Tag Archives: keluarga

Jangan Terlalu Dekat, Ini Jarak Ideal TV dengan Sofa di Ruang Keluarga



Jakarta

Biasanya rumah suka dilengkapi dengan TV sebagai hiburan dan sumber informasi bagi penghuni rumah. Perangkat ini biasanya ditaruh di ruang keluarga atau kamar tidur.

Tidak asal taruh, penempatan TV perlu mempertimbangkan jarak nonton penghuni. Jarak TV dengan tempat duduk atau sofa penontonnya tidak boleh terlalu dekat. Jika terlalu dekat, dikhawatirkan mata menjadi cepat lelah.

Perlu diketahui, semakin besar ukuran TV, maka jarak penonton semakin jauh pula. Nah, hal ini bisa menjadi pertimbangan penghuni ketika ingin memilih TV yang cocok buat ruang nonton.


Memang, berapa seharusnya jarak antara TV dan tempat duduk di rumah? Berikut ini penjelasannya.

Dikutip dari Herne Bay Domestics, penghuni perlu paham dulu soal ukuran TV. Ukuran tersebut diukur dari sudut ke sudut TV secara diagonal, termasuk rangka luarnya.

Kemudian, jarak pandang menonton TV bisa diukur dari area tempat duduk sampai TV. Berbeda dari ruang keluarga, cara hitung jarak buat kamar tidur itu dari TV ke posisi bantal di kasur.

Untuk menentukan jarak aman menonton TV, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Salah satu caranya, penghuni mengalikan ukuran TV dengan angka dua untuk mendapatkan hasil jarak pandang dalam satuan inci.

Sebaliknya, penghuni dapat menentukan ukuran TV berdasarkan jarak antara tempat duduk dengan tempat TV. Jarak tersebut hanya perlu dibagi dua untuk mendapatkan ukuran TV yang ideal buat suatu ruangan.

Sebagai contoh, apabila TV berukuran 55 inci, jarak pandang yang ideal adalah 110 inci atau sekitar 2,79 meter.

Berikut ini daftar jarak pandang yang cocok buat ukuran TV tertentu.

Ukuran TV (inci) Jarak Pandang (meter)
32 1,63
40 2
43 2,18
48 2,44
49 2,49
50 2,54
55 2,79
58 2,96
65 3,3
70 3,55
75 3,81
77 3,91
82 4,16

Itulah jarak yang jarak ideal TV dengan tempat duduk berdasarkan ukuran TV. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 36 Butuh Berapa? Ini Estimasi Lengkapnya!



Jakarta

Pemilik tanah kosong bisa membangun rumah sendiri. Tak harus langsung bangun rumah megah, pemilik bisa memulai dengan rumah yang sederhana.

Jika lahan yang dimiliki terbatas, pemilik dapat mempertimbangkan rumah tipe 36. Namun, kalau butuh lebih banyak ruang, rumah tersebut bisa dibuat dua lantai. Tipe rumah ini cocok buat keluarga kecil di perkotaan.

Saat hendak membangun rumah, pemilik perlu mengetahui gambaran biayanya. Hal ini penting untuk menyiapkan dan yang cukup dan menjalankan proyek sesuai budget.


Lalu, berapa estimasi biaya untuk membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai? Berikut ini penjelasannya.

Estimasi Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Tipe 36

Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan pembangunan rumah dua lantai bisa memakan biaya mulai dari Rp 4,8 juta hingga Rp 5 juta per meter persegi. Biaya tersebut berbeda tergantung lokasi pembangunan.

Biaya itu sudah mencakup semua material konstruksi, seperti pasir, semen, bata ringan, genteng, dan cat. Begitu juga dengan upah tukang borongan, biayanya sudah termasuk dalam harga tersebut.

Pemilik bisa saja mendapatkan harga yang lebih murah tergantung pemilihan material bangunan. Misalnya, lantai rumah menggunakan keramik kualitas KW 1 yang lebih terjangkau.

“Kalau misalkan atapnya pakai yang genteng keramik tuh lebih mahal lagi, karena dia per pieces-nya sudah Rp 12 ribu, beda dengan atap spandek karena lembaran,” kata Wildan saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Biaya pembangunan juga hanya berlaku untuk membuat bangunan rumah standar. Pemilik mesti menyiapkan dana lebih untuk instalasi listrik, pembuatan taman, pagar rumah, dan kanopi.

Terpisah, Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki pernah mengingatkan agar pemilik menyiapkan dana darurat sekitar 10-15 persen dari total biaya bangun rumah. Langkah tersebut untuk mengantisipasi kalau membutuhkan biaya lebih saat bangun rumah.

Sebagai contoh, pemilik tanah ingin membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai. Dengan asumsi biaya pembangunannya sekitar Rp 4,8 juta per meter persegi, berikut ini estimasi biaya yang perlu disiapkan.

  • Biaya konstruksi: 72 m2 x Rp 4.800.000 per m2 = Rp 345.600.000.
  • Biaya instalasi listrik: Rp 1.000.000
  • Biaya tak terduga 15%: Rp 51.840.000

Total Biaya: Rp 345.600.000 + Rp 1.000.000 + Rp 51.840.000 = Rp 398.440.000

Secara keseluruhan, biaya yang perlu disiapkan pemilik untuk bangun rumah tipe 36 dengan dua lantai sekitar Rp 398 jutaan. Perlu diingat, biaya ini hanya estimasi untuk pembangunan rumah sederhana.

Pemilik bisa menekan biaya kalau menggunakan material sederhana tapi berkualitas. Sebaliknya, biaya akan semakin mahal kalau mengusung konsep hunian tertentu, misalkan modern atau skandinavia.

Itulah perkiraan biaya untuk membangun rumah tipe 36 dengan dua lantai. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Segini Ukuran Minimal Kolam Renang yang Ideal di Rumah Menurut Arsitek



Jakarta

Punya lahan yang luas di rumah terkadang bingung bagaimana cara memanfaatkannya. Jika detikers mengalami hal yang sama, coba bikin kolam renang untuk sarana olahraga dan rekreasi di rumah.

Anggapan bahwa membangun kolam renang harus punya lahan luas itu nggak benar adanya. Lahan yang luas hanya dibutuhkan jika detikers mau buat kolam renang berstandar internasional yang biasa dipakai untuk olimpiade. Umumnya luasnya 25-50 meter persegi.

Ada pun kolam renang di rumah yang hanya untuk dipakai pribadi, menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan tidak ada ketentuan ukuran khusus. Pemilik rumah dibebaskan menentukan luasnya yang disesuaikan dengan lahan, fungsi, dan konsep rumah.


“Di rumah tinggal tidak ada batasan minimum atau maksimum. Berbeda kalau misalnya kita bicara kolam renang sebagai sport itu kita butuh minimal 25 meter,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Selasa (3/6/2025).

Meskipun tidak ada ketentuan luas maksimal, Denny mengatakan kolam renang minimal bisa untuk meluruskan kaki dan berendam. Luas minimal yang cukup untuk ketentuan tersebut adalah 2,4 meter persegi. Oleh karena itu, saat ini banyak kolam renang mungil yang hanya muat untuk berendam.

“Tapi ada batas minimum lebar kolam renang yang ideal yaitu adalah 2,4 meter. Ya, karena tepak atau depak manusia itu lebarnya kurang lebih adalah sekitar 1,6 meter, 80 cm ke kiri, 80 cm ke kanan. Nah, dengan 2,4 meter artinya kita bisa punya space di kiri dan kanan masih bisa sekitar 30-30 itu masih ideal untuk kolam renang,” jelasnya.

Lalu, Denny sangat menyarankan memiliki kolam renang pribadi di rumah. Manfaatnya sangat banyak terutama bagi kesehatan.

Kolam renang memberikan kita sarana untuk berolahraga yang baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sendi. Selain itu, memiliki kolam renang pribadi di rumah juga tidak perlu khawatir akan kebersihannya karena yang menggunakannya adalah keluarga sendiri.

Lalu, memiliki kolam renang juga bagus untuk ketenangan. Denny mengatakan riak air, terutama yang tersorot cahaya dapat membuat seseorang lebih rileks.
Selain itu, keberadaan kolam renang pada sebuah hunian juga bisa menambah nilai pada properti tersebut.

“Pada praktiknya di beberapa vila, memang seringkali arsitek, desainer, atau pemilik kemudian itu berusaha untuk mendapatkan atau memiliki kolam renang. Kalau kolam renang itu efeknya luar biasa terhadap kualitas estetika ruang,” ujarnya.

Kolam renang di rumah juga bisa membuat rumah jadi lebih sejuk karena uap air yang dihasilkan dapat terserap oleh udara panas dan membuat sekitarnya lembap.

Cara perawatan kolam renang, kata Denny, tidaklah sulit. Kolam renang cukup dikuras 3 bulan sekali. Dengan catatan, kolam renang tersebut memiliki filter air untuk memastikan airnya selalu bersih dan tidak berjamur. Filter tersebut minimal bekerja 6 jam dalam sehari.

“Nggak harus setiap hari. Tapi perlu dirawat dan dipastikan filter bekerja minimal 6 jam sehari. Boleh dimatiin, tapi sehari paling nggak itu 6 jam. Kalau nggak dia akan berjamur,” terangnya.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Kelihatan Sepele, Tapi 4 Kebiasaan Ini Bikin Sofa Cepat Jebol!


Jakarta

Sofa merupakan salah satu perabotan penting di rumah. Kehadiran sofa dapat membantu penghuni maupun tamu yang datang merasa nyaman saat mengobrol di ruang tamu.

Agar sofa bisa digunakan dalam waktu lama, maka perlu dirawat dan dibersihkan secara berkala. Namun terkadang, ada sejumlah kebiasaan yang ternyata dapat memperpendek usia pakai sofa.

Kalau sofa sudah rusak, seperti sudah tidak terasa empuk saat diduduki atau sandarannya mulai goyang, maka dapat mempengaruhi rasa kenyamanan. Mau tak mau harus merogoh kocek lagi untuk membeli sofa baru.


Ingin tahu apa saja kebiasaan buruk yang membuat sofa di rumah jadi cepat rusak? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Kebiasaan Buruk yang Bikin Sofa Cepat Rusak

Semahal apa pun sofa yang kamu beli, tentu akan cepat rusak jika tidak dirawat dengan baik. Dilansir situs Real Digest, Kamis (13/11/2025), berikut sejumlah kebiasaan buruk yang bikin sofa cepat rusak:

1. Duduk di Lengan Sofa

Kebiasaan ini dapat memperpendek usia pakai sofa di rumah. Sebab, lengan sofa tidak dirancang untuk diduduki atau diinjak dengan beban berat.

Seiring waktu, lengan sofa bisa rusak bahkan patah jika terlalu sering diduduki. Untuk memperbaikinya tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

2. Lompat-lompat di Sofa

Bagi si kecil, melompat-lompat di sofa merupakan hal yang seru. Namun, kebiasaan ini bisa memicu kerusakan pada sofa sehingga tak bisa digunakan dalam waktu lama.

Sofa yang sering diinjak-injak akan menghilangkan keempukannya, sehingga kurang terasa nyaman saat diduduki. Bisa saja tubuh akan terasa pegal-pegal karena terlalu lama duduk di sofa yang sudah tidak empuk.

3. Duduk di Sandaran Sofa

Selain lengan sofa, si kecil terkadang terbiasa duduk di sandaran sofa. Kebiasaan buruk ini juga membuat umur sofa jadi lebih pendek karena semakin cepat rusak.

4. Makan dan Minum di Sofa

Kebiasaan yang satu ini banyak dilakukan oleh penghuni rumah. Biasanya, makan di sofa bareng keluarga dilakukan sambil menonton TV di ruang tamu.

Meski terasa nyaman, tapi kebiasaan ini berisiko menyebabkan sofa jadi kotor karena ada sisa-sisa makanan dan minuman yang tumpah.

Kalau ada noda makanan, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak menempel dan membekas. Bersihkan sofa dengan kain lap basah, lalu dikeringkan dengan tisu dapur atau kain microfiber kering.

Itulah empat kebiasaan yang ternyata membuat sofa di rumah jadi cepat rusak. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

4 Alasan Penting Kenapa Gen Z Harus Mulai Memikirkan Punya Rumah



Jakarta

Banyak yang bilang hunian bukan menjadi prioritas utama dari gen z. Mereka lebih memilih untuk sewa kos, kontrakan ataupun apartemen karena dianggap lebih praktis dan memudahkan.

Tak heran jika saat ini kos-kosan, kontrakan ataupun apartemen yang disewakan di tengah kota kebanyakan diisi oleh gen z. Meski sudah mapan memiliki penghasilan yang cukup, mereka tetap memilih untuk tidak membeli rumah apa lagi jika lokasinya jauh dari pusat kota.

Padahal punya rumah sendiri bukan sekadar impian manis, melainkan sebuah langkah strategis. Di era harga rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, memiliki hunian sendiri dapat memberi perlindungan finansial serta kestabilan hidup yang makin sulit dicapai saat menyewa kos atau kontrakan.


Berikut 4 alasan mengapa Gen-Z harus mulai memikirkan untuk punya rumah sendiri.

Harga Rumah Semakin Mahal Tiap Tahun

Salah satu alasan paling kuat mengapa Gen‑Z harus mulai berpikir punya rumah sendiri adalah karena harga rumah terus naik dari waktu ke waktu. Dilansir dari situs PR Newswire,survei menunjukkan bahwa 87,2% gen z menganggap kepemilikan rumah penting untuk investasi jangka panjang. Tapi hampir 80% dari mereka menyatakan bahwa harga rumah yang tinggi menjadi penghalang utama.

Kenaikan harga rumah tidak hanya di satu wilayah. Di berbagai pasar properti, nilai rumah sebagai aset selalu meningkat. Artinya jika membeli rumah lebih awal, potensi mendapat rumah di harga terjangkau juga semakin besar. Sebagai generasi muda yang masih bisa memilih cicilan tenor panjang, ini bisa jadi keunggulan yang strategis.

Selagi Masih Muda dan Masih Produktif

Saat ini, gen z berada pada masa usia yang produktif tinggi. Dengan itu, potensi penghasilan ke depan masih sangat besar dan waktu yang tersedia untuk membayar cicilan rumah juga bisa lebih panjang. Dengan membeli rumah di usia muda, memungkinkan memilih jangka waktu kredit yang lebih panjang, sehingga beban cicilan bisa lebih ringan dibanding membeli rumah ketika usia mendekati masa tidak produktif.

Dengan usia yang lebih muda, risiko penghasilan menurun atau masa pensiun juga masih jauh. Sehingga hal itu dapat menjadi alasan bahwa membeli rumah di awal bisa jadi langkah yang bijak dalam rencana kehidupan jangka panjang. Studi dari Freddie Mac menunjukkan bahwa sebagian besar gen z menginginkan rumah sendiri dan melihat kepemilikan rumah sebagai stabilitas dan kontrol atas hidupnya.

Lebih Aman Karena Tak Perlu Terus Pindah Hunian

Meskipun tidak terasa, nyatanya pindah-pindah kos atau kontrakan itu sebenarnya memakan banyak biaya. Mulai dari biaya administrasi, mencari lokasi baru, sampai waktu dan tenaga untuk berkemas dan pindahan. Belum lagi rasa tidak pasti karena bisa saja harga sewanya naik dan tiba-tiba harus pindah lagi.

Dengan memiliki rumah sendiri akan terasa lebih aman, lebih sedikit gangguan tempat tinggal, kontrol lebih besar atas ruang hidup, dan potensi stabilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari situs Augusta Ceo, berdasarkan hasil surveynya menunjukkan bahwa gen z juga sebenarnya memiliki pemikiran untuk memiliki rumah sendiri sebagai bagian dari keamanan finansial dan kehidupan yang lebih mapan.

Di kos atau kontrakan, sewanya bisa tiba-tiba naik atau pemilik bisa memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrakan. Tapi kalau punya rumah sendiri, tidak perlu khawatir dipaksa pindah mendadak atau keluar biaya tambahan yang muncul tiba-tiba.

Gaya Hidup Fleksibel dan Investasi Masa Depan

Memiliki rumah sendiri memberi kebebasan yang tidak selalu bisa didapat dari kos atau kontrakan. Rumah bisa diatur sesuai ggaya hidup, mulai dari renovasi kecil, memilih lokasi yang dekat kantor atau tempat favorit, ataupun membuat ruang yang nyaman dan modern sesuai selera gen z yang suka hal praktis dan berbasis teknologi.

Selain itu, punya rumah sejak muda juga membuka pintu untuk berpikir lebih jauh ke masa depan. Rumah bisa menjadi tempat membangun keluarga suatu hari nanti, atau menjadi aset berharga yang bisa diwariskan atau dialihkan. Dengan kata lain, rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga fondasi untuk berbagai rencana besar dalam hidup.

Itulah 4 Alasan gen z harus mulai menabung dan punya rumah sendiri. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Sibuk Sampai Tak Sempat Bersihkan Rumah? Coba Lakuin 6 Hal Ini


Jakarta

Tidak semua orang memiliki waktu untuk membersihkan rumah. Ada beberapa penghuni yang mungkin hanya beberapa jam ada di rumah, selebihnya berada di luar.

Meskipun jarang di rumah, bukan berarti tempat tinggal bebas dari kotoran dan debu. Jangan sampai meremehkan kebersihan rumah sampai muncul bau apek atau busuk.

Bau apek biasanya muncul dari aktivitas jamur yang tumbuh karena debu menumpuk di perabotan. Sementara itu, bau busuk bisa berasal dari tempat sampah atau kulkas yang bahan makanannya jarang disortir.


Disarankan tetap luangkan waktu untuk membersihkan rumah beberapa jam. Untuk mempermudah membersihkan rumah, dilansir dari The Savvy Sparrow, berikut tipsnya.

Ketika membersihkan rumah hal terpenting adalah niat dan moodnya dahulu. Untuk memotivasi diri agar mau membersihkan rumah, lakukan hal-hal yang mudah dan tidak menguras energi dahulu, seperti merapikan tempat tidur dan membuka jendela. Hal ini akan meringankan beban bersih-bersih nantinya.

2. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

Jika ingin memulai bersih-bersih yang tidak membebani coba targetkan membersihkan atau merapikan rumah hanya 10 menit di sela-sela kesibukan. Kegiatannya tentu tidak akan banyak, misalnya melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

3. Ajak Anggota Keluarga Ikut Bereskan Rumah

Jika tinggal bersama orang lain, buat kesepakatan dan komitmen untuk saling menjaga rumah tetap bersih dan membersihkannya secara berkala. Menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab semua penghuninya. Jangan sungkan untuk mengajak penghuni lain mengurus rumah bersama dengan membagi tugas.

Bisa juga dengan membuat jadwal bersih-bersih. Penghuni rumah menentukan hari dan waktu yang tepat untuk bersih-bersih.

4. Siapkan Tempat Penyimpanan Sementara

Lalu, kekacauan yang paling terlihat adalah barang-barang yang berserakan, misalnya tas, baju kotor, cangkir, sampah, hingga kabel. Angkat barang-barang tersebut berdasarkan jenisnya agar tidak memenuhi area lantai dan perabotan yang akan dibersihkan.

Barang yang kotor dan harus dicuci sebaiknya langsung dibersihkan. Tas yang sudah tidak dipakai bisa dimasukkan ke dalam lemari penyimpanan agar tidak terinjak. Begitu juga dengan aksesoris seperti kacamata dan perhiasan agar diletakkan kembali ke tempat penyimpanan.

5. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

Setelah itu, cek area dapur apakah ada bahan makanan yang sudah kedaluwarsa. Lalu kembali ke kamar apakah ada make up atau skin care yang sudah habis dan kedaluwarsa. Cek juga di kamar mandi apakah ada barang yang harus dibuang dan diganti. Jangan simpan barang yang tidak bernilai dan tidak dipakai karena hanya akan memenuhi ruang dan membuat rumah berantakan.

6. Pakai Furnitur yang Dilengkapi Tempat Penyimpanan

Cara menyembunyikan bagian rumah yang berantakan sebenarnya bisa dengan memasukkan barang yang belum sempat disusun ke dalam penyimpanan kosong yang khusus. Dengan begitu, ketika membutuhkan barang tersebut bisa mencarinya di satu tempat. Oleh karena itu, di rumah perlu banyak tempat penyimpanan, terutama yang menempel dengan perabotan lain, seperti di bawah kasur terdapat rak penyimpanan atau di dekat ruang TV terdapat area untuk menyimpan barang-barang berukuran kecil yang bisa ditutup dan dibuka.

Itulah cara mudah menjaga rumah tetap bersih dan rapi di tengah kesibukan. Selamat mencoba!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Ada Bansos Rp6 Juta buat Mahasiswa dari Pemkot Tangerang, Ayo Daftar!



Jakarta

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial membuka pendaftaran bantuan sosial (bansos) bagi mahasiswa. Bantuan berupa biaya pendidikan jenjang perguruan tinggi.

Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani mengatakan bansos ini mempunyai besaran Rp6 juta per mahasiswa. Kuota penerima bansos ini sebanyak 300 mahasiswa.

“Bansos diperuntukkan untuk 300 mahasiswa dengan besaran bantuan Rp6 juta yang diberikan satu kali dalam satu tahun dan sifatnya tidak secara terus menerus,” ujarnya dilansir dari laman Pemkot Tangerang, Minggu (12/1/2025).


Penerima bansos ini adalah mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi. Pendaftaran penerima bansos dibuka mulai 13 Januari hingga 27 Januari 2025.

Apa saja syarat daftarnya? Dan bagaimana cara mendaftar bansos ini? Berikut informasi selengkapnya:

Syarat Daftar Bansos Pemkot Tangerang

  • Mempunyai kondisi ekonomi kurang mampu
  • Mahasiswa aktif dibuktikan surat keterangan mahasiswa aktif
  • Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
  • Berdomisili di Kota Tangerang dibuktikan lewat KTP
  • Tidak sedang menerima beasiswa atau bantuan lain dari pihak lain
  • Mempunyai Kartu Keluarga (KK)
  • Memiliki transkrip nilai terakhir
  • Membuat surat pernyataan bermaterai tidak sedang menerima bantuan biaya pendidikan dari pihak lain
  • Mempunyai nomor rekening yang masih aktif

Cara Daftar Bansos Pemkot Tangerang

Mulyani mengimbau mahasiswa yang ingin daftar untuk segera menyiapkan berkas pendaftaran. Kemudian bisa mengunggahnya di aplikasi Tangerang LIVE.

“Mahasiswa Kota Tangerang dapat menjangkau program ini dengan melakukan pendaftaran melalui aplikasi Tangerang LIVE, melalui layanan Kesra dan menu Bansos Mahasiswa,” katanya.

Ia berharap lewat bantuan ini lebih banyak mahasiswa yang terbantu. Selain itu, lebih banyak anak muda di Tangerang yang termotivasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kita berharap, adik-adik yang mendapat kesempatan ini, bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan menjadi orang-orang sukses yang mampu memajukan Kota Tangerang,” harapnya.

Bagi yang masih penasaran dengan bantuan bansos mahasiswa ini, bisa menanyakan informasi lengkapnya ke nomor 0895608722422. Selamat mencoba, detikers!

(cyu/faz)



Sumber : www.detik.com

Cara Cek Data di DTKS untuk Daftar KIP Kuliah 2025, Keluargamu Tercatat Tidak?



Jakarta

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mencatat masyarakat yang berhak mendapat bantuan sosial. Termasuk juga bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

KIP Kuliah tahun ini sudah dibuka sejak 3 Februari hingga 31 Oktober 2025. Bagi siswa kelas 12 yang akan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) serta terdaftar dalam DTKS maka bisa mengajukan KIP Kuliah.

DTKS sendiri memuat data perorangan, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan, atau gangguan, tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Sehingga mereka berhak melanjutkan pendidikan lewat fasilitas KIP Kuliah.


Lantas, bagaimana siswa atau calon mahasiswa bisa tahu bahwa data keluarganya tercatat dalam DTKS? Simak cara mencari tahunya!

Cara Cek Data di DTKS untuk Daftar KIP Kuliah 2025

Melansir laman Kemensos, ini langkah cek data DTKS:

  1. Buka website https://cekbansos.kemensos.go.id
  2. Pilih provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan tempat tinggal
  3. Input nama penerima manfaat sesuai KTP
  4. Ketik empat huruf kode dalam kotak kode
  5. Kemudian, klik tombol “Cari Data”
  6. Sistem akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang diinput.

Cara Ajukan Diri agar Tercatat dalam DTKS

  1. Jika calon mahasiswa belum terdaftar dalam DTKS, maka bisa mengajukan diri secara langsung ke pihak desa/kelurahan setempat. Berikut langkahnya:
  2. Siapkan dokumen penting seperti kartu tanda kependudukan (KTP) dan kartu keluarga (KK).
  3. Bawa dokumen ke kantor desa/kelurahan
  4. Temui pihak yang mengurusi bantuan sosial dan serahkan dokumen yang sudah dibawa
  5. Petugas akan melakukan musyawarah apakah pengaju berhak menerima bantuan sosial atau tidak
  6. Hasil musyawarah diserahkan kepada pihak dinas sosial setempat untuk dicek dan divalidasi datanya
  7. Data kemudian dimasukan ke dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS)
  8. Data akan divalidasi kembali oleh wali kota atau bupati
  9. Lalu data diteruskan ke gubernur dan selanjutnya menteri untuk disahkan.

Kriteria Ekonomi Penerima KIP Kuliah 2025

Sesuai dengan tujuannya, berikut ini beberapa kriteria mahasiswa yang bisa menerima KIP Kuliah:

  • Mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP) saat masa SMA/SMK/MA
  • Berasal dari keluarga yang tercatat dalam DTKS atau penerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos)
  • Termasuk ke dalam kelompok warga miskin/rentan maksimal desin tiga Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)
  • Berasal dari panti sosial atau panti asuhan
  • Apabila mahasiswa tidak termasuk ke dalam daftar kelompok di atas maka masih bisa mendaftar jika pendaftaran kotor gabungan orang tua atau wali maksimal Rp 4 juta per bulan atau
  • pendapatan gabungan kotor orang tua atau wali maksimal Rp 750 ribu. Selain itu kondisi ekonomi dapat dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh pemerintah minimal tingkat desa/kelurahan.

Besar Bantuan KIP Kuliah Tahun 2025

Mahasiswa penerima KIP Kuliah akan memperoleh bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup bulanan. Besaran biaya pendidikan disesuaikan dengan kampus masing-masing.

Sementara itu, besar biaya hidup dikelompokkan menjadi lima klaster yaitu:

  • Klaster 1: Rp 800.000
  • Klaster 2: Rp 950.000
  • Klaster 3: Rp 1.100.000
  • Klaster 4: Rp 1.250.000
  • Klaster 5: Rp 1.400.000

Begitulah cara cek apakah data keluarga tercatat dalam DTKS atau tidak. Semoga bermanfaat ya.

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com

Besar Gaji Orang Tua agar Bisa Dapat KIP Kuliah 2025, Cek Ketentuannya!


Jakarta

Beasiswa KIP Kuliah dibuka untuk beberapa kriteria prioritas penerima. Salah satu kriterianya mensyaratkan gaji orang tua.

Lantas, berapa besaran gaji orang tua supaya bisa dapat KIP Kuliah?

Gaji Orang Tua agar Dapat KIP Kuliah

Kriteria gaji orang tua untuk dapat menerima KIP Kuliah dijelaskan dalam acara Pembukaan Pendaftaran KIP Kuliah Tahun 2025 yang dilansir oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktidsaintek) beberapa waktu lalu dalam YouTube resmi.


Siswa yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur seleksi apa pun di perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS) dan memenuhi syarat miskin atau rentan miskin, dibuktikan dengan pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4 juta setiap bulan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750 ribu.

Selain itu, calon penerima beasiswa tersebut wajib menyertakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan dan dilegalisasi Pemerintah, minimal tingkat desa/kelurahan yang disertai bukti dukung dan akan diverifikasi oleh perguruan tinggi.

Prioritas Penerima KIP Kuliah 2025

Ada delapan jenis prioritas penerima KIP Kuliah berdasarkan syarat ekonomi, yaitu:

  1. Pemegang atau pemilik KIP SMA yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri di PTN.
  2. Berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima program bansos Kementerian Sosial (Kemensos) yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri di PTN.
  3. Pemegang atau pemilik KIP SMA yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri PTS.
  4. Berasal dari keluarga yang masuk dalam DTKS atau mendapat bansos Kemensos yang lulus seleksi mandiri di PTS.
  5. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin atau rentan miskin maksimal desil 3 P3KE yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri PTN.
  6. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin atau rentan miskin maksimal desil 3 P3KE yang lulus seleksi mandiri di PTS.
  7. Berasal dari panti sosial atau panti asuhan yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur seleksi apa pun di PTN dan PTS.
  8. Lulus seleksi melalui jalur seleksi apa pun di PTN dan PTS serta memenuhi syarat miskin atau rentan miskin, dengan:
  • Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4 juta per bulan dan pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750 ribu.
  • SKTM yang dikeluarkan dan dilegalisasi Pemerintah, minimal tingkat desa/kelurahan dengan disertai bukti dukung dan akan diverifikasi perguruan tinggi.

Nah, itulah syarat gaji orang tua agar bisa mendapat KIP Kuliah serta penerima prioritas lainnya.

(nah/pal)



Sumber : www.detik.com

Cara Mengisi Detail Ayah di Pendaftaran KIP Kuliah dan Contohnya



Jakarta

Detail ayah merupakan salah satu komponen dalam pengisian data KIP Kuliah. Lantas, bagaimana cara mengisi detail ayah KIP Kuliah?

Seperti diketahui, KIP Kuliah merupakan bantuan pendidikan yang diberikan kepada siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pendaftaran KIP Kuliah tahun ini telah dibuka pada 4 Februari lalu.

Saat mengisi formulir pendaftaran, siswa akan diminta mengisi data keluarga, termasuk ayah. Lantas, bagaimana cara mengisi detail ayah KIP Kuliah?


Cara Mengisi Detail Ayah di KIP Kuliah

Berdasarkan panduan KIP Kuliah, detail ayah dalam pendaftaran KIP Kuliah berisikan riwayat pendidikan hingga pekerjaan ayah.

Berikut cara mengisi detail ayah KIP Kuliah 2025:

  1. Masukkan nama lengkap ayah sesuai yang tertera di KTP
  2. Isikan status hidup ayah, masih hidup atau meninggal
  3. Isikan status hubungan ayah dengan pendaftar, baik ayah kandung, ayah tiri, atau wali
  4. Isikan status riwayat pendidikan ayah, baik lulusan SD, SMP, SMA, atau tidak sekolah sama sekali
  5. Masukkan deskripsi kondisi kesehatan ayah, seperti punya riwayat penyakit atau sehat
  6. Masukkan deskripsi pekerjaan ayah sehari-hari, misalnya petani, pekerja serabutan, pedagang, buruh pabrik, atau lainnya
  7. Isikan jumlah dan detail tanggungan ayah di rumah

Contoh Detail Ayah di KIP Kuliah

Agar lebih, jelas simak contoh detail ayah di KIP Kuliah sebagaimana memuat syarat-syarat data yang diminta di formulir:

Ayah saya bernama Winarto, usianya 56 tahun. Beliau adalah ayah kandung saya. Ia sekolah hingga lulus SMP. Ayah saya sehat, tetapi pekerjaan mengharuskannya kerja berkeliling dari pagi hingga malam. Ia bekerja sebagai pedagang mainan keliling dari SD ke SD, kadang juga ke perumahan sekitar. Penghasilan ayah saya sekitar Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu per hari, tidak tetap. Hasil dagang ayah dipakai untuk menghidupi ibu saya dan 3 anaknya, yaitu saya dan dua adik yang masih SD. Karena penghasilan ayah tidak cukup untuk membiayai saya lanjut menempuh pendidikan tinggi, saya mohon pertimbangan Bapak atau Ibu atas permohonan bantuan KIP Kuliah saya ini. Terima kasih.

Syarat KIP Kuliah 2025

Selain mengisi detail ayah, siswa juga perlu memenuhi persyaratan KIP Kuliah lainnya. Berdasarkan siaran Pembukaan Pendaftaran KIP Kuliah 2025 di kanal YouTube Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, berikut syarat KIP Kuliah 2025:

  • Lulusan SMA, SMK, atau sederajat tahun pada 2025, 2024, atau 2023.
  • Sudah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru lewat jalur masuk apapun di perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS) pada prodi yang terakreditasi secara resmi dan tercatat di sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.
  • Berpotensi akademik baik, tetapi terbatas ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, dan/atau dengan pertimbangan khusus yang didukung bukti dokumen yang sah.

Syarat Ekonomi KIP Kuliah 2025

Pendaftar KIP Kuliah wajib memenuhi salah satu kondisi di bawah ini:

  • Pemegang KIP Pendidikan Menengah
  • Mahasiwa dari keluarga yang termasuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
  • Mahasiswa dari keluarga yang termasuk dalam data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) maksimal pada desil 3
  • Mahasiswa dari panti sosial atau panti asuhan
  • Mahasiswa yang memenuhi persyaratan miskin/rentan miskin sesuai ketentuan, dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu.

Demikian cara mengisi detail ayah KIP Kuliah serta contohnya. Semoga membantu, ya!

(nir/pal)



Sumber : www.detik.com