Tag Archives: featured

The Merge Ethereum Selesai, Kenapa Malah Harga ETH Turun?

Menjelang akhir pekan, market aset kripto tampak kritis di zona merah. Kinerja market ternyata tak kunjung tampil kokoh, pasca peristiwa The Merge Ethereum yang sukses dilakukan pada Kamis (15/9) siang lali. Apakah The Merge tidak berpengaruh bangkitkan market?

Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (16/9) pukul 10.00, nilai Bitcoin akhirnya turun dari level psikologisnya ke zona merah, dengan harga US$ 19.752 atau turun 0,17% selama 24 jam terakhir, walaupun melonjak 1,81% dalam sepekan. 

Ethereum (ETH) bahkan harus turun lebih dalam pasca The Merge, anjlok 8,92% di harga US$ 1.467 selama 24 jam terakhir dan dalam sepekan lengser 10,62%. Altcoin lainnya pun kurang mentereng, seperti BNB, XRP, Solana (SOL) hingga Dogecoin (DOGE) semua kompak turun dan terjebak di zona merah dalam sehari terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gerak market yang terus menurun pasca The Merge Ethereum disebebkan oleh beberapa faktor. Pertama, market secara keseluruhan masih tertekan sejak perilisan data inflasi AS yang terus meninggi pada Selasa (13/9) lalu.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

Kemudian Kamis (15/9) lalu, AS merilis data Initial Jobless Claims sebesar 213.000 angkatan kerja sepanjang pekan lalu alias di bawah konsensus analis 226.000. Kondisi pasar tenaga kerja yang mengetat plus kuatnya data manufaktur AS digadang akan membuat The Fed makin pede untuk meneruskan kenaikan suku bunga acuan. 

“Hal itu tentu akan menghantam kinerja market kripto. Di samping itu indeks dolar AS juga langsung menguat, sehingga investor mulai meninggalkan market kripto dan menghentikan akumulasi. Peristiwa The Merge pun tidak membuat mereka bergairah ke kripto,” kata Afid.

Banyak Investor Terkena FOMO The Merge

Menurut Afid, banyak investor yang mikir The Merge Ethereum akan membuat harga ETH naik. Kemudian, tidak sedikit yang berpikir migrasi Ethereum ke Proof-of-Work (PoW) ke Proof-of-Stake (PoS) akan bikin ETH dibanting karena sell on news.

Pada akhirnya, proyeksi kedua yang terjadi. Banyak investor yang terkena FOMO (fear of missing out) mengikuti tren untuk melakukan akumulasi ETH secara besar-besaran. Namun, pada saat The Merge sukses, para whales atau bandar mulai melakukan aksi jual beberapa jam setelah migrasi selesai dilakukan

“Penyebab penurunan ini dimulai saat ETH berhasil melakukan The Merge. Hal ini dikarenakan aksi dari market yang dikenal buy the rumor, sell the news yang artinya membeli saat rumor dan menjual saat sudah kejadian. Sama halnya dengan pasar saham, di market kripto juga digerakkan oleh para big money atau whales, para bandar besar ini biasanya berupa institusi yang bisa menggerakan market ketika memutuskan beli atau jual,” terang Afid. 

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: The Merge Ethereum Sukses, Market Kripto Bangkit?

Naik Harga Ethereum

Afid menjelaskan kenaikan harga ETH tidak bisa seketika akan terjadi. Kemungkinan besar akan butuh proses yang lama, meski fundamental ETH sudah sangat baik di konsensus PoS. Peristiwa migrasi jaringan Ethereum juga hanya mengubah keseluruhan algoritma konsensus dan tidak memperluas kapasitas jaringan.

“The Merge belum akan berpengaruh tinggi pada kenaikan harga ETH dan market secara keseluruhan. Sama halnya soal gas fees NFT di jaringan Ethereum tidak akan turun signifikan. Permasalahan utama dari kondisi bear market tetap pada kondisi makroekonomi yang tidak berpihak pada aset berisiko,” jelasnya.

Perlu di ingat bahwa pergerakan market diprediksi akan terus bearish atau sideways dalam beberapa hari ke depan menunggu rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan kenaikan suku bunga acuan pada tanggal 21 September mendatang.

Dari analisis teknikal, level resistance Ethereum tertinggi berada pada harga US$ 1.655 dan support kuat di harga US$ 1.428. Jika valid breakdown, kemungkinan harga ETH akan melanjutkan laju turun nya dengan target ke harga US$ 1.356.

Sementara, Bitcoin level support penting di US$ 19.156 yang dari bulan Juni lalu menjadi pertahanan kuatnya. Jika breakdown, maka akan melanjutkan penurunan hingga harga kisaran US$ 18.000.



Sumber : news.tokocrypto.com

Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

Aset kripto Aptos (APT) berhasil mencapai harga tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) di awal tahun 2023. Menurut CoinGecko, tidak ada token kripto yang naik lebih banyak dalam satu hari atau seminggu terakhir daripada Aptos.

Token asli blockchain Aptos, APT, memiliki harga lebih dari dua kali lipat dalam tujuh hari terakhir dan naik 47%, menjadi US$ 18,46, dalam satu hari terakhir saja. Tercatat sejak awal tahun, Aptos melonjak 350%. Mengapa?

Sulit untuk menentukan alasan yang tepat, tetapi data menunjukkan bahwa sekitar setengah dari volume trading sebesar APT US$ 2 miliar dalam beberapa hari terakhir berasal dari pasangan perdagangan won Korea Selatan di bursa UpBit yang berbasis di Singapura, menurut CoinGecko. Pada saat penulisan, APT dihargai US$ 18,63 di UpBit.

Transaksi Perdagangan

Nilai APT di UpBit, hampir US$ 0,50 lebih banyak daripada yang dijual di Binance dan di sebagian besar bursa lainnya dan tanda bahwa setidaknya sebagian dari aktivitas berasal dari perdagangan arbitrase.

Grafik Harian APT/USD. Sumber: TradingView.
Grafik Harian APT/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Harga Kripto Fantom (FTM) Melonjak 20% Seminggu, Apa Penyebabnya?

Sederhananya, traders arbitrase mendapat untung dari perbedaan harga. Mereka membeli dengan harga terendah yang tersedia dan menjual dengan harga tertinggi yang bisa mereka dapatkan.

UpBit begitu sering mencantumkan aset kripto dengan harga lebih tinggi daripada pesaing mereka, sehingga sering dijuluki “Kimchi premium.” Baru tahun lalu, Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul membuka penyelidikan terhadap pengiriman uang ilegal senilai 2 miliar won Korea yang dihasilkan memanfaatkannya perpedagangan kripto arbitrase.

Perlu juga dicatat bahwa meskipun Aptos masih merupakan ekosistem DeFi terbesar ke-20, menurut DeFi Llama, Aptos telah tumbuh secara signifikan dalam sebulan terakhir. Volume DeFi di Aptos naik dari US$ 14 juta bulan lalu menjadi US$ 51 juta hingga bulan Januari 2023.

Dilaporkan Decrypt, sebesar 10% dari volume APT dalam beberapa hari terakhir berasal dari pasangan perdagangan APT dan Binance USD (BUSD) Binance. Binance, pertukaran crypto terbesar di dunia berdasarkan volume, juga baru-baru ini memperkenalkan dua kumpulan likuiditas APT, yang sekarang menyumbang 18% dari volume perdagangan APT.

Blockchain Aptos Labs.
Blockchain Aptos Labs. Foto: Aptos Labs.

Baca juga: Shiba Inu Kolaborasi dengan Bugatti Group & CoinGate, Nilai SHIB Naik?

Liquidity pools memicu perdagangan aset kripto peer-to-peer. Pengguna diberi insentif untuk “pool,” atau menyetor, token mereka sehingga dapat ditukar dengan pengguna lain. Bursa kripto terdesentralisasi, seperti Uniswap dan Curve telah melakukannya. Tetapi brusa terpusat seperti Binance juga memanfaatkannya.

Pada tanggal 20 Januari, platform Binance Liquid Swap meluncurkan Liquidity pools APT/Tether dan APT/Bitcoin. Platform memberi penghargaan kepada pengguna dengan BNB, token utilitas pertukaran, untuk menyetorkan dana ke dalam pools.

Binance menjanjikan hasil 92,42% pada APT/USDT dan hasil 99,49% pada deposit kumpulan likuiditas APT/BTC. Dari jumlah tersebut, pengguna akan menerima hadiah BNB masing-masing 0,71% dan 1,07%, yang dibayarkan setiap jam.

Kamu bisa melakukan trading kripto Aptos (APT) di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Membakar Koin BNB Senilai $ 740 Miliar, Harganya Bakal Naik?

Platform exchange kripto terbesar di dunia, Binance, menghapus lebih dari 1,8 juta koin BNB dari peredaran, menyelesaikan pembakaran atau burning periode triwulanan ke-19. CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa proses tersebut membuktikan sifat deflasi aset BNB.

Dilaporkan Crypto Potato, BNB Chain (BNB), koin kripto asli dari Binance mengalami pembakaran ke-19 pada 19 April lalu. Perusahaan mengirim 1.830.382 BNB yang bernilai lebih dari $ 741 juta (setara Rp 10 triliun) pada saat transaksi ke dompet yang hanya dapat menerima token tetapi tidak dapat mengirim apa pun.

Upaya pembakaran koin atau burning memang umum dilakukan oleh sejumlah pengembang kripto. Pasalnya, dengan cara mengurangi pasokan koin yang beredar, nilai koin bisa meningkat.

Baca juga: Mirip Plant vs Zombies, Begini Cara Main Game NFT Plant vs Undead

Harga BNB Bakal Naik?

Coindesk melaporkan pembakaran akan dilakukan harga rata-rata $ 403 per BNB. Koin BNB diluncurkan pertama kali pada tahun 2017. aset kripto tersebut telah memperkuat ekosistem BNB Chain dan BNB Smart Chain.

Untuk melenyapkan sejumlah BNB dari total pasokan saat ini, pihak Binance menggunakan sistem pembakaran otomatis. Mekanisme pembakaran otomatis menyesuaikan jumlah BNB yang akan dibakar berdasarkan harga BNB dan jumlah blok yang dihasilkan pada BNB Smart Chain (BSC) selama kuartal tersebut.

Ilustrasi aset kripto BNB.
Ilustrasi aset kripto BNB.

Sementara itu, data menunjukkan perkiraan 1,8 juta BNB berada di jalur yang akan dibakar pada kuartal berikutnya, diharapkan sekitar bulan Agustus mendatang. Pembakaran perusahaan sebelumnya terjadi pada bulan Januari lalu. Saat itu, Binance membersihkan BNB senilai hampir $ 800 juta dari peredaran.

Saat penulisan artikel pada Kamis (21/4) pukul 08.00 WIB harga BNB terpantau di situs CoinMarketCap diperdagangkan di level Rp 6.030.770. Performa harga BNB mengalami kenaikan sebesar 2,47 persen dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Metal (MTL) dan TokenClub (TCT), Apa Utilitasnya?





Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Lebih Percaya Simpan Kripto di Exchange Dibanding Wallet

Crypto exchange masih menjadi pilihan investor untuk menyimpan dan memperdagangkan aset kripto, pasca keruntuhan FTX. Sebuah riset yang dilakukan oleh platform crypto wallet, imToken, menemukan tingkat kepercayaan crypto exchange masih tinggi dibanding wallet self-custodian.

Survei imToken menemukan bahwa hampir dua pertiga (63%) pengguna atau investor menganggap perdagangan di bursa kripto lebih nyaman atau lebih murah daripada berdagang di platform wallet self-custodian. Layanan wallet seperti Metamask dan imToken menjanjikan keamanan serta akses mudah ke DeFi. Namun, pengguna masih lebih memilih centralized exchange (CEX).

Tingkat Keamanan

Ilustrasi perlindungan data pengguna.
Ilustrasi keamanan data pengguna.

Baca juga: Surabaya hingga Bekasi Masuk Daftar Kota Paling Siap untuk Bisnis Kripto

Lebih mengejutkan lagi, 38% pengguna menganggap wallet self-custodian kurang aman dibandingkan bursa. Keamanan menjadi salah satu pembeda utama yang mendukung crypto wallet tampak tidak meyakinkan pengguna.

Ada beberapa faktor yang membuat investor lebih memilih crypto exchange, mulai dari mereka takut diretas (29%) atau kehilangan kripto karena kesalahan mereka sendiri (18%). Lebih dari 40% pengguna yang diwawancarai akan membayar hingga US$ 100 untuk layanan crypto wallet untuk menyelesaikan semua masalah yang ada dengan platform yang mereka gunakan saat ini.

Sebagian besar investor percaya – lebih dari 25% – berpikir bahwa kebanyakan orang hanya akan mulai beralih ke platform wallet self-custodian dalam 5 tahun atau lebih. Dan sejumlah pengguna yang diwawancarai (25%) percaya bahwa mayoritas pengguna kripto akan tetap menggunakan crypto wallet, bahkan 10 tahun dari sekarang.

Prospek Crypto Wallet

Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.
Ilustrasi dompet kripto, MetaMask. Foto: Getty Images.

Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Untuk tahun 2023, crypto wallet sedang membangun solusi yang menjanjikan. Penelitian imToken menemukan bahwa smart wallet sebenarnya meningkatkan keamanan serta kenyamanan ke tingkat yang terlihat dengan solusi kustodian.

Untuk keamanan, smart wallet menawarkan pengendalian risiko dalam bentuk limit harian. Wallet baru juga berhenti dan mendapatkan kembali akses setelah kunci akses hilang atau dicuri adalah bagian dari set fitur. Dan sebagian besar peserta survei (51%) mengatakan kepada imToken bahwa mereka akan meningkatkan keamanan dalam bentuk otentikasi multi-faktor sebagai alasan untuk memilih wallet baru.

Pada saat yang sama, kita dapat melihat solusi muncul. PayPal merilis fitur wallet self-custodian, dan Reddit – situs web terpopuler ke-6 di dunia – menambahkan fungsionalitas wallet ke aplikasi mereka. Menariknya, Reddit menyebut fitur dompet mereka “vault”, menyembunyikan kerumitan yang dibuktikan oleh survei yang jelas tidak disukai pengguna kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Potensi Kenaikan Harga Bitcoin Jelang Laporan CPI Terbaru

Harga Bitcoin (BTC) memang tengah terpuruk, namun laporan data Consumer Price Index (CPI) alias Indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang diumumkan pada Selasa, 14 Februari 2023 malam WIB bisa menjadi sentimen pendorong kenaikan selanjutnya.

Pasar kripto memiliki periode bullish di awal tahun, tetapi risiko regulasi dan ketakutan The Fed masih akan menjadi hambatan, membatasi keuntungan jangka pendek. Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) baru-baru ini mengambil sikap keras terhadap bursa kripto, Kraken, menempatkan sektor aset kripto secara keseluruhan di bawah tekanan. Sebuah langkah yang menyebabkan kerugian dua digit untuk beberapa aset kripto.

Bitcoin turun di bawah US$ 22.000 untuk harga pertama dalam tiga minggu di tengah kabar suram ini, dan pangsa pasar kripto turun lebih dari US$ 40 miliar. Untuk menambah bahan bakar pendorong, pada 14 Februari nanti, data CPI atau inflasi AS bulan Januari diharapkan bisa menaikan harga Bitcoin dan altcoin lainnya.

Optimis Data Inflasi Positif

Baca juga: Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

Alex Krüger, seorang ekonom dan investor mengklaim bahwa Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) mungkin memiliki potensi penurunan tambahan, tetapi reli kripto baru sudah dekat. Krüger mengklaim bahwa penurunan harga kripto adalah reaksi logis atas penutupan layanan staking Kraken oleh SEC. Tetapi menurut ramalannya, pasar kripto mungkin pulih segera setelah beberapa hari berikutnya.

“Pandangan pasar kripto cepat. Belum nambah size. Pikirkan bull run berikutnya dimulai dengan CPI atau akhir bulan. Bitcoin dan ETH masih memiliki level putaran di bawah untuk dilindas. Tidak stres tentang pasar juga. Lihat ini sebagai kemunduran yang sehat. Aktifkan sentimen bearish penuh hanya jika CPI mengalahkan 0,2%,” kata Krüger.

CPI adalah statistik yang sering diamati karena investor menginterpretasikan data baru sebagai tanda apa yang akan dilakukan The Fed selanjutnya untuk melawan inflasi. The Fed dapat memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga yang agresif sebagai tanggapan atas laporan CPI yang berada di bawah ekspektasi konsensus, yang biasanya ditafsirkan sebagai indikator bullish.

Analisis Teknikal

Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.
Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.

Baca juga: Ini Alasan Harga Kripto Gifto (GFT) Melonjak Tinggi Lebih dari 300%

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan banyak analis berharap ada penurunan 0,4% dalam CPI untuk Januari menjadi 6,1% dari 6,5%. Data inflasi ini akan digunakan oleh The Fed untuk menetapkan suku bunga. Dengan begitu peluang bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuannya bulan depan semakin terbuka lebar.

“Diharapkan apabila tingkat inflasi AS mengalami penurunan, Bitcoin kembali menghijau. Ini akan merangsang market kripto bergerak reli untuk menembus kerugian sebelumnya,” tulis analisisnya.

Dari segi analisis teknikal, candle weekly Bitcoin ditutup merah dengan penurunan sebesar 5,32%. Penutupan mingguan tersebut melihatkan tingginya aksi jual. Ini juga menjadi sinyal adanya penurunan kekuatan dari laju naik Bitcoin.

Relative strength index (RSI) masih bergerak sideways di area oversold, belum ada pergerakan agresif setelah penurunan tajam. BTC masih bersusah payah untuk kembal rebounce ke level US$ 22.000. Level support terdekat BTC pada level US$ 21.437, ini penting untuk menjaga sentimen bullish Bitcoin.

Proyeksi bila data inflasi AS sesuai prediksi hasilnya positif adanya penurunan, laju Bitcoin bisa kembali naik untuk tembus level US$ 22.000 atau sekitar Rp 335 juta. Kemudian kuat untuk menargetkan kenaikan capai level US$ 22.437.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Menakar Peluang Token Kripto AI yang Hype, Potensi Bawa Cuan?

Token kripto AI (artificial intelligence) melonjak harganya dalam beberapa pekan terakhir, tetapi potensi ke depannya masih sering dipertanyakan. Perlu diketahui, reli token kripto AI didorong oleh hype-nya ChatGPT hingga laporan JP Morgan yang mengatakan para investor mengalihkan perhatian mereka ke AI dan menjauh dari blockchain.

Dalam waktu singkat tercatat kripto AI telah mencapai kapitalisasi pasar US$ 4,27 miliar, naik 56% dari minggu lalu. Meskipun ini hanya 0,4% dari pasar aset kripto US$ 1,07 triliun, peningkatan pesat telah menarik perhatian pada peran AI dalam aset digital.

“Kenaikan harga kripto terkait AI tidak diragukan lagi dapat didorong oleh perkembangan nyata dalam industri AI dan blockchain,” kata Vasco Lopes, peneliti blockchain dan kecerdasan buatan di sekolah teknologi NOVA dekat Lisbon, Portugal.

“Namun, ini juga dipengaruhi oleh hype dan sentimen investor, karena meningkatnya popularitas AI dan produk terkait AI, seperti rilis model bahasa ChatGPT OpenAI, menghasilkan kegembiraan dan minat di sektor AI.”

Perlu Hati-hati

Ilustrasi ChatGPT yang diring token kripto AI meroket. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi ChatGPT yang diring token kripto AI meroket. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Konflik Kraken-SEC dan Rumor Staking Dilarang di US Bikin Kripto Turun

Noelle Acheson, mantan kepala penelitian di Genesis Trading, menjelaskan pasar kripto sering didorong oleh banyak tren yang perkembang di tengah masyarakat. Tanpa investasi yang tepat dan pengembangan ke dalam proyek, kripto AI berisiko dalam perkembangan industri yang telah didorong oleh hype.

“AI masih merupakan bidang yang baru, definisi masih dibentuk, dan utilitas sebenarnya dari token dalam aplikasi AI belum diuji,” kata Acheson dikutip Forbes. “Rasanya hype telah melampaui potensi pertumbuhan yang sebenarnya.”

Hype ini sebagian besar dipimpin oleh ledakan pertumbuhan ChatGPT, chatbot bertenaga AI, dan Dall-E, alat yang menghasilkan gambar dari deskripsi berbasis kata yang keduanya dibuat oleh OpenAI. “Ada manfaat untuk proyek-proyek AI blockchain, tetapi teknologi seperti ChatGPT pasti menciptakan sentimen minat dan FOMO [takut ketinggalan] tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan AI,” kata Juan Leon, peneliti kripto di Bitwise Investments.

Token Kripto AI Naik

Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Mengenal Kripto SingularityNET (AGIX) yang Naik 800% Sejak Awal 2023

Kenaikan kripto AI dipimpin oleh The Graph (GRT), naik 87% selama tujuh hari terakhir dan 150% dalam sebulan terakhir. Jaringan The Graph memfasilitasi kueri data blockchain tanpa melalui server. AGIX, token dari Singularity NET, yang membangun pasar untuk program AI, telah naik 116% dalam tujuh hari dan 327% yang mengejutkan di bulan lalu. Tiga kripto AI berkinerja terbaik dibulatkan oleh Fetch’s FET, naik 57% dalam tujuh hari terakhir dan 140% selama sebulan terakhir. Fetch bertujuan untuk menghubungkan berbagai jenis blockchain dan teknologi AI.

Industri teknologi secara keseluruhan juga tidak terhindar dari rayuan AI. teknologi kecerdasan buatan ini melampaui blockchain karena teknologi tersebut diperkirakan akan menjadi yang paling berpengaruh dalam tiga tahun ke depan, menurut laporan JP Morgan.

Studi tersebut menemukan bahwa 53% investor yang disurvei, naik dari 25% tahun lalu, mengatakan bahwa AI dan pembelajaran mesin akan menjadi teknologi yang paling berpengaruh bagi mereka. Blockchain, diikat dengan AI untuk teknologi paling berpengaruh pada tahun 2022, hanya mengumpulkan 12% suara tahun ini.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Surabaya hingga Bekasi Masuk Daftar Kota Paling Siap untuk Bisnis Kripto

Sebuah riset yang dilakukan oleh Recap memasukan beberapa kota di Indonesia menjadi lokasi paling siap untuk membangun bisnis kripto dan blockchain. Menariknya, ada empat kota di Indonesia yang masuk dalam daftar, mulai dari Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Bekasi.

Aset kripto telah tumbuh secara besar-besaran selama beberapa tahun terakhir. Penggunaan kripto secara global telah meroket hampir 400% antara tahun 2020 dan 2022. Manfaat yang ditawarkan oleh kripto, seperti biaya kepemilikan yang rendah, anonimitas, dan transaksi yang aman dan cepat, adalah semua faktor yang mempengaruhi munculnya aset digital di pasar global.

Peningkatan penggunaan kripto ini telah menarik perhatian kota-kota di seluruh dunia dan banyak yang telah melihat peluang untuk investasi dan potensi inovasi, sehingga memicu perlombaan untuk dilihat sebagai yurisdiksi atau wilayah ‘ramah’ kripto.

Ketika industri menjadi lebih diatur, terutama dalam hal pajak kripto, beberapa negara menawarkan sistem yang lebih menguntungkan daripada yang lain, mulai dari pajak transaksi 0%-45% pada capital gain di beberapa negara.

Potensi Indonesia

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Diproyeksikan Masuk Jajaran Market Kripto Teratas Global

Penelitian yang dilakukan oleh Recap telah melihat manfaat dari mengadopsi pendekatan yang lebih ‘ramah’ kripto – baik untuk investor atau komunitas. Recap meneliti 200 kota terpadat di dunia, dan membandingkannya dengan delapan poin indeks yang relevan untuk menemukan kota yang paling siap untuk kripto di dunia.

Indonesia berhasil menyumbang empat kota yang masuk dalam daftar 50 besar. Surabaya menduduki posisi 37, Jakarta (39), Bandung (43), dan Bekasi (47). Indonesia juga menjadi salah negara yang kotanya terbanyak masuk dalam daftar Recap bertajuk “Top 50 Crypto Hub Cities 2022.”

Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dari Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kota-kota metropolitan terkemuka seperti London, Dubai, dan New York masuk dalam daftar tiga besar. Namun, Hong Kong, yang diposisikan sebagai negara paling siap untuk kripto pada tahun 2022, turun ke posisi ketujuh dalam penelitian tersebut.

Metodologi Penelitian

50 kota yang siap jadi hub kripto teratas. Sumber: Recap.
50 kota yang siap jadi hub kripto teratas. Sumber: Recap.

Baca juga: Tokocrypto Dukung Pembentukan Ekosistem Kripto di Indonesia

Beberapa faktor utama yang dipertimbangkan dalam penelitian ini termasuk jumlah total event khusus kripto, pekerjaan terkait kripto, perusahaan khusus kripto, dan jumlah ATM kripto. Beberapa pertimbangan non-kripto termasuk kualitas hidup, pengeluaran penelitian dan pengembangan sebagai persentase dari produk domestik bruto dan tarif pajak capital gain.

Setelah data dikumpulkan, skor indeks diberikan ke setiap kota di setiap kumpulan data, tergantung pada kesiapan kota tersebut mengenai kripto. Misalnya kota-kota dengan pajak yang lebih tinggi menempati peringkat terakhir dan menerima skor yang lebih rendah dari 100; sedangkan jumlah perusahaan kripto diinginkan, sehingga kota dengan jumlah tertinggi menempati peringkat teratas dengan skor lebih tinggi.

Persentase kumulatif untuk setiap kota dijumlahkan dan diberi peringkat dari 800, dengan angka indeks tertinggi adalah yang paling siap untuk kripto. Dengan infrastruktur keuangan yang kuat dan ekosistem startup yang berkembang pesat, London menempati posisi pertama sebagai pusat kripto terkemuka di dunia.



Sumber : news.tokocrypto.com

BI Bakal Terbitkan Proof of Concept Rupiah Digital pada Juli 2023, Apa Itu?

Bank Indonesia (BI) terus memberikan update terkait perkembangan proyek Rupiah Digital. Kabarnya BI akan melakukan perilisan proof of concept Rupiah Digital pada Juli 2023 dan menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat.

BI sendiri telah menerbitkan Consultative Paper (CP) mengenai rencana pengembangan Rupiah Digital. CP ini merupakan tindak lanjut dari penerbitan White Paper Proyek Garuda: Menavigasi Arsitektur Rupiah Digital yang dirilis untuk publik pada November 2022 lalu.

Penerbitan CP ini juga merupakan upaya untuk membuka ruang diskusi publik mengenai desain Rupiah Digital. CP ini menguraikan overview desain pengembangan Rupiah Digital tahap pertama (immediate state), yaitu wholesale Rupiah Digital cash ledger yang mencakup pengenalan teknologi dan fungsi dasar yang meliputi penerbitan, pemusnahan, dan transfer dana.

Desain pengembangan Rupiah Digital dimaksud telah mempertimbangkan hasil dari benchmarking terhadap praktik terbaik dari beberapa negara yang telah melakukan pengkajian dan eksperimen wholesale central bank digital currency (CBDC).

Proof of Concept Rupiah Digital

Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan
Bank Indonesia: Kripto Tingkatkan Inklusi Keuangan.

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Salah Satu Pemimpin Pasar Aset Kripto di Dunia

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan proof of concept Rupiah Digital di pertengahan tahun 2023 dan telah bertemu dengan pemain-pemain potensial untuk menjadi wholesaler mata uang digital ini. Langkah ini untuk mendukung kebijakan sistem pembayaran untuk akselerasi digital.

“Insya Allah nanti sekitar Juli kami akan keluarkan proof of concept untuk Digital Rupiah mempersiapkan Indonesia sebagai negara Indonesia maju dengan digital, digitalisasi pembayaran dan juga digitalisasi rupiah,” kata Perry dikutip Antara pada Rabu (6/2).

Perry menjelaskan Rupiah Digital akan diterbitkan dalam dua jenis, yakni Digital Rupiah wholesale (w-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbatas dan hanya didistribusikan untuk melayani transaksi wholesale, dan Digital Rupiah ritel (r-Digital Rupiah) dengan cakupan akses yang terbuka untuk publik dan didistribusikan untuk transaksi ritel.

“Kami sudah ketemu dengan pemain-pemain besar yang kami pandang punya kemampuan untuk menjadi wholesaler,” ujar Perry.

Tahap Penerbitan

Roadmap Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.
Roadmap Digital Rupiah. Foto: Bank Indonesia.

Baca juga: CEO Ark Invest Cathie Wood Prediksi Harga Bitcoin Capai Rp 7,4 Miliar

Pengembangan Rupiah Digital terdiri dari tiga tahap. Pada tahap pertama, pengembangan akan dimulai dengan w-Digital Rupiah untuk use case penerbitan, pemusnahan, dan transfer dana antar pihak. Pada tahapan berikutnya, use case w-Digital Rupiah akan diperluas dengan use case tambahan yang mendukung transaksi di pasar keuangan.

Pada tahap akhir, konsep integrated end-to-end w-Digital Rupiah to r-Digital Rupiah akan diujicobakan. Pendekatan itu memungkinkan eksplorasi berbagai alternatif desain Digital Rupiah guna memastikan nilai tambah yang paling optimal.

Rupiah Digital akan dibangun dalam fitur desain yang tangguh dan memungkinkan pengembangan model bisnis baru yang inovatif, inklusif, dan mendorong efisiensi. Mata uang digital ini akan dilengkapi dengan berbagai fitur yang memastikan resiliensi, baik dalam konteks keamanan maupun ketersediaan, misalnya, offline functionality, yang juga memastikan perluasan inklusi keuangan di daerah tertinggal.

CBDC punya Bank indonesia ini juga akan dilengkapi fitur programmability yang memungkinkan pengembangan inovasi dan efisiensi keuangan, misalnya smart contract. Tokenisasi surat berharga juga akan dikembangkan untuk membuka peluang-peluang baru bagi pendalaman pasar keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Konflik Kraken-SEC dan Rumor Staking Dilarang di US Bikin Kripto Turun

Market kripto terpantau turun pada Jumat (10/2) pagi saat industri diterpa kabar bursa kripto, Kraken yang setuju untuk menutup fitur staking dan membayar denda ke US Securities and Exchange Commission (SEC). Hal ini membuat banyak investor khawatir tentang rencana investasi mereka.

Menjelang akhir pekan, investor kripto dikejutkan dengan posisi market yang jatuh lebih dalam. Bahkan Bitcoin (BTC) kembali ke keluar dari zona US$ 22.000 atau sekitar Rp 332 juta. Apa penyebab harga kripto turun kali ini?

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan bahwa sentimen bearish masih cukup kuat menghantui market pada pekan ini. Ada beberapa penyebabnya, utama adalah soal industri kripto di AS sedang menghadapi tekanan peraturan yang meningkat sejak awal tahun. Ini bahkan memicu diskusi di media sosial tentang apakah pemerintah AS diam-diam mencoba menekan seluruh industri kripto.

“Terbaru yang membuat market kripto begitu terpukul karena ada rumor bahwa The Fed dan Comptroller of the Currency (OCC) akan melakukan pelarangan pelayanan bank ke crypto exchange. Hal ini juga berkaitan dengan New York Department of Financial Services (NYDFS) yang melakukan investigasi atas penerbitan stablecoin Paxos,” jelas tim.

Sentimen Negatif Kuat

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Nilai Lido DAO (LDO) Naik Efek Tweet CEO Coinbase Brian Armstrong

Tidak hanya itu, kabar yang menyebutkan US Securities and Exchange Commission (SEC) meminta bursa kripto global, Kraken untuk segera menghentikan fitur staking dan membayar denda US$ 30 juta juga mendorong market kripto lesu. Berita Kraken mengikuti rumor dari CEO Coinbase, Brian Armstrong, yang mengatakan SEC berniat untuk menyingkirkan staking kripto di AS untuk investor ritel.

Serangkaian kabar buruk tersebut cukup untuk kembali melemahkan harga kripto. Saat ini kemungkinan besar investor masih takut dan khawatir imbas dari perkembangan regulasi kripto di AS yang belum menunjukan hal positif. Selain itu mereka juga resah dengan data pekerjaan AS terakhir yang kuat dan kelanjutan kebijakan moneter AS dari The Fed yang masih hawkish dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Sama seperti kripto, saham berjangka AS diperdagangkan cenderung turun pada Jumat (10/2) pagi. Indeks dolar AS (DXY) terpantau kembali level 103 (+0.05) yang memicu penurunan berkorelasi terbalik di seluruh aset berisiko, termasuk kripto dan saham.”

Analisis Teknikal

Prediksi gerak kripto BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.
Prediksi gerak kripto BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.

Baca juga: Surabaya hingga Bekasi Masuk Daftar Kota Paling Siap untuk Bisnis Kripto

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin turun di bawah US$ 22.000 atau anjlok hampir 5% selama 24 jam terakhir. Ini menandai level terendah sejak 25 Januari lalu. Tekanan jual terlihat mendominasi meskipun volume perdagangan ditutup rendah, di bawah 20-day moving average (MA). Dari relative strength index (RSI) juga perlahan bergerak naik menuju area overbought.

“Level support BTC terkuat saat ini berada di US$ 21.300, apabila berhasil breakout support, maka akan terjadi penurunan lebih lanjut di bawah US$ 21.000. Pergerakan harga Bitcoin untuk kembali bulish harus bisa menembus level resistance di US$ 22.304.”

Namun, diproyeksikan selama akhir pekan nanti, Bitcoin belum mampu untuk meneruskan laju naik atau tidak berhasil bounce. Tekanan jual masih besar dan belum menjadi momen baik untuk mengakumulasi BTC. Prediksi dalam waktu dekat BTC akan kembali ke level US$ 21.000 atau Rp 317 juta.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Nilai Lido DAO (LDO) Naik Efek Tweet CEO Coinbase Brian Armstrong

Nilai kripto Lido DAO (LDO) terpantau telah melonjak dalam 24 jam terakhir, terpantau token naik lebih dari 5% capai harga US$ 2,78. Salah satu faktor utama kenaikan LDO adalah efek dari tweet CEO Coinbase, Brian Armstrong. Apa dampaknya?

Dikutip Coindesk, di saat aset kripto utama lainnya dalam nilai pasar baru-baru ini berada di posisi merah, beda dengan token Lido DAO (LDO) yang melonjak 8% pada satu titik, sebagian besar keuntungannya datang pada Rabu (8/2) malamsetelah CEO Coinbase, Brian Armstrong, men-tweet bahwa dia telah mendengar desas-desus tentang US Securities dan Exchange Commission (SEC) ingin melarang investor ritel untuk terlibat dalam staking kripto.

“Saya harap itu tidak terjadi karena saya percaya itu akan menjadi jalan yang buruk bagi AS jika itu dibiarkan terjadi,” tulis Armstrong.

Kecurigaan Armstrong mungkin mengejutkan banyak orang di industri ini, Ketua SEC,Gary Gensler, sebelumnya menyatakan bahwa aset kripto yang memungkinkan staking dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas. SEC telah menolak untuk mengomentari rumor tersebut.

Efek Positif

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Project Galaxy (GAL) dan Lido Dao (LDO)

Token tata kelola untuk platform liquid staking, Lido telah melonjak karena sinyal rumor yang didorong oleh tweet bos Coinbase. Lido DAO (LDO), token tata kelola dari organisasi otonom terdesentralisasi di belakang Lido, melonjak sekitar 11% segera setelah komentar tersebut, dan naik sekitar 8,4% dalam 24 jam terakhir.

Lido Protocol, diatur oleh token LDO, memungkinkan untuk staking Ethereum. Pengguna diberi token yang disebut stETH yang mewakili posisi taruhan mereka di Ethereum, dan mereka akan dapat ditukarkan 1:1 untuk eter setelah pemutakhiran jaringan bulan depan bernama ‘Shanghai.’ Sebagai protokol terdesentralisasi, kecil kemungkinannya akan memiliki kepatuhan yang sama dengan aturan sekuritas sebagai entitas terpusat yang berdomisili di AS seperti Coinbase.

Data yang diberikan oleh DeFiLlama menunjukkan bahwa nilai total yang dikunci di Lido melonjak 33% dalam sebulan terakhir. Saat ini, Lido memiliki TVL sebesar US$ 8,56 miliar. Data on-chain menunjukkan bahwa Lido saat ini memiliki pangsa pasar sebesar 25% dari pasar staking pool.

Coinbase memiliki 11,5%, sedangkan Kraken memiliki 7%. Jika SEC mengambil langkah yang menurut Armstrong mungkin, ini akan menjadi keuntungan bagi Lido yang memungkinkannya merebut pasar yang dimiliki Coinbase dan penyedia berdomisili AS lainnya.

Lido Upgrade V2

Lido Dao (LDO)
Ilustrasi aset kripto Lido Dao (LDO).

Baca juga: Ini Alasan Harga Kripto Gifto (GFT) Melonjak Tinggi Lebih dari 300%

Selain itu, harga LDO telah berhasil dengan baik dalam beberapa bulan terakhir karena pemutakhiran Shanghai yang akan datang membuat orang dapat menarik ETH yang mereka staking. Dalam sebuah pernyataan, para pengembang mengatakan bahwa mereka akan mengimplementasikan Lido upgrade V2 seiring berlanjutnya jalan menuju desentralisasi. Ini akan menjadi peningkatan terbesar dalam sejarah proyek.

Sebagai bagian dari peningkatan, Lido akan memperkenalkan router staking dan penarikan. Dengan router staking, siapa pun akan dapat mengembangkan on-ramp untuk Node Operators baru. Tujuan peningkatan ini adalah untuk menciptakan ekosistem validator yang lebih beragam.

Secara keseluruhan, prospek Lido adalah bullish, dengan level referensi berikutnya di US$ 2,85, titik tertinggi tahun ini. Harga ini sekitar 12% di atas level saat ini. Penembusan di bawah support di US$ 2,30 akan membatalkan pandangan bullish.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto LDO di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com