Category Archives: Domestik

10 Tempat Ngabuburit Asyik di Bogor, Mau ke Taman atau Berburu Takjil?



Jakarta

Ngabuburit adalah kegiatan menunggu waktu buka puasa dengan berbagai aktivitas positif. Misal berburu hidangan berbuka, berkumpul bersama keluarga, atau piknik bersama.

Buat detikers yang sedang di Bogor, berikut beberapa rekomendasi tempat untuk ngabuburit bareng teman dan keluarga. Lokasi tempat ngabuburit ini berada di ruang terbuka sehingga cocok juga sebagai tempat beraktivitas fisik.

10 Tempat Ngabuburit Asyik di Bogor

Tempat ngabuburit asyik di Bogor di antaranya ada alun-alun, aneka taman, hingga area berburu takjil. Berikut beberapa rekomendasinya:


1. Alun-alun Kota Bogor

Alun-alun Kota Bogor tampil dengan wajah baru setelah revitalisasi. Begini potretnya.Alun-alun Kota Bogor tampil dengan wajah baru setelah revitalisasi (Hilalia Kani Juliana/detikcom)

Sambil menunggu buka, kamu bisa berjalan-jalan santai di Alun-alun Kota Bogor. Di sini ada banyak area hijau dengan adanya pepohonan dan rerumputan.

Alun-alun Bogor baru dilakukan revitalisasi di tahun 2024, sehingga kawasanya lebih nyaman. Fasilitasnya mencakup sarana permainan, fasilitas olahraga, toilet, free wifi, trek jogging, hingga Gedung Information Center.

Mengutip laman resminya, alun-alun ini buka dari pukul 05.00-22.00 WIB. Lokasinya dekat dengan Stasiun Bogor.

Lokasi: Jl. Kapten Muslihat No.17 A, RT.04/RW.06, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

2. Pusat Takjil Bangbarung

Pusat Takjil Bangbarung Bogor Ramai Dikunjungi Warga, Mie Glosor Jadi Incaran. (Sholihin/detikcom)Pusat Takjil Bangbarung Bogor Ramai Dikunjungi Warga, Mie Glosor Jadi Incaran. (Sholihin/detikcom)

Seperti namanya, Pusat Takjil Bangbarung menyediakan berbagai makanan untuk berbuka. Mie glosor jadi salah satu makanan yang diincar pemburu takjil.

Mi glosor merupakan makanan takjil khas Ramadhan di Kota Bogor. Selain mi glosor, tentunya ada hidangan khas takjil lainnya seperti gorengan dan kolak.

Lokasi: Jl Bangbarung Bogor Utara, Kota Bogor.

3. Kebun Raya Bogor

Warga ramai-ramai ke Kebun Raya BogorWarga ramai-ramai ke Kebun Raya Bogor Foto: Warga ramai-ramai ke Kebun Raya Bogor (Muchamad Sholihin/detikcom)

Kebun Raya Bogor bisa menjadi tempat ngabuburit yang asyik. Destinasi ini buka dari pukul 08.00-16.00 WIB untuk weekdays dan mulai dari 07.00-16.00 WIB untuk weekend.

Namun, menurut laman Instagram Kebun Raya, pada tanggal 21-23 Maret 2025, ada event “Ramadan di Kebun” di Kebun Raya Bogor. Mulai dari pukul 14.00-20.00 akan ada konser yang menghadirkan beberapa penyanyi ternama mula dari Tulus, Ghea Indraswari, Juicy Luicy, hingga Opick.

Selain itu, ada bazar ramadhan dengan lebih dari 100 exhibitor mulai dari Food & Beverage, Gadget & Electronic, Fashion & Beauty dan lain sebagainya. Kamu juga bisa pesan Picnic Mat & Bean Bag agar momen ngabuburit lebih nyaman.

Lokasi: Jl. Ir. H. Juanda No.13, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

4. Taman Kencana

Destinasi wisata Taman Kencana BogorDestinasi wisata Taman Kencana Bogor (Fitraya Ramadhanny/detikcom)

Kawasan asri lainnya yang bisa menjadi tempat menunggu berbuka adalah Taman Kencana. Menurut laman Pemkot Bogor, taman ini menawarkan ruang hijau yang teduh.

Selain itu, di sekitar taman ada banyak pedagang yang menjual aneka takjil dan makanan berat. Tak heran jika tempat yang beroperasional selama 24 jam ini menjadi lokasi berkumpulnya anak muda untuk ngabuburit.

Lokasi: Jl. Taman Kencana No.3, RT.03/RW.03, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

5. Jalan Surya Kencana

Jalan Surya Kencana telah dikenal sebagai pusat kuliner yang legendaris di Bogor. Tak ada salahnya jika kamu ngabuburit ke kawasan ini.

Selama bulan Ramadhan, jalan ini dipenuhi berbagai penjual takjil dengan berbagai paduan rasa. Kuliner takjil ini terdiri dari kue tradisional, cungring, hingga asinan.

Lokasi: Jl. Surya Kencana, Bogor.

6. Ruko Taman Yasmin

Ruko Taman Yasmin juga jadi destinasi favorit untuk berburu takjil. Ada banyak kuliner yang ditawarkan oleh pedagang kaki lima. Dengan harga yang terjangkau, kamu bisa menemukan hidangan tradisional sampai makanan kekinian.

Lokasi: Lingkar Utara No.4, RT.05/RW.09, Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

7. Kawasan Air Mancur

Kawasan Air Mancur biasanya menjadi salah satu spot kuliner malam di Bogor. Di bulan Ramadan, area ini dipenuhi pedagang makanan untuk berbuka. Ada martabak, bakso, sate, sampai aneka minuman yang segar. Untuk kamu yang mau ngabuburit dengan berburu takjil sambil menikmati suasana kota, Kawasan Air Mancur jadi tempat yang cocok untukmu.

Lokasi: Jl. Jenderal Sudirman No.56, RT.05/RW.03, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

8. Masjid Raya Bogor

Selanjutnya, Masjid Raya Bogor juga bisa jadi tempat ngabuburit yang menarik. Masjid ini punya arsitektur megah dengan lampu kristal menggantung di bagian tengahnya. Sambil menunggu adzan maghrib, pengunjung bisa mendengar kajian, tadarus, kemudian berbuka bersama jamaah lain.

Lokasi: Jl. Raya Pajajaran No.10, RT.02/RW.6, Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

9. Taman Budaya Sentul City

Taman Budaya SentulTaman Budaya Sentul (Ari Saputra/detikcom)

Taman Budaya Sentul City merupakan tempat wisata dan piknik. Mengutip laman instagramnya, taman ini merupakan kawasan outbound terbesar di Jabodetabek.

Ada dua event di Ramadhan kali ini, yaitu Music Corner Ngabuburit di Taman Budaya pada tanggal 15 Maret 2025 dan Festival Ramadan Taman Budaya pada tanggal 22-23 Maret 2025.

Pada event Music Corner ngabuburit di Taman Budaya, kamu bisa menikmati live music dan takjil gratis, sementara di Festival Ramadan taman budaya, ada bazar hingga live music. Menarinya di sini ada beberapa tenant yang menyajikan aneka hidangan untuk berbuka. Jam operasional taman mulai dari pukul 08.00-21.00 WIB.

Lokasi: Jl. Siliwangi No.1, Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

10. Situ Gede

Situ Gede Bogor.Situ Gede Bogor (disparbud.kotabogor.go.id)

Situ gede bisa menjadi pilihan untuk kamu yang mau ngabuburit sambil menikmati suasana alam. Dikelilingi hutan hijau, Situ Gede menawarkan pemandangan yang indah dan segar. Kamu bisa duduk-duduk di tepi danau sambil menikmati suasana matahari yang terbenam. Situ ini bisa didatangi kapan saja. Tidak ada jam operasional khusus yang diberlakukan.

Lokasi: Jl. Cilubang Malang No.37, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat.

Selama ngabuburit, pengunjung wajib selalu menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Pastikan selalu membuang sampah pada tempatnya usai makan, minum, atau melakukan aktivitas lain selama ngabuburit.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Kuliner Ramah Keluarga di Tangsel, Cocok untuk Bukber


Jakarta

Tangerang Selatan atau Tangsel punya sejumlah tempat makan ramah keluarga yang ideal untuk menggelar perkumpulan bahkan acara buka bersama (bukber) di bulan puasa. Tempatnya nyaman, luas, dan memiliki area duduk lesehan.

Sejumlah restoran ini menyediakan variasi menu dengan cita rasa Indonesia. Sajiannya lezat dan cukup ramah di kantong. Simak deretan tempatnya di bawah ini.

Kuliner Ramah Keluarga di Tangerang Selatan

Merangkum Google, berikut rekomendasi tempat kuliner ramah keluarga di Tangsel yang menyuguhkan masakan lezat:


1. Gubug Berkah Resto

Gubug Berkah Resto di Tangerang SelatanGubug Berkah Resto Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Datangi Gubug Berkah Resto kalau ingin makan lesehan di saung-saung. Masakan yang disajikan khas nusantara, mulai dari aneka seafood hingga menu sayur dan sambal.

Bancakan nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang bisa dipesan jika menggelar perkumpulan keluarga di sini. Ragam lauk bancakannya dapat dipilih sesuai selera.

  • Lokasi: Depan Taman Kota 2 BSD, Jl. Ciater Barat No. 54, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap Hari, 10.00-22.00 WIB.

2. Lubana Sengkol

Lubana Sengkol mulanya hanyalah area pemancingan dan kini berkembang menjadi wisata keluarga yang dilengkapi restoran. Hasil pancingannya dapat dimasak langsung atau dibawa pulang, bisa juga dengan sistem tangkap lepas. Aktivitas ini cocok banget buat ngabuburit menunggu waktu berbuka.

Untuk restonya menyuguhkan sajian seafood dengan aneka bumbu. Tersedia juga olahan daging ayam dan sapi, mi dan nasi, serta sayuran. Aneka snack yang bisa dijumpai di sini antara lain cireng bumbu rujak, chicken popcorn, hingga onion ring.

  • Lokasi: Jl. Lingkar Selatan, Setu, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-22.00 WIB.

3. Omah Badok

Omah Badok : Ada Liwetan Sedap di Resto Suasana Kampung yang AsriOmah Badok Foto: detikFood

Omah Badok punya dapur berkonsep open kitchen sehingga pelanggan dapat melihat proses memasaknya. Lokasinya sejuk karena dikelilingi pepohonan hijau dan area makannya lesehan saung.

Sajiannya bercita rasa Indonesia dengan menu garang asem, tumis pucuk ubi, hingga nasi liwet plus lalapan dan sambal. Tersedia juga jajanan pasar seperti gemblong, kue talam, bugis, hingga ongol-ongol.

  • Lokasi: Jl. Pengairan No. 71, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-21.00 WIB).

4. Lembur Kuring

Kalau cari restoran seafood di Tangsel, datangi Lembur Kuring. Cabangnya yang di dekat bandara jadi tempat makan langganan para pejabat, artis, bahkan presiden. Tentunya, rasa dan kualitas masakan di Lembur Kuring sudah approved.

Sajian ikan, kepiting, hingga udangnya beragam dan ada juga olahan ayam dan sayuran. Menunya diolah dengan berbagai saus dan bumbu seperti gulai, asam manis, lada hitam, tauco, sampai sup. Terdapat mini playground untuk anak di restoran ini.

  • Lokasi: Sunburst BSD Lot II, Jl. Boulevard BSD Timur, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.30-21.00 WIB.

5. Restoran Waroeng Sunda

Restoran Waroeng SundaRestoran Waroeng Sunda Foto: dok. Instagram @waroengsunda

Variasi menu seafood, pepes, hingga sup dapat dicicipi di Restoran Waroeng Sunda. Pengunjung yang bersantap di area makan pendopo indoor dan outdoor ini akan mendapat free refill lalapan dan sambal.

Menariknya, ada becak mini yang bisa ditumpangi pengunjung anak-anak di Restoran Waroeng Sunda ini.

  • Lokasi: Jl. Raya Serpong KM 7, Pd. Jagung, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-21.00 WIB), Sabtu-Minggu (10.00-22.00 WIB).

6. Pondok Kemangi

Pondok Kemangi menyajikan masakan tradisional Indonesia dengan spesialisasi makanan Sunda. Berbagai olahan ikan, udang, cumi, ayam, hingga iga tersedia. Ada aneka pepes dan sajian sayur seperti genjer tauco dan pucuk labu.

Tempatnya besar dengan bagian tengahnya terbuka. Restorannya estetik dengan penempatan tanaman hijau di sejumlah titiknya.

  • Lokasi: Jl. Alam Sutera Boulevard No. 16D, Serpong, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Setiap hari, 10.00-21.00 WIB.

7. Warung Kondre

Warung KondreWarung Kondre Foto: detikcom/Riska Fitria

Warung Kondre milik selebriti Andre Taulany memiliki konsep rumah joglo khas Jawa. Tempatnya asri dengan areanya dipenuhi pepohonan hijau.

Hidangan lezat yang disajikan punya cita rasa tradisional. Ada tongseng kambing, bakmie goreng Jawa, hingga teri tumis kecombrang. Camilan seperti gabin tape, donat kampung, hingga cireng juga bisa dicicipi.

  • Lokasi: Jl. Masjid Arriyadh, Cipayung Ciputat, Tangerang Selatan.
  • Jam Buka: Senin-Jumat (10.00-22.00), Sabtu-Minggu (07.30-22.00).

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Kapal Pesiar yang Unik di Mojokerto, Ini Filosofi di Baliknya



Mojokerto

Di Mojokerto, Jawa Timur berdiri sebuah masjid berbentuk unik. Masjid itu dibangun menyerupai kapal pesiar. Ternyata, ada arti filosofis di baliknya.

Masjid Ar Rahman di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Pacet, Mojokerto dibangun menyerupai kapal pesiar. Di balik keunikan arsitekturnya, masjid ini mempunyai filosofi sebagai bahtera penyelamat berbagai masalah sosial.

Masjid milik Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Vila Durian Doa Yatim Sejahtera itu terletak persis di halaman panti asuhan. Luas masjid unik ini mencapai 45×25 meter persegi.


“Masjid ini desainnya kapal pesiar. Harapannya menjadi bahtera penyelamat persoalan sosial karena penghuninya di sini beragam penyandang masalah sosial,” kata Ketua LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera, Muhammad Mukhidin (44), Senin (3/3/2025).

Bentuk masjid ini memang mirip kapal pesiar, baik eksterior maupun interiornya. Banyak jendela di sisi kanan dan kirinya membuat masjid ini selalu terang. Uniknya lagi, tempat imam salat dan mimbar khatib didesain layaknya ruang kemudi kapal.

Tempat imam dan khatib berhiaskan setir kapal asli, kompas berdiri, beberapa kompas kecil, monitor kemudi, jangkar, derek jangkar, serta lukisan lautan pada dindingnya. Tempat salat ini berada di lantai 2 masjid.

Lantai 1 masjid disulap menjadi asrama putri dan balita. Posisinya di bawah tanah layaknya lambung kapal yang tenggelam di lautan. Sebelah kirinya merupakan area wudu. Lantai 3 menjadi aula, sedangkan lantai 4 dan 5 penginapan para tamu panti asuhan.

“Pembangunan lantai 3, 4 dan 5 tinggal daun pintu dan daun jendela, tapi sudah bisa ditempati,” terang Mukhidin.

masjid kapal pesiar mojokertoMasjid kapal pesiar di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto

Selama bulan Ramadan, masjid kapal pesiar ini tak pernah sepi dari berbagai kegiatan keagamaan. Jemaah datang dari LKSA, warga sekitar, juga para pelancong.

Mereka menunaikan salat 5 waktu, salat Jumat, Salat Tarawih, tadarus, mengaji, burdah, hingga buka bersama di masjid berbentuk unik tersebut.

Saat ini, kata Mukhidin, LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera mengasuh 57 orang. Terdiri dari 9 lansia dan 48 anak.

“Ada anak-anak yatim, piatu, korban pelecehan seksual, korban KDRT, ada juga anak dari wanita ODGJ yang dilecehkan,” ungkapnya.

Pembangunan masjid unik ini atas masukan dari Gus Amirul Mukminin dari Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah, Lamongan. Sosok inilah yang juga memotivasi Mukhidin mendirikan LKSA Vila Durian Doa Yatim Sejahtera.

Pembangunannya sendiri menghabiskan lebih dari Rp 2,5 miliar tahun 2016-2021. Mukhidin berencana menambah panjang area masjid untuk salat setidaknya 10 meter lagi. Sehingga kapasitasnya lebih besar menampung jemaah.

“Kami masih menabung untuk melanjutkan pembangunan,” tandasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Restoran Halal di PIK yang Cocok untuk Tempat Bukber


Jakarta

Sejumlah restoran di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bisa dijadikan tempat acara buka bersama (bukber) bareng teman maupun keluarga. Tempat-tempat ini menyuguhkan menu halal yang lezat dan cocok untuk berbuka.

Mulai dari Chinese food, nusantara, hingga seafood dapat dicicipi di sini. Harganya bersahabat dan vibes restorannya nyaman sehingga pas untuk berkumpul saat bukber. Penasaran di mana saja tempatnya? Simak di bawah ini.

Tempat Bukber Halal di PIK

Sejumlah restoran di PIK menyediakan berbagai menu lezat yang cocok untuk sajian buka puasa. Mengutip Google, berikut rekomendasi tempat bukber di kawasan PIK:


1. Sulaiman Resto

Sulaiman Resto PIKSulaiman Resto PIK (dok. Instagram @sulaimanresto.pik)

Chinese food halal bisa ditemukan di Sulaiman Resto PIK. Seperti liang pi atau menu mi dingin dengan saus dan taburan kacang serta ding ding chao mian atau sajian mi berbentuk kotak kecil yang gurih.

Ada sajian berkuah seperti mala yu dan sup ikan asam pedas. Juga sate kambingnya yang punya potongan daging besar-besar.

  • Lokasi: Rukan Cordoba, Jl. Marina Raya No. 15 Blok D, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

2. Bandar Djakarta

Kalau ingin makan seafood segar di PIK, datangi Bandar Djakarta. Pesan paket Ramadan di sini, kamu akan dapat takjil gratis dan cepat saji restonya.

Menu seafood di Bandar Djakarta diolah dengan berbagai saus. Seperti cumi telur asin, kerang lada hitam, udang bakar madu, ataupun dijadikan ikan steam. Di sini juga tersedia menu sayuran seperti cah kangkung dan tumis buncis.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. MH Thamrin No. 7 AB, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

3. Kampung Kecil

Restoran Kampung KecilRestoran Kampung Kecil (dok. Instagram @kampungkecil_official)

Datangi Kampung Kecil PIK kalau ingin menggelar bukber di restoran Sunda dengan area duduk lesehan di saung-saung. Ditambah lagi, konsep tempat makannya yang full bambu sangat estetik.

Tersedia nasi liwet dan tumpeng untuk disantap bersama. Ada banyak masakan Sunda dari olahan ikan gurame, lele, patin, ayam, sapi, bebek, dan seafood seperti cumi, udang, serta kerang. Terdapat juga menu sayur dan makanan ringannya.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. Rasuna Said Blok BB No. 8, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

4. Rumah Makan Medan Baru

Meski namanya Rumah Makan Medan Baru, restoran ini menyuguhkan masakan Minang klasik. Menu andalannya yaitu gulai kepala ikan kakap dan burung punai goreng. Daging burungnya tidak alot dan mirip daging ayam.

Untuk gulainya punya kuah santan yang kental dan berasa rempah. Menu ini paling nikmat disantap dengan sambal ganjanya. Nama ‘ganja’ diambil untuk sambal khas Aceh ini karena rasanya yang bisa bikin ketagihan.

  • Lokasi: PIK 2, Jl. MH Thamrin, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

5. Gerobak Betawi

Gerobak Betawi PIKGerobak Betawi PIK (dok. Instagram @gerobakbetawi)

Aneka makanan dan jajanan nusantara lezat dapat dicicipi di restoran Gerobak Betawi. Nasi uduk komplet, nasi jeruk, ketoprak, gado-gado, hingga toge goreng tersedia di sini.

Kalau ingin masakan berkuah, bisa coba mi tektek, rawon, soto, sop iga, hingga sayur asem. Ada juga bubur dan jajanan seperti pempek, tahu gejrot, tahu petis, sampai asinan Betawi.

  • Lokasi: Rukan Cordoba, Jl Bukit Golf Mediterania, Kapuk Muara, Jakarta Utara.

Jika memungkinkan, pengunjung bisa pesan tempat lebih dulu di restoran pilihan untuk buka bersama. Apalagi bila jumlah pengunjung yang datang cukup banyak dan berombongan. Reservasi tempat mencegah pengunjung antri dan berisiko tidak bisa bukber di restoran PIK pilihan.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Ngabuburit di Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja, Ada Apa Aja?


Jakarta

Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja merupakan salah satu tempat asyik buat ngabuburit. Bukan hanya berburu aneka takjil untuk berbuka puasa, tetapi juga bisa melakukan aktivitas menarik lainnya.

Yuk ketahui lebih jauh tentang Pasar Sore Ramadhan Kauman dalam artikel ini, lengkap dengan aktivitas menarik, hingga cara menuju ke sana.

Mengenal Pasar Sore Ramadhan Tertua di Jogja

Dikutip dari situs Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ada banyak pasar kaget atau pasar tiban di bulan Ramadhan. Namun Pasar Sore Ramadhan Kauman adalah yang tertua di Jogja.


Pasar ini sudah ada sejak tahun 1990-an. Awalnya, pasar sore ini berdiri atas inisiatif warga Kauman yang antusias menyambut bulan puasa dengan kegembiraan.

Berawal sedikit pedagang dengan tempat seadanya, kini jumlah penjualnya semakin banyak dan diatur oleh warga setempat. Berdasarkan catatan detikTravel, ada lebih dari 50 pedagang yang berjualan.

Yang unik, lokasi pasar ini berada di gang kampung yang sempit. Jalannya hanya selebar tiga meter. Tentunya tempat itu akan sangat padat, tapi justru itulah yang membuatnya berbeda.

Dilihat dalam akun Instagram @pasarsore_kauman, pasar ini sempat ditiadakan pada 2019 hingga 2022, kemudian kembali diadakan pada 2023. Pasar mulai buka pukul 14.00 WIB hingga magrib.

Ada Apa Saja di Pasar Sore Ramadhan Kauman?

Bukan hanya berburu takjil, ada hal menarik yang bisa sekaligus dilakukan jika traveler ingin ke sana. Apa saja?

1. Berburu Kicak

Tujuan utama datang ke Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja ini tentunya untuk berburu takjil. Namun kurang lengkap rasanya jika traveler tidak membeli kicak.

Dikutip dari detikJogja, kicak adalah makanan yang terbuat dari ketan yang dihaluskan dari jadah, kelapa muda, nangka, dan gula. Kicak mungkin akan sulit ditemukan di luar bulan puasa, jadi kalian harus beli ini.

Selain kicak, ada makanan lain yang juga banyak dicari, seperti carang gesing, gorengan, bothok, jenang saren, sampai nasi kebuli.

2. Wisata Perkampungan Jogja

Pasar sore ini berada di Kampung Kauman di kawasan Keraton Kasultanan Yogyakarta. Di sana, detikers bisa menemukan rumah-rumah Jawa yang masih tradisional. Kalian bisa sambil berfoto-foto di kampung tersebut.

Kampung Kauman juga dikenal sebagai kampung religi. Nama Kauman juga banyak dipakai di berbagai daerah sebagai kampung yang Islami. Nah, kalian bisa berwisata religi di sini, sambil mampir ke tempat bersejarah.

Dilansir dari Portal Informasi Indonesia, nama kauman berarti tempatnya para kaum. Ada pula yang menyebut dari istilah qo’um muddin yang berarti pemuka agama Islam.

Dari sini jugalah KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah dilahirkan. Tak heran jika traveler akan melihat simbol matahari terbit yang juga merupakan simbol organisasi tersebut.

3. Ibadah di Masjid Gede Yogyakarta

Setelah berburu takjil, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Masjid Gede Yogyakarta yang tak jauh dari pasar sore. Kamu bisa bersantai sejenak sambil menunggu azan magrib.

Di masjid ini biasanya juga disediakan makanan berbuka puasa gratis. Jika belum pernah ke sini, sebaiknya traveler menyempatkan mampir ke sini. Setelah berbuka, kalian bisa sekalian sholat magrib dan isya, atau sekalian sholat tarawih di sini.

Lokasi Pasar Sore Ramadhan Kauman

Pasar Sore Ramadhan Kauman dapat ditemukan dengan mudah. Lokasinya berada di Gang Pasar Ramadhan, Jalan Ahmad Dahlan, Kauman, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta,

Jika detikers menuju ke Jogja naik kereta api, maka turunlah di Stasiun Tugu Yogyakarta. Kalian bisa berjalan kaki sekitar 30 menit melewati Jalan Malioboro sambil menikmati suasana Jogja.

Di ujung Jalan Malioboro, setelah tiba di Titik Nol Yogyakarta, beloklah ke kanan (barat) menuju Jalan Ahmad Dahlan. Lurus saja sampai melewati RS PKU Muhammadiyah dan Kantor Pengurus Pusat Aisyiyah. Gangnya ada di kiri jalan.

Pasar Sore Ramadhan Kauman Jogja merupakan pasar tiban Ramadhan tertua di Jogja. Pasar tiban merujuk pada pusat jual beli yang hanya hadir di waktu tertentu. Detikers bisa datang lebih awal jika tak ingin berdesak-desakan di sana.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Das Wisata Kelawi, Green Canyon-nya Lampung Ini Lee…



Jakarta

Desa Kelawi di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan dijuluki Green Canyon-nya Lampung. Selain itu, inovasi agrowisata menjadi daya tarik.

Berkat itu pula Desa Kelawi diganjar penghargaan Desa Brilian Hijau 2023 oleh BRI. Keunggulan lainnya, Desa Kelawi mudah dijangkau dari Pelabuhan Bakauheni. Jarak Desa Kelawi dengan Pelabuhan Bakauheni tidak sampai 10 kilometer atau sekitar 15 menit berkendara melalui jalur lintas Sumatera.

Setelah melewati jalan berbukit dan berliku sambil dimanjakan hamparan perkebunan, pengunjung akan langsung disambut hamparan pasir putih di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi. Pantai ini memiliki pasir putih yang lembut.


Soal kebersihan, warga bikin terobosan program Bank Sampah yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kelawi Mandiri. melalui program itu, warga Desa Kelawi bergotong royong memastikan kebersihan Pantai Minang Rua dan seluruh wilayah desa.

Warga mengumpulkan sampah dan bisa dijual dan uangnya masuk ke rekening BRI warga. Nah, sampah-sampah itu dikelola BuMdes.

Kehadiran Bank Sampah menjadi penyemangat warga Kelawi dalam menjaga alam. Tidak hanya meningkatkan kesadaran soal kebersihan, mereka juga bentuk nyata hadirnya literasi dan inklusi keuangan yang secara positif dijalankan BRI.

Selain itu, desa Kelawi memiliki air terjun Jemara dan air terjun Khaja Saka.

Selain keindahan pariwisata, Desa Kelawi juga memiliki keunggulan dari sisi agrowisata. Melalui inovasi pertanian, mereka berhasil melahirkan varietas alpukat terbaru, yakni alpukat sipit kelawi yang telah memiliki hak paten dan sertifikasi.

Warga diajak untuk menanam jenis alpukat itu. Sementara, potensi wisata dikembangkan dengan mengajak pengunjung merasakan langsung kenikmatan alpukat asli dari desanya.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam acara BRI Microfinance Outlook 2025 pada 30 Januari menyampaikan telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada desa-desa potensial produktif melalui Desa Brilian. Sebanyak 4.327 Desa Brilian di Indonesia sejauh ini telah didorong untuk mengoptimalisasi keunggulan yang dimiliki dan menumbuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Desa Brilian merupakan program inkubasi desa yang diselenggarakan oleh BRI bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai komitmen perusahaan dalam mengembangkan potensi desa binaan BRI.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejuk dan Asrinya Masjid Bambu di Cirebon, Bikin Jemaah Betah



Cirebon

Ada sebuah masjid unik di Cirebon. Masjid itu terbuat dari bambu. Suasananya asri dan sejuk sehingga membuat para jemaah betah.

Masjid tersebut dibuat dengan menggunakan bambu berwarna kuning sebagai bahan baku utama bangunan. Dilihat dari depan, tampak ratusan bambu dengan berbagai macam ukuran disusun hingga membentuk bangunan masjid.

Tak hanya bambu, bagian atap masjid juga tidak menggunakan atap genteng, melainkan serat ijuk berwarna hitam. Di sekitar masjid, terdapat pepohonan dengan daun yang rindang membuat suasana masjid terasa adem, meski letaknya di tengah kota.


Masuk lagi ke dalam, suasana nyaman dan sejuk yang berasal dari udara yang berhembus dari celah dinding bambu langsung terasa di badan.

Ragam ornamen hiasan kaligrafi dan lampu gantung bermotif bebatuan juga menambah indah suasana masjid yang dikenal dengan nama Masjid Bambu tersebut.

Terpisah dari bangunan masjid, terdapat sebuah menara berwarna hijau dengan lafadz Allah di atasnya. Menara tersebut, berfungsi sebagai tempat pengeras suara waktu salat.

Fauzi, takmir Masjid Bambu memaparkan, Masjid Bambu mulai dibangun sejak tahun 2014, kala itu, menara masjid masih belum dibangun, sehingga untuk pengeras suaranya sendiri di taruh di atas pohon yang banyak tumbuh di area masjid.

Menurut Fauzi, berbeda dengan masjid pada umumnya, masjid yang memiliki nama asli Masjid Ash-Shomad tersebut memang sengaja dibangun menggunakan bambu sebagai bahan utama.

“Nama asli Masjidnya Ash-Shomad yang artinya tempat bergantung segala sesuatu, itu diambil dari nama Asmaul Husna,” tutur Fauzi, Senin (3/3/2025).

Masjid Bambu  atau Masjid Ash-Shomad Cirebon.Masjid Bambu atau Masjid Ash-Shomad Cirebon. Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Fauzi memperkirakan, 70 persen bangunan masjid adalah bambu, dengan atap menggunakan ijuk. Menurutnya, bambu dan ijuk tersebut didatangkan langsung dari Majalengka dan juga Ciamis.

“Sudah 11 tahun, memang suasana dibikin seperti Masjid Kuno, hampir 70 dari bambu, tapi bambunya itu kokoh, atapnya pakai ijuk. Wakafnya dari Pak Haji Watid, ” tutur Fauzi.

Untuk kapasitasnya sendiri, Masjid Bambu menampung sekitar 150 jemaah dengan rincian 60 orang di bagian dalam masjid dan 90 orang sisanya di area serambi masjid.

Bahkan, ketika momen salat Jumat tiba, jamaah masjid akan tumpah membludak sampai ke area halaman masjid.

“Alhamdulillah ramai terus, adem masjidnya meskipun lokasinya di tengah kota, malah tadinya lebih adem dari ini, kayak hutan banyak pepohonan besar, cuman karena kapasitas jemaah bertambah, ditambah akar pohonya semakin besar, jadi ditebang,” tutur Fauzi.

Khusus di bulan Ramadan, Masjid Bambu melaksanakan berbagai macam kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, kajian rutin dan salat tarawih berjamaah. Masjid Bambu sendiri berlokasi di Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Masjid di Sukabumi yang Buka 24 Jam, Ramah dengan Musafir



Sukabumi

Di Sukabumi, ada masjid yang buka 24 jam dan ramah terhadap para musafir. Tak hanya itu, masjid ini juga ramah terhadap kucing. Simak kisahnya berikut ini:

Masjid sering kali dianggap hanya sebagai tempat ibadah formal, dengan aturan ketat yang terkadang membuat sebagian orang merasa asing atau bahkan enggan untuk mendekat.

Fenomena itu menjadi kegelisahan tersendiri bagi Anggy Firmansyah Sulaiman, pendiri Masjid Sejuta Pemuda, yang ingin menghadirkan konsep masjid yang lebih terbuka, ramah, dan menjadi pusat aktivitas umat.


“Orang-orang sering melihat masjid sebagai tempat yang terkunci di malam hari, anak-anak kecil dimarahi ketika bermain di sekitar masjid, atau fasilitas yang kurang nyaman. Dari keresahan itulah kami ingin mengajak masjid-masjid untuk memberikan pelayanan terbaik supaya orang mau datang ke masjid,” kata Anggy saat ditemui belum lama ini.

Dari gagasan tersebut, lahirlah konsep Masjid Sejuta Pemuda, yang berusaha menjadikan masjid sebagai tempat ibadah sekaligus rumah yang nyaman bagi siapa saja -anak muda, anak kecil, musafir, dan masyarakat sekitar.

Gagasan ini muncul sejak tahun 2021, namun baru terwujud secara nyata pada 9 Maret 2024, ketika masjid pertama berdiri di Sukabumi.

Nama Masjid Sejuta Pemuda dipilih untuk mencerminkan semangat melibatkan generasi muda dalam aktivitas masjid. Saat dalam proses perwujudan, lahan yang dibeli pada Februari 2024 ternyata sudah memiliki sebuah bangunan masjid bernama Masjid At-Tin, yang didedikasikan oleh pewakif untuk ibundanya.

“Kami punya konsep Masjid Sejuta Pemuda, tapi di lahan yang kami beli sudah ada Masjid At-Tin. Agar tetap menghormati nama masjid yang sudah ada, kami akhirnya menggabungkan namanya menjadi Masjid Sejuta Pemuda At-Tin,” jelasnya.

Masjid Sejuta Pemuda.Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

Masjid ini pun kini telah resmi terdaftar di Kementerian Agama. Meski bermula dari Sukabumi, visi Masjid Sejuta Pemuda tidak berhenti di satu tempat. Saat ini, konsep yang sama sudah diterapkan di dua cabang lain, yaitu Masjid Ash-Shobur di Cianjur dan Masjid Pemuda Al-Kahfi di Purwakarta.

“Kami ingin menyebarkan vibrasi positif dari masjid ini ke seluruh daerah. Tapi syaratnya, sebelum mendirikan cabang baru, sumber daya manusianya harus belajar dulu di Sukabumi,” tambahnya.

Membuat Masjid yang Nyaman buat Umat

Konsep utama Masjid Sejuta Pemuda adalah menciptakan suasana yang nyaman bagi umat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi ruang interaksi sosial dan solusi bagi berbagai kebutuhan jamaah.

“Umat yang datang harus diperlakukan dengan baik. Kami siapkan toilet yang bersih, masjid yang wangi dan rapi, imam yang bacaannya merdu. Setelah salat, mereka bisa menikmati kopi, makan, atau sekadar ngobrol untuk menyelesaikan masalah. Dengan begitu, masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga tempat menemukan ketenangan,” ucap Anggy.

Masjid yang Ramah Kucing

Salah satu inisiatif unik di Masjid Sejuta Pemuda adalah kepeduliannya terhadap hewan, terutama kucing. Awalnya, kepedulian ini muncul saat ditemukan seekor anak kucing yang dibuang di pinggir jalan.

Lokasi yang berdekatan dengan pasar menyebabkan banyak kucing liar berkeliaran. Untuk itu, pihak masjid menyediakan kandang dan makanan bagi mereka.

“Kami rawat, beri susu, tempat tidur, makanan. Lalu kami unggah ke media sosial, dan ternyata banyak yang peduli juga,” katanya.

Namun, ada batasan yang tetap dijaga, terutama terkait kebersihan tempat ibadah.

“Beberapa kali kami harus mencuci karpet karena kucing masuk. Sekarang, kami pasang door closer supaya kucing tidak bisa masuk ke dalam area salat. Masjid tetap ramah kucing, tapi kebersihan tetap nomor satu,” tambahnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Religi di Jakarta, Ada Masjid Istiqlal hingga Makam Habib


Jakarta

Ada sejumlah tempat wisata religi di Jakarta yang menarik dikunjungi. Selain berkunjung ke sejumlah masjid, travelers juga bisa berziarah ke makam para habib.

Bulan Ramadan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat muslim. Selain menjalankan ibadah puasa, beberapa orang juga menyempatkan diri untuk melakukan wisata religi.

Nah, ada sejumlah wisata religi di Jakarta yang wajib dikunjungi. Apa saja tempatnya? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Rekomendasi Wisata Religi di Jakarta

Apabila bosan berkunjung ke tempat yang itu-itu saja, kamu bisa melakukan wisata religi di Jakarta bersama keluarga atau teman-teman. Simak rekomendasi tempat wisata religi yang dikutip dari catatan detikcom.

1. Masjid Istiqlal

Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Syekh Ahmad juga mengisi khotbah dan memimpin salat di hadapan ribuan jemaah.Masjid Istiqlal. (Andhika Prasetia)

Destinasi wisata religi yang pertama adalah Masjid Istiqlal. Kurang lengkap rasanya jika berwisata religi di Jakarta, tapi tidak berkunjung ke masjid yang satu ini.

Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare, Masjid Istiqlal dapat menampung hingga 100.000 orang. Maka dari itu, Masjid Istiqlal termasuk salah satu masjid terbesar se-Asia Tenggara.

Selama Ramadan, Masjid Istiqlal menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat tarawih, ceramah dari para ustadz, hingga mengadakan buka puasa bersama gratis bersama jamaah lain.

Masjid Istiqlal berlokasi di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Bagi detikers yang ingin berkunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum, yakni KRL Commuter Line dan TransJakarta.

2. Masjid Ramlie Musofa

Warga melakukan amalan ibadah puasa dengan melaksanakan salat wajib dan memperbanyak salat sunah di Masjid Ramlie Musofa, Sunter, Jakarta Utara. Bulan puasa sebagai bulan penuh ampunan mendorong umat Muslim memperbanyak amalan ibadah untuk mempererat hubungan langsung kepada Allah (hablu minallah) maupun menjaga hubungan baik kepada manusia (hablu minannas).Masjid Ramlie Musofa. (Ari Saputra)

Masjid Ramlie Musofa memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masjid lainnya yang ada di Jakarta. Sebab, bangunan masjidnya mirip seperti Taj Mahal di India.

Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, masjid ini didominasi oleh warna putih bersih dan corak warna emas di beberapa ornamen tulisan. Selain itu, dinding masjidnya juga dibalut marmer yang diimpor dari Italia. Hal tersebut semakin menunjukkan kemegahan dari Masjid Ramlie Musofa.

Keunikan lain dari Masjid Ramlie Musofa adalah terdapat ukiran surat Al-Fatihah dalam tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Indonesia, dan Mandarin. Sebab, masjid itu dibangun oleh seorang mualaf beretnis Tionghoa, maka dari itu terdapat corak bangunan yang memiliki unsur Tionghoa.

3. Masjid Al Alam Marunda

Masjid Al Alam terletak di Jalan Marunda No. 1 atau tepat berada di pinggiran Pantai Marunda, Jakarta Utara.Masjid Al Alam. (Pradita Utama)

Rekomendasi wisata religi berikutnya adalah berkunjung ke Masjid Al Alam Marunda. Disebut juga sebagai Masjid Si Pitung, masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Jakarta karena telah berdiri sejak 1527.

Masjid Al Alam Marunda terdiri atas bangunan utama, bangunan baru untuk salat perempuan, pendopo, dan halaman. Uniknya, terdapat sebuah sumur yang bisa digunakan untuk berwudhu.

Terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, masjid ini memiliki sejarah panjang yang menarik. Masjid Al Alam seolah menjadi saksi bisu atas rentetan peristiwa dan perkembangan Islam yang terjadi di sekitar Marunda.

Masjid ini menggabungkan empat kebudayaan dalam arsitekturnya, yakni bagian kubah berbentuk joglo merupakan arsitektur Jawa, lalu bentuk lengkung naga terinspirasi dari budaya Tionghoa, kemudian ornamen jendela dan pintu yang berkaitan dengan budaya Betawi, serta bentuk tiang dan bidang catur masjid yang kental budaya Eropa.

Ada beberapa versi mengenai pendirian Masjid Al Alam. Versi pertama adalah masjid yang dibangun dalam waktu singkat oleh para aulia. Versi kedua menyebut bahwa masjid ini dibangun oleh pasukan Fatahillah sebelum menyerang Sunda Kelapa pada 1527. Versi ketiga menyebut masjid ini dibangun oleh pasukan Mataram pada abad ke-17.

4. Masjid Agung Al Azhar

Masjid Agung Al-AzharMasjid Agung Al Azhar. (Yusuf Alfiansyah Kasdini)

Masjid yang satu ini terletak di tengah kota, tepatnya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid Agung Al Azhar sempat dinobatkan sebagai masjid terbesar di Indonesia selama 10 tahun, sebelum akhirnya tergantikan oleh Masjid Istiqlal.

Didirikan pada 19 November 1953 dan selesai dibangun pada 1958, Masjid Agung Al Azhar diprakarsai oleh 14 tokoh besar Partai Masyumi, termasuk Buya Hamka. Dapat menampung hingga 10.000 jamaah, Masjid Agung Al-Azhar menjadi salah satu masjid tertua dan terbesar di Jakarta.

Awalnya, masjid ini bernama Masjid Agung Kebayoran Baru karena sesuai dengan lokasinya. Lalu, namanya diubah setelah seorang rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Dr Mahmoud Syaltout mendatangi masjid ini dan memberikan nama “Al-Azhar” untuk masjid ini.

5. Masjid Al Riyadh dan Makam Habib Ali Kwitang

Masjid Al Riyadh KwitangMasjid Al Riyadh Kwitang. (detikcom)

Destinasi wisata religi berikutnya adalah Masjid Al Riyadh. Meski berlokasi di dalam gang dan permukiman penduduk, tetapi masjid ini memiliki nilai sejarah dan patut dikunjungi.

Berdiri sejak 1938, Masjid Al Riyadh didominasi oleh warna putih yang memanjakan mata. Masjid yang dapat menampung sekitar 50-100 jamaah ini juga terdapat makam Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau yang akrab dikenal sebagai Habib Ali Kwitang.

Sebagai informasi, Habib Ali Kwitang merupakan salah satu tokoh ulama yang berpengaruh pada abad ke-20. Tidak hanya dalam perkembangan Islam di daerah Jakarta, tapi juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Habib Ali Kwitang lahir pada 20 April 1870 di Kampung Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Beliau adalah putra dari pasangan Al-Habib Abdurrahman Alhabsyi dengan Nyai Salmah.

Di sisi kiri masjid terdapat empat makam. Di dalam makam tersebut bersemayam Habib Ali Kwitang dan keluarga. Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung yang berziarah dan wisata religi, terutama saat hari Minggu dan menjelang Ramadan.

Itu dia lima rekomendasi wisata religi di Jakarta. So, ingin berkunjung ke tempat yang mana dulu nih?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Kemuning Sky Hills, Tempat Wisata Seru dan Indah di Karanganyar


Ada sejumlah tempat wisata yang terkenal di Karanganyar, Jawa Tengah, salah satunya adalah Kemuning Sky Hills. Selain mencoba berbagai aktivitas seru, kamu juga bisa menikmati pemandangan alam yang indah dari tempat wisata ini.

Dibuka sejak Januari 2023, Kemuning Sky Hills langsung menjadi primadona di kalangan wisatawan. Bagaimana tidak, salah satu daya tarik utamanya adalah terdapat jembatan kaca yang diklaim terpanjang di Jawa Tengah.

Penasaran, apa saja daya tarik lainnya dari Kemuning Sky Hills? Lalu berapa harga tiket masuknya? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Daya Tarik Kemuning Sky Hills

Ada sejumlah daya tarik yang dimiliki Kemuning Sky Hills. Mengutip akun Instagram resminya @kemuningskyhills, berikut sederet daya tariknya:

1. Jembatan Kaca

Daya tarik utama dari Kemuning Sky Hills adalah terdapat jembatan kaca yang panjangnya mencapai 120 meter. Jembatan kaca ini diklaim sebagai yang terpanjang di Jawa Tengah, lho.

Tinggi jembatan kaca ini mencapai 60 meter. Bagi travelers yang takut ketinggian, tenang saja karena kaca yang digunakan memiliki ketebalan 3 cm, sehingga terjamin kokoh dan aman untuk dilalui.

Selama di jembatan kaca, kamu bisa melihat pemandangan alam yang indah, mulai dari hamparan kebun teh hijau hingga Gunung Lawu dari kejauhan. Kalau takut ketinggian, jangan lihat ke bawah ya detikers!

2. Banyak Wahana Seru

Selain menikmati pemandangan alam dari atas jembatan kaca, pengunjung juga bisa mencoba berbagai wahana seru dan menantang di Kemuning Sky Hills, mulai dari ATV, paralayang, berkeliling naik jeep, flying fox gantole, hingga giant swing.

3. Restoran dan Kafe

Kemuning Sky Hills juga memiliki restoran dan kafe yang memiliki pemandangan memukau. Disarankan pilih tempat duduk di area outdoor agar travelers dapat menikmati hidangan lezat sambil melihat hamparan kebun teh dan pesona Gunung Lawu.

Untuk rekomendasi menu makanannya ada spaghetti sambal matah, nasi goreng katsu, hingga risol mayo. Sedangkan rekomendasi minumannya ada kopi tubruk, es teh manis, hingga kopi susu gula aren.

4. Spot Foto Instagramable

Apabila perut sudah kenyang, kini saatnya travelers kembali berkeliling di Kemuning Sky Hills. Sempatkan diri untuk mampir ke kebun teh untuk berfoto-foto dengan latar belakang Gunung Lawu dan pepohonan yang hijau.

Selain itu, ada juga beberapa spot foto Instagramable di sekitar Kemuning Sky Hills. Pastikan travelers memakai pakaian yang bagus agar hasil fotonya semakin keren!

Harga Tiket Masuk Kemuning Sky Hills

Per Maret 2025, pengunjung yang datang ke Kemuning Sky Hills akan dikenakan tiket masuk. Berikut rincian harga tiket masuknya:

  • Harga tiket masuk (HTM) Kemuning Sky Hills: Rp 10.000/orang.
  • Harga tiket masuk (HTM) jembatan kaca: Rp 30.000/orang.
  • Harga tiket terusan (ke jembatan kaca dan area Kemuning Sky Hills): Rp 40.000/orang.

Selama bulan Ramadan 2025, ada promo menarik bagi pengunjung yang datang ke Sky Kemuning Hills. Untuk HTM ke kawasan dan jembatan kaca hanya dibanderol Rp 25.000/orang. Periode promo ini berlangsung sampai 27 Maret 2025.

Jam Operasional Kemuning Sky Hills

Kemuning Sky Hills buka setiap hari dari pukul 09.00-18.30 WIB. Jadwal operasional tersebut juga berlaku pada area wisata jembatan kaca.

Sebagai informasi, terjadi sedikit perubahan pada jam operasional Sky Kemuning Hills saat Ramadan 2025. Berikut rincian jam bukanya:

  • Kawasan dan wahana: 09.00-20.00 WIB
  • Restoran dan kafe: 12.00-20.00 WIB.

Fasilitas di Kemuning Sky Hills

Demi memberikan kenyamanan kepada pengunjung yang datang, pihak Kemuning Sky Hills menyediakan fasilitas yang lengkap. Di antaranya:

  • Tempat parkir luas
  • Toilet
  • Mushola
  • Restoran
  • Kafe
  • Agrowisata kebun teh.

Kemuning Sky Hills beralamat di Jalan Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari pantauan Google Maps, apabila detikers berangkat dari Kota Surakarta, jarak tempuhnya sekitar 40 km atau 1,5 jam perjalanan dengan mengendarai mobil.

Apabila travelers berangkat dari Kota Sragen, jarak tempuhnya sekitar 30 km atau memakan waktu selama 1 jam perjalanan dengan berkendara mobil.

Itu dia ulasan singkat mengenai Kemuning Sky Hills, salah satu tempat wisata seru dan populer di Karanganyar, Jawa Tengah. So, tertarik untuk menghabiskan waktu liburan ke sana?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com