungkinan besar dalam waktu dekat, Bank Indonesia akan segera meluncurkan whitepaper untuk memberi kejelasan mengenai CBDC.

“Dalam waktu dekat, BI akan menerbitkan whitepaper yang kemudian akan diikuti oleh consultative paper. Hal tersebut merupakan langkah besar sebelum memasuki bukti konsep dan memulai langkah penerbitan CBDC.”

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono

Jika kedua publikasi tersebut telah terjadi, maka kemungkinan besar tahap perkembangan CBDC akan semakin cepat karena membuka ruang untuk konsultasi dengan publik dan penerimaan saran dari pakar di bidang teknologi ini. 

Untuk saat ini CBDC Rupiah masih dalam tahap perkembangan secara internal dan belum ada peluncuran dokumen serta versi uji coba sama sekali. 

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul “Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan, Tapi Perlu Regulasi



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 13 Juli 2022: ETH Siap Terbang

Pergerakan aset kripto masih tak berdaya pada Rabu (13/7) siang. Bahkan, nilai Bitcoin (BTC) jatuh untuk hari kelima berturut-turut dan investor mulai khawatir dengan tekanan data inflasi AS yang diprediksi semakin tinggi.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB, 8 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak terjerembab ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Hanya stablecoin Tether (USDT) dan Binance USD (BUSD) yang masih bergerak hijau.

Nilai Bitcoin (BTC) anjlok 2,21% ke US$ 19.497 per keping dalam sehari terakhir. Sementara, nasib Ethereum (ETH) lebih buruk, turun 3,26% ke US$ 1.055 di waktu yang sama. Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami penurunan masing-masing 3,87%, 2,24% dan 2,85%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat banyak investor kripto yang kurang bersemangat untuk melakukan aksi beli. Secara umum, mereka tampaknya masih menghindari pasar kripto menyusul redupnya selera risiko investasi di aset berisiko. 

“Sejak awal pekan lalu, banyak investor yang memilih jaga jarak dari market untuk mengantisipasi data inflasi AS pada Juni yang akan dirilis pada hari ini. Kemudian, penguatan nilai Dolar AS tampaknya juga masih menekan kinerja market kripto keseluruhan untuk beberapa hari mendatang,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid menerangkan kenaikan nilai Dolar AS tentu akan membuat investor merasa lebih untung untuk menyimpan uang tunai ketimbang mengoleksi aset kripto. Hasilnya, investor akan semakin getol melakukan aksi jual. Di samping itu, investor sepertinya bakal terus melirik ke Dolar AS setelah melihat paritas antara mata uang Euro dan Dolar AS kini sudah mencapai 1:1.

“Kenaikan permintaan Dolar AS yang kencang tentu akan menghantam harga aset kripto. Apalagi, beberapa analisis menunjukkan bahwa laju Dolar AS kini punya korelasi negatif yang sangat kuat dengan laju harga aset kripto,” ujarnya.

Selain itu, sentimen negatif lainnya juga datang dari pemerintah negara bagian AS, California, tengah menginvestigasi beberapa platform pinjam meminjam aset kripto menyusul aksi penghentian withdrawals dan transfer antar pengguna yang dilakukan secara sepihak. 

Di samping perkara makroekonomi, kinerja pasar kripto juga terganggu oleh kabar buruk yang terjadi di sekitaran jaringan blockchain, seperti dari Uniswap yang melaporkan terjadinya serangan phishing.

Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

Data Inflasi AS Bisa Hantam Market Kripto

Awan mendung tampaknya masih akan menyelimuti market kripto sepanjang pekan ini. Salah satu faktor besarnya adalah perilisan data inflasi AS untuk bulan Juni yang diumumkan pada Rabu (13/7) waktu setempat.

Sejauh ini, banyak analis yang memprediksi bahwa AS telah mencatat inflasi tahunan sekitar 8,7-8,8% pada bulan Juni lalu. Jika nantinya data inflasi AS pada Juni sesuai dengan prediksi tersebut, maka investor harus siap-siap melihat nilai Dolar AS yang semakin meroket dan kripto terpuruk. 

“Data inflasi yang terus meninggi tentu akan direspons keras oleh The Fed dengan pengetatan suku bunga acuan. Peningkatannya bisa sangat agresif. Khawatirnya akan memukul market kripto dengan keras. Hal tersebut tentu akan membuat investor kabur dan memilih mengamankan asetnya ke aset safe haven seperti Dolar AS dan obligasi,” terang Afid.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Di sisi lain, dua bank sentral di Asia Pasifik menaikkan suku bunga 50bps hari Rabu (13/7) ini. Bank Sentral Korea (BoK) menaikkan suku bunga 50bps ke 2,25%. Sementara Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) juga menaikkan suku bunga 50bps ke 2,5%.

Sementara itu dari analisis pergerakan Bitcoin secara garis besar masih berada pada area konsolidasi dengan area harga US$ 23.268-US$ 17.557. Data ini belum mempertimbangkan imbas dari perilisan data inflasi AS bulan Juni nantinya.

Saat artikel ini dibuat harga Bitcoin terkonfirmasi kembali bergerak dibawah EMA20 yaitu berada pada harga US$ 19.515. Apabila pada titik tersebut tidak dapat menahan laju penurunan harga Bitcoin, maka kemungkinan harga Bitcoin akan terkoreksi dan menyentuh support di kisaran harga US$ 18.605-US$ 17.305.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish 

1. Polygon (MATIC)

Analisis teknikal Polygon (MATIC).

Polygon (MATIC) membuka daftar aset kripto yang berpotensi bullish pada pekan ketiga Juli 2022 ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sentimen positif yang menggerakan harga MATIC datang dari kabar bahwa ada lebih dari 48 proyek yang dulu berjalan di blockchain Terra telah dimigrasikan bersama ke ekosistem Polygon.

“Langkah itu menarik. Karena Polygon bekerja sama dengan berbagai proyek Terra untuk membantu mereka bermigrasi dengan cepat ke jaringan blockchain mereka. Itu disambut baik oleh para pengembang dan komunitas,” kata Afid.

Lebih lanjut, dari analisis teknikalnya pergerakan MATIC kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,55 masih terjaga, MATIC dapat naik hingga US$ 0,67 atau naik 23% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat MATIC di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #17, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 4.427.205.447. Jumlah koin yang beredar 8.006.803.853 koin MATIC dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin MATIC.

2. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Selanjutnya ada Cardano (ADA) yang kemungkinan punya potensi bullish pada pekan ini. Kripto Cardano ada kemungkinan akan bersinar dengan Vasil Hardfork yang dijadwalkan untuk ditayangkan di mainnet sekitar akhir bulan ini

Afid mengatakan Cardano masih memiliki kesempatan untuk mengambil kembali apa yang hilang dari kepercayaan para investor, asalkan Vasil benar-benar membawa perubahan.

“Vasil Hardfork adalah update besar dalam jaringan Cardano yang akan berdampak pada stabilitas dan konektivitas jaringan secara keseluruhan. Hal tersebut akan meningkatkan sentimen positif pada pergerakan ADA dan mengembalikan kepercayaan investornya. Cardano juga tidak kehilangan popularitasnya berkat potensi besar dan peta jalan untuk pengembangan,” ujar Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada US$ 0,42 masih terjaga, ADA masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 0,46 atau naik 11% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #8, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 14.329.294.670. Jumlah koin yang beredar 33.739.028.516 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

3. The Sandbox (SAND)

Analisis teknikal The Sandbox (SAND).

Aset kripto metaverse, The Sandbox (SAND) kemungkinan besar akan bullish dengan pergerakan harga yang cukup signifikan. Afid melihat kabar The Sandbox yang menjalin kemitraan dengan bank Korea Selatan, Hana Bank, untuk masuk ke proyek metaverse sebagai mitra global bikin harga SAND merangkak naik.

“Metaverse telah terbukti menjadi peluang yang sangat beragam bagi lembaga keuangan. Hal itu yang dilihat dari KEB Hana Bank untuk kerja sama dengan The Sandbox. Sebelumnya, Sandbox telah bermitra dengan taman hiburan terbesar di Korea Selatan, LOTTE WORLD,” tutur Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai SAND selama batas bawah pada $ 1 masih terjaga, kemungkinan besar konsolidasi akan berlanjut dan SAND dapat bergerak naik menuju US$ 1,24 atau naik 16 % dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat SAND di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #35, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.405.447.753. Jumlah koin yang beredar 1.258.626.081 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.

4. Aave (AAVE)

Analisis teknikal Aave (AAVE).

Aave adalah protokol keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan orang untuk melakukan transaksi pinjam dan meminjam aset kripto. Sentimen positif untuk AAVE datang dari kabar bahwa Aave berencana untuk meluncurkan stablecoin yang akan menyaingi MakerDAO DAI. Menurut laporan, stablecoin baru Aave akan diberi nama GHO. 

“Pergerakan AAVE bakal disambut baik oleh investor setelah adanya rencana merilis stablecoin baru yang didesentralisasi dan didukung jaminan, asli dari ekosistem Aave,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkonsolidasi dan dapat bergerak naik menuju US$ 82,5 atau naik 22% dari harga US$ 70,6 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #46, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 981.728.198. Jumlah koin yang beredar 13.915.774 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.

5. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum menjadi satu-satunya kripto big cap yang diperkirakan akan bullish pekan ini. Afid melihat adanya event Ethereum Community Conference (EthCC) yang akan berlangsung tanggal 19-21 Juli mendatang. Acara tersebut akan menjadi ajang berkumpulnya komunitas kripto yang besar untuk membahas penggantian protokol proof-of-work dengan proof-of-stake untuk ETH.

“Sudah jelas mungkin akan ada pembahasan untuk komunitas Ethereum, di mana semua mata tertuju pada penggabungan yang akan menggantikan protokol proof-of-work dengan proof-of-stake, yang memungkinkan pengurangan energi potensial sebesar 99,95%. Nilai ETH kemungkinan naik dengan “Buy the rumor, sell the news”,” ungkap Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.270 atau naik 19% dari US$ 1.060 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 128.851.877.834. Jumlah koin yang beredar 121.524.783 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Bali United Bakal Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Daftar 5 Aset Kripto Bearish 

1. Voyager Token (VGX)

Analisis teknikal Voyager Token (VGX).

Voyager Token adalah broker yang memberi investor titik akses tepercaya dan aman ke perdagangan aset kripto. Voyager dibangun untuk melayani investor ritel dan institusional dengan solusi instan untuk memperdagangkan aset kripto.

Afid mengungkap VGX akan mengalami penurunan pada pekan ini sehingga bisa dikatakan akan masuk fase bearish. Ini masih berkaitan dengan perusahaan pialang dan pemberi pinjaman kripto, Voyager Digital (VOYG) yang mengajukan proses kebangkrutan pada 6 Juli 2022 setelah dana lindung nilai yang sekarang tidak berfungsi, karena Three Arrows Capital (3AC) gagal membayar pinjaman senilai lebih dari US$ 650 juta. 

“VGX telah mengikuti garis resistensi yang menurun. VGX telah jatuh sejak mencapai harga tertinggi sepanjang masa US$ 5,91 pada 23 November. Pergerakan ke bawah sejauh ini menyebabkan harga terendah sepanjang masa sebesar US$ 0,179 pada 6 Juli,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai VGX kemungkinan besar akan terkoresksi lebih lanjut dan dapat bergerak turun menuju US$ 0,300 atau anjlok 32% dari harga US$ 0,445 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat VGX di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #176, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 102.008.555. Jumlah koin yang beredar 278.482.214 koin VGX dan maksimal pasokan 279.387.971 koin VGX.

2. REI Network (REI)

Analisis teknikal REI Network (REI).

REI Network dikembangkan untuk tren evolusi Blockchain, untuk mencapai kerangka kerja jaringan yang ringan, kompatibel dengan EVM, kinerja lebih tinggi dan tanpa biaya. Afid melihat REI relatif lebih fluktuatif daripada sejumlah aset kripto di market dalam beberapa hari belakangan ini.

“REI punya potensi untuk bearish dalam pekan ini. Harga REI Network diperdagangkan mendekati resistance. Dengan dukungan pada US$ 0,03209 dan resistance ditetapkan pada US$ 0,03544. Ini memposisikan REI Network dengan potensi tekanan jual dalam waktu dekat ke depan,” terang Afid.

Peringkat REI di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #352, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 50.149.309. Jumlah koin yang beredar 950.000.000 koin REI dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Helium (HNT)

Analisis teknikal Helium (HNT).

Helium (HNT) adalah jaringan blockchain terdesentralisasi untuk perangkat Internet of Things (IoT). HNT memiliki utilitas yang menarik. Afid melihat HNT punya potensi untuk bearish pada pekan ini.

Menurutnya sentimen buruk dari kabar jaringan IoT blockchain Helium ditutup selama sekitar 4 jam karena pemadaman validator dari pembaruan software, sehingga menyebabkan finalitas transaksi tertunda.

“Dampak dari pemadaman itu nilai Helium anjlok. HNT turun 4,1% selama 24 jam terakhir, diperdagangan pada US$ 8,66. Ini turun 84% dari tertinggi sepanjang masa saat ATH di November 2021 lalu,” ungkap Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar akan turun lagi sebesar 19% dari harga US$ 8,70 ke US$ 7,80 dalam beberapa hari ke depan. pergerakan HNT juga sudah menunjukan pola reserved cup and handle yang menjadi sinyal bearish.

Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #44, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.057.694.969. Jumlah koin yang beredar 121.695.579 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

Baca juga: Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!

4. Uniswap (UNI)

Analisis teknikal Uniswap (UNI).

Uniswap (UNI) potensi masuk zona bearish-nya pada pekan ini. Sentimen negatif datang, pasca laporan penipuan phishing yang menawarkan airdrop palsu berhasil merampok dana pengguna Uniswap hampir US$ 8 juta. 

Penipuan phishing ini menjanjikan airdrop gratis sebesar 400 token UNI (senilai sekitar US$ 2.200). Pengguna diminta untuk menghubungkan dompet kripto mereka dan menandatangani transaksi untuk mengklaim airdrop berbahaya. Alhasil, sentimen buruk terus berlanjut. 

“Analisis teknikal melihat harga UNI bisa terjun dari harga US$ 5,6 ke US$ 4,30 atau turun 16%. UNI belum bisa lepas dari tekan kabar miring mengenai token nativenya yang ternyata digunakan untuk penipuan,” ungkap Afid.

Peringkat UNI di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.106.521.469. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 734.135.451 koin UNI dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin UNI.

5. WINkLink (WIN)

Analisis teknikal WINkLink (WIN).

WINkLink adalah proyek oracle terdesentralisasi yang berjalan di jaringan TRON, menyediakan data on-chain yang stabil dan andal ke berbagai ekosistem DeFi. WIN kemungkinan besar akan masuk fase bearish pada pekan ini.

“WIN sudah membentuk overbought dengan kenaikan 15% dalam 24 jam terakhir. Titik jenuh ini akan membuat WIN harganya terkoreksi. Kemungkinan ada penurunan sekitar 10% dari harga US$ 0,0001239 ke US$ 0,0001198 dalam waktu dekat,” ungkap Afid.

Peringkat WIN di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) pukul 12.00 WIB adalah #160, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 119.628.342. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 961.737.300.000 koin WIN dan maksimal pasokan 999.000.000.000 koin WIN.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG)

Artikel kali ini akan membahas aset kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG) yang sudah listing di Tokocrypto. Keduanya punya project dengan utilitas yang masing-masing berbeda.

Misalnya, Aion merupakan pengembangan jaringan open source di dunia desentralisasi. Sementara, OG adalah Fan Token yang dirilis khusus untuk penggemar OG Esports Team.

So, untuk mengenal lebih jauh kripto Aion (AION) dan OG Fan Token (OG) bisa baca artikel selengkapnya di bawah ini.

Aion (AION)

Apa Itu Aion (AION)?

Aion adalah token yang digunakan untuk mengamankan dan mengakses jaringan Open Application Network (OAN). Diluncurkan pada tahun 2018 di Kanada, The OAN adalah jaringan publik yang tersedia untuk semua orang.

OAN dikelola oleh The Open Foundation, sebuah organisasi nirlaba terdaftar yang bertujuan untuk memberikan lingkungan kepada publik untuk membuat platform open source. The Open Application Network dijalankan oleh Matthew Spoke sebagai CEO dan Ian Chan yang didapuk menjadi COO.

Ilustrasi aset kripto Aion (AION).
Ilustrasi aset kripto Aion (AION).

Baca juga: Kenal Kripto Voyager Token (VGX) dan Atletico De Madrid Fan Token (ATM)

Tujuan utama dari The OAN adalah untuk memfasilitasi interoperabilitas antara blockchain yang berbeda, sehingga memungkinkan pengguna dan pengembang untuk membuat berbagai aplikasi. Dengan menjadikan token AION sebagai inti jaringan, OAN memungkinkan pengguna untuk mengeksekusi smart contracts, menyimpan data, dan membagikannya di antara jaringan yang berbeda.

Blockchain OAN dan token AION diamankan dengan kombinasi metode konsensus proof-of-stake (DPoS) dan proof-of-importance (PoI). Salah satu karakteristik penting dari blockchain adalah ia bergantung pada Byzantine Fault Tolerance untuk keamanan tambahan.

Apa yang Membuat Aion (AION) Unik?

The Open Application Network bisa menjadi platform penting di dunia aset kripto, karena bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara berbagai blockchain.

Token AION pada dasarnya dirancang untuk memungkinkan pengembang dan pembeli mentransfer dari satu blockchain ke blockchain lainnya dengan mudah. Tidak hanya itu, AION menyediakan eksekusi transfer data dan smart contracts pada blockchain seperti Ethereum dan NEO.

Kurangnya interoperabilitas antar blockchain masih menjadi salah satu faktor yang mencegah teknologi memasuki dunia keuangan arus utama. AION bertujuan untuk menciptakan platform yang secara efektif dapat menggantikan cara bank menjalankan keuangan global saat ini.

OAN telah bermitra dengan banyak nama besar di industri seperti CryptoCurve, Nodesmith, dan BlockX Labs. Tidak hanya itu, AION adalah anggota dari Blockchain Interoperability Alliance.

Ilustrasi aset kripto Aion (AION).
Ilustrasi aset kripto Aion (AION).

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Ada total pasokan 487.496.874 token AION. Saat ini, seluruh total pasokan telah memasuki pasar dan aktif diperdagangkan. Tidak ada informasi apakah OAN berencana untuk merilis lebih banyak token di masa depan atau apakah total pasokan saat ini juga akan menjadi pasokan maksimum untuk AION.

Pendiri dan anggota tim lainnya menerima sekitar 40% dari total pasokan token AION. 51,5% token AION lainnya diarahkan ke Token Release Schedule Contracts, yang secara bertahap akan tersedia untuk umum seiring waktu. Akhirnya, sisa 8,5% token didistribusikan di antara investor swasta yang tertarik pada fase awal peluncuran AION.

Peringkat AION di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) jam 08.00 WIB adalah #646, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 14.787.969. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 501.505.081 koin AION dan maksimal pasokan tidak tersedia.

OG Fan Token (OG)

Apa Itu OG Fan Token (OG)?

OG menjadi klub esports pertama di dunia yang menggunakan blockchain untuk berinteraksi lebih baik dengan para penggemarnya. OG melakukan kemitraan strategis jangka panjang dengan aplikasi blockchain, Socios.com, yang didukung oleh $CHZ. Kedua perusahaan akan bekerja sama untuk memanfaatkan teknologi ini sebaik mungkin untuk mengoptimalkan dan mengembangkan keterlibatan penggemar OG.

OG yang merupakan juara dunia Dota 2 adalah klub esports pertama yang bergabung dengan Socios.com, dan bersama-sama mereka akan mengembangkan OG Fan Token untuk basis penggemar mereka yang berjumlah 850.000 orang di seluruh dunia. Mereka bergabung dengan klub sepak bola internasional seperti Juventus, Paris Saint-Germain dan West-Ham United.

Ilustrasi aset kripto OG Fan Token (OG).
Ilustrasi aset kripto OG Fan Token (OG).

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

OG Fan Token (OG) akan memungkinkan tim untuk melibatkan penggemarnya dalam kehidupan klub, termasuk memberikan suara pada jajak pendapat di aplikasi. Fan Token akan menerima hadiah eksklusif, pengalaman yang berbeda, serta konten terbaik.

Apa yang Membuat OG Fan Token (OG) Unik?

OG yang menjadi tim esports pertama kami di platform Socios.com telah mengalami pertumbuhan yang fenomenal selama beberapa tahun terakhir, dan dengan basis penggemar yang mengesankan. Diprediksi pertumbuhan ini akan terus berlanjut.

OG sedang membangun ekosistem kuat dari banyak vertikal olahraga yang berbeda dan sangat senang memiliki OG Fan Token untuk mendorong evolusi keterlibatan penggemar esports. Menyertakan esports sebagai Fan Token di aplikasi, berarti dapat mengedukasi banyak sekali konsumen arus utama tentang manfaat blockchain dan aset kripto.

Ilustrasi aset kripto OG Fan Token (OG).
Ilustrasi aset kripto OG Fan Token (OG).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

Dibentuk pada tahun 2015, OG telah menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di Dota 2. Tim OG dominan di level tertinggi permainan esports. Mereka menjadi organisasi pertama dan satu-satunya yang meraih kemenangan di The International dua kali pada 2018 dan 2019. Sekarang ambisi OG adalah membuat roster dalam game di luar Dota 2 dan terus berkembang.

Peringkat OG di situs CoinMarketCap pada Rabu (13/7) jam 08.00 WIB adalah #942, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 4.288.881. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 1.274.535 koin OG dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Aion (AION) dan OG Fan Token (OG) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Aion (AION) dan OG Fan Token (OG).

Trading AION/USDT, AION/BTC, OG/USDT, OG/BUSD dan OG/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 12 Juli 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AION dan OG di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com