Tag Archives: kripto

Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

Setelah reli kencang yang buat hati investor senang, pergerakan market aset kripto pada awal pekan ini, Senin (1/8) sedikit tertahan. Apakah ini jadi tanda terjadi bull trap?

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masuk tipis ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 1,36% ke US$ 23.430 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) anjlok 0,42% ke US$ 1.635 di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto hari pertama di bulan Agustus 2022 ini memang sedang terjadi koreksi. Menurutnya, saat ini investor sedang mencoba mencari tahu apakah titik terbawah Bitcoin sudah tercapai, walaupun secara teknis level relative strength index (RSI) hampir menunjukan posisi overbought di mana terjadi suatu pergerakan downtrend.

“Sebenarnya harga Bitcoin dan kripto secara keseluruhan masih dalam kondisi bearsih. Kenaikan ini terlihat meragukan karena penguatan tersebut tak diiringi kenaikan volume perdagangan yang besar, karena likuiditas yang tipis. Oleh karena itu, terjadi koreksi harga,” kata Afid.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

Sebelumnya pada pekan lalu, market kripto terjadi reli pada saat The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dan pasca Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa Ekonomi AS menurun untuk kuartal kedua berturut-turut, yang berarti negara tersebut secara teknikal berada dalam masa resesi.

Investor memang masih gencar melakukan aksi akumulasi dan bahkan sukses mengantar nilai market cap kripto kembali tembus US$ 1 triliun. Hal baiknya, saat ini dan beberapa pekan ke depan, sentimen makroekonomi yang tengah mereda bisa jadi faktor investor untuk meningkatkan aktivitasnya di pasar kripto.

Sentimen Makroekonomi Mereda di Agustus?

Pandangan soal meredanya sentimen makroekonomi pada bulan Agustus banyak diyakini oleh para analis. Menurut Afid, Agustus bisa menjadi bulan yang ‘baik’ bagi kripto dan saham. Reli naik kemungkinan akan terus berlanjut ke depan, namun dengan koreksi harga sementara di beberapa titik.

“Agustus ditetapkan menjadi bulan yang tenang bagi sentimen makroekonomi, dengan The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bungannya pada bulan ini sampai September mendatang. Namun, risiko kenaikan inflasi tetap ada, dengan adanya pengumuman Indeks Harga Konsumen (CPI) AS berikutnya jatuh tempo 10 Agustus nanti,” jelasnya.

ethereum
Ilustrasi Bitcoin dan Ethereum.

Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Menilik dari sisi analisis teknikal, BTC sudah berhasil breakout dari level krusialnya di US$ 22.582. Harga BTC berpotensi menguat sampai ke level US$ 24.70 hingga US$ 25.960. Sementara, support terdekat BTC berada di level US$ 22.530.

“Saat ini bisa dibilang jadi kesempatan baik untuk mengambil keuntungan atau trading dengan cepat. Soanya, jika BTC berada di bawah level US$ 21.320, maka kemungkinan akan terjerumus untuk masuk kembali ke fase bearish,” ujar Afid.

Fear & Greed Indeks yang mengukur sentimen terhadap harga Bitcoin juga pagi ini naik mencapai 33/100 bandingkan hari Minggu (31/7) lalu di 39/100, walaupun masih di level Fear.

Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 1 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB.
Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 1 Agustus 2022 pukul 09.00 WIB.

Sementara, target kenaikan harga Ethereum (ETH) masih berada pada level US$ 1.740-US$ 1.916 dan level support berada pada harga US$ 1.597 apabila terjadi penurunan. Namun, koreksi bisa saja terjadi mengingat RSI saat ini berada di area overbought.

“Perlu diperhatikan saat ini kondisi ekonomi tidak menampakkan sinyal perbaikan dan masih ada ancaman resesi panjang di depan, sehingga tak ada bukti konkret bahwa kripto akan terus tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka pendek,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Kian Meroket, Apakah Terus Bull Run?

Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir melaju tinggi drastis. Banyak analis yang tidak memprediksi kenaikan harga kripto di tengah situasi The Fed yang menaikkan suku bunga acuan dan ekonomi AS yang masuk masa resesi.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap berhasil merangsek ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya saja, Bitcoin naik nilai 3,16% dalam sehari terakhir dan mendarat di US$ 23.819, seperti terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (29/7) pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) terbang 4,5% dan nyaman di US$ 1.722 di waktu yang sama. Altcoin lain tak kalah ganas, nilai Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) melesat lebih dari 7% di waktu yang sama.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan tidak hanya market kripto saja yang menampilkan performa apik. Saham pun mengalami kenaikan tertinggi beberapa hari terakhir. Ini dikarenakan market melihat pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell yang kemungkinan akan mengerem kenaikan suku bunga acuan selepas September mendatang.

“Investor percaya bahwa The Fed akan memegang janjinya setelah melihat pertumbuhan ekonomi tahunan AS yang masih buruk -0,9% pada kuartal II 2022. Mereka yakin, The Fed tidak akan lagi mengerek bunganya dengan agresif demi mencegah ekonomi AS dari jurang resesi yang semakin dalam,” kata Afid.

Afid melihat meski ekonomi AS tampaknya menuju resesi, tetapi sulit untuk memprediksi bagaimana kinerja market kripto dalam beberapa minggu ke depan. Menurutnya, kali ini terjadi anomali pergerakan market kripto. Biasanya market akan tertekan, ketika ada pengumuman penting seperti kenaikan suku bunga acuan The Fed dan kinerja buruk ekonomi AS.

“Selera investor tampak meningkat setelah kabar buruk soal makroekonomi yang telah banyak diprediksi sebelumnya oleh para analis. Namun, kripto perlu menanti lebih lama lagi untuk mengalami bull run. Dengan kata lain, tunggulah kebijakan suku bunga rendah berikutnya, jikalau memang resesi terjadi atau ketika kelak inflasi di AS sesuai sasaran The Fed, yakni 2 persen,” ungkapnya.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari sisi analisis teknikal, investor sepertinya sedang rajin membawa harga Bitcoin menembus level US$ 24.000. Pasalnya, jika harga BTC menembus level tersebut, maka ada kemungkinan akan terus melaju setidaknya hingga titik US$ 25.254.

Terlebih, sinyal-sinyal bullish juga terlihat di pasar derivatif Bitcoin. Data terakhir di pasar opsi BTC menunjukkan open interest investor di level US$ 25.000. Ini merupakan indikasi bahwa investor berharap harga BTC bisa menyentuh tingkatan tersebut atau bahkan lebih tinggi dalam waktu dekat.

Sementara itu, angin segar sedang berhembus pada jaringan Ethereum. Pasca pengumuman peuncuran Shadow Fork pada Selasa (26/7) nilai ETH terlihat kinclong dan juga mendongkrak nilai Ethereum Classic (ETH) sebesar 21,82% dalam sehari terakhir.

analisa teknikal
Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin

Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

Pergerakan harga ETH kembali naik ke titik resistensi dan mencoba untuk breakout. Target kenaikannya pada level US$ 1.739-US$ 1.916 dan berdasarkan grafik day-50 EMA pada harga US$ 1.461 masih menjadi support yang solid untuk ETH.

Rencananya pembaruan di jaringan Goerli akan berlangsung pada 10 Agustus dan digadang akan menjadi uji coba terakhir Ethereum sebelum benar-benar meluncurkan The Merge di jaringan utamanya pada September mendatang. Hal ini akan menjadi pekan yang baik untuk Ethereum.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan memperketat pengawasan perdagangan aset kripto atau exchange, serta terus mengedukasi dan meningkatkan literasi masyarakat. Hal ini dilakukan guna memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang akan bertransaksi mendapatkan informasi yang jelas dan legal terkait aset kripto yang diperdagangkan dan calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) yang terdaftar di Bappebti.

“Bappebti terus mengggencarkan edukasi tata cara bertransaksi aset kripto yang benar dan aman, mekanisme transaksi, peraturan-peraturan terkait, hingga risiko berinvestasi dan tata cara penyelesaian masalah. Terlebih saat ini, banyak beredar situs web maupun aplikasi yang menawarkan investasi kepada masyarakat, namun tidak dapat dipertanggungjawabkan”, terang Plt. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko pada hari ini, Rabu (27/7).

Didid mengungkapkan, Bappebti terus melakukan pengawasan kepada CPFAK secara off site dan on site. Pengawasan off site dilakukan terhadap laporan rutin dan berkala yang disampaikan CPFAK melalui surat elektronik (email) atau sistem pelaporan elektronik yang terhubung ke Bappebti. Sementara itu, pengawasan on-site dilakukan secara langsung, baik rutin maupun sewaktu-waktu, berdasarkan perhitungan pemetaan risiko.

Ilustrasi Bappebti.
Ilustrasi Bappebti.

Baca juga: Bank Sentral Hong Kong: Kripto Penting Buat Sistem Keuangan Masa Depan

Jenis Aset Kripto yang Tidak Sesuai Dilarang

Didid menambahkan, setiap CPFAK dan produk aset kripto yang diperdagangkan harus didaftarkan ke Bappebti. Setiap jenis aset kripto yang tidak sesuai dengan peraturan Bappebti, tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

“Aset kripto baru yang akan diperdagangkan harus didaftarkan ke Bappebti. Pendaftaran dapat dilakukan melalui CPFAK yang sudah terdaftar. Selanjutnya, penilaian akan dilakukan berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan. Penetapan aset kripto sendiri dilakukan melalui metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) yang memiliki beberapa kriteria penilaian,” tegas Didid.

Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam regulasi itu disebutkan syarat aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Aset kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Laporan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Dok. Bappebti
Laporan pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Dok. Bappebti

Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

Menurut Didid, Bappebti telah memberikan tanda daftar kepada 25 CPFAK dan menetapkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Dengan demikian, CPFAK hanya dapat memperdagangkan jenis aset kripto yang sudah ditetapkan oleh Kepala Bappebti.

Jumlah Investor dan Transaksi Kripto Terus Tumbuh

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK Tirta Karma Senjaya menambahkan, perdagangan fisik aset kripto merupakan salah satu komoditi yang sangat diminati masyarakat akhir-akhir ini. Bappebti mencatat, data transaksi aset kripto meningkat pesat.

Hal itu terlihat dari nilai transaksi pada 2021 sebesar Rp 859,4 triliun atau naik 1.224 persen dibandingkan pada 2020 yang tercatat sebesar Rp 64,9 triliun. Selain itu, peningkatan terlihat dari transaksi Januari—Juni 2022 yang telah mencapai Rp 212 triliun. Hingga Juni 2022, pelanggan aset kripto di Indonesia tercatat memiliki 15,1 juta pelanggan.

“Dengan tingginya minat masyarakat yang berinvestasi di bidang perdagangan fisik aset kripto, masyarakat diminta agar terlebih dahulu paham dengan benar produk dan mekanisme perdagangannya,” ujar Tirta.

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

Pertama, Tirta menyarankan, masyarakat harus menjadi pelanggan pada perusahaan yang memiliki tanda daftar dari Bappebti. Kedua, memastikan dana yang digunakan adalah dana lebih yang dihasilkan secara legal dan bukan dana yang digunakan kebutuhan sehari-hari.

Selanjutnya, ketiga, menginvestasikan dana untuk jenis produk yang telah ditetapkan Bappebti. Keempat, mempelajari risiko yang mungkin timbul dan perkembangan harga komoditi yang terjadi karena harga yang fluktuatif. Keempat, pantang percaya janji-janji keuntungan tinggi atau tetap.

“Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, ketahui terlebih dahulu profil dan legalitas CPFAK dengan mengakses situs resmi Bappebti di tautan www.bappebti.go.id,” pungkas Tirta.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan berhasil mengantongi realisasi penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp 48,19 miliar. Angka itu didapat pada realisasi penerimaan pajak kripto pada bulan Juni lalu atau satu bulan sejak mulai diberlakukan pada Mei 2022.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkap penerimaan pajak tersebut berasal dari PPh 22 atas transaksi aset kripto melalui PPMSE dalam negeri dan penyetoran sendiri Rp 23,08 miliar. Kemudian, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri atas pemungutan oleh non bendaharawan Rp 25,11 miliar.

“Kita mendapatkan Rp23,01 miliar untuk PPh Pasal 22 dan PPN dalam negerinya Rp25,11 miliar,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN pada Rabu (27/7).

Untuk diketahui, pajak atas transaksi aset kripto sendiri mulai dipungut sejak 1 Mei 2022 seiring dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 68/2022. Pajak mulai dibayarkan serta dilaporkan oleh para exchanger pada Juni 2022.

Siap! Transaksi Crypto di Indonesia Akan Dikenakan Pajak 0,1%
Ilustrasi pajak aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

Adapun, PPh yang dipungut atas transaksi aset kripto adalah PPh Pasal 22 yang bersifat final. Bila perdagangan aset kripto dilakukan melalui exchanger yang terdaftar Bappebti, PPh Pasal 22 final yang dikenakan adalah sebesar 0,1%. Serta, apabila penyerahan dilakukan melalui exchanger tidak terdaftar di Bappebti, tarif PPN naik 2 kali lipat menjadi sebesar 0,22 persen.

Tokocrypto Telah Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Miliaran Rupiah

Tokocrypto pun telah menjalankan kewajiban sebagai badan/lembaga yang memungut pajak transaksi aset kripto. Selama penerapan PMK 68 yang sudah berjalan dua bulan selama periode Mei-Juni, Tokocrypto sudah menyetorkan pajak transaksi kripto para penggunanya sebesar Rp 37 miliar (US$ 2,5 juta) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Jika berdasarkan data Kemenkeu, pada Mei 2022 realisasi penerimaan pajak dari transaksi aset kripto mencapai Rp 48,19 miliar, maka Tokocrypto berkontribusi hampir separuhnya atau 50%. Pada bulan Mei 2022, Tokocrypto menyetor pajak sebesar Rp 21 miliar. Sementara, pada Juni 2022 mencapai Rp 16 miliar.

Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg
Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg

Baca juga: Tanya Jawab Lengkap Aturan Pajak Aset Kripto yang Wajib Dipahami

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto terus berkomitmen untuk menjalankan aturan pajak transaksi aset kripto sesuai dengan PMK 68. Adanya aturan pajak kripto bisa memberikan efek positif terhadap kepastian bagi investor dan pelaku industri kripto di Indonesia.

“Kami sangat senang dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan pajak kepada negara. Potensi penerimaan yang besar dari aset kripto bisa dioptimalkan untuk pembangunan merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Kai.

Kai menjelaskan dengan pemberlakuan aturan pajak kripto atau PMK 68, ini menambah legitimasi industri aset kripto yang sedang berkembang. Di samping itu, setiap pemegang aset kripto di Indonesia akan mendapatkan kepastian perpajakan yang sangat jelas dengan tarif yang bersahabat.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Sentral Hong Kong: Kripto Penting Buat Sistem Keuangan

Aset kripto telah menjadi topik pembahasan penting oleh berbagai bank sentral di seluruh dunia, termasuk Hong Kong. CEO Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Eddie Yue, pun telah menyatakan bahwa terlepas dari kekurangan di sektor kripto, industri ini kemungkinan akan memainkan peran sentral dalam sistem keuangan masa depan.

Berbicara selama pertemuan pejabat keuangan G20 di Bali awal Juli lalu, Yue mencatat bahwa teknologi yang menggerakkan sebagian besar proyek kripto dapat disesuaikan agar tepat dengan sistem keuangan umum.

Namun, Yue menyerukan regulasi sektor tersebut untuk menghindari risiko terkait seperti ‘kecelakaan’ ekosistem Terra (LUNA) yang mengakibatkan kerugian yang signifikan.

“Terlepas dari insiden Terra-Luna, saya pikir kripto dan DeFi tidak akan hilang – meskipun mereka mungkin tertahan – karena teknologi dan inovasi bisnis di balik perkembangan ini mungkin penting untuk sistem keuangan masa depan kita,” kata Yue dikutip Finbold.

Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

Hong Kong Rangkul Manfaat Kripto

Sentimen Yue sejalan dengan pendekatan ramah HKMA yang sudah berlangsung lama terhadap kripto. Pada Januari 2022, lembaga tersebut merilis pernyataan yang menunjukkan bahwa entitas terbuka untuk menerima manfaat inovasi keuangan sambil mengakui risiko yang terlibat.

Institusi baru-baru ini lebih fokus pada peraturan stablecoin, terutama setelah kehancuran ekosistem Terra. Dalam makalah diskusi bank baru-baru ini tentang central bank digital currency (CBDC), e-HKD, HKMA memperingatkan bahwa stablecoin dapat merusak dolar negara itu.

HKMA mencatat bahwa jika satu stablecoin muncul lebih populer, mata uang lokal akan melemah secara signifikan.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

Hong Kong Dinobatkan Negara Paling Ramah Kripto

Dalam laporan Forex Suggest, Hong Kong memimpin daftar sebagai negara yang siap dan ramah kripto. Untuk menilai negara-negara yang paling siap untuk kripto, data tersebut memeriksa jumlah ATM kripto, undang-undang dan perpajakan kripto, jumlah startup blockchain, dan negara-negara dengan tingkat minat tertinggi terhadap kripto.

Hong Kon didelegasikan yang paling siap dengan kripto karena menempati posisi pertama dalam tiga utama untuk tiga kelas sesuai penelitian, termasuk jumlah startup blockchain per 100,00 individu dan jumlah ATM kripto yang sesuai dengan populasi.

Berkat wilayah daratannya yang kecil, negara kota ini memiliki wilayah terkecil per ATM kripto. Hong Kong juga tidak mengenakan pajak capital gain pada kripto, membuatnya menarik bagi investor.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pelajari Strategi Margin Trading untuk Pemula

Kemajuan teknologi menjadikan bentuk mata uang tidak hanya sebatas uang fiat. Namun, perkembangan zaman mampu menghadirkan cryptocurrency yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi dan dapat dijadikan sebagai instrumen investasi. Lantas, pernahkah Anda ingin melakukan trading cryptocurrency tetapi mempunyai budget yang terbatas? Mungkin langkah yang satu ini bisa Anda coba, yaitu margin trading.

Apa Margin Trading Itu?

Secara sederhana, margin trading merupakan kegiatan perdagangan cryptocurrency dimana trader menggunakan dana pinjaman atau modal untuk meningkatkan daya beli. Umumnya, trader mendapatkan dana pinjaman dari pihak ketiga, seperti broker atau sering dikenal sebagai perusahaan sekuritas.

Pada intinya, trader dapat membeli cryptocurrency lebih banyak dari budget awal yang dimiliki dengan menggunakan dana pinjaman tadi. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan keuntungan jika pergerakan pasar sesuai dengan yang ditargetkan. 

Mengenal Fasilitas Margin Trading: Margin dan Leverage

Untuk memahami margin trading lebih dalam, Anda harus mengetahui beberapa fasilitas atau fitur berikut:

Margin merupakan dana pinjaman yang Anda gunakan untuk meningkatkan investasi dan Anda harus membayarnya kembali dengan bunga. Selanjutnya, trader menggunakan margin untuk menciptakan leverage.

Leverage adalah peningkatan daya beli yang Anda miliki ketika memperdagangkan cryptocurrency menggunakan margin. Artinya, Anda dapat mendapatkan posisi yang lebih besar dibandingkan hanya menggunakan dana sendiri (tanpa dana pinjaman).

Apakah nilai leverage akan sama di setiap platform? Tentu tidak. Leverage maksimum yang Anda akses tentu berbeda-beda pada setiap platform. Biasanya, leverage tertulis menggunakan rasio, seperti 5:1, 20:1

Baca Juga: Pahami Apa Itu Day Trading Disini!

Strategi Margin Trading

Sebelum melakukan margin trading, berikut strategi yang harus Anda persiapkan sebagai pemula:

1. Mulailah dengan Angka Kecil dan Perlahan

Sebagai pemula, sebaiknya Anda memulai margin trading dari nilai yang kecil. Hal ini penting karena Anda harus mempelajari situasi terlebih dahulu sebelum beralih ke nilai yang lebih besar. Kemudian, pernyataan “Perlahan tapi Pasti” juga sangat cocok karena dapat mengurangi risiko kerugian.

2. Ketahui Besaran Biaya dan Likuiditas

Anda harus mengetahui secara rinci biaya yang Anda keluarkan untuk melakukan margin trading. Hal tersebut dikarenakan, untuk membuka posisi leverage, Anda akan membayar bunga atas modal yang Anda pinjam. Pastikan biaya yang Anda keluarkan tidak mengganggu persentase profit. 

Selain itu melansir dari Binance Academy, likuiditas pada cryptocurrency adalah kemampuan untuk menjual atau membeli aset di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang drastis pada harga aset. Maka dari itu, jika Anda ingin menjual aset, pastikan terdapat aktivitas perdagangan dalam pasar dan pastikan juga angka penawaran serta angka permintaan jangan sampai berbeda jauh.

3. Manajemen Risiko: Stop Loss dan Take Profit

Penggunaan Stop Loss dan Take Profit pada margin trading memiliki tujuan untuk meminimalkan risiko dan kerugian jika pergerakan pasar tidak dapat diprediksi. 

Stop Loss digunakan untuk menetapkan batas rugi dalam pasar dan secara otomatis akan menutup posisi Anda jika mencapai batasan yang ditetapkan. Hal ini berlaku juga pada Take Profit, jika posisi sudah mencapai batas harga tertinggi, maka posisi akan otomatis tertutup dan Anda bisa mendapat keuntungan.

4. Perhatikan Faktor Fundamental dan Teknikal

Jangan lupa untuk perhatikan kedua faktor ini agar Anda paham keadaan pasar. Faktor fundamental mengarah kepada cakupan yang cukup luas, karena memegang peranan penting untuk pergerakan harga. Adapun faktor fundamental seperti analisis ekonomi, kinerja perusahaan,  keuangan, dan sebagainya. Sedangkan faktor teknikal, Anda dapat memperhatikan pergerakan harga historis pada grafik agar bisa memprediksi tren harga yang sedang berlangsung.

Ketahui Keuntungan dan Risikonya

Keuntungan utama dari margin trading cryptocurrency adalah Anda mendapatkan profit yang lebih besar. Terlebih jika pergerakan pasar dan prediksi harga sesuai dengan target yang Anda tetapkan, maka profit juga akan meningkat.

Namun, jika berbicara mengenai risiko margin trading, risiko terbesar yang mungkin Anda dapatkan adalah kerugian dana yang telah disiapkan. Maka dari itu, penting untuk mengedukasi diri serta mengetahui strategi yang baik agar terhindar dari kerugian, salah satunya adalah margin call. 

Margin call terjadi ketika nilai aset dalam margin trading mengalami penurunan pada titik tertentu yang menyebabkan loss (rugi) dan broker meminta Anda untuk menambahkan margin agar meminimalkan risiko. Maka dari itu, penting untuk memantau level margin Anda secara aktif.

Kemudian, satu hal yang harus Anda perhatikan, bahwa margin trading tidaklah gratis. Anda harus membayar bunga dan membayarkan kembali dana pinjaman yang digunakan. Jadi, jangan lupa ya untuk terus mengedukasi diri sebelum memutuskan untuk margin trading!

Jika ingin memulai trading cryptocurrency secara aman, Anda bisa menggunakan platform exchange TokoCrypto karena sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi pada November 2019. Segera kunjungi TokoCrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Jual Bitcoin Yang Tepat

Harga bitcoin yang meroket di beberapa tahun kebelakang menyebabkan cryptocurrency menjadi terobosan di dunia digital, dan membuat banyak orang melirik akan manfaat dan keuntungan dari Cryptocurrency. Saat ini banyak user yang sudah bermain bitcoin di seluruh dunia, banyaknya user tersebut sebanding dengan banyaknya transaksi di mata uang kripto tersebut.

Sebanyak-banyaknya transaksi yang dilakukan pada mata uang kripto atau bitcoin akan tercatat semua pada sistem jaringan, karena setidaknya ada tiga pencatat dalam transaksi tersebut. Penjual-pembeli dan sistem yang terdesentralisasi sehingga semua user akan bisa melihat setiap transaksi di mata uang kripto tersebut dan mencatatnya. Maka dari itu cara jual-beli bitcoin akan terekam sampai kapanpun.

Cara untuk Jual Bitcoin

Tujuan akhir dari berinvestasi pada mata uang kripto adalah menjualnya. Lalu, pada prinsipnya ada dua macam cara yang bisa dilakukan untuk bertransaksi bitcoin ke rupiah atau sebaliknya (jual-beli) pada mata uang kripto, yaitu:

1. Menggunakan Exchange (Marketplace)

Cara paling mudah untuk menjual bitcoin anda adalah dengan menggunakan exchange atau marketplace mata uang kripto. Namun sebelumnya, anda harus mencari terlebih dahulu exchange yang sudah terpercaya.

Setelah menemukan exchange, langkah selanjutnya adalah registrasi dan buat akun anda. Dalam proses registrasi, biasanya anda akan melakukan KYC (Know Your Customer) untuk melengkapi data diri anda. Tahap ini berfungsi untuk mencegah tindakan penipuan untuk transaksi pada exchange.

Langkah selanjutnya adalah, pastikan saldo pada wallet bitcoin exchange anda. Jika saldo bitcoin anda masih pada wallet digital pribadi, maka anda harus mengirim bitcoin anda ke alamat wallet exchange yang anda akan gunakan.

Tahap selanjutnya untuk menjual bitcoin anda adalah memilih cara menjualnya, ada dua cara menjual bitcoin di exchange.

Proses penjualan pada cara ini, anda akan menjual bitcoin anda dengan mengikuti harga dari market cap sebuah exchange yang anda pilih tersebut.

Pada cara yang kedua kamu bisa memasukan harga dari total bitcoin yang kamu akan jual. Namun, anda harus menunggu hingga harga bitcoin mencapai harga yang kamu tentukan pada exchange tersebut.

Setelah melalui proses tersebut, anda hanya tinggal menunggu order penjualan terpenuhi. Lalu setelah saldo rupiah ada pada akun anda. Langkah terakhir adalah mencairkan ke bank. Anda cukup memasukan nomor rekening tujuan dan dalam 24 jam uang anda akan terkirim pada rekening bank anda.

2. Menggunakan Wallet Digital Pribadi

Cara yang kedua untuk menjual bitcoin adalah dengan menggunakan wallet digital. Wallet digital atau dompet digital ini, selain berfungsi untuk menyimpan cryptocurrency anda juga bisa menggunakannya untuk mengirim dan menerima kiriman mata uang kripto. Hal tersebut mirip seperti anda memiliki suatu rekening di bank konvensional.

Karena mirip seperti mempunyai rekening di bank konvensional, pada wallet digital ini anda tidak bisa menjual atau memperdagangkan bitcoin anda secara terbuka. Anda harus memiliki kesepakatan terlebih dahulu, berapa nilai dari bitcoin yang akan dikirim. Setelah kesepakatan diperoleh barulah anda bisa mengirimkan bitcoin tersebut. Jangan lupa untuk meminta alamat wallet digital pembeli untuk anda masukan pada wallet digital anda.

Hal tersebut menjadi salah satu kekurangan jika bertransaksi secara langsung, kami merekomendasikan anda menggunakan exchange dalam bertransaksi. Salah satu exchange yang terpercaya dan sudah memiliki izin dari pemerintah adalah Tokocyrpto.

Saat yang Pas untuk Menjual Bitcoin

Secara sederhana waktu yang pas untuk menjual bitcoin anda adalah saat harga bitcoin tersebut naik. Naik tersebut dalam arti ketika harga yang anda beli berada dibawah harga jual, sehingga anda akan mendapatkan keuntungan dari dari selisih yang harga bitcoin tersebut.

Namun, kenaikan harga bitcoin tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah permintaan bitcoin di pasar mata uang kripto. Faktor tersebut sejalan dengan penelitian Hanindya Febri Qadarika tentang Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Yogyakarta. Menurutnya, total Bitcoin, jumlah transaksi, biaya per transaksi, jumlah pengguna, dompet blockchain, dan harga emas secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap harga Bitcoin.

Maka dari itu, untuk menentukan saat yang pas dalam menjual bitcoin, anda memerlukan analisis yang baik terhadap grafik bitcoin. Untuk melihat grafik-nya anda bisa melihatnya di halaman dashboard www.tokocryrpto.com dan pilih mata uang bitcoin. Selain mempermudah anda menjual bitcoin, di Tokocrypto juga anda bisa mendapatkan bitcoin dengan market cap yang bersaing. Info lebih lengkap kamu bisa menghubungi melalui website www.tokocyrpto.com atau seluruh media sosial kamil @Tokocrypto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Survei: 87% Orang Tua di AS Investasi Kripto untuk Biaya Kuliah Anak

Minat investasi kripto masih melonjak, meskipun market sedang alami penurunan agak dramatis dalam beberapa bulan terakhir. Investor kini lebih yakin investasi kripto untuk membayar sejumlah barang dan jasa termasuk, mobil, komputer, dan asuransi, hingga menabung untuk pendidikan perguruan tinggi.

Survei terbaru dari media Intelligent.com menyebutkan banyak orang tua di Amerika Serikat yang menabung aset kripto sebagai investasi untuk biaya pendidikan kuliah anak mereka. Survei sendiri digelar pada 10 Juni 2022 dengan jumlah responden sebanyak 1.250 peserta.

Semua responden adalah orang tua warga AS, yang memiliki setidaknya satu orang anak dan sudah mulai mengumpulkan uang untuk pendidikan anak atau membiayai kuliah di perguruan tinggi anak. Mereka mengandalkan investasi kripto jangka panjang untuk membayar kuliah.

Investasi Kripto untuk Biaya Pendidikan

Hasil survei menunjukan 87% orang tua yang menjadi koresponden telah berinvestasi dalam kripto untuk menabung biaya kuliah anak-anak mereka. Meskipun market crash baru-baru ini, 80% mengatakan mereka telah mendapatkan uang dari hasil investasi.

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

Lebih dari 50% orang tua percaya bahwa dana yang diinvestasikan akan menutupi setidaknya setengah dari biaya pendidikan perguruan tinggi anak-anak mereka. Kemudian, lebih dari empat dari sepuluh orang tua dari total 87% yang berinvestasi di kripto mengatakan bahwa mereka telah memasukkan US$ 10.000 atau lebih ke dalam investasi kripto.

Dan untuk sebagian besar, strategi ini tampaknya membuahkan hasil, meskipun pasar kripto jatuh selama setahun terakhir. 80% dari mereka yang berinvestasi di kripto mengatakan investasi mereka telah berkembang, sementara hanya 11% mengatakan mereka telah kehilangan uang dan 9% tidak menghasilkan keuntungan atau impas.

Kripto adalah Investasi Jangka Panjang yang Andal

Ketika para orang tua yang disurvei ditanya mengapa mereka memilih untuk berinvestasi di kripto untuk menabung untuk pendidikan anak-anak mereka, 68% responden mengatakan percaya itu akan menjadi investasi jangka panjang yang lebih andal.

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

Lebih dari 59% mengatakan mereka percaya mereka dapat menghasilkan lebih banyak uang dengan kripto daripada dengan investasi tradisional, dan 34% mengatakan mereka merasa tertekan untuk tidak melewatkan peluang potensial.

Ada 24% mengatakan mereka berinvestasi di kripto sebagai eksperimen untuk melihat kinerjanya dibandingkan dengan investasi mereka yang lain. Bitcoin tetap menjadi investasi paling populer dengan 69% responden, diikuti oleh Ethereum sebesar 41% dan USD Coin sebesar 38%.

Membayar untuk kuliah tidak lagi terjangkau, jadi masuk akal jika banyak orang tua berharap untuk memanfaatkan pasar kripto yang sedang booming untuk memberi anak-anak mereka keuntungan finansial.

Dan meskipun sebagian besar responden melaporkan mendapatkan uang dari investasi mereka dan kepercayaan mereka yang berkelanjutan pada kripto, penurunan tajam dalam banyak nilai mata uang dalam beberapa bulan terakhir mungkin terbukti menantang.



Sumber : news.tokocrypto.com

Venture Capital Percaya Kripto dan Startup Blockchain Bisa Tumbuh

Bear market kripto tampaknya tidak sepenuhnya menciptakan malapetaka dan kesuraman. Di sisi lain, Venture Capital (VC) atau pemodal ventura masih yakin untuk berinvestasi ke aset kripto dan startup blockchain dengan kecepatan yang akan melampaui rekor tahun lalu.

Melansir Reuters, pada paruh pertama tahun ini, VC bertaruh US$ 17,5 miliar untuk perusahaan yang bergerak dibidang aset kripto dan blockchain, menurut data dari PitchBook. Investasi itu rekor baru capai US$ 26,9 miliar yang ditempatkan di bidang tersebut dibanding tahun lalu.

“Kondisi pasar saat ini – saya tidak berpikir mereka mengganggu investor,” kata Roderik van der Graf, pendiri perusahaan investasi, Hong Kong Lemniscap, yang berfokus pada kripto dan blockchain.

“Modal yang tersedia sangat besar.”

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

Semakin Banyak Investor Masuk ke Kripto dan Blockchain

VC funds menawarkan pembiayaan kepada perusahaan baru yang mereka yakini memiliki prospek pertumbuhan yang kuat. Data tersebut menunjukkan keyakinan yang kuat pada masa depan teknologi kripto dan blockchain, meskipun industri mengalami kesulitan selama enam bulan terakhir.

Pukulan ganda dari hambatan makroekonomi dan ledakan pada proyek-proyek besar tahun ini telah membuat Bitcoin anjlok sekitar 65% dari rekor tertinggi pada November lalu, sebesar US$ 69.000, dengan nilai keseluruhan pasar kripto turun hingga dua pertiga menjadi US$ 1 triliun.

Perusahaan-perusahaan cukup berdampak ketika harga turun, seperti Coinbase Global dan platform NFT, OpenSea di antara mereka yang memberhentikan ratusan pekerja.

Namun, beberapa VC mengabaikan kesuraman tersebut, dengan banyak yang menggunakan dana investasi yang substansial, karena keyakinan mereka pada teknologi yang mendasari di balik koin kripto tetap kuat.

ilustrasi blockhain di web3
Ilustrasi blockhain di web3.

Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

Investor Percaya dengan Adopsi Kripto dan Blockchain

Rumi Morales, direktur investasi di Digital Currency Group, investor kripto utama AS, mengatakan data terbaru mencerminkan kepercayaan yang semakin kuat di sektor kripto dan blockchain.

“Dulu ada risiko eksistensial di industri itu (kripto dan blockchain), bahwa seluruh industri akan hilang begitu saja, itu semua hanya mimpi. Itu tidak terjadi lagi,” kata Morales.

Adopsi kripto sebagai alat investasi menjamur tahun lalu, dengan penggunaan blockchain juga mendapatkan tempat, walaupun perubahan revolusioner dari teknologi yang dijanjikan untuk industri, seperti keuangan dan komoditas tetap sulit dipahami.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

Investor aset kripto tampak tersenyum riang pada Kamis (287) pagi ini, setelah lihat pergerakan market menguat ke zona hijau. Investor kripto kini terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah sejak awal pekan lalu menahan diri dan wait and see.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 7,60% ke US$ 22.748 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) meroket tajam 12,59% ke US$ 1.612 di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto Kamis pagi ini memang cukup menggembirakan. Investor semakin bergairah masuk ke market setelah mendengar hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed Kamis (28/7) dini hari tadi. Dalam rapat tersebut, The Fed menepati janjinya untuk mengerek suku bunga acuan 75 basis poin.

“Di samping itu, ada hal yang tampaknya membuat investor tenang adalah sikap Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengatakan kemungkinan besar kembali menaikan suku bunga pada September mendatang. Namun, setelah bulan selanjutnya, ada sinyal The Fed kemungkinan bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga untuk mengevaluasi dampak kebijakan moneternya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS,” jelas Afid.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Elon Musk Jual Bitcoin, CEO Binance: Tidak Pengaruh ke Market

Aksi Investor Akumulasi Kripto

Tingginya aksi akumulasi di market kripto juga didorong oleh sentimen kinerja dari indeks pasar saham AS, setelah nilai saham perusahaan raksasa teknologi, seperti Microsoft dan Alphabet membukukan pertumbuhan tinggi. Investor kripto kerap menggunakan indeks saham AS, utamanya saham-saham teknologi, sebagai tolok ukur untuk melakukan akumulasi.

“Kini korelasi pergerakan harga aset kripto, utamanya Bitcoin dengan indeks saham AS sudah berada mendekati level paritas sempurna. Sementara, dengan kinerja indeks dolar AS dan kripto sangat berlawanan,” jelas Afid.

Kabar positif lainnya, datang dari jaringan Ethereum yang akhirnya merilis Shadow Fork menjelang pembaruan di jaringan uji cobanya bernama Goerli. Proyek ini membawa selangkah lebih dekat sebelum Ethereum benar-benar melakukan pembaruan jaringan utama The Merge pada September nanti.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

Kabar kesuksesan proyek Shadow Fork membuat harga Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC) mampu mengalahkan kinerja Bitcoin dalam sehari terakhir. Kemungkinan harga ETH bisa terus menembus level resistensinya dengan target kenaikan pada harga US$ 1.697.

Sementara, investor makin percaya diri untuk akumulasi Bitcoin. Indeks Fear & Greed Index Bitcoin pagi ini naik dari 28 ke 32, walaupun masih di level “Fear”. Harga BTC kini ditargetkan naik hingga pada level resistensinya di US$ di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.
Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

Sementara, kenaikan harga kripto kemungkinan besar akan berlangsung beberapa hari ke depan. Meski begitu, secara umum market kripto masih sideways, belum bull run signifikan.

“Sejauh ini belum ada sentimen negatif yang bisa memberikan pukul terhadap market. Hal yang harus diwaspadai adalah nanti ada banyak trader yang akan mulai akumulasi keuntungan atau taking profit, sehingga aksi jual akan lebih banyak dan membuat harga kripto sedikit turun,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com