Tag Archives: kripto

BlackRock Mantap Masuk ke Market Kripto Incar Investor Kaya

Setelah bertahun-tahun menolak, perusahaan manajemen investasi raksasa dunia, BlackRock, makin mantap melangkah ke market kripto. BlackRock, yang mengawasi aset senilai US$ 10 triliun, bermitra dengan Coinbase untuk memberikan klien investor institusionalnya akses ke kripto.

BlackRock akan menawarkan konektivitas ke Coinbase Prime untuk menawarkan perdagangan kripto, penyimpanan, pialang utama, dan kemampuan pelaporan kepada klien. Bitcoin adalah aset digital pertama yang ditawarkan melalui kemitraan ini

“Klien umum BlackRock dan Coinbase akan dapat mengelola eksposur Bitcoin mereka bersama dengan investasi publik dan swasta mereka untuk pandangan keseluruhan portofolio risiko,” tulis BlackRock dalam sebuah pengumuman dikutip TechCrunch.

Ilustrasi market kripto
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

Berita Baik untuk Industri Kripto

Berita ini menandai perubahan besar bagi BlackRock, sebelumnya sang CEO pernah menyebut Bitcoin sebagai “indeks pencucian uang” pada lima tahun lalu. Sejak itu, perusahaan manajemen aset ini telah membuat kemajuan kecil ke dalam web3, memperkenalkan perdagangan berjangka Bitcoin ke platformnya dan beberapa dananya tahun lalu.

Fink mengatakan kepada pemegang saham dalam sebuah surat pada bulan Maret tahun ini bahwa BlackRock sedang mempelajari “mata uang digital, stablecoin, dan teknologi yang mendasarinya” untuk melihat bagaimana mereka dapat membantu perusahaan melayani kliennya.

Sementara itu, layanan Coinbase Prime memiliki 13.000 klien institusional yang menggunakan rangkaian platformnya hari ini, menurut perusahaan. Masih belum jelas kapan perusahaan berencana untuk menambah platform penawaran aset kripto lainnya di luar Bitcoin.

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Meta Akhirnya Rilis Instagram NFT, Pengguna Bisa Pamer Koleksi

Ini juga hari besar bagi Coinbase. CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah mengumumkan bahwa perusahaannya telah menambahkan integrasi dengan dompet Coinbase, di antara dompet kripto pihak ketiga lainnya, ke platform Instagram.

Saham Coinbase melonjak lebih dari 17% pada pukul 11:00 EST Kamis (5/8) lalu dan juga naik lebih dari 70% pada bulan lalu, menunjukkan bahwa perusahaan telah mulai pulih dari posisi terendah yang dicapai pada bulan Mei karena mundurnya pasar kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gucci Jadi Brand Besar Pertama Terima Pembayaran Kripto ApeCoin

Brand fashion mewah, Gucci telah meningkatkan inisiatif Web3-nya dengan mengizinkan aset kripto sebagai salah satu metode pembayaran untuk membeli produknya. ApeCoin (APE) menambah daftar 12 aset digital lain yang diterima untuk pembayaran di toko Gucci.

Dilansir Cointelegraph, raksasa mode Italia itu menjadi brand besar pertama yang menerima pembayaran dalam bentuk ApeCoin (APE) yang berafiliasi dengan Bored Ape Yacht Club. Langkah ini diumumkan pada hari Senin (1/8) dan dapat memberikan proyek ApeCoin eksposur arus utama yang signifikan bersama dengan membawa utilitas lebih lanjut ke aset kripto.

Pelanggan Gucci di Amerika Serikat sekarang dapat membeli barang di dalam toko dengan APE, sementara infrastruktur pembayaran akan disediakan oleh BitPay, sebuah perusahaan yang telah membantu nama-nama besar, seperti AMC Theaters menerima pembayaran kripto di masa lalu.

Ilustrasi brand fashion Gucci. Sumber: Wikimedia Commons.
Ilustrasi brand fashion Gucci. Sumber: Wikimedia Commons.

Baca juga: Jaringan Solana Diretas, Dana Investor Diminta Transfer ke CEX

Industri Kripto Masih Menjanjikan

Kolektor BAYC tampaknya telah menunjukkan dukungan kuat untuk pergerakan Gucci di industri kripto sejauh ini. Terlepas dari bear market kripto yang sedang berlangsung, brand fashion telah terjun serius ke sektor ini pada tahun ini.

Pada bulan Februari lalu, Gucci memulai dengan koleksi NFT “SUPERGUCCI” bekerja sama dengan merek mainan vinil SUPERPLASTIC. Bulan berikutnya, Gucci meluncurkan koleksi NFT “Gucci Grail” yang ditargetkan untuk pemilik proyek NFT teratas, seperti BAYC.

Pada bulan Mei, Gucci mengumumkan rencana untuk menerima 12 aset kripto sebagai metode pembayaran di 111 toko di Amerika Utara. Daftar tersebut termasuk Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH), Ethereum (ETH), Wrapped Bitcoin (WBTC), Litecoin (LTC), Shiba Inu (SHIB), Dogecoin (DOGE), dan lima stablecoin yang dipatok dengan dolar AS.

Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Apecoin (APE). Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Mengenal ApeCoin, Kripto Unik & Eksklusif dari Pendiri NFT Bored Ape Yacht Club

Harga Apecoin (APE) Naik

Kemudian, akun Twitter, NBATopShotEast mengeklaim sebagai orang pertama yang membayar item Gucci di ETH di lokasi merek Wooster Street di New York City pada bulan Juli. Dua anggota BAYC lainnya mengaku sebagai orang kedua dan ketiga yang melakukannya.

Pada saat penulisan, APE dihargai $7,44 setelah memompa 11,4% selama tujuh hari terakhir. APE telah menunjukkan kebangkitan yang kuat akhir-akhir ini, sebagian karena perkembangan positif dalam proyek metaverse, Otherside yang berafiliasi, dengan harga meningkat 49,1% selama sebulan terakhir.

Kapitalisasi pasarnya saat ini sekitar US$ 2,06 miliar menjadikan APE aset terbesar ke-33 dalam kripto. Namun, APE masih turun 74,8% dari level tertinggi sepanjang masa di US$ 26,70 pada 28 April.



Sumber : news.tokocrypto.com

Peretasan Jaringan Wallet Solana Bisa Bikin Market Kripto Anjlok?

Industri aset kripto tengah bergejolak pasca peretasan yang terjadi pada jaringan Solana. Pada Rabu (3/8) dilaporkan terjadi peretasan di jaringan Solana yang setidaknya ada lebih dari 8.000 crypto wallet terkena dampak dan total hampir US$ 7 juta telah diambil oleh hacker.

Banyak investor yang bertanya-tanya apakah peristiwa ini akan membuat market kripto anjlok, seperti yang terjadi pada kasus keruntuhan ekosistem Luna?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan peretasan pada jaringan atau wallet yang berkaitan dengan Solana sudah sering terjadi. Namun, dampaknya untuk market kripto secara keseluruhan masih kecil dan perlu diketahui secara detail kejadian ini hanya mempengaruhi crypto wallet desentralisasi dan dibeberapa platform saja.

“Untuk Solana, hal ini merupakan kejadian yang sudah sering dialami di jaringan Solana. Investor menanggapi ini masih menjadi hal yang wajar terjadi dan mungkin tidak akan sebesar Terra LUNA nantinya,” jelas Afid.

Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)
Solana Hacker House in Miami (Danny Nelson/CoinDesk)

Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

Investor Diminta Tetap Waspada

Peristiwa peretasan Solana sebagian besar berdampak khusus untuk pengguna crypto wallet di platform Phantom dan Slope. Sepertinya, ini adalah serangan yang direncanakan dan diperhitungkan sebelumnya. Jadi penyerang sepertinya seseorang yang sudah tahu tentang sistem dan polanya.

Kerentanan juga dilaporkan terjadi pada sistem private keys yang mampu dikompromikan. Jadi pada catatan itu beberapa orang benar-benar menjadi korban, seperti pada mereka yang menggunakan wallet untuk terhubung ke NFT ke layanan pihak ketiga lainnya. Hal semacam itu membuka pintu peretasan terjadi.

“Pakar keamanan siber telah menduga bahwa itu mungkin kerentanan dalam wallet software, bukan blockchain Solana itu sendiri, yang setidaknya akan melegakan bagi sebagian orang. Pembaruan terakhir wallet yang mungkin terdampak tidak terbatas pada Solflare, Trust Wallet, Phantom, dan Slope,” jelasnya.

Holder SOL di Centralized Exchange (CEX) dan cold wallet tidak terkena dampaknya, bahkan investor SOL yang menyimpan dana di DEX diimbau untuk memindahkan ke CEX. Investor perlu paham bahwa pasar kripto menjadi target populer bagi peretas. Lebih penting lagi bagi investor untuk melindungi dana mereka di lingkungan yang berisiko.

Ilustrasi jaringan Solana.
Ilustrasi jaringan Solana.

Baca juga: Jaringan Solana Diretas, Dana Investor Diminta Transfer ke CEX

Harga Solana (SOL) Bisa Terpengaruh

Keterkaitan terhadap harga dari koin Solana (SOL) tentu saja memiliki korelasi, sebab dengan adanya peretasan ini investor mulai mengurangi kepercayaannya terhadap jaringan Solana.

“Hal yang terjadi seperti pemadaman jaringan sebelumnya pada tahun 2021, impact ke koin SOL mengalami penurunan hingga puluhan persen dalam kurun waktu 24 jam. tapi setelah jaringan dinyalakan kembali, harga dan kepercayaan investor berangsur bertambah dan membuat harga SOL mengalami kenaikan setelahnya,” ungkap Afid.

Investor perlu wait and see untuk melihat pergerakan SOL lebih lama lagi, karena hingga saat ini geraknya masih naik-turun. Solana dengan cepat didorong kembali setelah harganya mencoba bergerak di atas resistance kunci di US$ 44. Harga sekarang jatuh menuju support kunci di US$ 35.



Sumber : news.tokocrypto.com

Jaringan Solana Diretas, Dana Investor Diminta Transfer ke CEX

Ribuan crypto wallet Solana dilaporkan telah diretas dan seluruh token di dalamnya dikuras dalam beberapa jam pada hari Rabu (3/8) lalu. Sejauh ini, dalam serangan itu total hampir US$ 7 juta telah diambil oleh hacker.

Setidaknya lebih dari 8.000 crypto wallet yang terkena dampaknya. Crypto wallet yang tidak aktif selama lebih dari 6 bulan menjadi target peretasan. Pengguna crypto wallet di platform Phantom dan Slope mengaku bahwa mereka telah kehilangan dana hingga jutaan dolar AS.

Diketahui, kerentanan keamanan pada ekosistem Solana dilaporkan menjadi penyebabnya. Jutaan dolar AS dana yang diambil terjadi di crypto wallet berbasis Solana. Hacker tampaknya menguras token SOL dan SPL dalam eksploitasi serangan mereka di jaringan Solana.

Ilustrasi peretasan jaringan Solana. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi peretasan jaringan Solana. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

Penyebab Peretasan Jaringan Solana

Serangan yang menyakitkan ini dilaporkan mulai terjadi pada Selasa (2/8) malam, banyak pengguna dan platform Solana awalnya curiga bahwa wallet dieksploitasi melalui izin yang sebelumnya diberikan untuk smart contract. Namun, transaksi ditandatangani oleh wallet yang bersangkutan, menunjukkan private keys yang dikompromikan.

Pengembang Solana mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi akar penyebab peretasan: Private keys yang disusupi yang dibuat, diimpor, atau digunakan dalam aplikasi dompet seluler Slope. Dompet perangkat keras tidak terpengaruh.

Slope merekomendasikan agar penggunanya membuat dompet baru dengan seed phrase baru dan mentransfer dana ke dalamnya. Selain itu, dompet perangkat keras tidak terpengaruh oleh peretasan, dan juga direkomendasikan untuk menjaga aset tetap aman di tengah situasi eksploitasi yang berpotensi masih berlangsung.

Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 3 Agustus 2022: Gerak Kripto Masih Koreksi, Apa Sebabnya?

Investor Diminta Transfer Dana ke CEX

Dengan Solana menjadi berita utama karena menyerah pada peretasan, CEO Centralized Exchange (CEX) terkemuka – termasuk Changpeng “CZ” Zhao dari Binance, Johnny Lyu dari KuCoin dan Jay Hao dari OKX – merekomendasikan agar investor Solana (SOL) memindahkan kepemilikan mereka ke platform mereka sebagai tindakan pengamanan segera.

Banyak penyelidik blockchain dan investor kripto menandai dugaan kompromi private keys yang tersebar luas, memungkinkan penyerang mencuri token SOL dan SPL yang kompatibel dengan Solana seperti USD Coin (USDC) dari wallet Phantom dan Slope.

Baca juga: Tiffany & Co. Sulap NFT CryptoPunks Jadi Liontin Seharga Rp 743 Juta

Namun, akar penyebab serangan tetap menjadi misteri karena semua pihak, termasuk Solana dan Phantom, menyangkal kesalahan pada akhirnya. Sikap resmi Phantom tentang masalah ini dibagikan dengan Cointelegraph:

“Kami bekerja sama dengan tim lain untuk mengetahui kerentanan yang dilaporkan di ekosistem Solana. Saat ini, tim tidak percaya ini adalah masalah khusus Phantom.”





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 3 Agustus 2022: Gerak Kripto Masih Koreksi

Awan mendung sedang menyelimuti market aset kripto. Pergerakan market pada Rabu (3/8) pagi masih terpantau terkoreksi tipis dan ini merupakan penurunan harga tiga hari berturut-turut sejak awal pekan lalu. Apa penyebabnya?

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB, dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap, kompak alami penurunan tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Misalnya, nilai Bitcoin (BTC) anjlok 1,77% ke US$ 22.757 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) turun lebih dalam 2,07% ke US$ 1.598 di waktu yang sama. XRP, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) punya nasib yang lebih buruk karena anjlok masing-masing 6,11%, 7,58% dan 4,32%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sejauh pekan ini pola pergerakan market kripto masih sulit menampilkan performa terbaiknya. Hal mendasar yang terjadi adalah market gagal bangkit, setelah banyak investor melakukan aksi profit taking dan bersamaan dengan volume perdagangan yang terlihat tipis sejak Senin (1/8), sehingga ada kemungkinan investor sedang wait and see bermain di pasar kripto.

“Volume transaksi khususnya Bitcoin dari data on-chain terpantau sideways, meski harganya sempat naik pekan lalu. Investor juga berubah haluan untuk tidak melakukan akumulasi ketika BTC gagal tembus level resistensinya di US$ 23.000. Alhasil, investor memilih aksi profit taking daripada akumulasi,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Afid melihat koreksi harga saat ini masih tergolong normal di market kripto. Kenaikan harga kripto harus dibarengi dengan koreksi atau retest lebih dahulu, sebelum melaju tinggi lagi. 

“Jadi, perilaku investor saat ini normal, dan jika besarnya aksi ambil untung ini meningkat dalam beberapa minggu ke depan, mereka dapat bertindak sebagai katalis untuk kelanjutan bearish lainnya dalam jangka pendek,” terangnya.

Baca juga: Cara Mudah Main Rising Force NFT, Game Penghasil Bitcoin Terkini

Sentimen Negatif Market Kripto Pekan Ini

Market kripto tenggelam pada perdagangan Rabu pagi ini setelah pejabat The Fed mengisyaratkan bank sentral masih berniat menaikkan suku bunga sampai inflasi terkendali. Komentar tersebut terbukti cukup untuk mendorong harga Bitcoin dan aset kripto lainnya terjun.

Komentar pejabat The Fed ini muncul setelah data ekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS pada Juni 2022 turun ke level terendah sembilan bulan terakhir, tanda tekanan ekonomi meningkat. Pasar tenaga kerja AS telah menjadi titik terang dalam ekonomi, jika tidak kehilangan momentum dan kemungkinan menuju resesi.

Di samping itu, perjalanan Ketua Parlemen AS, Nancy Pelosi, ke Taiwan telah menciptakan titik tekanan baru bagi investor yang sudah berurusan dengan prospek resesi AS, kenaikan suku bunga di seluruh dunia, dan inflasi yang berisiko mengakar saat perang Rusia di Ukraina memperburuk krisis pangan.

“Kegugupan investor pada hari Rabu ini sudah cukup untuk menekan market. Pasar aset berisiko akan mengalami tekanan pasca perjalanan Pelosi ke Taiwan yang bisa menimbulkan ketegangan geopolitik yang melibatkan China. Jika pasar saham anjlok, bukan tidak mungkin akan berpengaruh ke kripto. Kemudian, Taiwan sebagai produsen chip semiconductor bila terjadi ketegangan akan mengganggu pasokan dan berpengaruh pada mining crypto,” ungkap Afid.

Sementara untuk analisis teknikal, level resistensi Bitcoin berada di  US$ 23.509 dan titik support terdekatnya pada harga US$ 22.850. Selama koreksi harga BTC tidak breakout di support US$ 21.000, maka ini masih termasuk hal normal.

Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Aave (AAVE)

Analisis teknikal Aave (AAVE).
Analisis teknikal Aave (AAVE).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini adalah AAVE. Aave kembali masuk ke deretan kripto bullish karena sentimen positif dari Aave DAO, bagian tata kelola dari protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Aave, yang mengumumkan telah menyetujui pembuatan stablecoin GHO.

“Aave berencana untuk menjadikan GHO berfungsi sebagai stablecoin overcollateral yang mirip dengan dai (DAI) MakerDAO. Pengguna Aave yang ingin mencetak GHO dapat melakukannya dengan menyediakan salah satu token kripto yang diterima sebagai jaminan di platform,” kata Afid.

Analisis teknikalnya, pergerakan nilai AAVE kemungkinan besar akan terkoreksi dahulu turun hingga batas harga US$ 100. Kemudian dapat bergerak naik menuju US$ 122 atau naik 29% dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat AAVE di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #42, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.306.370.976. Jumlah koin yang beredar 13.979.212 koin AAVE dan maksimal pasokan 16.000.000 koin AAVE.

2. XRP (XRP)

Analisis teknikal XRP (XRP).
Analisis teknikal XRP (XRP).

XRP menjadi salah satu aset kripto big cap yang memiliki potensi bullish pekan ini. Afid melihat XRP punya sentimen positif datang dari posisi Ripple yang terus meningkatkan jumlah token XRP yang beredar, karena permintaan untuk layanan On-Demand Liquidity melonjak.

“Ripple mengumumkan telah meningkatkan penjualan XRP sekitar 50%. Mereka menjual XRP senilai US$ 408 juta pada kuartal kedua, menambah US$ 273 juta yang dipotong dari kepemilikan pada kuartal sebelumnya. Posisi XRP sekarang tampaknya akan mengalami koreksi singkat sebelum melangkah lebih jauh,” jelas Afid.

Dari analisis teknikalnya, terjadi formasi bearish mengantisipasi retracement singkat ke harga US$ 0,38, di mana XRP dapat mengumpulkan likuiditas sebelum membuat dorongan bullish lain menuju US$ 0,43 atau naik 14%.

Mengingat lonjakan penjualan XRP Ripple, level dukungan US$ 0,37 sangat penting jika terjadi penurunan. Jika XRP gagal bertahan di atas zona permintaan kritis ini, ia bisa mengalami aksi jual dan anjlok ke US$ 0,34.

Peringkat XRP di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 17.688.895.446. Jumlah koin yang beredar 48.343.101.197 koin XRP dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin XRP.

Baca juga: Tiffany & Co. Sulap NFT CryptoPunks Jadi Liontin Seharga Rp 743 Juta

3. Chiliz (CHZ)

Analisis teknikal Chiliz (CHZ).
Analisis teknikal Chiliz (CHZ).

Chiliz (CHZ) adalah token ERC-20 yang berjalan pada blockchain Chiliz yang berbasis Ethereum. Token CHZ berfungsi sebagai aset kripto yang memungkinkan pengguna untuk membeli NFT di pasar token penggemar (fan token market) Socios Chiliz.

Pada pekan ini, Barcelona FC dan Socios.com baru saja menandatangani kesepakatan US$ 100 juta demi mempercepat strategi audiovisual, blockchain, NFT dan web3. Kemitraan strategis ini akan meningkatkan kemampuan FC Barcelona dalam menghadirkan produk digital yang berarti bagi para penggemar, hingga membangun aliran pendapatan baru.

“kesepakatan ini akan membuat token CHZ potensi bullish. Terpantau nilai CHZ sudah melonjak sebanyak 25% pada Senin (1/8) malam setelah pengumuman investasi tersebut. Sementara token BAR diperdagangkan naik 18% pada US$ 6,23,” terang Afid.

Afid menambahkan dari analisis teknikalnya nilai CHZ bisa melonjak hingga 24%. Namun, ia melihat akan ada sedikit koreksi sebentar, lalu akan rebound  dapat mengharapkan CHZ naik ke nilai US$ 0,1469 atau naik 18% pada beberapa hari ke depan.

Peringkat CHZ di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #61, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 799.041.920. Jumlah koin yang beredar 6.000.387.493 koin CHZ dan maksimal pasokan 8.888.888.888 koin CHZ.

4. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).
Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) kembali masuk ke dalam daftar aset kripto bullish pekan ini. Afid melihat nilai ETH telah meroket setelah peluncuran Shadow Fork pada minggu lalu. Langkah ini menjadi sentimen positif tentang proses The Merge atau atau perpindahan dari jaringan Proof-of-Work ke Proof-of-Stake yang terjadi pada September mendatang. 

“Pembaruan jaringan Ethereum yang sedang berlangsung telah mendorong beberapa analis untuk berspekulasi bahwa ETH mungkin di masa depan, mengambil alih posisi nomor satu Bitcoin. Kemungkinan ini sebagian telah terwujud setelah Ethreum membalik Bitcoin di options market untuk pertama kalinya dalam sejarah,” kata Afid.

Terpantau pada 1 Agustus lalu, data Glassnode menunjukkan open interest Deribit Ethereum senilai US$ 5,6 miliar melebihi tinggi daripada Bitcoin senilai US$ 4,3 miliar di semua exchange

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar ETH masih bisa bergerak menuju harga sekitar US$ 1.946 atau naik 18% dalam beberapa hari ke depan. Namun, diperkirakan akan terlebih dahulu pengujian di zona US$ 1.642-US$ 1.551 pada akhir minggu ini.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 196.535.024.101. Jumlah koin yang beredar 121.807.164 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. TRON (TRX)

Analisis teknikal TRON (TRX).
Analisis teknikal TRON (TRX).

TRON masuk dalam fase potensi bullish pada pekan ini. Afid melihat peningkatan harga TRX bisa terjadi akibat sentimen dari kabar bahwa TRON menjadi public chain terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar stablecoin.

Menurut data TRONSCAN, total nilai transfer TRON baru-baru ini melampaui angka US$ 5 triliun, menambahkan 105 juta akun baru, dan mencatat lebih dari 3,6 miliar transaksi di blockchain-nya. Selain itu, total nilai terkunci (TVL) telah melampaui US$ 11 miliar.

“Selain itu pertumbuhan TRON juga terjadi pasca kemitraan dengan WeFund, inkubator crowdfunding komunitas multichain untuk blockchain yang menyediakan lebih banyak kasus penggunaan untuk TRON-based payments,” ucap Afid.

Dari analisis teknikal, TRX sudah mengalami kenaikan sekitar 6,06% selama tujuh hari terakhir. Kemungkinan besar harganya akan tembus US$ 0,0706 atau naik sekitar 8% dari harga US$ 0,06476.

Peringkat TRX di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #16, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 6.250.405.353. Pasokan yang beredar 92.422.286.825 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Epic Games Diblokir Kominfo, Kamu Bisa Main Game Ini Dapat Hadiah Bitcoin

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Harmony (ONE)

Analisis teknikal Harmony (ONE).
Analisis teknikal Harmony (ONE).

Pekan ini Harmony (ONE) membuka daftar aset kripto potensi bearish. Afid menjelaskan dampak dari kabar Horizon Bridge yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan masih terasa di market.

Harmony menghadapi serangan balasan saat mencoba pulih dari peretasan Horizon Bridge senilai US$ 100 juta. Para pengguna dan hodler Harmony marah saat platform mengusulkan mencetak 4,97 miliar token ONE baru setelah peretasan Horizon Bridge. Token akan dicetak secara bertahap dan diedarkan selama periode tiga tahun.

“Kemarahan ini menimbulkan tekanan ke harga ONE. Beberapa pengguna mengatakan mereka siap untuk melepaskan semua token ONE mereka dan pindah ke platform blockchain yang lain. Beberapa hodler ONE merasa seperti sedang dihukum untuk sesuatu yang bukan kesalahan mereka,” tutur Afid.

Pada hari Rabu pagi, ONE diperdagangkan pada USD 0,02283, turun 10,92% dalam sehari dan 23,5% dalam seminggu. Kemungkinan besar penurunan akan terus berlanjut hingga tembus harga US$ 0,02042. 

Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #120, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 266.870.973. Pasokan yang beredar 12.411.509.950 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Axie Infinity (AXS)

Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).
Analisis teknikal Axie Infinity (AXS).

Axie Infinity (AXS) masuk dalam daftar kripto potensi bearish pekan ini. Menurut Afid, kabar yang menyebutkan CEO Axie Infinity, Trung Nguyen memindahkan US$ 3 juta token AXS sebelum aksi peretasan membuat sentimen buruk kepada investor.

“CEO Axie Infinity telah mengakui bahwa dia memindahkan token senilai jutaan dolar AS dari Ronin sebelum peretasan. Hal itu mencederai keyakinan investor yang membuat harga AXS potensi akan jatuh lebih dalam,” kata Afid.

Dari analisis teknikalnya, saat ini pergerakan AXS dalam reli bullish yang singkat, namun rentan. Fase bearish dapat mencoba menarik harga token kembali lebih rendah. Prediksi harga AXS bisa mencapai US$ 15,87 atau turun 10% dari US $ 17,00.

Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #40, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.401.381.949. Pasokan yang beredar 82.796.861 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.

3. Alpaca Finance (ALPACA)

Analisis teknikal Alpaca Finance (ALPACA).
Analisis teknikal Alpaca Finance (ALPACA).

Alpaca Finance adalah protokol peminjaman di Binance Smart Chain untuk farming hasil leverage. ALPACA adalah token asli dari platform Alpaca Finance dan memainkan peran penting dalam menjaga dan mempertahankan ekosistem, karena token tata kelola dan utilitas.

Alpaca Finance kemungkinan besar akan mengalami bearish, karena saat ini skor risiko ALPACA relatif moderat. Investor terutama yang peduli dengan penilaian risiko akan menemukan skor ini paling berguna untuk menghindari akumulasi. ALPACA juga terlihat pola overbought yang menunjukan sinyal bearish

“ALPACA telah diperdagangkan 26,76% lebih tinggi selama 24 jam terakhir ke harga saat ini US$ 0,32. Kemungkinan besar akan terjadi sedikit koreksi harga 14% ke level US$ 0,26,” ungkap Afid.

Peringkat ALPACA di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #418, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 45.145.131. Pasokan yang beredar 141.603.872 koin ALPACA dan maksimal pasokan 188.000.000 koin ALPACA.

Baca juga: RansVerse dan Kaabaverse Berkolaborasi Hadirkan Simulasi Umrah & Haji di Metaverse

4. League of Kingdoms Arena (LOKA)

Analisis teknikal League of Kingdoms Arena (LOKA).
Analisis teknikal League of Kingdoms Arena (LOKA).

League Of Kingdoms Coin dikenal sebagai LOKA adalah hasil dari project Binance Launchpad. LOKA digunakan sebagai token dalam League Of Kingdoms, game strategi MMO gratis berbasis Blockchain pertama di dunia.

“Skor risiko LOKA relatif rendah. Perdagangan League of Kingdoms Arena saat ini sedang tinggi 11,26% pada 24 jam terakhir, menghasilkan harga saat ini US$ 0,87. Namun, pergerakan harga masih berbanding terbalik dengan kenaikan volume perdagangan market cap, sehingga kemungkinan akan menarik harga ke level rendah,” tutur Afid.

LOKA kemungkinan besar masih akan mengalami penurunan sebesar -11% hingga harga tembus US$ 0,78. Game League Of Kingdoms ini sendiri mungkin tertinggal di lingkungan yang sangat kompetitif di industri game berbasis blockchain, sehingga memiliki sentimen yang negatif.

Peringkat LOKA di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #606, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 21.971.943. Pasokan yang beredar 25.100.000 koin LOKA dan maksimal pasokan 500.000.000 koin LOKA.

5. Shentu (CTK)

Analisis teknikal Shentu (CTK).
Analisis teknikal Shentu (CTK).

Shentu Chain (CTK) dianggap sebagai salah satu aset kripto dengan pertumbuhan tercepat di ekosistem blockchain. Fundamental teknologinya yang sangat kuat, banyak pakar kripto percaya bahwa Shentu Chain adalah investasi yang bagus.

Namun, Afid melihat token CTK berpotensi bearish pada pekan ini. Pada Sabtu (30/7) lalu, harga CTK sudah naik 18,41% menjadi US$ 1,06. Dan Shentu pun telah mendapatkan peringkat bullish. Kemungkinan besar CTK akan overbought sehingga akan menarik harga lebih rendah.

“Penurunan CTK bisa mencapai harga US$ 0,98 atau anjlok sekitar 15% dari level US$ 1,18. Dengan level support yang berada di sekitar US$ 0.85,” jelas Afid.

Peringkat CTK di CoinMarketCap pada Rabu (3/8) pukul 10.00 WIB adalah #267, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 95.191.448. Pasokan yang beredar 81.148.144 koin CTK dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah membuka sementara platform layanan keuangan digital, Paypal. Sebelumnya platform raksasa pembayaran global itu sempat diblokir karena belum melakukan pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Pembukaan blokir ini bertujuan agar masyarakat yang dananya masih tertahan di Paypal bisa melakukan migrasi ke platform lain selama lima hari kerja ke depan. Kemkominfo pun meminta masyarakat memanfaatkan pembukaan sementara ini dengan memindahkan dananya sebelum kembali diblokir jika tidak juga mendaftar.

Salah satu pertanyaan yang muncul dibenak masyarakat, apakah bisa melakukan transfer dana Paypal ke aset kripto di Indonesia?

Sayangnya hal itu belum bisa dilakukan. Sebagai informasi, PayPal memang telah mengumumkan pada 7 Juni 2022 pengguna kripto bisa dapat memindahkan atau melakukan transfer kripto termasuk Bitcoin dan Ethereum dari platformnya ke dompet digital eksternal.

Ilustrasi PayPal.
Ilustrasi PayPal. Sumber: Reuters.

Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

Baru Tersedia di Amerika Serikat

Dalam penjelasannya, Paypal mengatakan fitur transfer dana ke walllet kripto baru tersedia khusus untuk penggunanya yang berada di Amerika Serikat dan itu pun yang terpilih. Dalam waktu beberapa bulan ke depan akan diluncurkan ke semua pelanggan AS yang memenuhi syarat.

Menurut laporan Reuters, PayPal sudah lama memasuki industri aset kripto sejak dua tahun lalu, namun ini merupakan pertama kalinya perusahaan itu mengizinkan pengguna memindahkan dana kripto mereka ke wallet eksternal.

Langkah PayPal tersebut bisa menjadi momentum untuk mengembangkan layanan lainnya yang memanfaatkan kripto ataupun blockchain. Masuknya PayPal ke industri yang baru seumur jagung ini juga menguatkan potensinya di masa depan.

PayPal mulai mengizinkan pelanggan untuk membeli, menjual dan menyimpan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Bitcoin Cash (BCH), dan Litecoin (LTC) pada Oktober 2020 lalu. Tetapi, pengguna tidak diizinkan untuk memindahkan kepemilikan kripto dari platform tersebut sebelumnya.

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Telkom Kembangkan Metanesia, Dunia Metaverse Serba Bisa

Integrasi Paypal ke Industri Kripto dan Blockchain

SVP blockchain dan kripto PayPal, Jose Fernandez da Ponte, dalam sebuah wawancara mengatakan perusahaan mengambil sudut pandang jangka panjang dalam hal mengejar strategi untuk mengintegrasikan kripto dan blockchain pada platformnya.

“Seluruh alasan kami menggunakan kripto adalah karena kami yakin sebagian besar perdagangan akan beralih ke mata uang digital,” ujar Ponte.

Ponte menambahkan ini adalah alasan besar PayPal tidak mengenakan fee atau biaya untuk transaksi kripto yaitu, karena dalam rencananya aset kripto hanya akan ada dikisaran pada perdagangan, bukan operasi bisnis pertukaran untuk masa depan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Pergerakan market aset kripto pada akhir Juli lalu, cukup di luar dugaan. Pasalnya, pasca The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Kamis (28/7), justru membuat pasar saham dan kripto meroket. Lalu, apa penyebabnya?

Perlu diketahui setelah suku bunga The Fed naik, harga Bitcoin (BTC) sendiri langsung naik cepat hingga US$ 23.300 dalam waktu 8 jam saja dari posisi US$ 21.600. Kenaikan juga terjadi pada saat data ekonomi baru AS ternyata berkinerja buruk -0,9% pada kuartal II 2022.

Perusahaan manajemen investasi raksasa, BlackRock menilai anomali pergerakan ini disebabkan investor telah menyadari bahwa The Fed mengakui kenaikan suku bunga lebih besar daripada 75 basis poin, justru akan membawa ekonomi AS ke jurang resesi lebih cepat. Sebelumnya, The Fed sempat dikabarkan akan menaikkan suku bunga 100 basis poin.

“Menurut kami alasan ini memberikan sedikit kelegaan ke pasar modal bahwa The Fed mengakui bahwa ada dampak negatif pada pertumbuhan, ekonomi, berdasarkan kebijakan mereka. Mereka menyadari ada dua sisi dari ini, yakni meluruhnya pertumbuhan untuk melawan inflasi, sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya,” kata Head of BlackRock’s iShares Investment Strategy, Gargi Chaudhuri dikutip CNBC.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

Banyak Spekulasi

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat penyebab pergerakan yang anomali ini masih banyak spekulasi. Sebab melihat data historis, biasanya nilai market kripto akan langsung tertekan ketika terdapat perilisan data penting makroekonomi seperti inflasi. Sehingga investor akan menangkap tingginya inflasi memicu The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya lebih tinggi.

“Investor sudah pasti ingin kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS, The Fed, demi menekan inflasi tanpa harus menimbulkan efek samping berupa resesi ekonomi. Namun, tampaknya keputusan FOMC memberikan optimisme bahwa akhir pengetatan sudah di depan mata dan itu memicu reli yang bagus untuk aset berisiko yang membantu meningkatkan market,” kata Afid.

Menurut data historis, beberapa pertemuan The Fed terakhir, menunjukkan bagaimana harga Bitcoin turun setidaknya 10% atau lebih setelah tiga pertemuan Fed terakhir pada bulan Maret, Mei dan Juni lalu. Sementara data historis tidak secara jelas menunjukkan bagaimana pasar akan bereaksi di masa depan, terutama di pasar kripto yang bergejolak dan tidak dapat diprediksi.

Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.
Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.

Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

Bagaimana Pertemuan The Fed Dapat Pengaruhi Market Kripto

Kenaikan suku bunga yang agresif tidak positif untuk harga kripto, dan para ahli mengatakan ketidakstabilan kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek.

Aset berisiko seperti saham dan kripto telah sangat berkorelasi sejak awal 2022. Keduanya telah bergerak serentak dan telah berjuang untuk mendapatkan momentum apa pun tahun ini karena investor menarik diri sebagai tanggapan atas kenaikan suku bunga, lonjakan inflasi dan potensi resesi.

Jika pasar saham turun karena kenaikan suku bunga, pasar kripto kemungkinan juga akan mengalami penurunan dan sebaliknya.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Pasalnya, telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni lau.

Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS The Fed.

Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.



Sumber : news.tokocrypto.com

Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

International Monetary Fund (IMF) telah mengeluarkan pernyataan baru soal krisis dalam market kripto (crypto crash) tidak berdampak pada stabilitas keuangan global. Kabar ini datang di tengah kekhawatiran otoritas keuangan global mengenai masa depan kripto.

Dalam laporan terbarunya IMF, mengakui aset kripto telah mengalami aksi jual yang dramatis menyebabkan kerugian besar dalam investasi dan kegagalan yang dialami stablecoin algoritmik serta dana lindung kripto, tetapi dampak terhadap sistem keuangan global tidak terlalu besar.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut positif pernyataan IMF tersebut. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa justru guncangan sistem keuangan global yang bisa memberikan efek cukup besar bagi pasar kripto. Guncangan tersebut adalah situasi makroekonomi yang goyah, akibat resesi dan geopolitik yang memanas. Menurutnya saat ini dengan regulasi yang tepat, aset kripto tidak akan menimbulkan risiko terhadap stabilitas sistem keuangan.

“Risiko stabilitas keuangan saat ini relatif terbatas. Saat ini tidak mungkin dengan sendirinya cukup besar untuk menjadi risiko stabilitas keuangan. Area ini terus berkembang dengan cepat. Stakeholder harus berpikir sangat hati-hati untuk tidak bereaksi berlebihan, terutama ketika berhadapan dengan sesuatu yang tidak dikenal. Kita tidak boleh mengklasifikasikan pendekatan baru sebagai ‘berbahaya’ hanya karena mereka berbeda,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

Melihat konteks di Indonesia, regulasi mengenai aset kripto sudah sangat jelas dan memitigasi segala risiko yang akan ditimbulkan, termasuk mengganggu stabilitas sistem keuangan. Dengan tegas otoritas menyatakan kripto sebagai aset komoditi, bukan sebagai mata uang untuk alat pembayaran.

Aset kripto tidak diatur Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, atau Otoritas Jasa Keuangan, melainkan Kementerian Perdagangan. Melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ada Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Perdagangan Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

Pengaturan diharapkan dapat memberikan manfaat, seperti meningkatkan investasi dalam negeri atau mencegah arus keluar modal, memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian usaha, mencegah pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta membuka lowongan di bidang teknologi informasi.

“Peraturan perlu berkembang cukup cepat, baik di dalam negeri maupun di tingkat global, untuk mengatasi risiko yang dapat ditimbulkan di masa depan. Seberapa besar risiko tersebut dapat tumbuh akan sangat bergantung pada sifat dan kecepatan respons dari otoritas, tanpa menghambat inovasi,” jelas Manda.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

Teknologi Blockchain-kripto Tawarkan Prospek Peningkatan Layanan Keuangan

Manda melihat teknologi blockchain yang mendasari hadirnya aset kripto dapat menawarkan prospek peningkatan radikal dalam layanan keuangan dan kecepatan bisnis untuk terus tumbuh.  

“Di tengah lonjakan adopsi digital, blockchain adalah salah satu teknologi yang semakin terkenal dan diharapkan menjadi fokus untuk penerapannya untuk layanan keuangan dan bisnis. Alasan utama yang mendorong pertumbuhan solusi ini adalah karena transparansi yang tinggi dan peningkatan efisiensi,” ungkapnya.

Banyak bank sentral dunia yang mempertimbangkan penggunaan blockchain sebagai landasam teknologi untuk central bank digital currency (CBDC). Faktor utama untuk adopsi blockchain adalah bahwa teknologi tersebut hadir dengan janji keamanan dan privasi. 

“Nilai blockchain muncul dari kemampuannya untuk berbagi data dengan cepat dan aman. Ini membuat catatan data dengan enkripsi ujung ke ujung. Ini juga mengamankan transaksi yang dilakukan ke jaring. Oleh karena itu, dengan cara ini, blockchain memungkinkan privasi data. Ini adalah teknologi canggih yang dapat membawa perubahan positif dalam efisiensi dan inklusi keuangan. Tidak ada pendekatan satu ukuran untuk semua regulasi,” pungkas Manda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Dukung Perlindungan dan Jamin Keamanan Investor Kripto

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan baru-baru ini menyatakan perketat pengawasan perdagangan aset kripto dan terus mendorong edukasi dan meningkatkan literasi masyarakat. Hal pun didukung secara optimal oleh Tokocrypto sebagai market leader di industri investasi aset kripto.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto akan selalu comply dengan regulasi di Indonesia untuk memperkuat pertumbuhan investasi aset kripto. Industri aset kripto diperkirakan akan terus mengalami berkembangan.

Pertumbuhan ini didukung oleh jumlah penduduk Gen Z serta Milenial dengan usia kerja yang tinggi, penetrasi internet yang berkembang pesat, banyaknya kelompok masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan, lingkungan regulasi yang kondusif,dan peningkatan investasi di sektor blockchain.

“Aset kripto hadir sebagai salah satu komoditi yang menjadi instrumen investasi yang bisa diakses secara inklusif oleh semua orang. Tokocrypto menyembut baik upaya pemerintah dalam mendorong inovasi melalui regulasi light-touch. Menyeimbangkan antara inovasi dan tata kelola bukanlah suatu hal yang mudah,” kata Kai.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

Selain itu, Kai juga mengapresiasi pemerintah dalam melindungi konsumen dan membangun tata kelola yang baik. Kolaborasi tersebut dinilai akan memperkuat para pelaku industri aset kripto dengan pemerintah. Sehingga dapat menumbuhkan ekosistem aset kripto di Indonesia, yang bisa berdampak juga untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.

Tokocrypto Jamin Produk Investasi yang Aman

Tokocrypto selalu memberikan informasi yang jelas mengenai produk yang ditawarkan dan terus menggencarkan edukasi tata cara bertransaksi aset kripto yang benar dan aman. Dengan pergerakan pasar yang volatil dan dampaknya pada bisnis kripto saat ini, Tokocrypto memahami adanya keraguan terkait keamanan aset yang dimiliki oleh para nasabah.

“Sebagai calon pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti, kami memastikan bahwa Tokocrypto menjalankan aktivitas bisnis dan operasional sesuai dengan regulasi yang berlaku. Seluruh aktivitas setoran, jual-beli, dan penarikan aset kripto dapat dilakukan oleh para nasabah dengan normal,” ungkap Kai.

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bank Sentral Hong Kong: Kripto Penting Buat Sistem Keuangan Masa Depan

Dalam menjalankan operasional bisnis, Tokocrypto menjamin tidak ada aktivitas yang berisiko pada dana milik nasabah. Semua aset kripto miliki nasabah dikelola penuh oleh Tokocrypto dan selalu dilakukan audit secara menyeluruh melibatkan Kantor akuntan publik (KAP). Kemudian, kami selalu memberikan laporan terbuka rutin ke Bappebti.

Pengembangan bisnis Tokocrypto tidak hanya berhenti hanya sebagai exchange atau perdagangan aset kripto saja. Dalam perjalanannya, Tokocrypto memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di Indonesia, dengan menghadirkan TokoVerse untuk membangun ekosistem blockchain yang berkelanjutan di Indonesia. 

Pengembangan platform di ekosistem TokoVerse memanfaatkan kombinasi sinergis mulai dari seperti Non-fungible token (NFT). Ekosistem ini didirikan dengan dorongan adopsi dari perkembangan industri aset kripto di Indonesia.



Sumber : news.tokocrypto.com