Category Archives: Domestik

Mengenal Nagari Kapau, Kampung yang Menjadi Asal-usul Nasi Kapau


Jakarta

Bagi travelers pecinta kuliner, tentu sudah tidak asing dengan nasi kapau. Makanan yang satu ini memiliki cita rasa yang lezat di mulut. Maka tak heran kalau banyak pecinta nasi kapau dari berbagai daerah di Tanah Air.

Jika kamu warga Jakarta, kalian bisa mencoba nasi kapau autentik yang terletak di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Bertepatan di samping fly over, berjejer penjual nasi kapau yang menyuguhkan puluhan lauk yang menggugah selera.

Namun, banyak yang mengira kalau nasi kapau berasal dari Padang. Sebab, nasi kapau ataupun nasi padang memang sama-sama dari Sumatera Barat.


Namun, nasi kapau sendiri berasal dari sebuah kampung kecil bernama Nagari Kapau. Penasaran dengan kampung yang menjadi asal-usul nasi kapau? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Mengenal Nagari Kapau, Asal Mula Hadirnya Nasi Kapau

Nagari Kapau merupakan sebuah kampung kecil yang terletak di Kecamatan Tilatang, Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. Jaraknya sekitar 4 kilometer dari ibu kota kecamatan dan 74 kilometer dari ibu kota kabupaten.

Sebenarnya, tak ada yang begitu spesial dari kampung ini. Lanskap alam yang indah dan hijau menjadi pemandangan umum seperti nagari-nagari atau kampung lainnya di Tanah Minang. Hal ini wajar karena sebagian besar lanskap kampung ini adalah sawah.

Gerbang penanda masuk Nagari KapauNagari Kapau merupakan sebuah kampung kecil yang terletak di Kecamatan Tilatang, Kamang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. (detikTravel)

Luas Nagari Kapau tercatat 5,54 kilometer persegi atau 5,78 persen dari luas wilayah Kecamatan Tilatang Kamang. Mengutip e-jurnal Kecamatan Tilatang Kamang dalam Angka oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Agam, jumlah penduduk nagari yang terdiri dari 12 jorong (kampung) tercatat sebanyak 3.129 jiwa pada 2019.

Sebagian besar penduduk Nagari Kapau berprofesi sebagai petani. Namun, ada juga yang menjadi pedagang, terutama penjual makanan. Akan tetapi jumlahnya terbilang sedikit.

Meski tak banyak masyarakat yang berprofesi sebagai penjual makanan, tetapi makanan yang paling terkenal dari nagari tersebut adalah nasi kapaunya. Hebatnya, nasi kapau justru tersebar hingga ke berbagai daerah di Tanah Air karena terkenal akan kelezatannya.

Penggunaan nama nasi kapau dipakai oleh para pedagang generasi pertama. Hal ini dilakukan untuk membedakan nasi mereka dengan nasi padang lainnya. Kemudian, nama tersebut terus dipakai oleh setiap pedagang yang benar-benar berasal dari Kapau atau memiliki hubungan kekerabatan dengan Nagari Kapau.

Meski terkenal hingga ke pelosok daerah, tetapi penjual nasi kapau di Nagari Kapau sendiri sangat sedikit, hanya ada tujuh tempat makan. Itu pun dengan tampilan rumah makan yang sederhana.

Ciri Khas dari Nasi Kapau

Salah satu menu andalan dari nasi kapau adalah gulai kapaunya yang begitu menggoyang lidah. Namun, nasi kapau tak langsung terkenal di masyarakat karena berkembang secara bertahap.

Pada akhir 1960-an, gulai kapau mulai dijajakan ke kampung-kampung atau diletakkan dalam periuk di atas senggan rotan yang dijunjung di kepala. Sejatinya, keunikan dari nasi kapau adalah penampilan makanannya yang berbeda dari hidangan lainnya.

Nasi Kapau Ni Er di Los Lambuang BukittinggiSalah satu menu andalan dari nasi kapau adalah gulai kapaunya yang begitu menggoyang lidah. (Yenny Mustika Sari/detikcom)

Tak seperti di restoran, setiap lauk atau gulai nasi kapau akan ditempatkan dalam panci besar yang bersusun-susun tinggi ke atas, lalu diletakkan di antara bangku tempat para pembeli makan dengan si penjual.

Untuk menyendok atau mengambil gulai juga unik karena menggunakan sendok dari batok kelapa bertangkai panjang. Soalnya, di antara susunan panci-panci gulai tersebut ada yang terlalu jauh jika dijangkau tangan tanpa alat bantu.

Hebatnya, penyajian nasi kapau saat ini tidak ada perbedaan dari zaman dahulu. Puluhan lauk akan ditaruh di wadah, lalu disusun bertingkat dengan posisi penjual yang lebih tinggi dari pembeli.

“Kemudian masyarakat makan berguyub bersama. Pedagang dan penikmat makanan juga saling berinteraksi,” kata sejarawan kuliner Indonesia, Fadly Rahman beberapa waktu lalu.

Fadly mengungkapkan, nasi kapau diyakini sudah ada sejak abad ke-19, tepatnya saat zaman kolonial Belanda. Jejaknya lalu beriringan dengan tradisi merantau dan berdagang di kalangan masyarakat Minang. Kala itu, para wanita yang ditinggal suaminya merantau, mendirikan usaha rumah makan.

Mereka menawarkan nasi dan aneka lauk khas Minang, tetapi ada beberapa jenis lauk yang hanya ada di Kapau, seperti gulai kapau dan tambusu. Selain dijual di wilayah Kapau, para wanita ini juga membuka warung cukup jauh dari wilayah asalnya. Fadly menyebut ada banyak warung nasi kapau yang berdiri di Pasar Payakumbuh pada 1911.

Mengenai ciri khas tampilan nasi kapau yang disusun bertingkat, travelers bisa melihatnya di kedai-kedai nasi kapau di Pasar Lereng Kota Bukittinggi, jaraknya sekitar 8 kilometer dari Nagari Kapau. Tempat itu dikenal dengan nama Los Lambuang dan disebut-sebut sebagai surganya nasi kapau di Bukittingi.

Mengutip arsip berita detikFood, kata Los Lambuang diibaratkan sebagai food court di dalam sebuah mall. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, kata ‘Los’ berarti lorong dan ‘Lambuang’ berarti lambung.

Salah satu kedai nasi kapau yang cukup terkenal di sana adalah Kedai Nasi Kapau Uni Lis. Ia telah berjualan nasi kapau sejak tiga generasi. Penikmat nasi kapau buatan Uni Lis kebanyakan juga datang dari para pesohor ternama di Tanah Air.

“Yang paling khas itu ya tambunsu. Tidak semua penjual nasi di Sumatra Barat yang ada tambunsunya. Hanya ada di nasi kapau,” ujar Nurfida, salah satu karyawan Kedai Nasi Kapau Uni Lis.

Perbedaan Nasi Kapau dengan Nasi Padang

Beberapa orang menganggap nasi kapau dan nasi padang adalah hal yang sama. Sebab, cita rasa dari kedua makanan tersebut mirip-mirip sehingga dianggap sama saja.

Padahal, nama nasi padang biasa digunakan oleh pemilik rumah makan yang umumnya dari Sumatera Barat, terutama dari kota Padang. Sementara itu, nasi kapau memang digunakan oleh penjual makanan dari daerah Nagari Kapau.

Pedagang menyiapkan nasi kapau pesanan pengunjung di Los Lambuang Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (18/6/2023). Kawasan Los Lambuang yang merupakan lokasi wisata kuliner di kota Jam Gadang itu ditetapkan pemerintah daerah setempat sebagai zona dengan kuliner yang memenuhi kriteria halal, aman, dan sehat. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YUBeragam menu di nasi kapau (Iggoy el Fitra/Antara)

Jika travelers berjalan-jalan ke Los Lambuang di Bukittinggi, kamu akan menemukan banyak penjual lapau nasi kapau yang punya keunikan tersendiri. Keunikan yang pertama adalah pada nama nasi kapaunya, yakni hampir seluruh penjual nasi kapau selalu menggunakan nama ‘Uni’ untuk menamai lapaunya.

“Hampir seluruhnya pakai nama Uni. Ada Uni Pit, Uni Lis dan lain sebagainya,” ujar Pakar Kuliner Minang, Reno Andam Suri.

Lalu, keunikan lainnya juga terdapat pada warna lapau. Reno mengatakan lapau nasi kapau di Los Lambuang semuanya berwarna biru. Sebab, biru adalah warna kebanggaan masyarakat Bukittinggi.

Kemudian, terdapat aturan tidak tertulis mengenai penggunaan label ‘Kapau’ pada nama lapau di Los Lambuang. Jadi, hanya pedagang yang berasal dari Nagari Kapau yang boleh menamai lapaunya dengan label ‘Kapau’.

Nasi Kapau Ni Er di Los Lambuang BukittinggiSedap…. (Yenny Mustika Sari/detikcom)

Ingin mencoba nasi kapau, tapi bingung saat memilih lauknya? Pastikan travelers memesan gulai kapau yang sangat khas dengan warna kunyitnya. Rasanya gurih dan lumayan pedas dapat menambah kenikmatan saat makan.

Sayur gulai sendiri terdiri dari potongan nangka muda, rebung, kol, pakis, kacang panjang, dan jengkol. Semuanya berada dalam kuah yang tidak terlalu kental.

Menu wajib lainnya dari nasi kapau adalah gulai tunjang atau kikil, serta usus yang merupakan campuran telur dan tahu yang dilumatkan. Selain itu, ada masakan lain yang juga menggugah selera, seperti dendeng balado, ayam gulai, hingga ayam rendang.

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

9 Taman yang Tersebar di Jakarta, Bisa Buat Piknik sampai Olahraga


Jakarta

Siapa bilang Jakarta hanya penuh dengan kemacetan dan gedung-gedung tinggi? Di antara padatnya aktivitas kota, Jakarta punya banyak taman yang bisa jadi tempat istirahat sejenak dari kesibukan.

Entah untuk sekadar duduk santai di bawah pohon rindang, piknik bersama keluarga, atau berolahraga di pagi dan sore hari, taman-taman ini siap menyambut siapa saja yang ingin menikmati udara segar di tengah kota.

9 Taman yang Tersebar di Jakarta

Sebagai kota metropolitan, Jakarta tentu membutuhkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berfungsi sebagai ‘paru-paru’ kota, sekaligus ruang untuk beraktivitas masyarakat. Disadur dari laman resmi Provinsi DKI Jakarta, pemerintah menghadirkan berbagai ruang terbuka seperti Taman Kota, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan Hutan Kota.


Taman Kota menjadi salah satu ruang publik yang dibangun secara masif oleh Pemprov DKI Jakarta. Taman ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Taman Maju Bersama (TMB) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

TMB merupakan bagian dari pengembangan RPTRA yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu, RTPRA dirancang sebagai taman atau area terbuka yang dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari permainan anak, kamera pengawas (CCTV), hingga ruangan pendukung seperti perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan area komunitas lainnya.

Berikut beberapa taman terbaik yang tersebar di Jakarta, bisa jadi tempat wisata menghabiskan waktu akhir pekanmu untuk piknik, sampai olahraga:

1. Taman Suropati (Menteng, Jakarta Pusat)

Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

Taman Suropati berlokasi di Jl Taman Suropati No.5, RT 5/RW 5, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Taman ini sudah lama menjadi salah satu ruang hijau favorit warga Jakarta. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau.

Suasana yang teduh berkat deretan pepohonan besar, area jogging track, bangku taman, dan kehadiran komunitas yang sering berkumpul, membuat Taman Suropati cocok untuk sekadar piknik santai atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

Dengan fasilitas yang lengkap, Taman Suropati adalah salah satu taman yang sangat direkomendasikan di Jakarta. Selain suasana yang nyaman, taman ini punya fasilitas internet gratis, banyak spot kuliner, dan buka 24 jam.

2. Taman Menteng (Menteng, Jakarta Pusat)

Taman Menteng, Jakarta PusatFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Tak jauh dari Taman Suropati, ada Taman Menteng yang tak kalah menarik. Taman Menteng berlokasi di Jl HOS. Cokroaminoto, RT.3/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Taman Menteng merupakan ruang terbuka hijau yang sebelum diubah menjadi taman, area ini sebelumnya adalah lokasi Stadion Menteng. Taman ini berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektar dan dihiasi oleh beragam jenis tanaman, setidaknya ada sekitar 30 spesies yang tumbuh.

Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area olahraga, jogging track, lapangan basket, hingga rumah kaca yang kerap dijadikan tempat pameran seni. Salah satu keunikan taman ini adalah adanya 44 sumur resapan yang berfungsi untuk membantu menyerap air hujan ke dalam tanah.

3. Taman Tabebuya (Jagakarsa, Jakarta Selatan)

Taman Tabebuya di JakselFoto: Fitraya Ramadhanny

Taman Tabebuya merupakan salah satu taman yang wajib untuk dikunjungi karena di momen-momen tertentu, bisa muncul pohon tabebuya yang cantik. Pohon tersebut jika tengah berbunga memiliki beragam keindahan warna seperti merah, merah muda, hingga kuning.

Taman ini terletak di Jalan Moh. Kahfi No. 1 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan dengan luas 9.626 meter persegi. Area rerumputan yang cukup luas di sana digunakan masyarakat sebagai tempat untuk piknik dan bersantai.

Taman ini punya danau buatan dan jalur pejalan kaki yang asri, sangat cocok untuk piknik santai atau sekadar berfoto-foto dengan latar pohon tabebuya yang bermekaran di musim tertentu.

4. Taman Langsat (Kebayoran Baru, Jakarta Selatan)

Taman Langsat di Jalan Barito, Jaksel, bakal dibuka 24 jam. Yuk lihat kondisi terkini taman yang menawarkan suasana asri tersebut.Foto: Pradita Utama

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggulirkan wacana empat taman yang direncanakan beroperasi 24 jam. Di antaranya Taman Langsat, Taman Ayodya, Taman Lapangan Banteng, Taman Menteng, dan Taman Literasi Martha Tiahahu.

Taman Langsat menjadi salah satu yang letaknya berdekatan dengan Sekretariat ASEAN bakal jadi ikon baru ruang terbuka ibu kota. Lokasinya ada di Jl Barito, RT.1/RW.1, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan.

Taman Langsat kerap menjadi daya tarik bagi warga Jakarta berkat area lahannya yang luas serta nuansa hijau yang sejuk dan rindang. Berbagai kegiatan sering dilakukan di taman ini, mulai dari berolahraga, berkumpul sambil menikmati hidangan, hingga sekadar bersantai dan meresapi suasana tenang di sekitarnya.

Taman yang bakal dibuka 24 jam ini memiliki luas 3,6 hektare, dilengkapi dengan fasilitas jogging track sepanjang 750 meter, lapangan tenis, area koleksi tanaman dan pembibitan pohon palem raja, kolam teratai dan sungai buatan, arena bermain anak (ayunan & perosotan), danau mungil dengan taman teratai, toilet umum, mushola, dan area parkir.

Taman Langsat cocok untuk yang ingin lari pagi, yoga, atau sekadar duduk menikmati suasana hijau. Jalur setapak yang luas memudahkan pengunjung berolahraga atau membawa anak-anak berjalan-jalan santai.

5. Taman Ayodia (Barito, Jakarta Selatan)

Taman ini terletak di Jl Lamandau III No.RT.4, RT.4/RW.7, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan dengan luas sekitar 8.000 meter persegi. Taman ini memiliki sebuah kolam di bagian tengah, lengkap dengan air mancur yang menyala setiap dua jam sekali.

Area di sekitar kolam sering dimanfaatkan oleh anak-anak untuk memberi makan ikan. Berbeda dengan taman lain yang biasanya dipadati pengunjung di pagi dan sore hari, Taman Ayodia justru mulai ramai saat sore menjelang malam.

Meski jam operasional resminya dimulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, tak jarang pengunjung betah bersantai hingga pukul 21.00 WIB. Tak heran jika taman ini menjadi salah satu taman yang diwacanakan akan beroperasi 24 jam.

Salah satu alasan taman ini cukup diminati adalah lokasinya yang berdekatan dengan pusat keramaian dan tempat nongkrong anak muda. Tersedianya banyak bangku membuat taman ini nyaman untuk bersantai, bahkan beberapa pengunjung memilih duduk di area rerumputan atau di tepi beton di pinggiran kolam.

Meski tak dilengkapi wahana bermain anak, taman ini menyediakan beberapa fasilitas kebugaran. Selain itu, Taman Ayodia juga menjadi tempat yang pas untuk berolahraga, baik pagi maupun sore, karena tersedia alat-alat kebugaran dan jalur jogging yang bisa digunakan untuk berjalan santai.

6. Taman Lapangan Banteng (Jakarta Pusat)

Para pegiat literasi dari komunitas 'Kumpul Baca' membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca.Para pegiat literasi dari komunitas ‘Kumpul Baca’ membaca buku bersama di taman kota Lapangan Banteng, Jakarta. Kegiatan ini untuk menumbuhkan minat baca. Foto: Ari Saputra

Lapangan Banteng berlokasi di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Dirangkum dari laporan detikTravel dan laman resmi DPRD DKI Jakarta, alun-alun bersejarah ini punya Monumen Pembebasan Irian Barat, yang dibangun pada tahun 1963.

Di sisi utara lapangan, tersedia fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan lintasan atletik. Sedangkan di bagian selatan, pengunjung bisa menikmati taman yang dilengkapi kolam setengah lingkaran, air mancur dengan pertunjukan cahaya, serta area teater terbuka.

Lapangan Banteng juga dikelilingi oleh sejumlah bangunan penting, antara lain bekas Istana Daendels atau yang dikenal sebagai Witte Huis (Gedung Putih) yang kini menjadi kantor Kementerian Keuangan RI di sisi timur. Di bagian utara berdiri Kantor Pos Pusat Jakarta, sementara Katedral Jakarta dan Masjid Istiqlal berada di sudut barat laut.

Di sudut barat daya terdapat gedung Kementerian Agama RI, dan sisi selatannya diisi oleh Hotel Borobudur. Akses menuju taman ini juga sangat mudah, karena bisa dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari bus TransJakarta, Stasiun KRL Juanda, hingga MRT dari arah Bundaran HI.

7. Taman Literasi Martha Tiahahu (Melawai, Jakarta Selatan)

Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025).Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (2/2/2025). Foto: (Adrial Akbar/detikcom)

Taman ini terletak di Jl Sisingamangaraja, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman Literasi terletak di kawasan Blok M, yang selalu ramai dengan pengunjung karena banyaknya tempat kuliner yang sedang viral.

Di sini, kamu dapat membaca buku atau mengerjakan tugas di perpustakaan yang ada. Bisa juga sekadar duduk di pinggir kolam atau area atasnya sambil nongkrong bersama teman serta menikmati night vibesnya yang ramai.

Ada banyak tenant makanan dan minuman hingga photobooth yang dapat dijajal di sini. Kolam Taman Literasi menjadi daya tarik bagi anak-anak.

8. Taman Leuser (Jakarta Selatan)

Taman Leuser berada di Jl Lauser No.4 8, RT.8/RW.4, Gunung, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Taman ini memiliki luas sekitar 12.000 m² dan menawarkan berbagai fasilitas, seperti jogging track, area bermain anak, serta taman dengan berbagai jenis tanaman.

9. Taman Cattleya (Tanjung Duren, Jakarta Barat)

Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Foto: Rifkianto Nugroho

Lokasinya berada di Jalan Letjen S. Parman, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Taman yang satu ini berada tak jauh dari jalur tol Jakarta-Merak.

Meski lokasinya dekat dengan jalan besar, begitu melewati gerbang masuk, suasana asri dan ruang terbuka yang luas langsung terasa. Area dalam taman ini cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berolahraga, terutama jogging, karena tersedia jalur jogging yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga pengunjung bisa berlari dengan aman dan teduh.

Taman ini dirancang dengan pembagian area yang jelas, mulai dari zona khusus jogging, area untuk bersantai, hingga tempat bermain bagi anak-anak. Fasilitas di taman ini juga cukup lengkap, tersedia lahan parkir untuk sepeda, motor, maupun mobil, sehingga pengunjung tak perlu khawatir soal tempat parkir.

Bagi yang datang menggunakan transportasi umum, taman ini mudah diakses dan jaraknya cukup dekat dari beberapa titik pemberhentian. Hanya sekitar tujuh menit berjalan kaki dari halte TransJakarta Kota Bambu Arah Utara, atau sekitar 14 menit berjalan kaki dari Wisma Rimadi Kemanggisan yang dilintasi JakLingko.

Itulah beberapa taman menarik yang bisa ditemukan di Jakarta. Jadi, kalau ingin cari tempat santai atau olahraga tanpa keluar biaya, taman-taman ini bisa jadi pilihan.

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com

Lokasi, Jam Buka, HTM, hingga Fasilitasnya


Jakarta

Curug Pelangi jadi salah satu destinasi wisata alam di kawasan Cimahi, Jawa Barat. Curug ini menawarkan keindahan air terjunnya atau curug dengan ketinggian 87 meter.

Selain itu, pemandangan hijau, kesejukan udara serta suara gemericik air juga menjadikannya tempat untuk healing. Ketahui alamat, daya tarik, hingga harga tiket masuknya (HTM).

Lokasi Curug Pelangi

Curug Pelangi beralamat di Jalan Kolonel Matsuri, Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.


Daya Tarik Curug Pelangi

Dengan tinggi sekitar 87 meter, Curug Pelangi menjadi salah satu air terjun tertinggi di Jawa Barat. Dinamakan pelangi, karena saat air terjun yang jatuh dari ketinggian dengan bias sinar matahari akan menciptakan efek pelangi yang indah.

Efek pelangi tersebut bisa kita lihat terutama saat pagi atau sore hari. Momen ini bertepatan saat sudut cahaya matahari ideal.

Wisatawan berfoto dengan latar belakang Curug Pelangi Cimahi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (27/10/2024). Air terjun atau curug yang memiliki ketinggian 87 meter dan menjadi salah satu air terjun tertinggi di Jawa Barat tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang dapat meningkatkan kunjungan pariwisata serta perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agrWisatawan berfoto dengan latar belakang Curug Pelangi Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA

Spot curug juga menawarkan suasana alam yang asri karena dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi, hutan pinus, hingga aneka tumbuhan hijau. Suasana yang tenang membuat tempat ini cocok dijadikan pilihan untuk menikmati udara segar pegunungan.

Wisatawan berfoto dengan latar belakang Curug Pelangi Cimahi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (27/10/2024). Air terjun atau curug yang memiliki ketinggian 87 meter dan menjadi salah satu air terjun tertinggi di Jawa Barat tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan yang dapat meningkatkan kunjungan pariwisata serta perekonomian masyarakat di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agrWisatawan berfoto dengan latar belakang Curug Pelangi Cimahi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (27/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/ABDAN SYAKURA

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Curug Pelangi

  • Bermain air
  • Melihat pemandangan curug dan berfoto-foto
  • Trekking santai
  • Piknik di alam.

Jam Buka dan HTM Curug Pelangi

  • Jam operasional: Buka setiap hari setiap pukul pukul 08.00-17.00 WIB.
  • HTM: Rp 20 ribu per orang.
  • Parkir: Rp 3 ribu (motor) dan Rp 5 ribu (mobil).

Fasilitas Wisata Curug Pelangi

Mengutip salah satu laman travel agency, berikut adalah seputar fasilitas umum yang ada di wisata Curug Pelangi Cimahi:

  • Musala
  • Toilet umum
  • Tempat duduk dan gazebo
  • Area parkir
  • Warung makan
  • Area piknik.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Watukarung, Spot Selancar Kelas Dunia di Pacitan


Jakarta

Ada sebuah pantai di Jawa Timur yang tidak hanya punya panorama elok, tetapi juga dikenal sebagai spot selancar terbaik. Ialah Pantai Watukarung di Pacitan yang memiliki ombak istimewa.

Pantai ini juga disebut mirip Raja Ampat di Papua Barat. Bukan tanpa alasan, pesona pantainya memanjakan setiap mata yang memandang. Tempatnya asri dan punya kesan eksklusif karena belum terlalu ramai pengunjung.

Penasaran dengan destinasi satu ini? Simak uraian Pantai Watukarung berikut.


Pesona Pantai Watukarung

Mengutip laman Disparbudpora Kab. Pacitan, Pantai Watukarung di Pacitan menyuguhkan lautan dengan air jernih kebiruan. Gulungan ombak cukup besar di sini khas pantai selatan Jawa, dengan tinggi bisa mencapai 4 meter.

Karakter arah ombak di pantai ini unik yaitu ke sisi kanan dan kiri, dilansir pemberitaan detikJatim. Arah ombak seperti ini menawarkan tantangan besar. Karenanya, ombak ‘kelas dunia’ ini kerap menarik perhatian peselancar profesional lokal maupun mancanegara.

Tak jauh dari bibir pantai terlihat beberapa batuan karang besar yang ditumbuhi kehijauan mengelilingi pesisir. Hal inilah yang menjadikan Pantai Watukarung disebut-sebut sebagai ‘Raja Ampatnya Jawa Timur’.

panorama wisata alam Pantai Watukarung khas PacitanPanorama Pantai Watukarung di Pacitan Foto: Purwo Sumodiharjo

Pantainya yang luas dengan garis pantai panjang dilengkapi pasir putih halus dan bersih. Cocok banget buat traveler yang suka menyusuri pantai dari ujung ke ujung.

Di sebelah kanan pantai terdapat bukit dengan gardu pandang. Tersedia anak tangga jika tertarik menaiki dan menyaksikan pemandangan laut yang lebih menakjubkan dari ketinggian. Atas bukit juga menjadi spot yang oke untuk menikmati view matahari terbenam (sunset).

Bebatuan karang akan muncul saat air lautnya agak surut. Akan banyak ditemukan juga bintang laut, bulu babi, siput laut, hingga ikan-ikan kecil yang berenang di antara batuan.

Aktivitas di Pantai Watukarung

Sejumlah aktivitas seru dapat traveler lakukan di Pantai Watukarung, berikut di antaranya:

1. Berselancar

Pantai WatukarungBerselancar di Pantai Watukarung Foto: Purwoto Sumodiharjo

Jika hobi berselancar, kamu bisa mengendarai gulungan ombaknya dengan papan selancar. Pastikan sudah mahir berselancar atau ditemani profesional selama melakukan aktivitas ini. Sebab karakter ombak PantaiWatukarung yang unik menawarkan tantangan yang cukup berat.

2. Bermain Air dan Pasir

Ombaknya yang lumayan besar juga membuat pengunjung tidak cukup aman berenang di Pantai Watukarung. Disarankan untuk sekadar bermain air di tepian atau bermain pasir di pantai saja.

Perhatikan langkah saat bermain air karena di bawah bibir pantainya dipenuhi bebatuan karang.

3. Berfoto

Pantai Watukarung termasuk pantai cantik di Pacitan. Sangat disayangkan jika traveler tidak mengabadikan potret panoramanya. Semua titik di pantai ini bisa dijadikan spot berfoto.

4. Wisata Kuliner

Tidak usah khawatir kelaparan saat berkunjung ke pantai ini. Terdapat banyak tempat makan yang bisa disinggahi. Warung-warung ini menyediakan aneka olahan seafood lezat dengan harga terjangkau.

Pantai Watukarung pacitanView sunset di Pantai Watukarung, Pacitan Foto: Purwo Sumodiharjo

Pantai Watukarung terletak di Pringkuku, Ketro, Watukarung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Tempatnya cukup jauh dari pusat kota Pacitan, kurang lebih memakan waktu 1 jam untuk sampai di lokasi.

Jalan menuju Pantai Watukarung sudah beraspal mulus. Namun traveler masih perlu berhati-hati karena lebar jalan agak sempit serta aksesnya masih banyak tikungan tajam dan jalanan curam. Meski begitu, akan ada orang yang membantu agar pengunjung dapat melewati aman.

Pantai Watukarung hanya bisa diakses menggunakan kendaraan pribadi. Belum ada transportasi umum yang menjangkau tempat ini.

Fasilitas Pantai Watukarung

Pantai Watukarung menyediakan fasilitas memadai untuk pengunjung. Sudah tersedia toilet, kamar bilas, tempat sampah, area parkir, warung makan, hingga mushola.

Ada banyak penginapan di sekeliling pantai jika tertarik bermalam di kawasan ini. Bisa pilih homestay, cottage, atau resort dengan harga sewa per malam yang bervariasi. Disarankan reservasi kamar jauh-jauh hari karena sering kali cepat penuh.

Biaya tiket masuk Pantai Watukarung masih sangat terjangkau, cukup merogoh kocek Rp 10.000 per orang untuk bisa menikmati panorama Raja Ampatnya Jawa Timur ini. Pengunjung juga perlu membayar sekitar Rp 15.000 untuk tarif parkir.

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

15 Rekomendasi Tempat Jalan-jalan di Jakarta, Biar Nggak Melulu ke Mal


Jakarta

Meski dikenal sebagai kota metropolitan yang sibuk, ternyata Jakarta menyimpan banyak destinasi menarik yang bisa dijelajahi tanpa harus masuk mal. Banyak pilihan tempat seru yang bisa dieksplorasi dari taman kota yang adem, kawasan bersejarah yang penuh cerita, sampai spot-spot unik yang Instagramable.

Kalau kamu juga suka kulineran, beberapa destinasi jalan-jalan berikut juga bisa jadi pilihan. Jakarta punya banyak pilihan kuliner yang menarik untuk dikunjungi.

15 Rekomendasi Tempat Jalan-jalan di Jakarta

Berikut ada daftar 15 rekomendasi tempat jalan-jalan kekinian di Jakarta yang sayang dilewatkan, lengkap dengan informasi lokasi, jam operasional, dan harga tiket masuknya.


1. M Bloc Space

Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19.Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19. Foto: Grandyos Zafna

Tempat nongkrong anak gaul paling kekinian ini, ada di Jalan Panglima Polim No. 37, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Buka setiap hari pukul 10.00-23.00 WIB, di dalamnya ada banyak tempat kulineran dan fashion yang menarik.

Dulu tempat ini merupakan bekas pabrik uang, sekarang jadi pusat kegiatan anak muda. Di sini kamu bisa menemukan galeri seni, kafe, toko pernak-pernik, hingga panggung live music. M Bloc Space juga rutin jadi lokasi berbagai event seru, dan masih di sekitar Blok M ada banyak destinasi kuliner yang lagi viral.

2. Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta

Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025).Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025). Foto: Grandyos Zafna

Kota Tua menjadi salah satu destinasi favorit di Jakarta yang bisa dinikmati tanpa biaya masuk. Letaknya cukup strategis dan mudah dijangkau dengan transportasi umum, membuatnya cocok untuk dikunjungi siapa saja.

Lokasi Wisata Kota Tua ada di Jl Taman Fatahillah No.1, RT.7/RW.7, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat dengan jam operasional buka setiap hari, pukul 08.00-21.00 WIB. Tanpa biaya masuk, wisatawan bisa jalan-jalan, berfoto, atau masuk ke Museum Sejarah Jakarta dengan harga tiket Rp 15 ribu.

Pengunjung dapat berjalan kaki menyusuri area Kota Tua sambil menikmati suasana tempo dulu dan mampir ke berbagai museum bersejarah yang berada di sekitarnya. Beberapa museum yang menarik antara lain Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan lainnya.

3. Pos Bloc

Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Terletak di Jalan Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Gedung Filateli ini sudah disulap jadi ruang kreatif untuk publik. Nuansa tempatnya sangat estetik dan cocok buat hangout.

Ada UMKM dari berbagai bidang seperti makanan, musik, fashion, film, sampai kerajinan tangan. Pos Bloc buka setiap hari Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 07.00-0000 WIB. Masuknya tidak dipungut biaya, lho!

4. Monas

Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom)Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom) Foto: Suasana kawasan Monas pada Sabtu (5/4/2025)-(Fawdi/detikcom)

Sebagai salah satu simbol kebanggaan Jakarta, Monumen Nasional atau yang dikenal dengan Monas adalah tempat wisata yang wajib dikunjungi. Pengunjung dapat naik ke puncaknya untuk menikmati panorama Kota Jakarta dari ketinggian.

Selain itu, di dalam area Monas juga terdapat museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah, cocok untuk mengenal lebih dalam perjalanan sejarah bangsa. Area di sekitar Monas yang luas dan terbuka juga menjadi tempat favorit untuk berfoto dan bersantai.

Monas terletak di Lapangan Merdeka, Jl. Lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Jam Operasionalnya setiap hari, pukul 06.00-16.00 WIB. Dikutip dari instagram resminya, berikut harga tiket terkini Monas:

– Tiket Pelataran Puncak (Museum, Ruang Kemerdekaan dan pelataran puncak)

  • Dewasa: Rp 24 ribu
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 6 ribu
  • Mahasiswa: Rp 13 ribu.

– Tiket Museum (Ruang Museum, Ruang Kemederdekaan dan Pelataran Cawan)

  • Dewasa: Rp 8 ribu
  • Anak-anak/Pelajar: Rp 3 ribu
  • Mahasiswa: Rp 13 ribu.

5. Trans Studio Cibubur

Pengunjung menyaksikan pertunjukan World Of Imagination di Trans Studio Cibubur, Selasa (28/1/2025).Pengunjung menyaksikan pertunjukan World Of Imagination di Trans Studio Cibubur, Selasa (28/1/2025). Foto: Rifkianto Nugroho

Tempat bermain indoor yang cocok untuk keluarga, ya ada di Trans Studio. Memiliki zona permainan tematik, termasuk skydiving dalam ruangan pertama di Indonesia.

Trans Studio Cibubur terletak di Lantai 3 Trans Studio Mall Cibubur, Jl. Alternatif Cibubur No. 230 A. Jam buka pukul 11.00-17.00 WIB, dengan tiket masuk mulai Rp 195 ribu.

6. Hutan Mangrove PIK

Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran. Foto: Pradita Utama

Hutan ini terletak di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Buka setiap hari pukul 08.00-17.30 WIB, dengan harga tiket Rp 15 ribu untuk anak dan Rp 30 ribu orang dewasa. Sementara untuk weekend naik Rp 5 ribu.

Tak jauh dari Pantai Indah Kapuk 2, kamu juga bisa mengunjungi Hutan Mangrove. Destinasi ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus merilekskan pikiran dari kesibukan kota.

7. Pantai Ancol

Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)Foto: Kawasan Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara jadi salah satu pilihan destinasi wisata dalam momen hari pertama lebaran Idul Fitri. (ANTARA/Fitra Ashari)

Pantai Ancol juga bisa menjadi pilihan utama kamu. Objek wisata Jakarta satu ini cocok dijadikan tempat melepas penat.

Terletak di Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Pantai Ancol buka pukul 06.00-14.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp 25 ribu. Waktu terbaik untuk datang ke Pantai Ancol adalah di sore hari karena kita bisa melihat pemandangan matahari terbenam yang indah.

8. Taman Ismail Marzuki (TIM)

Tempat Nongkrong di Taman Ismail MarzukiFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Taman ini beralamat di JAlan Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat. Buka setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB, dan masuknya tanpa dipungut biaya (tergantung acara). Pusat kesenian dan budaya Jakarta ini memang sering menjadi tempat gelar pertunjukan seni, pameran, hingga diskusi budaya.

Tempat wisata di Jakarta ini sangat cocok untuk kamu yang menyukai seni. Di dalamnya, terdapat berbagai fasilitas seperti teater modern, galeri seni, bioskop, balai pameran, gedung arsip, serta Perpustakaan Jakarta yang modern.

9. Taman Suropati

Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

Taman bersejarah dengan monumen ASEAN dan pepohonan rindang, cocok untuk jogging ringan atau bersantai. Taman Suropati berlokasi di Jl Taman Suropati No.5, RT 5/RW 5, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Taman ini sudah lama menjadi salah satu ruang hijau favorit warga Jakarta. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat taman ini mudah dijangkau.

Suasana yang teduh berkat deretan pepohonan besar, area jogging track, bangku taman, dan kehadiran komunitas yang sering berkumpul, membuat Taman Suropati cocok untuk sekadar piknik santai atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

Dengan fasilitas yang lengkap, Taman Suropati adalah salah satu taman yang sangat direkomendasikan di Jakarta. Selain suasana yang nyaman, taman ini punya fasilitas internet gratis, banyak spot kuliner, dan buka 24 jam.

10. Taman Menteng

Taman Menteng, Jakarta PusatFoto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Taman modern dengan fasilitas lengkap, termasuk rumah kaca, playground, dan area street food ini wajib dikunjungi. Taman Menteng juga kerap jadi tempat acara komunitas.

Taman Menteng merupakan ruang terbuka hijau yang sebelum diubah menjadi taman, area ini sebelumnya adalah lokasi Stadion Menteng. Taman Menteng berlokasi di Jl HOS. Cokroaminoto, RT.3/RW.5, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat.

Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari area olahraga, jogging track, lapangan basket, hingga rumah kaca yang kerap dijadikan tempat pameran seni.

11. Tebet Eco Park

Ruang terbuka hijau (RTH) Tebet Eco Park di Jakarta Selatan menjadi salah satu destinasi rekreasi warga Jakarta untuk berlibur Lebaran 2025. Warga memboyong keluarga mereka karena bisa piknik murah di Tebet Eco Park, Rabu (2/4/2025).Warga memboyong keluarga mereka karena bisa piknik murah di Tebet Eco Park, Rabu (2/4/2025). Foto: (Mulia Budi/detikcom)

Taman dengan desain kekinian, lengkap dengan jembatan ikonik Infinity Link Bridge dan area hijau yang cocok untuk keluarga. Letaknya pun strategis, ada di Jakarta Selatan yakni tepatnya Jalan Tebet Timur Raya No.19. Taman ini buka setiap hari pukul 06.00-18.00 WIB, dengan tanpa dipungut biaya.

12. Taman Cattleya

Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya.Salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta terletak di kawasan Tomang. Ruang terbuka hijau itu bernama Taman Cattleya. Foto: Rifkianto Nugroho

Lokasinya berada di Jalan Letjen S. Parman, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Ruang hijau yang sejuk di tengah kota, pas untuk relaksasi setelah belanja di mal sekitar.

Meski lokasinya dekat dengan jalan besar, begitu melewati gerbang masuk, suasana asri dan ruang terbuka yang luas langsung terasa. Area dalam taman ini cukup nyaman bagi siapa pun yang ingin berolahraga, terutama jogging, karena tersedia jalur jogging yang dikelilingi oleh pepohonan rindang sehingga pengunjung bisa berlari dengan aman dan teduh.

13. Hutan Kota GBK

Ngabuburit jadi waktu melepas penat menjelang buka puasa. Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit.Hutan Kota GBK di Jakarta bisa jadi salah satu pilihan lokasi ngabuburit. Foto: Andhika Prasetia

Area terbuka hijau di tengah kota ini, cocok untuk olahraga pagi atau sore sambil menikmati udara segar. Hutan Kota GBK menjadi Area Taman Outdoor Multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan dengan lokasi yang strategis.

Luas areanya sekitar 9 hektare, dengan view kontras gedung tinggi dan hijau pepohonan. Taman Kota GBK berada di di Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat. Masuk ke Hutan Kota GBK gratis, buka setiap Selasa-Minggu dengan dua shift dalam satu hari, yakni mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB.

14. Moja Museum

Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum.Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum. Foto: Rifkianto Nugroho

Museum interaktif penuh warna dengan sepatu roda sebagai alat keliling utama. Spot Instagramable banget! Moja Museum menjadi salah satu tempat jalan yang sedang populer di Jakarta.

Moja Museum menawarkan konsep modern dan kekinian, memadukan berbagai karya seni yang sangat instagramable. Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, instalasi seni di Moja Museum diperbarui setiap tiga bulan sekali. Museum ini terletak di Gelora Bung Karno (GBK), tepatnya di Pintu Biru Zona 8, Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat. Buka setiap hari pukul 11.00-19.30 WIB dengan harga tiket masuk mulai dari Rp 125 ribu.

15. Museum MACAN

Museum MACAN JakartaFoto: Dok.Museum MACAN

Museum seni modern dan kontemporer kelas dunia ini memamerkan karya dari seniman lokal dan internasional. Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) adalah destinasi estetis yang terletak di Jakarta Barat.

Masih dikutip dari laman Kemenpar, pendirian museum ini untuk menyelenggarakan program edukasi yang dapat dinikmati oleh pelajar, pendidik, keluarga, dan masyarakat umum. Di museum ini, pengunjung dapat menemukan berbagai instalasi seni modern dan kontemporer, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri.

Museum ini berlokasi di AKR Tower, Jl. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Buka setiap Selasa-Minggu pukul 10.00-18.00 WIB (Senin tutup), dengan harga tiket masuk Rp 70-90 ribu.

Nah itulah tadi 15 tempat jalan-jalan di Jakarta yang bisa dikunjungi. Jadi, ada destinasi yang mau coba kamu datangi?

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com

3 Terowongan Kereta Legendaris yang Bakal Hidup Lagi di Pangandaran



Pangandaran

Jalur kereta api Banjar-Pangandaran sepanjang 82 kilometer bakal dihidupkan lagi. Itu berarti, 3 terowongan kereta legendaris ini bakal bangkit lagi dari mati.

Jika jalur ini kembali aktif, maka kereta api itu akan melintasi tiga terowongan bersejarah yaitu Terowongan Hendrik, Wilhelmina, dan Juliana.

Ketiga terowongan tersebut tersebar di lokasi desa yang berbeda di wilayah Kabupaten Pangandaran. Meski telah berusia lebih dari seabad, struktur bangunan terowongan masih tampak kokoh. Namun, sejumlah bagian mulai menunjukkan kerusakan dan membutuhkan perbaikan.


Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Sugeng, menyebutkan Terowongan Hendrik berada di wilayah Desa Kalipucang, Wihelmina berada di Desa Bagolo, dan Juliana berada di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang.

“Karena usianya lebih dari 50 tahun,” kata dia.

Berikut Profil 3 Terowongan yang Akan Dilewati Jalur KA Banjar-Pangandaran:

1. Terowongan Hendrik

Terowongan ini terletak di Desa Kalipucang dan membentang dari utara ke selatan. Panjangnya 106 meter dengan tinggi 5 meter dan lebar 4 meter. Mulut terowongan bagian selatan menggunakan konstruksi batu kali hingga setinggi 2,5 meter di sisi timur dan barat. Langit-langitnya berupa beton cor, dan masih terlihat bekas bekisting pengecoran.

Terdapat saluran drainase di kedua sisi terowongan dengan lebar dan kedalaman masing-masing 20 cm. Terowongan ini dibangun menembus perbukitan berbatuan breksi.

2. Terowongan Wilhelmina

Inilah terowongan kereta api terpanjang di Indonesia, dengan panjang mencapai 1.116 meter. Terowongan ini berada di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang. Lantainya berupa tanah yang telah mengeras dan dipenuhi batu koral.

Kedua mulut terowongan menghadap timur laut dan barat daya. Mulut terowongan berukuran lebar 4 meter dan tinggi 4,5 meter. Karena bentuknya lurus, cahaya dari ujung lain terlihat dari pintu masuk.

3. Terowongan Juliana

Terowongan ini terletak di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, dan memiliki panjang 147 meter. Uniknya, terowongan ini berbelok di bagian tengah, sehingga ujungnya tidak dapat langsung terlihat dari pintu masuk.

Mulut pertama menghadap ke selatan, sementara mulut kedua mengarah ke barat laut (330°). Struktur mulut terowongan berbentuk setengah lingkaran di bagian atas dan persegi di bagian bawah, dibangun dengan batu yang diplester halus.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ada yang Beracun dan Tidak Pernah Kering



Cirebon

Cirebon memiliki budaya yang kaya dan sejarah yang panjang. Di kota ini, ada 4 sumur keramat dengan kisah tersendiri. Ada yang beracun hingga tak pernah kering.

Sumur keramat tersebut tersebar di keraton-keraton yang ada di Cirebon. Sampai sekarang, sumur-sumur ini masih didatangi peziarah dan diyakini memiliki khasiat.

Berikut 4 Sumur di Cirebon yang Keramat:


1. Sumur Upas: Sumur Beracun Peninggalan Abad 15

Berbeda dengan sumur lainnya, Sumur Upas atau Sumur Soka yang berada di bawah pohon soka besar di Petilasan Keraton Dalem Agung Pakungwati kini ditutup dan tidak difungsikan karena diyakini mengandung racun.

Kepala Bagian Informasi dan Pariwisata Keraton Kasepuhan Iman Sugiman, menyebutkan sumur ini dulunya digunakan untuk merendam senjata agar beracun saat melawan penjajah.

Nama “Sumur Upas” berasal dari kata “upas” yang berarti racun. Uniknya, pohon soka tempat sumur ini berada dikenal langka karena bunganya tumbuh di dahan, bukan di pucuk daun seperti pohon soka pada umumnya.

2. Sumur Ketandan: Saksi Pembuatan Terasi Cirebon

Sumur Ketandan menjadi salah satu situs sejarah penting di Kota Cirebon yang menyimpan kisah perjuangan Pangeran Cakrabuana dalam menyebarkan agama Islam di pesisir utara Jawa.

Terletak di bawah naungan pohon beringin besar yang telah berusia ratusan tahun, sumur ini hingga kini masih dijaga kesakralannya.

Menurut juru kunci Sumur Ketandan, Raden Syarifuddin, air sumur ini diambil secara manual menggunakan ember tanpa bantuan pompa. Hal ini dilakukan agar kesucian dan kesakralan situs tetap terjaga. “Kalau pakai pompa, nanti jadi tidak sakral,” ujarnya.

Syarifuddin menjelaskan, nama “Ketandan” berasal dari kata “Tanda”, yang berarti ciri-ciri. Dalam kisahnya, Pangeran Cakrabuana pernah menaruh “jalatunda” atau jaring di sekitar sumur setelah mencari ikan di laut Cirebon.

Sumur ini dahulu digunakan untuk mencuci jala dan membuat terasi dari ikan rebon. Pada masa itu, lokasi sumur berada dekat pantai, sebagaimana halnya Masjid Pejlagrahan, yang juga merupakan peninggalan Pangeran Cakrabuana.

Meskipun telah berusia ratusan tahun, air sumur ini tidak pernah kering. Masyarakat percaya bahwa airnya memiliki khasiat untuk penyembuhan dan pelindung dari sihir. Namun Syarifuddin mengingatkan, semua permohonan tetap harus ditujukan kepada Allah SWT.

Pengunjung biasanya datang saat malam Jumat Kliwon, baik umat Muslim maupun non-Muslim. Mereka melakukan napak tilas sejarah dan memanfaatkan air sumur yang dianggap penuh berkah.

3. Sumur Kejayaan: Sumur Keramat di Keraton Kasepuhan Cirebon

Sumur Kejayaan merupakan salah satu sumur keramat yang terletak di area Petilasan Dalem Agung Pakungwati, komplek Keraton Kasepuhan Cirebon. Sumur ini diyakini sebagai tempat wudu bagi Pangeran Cakrabuana dan Sunan Gunung Jati.

Menurut juru kunci, Mang Pardi (68), banyak pengunjung dari berbagai daerah, seperti Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka, hingga Jawa Tengah yang datang untuk berwudu, mandi, atau mengambil air sumur.

Menariknya, meskipun kedalamannya hanya sekitar tiga meter, air sumur ini tidak pernah kering meski kemarau panjang, dan tidak meluber saat musim hujan.

Mang Pardi mengatakan bahwa setiap pengunjung datang dengan tujuan berbeda, mulai dari kelancaran usaha hingga terkabulnya hajat. Namun, semua dikembalikan kepada kehendak Tuhan.

Pengunjung yang ingin memasuki kawasan petilasan Dalem Agung Pakungwati dan Sumur Kejayaan wajib mematuhi sejumlah aturan. Antara lain, melepas alas kaki, tidak merokok, dan hanya laki-laki yang diperbolehkan masuk, dengan alasan kesucian tempat.

4. Sumur Jala Tunda: Sumber Air Abadi

Sumur Jala Tunda yang berada di sebelah Masjid Pejlagrahan, Kampung Grubugan, Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, juga merupakan peninggalan Pangeran Cakrabuana dari abad ke-14.

Menurut Ketua DKM Masjid Pejlagrahan, Sulaeman, sumur ini dibuat untuk memudahkan nelayan berwudu sebelum salat. Sumur ini terdiri dari dua bagian: untuk laki-laki dan perempuan. Hingga kini, sumur ini tak pernah kering, meskipun kedalamannya hanya sekitar enam meter.

Selain dimanfaatkan masyarakat setempat, banyak peziarah dari luar daerah yang mengambil air sumur karena diyakini memiliki khasiat tertentu.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Nggak Disangka, Kuliner Favorit Bule di Pulau Tidung Adalah…



Jakarta

Wisata kuliner berupa seafood umumnya menjadi favorit di Pulau Tidung. Tapi ternyata, ada soto yang jadi favorit Bule-bule.

Nama kedainya Soto Lamongan Sugiono, pemiliknya adalah Ibu Kukut Wijawati (49). Asli Lamongan, Jawa Timur, ibu dua anak itu dulu bisa sampai ke Pulau Seribu karena paksaan keadaan. Dirinya yang takut dengan laut, harus mampu terbiasa dengan lingkungan karena sang suami bekerja sebagai pengantar galon ke sana.

Berjalannya waktu, ia mulai mencintai laut, tepatnya Pulau Tidung. Tahun 2013, ia mendirikan usahanya, Soto Lamongan jadi pilihan karena kuliner itu berasal dari kota kelahirannya.


Usaha pertama tentu butuh modal besar, ia kemudian memutuskan untuk melakukan pinjaman KUR kepada BRI sebanyak Rp 100 juta. Dewi Fortuna berpihak padanya, usahanya laris manis di tengah gempuran makanan laut.

Saat weekend, tempat duduk di kedai makannya selalu sesak oleh wisatawan. Kebanyakan mereka datang karena tak sengaja melewati kedai makan itu, karena biasanya wisatawan yang datang mendapat katering dari operator tur yang membawanya.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungIbu Kukut pemilik Soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Namun, rejeki sudah ada yang atur. Ibu Kukut berbisnis dengan sukacita. Di musim libur panjang seperti lebaran, ia buka sejak pagi sampai tengah malam. Wisatawan ramai, warga yang sudah bosan dengan menu lebaran mampir untuk mencari pilihan.

“Kemarin jam 8 malam udah habis, tapi masih banyak orang. Jadi bikin kuah lagi dibantu sama keluarga,” katanya terkekeh.

Dua hari lebaran membuat Ibu Kukut dan keluarga kewalahan, tapi tentu saja cuan. Kebanyakan datang saat malam, makan kuat-kuat sehabis berenang di pantai.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Dalam perjalanan bisnisnya, pelanggan bule tentu jadi yang paling mudah diingat. Dari banyaknya bule yang berkuliner ke sana, ia ingat akan seorang wanita, tak tahu asalnya darimana. Perawakannya yang tinggi, putih dan berbahasa Inggris membuatnya yakin, pelanggan ini datang dari negeri seberang.

“Bule itu setengah bulan makan ke sini setiap hari,” katanya singkat, sambil mencoba mengingat.

Hari pertama biasa saja, karena si bule bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit. Di hari ketiga, si bule mulai mengajak Ibu Kukut ngobrol. Ia tentu panik.

“Katanya enak, mantep,” ucapnya sambil tertawa.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungSoto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

Bule ini kemudian datang setiap hari selama hampir setengah bulan. Ia rutin mampir setelah habis dzuhur.

“Selalu pesan soalnya aja, nggak pake nasi. Datang sehari sekali,” katanya.

Setiap hari warung ini menghabiskan sekitar 500 porsi soto kalau ramai seperti long weekend dan 30 porsi jika sepi. Satu porsi diberi harga Rp 15.000 sudah dengan nasi. Selain soto ayam, ada pula bakso yang melengkapi menu di rumah makan itu.

Meski harganya murah, tapi rasa soto ini sungguh menggoyang lidah. Santannya legit dan porsinya banyak. Di makan dengan nasi panas, membuat masuk angin bablas keluar dari tubuh. Wajar saja, kalau si bule sampai kepincut makan tiap hari di sini.

Cerita lain datang dari seorang anak SMP yang sedang study tour. Bocah lelaki itu ketinggalan kapal fery. Ibu Kukut memberikan seporsi soto ayamnya kepada si bocah.
“Saya bilang makan nggak usah bayar, anak laki-kan bisa tidur di masjid. Kasian banget dia,” ceritanya.

Anak itu pulang keesokan harinya saat kapal fery datang. Ia berterima kasih dengan kebaikan pemilik warung soto yang mau memberinya makan cuma-cuma.

Soto Lamongan Sugiono di Pulau TidungPembayaran digital di soto Lamongan Sugiono di Pulau Tidung (bonauli/detikcom)

“Saya senang dibantu BRI, pokoknya terima kasih lah, saya jadi bisa membantu orang lain,” katanya lembut.

Mantri BRI Ryan (35) mengatakan bahwa Soto Lamongan Sugiono memang tiada dua. Sebagai wakil dari BRI dirinya mendukung perkembangan usaha Ibu Kukut dan siap membantu saat butuh modal tambahan.

“Apalagi warungnya ramai dan sudah digitalisasi, kita harus dukung UMKM pulau ini,” katanya.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI adalah program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah yang disalurkan oleh Bank BRI untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) . Tujuan KUR BRI adalah mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memberikan akses pinjaman yang lebih mudah bagi UMKM yang produktif namun belum memiliki agunan yang cukup.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Tebing Breksi, Lengkap dengan Fasilitas dan Harga Tiket Masuknya


Jakarta

Tebing Breksi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang cukup populer di Yogyakarta. Seperti namanya, tempat ini adalah kawasan perbukitan batuan breksi.

Uniknya, tebing-tebing di sini memiliki pola alami yang menarik dan estetik, menjadikannya daya tarik utama bagi para wisatawan. Simak berikut sejarahnya, lengkap dengan informasi terkait daya tarik, fasilitas, dan harga tiket terkininya.

Sejarah Tebing Breksi

Tebing BreksiTebing Breksi Foto: Titry Frilyani/d’traveler

Tebing Breksi adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya berada di bagian selatan Candi Prambanan, dan cukup dekat dengan Candi Ijo serta kompleks Keraton Ratu Boko. Tempat ini terletak tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan.


Dirangkum dari laman Kapanewon Kecamatan Prambanan dan Geopark Jogja, tempat ini dulunya adalah kawasan pertambangan batu breksi. Tebing Breksi mulanya merupakan area tambang batuan yang menjadi mata pencaharian warga sekitar.

Batuan breksi di lokasi ini terbentuk dari material letusan Gunung Api Nglanggeran yang mengendap selama jutaan tahun. Akhirnya pada tahun 2014, aktivitas tambang dihentikan karena batuan di area ini termasuk batu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran yang perlu dilindungi.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 oleh tim gabungan dari ITB dan UPN mengungkap bahwa batuan di sini termasuk jenis tufan yang langka, sehingga kegiatan penambangan dihentikan.

Lokasi ini kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata, yang pada 30 Mei 2015 secara resmi dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Tebing Breksi kini telah berkembang menjadi destinasi unggulan dari Desa Wisata Dewi Sambi dan ditetapkan sebagai salah satu situs geoheritage di Yogyakarta.

Bahkan dalam laman Portal Informasi Indonesia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke-13, Sandiaga Uno pernah mengatakan Tebing Breksi masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik. Keunikan utama Tebing Breksi terletak pada dinding-dinding tebingnya yang kini dihiasi relief dan pahatan karya seniman lokal.

Mulai dari tokoh pewayangan seperti Arjuna dan Buto Cakil, hingga naga berkepala mahkota, semua memberi sentuhan budaya yang khas. Bekas guratan aktivitas tambang juga menciptakan motif alami di batuan, menjadikan tebing ini tampak artistik.

Daya Tarik Wisata Tebing Breksi

Tebing BreksiTebing Breksi. Foto: Titry Frilyani/d’traveler

Tebing Breksi menyuguhkan pemandangan unik berupa tebing-tebing tinggi dengan tekstur dan pola alami yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Sisa-sisa pahatan bekas tambang kerap dijadikan latar foto yang menarik, termasuk untuk sesi prewedding.

Untuk naik ke puncak tebing, pengunjung tak perlu bersusah payah memanjat karena telah tersedia tangga yang dipahat langsung di batu. Dari atas, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Jogja dari ketinggian.

Dari atas tebing, pengunjung bisa melihat panorama indah seperti Candi Prambanan, Gunung Merapi, hingga pesawat yang melintas di langit Jogja. Momen matahari terbenam juga jadi favorit wisatawan.

Selain itu, berkunjung ke Tebing Breksi bisa sekalian mampir ke beberapa tempat menarik di sekitarnya. Terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Tebing Breksi berada tak jauh dari ikon-ikon wisata seperti Candi Prambanan, Candi Ijo, dan kompleks Keraton Boko.

Akses ke lokasi pun cukup mudah, hanya sekitar 1 km sebelum Candi Ijo, lewat jalur utama Prambanan-Piyungan. Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 17 km atau 30 menit perjalanan darat. Meskipun jalannya agak menanjak, kendaraan mulai dari motor hingga bus wisata tetap bisa mencapai area ini dengan lancar.

Fasilitas dan dan Harga Tiket Wisata Tebing Breksi

Selain bisa berfoto di lokasi wisata, kamu juga dapat melihat suguhan budaya seperti tari-tarian, jathilan, gamelan tembang Jawa, wayang, dan ketoprak. Sebab di Tebing Breksi juga terdapat Tlatar Seneng, sebuah panggung pertunjukan berbentuk melingkar dengan kursi-kursi di sekelilingnya. Bentuknya sekilas menyerupai Colosseum mini.

Tak cuma itu, kalau kamu suka berkemah, ada area Watu Tapak yang disediakan sebagai tempat perkemahan. Nah kalau mau pengalaman yang lebih seru, bisa coba naik jeep wisata dengan berbagai pilihan rute dan paket.

Rute singkat membawa pengunjung menjelajahi Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung, dan Obelix Hills. Sedangkan rute panjang mencakup lebih banyak titik seperti Bukit Teletubbies, Desa Wisata Pereng, dan berakhir di Rumah Domes.

Wisatawan juga dimanjakan dengan kemudahan teknologi seperti tiket online dan akses wifi di area tertentu, termasuk tempat makan. Soal operasional dan harga tiketnya, dilansir dari akun instagram resmi Tebing Breksi buka setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB dengan harga tiket weekdays Rp 10 ribu dan hari libur Rp 15 ribu.

Jadi, kamu tertarik berlibur ke Tebing Breksi? Semoga informasi ini membantu, ya!

(aau/fds)



Sumber : travel.detik.com

Bekas Tempat Eksekusi, Ini Pulau di Jakarta yang Paling Ditakuti



Jakarta

Satu-satunya bank terapung dunia, Teras BRI Kapal berlayar ke berbagai pulau di Nusantara. Mereka tentu punya pengalaman berbeda dari pekerja bank lainnya.

Teras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ melayani inklusi keuangan di Kepulauan Seribu. Setiap minggu, mulai Senin-Jumat, kapal ini bergantian ke lima pulau yaitu Pramuka, Panggang, Kelapa-Harapan, Tidung dan Untung Jawa.

Setiap pulau memiliki cerita yang berbeda, termasuk kisah yang membuat bulu kuduk merinding, bahkan masa lalu kelam Indonesia. Saat berlayar ke Pulau Panggang bersama bank terapung BRI, detikTravel mendengar langsung tentang seramnya Pulau Karya.


Pulau ini berada tepat di seberang dermaga Pulau Panggang. Saat Bahtera Seva I bersandar di dermaga, satu sisi kapal otomatis menghadap ke pulau itu. Jaraknya tak sampai satu kilo.

Teras BRI KapalTeras BRI Kapal ‘Bahtera Seva I’ Foto: (bonauli/detikcom)

Salah satu mantri BRI yang bernama Ryan (35) mendapat jadwal ke pulau itu. BRI memiliki dua tim yang bergantian untuk melayani ke Pulau Seribu, tim ini akan berganti setiap minggu.

Ia bercerita bahwa pernah sekali waktu ia masih terjaga sampai pukul 01.30 WIB. Masih asyik dengan telepon genggamnya, sayup-sayup ia mendengar suara berupa ketokan di dinding kamar.

Beberapa ketukan ia abaikan. Ia masih terpaku dengan layar handphone. Namun kali kedua, jantung Ryan seakan berhenti berdetak.

“Kamar itukan posisinya menghadap ke laut Pulau Karya. Langsung tahu, nggak bener nih. Langsung tidur saat itu,” kenangnya sambil memeragakan di depan kru kapal.

Yang lain ikut menimpali sambil tertawa, mereka belum pernah merasakan pengalaman yang horor, tapi sering mendengar cerita-cerita gaib dari warga Pulau Panggang.

“Iya, tau pulau itu horor,” kata yang lain bersahutan.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

detikTravel bertanya langsung pada seorang warga asli Pulau Panggang, Sopyan Hadinata (38). Leluhurnya termasuk tokoh agama terpandang di pulau itu.

Iyan (sapaan akrab) mengakui bahwa Pulau Karya memang angker. Sejak dulu, ia sudah mendengar cerita-cerita horor sampai jadi terbiasa dengan hal itu.

“Dulu itu bilangnya tempat buat latihan menembak tentara. Jadi warga nggak boleh ke sana kalau ada latihan,” katanya memulai cerita.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Sebelum jadi pulau khusus pemakaman (TPU) seperti sekarang ini, Pulau Karya hanyalah hutan belantara. Ada berbagai macam tumbuhan, buah-buahan dan tentu saja pantai yang indah sana.

“Di era pemerintahan Soeharto itu, kalau ada tentara yang ke sana warga langsung tahu mau ada latihan menembak. Karena orang tua kita zaman dulu banyak juga yang jadi pahlawan, mereka bilang kita harus hormat sama tentara,” katanya.

Mandat untuk menjauhi pulau saat ada tentara tidak pernah dilanggar oleh warga Pulau Panggang. Yang mereka tahu, suara tembakan selalu terdengar saat tentara tiba. ‘Oh sedang latihan’, pikiran itu akan otomatis muncul tanpa kecurigaan. Dua atau tiga kapal tentara muncul jika waktu ‘latihan’ tiba.

Sampai kerusuhan tahun 1998 terjadi. ‘Latihan menembak’ semakin sering, barulah warga sadar apa arti letusan bedil, yaitu eksekusi. Lalu terbentuklah reformasi dan ‘latihan menembak’ tak pernah terjadi lagi.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Iyan tidak ingat jelas kapan, tapi sekitar tahun 2000-an, pembangunan Pulau Karya dimulai. Warga bahu-membahu membantu pembangunan rumah dinas untuk pejabat dan unit lainnya seperti polres dan pemadam kebakaran.

Saat menggali tanah, ditemukan puluhan tengkorak. Tak ada identitas, hanya tulang belulang. Masa lalu Pulau Karya terkuak, diceritakan turun-temurun sampai sekarang.

“Orang sini udah nggak asing lagi sama cerita horor. Dulu polisi sering cerita digangguin kalau tidur. Tadinya tidur di dalem kantor, bangun-bangun udah ada di luar,” ungkapnya.

Pulau Karya di Kepulauan SeribuPulau Karya di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

Tak hanya polisi, narapidana yang dikirim ke Pulau Karya juga merasa sengsara. Kata Iyan, jumlah napi seringkali bertambah, mereka terus minta pindah karena diganggu oleh makhluk halus.

“Pernah mereka lagi tidur, terus dinampakin ada jari-jari segede pisang ambon. Pokoknya digangguin terus sampai mereka bilang lebih mending di Cipinang daripada di sini,” jawabnya.

Iyan sendiri pernah mengalaminya langsung. Bapak beranak empat itu ingat betul dirinya membawa lima teman kampus UNINDRA untuk kemping di Pulau Karya. Sebelum kemping, Iyan mengajak teman-temannya untuk ziarah, meminta izin untuk masuk ke pulau.

Lelaki lulusan Teknik Informatika itu mengatakan ada sebuah aturan untuk bisa kemping di sana. Mereka tidak boleh berkata kasar dan berbuat mesum saat kemping. Teman-temannya mengiyakan.

“Setelah puas main di pantai, mereka kecapean lalu tertidur di tenda,” katanya.

Dua perempuan dan tiga pria tentu membuat kemah cukup sesak. Tak mau mengganggu temannya yang kelelahan, Iyan pun ngungsi ke rumah dinas pemadam kebakaran.

Tak berapa lama angin kencang muncul, awan gelap seakan jadi pertanda akan hadirnya badai. Iyan khawatir akan teman-temannya. Dari ujung pulau ke ujung satunya, ia berlari untuk mendapati kawan-kawannya.

“Saya kaget, kok mereka udah nunggu di dermaga. Pas saya tanya, mereka jawab ‘kan tadi kamu udah bangunin katanya suruh siap-siap’,” ucapnya.

Dalam hati Iyan paham, yang tadi datang bukan dirinya. Namun makhluk gaib yang menyerupai dirinya. Tak ingin membuat temannya panik, ia kemudian membawa mereka pulang ke Pulau Panggang.

“Di sini itu udah biasa, pokoknya kita hidup berdampingan dan tidak saling mengganggu, itu aja,” pungkasnya.

Teras BRI Kapal terjadwal hadir di Pulau Panggang setiap Selasa. Pulau pemukiman dengan penduduk terpadat di Pulau Seribu itu memiliki jumlah penduduk 6.260 jiwa menurut sensus tahun 2017. Berbeda dengan pulau-pulau lainnya yang sangat erat dengan kegiatan pariwisata, Panggang murni pemukiman. Kebanyakan nasabah BRI yang melakukan transaksi di kapal terapung berupa setoran tabungan, peminjaman, pembuatan tabungan dan penarikan ATM.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com