Tag Archives: kripto

Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

Pajak transaksi aset kripto telah berlaku di Indonesia sejak tanggal 1 Mei 2022 lalu. Menariknya penerapan kebijakan tersebut dianggap oleh sebuah riset terbaru menjadi tarif pajak yang terendah di dunia.

Riset terbaru yang dilakukan Forex Suggest menyebut Indonesia masuk daftar negara yang memiliki tarif pajak kripto terendah di dunia. Meski begitu, Indonesia masih kalah di bandingkan tujuh negara lainnya yang membebaskan transaksi aset kripto dari pajak.

Negara-negara yang belum menerapkan pajak aset kripto dalam riset berjudul “Worldwide Crypto Readiness Report” adalah Hong Kong, Swiss, Panama, Portugal, Jerman, Malaysia dan Turki.

“Tujuh negara berbagi tempat teratas untuk pajak kripto terendah karena keuntungan yang diperoleh dari perdagangan aset kripto dibebaskan dari pajak capital gain untuk individu,” kata laporan tersebut.

Negara-negara yang kenakan pajak kripto terendah di dunia menurut laporan Forex Suggest. Foto: Forex Suggest.
Negara-negara yang kenakan pajak kripto terendah di dunia menurut laporan Forex Suggest. Foto: Forex Suggest.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

Negara-negara Bebas Pajak Kripto

Hong Kong menganggap kripto sebagai komoditas digital, bukan mata uang, jadi capital gain tidak berlaku. Ini juga mirip dengan sikap Swiss tentang kripto yang menganggapnya sebagai aset kekayaan pribadi, yang tidak dikenakan pajak capital gain.

Sementara, Portugal dan Panama juga tidak menganggap aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah oleh karena itu pajak capital gain tidak berlaku untuk keuntungan. Malaysia tidak menganggap kripto sebagai alat pembayaran yang sah atau aset modal, membiarkannya bebas pajak bagi investor retail, meskipun jika itu merupakan sumber pendapatan reguler, itu dikenakan pajak penghasilan.

Investor retail di Turki juga tidak perlu khawatir tentang pajak capital gain, karena pemerintah tidak memiliki peraturan untuk individu yang memegang kripto, meskipun bisnis yang berurusan dengan kripto harus membayar pajak perusahaan 20% atas keuntungan mereka.

Ilustrasi pajak aset kripto.
Ilustrasi pajak aset kripto. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

Jerman mengambil pendekatan yang berbeda, dengan beberapa ketentuan untuk investor swasta. Pajak capital gain tidak berlaku jika aset kripto ditahan lebih dari satu tahun.

Indonesia Terapkan Tarif Pajak Terendah

Dalam laporan Forex Suggest, disebut Indonesia mengambil tempat kedua sebagai negara yang membebankan investor retail hanya 0,1% pajak capital gain atas keuntungan kripto mereka. Transaksi kripto juga dikenakan pajak pertambahan nilai di Indonesia berdasarkan undang-undang baru ini.

Kemudian tempat berikutnya adalah negara Amerika Selatan, Chili. Negara ini membebankan biaya kepada investor swasta minimal 4% untuk investasi kripto mereka. Tidak seperti banyak negara lain, Chili tidak memiliki klasifikasi terpisah untuk capital gain, jadi setiap keuntungan yang diperoleh dianggap sebagai pendapatan dan dikenakan pajak yang sesuai.



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Pertumbuhan Adopsi Kripto di Asia Tenggara

Sejak tahun 2020, pasar kripto telah mengalami pertumbuhan signifikan dengan Bitcoin yang naik hingga lebih dari 1.000% dari Maret 2020 hingga November 2021. 

Menurut laporan dari Crypto.com, adopsi kripto di seluruh dunia meningkat sekitar 178% di tahun 2021 mencapai 300 Juta pengguna dan investor kripto. 

Sebagian besar pertumbuhan ini terlihat di Asia Tenggara dimana adopsi kripto meningkat sebesar 3,5% di 2021 menurut laporan dari perusahaan modal ventura bernama Star Capital.

Potensi Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

Menurut laporan tersebut, lebih dari 600 perusahaan berbasis kripto dan blockchain memilih Asia Tenggara sebagai kantor pusatnya. 

Perusahaan-perusahaan ini berhasil mendapatkan lebih dari US$ 1 Miliar dalam pendanaan hanya di 2021 dan diprediksi melebihi US$ 1,45 Miliar di 2022. 

Pertumbuhan ini juga didukung oleh populasi Asia Tenggara yang terus bertumbuh pesat dimana 68,6% populasinya adalah pengguna internet secara aktif. 

Selain itu beberapa masyarakat menengah ke bawah Asia Tenggara juga memiliki akses terbatas untuk menggunakan jasa perbankan. 

Menurut laporan dari Bain & Company, sekitar 70% populasi Asia Tenggara masih berada di kondisi kesulitan untuk mendapatkan jasa perbankan dengan 27% hidup tanpa memiliki rekening bank. 

Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara 
Data Populasi Asia Tenggara Kesulitan Jasa Perbankan dan Memilih Jasa Alternatif Perbankan

Baca juga: Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

Kurangnya akses ini dapat membuka jalan untuk adopsi kripto terutama jasa di sektor Decentralized Finance atau DeFi yang merupakan alternatif lain dari sistem perbankan. 

Kedua alasan ini dapat membawa potensi signifikan untuk adopsi kripto di Asia Tenggara dan hal tersebut telah terbukti bersama peningkatan adopsi sebesar 3,56% di 2021. 

Singapura adalah pemimpin dari adopsi ini dengan 10% populasinya yang memiliki kripto, lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang berada di 8,3%. 

Adopsi DeFi dipimpin oleh Vietnam dan Thailand yang memiliki adopsi terbesar kedua dan ketiga setelah Amerika di 2021 menurut data dari Chainalysis.

Indonesia juga terlihat memiliki potensi tinggi akibat ekosistem perusahaan berbasis kripto yang terlihat terus menarik perhatian dunia dari sisi tenaga kerja dan potensi keuntungannya. 

Salah satu contohnya adalah PINTU yang merupakan salah satu platform investasi kripto terbesar di Indonesia yang menarik perhatian global sehingga berhasil mendapatkan pendanaan sebesar  US$ 113 Juta dari beberapa investor ternama. 

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia juga membawa potensi signifikan untuk adopsi kripto. 

Diperkirakan bahwa valuasi ekonomi digital Indonesia telah mencapai US$ 40 Miliar di 2019, naik empat kali lipat sejak 2015. Angka ini telah mencapai US$ 70 Miliar di 2021 dan saat ini merupakan perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara. 

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

Potensi Pertumbuhan Kripto di Indonesia

World Bank juga memberikan data perkiraan bahwa akan terjadi peningkatan sebesar 5,1% di 2022 dari 2021 karena transisi ke ekonomi digital.

Menurut laporan tersebut, saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang merasa lebih nyaman dalam menggunakan uang digital mulai dari dompet digital hingga kripto. 

Kenyamanan ini datang dari sulitnya mendapat akses perbankan bagi beberapa golongan masyarakat, dimana 51% dari populasi Indonesia masih tidak memiliki akses ke jasa perbankan dan 26% memiliki rekening bank tapi lebih sering menggunakan jasa keuangan di luar perbankan. 

Dilaporkan juga bahwa 9 dari 10 pengguna internet di Indonesia lebih memilih menggunakan e-wallet atau dompet digital untuk belanja dan transaksi. 

Kondisi ini menunjukkan data di mana total transaksi Rupiah melalui dompet digital telah naik signifikan terutama di 2022 mencapai sekitar US$ 30,8 Miliar dan diprediksi naik hingga US$ 70,1 Miliar di 2025. 

Besarnya penggunaan dompet digital ini juga mempermudah transisi ke adopsi kripto.

Coinvestasi melaporkan bahwa pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia telah naik signifikan dari 2020 hingga 2021 yaitu lebih dari 100%. 

Pada 2020, investor kripto hanya berada di angka 4 Juta investor, namun di 2021, angka tersebut telah naik menjadi 11,4 Juta investor. 

Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara 
Data Investor Kripto Indonesia Januari 2020 – Mei 2022

Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

Laporan tersebut juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan transaksi kripto telah meningkat dengan rata-rata 16,2% per bulan di 2021 dengan rata-rata transaksi harian mencapai US$ 156,9 Juta. 

Hingga Mei 2022, angka ini terus meningkat bahkan telah mencapai sekitar 14,1 Juta investor menurut data yang diambil dari Bappebti. 

Pertumbuhan ini tidak hanya ditunjukkan oleh investor ritel namun juga institusional yang mulai investasi pada proyek terkait kripto dan blockchain di Indonesia. 

Contohnya adalah Sinar Mas, salah satu perusahaan konglomerat terbesar di Indonesia yang membuka platform perdagangan kripto baru bernama Nanovest dan kripto baru bernama NanoByte (NBT). 

BRI Ventures, perusahaan modal ventura di bawah bank milik negara Indonesia juga meluncurkan kerja sama dengan Tokocrypto, salah satu platform kripto terbesar di Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan adopsi kripto di Indonesia. 

Regulator juga terlihat terus mendukung dengan adanya regulasi baru terkait pajak dan keamanan perdagangan kripto di Indonesia.  

Untuk saat ini regulator juga telah mempermudah transaksi kripto dengan melegalkan lebih banyak platform investasi kripto di Indonesia. 

Saat ini terdapat 25 platform perdagangan kripto legal yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi kripto. 

Diprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan mencapai valuasi sebesar US$ 146 Miliar di 2025, dan kemungkinan besar kripto akan menjadi bagian besar dari pertumbuhan ini. 

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Potensi Pertumbuhan Adopsi Crypto di Asia Tenggara



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Gerak Kripto Mulai Kendor, Apa Sebabnya?

Pergerakan market aset kripto pada pekan ini mulai kendor, setelah minggu lalu sempat meroket. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menekan laju market.

Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar masuk ke zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 1,99% ke US$ 21.875 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) anjlok 2,64% ke US$ 1.514 di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pergerakan market kripto awal pekan ini memang cukup mengecewakan. Sepanjang akhir pekan lalu, Bitcoin diperdagangkan sideways dan bahkan sempat di bawah $ 22.500. Padahal, hari Rabu (20/7) BTC telah mencapai level tertinggi sejak sebulan terakhir menembus US$ 24.000.

“Dari sisi teknikal, kinerja buruk kripto awal pekan ini disebabkan oleh ketidakmampuan BTC untuk mempertahankan kinerja di atas level Simple Moving Average dalam kurun 200 pekan terakhir di angka US$ 22.800. Investor mencerna kondisi itu sebagai sinyal bahwa harga BTC kemungkinan tak dapat menguat lebih jauh lagi,” kata Nathan.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Apa Itu Kripto Vite (VITE) dan New BitShares (NBS)?

Penurunan kripto juga mengikuti indeks saham AS yang pada hari Jumat (22/7) ditutup melemah hampir 2%. Saham, seperti kripto, mengalami minggu terbaiknya pada pekan lalu, setelah beberapa bulan mengalami kerugian.

Menanti Keputusan The Fed

Di samping itu, Nathan menambahkan penurunan ini disebabkan oleh investor yang tampaknya meninjau kembali kecemasan mereka atas inflasi dan ekonomi global, sehingga memutuskan mengakhiri aksi beli untuk mundur dari aset berisiko. Investor tengah mengantisipasi kebijakan moneter teranyar The Fed.

“Investor pun terlihat sudah melakukan priced in terhadap peristiwa-peristiwa makroekonomi di depan mata, utamanya kenaikan suku bunga acuan The Fed yang dijadwalkan terjadi pada 28 Juli mendatang,” ujarnya.

Sejauh ini, pelaku pasar meyakini bahwa The Fed akan menjaga komitmennya untuk mengerek suku bunga acuan paling tinggi 75 basis poin. Melihat hal ini investor masih menanti gerak pasar indeks saham AS ke depannya.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

Secara umum gerak market pekan ini mungkin akan tertekan hingga cenderung sideways. Jika nilai BTC terus berada di bawah level US$ 22.500, maka berpotensi melakukan retest ke level US$ 20.800 hingga US$ 21.300.

“Target kenaikan harga Bitcoin apabila mampu breakout area resistensi berada pada harga US$ 24.776, dan 20-day EMA pada harga US$ 21.735 menjadi titik support-nya apabila harga Bitcoin mengalami koreksi,” jelas Nathan.

Sementara, Ethereum (ETH) menjadi salah satu altcoin dengan recovery tercepat setelah mengalami penurunan. Saat ini harga ETH sudah berada kembali pada area resistance, namun berpotensi menurun melihat dinamika market secara keseluruhan.

Jika aksi beli masih kuat, maka harga ETH bisa terdorong hingga mencapai harga US$ 1.745. Kemudian, 50-day EMA pada harga US$ 1.432 menjadi support pertama apabila harga ETH mengalami koreksi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Setor Pajak Transaksi Kripto Pengguna Puluhan Miliar Rupiah

Tokocrypto telah menjalankan kewajiban sebagai badan/lembaga yang memungut pajak transaksi aset kripto. Hal ini dilakukan sesuai dengan keputusan pemerintah dengan berlakunya aturan terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) atas transaksi Perdagangan Aset Kripto melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68/PMK.03/2022.

Aturan PMK 68 sendiri sudah berlaku sejak 1 Mei 2022. Selama penerapan PMK 68 yang sudah berjalan dua bulan selama periode Mei-Juni, Tokocrypto sudah menyetorkan pajak transaksi kripto para penggunanya sebesar Rp 37 miliar (US$ 2,5 juta) ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Rinciannya bulan Mei 2022: Rp 21 miliar dan Juni 2022: Rp 16 miliar.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto terus berkomitmen untuk menjalankan aturan pajak transaksi aset kripto sesuai dengan PMK 68. Adanya aturan pajak kripto bisa memberikan efek positif terhadap kepastian bagi investor dan pelaku industri kripto di Indonesia.

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Bebaskan Biaya Trading Bitcoin untuk Stimulus Market Kripto

“Kami sangat senang dapat memberikan kontribusi dalam penerimaan pajak kepada negara. Potensi penerimaan yang besar dari aset kripto bisa dioptimalkan untuk pembangunan merupakan sebuah upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Kai.

Kai menjelaskan dengan pemberlakuan aturan pajak kripto atau PMK 68, ini menambah legitimasi industri aset kripto yang sedang berkembang. Di samping itu, setiap pemegang aset kripto di Indonesia akan mendapatkan kepastian perpajakan yang sangat jelas dengan tarif yang bersahabat. 

Sebelum PMK 68 ini diterapkan, belum ada perlakuan khusus kepada aset kripto yang dimiliki oleh para investor sehingga akan dikategorikan sebagai bagian pendapatan lain-lain dengan tarif berjenjang sampai 35%. Pemberlakuan PMK 68 dengan tarif PPN dan PPh final senilai total 0,21% dapat disimpulkan lebih menguntungkan dibandingkan tarif berjenjang pendapatan lain-lain. 

Utamakan Perlindungan Investor

T-Hub by Tokocrypto
Ilustrasi T-Hub by Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Sebagai Calon Pedagang Aset Kripto yang terdaftar di Bappebti dan diawasi oleh Kominfo, Tokocrypto terus berkomitmen menjalankan aktivitas bisnis dan operasional sesuai dengan regulasi yang berlaku. Perihal keamanan data dan transaksi menjadi hal utama dan prioritas Tokocrypto ke depan.

“Keamanan aset nasabah merupakan prioritas bisnis kami. Dalam menjalankan operasional bisnis, kami menjamin tidak ada aktivitas yang berisiko pada dana milik nasabah. Semua aset kripto miliki nasabah dikelola penuh oleh Tokocrypto dan selalu dilakukan audit secara menyeluruh. Kemudian, kami selalu memberikan laporan terbuka rutin ke Bappebti,” jelas Kai.

Kai menjelaskan sejak awal berdiri pada tahun 2018, Tokocrypto terus berkomitmen menciptakan industri aset kripto lebih legitimate dan mainstream di Indonesia, melalui pengembangan inovasi teknologi dan upaya-upaya edukasi dengan membawa manfaat yang lebih besar bagi perekonomian di Tanah Air.

Tokocrypto Terus Berkembang

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Jadi Pedagang Aset Kripto dengan Nilai Transaksi Tertinggi di Indonesia

Operasional bisnis Tokocrypto terus mengalami pertumbuhan. Data Bappebti mencatat selama periode Januari-Mei 2022, Tokocrypto membukukan nilai transaksi perdagangan hingga Rp 95 triliun dan menduduki Calon Pedagang Aset Kripto nomor satu di Indonesia. Saat ini sudah ada lebih dari 2,7 juta investor di Tokocrypto.

Pengembangan bisnis Tokocrypto tidak hanya berhenti hanya sebagai exchange atau perdagangan aset kripto saja. Dalam perjalanannya, Tokocrypto memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di Indonesia, dengan menghadirkan TokoVerse untuk membangun ekosistem blockchain yang berkelanjutan di Indonesia. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Masih Tampil Cetar Buat Investor Senang

Sepanjang pekan ini, situasi market kripto membuat hati investor senang, karena bisa sedikit ambil untung, meski di bawah tekanan inflasi. Pasalnya secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan seminggu ini.

Data terbaru melansir CoinMarketCap pada Jumat (22/7) pukull 12.00 WIB nilai Bitcoin berada di harga US$ 22.954 atau melonjak 11,21% dalam tujuh hari terakhir. Nilai Ethereum (ETH) bahkan lebih perkasa naik 30,36% ke US$ 1.567 di waktu yang sama. Lalu apa yang menyebabkan market kripto bergejolak positif?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor yang kembali menyerbu aset kripto, lantaran mereka tengah mengabaikan potensi resesi ekonomi AS. Hal serupa juga terjadi di pasar aset berisiko lainnya yakni pasar saham AS.

“Di samping itu, investor juga ramai-ramai melakukan transaksi perdagangan di altcoin setelah memantau apiknya kinerja indeks saham AS. Pelemahan kinerja nilai dolar AS juga menambah gairah investor, meski tentu masih dibayangi oleh sikap The Fed dengan suku bunga acuannya yang diumumkan pekan depan,” kata Afid.

Harga Bitcoin Bergerak Agresif
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

Menanti Aksi The Fed

Sejauh ini, Afid melihat banyak investor yakin The Fed tidak bakal terlampau agresif dalam mengerek suku bunga acuannya yang diumumkan pada hasil rapat yang berlangsung 27 hingga 28 Juli mendatang. Alhasil, investor optimistis The Fed maksimal hanya menaikkan suku bunga 75 basis poin saja dan tidak memukul market kripto.

Di samping itu, secara umum sentimen market diliputi kecemasan soal rentetan kabar buruk yang menghinggapi ekosistem kripto selama sehari belakangan. Salah satu kabar tak sedap itu muncul dari Tesla yang mengaku telah menjual Bitcoin senilai US$ 963 juta sepanjang triwulan lalu demi meningkatkan posisi kas perusahaan.

Kemudian, kabar mengenai platform pinjam-meminjam aset kripto, Vauld, yang sudah mengajukan proteksi dari krediturnya yang berasal Singapura. Kabar ini muncul setelah perusahaan mengumumkan penghentian sementara proses withdrawals-nya beberapa hari lalu.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

Anaisa Bitcoin dan Ethreum ke Depan

Bitcoin saat ini diperdagangkan di bawah US$ 23.000 dan turun hampir 1 persen dalam sehari dan naik 11 persen dalam seminggu. Pergerakan BTC meski mengalami kenaikan, tapi sejauh ini masih datar atau sideways.

Sentimen bearish masih aktif di dekat US$ 24.200 dan mendorong harga di bawah US$ 23.000. Pada sisi negatifnya, titik support awal ini berada di dekat U$ 22.500. Support utama berikutnya berada di US$ 22.250, jika sebaliknya berada di di bawahnya, harga Bitcoin bisa turun ke US$ 21.200. Sementara, level resistensi berada di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

Sedangkan, harga Ethereum (ETH) masih berjuang untuk tetap di atas resistensi US$ 1.600. ETH memangkas beberapa kenaikan dan turun di bawah US$ 1.500. 

Level support utama berikutnya adalah di dekat US$ 1.450, di bawahnya harga bisa memulai koreksi turun yang lebih kuat. Pada sisi atas, harga bisa menghadapi berada di dekat US$ 1.550. Resistensi utama berikutnya adalah di US$ 1.600, jika tembus harga bisa memulai kenaikan lagi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Buff Dogecoin: Cara Mendapatkan Aset Kripto Yang Sempat Viral Ini!

Sebuah token berbasis “meme” bernama Buff Dogecoin sedang viral akhir-akhir ini, yang merupakan sebuah kripto yang baru dibentuk dan dipublikasikan pada pertengahan 2021 lalu. Tujuan dari pembuatan token ini adalah untuk menjadi versi yang lebih baik dari Dogecoin (DOGE).

Salah satu hal yang menyebabkan popularitas memecoin ini adalah komunitasnya yang kuat. Banyak investor kripto yang ikut membeli token ini akibat ketenarannya sehingga menyebabkan peningkatan harga. Jika Anda tertarik untuk berinvestasi pada aset kripto satu ini, simak ulasan berikut ini untuk mengetahui cara mendapatkan Buff Dogecoin!

Peningkatan Penjualan hingga 5000% 

Memecoin adalah salah satu aset yang populer di kalangan investor kripto. Di tengah populernya memecoin, ada satu memecoin yang mengalami peningkatan penjualan sangat tinggi, yaitu Buff Dogecoin yang mulai tenar akibat adanya apresiasi hingga 5000% hanya dalam satu hari, tepatnya pada 21 September 2021. 

Sebelumnya, mayoritas pasar kripto cenderung meremehkan aset kripto ini. Namun, kenaikannya mematahkan anggapan yang salah dari pihak-pihak yang meremehkannya. Setelah kenaikan tersebut, aset kripto ini terkoreksi dan bergerak sedikit di bawah harga. Tetapi, pada bulan berikutnya, harganya kembali naik. Setelah kabar aset kripto satu ini melantai di Coinmarketcap dan Coingecko, para investor pun ramai mencari tahu cara mendapatkan aset kripto satu ini dan membeli koin dengan lambang Shiba Inu ini. Akibatnya, harganya kembali naik hingga 35%.

Perbedaan Buff Dogecoin dengan Dogecoin (DOGE) 

cara mendapatkan buff dogecoin

Buff Dogecoin adalah token yang diciptakan dengan tujuan untuk memperbaiki koin pendahulunya, yakni Dogecoin (DOGE). Ia bergerak di atas Binance Smart Chain dan punya sifat deflasi akibat adanya mekanisme burn yang tinggi. Dikabarkan bahwa token burn akan dilakukan dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya tanpa jadwal yang pasti.

Mekanisme burn ini dilakukan agar token semakin langka. Jika sebuah token langka, maka semakin meningkat pula harga jualnya. Hal inilah yang membedakan Buff Dogecoin dengan Dogecoin. Jika Buff Dogecoin menggunakan model deflasi, maka Dogecoin menggunakan model inflasi. Artinya, jumlah Dogecoin yang beredar akan terus meningkat.

Selain itu, perbedaan juga terdapat pada visi dan misi dari dibentuknya koin-koin ini. Tim Buff Dogecoin mengatakan bahwa tujuan akhir dari token ini adalah untuk donasi terkait persoalan perlindungan hewan dan lingkungan. Misalnya seperti konservasi hutan atau perawatan hewan yang ditelantarkan. 

Aset kripto ini juga memiliki tujuan lain, yakni membuat bursa NFT yang menggunakan Buff Dogecoin sebagai alat tukar. Namun, untuk saat ini hal tersebut masih menjadi sebatas rencana. Umur yang masih sangat muda. Ia baru saja melewati fase pertama, yaitu perkenalan di media sosial.

Saat ini, aset kripto satu ini tengah memasuki fase kedua, ditandai dengan melantainya jenis aset kripto ini di pasar Coinmarketcap dan Coingecko. Hal ini mendorong komunitas aset kripto ini semakin menguat.

Masih ada berbagai fase yang harus dilewati Buff Dogecoin, yakni fase tiga yang ditandai dengan melantainya aset kritpo satu ini di bursa-bursa yang lebih populer. Lalu ada fase empat di mana akhirnya aset kripto ini akan menerbitkan bursa NFT dan menjadikan tokennya sebagai alat tukar utama. Ada juga fase terakhir, yakni tahap pertumbuhan dan realisasi tujuan awal aset kripto ini.

Tabel cara mendapatkan buff dogecoin

Cara Mendapatkan Buff Dogecoin

Untuk mendapatkan Buff Dogecoin, Anda bisa membelinya di PancakeSwap. Namun, sebelum membelinya, pastikan Anda telah mengisi saldo pada Trust Wallet menggunakan BNB karena aset kripto ini berjalan di atas Binance Smart Chain. Untuk mendapat BNB, Anda bisa membelinya di Tokocrypto lalu transfer ke Trust Wallet.

Setelah mengikuti langkah di atas, berikut langkah selanjutnya  yang bisa Anda ikuti: 

  1. Buka Trust Wallet
  2. Klik menu DApss dan scroll ke bawah untuk menemukan menu PancakeSwap
  3. Setelah masuk ke dalam PancakeSwap, pastikan Anda sudah mengubah jaringan ke Smart Chain karena aset kripto satu ini berjalan di atas Binance Smart Chain
  4. Kemudian klik connect wallet untuk menghubungkan Trust Wallet Anda dengan PancakeSwap agar saldo BNB yang sudah terbeli tadi bisa digunakan untuk membeli aset kripto ini
  5. Setelah itu, klik select a currency pada kolom to untuk mencari Buff Dogecoin yang ingin dibeli
  6. Karena token ini masih terbilang baru, maka Anda harus menyalin copy address pada  website resmi Buff Dogecoin ke dalam PancakeSwap lalu klik import
  7. Sebelum memasukkan nominal , Anda harus mengubah Slippage ke angka 12%
  8. Langkah selanjutnya, Anda sudah bisa memasukkan nominal yang diinginkan, klik swap dan approve
  9. Selamat, sekarang Buff Dogecoin sudah di tangan Anda!

Itulah ulasan mengenai cara mendapatkan Buff Dogecoin, pengertian, serta perbedaannya dengan Dogecoin. Bagaimana? Anda tertarik untuk berinvestasi Buff Dogecoin? Aset kripto yang satu ini masih sangat baru sehingga Anda perlu memahami risikonya sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Baca Juga: Berikut Tips Investasi Kripto untuk Pemula Agar Gak FOMO!

Hindari FOMO (Fear of Missing Out) yang pada akhirnya bisa merugikan Anda. Ada baiknya jika Anda berinvestasi kripto pada platform aman dan tepercaya seperti Tokocrypto

Anda juga akan mendapatkan banyak informasi terbaru mengenai mata uang kripto di website resmi Tokocrypto. Jangan ketinggalan juga informasi menarik lainnya di Instagram dan Twitter official Tokocrypto.

Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung dengan Group Telegram Tokocrypto!

Salam to the moon!





Sumber : news.tokocrypto.com

Glassnode: Akhir Bear Market Sudah Dekat, Ini Tandanya

Nilai Bitcoin melonjak menembus level resistennya di US$ 23.000, setelah turun di bawah US$ 19.000 baru-baru ini, banyak yang berharap bahwa pergerakan tersebut menandakan reli bantuan jangka pendek. Pola gerak seperti ini diindikasikan baik, menandakan bear market mungkin segera berakhir.

Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin membentuk harga terendahnya atau titik bottom di sekitar level kritis US$ 20.000. Hal itu menandakan akhir bearish kripto sudah dekat.

Laporan mingguan Glassnode memprediksi bahwa mata uang kripto utama sedang membentuk “dasar asli” karena nilai realisasinya saat ini adalah sekitar US$ 22.000. Glassnode menyatakan, data on-chain menunjukkan unrealized loss mencapai level yang mengindikasikan bearish kripto akan berakhir.

Data Bitcoin: Realized, Balances dan Delta Prices. Sumber: Glassnode.
Data Bitcoin: Realized, Balances dan Delta Prices. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Investor Kripto Yakin Harga Bitcoin Tembus Rp 7,4 M Dalam 5 Tahun

Bitcoin Jadi Indikasi Bear Market

Menurut laporan tersebut, menemukan BTC selalu berada di bear market setiap kali diperdagangkan di bawah harga realisasinya. Waktu yang dihabiskan di bawah level tersebut berkisar antara 157 hari, seperti yang terjadi pada tahun 2011 hingga 2012 dan 301 hari dari tahun 2014–2015 hingga 301 hari pada tahun 2018.

Sejauh ini di tahun 2022, Bitcoin hanya menghabiskan 35 hari berada di bawah harga realisasi, saat metrik yang menunjukkan dasar biaya on-chain dari pasokan Bitcoin. Selama kemunduran pasar antara Mei dan Juli, kerugian BTC yang belum direalisasi berkisar antara US$ 165 miliar dan US$ 198 miliar, terhitung 55% dari kapitalisasi pasar yang setara.

Persentase gerak BTC berada di atas level yang tercatat dalam crash 2020 tetapi masih di bawah besaran di posisi terendah pasar bearish 2018, karena ini menandakan dasar pasar mungkin sedang terbentuk.

Data Bitcoin: Days Below Realized Price. Sumber: Glassnode.
Data Bitcoin: Days Below Realized Price. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

Sinyal Pemulihan Bear Market

Selama siklus Bitcoin sebelumnya, sinyal pemulihan pasar selalu datang dengan peningkatan tajam dalam jumlah pemegang jangka pendek yang memiliki posisi untung, kata Glassnode.

Mirip dengan masa lalu, ketika harga Bitcoin berada di dasar siklus, tidak ada holders jangka pendek yang saat ini mendapat untung karena harga aset telah turun di bawah sebagian besar harga akuisisi mereka. Ini mengindikasikan saat ini market berada di zona akumulasi dari mana pasar bisa bangkit kembali dengan cepat.

Sebuah laporan yang baru dirilis oleh Grayscale Investments, yang juga membandingkan bear market saat ini dengan yang lain dalam siklus sebelumnya, menyimpulkan bahwa crypto winter dapat berlangsung selama delapan bulan lagi, jika mengikuti pola yang sama seperti yang ditunjukkan di masa lalu.

Manajer aset percaya waktu saat ini mewakili peluang pembelian terbaik dan menambahkan bahwa terlepas dari tingkat keparahan setiap bear market dalam sejarah, industri selalu pulih lebih kuat dari sebelumnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Airdrop Crypto dan Perbedaannya dengan Bounty Crypto

Seperti peribahasa “Banyak jalan menuju Roma”, koin dan token kripto juga bisa diperoleh dengan banyak cara bahkan secara gratis. Beberapa cara yang paling diminati adalah melalui airdrop crypto dan bounty crypto. Sudah banyak proyek kripto ternama yang mengadakan program tersebut, yaitu dengan membagikan sejumlah aset kripto bagi para peserta. 

Namun, meski seringkali dianggap sama, keduanya adalah dua hal yang berbeda, lho! Eits, sebelum membahas perbedaan antara keduanya, mari pahami pengertian, cara kerja, juga jenisnya dari masing-masing program berikut ini!

Apa Itu Airdrop Crypto?

Airdrop crypto merupakan sebuah kegiatan membagikan sejumlah aset kripto kepada peserta secara cuma-cuma, dikirimkan secara langsung menuju wallet tanpa dikenakan biaya apapun. Sebenarnya, airdrop adalah teknik marketing yang dilakukan oleh penerbit suatu proyek aset kripto, yang umumnya masih dalam tahap awal atau merintis. 

Tujuan dari airdrop sendiri adalah untuk memberikan awareness dan menarik investor terhadap aset kriptonya. Selain itu, airdrop juga bisa bertujuan sebagai penghargaan bagi para investor yang sejak awal sudah berinvestasi aset kripto tersebut, sambil terus mendesentralisasikan distribusi token. 

Jenis Airdrop Crypto

Meski begitu, tidak semua airdrop crypto terjadi begitu saja. Terdapat beberapa jenis airdrop yang sering ditemukan dalam dunia kripto, yaitu:

1. Standard Airdrop

Jenis airdrop ini merupakan yang paling sederhana, di mana sejumlah aset kripto tersebut baru bisa diperoleh peserta setelah melakukan pendaftaran di proyek kripto. Misalnya dengan mendaftar ke newsletter seperti pada airdrop Ontology (ONT) di tahun 2018. Selain itu, Tokocrypto juga pernah mengadakan TTC Airdrop pada tahun 2019 dengan syarat registrasi akun di Tokocrypto dan gabung di grup Telegram Tokocrypto.

2. Exclusive Airdrop

Seperti namanya, jenis airdrop satu ini dikelola oleh suatu komunitas media sosial atau website yang sudah memiliki banyak audiens. Sehingga, proyek kripto akan “menitipkan” program airdrop miliknya di situs tersebut, contohnya  pada situs Airdrop Rating.

3. Bounty Airdrop

Di sisi lain, ada juga jenis airdrop di mana peserta diharuskan untuk melakukan beberapa aktivitas promosi mengenai proyek kripto di media sosial. Misalnya posting ajakan untuk ikut serta dalam kampanye dari proyek kripto tersebut.

4. Holder Airdrop

Jenis airdrop satu ini mengharuskan para peserta untuk hold atau menginvestasikan sejumlah aset terlebih dulu, baru bisa mendapatkan airdrop seperti pada airdrop Uniswap (UNI) dan 1inch pada 2020 lalu.

Apa Itu Bounty Crypto?

Airdrop crypto & Bounty crypto

Sementara itu, bounty crypto adalah kegiatan pembagian aset kripto bagi para peserta yang telah berhasil menyelesaikan task tertentu oleh penerbit proyek kripto tersebut. Bentuk task serta jumlah hadiah yang diberikan bergantung pada peraturan yang dimiliki oleh masing-masing proyek kripto. 

Bounty sendiri memiliki dua tujuan, yang pertama untuk mengumpulkan massa, sehingga pada saat Initial Coin Offering atau ICO, proyek kripto bisa memperoleh keuntungan yang besar. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan insentif bagi para pihak yang berjasa terhadap keberlangsungan proyek setelah ICO.

Baca juga: Apa itu ICO (Initial Coin Offering)? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Jenis Bounty Crypto

Sama halnya dengan airdrop, terdapat beberapa jenis bounty yang umum ditemukan di dalam dunia kripto, yaitu:

1. Social Media Bounty

Seperti namanya, jenis bounty ini mengharuskan peserta mempromosikan mengenai ICO dari proyek kripto di media sosial, seperti Twitter maupun Facebook. Nantinya, dilakukan penilaian untuk menentukan jumlah reward berdasarkan engagement sesuai dengan kebijakan penerbit proyek, misalnya dengan melihat jumlah Like atau Retweet.

2. Blog Writing Bounty

Jenis bounty yang satu ini cocok untuk para blogger yang mempunyai audiens yang besar. Pasalnya, mereka bisa mengikuti bounty dengan membuat tulisan mengenai ICO dari yang akan digelar mendatang. Sama seperti Social Media Bounty, jenis ini juga dinilai berdasarkan engagement pada blog.

3. Forum Bounty

Forum Bounty adalah jenis bounty yang populer yang diadakan sebelum ICO. Seperti namanya, bounty ini terbuka bagi anggota forum Bitcointalk. Penilaian dilakukan dengan melihat seberapa banyak peserta mem-posting signature ICO yang diluncurkan oleh sebuah proyek kripto.

4. Bug Bounty

Berbeda dengan ketiga jenis bounty sebelumnya yang diadakan sebelum ICO, Bug Bounty diadakan setelah ICO. Jenis yang satu ini diadakan khusus bagi para developers untuk menguji dan mendeteksi apakah terdapat bug pada sistem blockchain proyek tersebut atau tidak, seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh exchange Bitrue.

5. Translation Campaign Bounty

Jenis bounty yang satu ini juga digelar setelah ICO. Sebab, bounty ini mewajibkan pesertanya untuk menerjemahkan dokumen penting dari proyek kripto ke dalam bahasa lain, agar persebaran informasi menjadi lebih luas. Umumnya, dokumen tersebut berupa white paper hingga situs resmi dari proyek. Jenis bounty ini tentunya menyasar para peserta yang punya keahlian sebagai penerjemah bahasa. 

Perbedaan Antara Airdrop Crypto dan Bounty Crypto

Perbedaan Antara Airdrop Crypto dan Bounty Crypto

Meski airdrop dan bounty terkesan serupa jika dilihat dari pengertiannya, keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Berikut adalah perbedaan dari keduanya:

1. Jenis Task

Pada airdrop, terdapat beberapa program yang mengharuskan peserta untuk menyelesaikan task, dengan tingkat kesulitan yang cenderung rendah. Misalnya, peserta hanya perlu melakukan posting promosi mengenai proyek kripto di media sosial.

Sementara, task dalam program bounty biasanya membutuhkan keahlian khusus dari peserta untuk menyelesaikannya. Ambil contoh Bug Bounty yang hanya bisa diikuti oleh ahli komputer saja, tidak bisa diikuti sembarang orang. Sehingga, bounty sifatnya tidak hanya sebagai upaya promosi saja, melainkan juga pengembangan komunitas kripto.

2. Jumlah Partisipasi

Baik airdrop maupun bounty biasanya dilakukan dalam satu periode waktu tertentu. Namun, pada airdrop, peserta hanya bisa berpartisipasi sebanyak satu kali saja. Sementara untuk bounty, peserta bisa terus berpartisipasi selama kampanye bounty tersebut berlangsung, mengingat task yang dimiliki juga lebih rumit.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan airdrop crypto dan bounty crypto. Keduanya bisa menjadi pilihan Anda dalam mendapatkan passive income dari aset kripto. Akan tetapi, pastikan Anda selalu waspada dan melakukan riset mengenai programnya sebelum berpartisipasi, ya. Karena tidak sedikit penipuan Rug Pull yang mengatasnamakan airdrop maupun bounty

Nah, untuk informasi dan edukasi lainnya seputar dunia aset kripto, segera kunjungi Tokonews dan gabung dengan grup Telegram dari Tokocrypto!



Sumber : news.tokocrypto.com

Startup Kripto di Asia Berpotensi Jadi Unicorn, meski Bear Market

Sebuah laporan bersama oleh dua lembaga keuangan terkemuka, KPMG dan HSBC, mengungkapkan bahwa lebih dari seperempat dari 6472 startup yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik memiliki bisnis inti mereka dalam industri kripto.

Di antara perusahaan-perusahaan tersebut, lima muncul dalam daftar 100 startup teratas dengan potensi untuk menjadi unicorn, sebuah gelar startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Potensi ini juga bisa terjadi di dalam ekosistem industri startup kripto di Indonesia.

Laporan ini telah memasukan daftar startup kripto unicorn yang berbasis di China, Conflux Network; Memsonics, platform DeFi yang berbasis di Singapura Stader Labs; Catheon Gaming, platform game blockchain Hong Kong; Dan Maicoin, pedagang kripto asal Taiwan.

Menurut laporan itu, ruang kripto masih memiliki potensi untuk menghasilkan startup unicorn yang dominan. Beberapa perusahaan unicorn saat ini di ruang kripto termasuk Ripples, OpenSea, Dapper Labs, Chainalysis, dan lainnya.

Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.
Ilustrasi startup. Foto: Pixabay.

Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

Head of tech, media, and telecoms (TMT) for KPMG Asia-Pacific, Darren Yong, memberi pendapat bahwa metaverse menjadi faktor penentu dalam perusahaan Web3 mencapai potensi mereka. Para pakar memperkirakan bahwa metaverse dapat tumbuh menjadi pasar bernilai US$ 13 triliun pada tahun 2030.

“Akan ada kebangkitan aplikasi,” kata Yong. “Kami percaya bahwa perusahaan blockchain dan aset kripto secara lebih luas akan pulih di beberapa titik. Mereka akan muncul sebagai Amazon berikutnya.”

Terlepas dari fungsionalitas di metaverse, faktor kunci yang dapat menentukan perkembangan industri adalah perkembangan dalam transaksi lintas batas. Transaksi lintas batas yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien akan menempatkan perusahaan DeFi di jalur menuju status unicorn.

Ilustrasi metaverse.
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Prediksi Titik Balik Kripto Momen Super Bullish

Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia

Meski market tengah dalam fase bearish, industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Bappepti mencatat hingga Juni 2022, transaksi untuk aset kripto sudah mencapai Rp 212 triliun. Meski, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan.

Sementara, jumlah investor aset kripto kini sudah mencapai 15,1 juta investor, masih jauh lebih besar dibandingkan investor saham. Sementara, jumlah pedagang aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti sudah mencapai 25 perusahaan, tumbuh dari 11 perusahaan di penghujung tahun 2021 lalu.

“Kami menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia. Jika dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, namun kami melihat ini sebagai bukti bahwa industri kripto di Indonesia terus tumbuh dan sehat, serta punya potensi untuk berkembang, karena menarik banyak pemain untuk masuk ke industri ini,” jelas VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto.

Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

Prospek ke depan, industri kripto masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas. Kripto nantinya tidak akan dilihat lagi sebagai instrumen investasi, namun sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor.

Oleh karena itu, Tokocrypto tidak hanya fokus mengembangkan bisnis exchange yang sudah dimulai sejak 2017. Kami melebarkan lini bisnis dengan menciptakan ekosistem blockchain, TokoVerse, yang meliputi project kripto (TKO), NFT marketplace (TokoMall), program akselerator startup (TokoLabs), crypto hub (T-Hub), aplikasi edukasi (Kriptoversity) dan lainnya.

“Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor. Kami terus menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat di segala golongan usia. Diharapkan fokus utama kami ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan ciptakan trust kepada masyarakat,” pungkas Cenmi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Wamendag: Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kripto yang Menjanjikan

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan industri aset kripto yang baik dalam 2-3 tahun terakhir. Bahkan, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan Indonesia berpotensi menjadi pasar kripto yang menjanjikan.

Jerry menyampaikan ekosistem industri dalam negeri bisa memberikan peluang bagi para investor Singapura untuk berbisnis aset kripto di Indonesia. Menurutnya, Indonesia dan Singapura juga dapat bekerja sama untuk mengamankan data-data sensitif dan aset-aset digital yang dapat ditransaksikan melalui platform perdagangan luar negeri yang bersifat lintas-batas (cross border).

“Peluang bisnis kripto di Indonesia terbuka lebar. Ini menjadi kesempatan bagi para investor untuk berbisnis di Indonesia. Tentu saja, bisnis yang dijalankan harus tetap menerapkan peraturan yang berlaku di Indonesia,” kata Jerry saat menghadiri ABA Event bertema “Community Meet and Great Session Fireside Chat on Crossborder Blockchain, Cryptocurrency and Digital Asset Between Singapore and Indonesia” di Singapura (15/7).

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga. Foto: Antara.

Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

Potensi Kerja Sama Indonesia-Singapura di Industri Kripto

Wamendag menambahkan potensi lain dari kerja sama yang bersinergi ini adalah mengadakan sosialisasi dan seminar bersama dengan Asosiasi Blockchain Indonesia dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO). Hal tersebut guna memberikan pemahaman tentang manfaat dan penggunaan teknologi Blockchain dan aset kripto.

“Kerja sama antarinstansi pemerintah dapat dilakukan untuk mengantisipasi risiko kehilangan aset digital dan risiko penggunaannya,” ujarnya.

“Kita juga dapat bekerja sama membangun platform blockchain tunggal berbasis komunikasi antarpemerintah untuk mengantisipasi kehilangan data-data penting, mengurangi biaya pelatihan, mengurangi biaya administrasi, dan menetapkan satu standar yang dapat menciptakan efisiensi pembiayaan lainnya.”

Sejumlah proyek blockchain yang terkait dengan pemerintah Indonesia antara lain untuk mengamankan entri data, pendaftaran tanah, penelusuran proses bahan pangan, rantai pasokan komoditas, mengganti sistem berbasis kertas, mencegah penipuan, kepabean dan patroli perbatasan, transparansi anggaran, serta manajemen data antarlembaga.

Ilustrasi market kripto
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Pemuda Indonesia Bobol Wallet Coinbase Raup Rp 16 M Ditangkap FBI

Nilai Transaksi Kripto Berkembang Pesat

Wamendag juga mengungkapkan, pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa. Pada 2021, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 859,4 triliun atau meningkat 1.224 persen dibandingkan pada 2020 yang tercatat Rp 64,9 triliun.

Di paruh pertama 2022 ini, nilai transaksi kripto sudah di atas Rp 200 triliun. Data pertambahan investor aset kripto yang dirilis Bappebti juga menunjukkan kenaikan yang masif.

Jumlah investor naik dari 2 juta orang pada 2020 menjadi 15,1 juta orang saat ini. Angka ini lebih banyak dari nasabah saham 9,11 juta. Kemungkinan itu menunjukkan, perdagangan aset kripto akan mampu bersaing dengan perdagangan saham.



Sumber : news.tokocrypto.com