Category Archives: Tokocrypto

Supply Ethereum di Bursa Anjlok ke Titik Terendah!

Pasar Ethereum menunjukkan perubahan besar setelah data terbaru mengungkap lonjakan signifikan dalam aktivitas staking dan penurunan tajam suplai di exchange. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat.

Berdasarkan data on-chain, sekitar 31,4% dari total suplai Ethereum kini telah di-stake, menandai level tertinggi sepanjang sejarah.

Staking ETH Capai Rekor Tertinggi

Jumlah Ethereum yang terkunci dalam staking kini mencapai sekitar 38,31 juta ETH, atau hampir sepertiga dari total suplai. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin banyak investor memilih untuk menahan aset dalam jangka panjang dibandingkan menjualnya di pasar.

Peningkatan staking ini secara langsung mengurangi jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan, sehingga memperketat likuiditas di pasar.

Fenomena ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor dari trading jangka pendek menuju strategi holding jangka panjang.

Supply di Exchange Turun ke Level Terendah

Di sisi lain, suplai Ethereum di exchange, termasuk Binance, tercatat turun ke level terendah sejak 2020, bahkan secara global mencapai titik terendah sejak 2016.

Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini menandakan semakin sedikitnya ETH yang tersedia untuk dijual di pasar terbuka. Dalam kondisi seperti ini, pasar menjadi lebih sensitif terhadap permintaan, karena peningkatan pembelian dalam jumlah kecil sekalipun dapat mendorong harga secara signifikan.

Kombinasi antara staking tinggi dan rendahnya suplai di exchange memperkuat potensi terjadinya supply shock.

Baca juga: Ethereum Foundation Jual ETH Rp160 Miliar, Strategi Baru?

Potensi Supply Shock dan Dampaknya

Dengan semakin banyak ETH yang terkunci dan berkurangnya likuiditas, tekanan jual di pasar cenderung menurun. Kondisi ini dapat menciptakan situasi di mana kenaikan permintaan langsung berdampak besar terhadap harga.

Supply shock sering kali menjadi pemicu pergerakan harga yang cepat, terutama jika didukung oleh sentimen positif atau arus dana baru ke pasar.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa lonjakan staking dan penurunan suplai di exchange merupakan indikator kuat dari perubahan struktur pasar Ethereum.

Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan bahwa investor semakin percaya terhadap prospek jangka panjang Ethereum, sehingga memilih untuk mengunci aset mereka dalam staking daripada menjualnya.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa meskipun potensi supply shock meningkat, pergerakan harga tetap akan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi makroekonomi, arus dana institusional, dan sentimen pasar secara keseluruhan.

Mereka menambahkan bahwa dalam kondisi likuiditas rendah, volatilitas juga berpotensi meningkat, sehingga investor perlu tetap memperhatikan manajemen risiko.

Pasar Masuk Fase Baru

Dengan hampir sepertiga suplai Ethereum terkunci dan ketersediaan di exchange terus menurun, pasar kini memasuki fase yang berbeda dibandingkan siklus sebelumnya.

Pelaku pasar akan mencermati apakah kondisi ini akan benar-benar mendorong kenaikan harga dalam waktu dekat, atau justru tetap tertahan oleh faktor eksternal yang lebih luas.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Guncang Market! Stablecoin Tak Boleh Lagi Beri Imbal Hasil?

Pasar kripto dikejutkan oleh penurunan tajam saham Circle (CRCL) yang anjlok sekitar 18% dalam satu hari, menghapus nilai kapitalisasi pasar hingga 4,6 miliar dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh draft terbaru dari CLARITY Act yang berpotensi melarang pemberian imbal hasil (yield) pada stablecoin seperti USDC.

Perkembangan ini tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga memunculkan perubahan besar terhadap peran dan fungsi stablecoin dalam ekosistem keuangan digital.

Regulasi Mulai Ubah Model Stablecoin

Selama ini, stablecoin tidak hanya berfungsi sebagai representasi dolar digital, tetapi juga sebagai aset yang dapat memberikan imbal hasil pasif. Namun, regulasi terbaru mengarah pada pembatasan tersebut, di mana hanya insentif berbasis aktivitas yang diperbolehkan.

Dilaporkan Crypto Quant, perubahan ini menunjukkan bahwa regulator tidak sekadar mengatur, tetapi juga membentuk ulang struktur pasar. Di sisi lain, perbankan tradisional melihat stablecoin sebagai ancaman terhadap dana simpanan, sementara platform kripto bergantung pada insentif untuk menjaga likuiditas.

Dinamika ini mencerminkan persaingan langsung dalam memperebutkan arus dana di sistem keuangan global.

Arus Dana Diperkirakan Bergeser

Meskipun potensi larangan yield dapat mengurangi daya tarik stablecoin sebagai instrumen investasi, permintaan terhadap imbal hasil diperkirakan tidak akan hilang. Sebaliknya, arus dana kemungkinan akan berpindah ke sektor lain seperti DeFi, obligasi pemerintah berbasis token (tokenized Treasuries), atau pasar luar negeri.

Fenomena ini mirip dengan pergeseran dana ke money market fund pada masa pembatasan suku bunga simpanan di sektor perbankan.

Dengan demikian, perubahan regulasi ini lebih mencerminkan redistribusi likuiditas daripada pengurangan total permintaan di pasar.

Baca juga: Selandia Baru: Stablecoin Bukan Produk Keuangan

Stablecoin Beralih Jadi Infrastruktur

Tanpa fitur imbal hasil, peran utama stablecoin diperkirakan akan bergeser menjadi alat utilitas, seperti untuk pembayaran, settlement, jaminan (collateral), dan likuiditas.

Transformasi ini menempatkan stablecoin sebagai infrastruktur penting dalam sistem keuangan digital, bukan sekadar produk investasi.

Data on-chain juga menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif stablecoin telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, mengindikasikan peningkatan penggunaan riil di berbagai sektor.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa potensi pelarangan yield pada stablecoin merupakan langkah besar yang dapat mengubah lanskap industri secara fundamental.

Menurut mereka, stablecoin kemungkinan akan semakin difokuskan sebagai alat transaksi dan likuiditas, bukan sebagai instrumen penghasil imbal hasil. Hal ini justru dapat memperkuat peran stablecoin dalam ekosistem keuangan digital jangka panjang.

Namun, Tim Research Tokocrypto juga menyoroti bahwa permintaan terhadap yield tidak akan hilang, melainkan berpindah ke sektor lain yang lebih fleksibel secara regulasi, seperti DeFi.

Mereka menambahkan bahwa kejelasan regulasi, meskipun bersifat restriktif, dapat meningkatkan kepercayaan institusi dan mendorong adopsi yang lebih luas.

Transformasi, Bukan Kemunduran

Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri stablecoin sedang berada di titik perubahan penting. Alih-alih mengalami penurunan, stablecoin justru berpotensi berevolusi menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

Ke depan, arah perkembangan stablecoin akan sangat bergantung pada bagaimana regulator dan pelaku industri menyeimbangkan inovasi dengan stabilitas pasar.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

Pergerakan harga XRP saat ini menunjukkan kondisi yang relatif stabil di kisaran 1,43 dolar AS. Namun di balik ketenangan tersebut, data terbaru justru mengindikasikan potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.

Berdasarkan indikator Realized Volatility (30D) dari Binance, volatilitas XRP kini berada di level terendah sepanjang 2026, yang sering kali menjadi sinyal awal sebelum terjadinya lonjakan harga signifikan.

Volatilitas Turun ke Level Terendah 2026

Data menunjukkan bahwa volatilitas 30 hari XRP berada di sekitar 0,5266, jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya saat harga mengalami lonjakan. Selain itu, Volatility Z-Score tercatat di -0,9048, yang menandakan volatilitas saat ini berada di bawah rata-rata historis.

Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang memasuki fase konsolidasi, di mana pergerakan harga cenderung terbatas dalam rentang sempit.

Fenomena ini dikenal sebagai volatility compression, yang secara historis sering menjadi fase sebelum terjadinya pergerakan harga besar, baik ke atas maupun ke bawah.

Pasar Masuk Fase Konsolidasi

Stabilnya harga di sekitar level 1,43 dolar AS menunjukkan adanya keseimbangan antara tekanan beli dan jual. Dalam kondisi seperti ini, pasar biasanya sedang “mengumpulkan energi” sebelum menentukan arah berikutnya.

Selama volatilitas tetap rendah, potensi terjadinya breakout akan semakin besar, terutama jika indikator mulai menunjukkan perubahan arah.

Baca juga: Nasib XRP di Tangan SEC, Harga Siap Volatil

Arah Pergerakan Masih Terbuka

Jika Volatility Z-Score mulai kembali bergerak ke zona positif, hal ini dapat menjadi sinyal awal meningkatnya aktivitas pasar. Kondisi tersebut sering kali diikuti dengan tren harga yang lebih kuat.

Namun, arah pergerakan belum dapat dipastikan, karena fase kompresi volatilitas dapat berakhir dengan kenaikan maupun penurunan harga, tergantung pada sentimen dan katalis pasar yang muncul.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penurunan volatilitas XRP saat ini merupakan sinyal penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar, terutama trader jangka pendek.

Menurut mereka, fase volatility compression sering kali menjadi titik awal pergerakan besar, sehingga investor perlu bersiap menghadapi potensi lonjakan volatilitas dalam waktu dekat.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa arah breakout tidak dapat diprediksi hanya dari satu indikator. Faktor lain seperti sentimen pasar, aliran dana, dan perkembangan regulasi tetap menjadi penentu utama.

Mereka menyarankan agar investor memperhatikan level support dan resistance terdekat serta menggunakan manajemen risiko yang disiplin dalam menghadapi kondisi pasar seperti ini.

Pasar Menunggu Momentum

Dengan volatilitas yang berada di titik rendah dan harga yang stabil, XRP kini berada dalam fase krusial yang berpotensi menentukan arah tren berikutnya.

Pelaku pasar diperkirakan akan menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan harga, baik dari faktor teknikal maupun fundamental, sebelum tren besar berikutnya terbentuk.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hedera (HBAR) Lampaui Performa Bitcoin di 2026? Ini Datanya!

Performa Hedera (HBAR) sepanjang 2026 menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan Bitcoin di tengah tekanan pasar kripto. Meski tidak mengalami kenaikan signifikan, HBAR hanya turun sekitar 13% sejak awal tahun, sementara Bitcoin mencatat penurunan lebih dalam hingga sekitar 20%.

Dilaporkan BeInCrypto, perbedaan ini dinilai bukan kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti arus dana ETF, sentimen pasar, dan struktur teknikal yang berbeda.

Arus ETF Jadi Pembeda Utama

Salah satu faktor yang menopang kinerja HBAR adalah konsistensi arus masuk dana ke ETF-nya. Sejak diluncurkan pada akhir 2025, HBAR ETF tidak pernah mencatat arus keluar bersih bulanan, meskipun jumlah inflow terus menurun dari sekitar 44,39 juta dolar AS menjadi 2,12 juta dolar AS pada Maret 2026.

Sebaliknya, ETF Bitcoin justru mengalami beberapa periode arus keluar bersih, yang mencerminkan berkurangnya keyakinan dari investor institusional terhadap BTC dalam jangka pendek.

Kondisi ini memberikan dukungan sentimen yang lebih stabil bagi HBAR dibandingkan Bitcoin.

Sentimen HBAR Lebih Tahan Dibanding Bitcoin

Data sentimen pasar juga menunjukkan perbedaan signifikan. Sentimen positif terhadap Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga sekitar 95% dalam tiga bulan terakhir, sementara HBAR hanya turun sekitar 57% dalam periode yang sama.

Penurunan sentimen yang lebih terbatas ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap HBAR masih relatif terjaga, meskipun kondisi pasar secara keseluruhan sedang tidak stabil.

Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa HBAR mampu mempertahankan performa lebih baik dibandingkan Bitcoin.

Sinyal Teknikal Tunjukkan Potensi Pemulihan

Dari sisi teknikal, HBAR menunjukkan sinyal positif melalui bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI). Dalam dua pekan terakhir, pola ini muncul dua kali dan sebelumnya sempat mendorong kenaikan harga hingga sekitar 12%.

Divergensi terbaru juga telah memicu kenaikan sekitar 8%, yang menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah, meskipun tren belum sepenuhnya berbalik.

Selain itu, indikator Smart Money Index (SMI) menunjukkan bahwa investor berpengalaman mulai mengambil posisi, memperkuat indikasi potensi pemulihan harga.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Untuk melanjutkan tren kenaikan, HBAR perlu menembus level resistensi di sekitar 0,101 dolar AS, dan konfirmasi yang lebih kuat akan terjadi jika harga mampu bertahan di atas area 0,107–0,110 dolar AS.

Jika level tersebut berhasil ditembus, potensi kenaikan menuju 0,124 hingga 0,146 dolar AS terbuka. Namun, jika harga turun di bawah support 0,088 dolar AS, risiko penurunan ke 0,072 dolar AS masih perlu diwaspadai.

Baca juga: HBAR Berpotensi Picu Likuidasi US$4,9 Juta, Trader Short Terancam Terjepit

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kinerja HBAR yang relatif lebih baik dibandingkan Bitcoin mencerminkan adanya rotasi minat investor ke aset dengan narasi dan fundamental yang lebih spesifik.

Menurut mereka, konsistensi inflow ETF dan stabilitas sentimen menjadi faktor penting yang menjaga ketahanan harga HBAR di tengah tekanan pasar.

Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa outperform dalam fase koreksi tidak selalu berarti tren bullish yang kuat telah dimulai. Pergerakan harga masih sangat bergantung pada kondisi makro dan likuiditas pasar secara keseluruhan.

Mereka menambahkan bahwa konfirmasi tren baru membutuhkan breakout yang jelas di level resistensi utama, serta dukungan volume dan arus dana yang berkelanjutan.

Pasar Masih Uji Kekuatan Altcoin

Dengan kombinasi faktor teknikal, sentimen, dan arus dana, HBAR menunjukkan potensi untuk menjadi salah satu altcoin yang diperhatikan di fase pasar saat ini.

Namun, arah selanjutnya masih akan ditentukan oleh kemampuan aset ini mempertahankan momentum di tengah kondisi pasar kripto yang masih fluktuatif dan penuh ketidakpastian.

Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kasus BitClout Disetop SEC, Angin Segar Buat Kripto?

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), secara resmi menghentikan kasus hukum terhadap pendiri BitClout, Nader Al-Naji, setelah proses yang berlangsung selama dua tahun.

Keputusan ini diambil dengan status dismissed with prejudice, yang berarti SEC tidak dapat mengajukan kembali tuntutan yang sama terhadap Al-Naji dalam perkara tersebut.

Langkah ini langsung memicu perhatian luas di industri kripto karena berpotensi mencerminkan perubahan pendekatan regulator terhadap sektor aset digital.

Baca Juga: Sinyal SEC: Gugatan Airdrop Dicabut, Aturan Token Berubah?

Latar Belakang Kasus BitClout

Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, kasus ini bermula dari tuduhan bahwa Al-Naji menghimpun lebih dari $257 juta melalui penjualan token BTCLT yang terkait dengan proyek BitClout.

SEC juga menuduh adanya penyalahgunaan dana lebih dari $7 juta untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, proyek tersebut disebut menyesatkan investor dengan klaim desentralisasi yang tidak sepenuhnya akurat.

Namun, setelah meninjau ulang bukti dan mempertimbangkan perkembangan terbaru dalam kebijakan internal, SEC memutuskan untuk menghentikan kasus tersebut.

Peran Crypto Task Force

Keputusan penghentian ini tidak terlepas dari pengaruh crypto task force yang dibentuk SEC pada Januari 2025.

Tim ini bertugas mengevaluasi ulang pendekatan regulator terhadap industri kripto, termasuk kasus-kasus yang sedang berjalan.

Langkah ini menunjukkan adanya upaya untuk menyesuaikan strategi penegakan hukum dengan dinamika industri yang terus berkembang.

Apa Arti “Dismissed with Prejudice”?

Status hukum ini memiliki implikasi penting: kasus tidak dapat diajukan ulang oleh SEC, memberikan kepastian hukum bagi pihak terdakwa, dan menutup peluang litigasi lanjutan untuk tuduhan yang sama.

Dengan kata lain, Al-Naji dan pihak terkait kini terbebas dari ancaman hukum atas kasus tersebut secara permanen.

Tentang Regulasi, Bukan Adopsi

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, perkembangan ini harus dilihat sebagai isu regulasi, bukan sinyal adopsi pasar.

“Ini jelas isu regulasi karena intinya adalah rollback penegakan hukum oleh SEC, bukan adopsi pasar atau peluncuran produk. Implikasi lebih besarnya brutal: pasar akan membaca langkah ini sebagai sinyal bahwa pendekatan enforcement-first era lama makin dilepas, tapi SEC sendiri sudah menegaskan hasil ini sangat case-specific, jadi jangan bodoh dan menganggap semua kasus crypto bakal ambruk otomatis,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun keputusan ini signifikan, dampaknya tidak bisa digeneralisasi ke seluruh industri.

Sinyal Perubahan Pendekatan SEC?

Selama beberapa tahun terakhir, SEC dikenal dengan pendekatan enforcement-first, di mana regulator lebih fokus pada penegakan hukum dibandingkan memberikan panduan yang jelas.

Namun, penghentian kasus ini bisa diartikan sebagai evaluasi ulang strategi lama, upaya mengurangi ketidakpastian hukum, dan pendekatan yang lebih selektif terhadap kasus.

Meski demikian, SEC menegaskan bahwa keputusan ini bersifat spesifik untuk kasus tertentu.

Dampak bagi Industri Kripto

Keputusan ini memiliki beberapa implikasi penting:

1. Sentimen Pasar

Pelaku pasar bisa melihat ini sebagai sinyal pelonggaran tekanan regulasi.

2. Preseden Hukum

Meski tidak bisa dijadikan acuan umum, kasus ini tetap menjadi referensi penting.

3. Strategi Proyek Kripto

Proyek lain mungkin akan lebih berhati-hati dalam desain token dan komunikasi kepada investor.

Risiko Interpretasi Berlebihan

Salah satu risiko terbesar dari keputusan ini adalah overinterpretation oleh pasar. Banyak pelaku industri mungkin menganggap bahwa SEC mulai melonggarkan semua kasus kripto.

Padahal, setiap kasus memiliki konteks yang berbeda, termasuk struktur proyek, cara distribusi token, bukti yang tersedia, dan dampak terhadap investor.

Baca Juga: Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

Penghentian kasus BitClout oleh SEC menjadi salah satu perkembangan paling menarik dalam lanskap regulasi kripto saat ini.

Keputusan ini menunjukkan adanya perubahan pendekatan, meskipun masih bersifat terbatas dan spesifik.

Bagi industri, ini adalah pengingat bahwa regulasi tetap menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan. Sementara itu, bagi investor dan pelaku pasar, penting untuk tidak menarik kesimpulan berlebihan dari satu kasus.

Ke depan, arah kebijakan SEC akan menjadi penentu utama apakah industri kripto akan menghadapi lingkungan yang lebih kondusif atau tetap berada di bawah tekanan ketat regulator.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Skandal Libra Seret Javier Milei Senilai $5 Juta

Dunia kripto kembali diguncang isu kontroversial setelah muncul laporan mengenai dugaan dokumen yang mengaitkan Presiden Argentina, Javier Milei, dengan promosi token Libra.

Dokumen tersebut, yang diklaim ditemukan dari ponsel pelobi kripto Mauricio Novelli, disebut merinci skema pembayaran senilai $5 juta yang diduga berkaitan dengan dukungan terhadap token tersebut.

Menurut laporan The Block, jika dugaan ini terbukti, kasus ini berpotensi berkembang dari sekadar kontroversi kripto menjadi isu politik serius.

Baca Juga: Skandal Libra: CEO Kelsier Diduga Bayar Adik Presiden Argentina

Isi Dokumen: Pembayaran Bertahap dan Keterkaitan Promosi

Berdasarkan laporan yang beredar, dokumen tersebut menguraikan skema pembayaran dalam beberapa tahap.

Pembayaran ini diduga dikaitkan dengan pengumuman publik terkait token Libra, hubungan dengan tokoh kripto Hayden Davis, kontrak konsultasi di bidang blockchain dan kecerdasan buatan (AI), dan keterlibatan pihak yang disebut berada dalam lingkaran dekat Milei.

Selain itu, catatan panggilan forensik yang beredar juga disebut memperkuat dugaan adanya koordinasi dalam promosi token tersebut.

Dari Memecoin ke Dugaan Isu Politik

Awalnya, token Libra hanya dipandang sebagai bagian dari tren memecoin yang sering kali mengandalkan hype dan dukungan figur publik. Namun, dengan munculnya dokumen ini, narasi kasus berubah secara drastis.

Jika tuduhan ini terbukti benar, maka kasus Libra tidak lagi sekadar soal spekulasi pasar, melainkan berpotensi menjadi dugaan penyalahgunaan jabatan, potensi konflik kepentingan, hingga risiko pelanggaran hukum terkait korupsi.

Perubahan ini dapat meningkatkan tekanan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk pemerintahan Argentina.

Dampak Lebih Luas dari Sekadar Skandal Kripto

Menurut Tim riset dari Tokocrypto, temuan ini memiliki implikasi yang jauh lebih besar dari sekadar isu kripto biasa.

“Kalau temuan ini terbukti, kasus Libra akan bergeser dari sekadar skandal memecoin menjadi isu penyalahgunaan jabatan dan potensi korupsi politik yang jauh lebih berat,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dalam skala yang lebih luas, Tim Research Tokocrypto menjelaskan dampaknya bukan cuma ke Milei, tapi juga ke cara regulator dan publik memandang promosi token oleh tokoh negara, karena pasar akan makin menuntut disclosure, jejak komunikasi, dan akuntabilitas yang lebih brutal terhadap endorsement kripto bernuansa politik.

Secara keseluruhan, dampak dari kasus ini bisa saja meluas ke seluruh ekosistem kripto global.

Risiko Reputasi dan Regulasi

Jika dugaan ini terbukti, konsekuensinya bisa sangat signifikan, baik dari sisi politik maupun industri kripto:

1. Risiko Reputasi

Nama Presiden Milei dan pemerintahannya dapat terdampak serius.

2. Pengetatan Regulasi

Regulator kemungkinan akan memperketat aturan terkait promosi token, terutama oleh pejabat publik.

3. Perubahan Persepsi Publik

Masyarakat bisa menjadi lebih skeptis terhadap endorsement kripto oleh figur terkenal.

Transparansi Jadi Kunci

Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam promosi aset kripto. Ke depan, pasar kemungkinan akan menuntut:

  • Pengungkapan (disclosure) yang lebih jelas
  • Dokumentasi komunikasi yang dapat diaudit
  • Akuntabilitas penuh dari pihak yang terlibat

Hal ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar.

Dampak bagi Industri Kripto Global

Terlepas dari hasil investigasi, kasus ini berpotensi memicu perubahan besar, terutama terkait standar etika dalam promosi kripto meningkat.

Selain itu, keterlibatan tokoh politik dalam aset digital diawasi lebih ketat sehingga proyek kripto harus lebih berhati-hati dalam strategi pemasaran.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempercepat profesionalisasi industri kripto.

Baca Juga: Token Libra: Kontroversi dan Seruan Akuntabilitas di Dunia Meme Coin

Dugaan dokumen pembayaran $5 juta yang mengaitkan Javier Milei dengan promosi token Libra membuka babak baru dalam hubungan antara kripto dan politik.

Jika terbukti, kasus ini dapat menjadi salah satu skandal terbesar yang menggabungkan kedua dunia tersebut.

Lebih dari sekadar isu lokal, perkembangan ini berpotensi mengubah cara regulator, investor, dan publik memandang endorsement kripto oleh tokoh publik.

Di tengah pertumbuhan industri yang pesat, transparansi dan akuntabilitas kini menjadi faktor yang tidak bisa ditawar lagi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan sebesar 1,17% ke level $0,187.

Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil hingga sedikit positif, menciptakan sinyal underperformance dari aset tersebut.

Berbeda dengan aset utama seperti Bitcoin (BTC) yang cenderung bergerak stabil, Pi justru menunjukkan pelemahan yang lebih dipengaruhi oleh faktor internal, terutama minimnya katalis positif dan turunnya aktivitas perdagangan.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3,24% Saat Pasar Naik, Likuiditas Tipis

Volume Anjlok 43%, Minat Pasar Melemah

Salah satu indikator utama yang menjelaskan penurunan ini adalah merosotnya volume perdagangan secara signifikan.

Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat bahwa volume PI turun hingga 43% menjadi sekitar $14,97 juta.

Penurunan volume ini menunjukkan berkurangnya minat investor, minimnya aliran dana baru ke pasar, dan melemahnya momentum setelah kenaikan sebelumnya.

Dalam kondisi seperti ini, harga menjadi lebih rentan terhadap tekanan jual, bahkan dari order dalam jumlah kecil.

Tanpa Katalis, Harga Cenderung “Drift” Turun

Tidak adanya berita besar, kemitraan baru, atau pembaruan teknis membuat Pi kehilangan pendorong utama untuk mempertahankan momentum kenaikan.

Dalam pasar kripto, katalis seperti listing di exchange besar, upgrade jaringan, dan integrasi ekosistem sering menjadi pemicu lonjakan harga.

Tanpa faktor-faktor tersebut, harga cenderung bergerak secara alami mengikuti arus likuiditas, yang dalam kasus ini justru melemah.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Koreksi Setelah Kenaikan Mingguan

Meski mengalami penurunan harian, penting dicatat bahwa Pi sebelumnya mencatat kenaikan sekitar 8% dalam tujuh hari terakhir.

Hal ini membuka kemungkinan bahwa penurunan saat ini merupakan bagian dari aksi ambil untung (profit-taking).

Dalam skenario seperti ini, trader jangka pendek mengunci keuntungan dan tekanan jual meningkat sementara. Alhasil, harga mengalami koreksi sehat.

Fenomena ini umum terjadi dalam pasar kripto, terutama pada aset dengan likuiditas terbatas.

Tidak Didukung Sentimen Altcoin

Dari sisi makro, kondisi pasar altcoin juga tidak memberikan dorongan signifikan. Indikator seperti Altcoin Season Index berada di level 48, yang mencerminkan kondisi netral.

Artinya, tidak ada rotasi besar ke altcoin membuat momentum sektor relatif lemah sehingga investor cenderung berhati-hati.

Dalam lingkungan seperti ini, aset seperti Pi yang bergantung pada minat spekulatif cenderung kesulitan untuk naik.

Level Kunci: $0,185 Jadi Penopang Utama

Dalam jangka pendek, pergerakan harga Pi sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support penting.

Level yang perlu diperhatikan:

  • Support utama: $0,185
  • Support lanjutan: $0,18
  • Resistance terdekat: $0,195

Jika harga mampu bertahan di atas $0,185, ada peluang untuk konsolidasi dalam rentang $0,185–$0,195. Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan ke area $0,18 akan semakin besar.

Outlook Jangka Pendek: Netral ke Bearish

Melihat kondisi saat ini, outlook Pi dalam jangka pendek cenderung netral ke bearish.

Tanpa adanya peningkatan volume atau katalis baru, pergerakan harga kemungkinan akan tetap lemah dan cenderung sideways dengan bias turun.

Apa yang Harus Diperhatikan?

Untuk melihat potensi pembalikan arah, ada beberapa indikator penting yang perlu dipantau:

  • Kenaikan volume di atas $20 juta
  • Munculnya berita atau update dari ekosistem Pi
  • Peningkatan aktivitas komunitas dan sosial media
  • Perubahan sentimen pasar altcoin secara keseluruhan

Jika faktor-faktor ini mulai terlihat, peluang rebound akan meningkat.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis di Tengah Pasar Lesu, Sinyal Awal Rebound?

Penurunan harga Pi Network sebesar 1,17% mencerminkan kondisi pasar yang minim katalis dan melemahnya minat perdagangan.

Dengan volume yang turun tajam dan tidak adanya pendorong baru, harga cenderung bergerak melemah secara bertahap.

Level $0,185 kini menjadi titik krusial yang harus dipertahankan. Jika gagal, tekanan jual berpotensi berlanjut. Sebaliknya, pemulihan hanya akan terjadi jika volume kembali meningkat dan minat pasar pulih.

Bagi investor, kondisi ini menegaskan pentingnya memperhatikan likuiditas dan momentum, bukan hanya harga semata, dalam mengambil keputusan di pasar kripto yang dinamis.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil di $70.792, Belum Breakout?

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan stabil dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan tipis sebesar 0,66% ke level $70.792,19.

Meski tidak signifikan, pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi dalam beberapa hari sebelumnya.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,41 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $40,60 miliar, Bitcoin tetap menjadi pusat perhatibbviklan investor di tengah dinamika pasar kripto global.

Baca Juga: Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

Pergerakan Harga: Stabil dalam Rentang Sempit

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin bergerak dalam kisaran harga terendah $68.920,69 dan harga tertinggi di level $71.371,30.

Rentang ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencari arah baru. Setelah sempat menyentuh area atas di $71.300, BTC mengalami sedikit tekanan jual, namun masih mampu bertahan di atas level psikologis $70.000.

Pergerakan ini mengindikasikan adanya keseimbangan antara tekanan beli dan jual.

Tren Jangka Pendek dan Menengah

Dari sisi historis, performa Bitcoin menunjukkan gambaran campuran:

  • 24 jam: +0,55%
  • 7 hari: -4,75%
  • 30 hari: +9,36%
  • 60 hari: -21,11%
  • 90 hari: -19,39%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun dalam jangka pendek BTC masih berada dalam tekanan, tren 30 hari terakhir mulai menunjukkan pemulihan.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volume Perdagangan Masih Solid

Volume perdagangan sebesar $40,60 miliar dalam 24 jam menunjukkan bahwa aktivitas pasar tetap tinggi. Ini menjadi indikator penting bahwa:

  • Likuiditas pasar masih kuat
  • Minat investor tetap terjaga
  • Potensi pergerakan besar masih terbuka

Namun, dibandingkan lonjakan volume sebelumnya, angka ini sedikit menurun, yang biyg thesa mengindikasikan fase konsolidasi.

Level Kunci: Support dan Resistance

Dalam jangka pendek, beberapa level penting yang perlu diperhatikan adalah:

  • Support utama: $68.900
  • Support lanjutan: $67.500
  • Resistance terdekat: $71.300
  • Resistance kuat: $73.000

Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $71.300 dengan volume tinggi, peluang untuk melanjutkan kenaikan ke area $73.000 akan semakin besar.

Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $70.000, BTC berpotensi kembali menguji support di bawahnya.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

Beberapa faktor yang memengaruhi harga Bitcoin saat ini antara lain:

1. Konsolidasi Pasca Volatilitas

Setelah pergerakan tajam sebelumnya, pasar cenderung memasuki fase stabilisasi.

2. Sentimen Pasar Campuran

Investor masih berhati-hati di tengah ketidakpastian makro dan arah pasar global.

3. Dominasi Bitcoin Tetap Tinggi

Dengan dominasi pasar sekitar 95,25%, BTC tetap menjadi acuan utama bagi pergerakan altcoin.

Bitcoin masih berada jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Namun, setiap fase konsolidasi seperti saat ini sering kali menjadi fondasi untuk pergerakan besar berikutnya.

Outlook Jangka Pendek: Sideways dengan Potensi Breakout

Melihat kondisi saat ini, Bitcoin cenderung bergerak sideways dengan potensi breakout.

Artinya, meskipun belum ada sinyal kuat untuk kenaikan besar, peluang tersebut tetap terbuka jika didukung oleh volume dan sentimen positif.

Beberapa indikator penting untuk memantau arah BTC selanjutnya antara lain breakout di atas $71.300, penurunan di bawah $68.900, perubahan volume perdagangan, dan sentimen pasar global.

Pergerakan di sekitar level-level ini akan menentukan arah tren berikutnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $68.237, Bearish Berlanjut?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam fase konsolidasi di atas $70.000 setelah kenaikan sebelumnya.

Dengan volume yang masih solid dan support yang terjaga, peluang untuk breakout tetap terbuka.

Namun, pasar masih membutuhkan katalis yang lebih kuat untuk mendorong pergerakan signifikan. Selama belum ada konfirmasi breakout, BTC kemungkinan akan bergerak dalam rentang terbatas.

Bagi investor, kondisi ini menjadi momen penting untuk mengamati level kunci dan menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan besar di pasar kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

Perusahaan publik Strategy (sebelumnya MicroStrategy) kembali menarik perhatian pasar setelah memperluas kapasitas pendanaan hingga lebih dari 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.000 triliun. Langkah ini dilakukan untuk mendukung strategi akumulasi Bitcoin dalam skala besar, yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga di pasar kripto.

Melalui pengajuan terbaru, Strategy membuka peluang penerbitan saham dan instrumen keuangan baru yang dapat digunakan secara bertahap untuk mendanai pembelian Bitcoin.

Strategi Pendanaan Jumbo untuk Bitcoin

Dalam dokumen terbaru, Strategy mengungkapkan rencana untuk menerbitkan hingga 21 miliar dolar AS saham biasa, 21 miliar dolar AS saham preferen STRC, dan sekitar 2,1 miliar dolar AS saham preferen STRK.

Secara total, kapasitas penerbitan aktif perusahaan kini mencapai sekitar 64,15 miliar dolar AS. Namun, perusahaan menegaskan bahwa dana tersebut belum seluruhnya dihimpun, melainkan akan diterbitkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Langkah ini menjadi peta pendanaan jangka panjang yang akan mendukung ekspansi kepemilikan Bitcoin perusahaan.

Baca juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

Strategy Tetap Jadi Pemegang Bitcoin Terbesar

Strategy saat ini merupakan perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, dengan total sekitar 762.099 BTC. Nilai akumulasi pembelian mencapai sekitar 57,7 miliar dolar AS, dengan harga rata-rata sekitar 75.700 dolar AS per Bitcoin.

Meski demikian, posisi tersebut saat ini masih mencatatkan kerugian belum terealisasi lebih dari 3 miliar dolar AS, seiring fluktuasi harga Bitcoin di pasar.

STRC Jadi Instrumen Utama

Salah satu perubahan penting dalam strategi pendanaan ini adalah meningkatnya peran saham preferen STRC. Perusahaan bahkan meningkatkan jumlah saham STRC yang diotorisasi secara signifikan.

Instrumen ini menawarkan imbal hasil variabel sekitar 11,5% dan telah menarik minat investor institusional besar seperti BlackRock, Anchorage, dan Strive.

Sebaliknya, peran STRK mulai dikurangi, menunjukkan adanya penyesuaian strategi dalam struktur modal perusahaan.

Potensi Dampak ke Harga Bitcoin

Langkah agresif Strategy dalam mengumpulkan dana untuk membeli Bitcoin dinilai dapat memberikan tekanan beli tambahan di pasar, terutama jika realisasi pembelian dilakukan secara bertahap dalam jumlah besar.

Namun, strategi ini juga membawa risiko, termasuk potensi dilusi saham dan ketergantungan pada pendanaan berbasis pasar.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa strategi Strategy menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, terutama sebagai aset treasury perusahaan.

Menurut mereka, jika sebagian besar dana tersebut benar-benar digunakan untuk membeli Bitcoin, hal ini dapat menjadi katalis positif yang mendorong harga, terutama dalam kondisi suplai yang semakin terbatas.

Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa pendekatan ini memiliki risiko struktural. Ketergantungan pada pendanaan berbasis pasar dapat meningkatkan tekanan jika kondisi likuiditas global memburuk atau jika harga Bitcoin bergerak tidak sesuai ekspektasi.

Selain itu, mereka menyoroti bahwa pergerakan harga Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh satu entitas, melainkan oleh kombinasi faktor seperti arus dana institusional, kebijakan moneter, dan sentimen global.

Pasar Menanti Realisasi Strategi

Dengan kapasitas pendanaan yang besar, langkah Strategy akan terus menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, dampaknya dapat memperkuat posisi Bitcoin di kalangan institusi. Namun, pasar tetap akan mencermati bagaimana perusahaan mengeksekusi rencana tersebut di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Viral! Penipuan Kripto Manfaatkan Isu Perang

Seorang investigator blockchain, ZachXBT, mengungkap adanya akun palsu di platform X (Twitter) yang diduga digunakan untuk memancing perhatian publik dan mengarah pada skema penipuan kripto. Akun bernama “Rashid bin Saeed” tersebut diketahui menyebarkan informasi sensasional terkait konflik geopolitik untuk membangun basis pengikut.

Kasus ini muncul di tengah kondisi pasar kripto yang sedang diliputi sentimen ketakutan ekstrem, yang dinilai membuat investor lebih rentan terhadap manipulasi.

Akun Viral Diduga Digunakan untuk Skema Scam

Dilaporkan BeInCrypto, akun tersebut sempat menjadi viral setelah memposting klaim bahwa Iran telah merilis daftar target infrastruktur sipil yang akan diserang jika Amerika Serikat menyerang fasilitas energi mereka. Postingan tersebut mencantumkan 12 lokasi di enam negara, termasuk fasilitas nuklir dan pembangkit listrik.

Meski klaim tersebut tidak terbukti, akun ini berhasil mengumpulkan lebih dari 353.000 pengikut. Investigasi menunjukkan bahwa akun tersebut baru diverifikasi pada Februari 2026 dan telah beberapa kali mengganti nama sejak 2025.

ZachXBT menyebut akun ini sebagai bagian dari pola yang sering digunakan dalam skema pump-and-dump, di mana pelaku membangun audiens melalui konten viral sebelum mempromosikan token dengan likuiditas rendah.

Baca juga: Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

Terhubung dengan Promosi Meme Coin

Indikasi keterkaitan dengan aktivitas kripto terlihat dari akun Telegram yang diduga terkait, yang mempromosikan meme coin bernama Chibification (CHIBI). Token tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang relatif kecil, sekitar 3,9 juta dolar AS, dan mengalami penurunan lebih dari 23% dalam 24 jam terakhir.

Skema seperti ini biasanya memanfaatkan momentum perhatian publik untuk mendorong harga token sebelum akhirnya dijual secara besar-besaran oleh pelaku, meninggalkan investor ritel dengan kerugian.

ZachXBT sebelumnya juga mengungkap kasus serupa pada 2025, di mana seorang influencer terlibat dalam skema yang menyebabkan harga token anjlok hingga 97%.

Sentimen Pasar Mempermudah Manipulasi

Kasus ini terjadi di tengah kondisi pasar yang berada dalam fase extreme fear. Crypto Fear and Greed Index tercatat di level 8, setara dengan kondisi saat runtuhnya FTX pada 2022.

Sentimen ketakutan yang berkepanjangan, ditambah dengan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran informasi menyesatkan.

Dalam kondisi seperti ini, konten sensasional cenderung lebih cepat menyebar dan dipercaya, sehingga meningkatkan efektivitas skema manipulasi.

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bahwa risiko di industri kripto tidak hanya berasal dari volatilitas harga, tetapi juga dari manipulasi informasi

Menurut mereka, kombinasi antara sentimen pasar yang negatif dan isu geopolitik sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membangun narasi yang menarik perhatian investor.

Tim Research Tokocrypto menekankan pentingnya verifikasi sumber informasi, terutama ketika berkaitan dengan klaim besar atau berita yang belum dikonfirmasi. Investor juga disarankan untuk berhati-hati terhadap promosi token yang muncul secara tiba-tiba, terutama yang didukung oleh akun dengan riwayat tidak jelas.

Selain itu, mereka menilai bahwa edukasi dan literasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko penipuan, terutama di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Waspada di Tengah Ketidakpastian

Kasus ini menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya adopsi kripto, risiko penipuan juga semakin berkembang dengan metode yang lebih kompleks.

Pelaku pasar diharapkan untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar, terutama yang memanfaatkan isu sensitif seperti konflik global, agar tidak terjebak dalam skema yang merugikan.

Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com