All posts by 21

Mengenal Lebih Dekat Ethereum, Kripto Pesaing Berat Bitcoin

Saat ini dunia investasi aset kripto telah berkembang semakin luas. Dari sekian banyak aset kripto yang ada, tetap primadona dari instrument mata uang digital bisa dikatakan adalah Bitcoin

Bitcoin sudah banyak dikenali oleh masyarakat dapat memberikan keuntungan yang menggiurkan. Namun tahukah kamu, jika ada instrumen mata uang digital lainnya yang tidak kalah cuan dari Bitcoin? Jawabannya adalah Ethereum.

Apa itu Ethereum?

Ethereum merupakan salah satu instrumen mata uang digital cryptocurrency yang sudah ada sejak tahun 2015 lalu. Mata uang digital ini menduduki posisi kedua setelah Bitcoin sebagai mata uang terbesar di pasar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar.

Sejumlah ahli bahkan memprediksi, jika Ethereum bisa menjadi masa depan bagi mata uang kripto yang kemungkinan bisa mengalahkan posisi Bitcoin. Hal ini didukung dengan harga Ethereum yang terus melonjak naik, meskipun sempat mengalami penurunan di kuartal kedua pada tahun 2021.

Ilustrasi Ethereum.

Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Daftar Film Tentang Bitcoin yang Wajib Kamu Tonton

Sebelum lebih jauh lagi, ada informasi menarik yang harus kamu ketahui. Sebenarnya Ethereum bukan nama asli dari mata uang digital ini. Ethereum merupakan nama blockchain yang menjadi sistem transaksi dari mata uang digital itu sendiri.

Adapaun nama asli dari mata uang ini ialah Ether yang simbolnya ETH. Namun karena nama Ethereum ini justru lebih tenar duluan, maka masyarakat jadi lebih mengenal Ether dengan sebutan Ethereum. 

Kelebihan dan Kekurangan Ethereum

Setiap mata uang digital pasti memiliki kelebihan dan kekuarangan masing-masing, termasuk Ether ini. kamu harus mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut, agar bisa meninjau risiko yang dapat terjadi dan mempersiapkan strategi untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. 

Berbicara tentang kelebihan, Ethereum memiliki banyak founder dan banyak dikembangkan oleh developer. Hal ini jelas membuatnya menjadi salah satu platform terpercaya karena terjaga kualitasnya.

Selain itu, blockchain Ethereum ini menggunakan sistem desentralisasi yang bisa menjadi sebuah alternatif bagi dunia perbankan di masa seperti saat ini. Kamu juga harus melakukan pertimbangan pada valuasi Ethereum. Jangan lupa, bahwa Ethereum merupakan mata uang kripto terbesar di dunia posisi kedua saat ini.

Ilustrasi Ethereum.

Ilustrasi Ethereum.

Baca juga: Kenali Ciri Khas Candlestick Pattern Kripto agar Selalu Profit

Di balik kelebihan pasti ada kekurangan. Ether ialah mata uang digital ini memiliki voltalitas yang tinggi dan ini menjadikannya kurang diminati. Hal ini telah tertulis dengan jelas di berbagai sumber informasi. Harganya sewaktu-waktu bisa melonjak naik pesat, namun juga bisa tiba-tiba mengalami penurunan yang drastis.

Untuk menanggulanginya, kamu harus mempelajari berbagai analisis yang akurat untuk mengetahui kenaikan dan penurunan mata uang ini. Dengan begitu akan tahu kapan harus sell dan kapan harus buy.

Cara Investasi Ethereum

Jika kamu tertarik untuk melakukan investasi pada mata uang Ethereum, caranya cukup mudah. Langkah pertama yang harus dilakukan tentu saja memiliki Ethereum Wallet. Setelah itu baru lakukan pembelian mata uang Ethereum menggunakan cryptocurrency.

Jika kamu belum memiliki cryptocurrency sama sekali, bisa membeli Ethereum menggunakan mata uang biasa. Kamu bisa membelinya di exchange terpercaya, seperti Tokocrypto. Kamu juga dapat menukar mata uang kripto lainnya dengan Ethereum, seperti Bitcoin, Litecoin atau aset kripto yang lainnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum 2.0 Rilis September 2022, Harga ETH Naik

Pada 16 Juli 2022, perwakilan dari Ethereum (ETH) menyatakan sebuah informasi melalui Twitter terkait peluncuran Ethereum 2.0.

Superphiz, nama dari pihak yang bertanggung jawab atas jaringan Beacon dari Ethereum, menyatakan bahwa perubahan dari Proof of Work menuju Proof of Stake untuk Ethereum akan segera diluncurkan pada September 2022.  

Tanggal Peluncuran Ethereum 2.0

Pada Sabtu, 16 Juli 2022, Superphiz atau dengan nama asli Evan Van Ness membuat sebuah cuitan melalui Twitter yang menjelaskan tanggal peluncuran Ethereum 2.0 secara bertahap. 

Ia menyatakan bahwa mulai dari akhir Juli 2022 hingga September 2022 Ethereum akan memulai proses Merge atau perpindahan dari jaringan Proof of Work ke Proof of Stake

Dikabarkan bahwa tahap pertama dari proses ini adalah peluncuran jaringan uji coba Goerli dan Prater untuk para developer menguji coba jaringannya. Peluncuran jaringan ini akan dilaksanakan pada 27 Juli 2022 atau 28 Juli 2022 dengan pengumuman peluncuran ini paling lambat pada 29 Juli 2022. 

Setelah itu, berikutnya adalah peluncuran jaringan uji coba bernama Prater Bellatrix yang akan membawa perubahan ke Proof of Stake semakin dekat. Peluncuran jaringan ini akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2022 dan kemudian akan membawa penggabungan dengan teknologi dari jaringan uji coba Goerli pada 11 Agustus 2022. 

Baca juga: Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

Setelah itu, pada 18 Agustus 2022 hingga awal September 2022 akan ada Merge atau penggabungan resmi dari jaringan utama Goerli dan Prater yang mencerminkan proses penggabungan jaringan Proof of Work lama dan Proof of Stake baru. 

Terakhir, adalah peluncuran Ethereum 2.0 yang akan dilaksanakan pada 19 September 2022. Tanggal ini menjadi tanggal resmi peluncuran menurut Evan Van Ness dan kemungkinan tidak akan berubah. 

Ethereum Foundation memberikan pernyataan langsung mengenai perubahan Ethereum dari Proof of Work menuju Proof of Stake ini. 

“Perlu diingat bahwa Beacon Chain (Jaringan Proof of Stake Ethereum) bergerak berbeda dengan jaringan utama Ethereum saat ini yang bergerak dengan Proof of Work. The Merge akan terjadi setelah kedua jaringan ini bersatu.”

Ethereum Foundation

Intinya Ethereum Foundation menyatakan, bahwa saat ini Ethereum akan mulai menggabungkan antara jaringan Proof of Work yang saat ini digunakan, dengan Beacon Chain, jaringan Proof of Stake yang selama ini hanya digunakan untuk staking

Setelah kedua jaringan ini menyatu, nantinya Ethereum 2.0 akan meluncur dan siap untuk digunakan. 

Pada 20 Mei 2022, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, membuat sebuah pernyataan pada acara di Shanghai, China. 

“Kabar terbesar untuk ethereum tahun ini adalah The Merge atau perubahan dari Proof of Work ke Proof of Stake. Kami telah berusaha untuk mengubah jaringan ke Proof of Stake sejak Ethereum didirikan, dan jaringan baru ini sudah mulai dikerjakan sejak tujuh tahun yang lalu dan akhirnya jika semua berjalan sesuai rencana, peluncuran akan terjadi di musim panas ini.”

PENDIRI ETHEREUM, Vitalik Buterin

Dengan pernyataan tersebut Vitalik Buterin menyatakan bahwa Ethereum 2.0 atau perubahan jaringan ini adalah kabar terbesar positif untuk Ethereum. Bersama kabar ini harga ETH juga terlihat bergerak naik, kemungkinan besar karena volume beli yang meningkat. 

Menurut laporan dari CoinShares jumlah investasi dari investor institusional terhadap produk berbasis Ethereum mengalami peningkatan yang signifikan. Ini bisa menjadi alasan mengapa harga ETH berhasil bergerak naik dalam beberapa hari terakhir. 

Ethereum 2.0 Rilis Tanggal Peluncuran, Harga ETH Naik!
Data Likuidasi Posisi Futures ETH.

Baca juga: Market Awal Pekan: Gerak Kripto Optimis ke Zona Hijau

Menurut data dari CoinGlass, terlihat bahwa saat ini mayoritas trader juga memiliki pandangan positif karena banyaknya likuidasi posisi short di pasar derivatif. Harga ETH juga mengalami apresiasi signifikan yaitu sekitar 35% dari 13 Juli 2022 dan sekitar 14% pada hari ini, Selasa (19/7).

Tapi mengingat volatilitas yang tinggi di pasar kripto saat ini, serta setiap hari Senin yang umumnya membawa pergerakan negatif, trader dan investor tetap diharapkan untuk berhati-hati. Ada kemungkinan dengan tingginya apresiasi harga beberapa hari terakhir, pasar akan bergerak turun untuk menormalisasi pergerakan jangka pendek.

Artikel ini telah tayang di Coinvestasi dengan judul Ethereum 2.0 Rilis Tanggal Peluncuran, Harga ETH Naik!





Sumber : news.tokocrypto.com

PBB Imbau Negara Berkembang Rancang Regulasi Kripto

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan rekomendasi baru yang mengimbau negara-negara berkembang untuk mulai merancang regulasi terkait kripto. PBB memperingatkan risiko keuangan yang tinggi jika membiarkan industri kripto tak diatur.

Dalam sebuah dokumen berjudul “All that glitters is not gold” yang dirilis pada Juni lalu, Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Conference on Trade and Development/UNCTAD) menyatakan, kerugian yang ditimbulkan oleh kripto di negara-negara berkembang jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Dokumen itu juga meminta agar negara-negara berkembang memberlakukan wajib daftar bagi seluruh wallet kripto dan melarang iklan yang terkait dengan aset kripto.

“Ini bukan soal menyetujui atau tidak menyetujui tetapi menunjukkan bahwa ada risiko yang terkait dengan kripto. Ini adalah rekomendasi yang berlaku untuk setiap produk keuangan yang memiliki risiko tinggi dan dana pengembaliannya tidak pasti,” ujar ekonom yang juga pejabat senior di UNCTAD, Penelope Hawkins, dikutip dari Decrypt.

UNCTAD juga memperingatkan, kripto dapat mengancam stabilitas keuangan negara-negara berkembang. Kripto dinilai bisa membuka jalan bagi aktivitas keuangan ilegal, menyulitkan pihak berwenang untuk membatasi aliran modal, serta membahayakan kedaulatan mata uang resmi negara.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: NFT CryptoPunk Satu Ini Berhasil Terjual Rp 39 Miliar

PBB Rekomendasikan Penerapan Pajak Kripto

Lembaga PBB itu merekomendasikan agar pemerintah bisa mengenakan pajak atas transaksi yang menggunakan teknologi blockchain. Pemerintah juga diminta untuk mewajibkan exchange kripto untuk memiliki lisensi.

Selain itu, UNCTAD mengeluarkan gagasan agar lembaga keuangan negara dilarang memegang aset digital dan dilarang menawarkan layanan terkait kripto. Negara-negara berkembang juga diimbau untuk membatasi atau melarang iklan dari perusahaan kripto di tempat umum atau di platform media sosial.

“Ini adalah hal yang mendesak untuk melindungi konsumen di negara-negara dengan tingkat literasi keuangan yang rendah yang dapat menyebabkan kerugian yang signifikan,” ujar UNCTAD, dalam dokumen tersebut.

Profesor hukum di Willamette University College of Law, Rohan Grey, yang juga konsultan PBB, mengatakan, kurangnya aturan mengenai kripto bisa memicu aksi penipuan.

“Ekosistem belum sepenuhnya matang dan dewasa. Membiarkan (industri kripto) untuk memasarkan dirinya sendiri bagaikan mengonsumsi sebuah obat yang belum melalui uji BPOM, tetapi sudah dinyatakan bisa menyembuhkan kanker,” jelasnya.

Rekomendasi terakhir menyebutkan, negara-negara berkembang diminta mengembangkan sistem pembayaran sendiri yang berfungsi layaknya infrastruktur publik. Pemerintah juga bisa mengeksplorasi pembuatan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

PBB Ingin Tingkatkan Adopsi Kripto di Seluruh Dunia

Salah satu faktor yang mendorong UNCTAD untuk merilis rekomendasi tersebut adalah meningkatnya adopsi kripto di seluruh dunia, yang turut dipercepat oleh pandemi. Mata uang kripto yang dibangun di atas teknologi blockchain, menawarkan kemudahan dan perlindungan uang dari depresiasi dan inflasi.

Meski mengeluarkan kebijakan demikian, PBB pernah beberapa kali terjun ke dunia blockchain. Awal tahun ini, PBB merayakan Hari Perempuan Internasional dengan koleksi NFT Boss Beauty Role Models.

Pada 2021, PBB mendukung kompetisi DigitalArt4Climate yakni kontes pembuatan NFT bertema perubahan iklim. Karya pemenang ditampilkan di Konferensi Perubahan Iklim di Skotlandia.

Di tahun yang sama, United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) meluncurkan NFT di Ethereum untuk merayakan HUT ke-75 dan menggalang dana.

Artikel ini telah tayang di PortalKripto.com dengan judul PBB Imbau Negara Berkembang Mulai Rancang Regulasi Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategi Investor Kripto dalam Hadapi Gejolak Market

Situasi kritis sedang membayangi market kripto dalam beberapa bulan terakhir. Banyak faktor yang menyebabkan sejumlah aset kripto turun harga, mulai dari inflasi tinggi, suku bunga acuan meroket diperburuk isu resesi dan depresi ekonomi yang berpotensi menerjang sejumlah negara, seperti Amerika Serikat.

Kondisi tersebut menjadikan pergerakan market kripto lesu. Beberapa investor terlihat mengambil langkah “main aman” dalam menghadapi situasi terkini. Alhasil volume perdagangan kripto stagnan dan pergerakan market sideways.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, melihat hal tersebut tentu sangat berpengaruh pada investor retail dan pemula. Sebab dengan pergerakan nilai aset yang tidak terlalu signifikan, tentu pengambilan keputusan investasi di momen saat ini menjadi sangat krusial.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

Adytia memberikan beberapa merekomendasikan langkah strategis bagi investor pemula yang baru memasuki dunia investasi agar siap menghadapi gejolak kritis di market kripto yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.

“Bagi investor retail dan pemula, hal utama yang harus dilakukan tentu adalah jangan berinvestasi dalam kripto, jika tidak dapat menerima perubahan pasar yang tajam, yang terkadang bisa naik-turun lebih dari 15% dalam periode 24 jam. Selain itu, investor harus mengambil keputusan berdasarkan apa yang diyakini dengan hasil riset,” katanya.

Baca juga: 6 Tips Tetap Profit saat Bear Market Kripto

Atur Portofolio Investasi

Adytia merekomendasikan untuk berinvestasi tidak lebih dari 5% dari portofolio di kripto. Ia juga menghimbau bagi para investor agar memastikan diri telah memiliki cukup uang tunai. Hal tersebut merujuk pada upaya pemenuhan kebutuhan diri dan rutinitas kehidupan.

Situasi terkini dan beberapa waktu ke depan merupakan momen strategis untuk berinvestasi. Jika investor dapat menerima risikonya, bear market sekarang bisa menjadi saat yang tepat untuk masuk ke pasar kripto, karena harga lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada yang namanya waktu yang “sempurna” untuk memasuki pasar, jadi ingatlah bahwa fluktuasi harga akan terus terjadi dan bersiaplah untuk harga kripto yang turun lebih jauh.

Ilustrasi investasi aset kripto
Ilustrasi investasi aset kripto.

“Hal penting lainnya adalah apabila investor memiliki dana lebih, saat ini merupakan waktu yang tidak terlalu buruk untuk berinvestasi. Mereka memilih cepat-cepat melakukan buy the dip mumpung mendapatkan harga ‘diskon’. Setelah market kembali bergerak naik sedikit, mereka merealisasikan cuannya mumpung kripto menghijau,” jelasnya.

Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

Fokus ke Fundamental Aset Kripto

Bagi investor retail dan pemula rekomendasi utamanya tentu perlu fokus pada beberapa project kripto dan aset big cap yang diketahui dengan jelas memiliki potensi jangka panjang, agar dapat bertahan di situasi tren penurunan berikutnya.

Secara keseluruhan pertumbuhan market masih menunggu kelonggaran suku bunga acuan The Fed dan inflasi yang menurun serta faktor makroekonomi lainnya. Selain itu, peran investor institusi yang tetap percaya dan mengakumulasi kripto sebagai dana cadang bisa membuat market kripto bergerak tumbuh.



Sumber : news.tokocrypto.com

CBDC dan Aset Kripto Bisa Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia

Bank Indonesia terus mendalami desain dan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC). Kabar baiknya, Bank Indonesia (BI) sudah mengumumkan pada akhir tahun 2022 ini, mereka akan mengeluarkan white paper pengembangan CBDC atau Digital Rupiah. Keberadaan aset kripto juga melatarbelakangi bank sentral menjajaki desain teknologi layanan keuangan ini.

Mayoritas bank sentral dunia telah mulai melakukan tahapan riset dan percobaan sesuai dengan karakteristik negaranya masing-masing. Menurut data Atlantic Council, saat ini lebih dari 100 negara yang mewakili lebih dari 95 persen PDB global, sedang menjajaki penerbitan CBDC.

Dari jumlah tersebut, 10 negara sudah resmi meluncurkan CBDC, 15 negara masih dalam tahap pilot project, 24 tahap pengembangan, 43 tahap riset (termasuk Indonesia), 10 negara CBDC-nya tidak aktif dan dua negara membatalkan penggunaan CBDC.

Pembahasan mengenai desain CBDC terus menjadi perhatian bank sentral di setiap negara, termasuk Indonesia. Salah satunya mengenai skema yang paling cocok dalam implementasinya ke depan. Selain itu, dukungan dan masukan industri juga merupakan masukan penting bagi bank sentral dalam merencanakan desain CBDC.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Pertemuan G20 Akan Bahas Aset Kripto dan Uang Digital Bank Sentral

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, menyambut baik rencana peluncuran CBDC oleh Bank Indonesia. Pemerintah telah membuka diri terhadap perkembangan teknologi layanan keuangan agar tetap relevan. Utamanya tentu memberikan kemudahan dan pelayanan yang prima kepada masyarakat. 

Tujuan utama CBDC dan aset kripto sejalan dan punya pandangan yang sama, di mana di Indonesia, kripto diakui sebagai komoditi, bukan mata uang untuk alat pembayaran. CBDC dan aset kripto bisa berjalan beriringan dan saling melengkapi. 

Keduanya bisa mendorong inklusi keuangan dengan menyediakan akses layanan yang mudah dan aman bagi populasi yang tidak memiliki rekening bank. Data Bank Indonesia pun mencatat ada sekitar 92 juta penduduk di Indonesia tak punya rekening bank.

“Kami siap berdiskusi dengan seluruh stakeholder untuk memberikan kontribusi menciptakan desain CBDC yang sempurna diterapkan di Indonesia. Pada akhirnya, CBDC memerlukan kerangka peraturan yang bersinergi dan kompleks termasuk mendukung inovasi, privasi, perlindungan konsumen dan standar anti pencucian uang yang perlu dibuat lebih kuat sebelum mengadopsi teknologi ini,” kata pria yang akrab disapa Manda.

CBDC dan Kripto Bisa Ciptakan Kestabilan Sistem Keuangan

Lebih lanjut, Manda menjelaskan ada sejumlah tantangan yang perlu dipertimbangkan secara cermat sebelum menerbitkan CBDC. Misalnya memperhatikan kestabilan sistem keuangan dan pemilihan teknologi yang digunakan pada tahap eksperimen untuk memahami bagaimana CBDC dapat diimplementasikan, baik menggunakan teknologi DLT-Blockchain maupun non-DLT.

Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).
Ilustrasi Central Bank Digital Currency (CBDC).

Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

Salah satu negara pertama di dunia yang telah menerapkan CBDC yang terbilang sukses adalah Bahama. Sand Dollar adalah versi digital dari dolar Bahama (B$). Seperti uang tunai, Sand Dollar dikeluarkan oleh Bank Sentral Bahama melalui lembaga keuangan resmi.

Sand Dolar digital Bahama ditopang oleh sistem blockchain bernama NZIA Cortex DLT dan bisa digunakan sebagai alat tukar yang sah. Sand Dollar bukan aset kripto (misalnya Bitcoin). Sand Dollar adalah CBDC, ini berarti unit akun dan alat pertukaran yang terpusat, teregulasi, stabil, privat dan aman. Sand Dollar adalah tanggung jawab langsung Bank Sentral Bahama, yang didukung oleh cadangan devisa.

“CBDC terbukti bisa mengurangi biaya pengiriman layanan dan meningkatkan efisiensi transaksional untuk layanan keuangan di seluruh Bahama. Validasi transaksi/pemrosesan transaksi real-time yang hampir seketika. Bahama berhasil meningkatkan layanan keuangannya pasca bencana alam Badai Dorian pada 2019, yang membuat bank kesulitan untuk mencetak uang. CBDC mampu mengatasi hal tersebut sehingga masyarakat Bahama bisa bertransaksi seperti biasa tanpa ketergantungan dengan uang tunai,” jelas Manda.

CBDC memang utamanya didesain tidak mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan. Keuntungannya bisa mengurangi hambatan terhadap inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi pembayaran dan menurunkan biaya transaksi dan menciptakan transparansi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Teknologi Web 3.0?

Belakangan ini, dunia teknologi informasi diwarnai topik mengenai web 3.0 atau web3. Penambahan kode “3.0” sebenarnya merupakan tanda bahwa teknologi baru ini merupakan kelanjutan dari web yang sudah ada sebelumnya, yaitu web 1.0 dan web 2.0. Teknologi ini digadang-gadang unggul karena memanfaatkan sistem blockchain yang terdesentralisasi. Benarkah demikian? Untuk lebih memahami tentang teknologi baru ini, mari simak ulasannya berikut.

Apa Itu Web 3.0?

Web 3.0 atau kadang disebut web3 merupakan generasi terbaru dari world wide web (www) yang berbasis teknologi blockchain. Melansir dari portal berita NBC News, web3 merupakan suatu hipernim yang mewakili suatu pandangan masa depan terhadap internet. Dalam pandangan tersebut, kepemilikan internet di masa depan akan lebih terdistribusi.

Sebenarnya, pandangan tersebut didasarkan pada teknologi ledger (buku besar) digital bernama blockchain. Teknologi pembukuan yang transparan itu akan membantu internet menjadi jauh lebih mudah diakses, tapi tetap terjamin keamanannya. Istilah web3 sendiri mulai banyak digunakan setelah Gavin Wood, co-founder Ethereum, menyebutkannya pada 2014 lalu.

Generasi Internet Sebelumnya

apa itu web3

Seperti yang telah disebutkan pada bagian pembuka, web3 sebenarnya merupakan “penerus” dari generasi internet yang sudah ada sebelumnya, yaitu web 1.0 dan juga web 2.0. Mari membahas sedikit mengenai dua generasi internet tersebut.

Web 1.0

World Wide Web atau www mulai dikenal oleh masyarakat dunia pada tahun 1990-an (tepatnya 1991-2004). Kala itu, internet memang baru dikenalkan dan dipergunakan secara luas. Pada generasi web 1.0, kebanyakan website yang ada masih menggunakan format statis.

Tidak ada interaksi yang terjadi antara pembuat konten website dengan pengguna. Jumlah pengguna internet juga didominasi oleh penikmat konten, bukan pencipta. Itu artinya, jenis konten yang tersedia masih sangat terbatas dan tidak punya banyak variasi. Meski begitu, kehadiran web 1.0 membuka harapan pengembangan internet yang jauh lebih maju lagi.  

Web 2.0

Lama-kelamaan, teknologi web 1.0 pun berkembang. Dari yang semula hanya memiliki konten terbatas, kini variasinya makin beragam. Akhirnya, dunia pun memasuki era web 2.0. Pada generasi ini, website menjadi sebuah platform.

Penggunaannya pun mulai bergeser. Jika pada web 1.0 masih dominan penikmat konten, pada era web 2.0 justru sebaliknya. Jumlah pembuat konten semakin meningkat. Ini karena user atau pengguna internet diberi keleluasaan untuk membuat konten pribadi. Mereka dapat mengunggah konten tersebut ke forum web, media sosial, layanan networking, hingga blog. Generasi internet ini dimulai kurang lebih pada 2004 dan terus berkembang hingga sekarang.

Teknologi Yang Digunakan Web3

Secara garis besar, web 3.0 ini akan mengadopsi teknologi blockchain. Teknologi tersebut dipilih karena memiliki sistem yang terdesentralisasi. Ini sejalan dengan pandangan web3 yang menginginkan adanya kepemilikan internet yang lebih terdistribusikan; tidak hanya terbatas pada posisi pembuat dan penikmat konten seperti pada generasi internet sebelum-sebelumnya.

Diprediksi nantinya web3 akan meningkatkan keamanan data pengguna, skalabilitas yang lebih luas, dan kerahasiaan tinggi. Di samping itu, karena sifatnya yang terdesentralisasi, web3 juga diharapkan bisa menggulingkan monopoli perusahaan-perusahaan teknologi raksasa dalam kepemilikan internet.

Web 3.0 dan Crypto

Web3 sangat erat kaitannya dengan teknologi blockchain dan sistem DeFi atau decentralized finance. Kedua konsep ini sebenarnya sudah berlaku dalam pengelolaan aset crypto. Aset crypto merupakan aset digital yang menerapkan sistem terdesentralisasi. Artinya, pengelolaannya dilakukan oleh pemilik aset saja tanpa ada campur tangan dari pihak ketiga. Begitu pula saat transaksi aset yang hanya akan terjadi antara pemilik dan pembeli aset.

Dengan konsep DAO atau decentralized autonomous organization yang meminimalisir adanya campur tangan pihak ketiga, aset crypto jadi jauh lebih aman. Jalur distribusinya pun transparan karena bisa diketahui oleh siapa pun yang memiliki akses menuju blockchain.

Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

Jadi bagaimana? siapkah Anda untuk menyongsong web3 sebagai era baru internet? Sebenarnya, contoh penerapan web3 ini sudah terjadi di dunia crypto. Di crypto, seluruh transaksi aset dilakukan menurut sistem terdesentralisasi dan selalu terekam di blockchain, membuatnya begitu transparan dan mudah dikendalikan langsung oleh pengguna karena tidak adanya pihak ketiga yang terlibat.

Tertarik untuk mulai menjajal teknologi web3? Anda bisa mulai di Tokoscape. Di ekosistem Tokoscape, Anda akan merasakan sistem terdesentralisasi yang aman dan nyaman. Misalnya, untuk investasi aset crypto, bisa dilakukan melalui Tokocrypto atau dengan menjadi Creator NFT (non-fungible token) di TokoMall. Jangan lupa juga gabung di komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Masih Kuat

Menjelang akhir pekan, situasi market kripto membuat hati investor riang gembira. Pasalnya secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju optimis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (15/7) pukul 12.00 WIB.

Melansir CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 20.526 atau melonjak 1,31% dalam sehari terakhir. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 7,31% ke US$ 1.195 di waktu yang sama. 

Sementara altcoin lainnya juga tidak meroket, seperti XRP, Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) harga melonjak masing-masing 6,59%, 6,89%, 1,23% dan 1,30% dalam 24 jam terakhir. Lalu, apa yang menyebabkan market kripto bergejolak positif?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan reli singkat yang terjadi pada perdagangan market kripto disebabkan oleh sentimen positif dari komentar terbaru pejabat bank sentral AS, The Fed. Sejumlah pejabat The Fed menyebutkan lembaga otoritas moneter tersebut kemungkinan besar tidak akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin gara-gara inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir.

“Kemarin sejumlah pejabat The Fed menyangkal akan menaikan suku bunga acuan hingga 100 bps, tetapi condong ke 75 bps pada pertemuan mendatang. Kabar ini tampak disambut positif oleh investor sehingga nilai aset kripto masih sukses mempertahankan kinerjanya,” kata Afid.

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat

Banyak investor yang menjadi bergairah untuk kembali melakukan transaksi di market kripto, walaupun situasi di pasar saham saat ini sedang lesu. Meski demikian, reli singkat ini hanya bertahan sementara lantaran belum didukung aksi akumulasi yang kuat dari pelaku pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, nilai market cap aset kripto belum tembus US$ 1 triliun dan volume trading harian di bursa kripto turun 5,14% dalam sehari terakhir. Tampaknya investor masih khawatir inflasi tinggi dan ancaman resesi dalam jangka waktu pendek.

Sementara itu, pergerakan Bitcoin sekarang mengharapkan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi akhir bulan ini, yang selanjutnya dapat berdampak pada harga. Pergerakan harga Bitcoin akan berada dikisaran harga US$ 20.317 dan masih berpotensi naik hingga ke level harga US$ 21.127. Tetapi apabila harga Bitcoin kembali koreksi, kemungkinan akan turun dan retest support pada harga US$ 19,772.

Tiga Sentimen Negatif Bisa Tekan Market Kripto

Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Pasalnya, telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni.

Ilustrasi bear market.
Ilustrasi bear market.

Baca juga: NFT CryptoPunk Satu Ini Berhasil Terjual Rp 39 Miliar

Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS, The Fed.

Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.

Selanjutnya, datang dari kabar platform pinjam meminjam kripto, Celsius yang tengah menyiapkan dokumen kebangkrutan. Menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan tata usaha New York, Celsius ternyata memiliki aset US$ 4,3 miliar dan kewajiban US$ 5,5 miliar, sehingga perseroan punya defisit neraca sebesar US$ 1,2 miliar.

Selain itu, faktor lainnya adalah berkembangan dari kasus Mt Gox yang saat ini memiliki 142.000 Bitcoin siap untuk dijual dalam rangka ganti rugi korban. Walau terdengar seperti kabar positif, ganti rugi ini dapat membuat tekanan jual yang besar di pasar kripto, terutama untuk Bitcoin.  



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat

Seorang analis sekalligus ahli strategi kripto telah melihat bahwasanya Bitcoin akan membentuk reli eksplosif, setelah koreksi terbaru saat ini berakhir.

Analis terssbut bernama Credible dengan ratusan follower di Twitter, memperkirakan BTC akan kembali merosot dari level harga US$ 22.000 ke US$ 19.000, sebelum memicu reli kuat yang membawanya kembali ke US$ 30.000.

Gambar
Grafik pergerakan harga Bitcoin.

Dari gambar di atas, ia melihat harga yang telah terejeksi dari Zona Merah akan menyelam lebih rendah. Hal ini diprediksi untuk menemukan pijakan baru untuk reli kuat, seperti Garis Hijau yang ada pada gambar.

Baca juga: NFT The Saudis Ludes Beberapa Jam Setelah Dirilis

Credible menggunakan teori analisis teknikal Elliot Waves, yang mencoba memprediksi pergerakan harga dengan mengikuti psikologis trader kebanyakan yang cenderung bermanifestasi dalam gelombang pergerakan harga (waves).

Selain itu, dalam sebuah video, analis ini juga mengatakan bahwa penurunan ke US$ 19.000 adalah iklim yang sehat bagi aset kripto utama ini. Pasalnya, penurunan tersebut memungkinkan BTC mencetak struktur Higher Low yang Bullish.

“Sebuah retracement yang dalam tidak apa-apa. Sebuah retracement yang dalam membuat hitungan Bullish tetap utuh. Setelah menelusuri kembali sedalam itu dan menempatkan di titik Higher Low, jika Anda berhasil kembali di atas tertinggi ini dan kemungkinan menembus US$ 22.000, koreksi ini merupakan gelombang dua dan kita mendapatkan gelombang yang lebih kuat ke sisi atas,” ungkap Credible via Twitter, Rabu (13/7).

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 13 Juli 2022: ETH Siap Terbang, Awas Data Inflasi AS

Dalam analisanya, Credible melihat harga akan melesat hingga ke US$ 32.000, meski akan membentuk semacam pergerakan korektif kecil di kisaran US$ 25.000–US$ 27.600, yang merupakan bagian dari struktur gelombang (waves) yang bullish untuk BTC.

Tentu saja, pandangan ini akan berlaku saat dolar AS juga mencapai puncak dari relinya, yang telah hinggap tertinggi selama 20 tahun.

Biasanya, harga akan menemukan titik pembalikan dari sini, sehingga jika dolar AS pada akhirnya terperosok dari posisinya saat ini, maka dasar pijakan untuk BTC dapat terbentuk, karena selera risiko akan tercipta saat mata uang AS kehilangan kekuatannya. [St]

Artikel ini telah tayang di Cryptoharian dengan judul Analis: Reli Bitcoin yang Eksplosif Sudah Dekat



Sumber : news.tokocrypto.com

NFT CryptoPunk Satu Ini Berhasil Terjual Rp 39 Miliar

Harga dan volume perdagangan Non-fungible token (NFT) turun drastis imbas dari crypto winter yang menghantam pasar tahun ini. Meski demikian, NFT CryptoPunk masih mencatat penjualan yang fantastis.

Pada Selasa malam lalu, CryptoPunk #4464 berhasil terjual seharga 2,500 ETH atau sekitar US$ 2,6 juta (Rp 39 miliar). Bersama dua koleksi lainnya, #4464 menjadi NFT CryptoPunk dengan penjualan terbesar keempat di angka 2,500 ETH.

Namun, karena harga ETH berfluktuasi, nilai fiat ketiga NFT ini sangat bervariasi. Misalnya, saat CryptoPunk #4156 terjual 2.500 ETH pada Desember 2021, harganya bernilai US$ 10,25 juta (Rp 153 miliar) saat itu. Sementara saat CryptoPunk #5577 terjual 2.500 ETH pada Februari lalu, nilainya saat itu US$ 7,7 juta (Rp 115 miliar).

Cryptopunk #4463/Opensea

Baca juga: Alasan Investasi Bitcoin Tetap Menarik untuk Jangka Panjang

NFT CryptoPunks yang mencetak rekor tertinggi penjualan adalah CryptoPunk #5822, yang terjual 8.000 ETH pada Februari lalu atau sekitar US$ 23,7 juta (Rp 356 miliar) pada saat itu. Pembelinya adalah CEO startup blockchain Chain, Deepak Thapliyal.

CryptoPunk #4464 dibeli oleh seorang pseudonymous yang juga pendiri Nouns. Tidak diketahui siapa orangnya, tetapi wallet orang tersebut juga memiliki 25 NFT CryptoPunks lain dan telah menghabiskan 3.600 ETH untuk membeli semua itu.

Menurut data CryptoSlam, penjualan CryptoPunk #4464 ini merupakan penjualan NFT dengan harga tertinggi dalam 30 hari terakhir. Angkanya bahkan melampaui harga dua NFT Bored Ape Yacht Club (BAYC) yang masing-masing terjual seharga US$ 1,2 juta (Rp 18 miliar) dan US$ 1 juta (Rp 15 miliar).

Baca juga: Binance Gratiskan Fee Trading Bitcoin, Pengguna: Pertahankan!

NFT merupakan token yang menunjukkan kepemilikan sebuah item, seperti avatar, karya seni, dan juga item video game. Pasar NFT sempat melonjak pada 2021 dengan volume perdagangan US$ 25 miliar. Namun volumenya mulai menurun tajam sejak awal Mei lalu seiring dengan jatuhnya pasar kripto.

CryptoPunks adalah salah satu proyek NFT yang paling sukses dan mahal. Dirilis pada 2017 oleh Larva Labs, proyek yang ada di jaringan Etherum ini kini telah menghasilkan volume perdagangan lebih dari US$ 23 miliar (Rp 345 triliun) di pasar sekunder.

Yuga Labs, pencipta BAYC, baru-baru ini membeli CryptoPunks IP dari Larva Labs dan memberikan hak komersial untuk pemiliknya.

Artikel ini telah tayang di PortalKripto.com dengan judul NFT CryptoPunk Satu Ini Berhasil Terjual Rp39 Miliar



Sumber : news.tokocrypto.com

Bali United Bakal Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Bali United menjadi klub sepak bola ketiga di Indonesia yang resmi bakal merilis Fan Token kripto dalam waktu dekat. Langkah Bali United mengikuti jejak Persib dan Persija yang sudah bergabung untuk membangun industri kripto dan blockchain di Indonesia.

Supporter Bali United yang akrab disapa Semeton Bali akan dapat segera menikmati pengalaman menjadi lebih terlibat dan lebih dekat bersama klubnya melalui Fan Token aset kripto.

Langkah Bali United yang akhirnya memiliki Fan token sendiri mengikuti jejak klub-klub top dunia yang dalam beberapa tahun ke belakang, sebut saja Manchester City dan Barcelona. Fan Token merupakan aset digital yang memberi akses bagi para fans untuk menjadi lebih terlibat dengan klub favoritnya.

Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.
Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

Bali United Fan Token untuk Penggemar Sepak Bola

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri mengatakan senang dapat bermitra dengan Socios.com, platform Fan Token terkemuka di dunia yang telah bekerja dengan klub-klub top seperti Paris Saint-Germain, Barcelona, Manchester City, dan banyak lagi.

“Kami ingin memperkenalkan fan token kami kepada Semeton sebagai cara baru untuk mendukung dan lebih terlibat dengan tim favorit mereka. Nantinya, supporter dapat memengaruhi beberapa keputusan klub melalui kepemilikan Fan Token,” kata Yabes.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Chiliz dan Socios.com, Alexandre Dreyfus mengungkapkan menyambut baik Bali United FC ke dalam jaringan Socios.com. “Kami tahu gairah penggemar sepak bola di Indonesia sangat besar. Socios telah memberikan penggemar di seluruh dunia akses eksklusif ke beberapa nama besar di sepak bola, namun kami berkomitmen untuk membangun jaringan kami di tingkat domestik di Indonesia, dengan menciptakan peluang keterlibatan dan pengalaman unik bagi para penggemar fanatik di sini.”

Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.
Klub sepak bola, Bali United bakal rilis Fan Token kripto untuk para penggemarnya di seluruh dunia.

Baca juga: Persija Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Perkembangan Fan Token Socios

Tahun ini, Socios.com menargetkan 500 polling bagi komunitas pemilik fan token sebagai salah satu privilege yang membuat pemilik Fan Token dapat memengaruhi keputusan klub favoritnya, seperti menentukan desain ruang ganti pemain atau pesan yang dikampanyekan tim saat pertandingan. Socios.com bersama klub-klub mitranya juga akan membagikan banyak hadiah bagi para pemilik fan token, seperti official merchandise maupun promo eksklusif.

Lebih dari 1,5 juta pengguna dari 167 negara telah mengunduh aplikasi Socios.com, di mana pengguna dapat memiliki Fan Token klubnya dan memperoleh akses untuk mengikuti polling yang memengaruhi sejumlah keputusan klub, mendapatkan hadiah, pengalaman VIP dan mengakses game serta penawaran lainnya yang tersedia secara eksklusif untuk para pemilik Fan Token.

Socios.com didukung oleh Chiliz, penyedia blockchain terkemuka dunia untuk industri olahraga dan hiburan. Chiliz memiliki kantor regional di Madrid, London, São Paulo Istanbul, Miami, Malta dan Lyon. Chiliz $CHZ mata uang digital dari platform Socios.com dan pengaktif jaringan dari blockchain Chiliz Chain 2.0 (CC2) yang baru, yang memungkinkan para pelaku industri olahraga dan hiburan untuk mengakses potensi besar Web3, tersedia di semua bursa aset kripto terbesar di dunia.



Sumber : news.tokocrypto.com