Tag Archives: mahasiswa

5 Rekomendasi Beasiswa dalam Negeri yang Jarang Diketahui



Jakarta

Beasiswa adalah bantuan dana pendidikan yang tentunya jadi incaran banyak mahasiswa. Dengan beasiswa, beban biaya kuliah bisa lebih ringan sehingga mahasiswa dapat lebih fokus belajar.

Jenis beasiswa yang punya peminat tinggi biasanya berasal dari dalam negeri. Contohnya beasiswa LPDP, Beasiswa Indonesia Bangkit, Beasiswa Pendidikan Indonesia, Beasiswa Unggulan, KIP Kuliah, Beasiswa Bank Indonesia hingga beasiswa sekolah kedinasan.

Beasiswa-beasiswa tersebut disediakan langsung oleh pemerintah dan dikelola oleh kementerian ataupun lembaga. Tak heran, peminatnya akan tinggi karena seleksi ketat.


Namun, detikers tak perlu khawatir tidak lolos seleksi beasiswa-beasiswa tersebut. Sebenarnya masih banyak beasiswa kuliah dari dalam negeri yang jarang diketahui, sehingga peminatnya tak sebanyak beasiswa dari pemerintah.

Ada apa saja? Ini daftar beasiswa dalam negeri yang jarang diketahui.

1. Beasiswa Cendekia Muda Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ternyata punya ragam jenis beasiswa pendidikan untuk siswa hingga mahasiswa, contohnya Beasiswa Cendekia Muda Baznas.

Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa D4 atau S1 yang menempuh kuliah di perguruan tinggi dalam negeri. Besaran beasiswa ini bisa mencakup total UKT atau subsidi.

Ada beberapa kategori yang bisa dipilih dalam Beasiswa Cendekia Muda Baznas, mulai dari beasiswa dengan kategori jurusan prioritas; prestasi; aktivis; wirausaha; dan lainnya.

2. Beasiswa Djitu

Beasiswa Djitu atau singkatan dari Disiplin, Jujur, Inovatif, Tanggung Jawab, Unggul adalah bantuan pendidikan untuk mahasiswa D3-S1 yang disediakan oleh Yayasan Knouw Kalbe.

Beasiswa ini khusus menarget perempuan yang sedang menghadapi tantangan sosial-ekonomi. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa dengan jurusan di bidang agrikultur, bisnis, ekonomi, kesehatan, dan STEM.

Penerima Beasiswa Djitu bisa mendapatkan bantuan hingga Rp 10 juta hingga lulus. Selain itu, ada dana penunjang sebesar Rp 1,2 juta per semester.

3. Beasiswa Teladan

Beasiswa Teladan diinisiasi oleh Tanoto Foundation untuk siswa hingga mahasiswa. Bentuk beasiswa Teladan berupa pendanaan kuliah secara fully funded dan biaya hidup bulanan.

Tak cuma itu, program pengembangan diri dan eksperimen dapat dirasakan penerima Beasiswa Teladan. Sebagaimana tujuannya, beasiswa ini diberikan kepada calon-calon pemimpin muda.

Ada banyak jaringan universitas penerima Beasiswa Teladan yakni IPB University, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lainnya.

4. Beasiswa Bright Scholarship

Bright Scholarship bisa dicoba bagi mahasiswa on going yang sedang mengalami kesulitan membiayai kuliah. Didanai oleh YBM BRI, beasiswa ini akan menopang UKT dan biaya hidup bulanan awardee.

Selain itu, Beasiswa Bright Scholarship menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa. Jika mahasiswa menginginkan jaringan atau pertemanan yang kuat antarawardee, maka beasiswa ini bisa menjadi solusi.

Hingga saat ini, ada banyak kampus besar yang menjadi mitra YBM antara lain Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan 32 kampus lainnya.

5. Beasiswa Aperti BUMN

Apakah detikers berkuliah di kampus naungan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)? Jika demikian, maka bisa mencoba beasiswa satu ini.

Beasiswa Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (Aperti) menyediakan pembiayaan kuliah dan fasilitas akademik. Selain itu, penerima bisa berkesempatan magang dan bekerja di perusahaan BUMN seperti PLN, Pertamina, Pos Indonesia dan lainnya.

Adapun kampus yang menyediakan beasiswa Aperti BUMN yakni:

  • Telkom University (Tel-U)
  • Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI)
  • Institut Teknologi PLN (ITPLN)
  • Universitas Pertamina (Uper)
  • Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)
  • Politeknik Semen Indonesia (Polteksi)

Demikian informasi beasiswa dalam negeri yang jarang diketahui tetapi punya pendanaan yang lumayan. Semoga bermanfaat bagi detikers ya.

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Cendekia Baznas 2025 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini



Jakarta

Beasiswa Cendekia Baznas Kerja Sama Perguruan Tinggi Dalam Negeri 2025 resmi dibuka. Kali ini, pendaftaran beasiswa dibuka di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Sebagai informasi, Beasiswa CendekiaBaznas adalah bantuan dana pendidikan demi terjaminnya keberlangsungan program Pendidikan sebagai pertanggungjawaban antar generasi dan menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan, akhlak yang luhur, unggul dan berdaya saing.

Jadwal pendaftaran beasiswa ini akan berbeda pada tiap universitas. Oleh karena itu, penting untuk mengecek secara berkala informasi beasiswa di perguruan tinggimu.

Apa saja komponen beasiswa yang diberikan? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari Pengumuman Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Nomor : 3773/Un.22/WR.3/07/2025.

Komponen Beasiswa Cendekia Baznas 2025

Subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga Rp4 juta per semester

Beasiswa diberikan selama 4 semester, dari semester 5 sampai dengan semester 8 atau hingga mahasiswa sampai lulus jika lulus sebelum semester 8.

Pengembangan diri bersama mentor beasiswa Baznas

Syarat Pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas 2025

Warga Negara Indonesia (WNI)

Mahasiswa S1/D4 semester 5 program reguler di kampus mitra Baznas ditunjukkan dengan Kartu Rencana Studi (KRS) Semester 5 atau Kartu Hasil Studi Semester 4 (KHS)

Diutamakan jurusan prioritas bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering and
Mathematics)

Memenuhi salah satu dari kategori beasiswa berikut:
a. Kategori Prestasi: Memiliki prestasi nasional dan/atau internasional (lebih direkomendasikan yang telah tercatat pada database Manajemen Talenta
Nasional (MTN), Bappenas RI dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikti selama 2 tahun terakhir)
b. Kategori Aktivis: Aktif menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan minimal tingkat jurusan atau organisasi kepemudaan/ Masyarakat selama 2 tahun
terakhir
c. Kategori Khusus Disabilitas : Ditujukan untuk mahasiswa penyandang disabilitas Fisik, Intelektual, Mental, Sensorik, Ganda atau Multi. Ditunjukkan dengan surat keterangan dokter.

IPK minimal 3,00 (skala 4,00)

Melengkapi berkas
a. Pas foto terbaru/berwarna
b. KTP dan Kartu Keluarga
c. Transkrip nilai IPK terakhir
d. Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau Surat rekomendasi dari Baznas Kabupaten/Kota (pilih salah satu saja)
e. Surat pernyataan
f. Melengkapi Akad Penerima Beasiswa Cendekia Baznas
g. Esai dengan tema “Kontribusiku menjadi generasi zakat”
Ketentuan esai adalah sebagai berikut:
-Diketik dengan font Calibri 12, spasi 1,15.
-Panjang tulisan minimal 1 halaman maksimal 2 halaman A4 spasi 1,15
-Isi tulisan memuat kekuatan diri, rencana pasca lulus, dan kontribusi untuk zakat dan Indonesia

Pendaftar dapatmengunduh (download) Surat rekomendasi dan surat pernyataan di: https://bazn.as/panduanbcbdn25

Alur Pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas 2025

Pendaftar mengunggah seluruh berkas pendaftaran ke link https://sister.uinkhas.ac.id/ pilih role SIM AKADEMIK

Klik menu Portal lalu pilih Beasiswa

Klik tombol Tambah lalu pilih Periode Beasiswa “BEASISWA CENDEKIA BAZNAS (BCB) TAHUN 2025” kemudian simpan

Setelah itu, masuk ke pilihan Lampiran Beasiswa lalu klik Edit dan pilih file yang akan diunggah

Semua berkas persyaratan dijadikan dalam satu file .pdf maksimal ukuran 2MB

Klik Simpan kemudian Finalisasi

Pendaftar juga wajib mengirimkan berkas fisik pendaftaran ke Bagian Akademik Rektorat UIN KHAS Jember. Seluruh berkas pendaftaran dimasukkan ke dalam amplop coklat dan diberi identitas. pendaftar (Nama, NIM, Prodi, dan Fakultas) di print dengan judul “Berkas Pendaftaran Beasiswa CENDEKIA BAZNAS 2025” di bagian depan map.

Jadwal Seleksi Beasiswa Cendekia Baznas 2025

Pendaftaran dilakukan di masing-masing kampus: 4 – 12 Agustus 2025
Seleksi administrasi kampus: 18 – 22 Agustus 2025
Pengumuman Lulus Administrasi: 25 Agustus 2025
Seleksi Wawancara: 25 – 29 Agustus 2025
Masa sanggah: 1 – 14 September 2025
Pengumuman akhir: 22 September 2025

Demikian informasi mengenai pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas 2025 di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com

4 Bank Penyalur Beasiswa KIP Kuliah 2025, Mahasiswa Catat!



Jakarta

Penyaluran dana KIP Kuliah 2025 akan dilakukan melalui salah satu dari empat bank ini. Lantas, apa saja bank penyalur beasiswa KIP Kuliah?

Seperti diketahui, perguruan tinggi hanya menyalurkan dana KIP Kuliah melalui bank mitra yang telah ditunjuk. Dana dapat ditransfer melalui rekening atau diambil secara langsung.

Lalu, apa saja empat bank penyalur Beasiswa KIP Kuliah 2025?

4 Bank Penyalur Beasiswa KIP Kuliah 2025

Berdasarkan penelurusan detikEdu, bank mitra penyalur KIP Kuliah pada setiap perguruan tinggi dapat berbeda. Contohnya, Universitas Diponegoro (Undip) menyalurkan dana KIP Kuliah melalui BNI.

Kemudian Universitas Muhammadiyah Gresik menyalurkan dana menggunakan BRI. Melansir dari laman resmi beberapa universitas dan LLDikti7, berikut bank penyalur beasiswa KIP Kuliah 2025:

1. Bank Mandiri

2. BRI

3. BNI

4. BTN

Syarat Pencairan Dana KIP Kuliah

Dana KIP Kuliah dapat dikirimkan langsung ke rekening penerima atau dicairkan ke bank penyalur. Syarat pencairan dana KIP Kuliah adalah sebagai berikut:

1. Bukti identitas diri
2. SK penerima dana bantuan KIP Kuliah
3. Surat keterangan nomor KIP Kuliah dan nomor rekening bank penyalur.

Besaran KIP Kuliah 2025

Besaran dana yang didapat akan dibagi dalam beberapa komponen biaya. Rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan akan ditransfer langsung ke perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Besaran dananya berdasarkan rataan biaya pendidikan mahasiswa non-KIP Kuliah di masing-masing program studi (prodi) pada tahun akademik berjalan. Adapun perkiraannya yakni:

Prodi akreditas Unggul/A dan prodi internasional maksimal Rp 8 juta
Prodi kedokteran maksimal Rp 12 juta
Prodi dengan akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp 4 juta
Prodi dengan akreditasi Baik atau C maksimal Rp 2,4 juta.

2. Bantuan Biaya Hidup (BBH)

BBH dihitung berdasarkan besaran indeks harga lokal masing-masing wilayah perguruan tinggi dan diberikan dalam 5 klaster. Jumlahnya adalah:

Klaster 1: Rp 800 ribu per bulan
Klaster 2: Rp 950 ribu per bulan
Klaster 3: Rp 1,1 juta per bulan
Klaster 4: Rp 1,250 juta per bulan
Klaster 5: Rp 1,4 juta per bulan

BBH akan diberikan satu kali setiap semester atau per enam bulan.

Cara Melihat Pencairan Dana KIP Kuliah

1. Buka https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/

2. Klik Login Siswa

3. Masukkan data akun KIP Kuliah masing-masing lalu klik Masuk

4. Pada dashboard, mahasiswa akan memperoleh informasi pencairan dari ditetapkan SK Puslapdik nomor berapa, nomor Surat Perintah Pembayaran (SPP), nomor Surat Perintah Membayar (SPM), nomor Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan nomor Surat Perintah Penyaluran (SPPn).

5. Jika sudah sampai tahapan SPPn, dana akan disampaikan kepada bank penyalur beasiswa KIP Kuliah 2025 dan bisa diterima mahasiswa.

(nir/nah)



Sumber : www.detik.com

4 Bank Penyalur Beasiswa KIP Kuliah 2025, Mahasiswa Catat!



Jakarta

Penyaluran dana KIP Kuliah 2025 akan dilakukan melalui salah satu dari empat bank ini. Lantas, apa saja bank penyalur beasiswa KIP Kuliah?

Seperti diketahui, perguruan tinggi hanya menyalurkan dana KIP Kuliah melalui bank mitra yang telah ditunjuk. Dana dapat ditransfer melalui rekening atau diambil secara langsung.

Lalu, apa saja empat bank penyalur Beasiswa KIP Kuliah 2025?

4 Bank Penyalur Beasiswa KIP Kuliah 2025

Berdasarkan penelurusan detikEdu, bank mitra penyalur KIP Kuliah pada setiap perguruan tinggi dapat berbeda. Contohnya, Universitas Diponegoro (Undip) menyalurkan dana KIP Kuliah melalui BNI.

Kemudian Universitas Muhammadiyah Gresik menyalurkan dana menggunakan BRI. Melansir dari laman resmi beberapa universitas dan LLDikti7, berikut bank penyalur beasiswa KIP Kuliah 2025:

1. Bank Mandiri

2. BRI

3. BNI

4. BTN

Syarat Pencairan Dana KIP Kuliah

Dana KIP Kuliah dapat dikirimkan langsung ke rekening penerima atau dicairkan ke bank penyalur. Syarat pencairan dana KIP Kuliah adalah sebagai berikut:

1. Bukti identitas diri
2. SK penerima dana bantuan KIP Kuliah
3. Surat keterangan nomor KIP Kuliah dan nomor rekening bank penyalur.

Besaran KIP Kuliah 2025

Besaran dana yang didapat akan dibagi dalam beberapa komponen biaya. Rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan akan ditransfer langsung ke perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Besaran dananya berdasarkan rataan biaya pendidikan mahasiswa non-KIP Kuliah di masing-masing program studi (prodi) pada tahun akademik berjalan. Adapun perkiraannya yakni:

Prodi akreditas Unggul/A dan prodi internasional maksimal Rp 8 juta
Prodi kedokteran maksimal Rp 12 juta
Prodi dengan akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp 4 juta
Prodi dengan akreditasi Baik atau C maksimal Rp 2,4 juta.

2. Bantuan Biaya Hidup (BBH)

BBH dihitung berdasarkan besaran indeks harga lokal masing-masing wilayah perguruan tinggi dan diberikan dalam 5 klaster. Jumlahnya adalah:

Klaster 1: Rp 800 ribu per bulan
Klaster 2: Rp 950 ribu per bulan
Klaster 3: Rp 1,1 juta per bulan
Klaster 4: Rp 1,250 juta per bulan
Klaster 5: Rp 1,4 juta per bulan

BBH akan diberikan satu kali setiap semester atau per enam bulan.

Cara Melihat Pencairan Dana KIP Kuliah

1. Buka https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/

2. Klik Login Siswa

3. Masukkan data akun KIP Kuliah masing-masing lalu klik Masuk

4. Pada dashboard, mahasiswa akan memperoleh informasi pencairan dari ditetapkan SK Puslapdik nomor berapa, nomor Surat Perintah Pembayaran (SPP), nomor Surat Perintah Membayar (SPM), nomor Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan nomor Surat Perintah Penyaluran (SPPn).

5. Jika sudah sampai tahapan SPPn, dana akan disampaikan kepada bank penyalur beasiswa KIP Kuliah 2025 dan bisa diterima mahasiswa.

(nir/nah)



Sumber : www.detik.com

Sertifikat UKBI Jadi Syarat Beasiswa Unggulan 2025, Pendaftaran Tes Terakhir 27 Juli



Jakarta

Beasiswa Unggulan 2025 telah dibuka sejak 14 Juli hingga akhir Juli 2025 mendatang. Salah satu syarat yang harus dimiliki untuk daftar beasiswa ini adalah sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Sertifikat UKBI harus diunggah pendaftar Beasiswa Unggulan kategori Beasiswa Masyarakat Berprestasi baik jenjang D4, S1, S2, dan S3. Tes UKBI tersebut akan mengukur sejauh mana kemampuan berbahasa pelamar secara lisan maupun tulisan.

Tes UKBI tahun ini akan ditutup sebentar lagi. Simak jadwal dan ketentuan tes UKBI bagi pelamar Beasiswa Unggulan 2025 berikut yang dikutip dari pedoman beasiswa dan laman UKBI!


Syarat UKBI bagi Pelamar Beasiswa Unggulan 2025

Memiliki kemampuan bahasa Indonesia dibuktikan dengan sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikdasmen, untuk tujuan perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri dengan ketentuan sebagai berikut:

Jenjang D4/S1

– Paket UKBI yang diambil adalah Paket 1
– Predikat sekurang-kurangnya Madya (skor 482-577)

Jenjang S2

– Paket UKBI yang diambil adalah Paket 1
– Predikat sekurang-kurangnya Unggul (skor 578-640)

Jenjang S3

– Paket UKBI yang diambil adalah Paket 1
– Predikat sekurang-kurangnya Unggul (skor 578-640)

Jadwal Pendaftaran Tes UKBI

Jadwal pendaftaran UKBI terakhir pada 27 Juli 2025 pukul 23.59 WIB. Adapun tes UKBI akan dilaksanakan maksimal pada 2 Agustus 2025.

Bagi pelamar Beasiswa Unggulan yang belum sempat ikut tes UKBI, maka bisa mengunggah bukti pendaftaran tes UKBI sebagai bukti sementara.

Adapun tes UKBI hanya dapat dilakukan pada hari Senin-Kamis dengan ketentuan waktu tes:

Pukul 08.00-10.00 WIB
Pukul 10.00-12.00 WIB
Pukul 13.00-15.00 WIB
Pukul 16.00-18.00 WIB
Pukul 19.00-21.00 WIB

Cara Ikut Tes UKBI

Masyarakat bisa daftar tes UKBI lewat laman ukbi.kemendikdasmen.go.id. Uji kemahiran nantinya akan dilakukan lewat website tersebut.

Biaya Pendaftaran Tes UKBI

  • Masyarakat umum WNI: Rp 300 ribu
  • Mahasiswa WNI: Rp 100 ribu
  • Pelajar WNI: gratis
  • Masyarakat umum WNA: Rp 1 juta
  • Mahasiswa WNA: Rp 500 ribu
  • Pelajar WNA: Rp 250 ribu

Materi Tes UKBI

Tes UKBI akan mengukur tingkat kemahiran bahasa Indonesia peserta lewat tahap ujian berikut:

  • Seksi II Merespons Kaidah: Soal berupa kalimat yang mengandung bagian yang salah tentang kaidah bahasa Indonesia.
  • Seksi III Membaca: Soal disajikan dalam bentuk maksimal 8 wacana tulis. Setiap wacana memiliki 5 butir soal.
  • Seksi IV Menulis: Soal berupa tugas untuk membuat tulisan sesuai dengan yang diberikan pada kalimat pemantik yang disertai gambar/infografik.
  • Seksi V Berbicara: Soal berupa tugas untuk mempresentasikan topik pada kalimat pemantik yang disertai gambar/infografik.

Demikian informasi UKBI sebagai syarat pendaftar Beasiswa Unggulan 2025. Jangan sampai terlewat jadwal tes ya.

(cyu/nwk)



Sumber : www.detik.com

LPDP Pastikan Dana Riset & Beasiswa Tak Berhenti Meski Ganti Tahun Anggaran



Jakarta

Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Mohammad Lukmanul Hakim menegaskan dana riset dan beasiswa yang bersumber dari LPDP akan terus digelontorkan setiap tahunnya. Termasuk saat pergantian tahun anggaran.

“Salah satu yang sebenarnya sudah disimpul oleh Bu Menteri (Menteri Keuangan Sri Mulyani) bahwa LPDP dengan format badan layanan umum itu bisa mendanai multi years dengan fleksibel sekali. Sehingga saat ini ketika para riset itu mendapatkan dana LPDP, dia tidak harus akhirnya terhenti di akhir tahun anggaran,” katanya dalam konferensi pers Konvensi Sains dan Teknologi Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB pada Sabtu (9/8/2025).


Lukmanul mengatakan riset yang didanai LPDP punya cakupan berbagai sektor. Terutama pada bidang saintek, penelitian dapat bergantung pada musim hingga cuaca.

“Padahal karakter penelitian, apalagi misalnya penelitiannya penelitian pangan yang bergantung pada musim tanam gitu, tentu tidak bisa akhirnya terpotong pada tahun anggaran. Dia harus melintasi tahun anggaran dan juga waktunya bisa difleksibelkan,” tuturnya.

Sumber Beasiswa dan Riset dari Dana Abadi

Kemudian Lukmanul mengatakan alasan tidak ada cut off dana riset dan beasiswa karena bersumber dari dana abadi. Adapun dana abadi yang dikelola LPDP saat ini mencapai Rp 154,11 triliun.

“Ya, demikian juga beasiswa. Dan salah satu juga yang kita harapkan dengan memilih dana abadi adalah adanya kesinambungan pendanaan. Jadi kemarin sudah dipaparkan Bu Menteri bahwa total sekarang LPDP mengelola Rp 154 triliun,” katanya.

LPDP Punya 4 Jenis Dana Abadi

Dana abadi tersebut digunakan untuk membiayai dana abadi pendidikan (DAP) Rp 126,12 triliun, dana abadi penelitian (DAPL) Rp 12,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi (DAPT) Rp 10 triliun, dan dana abadi kebudayaan (DAKb) Rp 5 triliun.

“Nah, sekarang LPDP itu sudah punya pengelolaan 4 dana abadi. Dana abadi pendidikan, dana abadi penelitian, dana abadi kebudayaan, dan dana abadi perguruan tinggi. Dana abadi pendidikan ini dikhususkan untuk mendanai utamanya beasiswa,” jelas Lukmanul.

“Rp 154 triliun yang itu dikelola dengan skema dana abadi. Diharapkan dengan skema dana abadi, kebijakan berkaitan dengan riset maupun biasiswa itu tidak terganggu dengan hal-hal lain di luar itu,” sambungnya.

Kemudian dana abadi penelitian sesuai dengan namanya ini juga dikhususkan untuk mendanai penelitian program riset. Kemudian dana abadi kebudayaan merupakan aspirasi dari pelaku budaya yang menginginkan dana abadi secara khusus.

“Ini yang akhirnya hasil pengembangan investasinya digunakan untuk mendanai program-program kebudayaan. Kemudian dana abadi perguruan tinggi, dana abadi perguruan tinggi ini dikelola untuk menaikkan level atau ranking perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” ucapnya.

(cyu/cyu)



Sumber : www.detik.com

4 Beasiswa S1 Dalam Negeri 2025 Ini Masih Buka Pendaftaran, Cek!



Jakarta

Apakah detikers sedang mengincar beasiswa? Meskipun sudah mulai semester baru, ternyata beberapa beasiswa masih ada yang buka pendaftaran selama Agustus 2025 ini.

Terutama untuk beasiswa S1 dengan sasaran kampus dalam negeri. Beberapa beasiswa ada yang berasal dari pemerintah maupun lembaga atau perusahaan swasta.

Dengan beasiswa, detikers bisa berkuliah lebih santai tanpa harus memikirkan biaya. Saat ini juga sudah banyak penyedia beasiswa dengan bantuan fully funded. Ada beasiswa apa saja? Simak di sini!


Daftar Beasiswa S1 Dalam Negeri 2025 yang Masih Buka

1. Beasiswa Cendekia Baznas

Pada 4 Agustus 2025 lalu, Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) kategori dalam negeri sudah dibuka. Sasaran penerima BCB ini adalah mahasiswa S1 atau D4.

Penerima beasiswa akan memperoleh pendanaan berupa uang kuliah tunggal (UKT) per semester, biaya riset hingga pembekalan mentoring dari orang-orang hebat. Pada kloter tahun 2025, ada sebanyak 133 kampus mitra BCB.

Mulai dari Institut Pertanian Bogor. Institut Teknologi Bandung. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Gadjah Mada, dan masih banyak lagi. Apa saja syarat mendapat beasiswa?

Syarat utama mendaftar BCB 2025, mahasiswa diutamakan dari jurusan science, technology, engineering and mathematic (STEM), punya IPK minimal 3.00, aktif dalam organisasi, dan memiliki prestasi.

Pendaftaran BCB 2025 akan ditutup pada 17 Agustus 2025. Informasi selengkapnya bisa dilihat di laman ini ya https://bazn.as/panduanbcbd.

2. Paragon Scholarship

Tahun ini Paragon menyediakan beasiswa untuk mahasiswa D3/S1. Pendaftaran masih dibuka dan ditutup pada 31 Agustus 2025.

Ada dua jenis beasiswa Paragon Scholarship yakni Beasiswa PSP Excellence dan Beasiswa PSP Ellevate. Manfaat beasiswa ini bisa membantu membiayai UKT hingga biaya hidup.

Syarat utama mendaftar Paragon Scholarship adalah memiliki skor UTBK SNBT yang sesuai dengan batas kategori beasiswa. Jika masih penasaran dengan beasiswa ini, detikers bisa berkunjung ke http://bit.ly/GuidebookPSP2025.

3. Beasiswa Pemprov Jambi

Pemerintah Provinsi Jambi menyediakan beasiswa bagi mahasiswa S1 yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kuota penerima beasiswa ini sebanyak 210 mahasiswa.

Pendaftarannya telah dibuka sejak 6 Agustus hingga 20 Agustus 2025. Nantinya, penerima akan memperoleh dana Rp 12 juta per orang.

Mahasiswa S1 yang bisa menerima manfaatnya minimal sedang duduk di semester 3. Selain itu, mahasiswa harus terbukti sebagai mahasiswa dengan kondisi ekonomi kurang mampu lewat beberapa dokumen seperti surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau sejenisnya.

Bagi detikers yang berminat mencoba beasiswa Pemprob Jambi bisa meninjau panduan lengkapnya di https://beasiswa.jambiprov.go.id/uploads/juknis_juklak_s1.pdf

4. . Beasiswa CIMB Niaga

Bank CIMB Niaga menggelontorkan dana untuk membantu mahasiswa S1 dalam membayar UKT hingga merampungkan skripsi. Penerima juga akan memperoleh fasilitas pendidikan lain selama empat semester.

Syarat mengajukan Beasiswa CIMB Niaga 2025 adalah minimal semester 5, minimal IPK 3,25, aktif berorganisasi, mahir dalam bahasa Inggris, dan tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain.

Batas pendaftaran Beasiswa CIMB Niaga 2025 adalah pada 20 Agustus 2025. Jika tertarik, detikers bisa mendaftar pada laman https://www.cimbniaga.co.id/id/kejar-mimpi/beasiswa-cimb-niaga.

Semoga informasi beasiswa S1 dalam negeri di atas bermanfaat ya. Selamat mencoba.

(cyu/nwk)



Sumber : www.detik.com

5 Beasiswa S1-S3 yang Masih Buka pada September 2025, Mahasiswa Cek!


Jakarta

Apakah detikers sedang cari beasiswa kuliah? Pada bulan Agustus ini, beberapa beasiswa memang sudah tutup. Namun, tak perlu khawatir karena pada September masih ada beasiswa yang bisa dicoba.

Beasiswa-beasiswa ini berlaku untuk jenjang S1, S2, S3 hingga untuk riset. Ada beasiswa apa saja? Merangkum laman masing-masing website beasiswa, berikut daftarnya:


Daftar Beasiswa yang Masih Buka pada September 2025

1. Beasiswa Riset Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka pendaftaran Beasiswa Riset Baznas Kategori Umum hingga 1 September 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, S3 serta tim riset dari lembaga resmi yang terdaftar di Kemenkumham atau instansi terkait.

Komponen pembiayaan beasiswa berupa dana riset:

– S1/D4: Rp4.000.000
– S2: Rp7.000.000
– S3: Rp10.000.000
– Tim/Lembaga: Rp30.000.000

Selain dana, tersedia fasilitas pelatihan kepenulisan, publikasi riset, dan jejaring alumni. Kuota penerima beasiswa tahun ini sebanyak 204 mahasiswa (S1: 64, S2: 70, S3: 70) dan 15 kelompok riset.

Adapun syarat bagi pelamar mahasiswa harus WNI, minimal semester akhir, IPK ≥ 3.35, kampus/jurusan terakreditasi A, serta mengunggah dokumen seperti proposal riset, surat rekomendasi, hasil tes plagiarisme, dan lainnya.

Sementara untuk tim riset harus terdaftar di BRIN/Kemenkumham, maksimal 5 orang, menyertakan dokumen seperti proposal, RAB, dan surat pengesahan.

2. Beasiswa Daesang

Yayasan Daesang Peduli Indonesia membuka pendaftaran Daesang Scholarship Program 2025 sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari PT Daesang Group Indonesia (dulunya PT Miwon dan anak perusahaannya). Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa baru S1.

Syarat melamar bisa ini meliputi WNI, nilai rapor kelas XII minimal 8,5 pada matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Kemudian, mahasiswa juga harus memiliki prestasi non-akademik.

Pendaftar juga diminta tidak mengajukan atau sedang menerima beasiswa lain, aktif di kegiatan kampus, dan bersedia mengikuti program dari yayasan, termasuk kemungkinan ikatan dinas.

Fasilitas beasiswa meliputi pembiayaan UKT at coast maksimal Rp 16,5 juta per semester, peluang karier di Daesang Group (Indonesia atau Korea Selatan), serta kesempatan membangun jejaring dengan ekosistem Daesang.

Pendaftaran dilakukan melalui SIAM mahasiswa. Batas akhirnya adalah 4 September 2025. Jangan ketinggalan ya!

3. Beasiswa Utama LPS-ITB

Beasiswa Utama LPS (BULPS) kembali dibuka bagi mahasiswa S1 dari berbagai jurusan di ITB. Program ini memberikan dukungan finansial sebesar Rp 1.500.000 per bulan selama 12 bulan.

Selain itu, penerima beasiswa bisa mendapatkan berbagai pelatihan pengembangan diri seperti soft skills training, capacity building, champion camp, hingga sesi berbagi pengalaman dan kegiatan sosial.

Beasiswa terbagi menjadi dua kategori yakni Prestasi dan Tidak Mampu. Keduanya ditujukan untuk mahasiswa semester 3-5.

Syarat mengajukan beasiswa antara lain telah menempuh minimal 40 SKS, usia maksimal 24 tahun, tidak sedang menerima beasiswa lain, IPK minimal untuk kategori prestasi adalah 3.50 dengan TOEFL minimal 500 sedangkan untuk kategori tidak mampu minimal 3.25 disertai SKTM dan slip gaji orang tua.

Syarat tambahan termasuk formulir pendaftaran, surat rekomendasi, dan motivation letter. Pendaftaran dan unggah dokumen dilakukan secara online melalui https://finaid.itb.ac.id/ paling lambat 7 September 2025.

4. Beasiswa Lanjutan Pemprov Riau

Pemerintah Provinsi Riau kembali membuka Beasiswa Tahap Lanjutan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Riau Prestasi dan Bidikmisi Bhakti Negeri (Riau Harapan) tahun 2024 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Program ini berlaku bagi mahasiswa aktif S1, D4, Profesi/Spesialis, S2, dan S3.

Syarat utama pelamar beasiswa antara lain WNI, penerima beasiswa tahun sebelumnya, memenuhi batas IPK sesuai program studi, dan tidak sedang menerima beasiswa lain.

Berkas yang wajib diunggah antara lain formulir online, surat permohonan, surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain, surat aktif kuliah, transkrip nilai terakhir, KTP, KK, dan surat rekomendasi fakultas.

Seluruh berkas wajib dikumpulkan ke pihak kampus masing-masing paling lambat 22 September 2025. Pendaftaran dan pengunggahan dokumen dilakukan melalui link resmi kampus contohnya UGM di http://ugm.id/formulirbeasiswa.

5. Tanoto Foundation

Tanoto Foundation membuka Beasiswa Teladan Tanoto 2025 untuk mahasiswa baru semester pertama di 10 perguruan tinggi mitra. Pendaftaran dibuka 17 Agustus-1 Oktober 2024.

Program berlangsung selama 3,5 tahun (semester 2-8). Beasiswa ini mencakup dukungan biaya kuliah, tunjangan hidup, serta berbagai program pengembangan kepemimpinan, magang, pelatihan riset (TSRAkegiatan sosial (Pay It Forward), exchange program, dan summer course.

Apa saja syarat mendaftar beasiswa ini?

  • WNI
  • Mahasiswa S1 reguler semester 1 di kampus mitra
  • Rata-rata nilai rapor kelas XII ≥ 8 (skala 10)
  • Aktif berorganisasi, berjiwa kepemimpinan
  • Tidak sedang menerima beasiswa lain
  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian program kepemimpinan

Pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi Tanoto Foundation ya.

Itulah daftar beasiswa yang masih buka pada September mendatang. Ayo daftar dari sekarang, detikers!

(cyu/faz)



Sumber : www.detik.com

KIP Kuliah Belum Turun, Unpad Ambil Langkah Ini Agar Mahasiswa Tetap Kuliah



Jakarta

Universitas Padjadjaran (Unpad) mengatakan pihaknya belum menerima kepastian dana KIP Kuliah untuk Jalur Seleksi Mandiri angkatan 2025. Agar mahasiswa tetap bisa kuliah, Unpad mengirimkan pesan WhatsApp Blast kepada 309 calon mahasiswa tersisa untuk memastikan komitmen mereka melanjutkan studi di Unpad.

“Mengapa? Karena kami harus mengundang Calon Pengganti Terdaftar (CPT) selanjutnya. Di zoom meeting itu kami menjelaskan, Unpad belum mengetahui kuota KIP Kuliahnya dapat berapa,” ujar Prof. Zahrotur Rusyda, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad dalam laman resmi Unpad, dikutip Selasa (26/8/2025).


Zahrotir menyatakan, Unpad berkomitmen agar tidak ada mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi. Mahasiswa Unpad angkatan 2025 yang lulus melalui jalur seleksi mandiri dengan KIP Kuliah akan dibantu pembiayaan pendidikannya melalui sumber dana lain.

“Untuk mahasiswa yang lulus melalui jalur mandiri dengan KIP Kuliah, jika memang eligible, maka tidak perlu khawatir.Unpad sedang mencarikan dana dari beberapa sumber, misalnya dari Dana AbadiUnpad, alumni, pemerintahan daerah, dan lainnya. Jadi silahkan fokus belajar saja, nanti akan kami panggil untuk pemberitahuan bantuan dana pendidikannya,” ujar Prof.Zahrotur.

Hasil dari pertemuan daring tersebut, ada 211 calon mahasiswa yang mengisi Komitmen Bayar yang menyatakan siap melakukan pembayaran jika tidak memperoleh kuota KIP Kuliah. Mereka memperoleh fasilitas penangguhan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga 1 September 2025 dan cicilan pembayaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Meski para mahasiswa telah menandatangani Komitmen Bayar,Zahrotur menyatakanUnpad akan berusaha mencarikan beasiswa agar biaya pendidikannya tidak memberatkan.

Secara keseluruhan, ada 224 mahasiswa pendaftar KIP Kuliah dari jalur seleksi mandiri Unpad yang telah memiliki NPM. Sebanyak 22 di antaranya memperoleh KIP Kuliah Aspirasi yang disalurkan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI sehingga ada 202 mahasiswa yang tidak memperoleh kuota KIP Kuliah.

“Mereka ini kan sudah diterima di Unpad dan memiliki NPM, jadi kami akan carikan beasiswa. Tapi kami juga harus memastikan, secara administratif mereka benar berhak karena setelah ditelusuri, ternyata ada yang tidak eligible sebagai penerima KIP Kuliah. Ini masih kami periksa dan akan segera diumumkan,” ucapnya.

(nir/twu)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Riset Baznas Kategori Umum untuk Mahasiswa S1-S3, Benefit Capai Rp 10 Juta



Jakarta

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka Program Beasiswa Riset Baznas Kategori Umum yang pendaftarannya akan ditutup pada 1 September 2025.

Program Beasiswa Riset Baznas merupakan program pembiayaan riset untuk mahasiswa/i dari jenjang sarjana, magister, dan doktoral serta tim peneliti yang berasal dari lembaga/kelompok yang terdaftar di Kemenkumham atau telah memperoleh pengesahan dari instansi/lembaga/perusahaan yang menaungi/tempat bekerja.

Beasiswa yang diberikan berupa dana untuk menunjang kebutuhan riset/tugas akhir dengan nominal yang berbeda pada setiap jenjang pendidikan. Nominal beasiswa yang akan diberikan berdasarkan kategori riset, yaitu :


  • S1/D4: Rp4.000.000
  • S2: Rp7.000.000
  • S3: Rp10.000.000
  • Tim/Kelompok: Rp30.000.000

Selain dana riset tersebut, diberikan pula benefit fasilitas tambahan berupa pengembangan diri seperti pelatihan kepenulisan menuju jurnal dan media massa, pemaparan kepada publik terhadap hasil riset yang telah diteliti dan peserta beasiswa yang telah menyelesaikan riset tugas akhir serta dinyatakan lulus akan menjadi bagian dari ikatan alumni beasiswa Baznas.

Beasiswa Riset Baznas akan diberikan kepada 15 Kelompok Riset dan 204 mahasiswa/I terpilih yang terdiri dari jenjang S1, S2 S3 dengan rincian program S1 sebanyak 64 mahasiswa/i, S2 sebanyak 70 mahasiswa/i, dan S3 sebanyak 70 mahasiswa/i.

Persyaratan

Kategori Mahasiswa (S1, S2, S3):

  • WNI dan mahasiswa aktif minimal semester akhir yang akan mengerjakan tugas akhir
  • IPK minimal 3,35.
  • Kampus dan jurusan terakreditasi minimal A BAN-PT
  • Dokumen wajib: Formulir, KTP, KK, KTM, transkrip nilai, surat aktif kuliah/KRS, akreditasi kampus/jurusan, surat rekomendasi tokoh, surat pernyataan, proposal riset, hasil tes plagiarisme, PPT riset, CV/portofolio (untuk desain/film)

Kategori Kelompok/Lembaga Riset:

  • Berasal dari lembaga riset terdaftar di BRIN atau memiliki pengesahan resmi.
  • Tim maksimal 5 orang dengan izin dari instansi terkait.
  • Dokumen wajib: CV semua anggota, KTP, kartu pegawai, akta Kemenkumham, rekomendasi HRD/pimpinan, RAB riset, surat rekomendasi tokoh, surat pernyataan kesediaan, draft proposal, hasil tes plagiarisme, PPT/video presentasi.

Tanggal Penting

  • Pendaftaran : 22 Agustus-01 September 2025
  • Seleksi Berkas : 4-15 September 2025
  • Pengumuman Tahap 1 : 19- 21 September 2025
  • Seleksi Substansi : 24 September-13 Oktober 2025
  • Pengumuman Final : 17 Oktober 2025

Tema Prioritas Riset Kategori Umum

  1. Peran BAZNAS dalam meningkatkan akses layanan kesehatan primer bagi mustahik di daerah 3T.
  2. Efektivitas program zakat untuk penyintas kronis dan keluarganya di Indonesia.
  3. Analisis potensi big data dalam pengelolaan dan transparansi dana zakat di era digital.
  4. Pengembangan aplikasi berbasis AI untuk pemetaan mustahik dan distribusi zakat efektif.
  5. Pemanfaatan dana zakat untuk resiliensi ekonomi korban bencana alam.
  6. Efektivitas penyaluran zakat oleh BAZNAS dalam tanggap darurat bencana.
  7. Peran zakat dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas dari kelompok rentan.
  8. Analisis aksesibilitas layanan zakat bagi komunitas disabilitas di Indonesia.
  9. Pemberdayaan ekonomi perempuan kepala keluarga melalui program zakat produktif BAZNAS.
  10. Green Accountability: transparansi dan pelaporan dampak lingkungan dari program zakat.
  11. Integrasi nilai-nilai ekoteologi Islam dalam pengelolaan zakat.
  12. Analisis pengelolaan dana haji oleh BPKH: antara prinsip syariah dan optimalisasi return.
  13. Strategi diversifikasi portofolio investasi dana haji berbasis syariah.
  14. Dampak penggunaan dana haji untuk pembiayaan infrastruktur terhadap keberlanjutan dana jemaah.
  15. Sistem pelaporan keuangan haji berbasis real-time: kebutuhan dan tantangan implementasi.

(pal/faz)



Sumber : www.detik.com