Tag Archives: saham

Analisa Pasar: Kripto Kembali Menguat saat Pasar Saham Anjlok

Pergerakan market aset kripto pada Selasa (30/8) pagi terpantau tampil menguat dan membuat investor kembali tersenyum. Sejumlah aset kripto big cap terpantau naik tipis atau berhasil rebound setelah tiga hari berturut-turut mengalami kerugian.

Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 2,13% ke level psikologisnya di US$ 20.194 dalam sehari terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) meroket 6,06% ke US$ 1.534 di waktu yang sama.

Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) juga kompak meroket lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan pergerakan market kripto mulai tampak menguat dengan Bitcoin kembali pada level psikologisnya di level US$ 20.000. Di sisi lain, pasar saham atau nilai indeks saham AS belum bisa bangkit setelah terjun bebas di sesi perdagangan akhir pekan lalu.

“Kenaikan harga kripto ini bisa dibilang investor sudah mulai menerima, jika nantinya The Fed akan mengetatkan kebijakan moneternya untuk menekan laju inflasi. Sikap investor yang mulai mengabaikan sentimen The Fed, membuat market kripto menguat, namun tidak cukup kuat mendorong laju pasar saham atau indeks Wall Street ke zona hijau,” kata Nathan.

market aset kripto bitcoin
Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.

Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Sentimen Makroekonomi Sepi

Di samping itu, menurut Nathan, investor juga tampak memanfaatkan sepinya sentimen makroekonomi di awal pekan, sehingga cukup stabil untuk kembali melakukan aksi akumulasi.

“Selain perkara The Fed, gairah investor untuk kembali melakukan akumulasi juga didorong oleh meningkatnya antusiasme terhadap upgrade jaringan Ethereum, atau dikenal dengan The Merge. Peristiwa bersejarah itu akan berlangsung sekitar 10-20 September mendatang,” terangnya.

Selain itu, platform exchange kripto, Mt. Gox yang dikabarkan menunda jadwal distribusi ganti rugi sekitar 140.000 BTC juga membuat investor bisa bernapas lega dan kembali percaya diri masuk ke pasar aset kripto.

Waspada Sentimen Negatif

Namun, investor perlu waspada pada pekan ini karena akan ada data ekonomi yang akan dirilis. Secara global, market kemungkinan akan menunggu data inflasi Jerman untuk Agustus, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa (30/8) waktu setempat.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: Kenal Mythical Beings NFT, Proyek Seni Digital Bangun Kesadaran Restorasi Bumi

“Pekan ini semua mata akan tertuju pada laporan tingkat pengangguran di AS untuk bulan Agustus, yang dirilis pada hari Jumat (2/8). Analis memperkirakan bahwa tingkat pengangguran akan tetap stabil di 3,5%,” jelas Nathan.

Dari analisis gerak harga Bitcoin, reli kemungkinan besar akan menuju level US$ 21.894. Sementara, jika level tersebut tidak tertembus akan kemungkinan harga BTC bisa turun kembali ke level terendah berada di US$ 19.519.

Sementara, Ethereum sedang reli menuju harga US$ 1.722. Jika tidak tertembus kemungkinan bisa kembali breakdown ke harga US$ 1.424. Level resistance ETH ada di US$ 1.912 menjadi tahanan yang cukup solid untuk menahan laju naik.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Riset pasar kripto terbaru dari Bloomberg Intelligence menunjukkan bahwa karakter Bitcoin (BTC) kini mungkin mulai berperilaku lebih seperti obligasi dan emas, daripada saham.

Dalam laporan berjudul “Crypto Outlook” yang dirilis awal Agustus lalu, Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dan Senior Market Structure Analyst, Jamie Coutts, mengatakan unit penelitian yang dilakukan adalah membandingkan pasar Bitcoin dengan pasar emas, obligasi dan minyak.

Mereka menyarankan bahwa pengaruh makroekonomi seperti kebijakan moneter The Fed telah menghasilkan kesamaan antara pasar obligasi dan Bitcoin.

“Pasar yang mengetat dan jatuhnya pertumbuhan global mendukung pergeseran Federal Reserve ke bias ‘pertemuan demi pertemuan’ pada bulan Juli, yang dapat membantu mengarahkan Bitcoin ke arah kemiringan lebih seperti obligasi daripada saham.”

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa “komoditas yang bersifat dump-follow-pump” dan penurunan imbal hasil obligasi menunjukkan peningkatan kemungkinan obligasi, emas dan Bitcoin didukung karena inflasi menurun.

Bitcoin Punya Potensi Walau Harganya Turun

Laporan tersebut mencatat bahwa pasar kripto mencapai ‘diskon terbesar’ yang pernah ada dibandingkan dengan 100-week moving average pada bulan Juli. Para analis mengatakan bahwa fakta bahwa harga BTC pada awal Agustus masih di bawah 70% dari nilai puncaknya, tetapi masih lima kali lebih tinggi dari terendah Maret 2020 itu menunjukkan potensinya.

Mereka menandai zona US$ 20.000 sebagai dukungan utama dan diharapkan basis sedang dibangun, mirip dengan level US$ 5.000 pada tahun 2018-2019.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

Para peneliti menyimpulkan bahwa Bitcoin telah menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu.

“Kami pikir lebih banyak hal yang sama ada di depan, terutama karena mungkin transisi menuju agunan global, dengan hasil yang lebih selaras dengan obligasi Treasury atau emas.”

Penelitian Coinbase yang dilakukan pada bulan Juli menunjukkan bahwa profil risiko kelas aset kripto mirip dengan saham minyak dan teknologi. Menurut Chief Economist Coinbase, Cesare Fracassi, mengatakan “korelasi antara harga saham dan aset kripto telah meningkat secara signifikan” sejak pandemi 2020.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Hal yang Harus Diperhatikan Pemula saat Belajar Trading

Satu hal yang sangat akrab dengan investasi adalah trading. Tak jarang, banyak yang mengira bahwa investasi dan trading adalah dua kegiatan yang sama. Namun, faktanya tidak demikian. Investasi dan trading memiliki beberapa perbedaan yang signifikan, seperti misalnya jangka waktu yang ditempuh. Di mana investasi cenderung dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, sedangkan trading bisa dilakukan pada jangka waktu tertentu. Nah, untuk belajar trading lebih lanjut, simak artikel ini!

Apa Itu Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sebelum melakukan trading, tentunya sebagai pemula Anda perlu belajar trading terlebih dahulu untuk mengenal lebih dalam tentang apa yang akan Anda lakukan. Trading, atau yang diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti jual beli, adalah kegiatan menjual atau membeli sebuah aset, seperti saham atau kripto. Tujuan seseorang melakukan trading adalah untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu tertentu

Seperti yang Anda ketahui, pasar selalu mengalami fluktuasi. Biasanya, seorang trader akan membeli aset ketika harga turun dan menjualnya saat harga sedang tinggi untuk mendapatkan keuntungan maksimal. 

Hal ini berbeda dengan investasi, di mana investor akan menutup mata pada fluktuasi jangka pendek yang terjadi dan tetap mempertahankan aset investasinya dalam jangka waktu yang panjang alias hold.

Instrumen yang Sering Digunakan untuk Trading

ilustrasi instrumen untuk trading

Ketika Anda belajar trading, maka Anda akan bertemu dengan beberapa instrumen yang sering digunakan untuk trading. Anda bisa memilih dan menyesuaikannya dengan preferensi Anda, di antaranya adalah:

Saham

Sering dijadikan instrumen investasi jangka panjang, nyatanya saham juga menjadi salah satu instrumen trading yang paling diminati oleh para trader. Bila Anda membeli saham di harga rendah, kemudian tak lama kemudian harganya naik, Anda bisa mendapatkan keuntungan. Selain itu, Anda juga akan menerima dividen ketika perusahaan yang Anda miliki sahamnya memperoleh laba, dengan nominal yang berbeda-beda tiap perusahaan.

Forex

Forex atau foreign exchange adalah instrumen lainnya yang tak kalah diminati masyarakat. Trading Forex berarti Anda melakukan pertukaran mata uang atau valuta asing. Objek mata uang yang diperdagangkan umumnya mata uang besar seperti Dolar Amerika Serikat (USD), Yen Jepang (JPY), Dolar Kanada (CAD), Euro (EUR), atau Poundsterling Inggris (GBP).

Dalam Forex, Anda bisa mendapatkan keuntungan saat pasar sedang naik dan turun. Hal ini disebut dengan two-way opportunity. Jika harga sedang naik dan Anda memasang transaksi buy (long), maka Anda akan untung. Begitu juga sebaliknya, di mana ketika harga turun, posisi sell (short) lah yang diuntungkan.

Aset kripto

Aset kripto, atau yang disebut juga dengan mata uang digital, saat ini sedang menjamur dan banyak diminati oleh para trader. Aset kripto yang diperdagangkan pun sangat bermacam-macam, seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan lain sebagainya. 

Cara memperdagangkannya mirip dengan saham dan Forex, hanya saja fluktuasi aset ini lebih tinggi daripada kedua instrumen tersebut. Trading kripto ini bisa dilakukan di berbagai platform bursa yang tersedia. 

Hal yang Harus Diperhatikan saat Belajar Trading

ilustrasi grafik trading

Keuntungan dari trading memang sangat menggiurkan. Namun, ada baiknya jika Anda memulainya dengan belajar trading terlebih dahulu. Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda belajar trading.

Selalu gunakan uang dingin

Pengertian uang dingin adalah uang yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Saat trading, menggunakan uang dingin lebih disarankan untuk menghindari risiko arus kas pribadi Anda terganggu. Seperti yang sudah diketahui, trading memiliki risiko kerugian. Untuk meminimalisir kemungkinan keuangan Anda terganggu, lebih baik gunakan uang dingin dan tentunya mulai dengan jumlah yang kecil.

Mulai aplikasikan strategi trading

Ketika belajar trading, pastikan Anda memahami strategi apa saja yang bisa diaplikasikan. Dalam trading, ada berbagai strategi yang bisa digunakan pada situasi tertentu. Hal ini dapat mengurangi risiko kerugian. Apabila sudah menguasai strategi trading, Anda bisa lho menggunakan beberapa strategi saat trading secara bersamaan. 

Terdapat beberapa strategi trading yang bisa Anda coba lho sebagai pemula, mengutip Investopedia, antara lain:

  • Pahami keadaan aset dan pasar secara up to date

Hal ini disebabkan kondisi pasar aset kripto sangat mudah naik-turun, sehingga tidak bisa ditentukan secara pasti apakah pasar masih akan tetap stabil dalam beberapa jam ke depan. Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai trader pemula untuk selalu up to date dengan kondisi pasar aset yang Anda incar.

  • Ingat untuk selalu sediakan sejumlah dana dan waktu dalam menghadapi risiko trading

Berbeda dengan investasi biasa, trading membutuhkan waktu dan dana yang perlu disisihkan untuk memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Namun, perlu diingat bahwa Anda juga berarti sudah siap dalam menghadapi risiko yang ada.

  • Mulai dengan jumlah yang kecil

Sebagai pemula, strategi trading yang juga bisa Anda terapkan adalah memulai trading dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu. Sebab, perjalanan Anda masih panjang dan Anda perlu mengetahui bagaimana kondisi aset yang Anda perdagangkan. Selain itu, apabila Anda mengalami risiko rugi, jumlah kerugian yang Anda terima pun tidak terlalu besar.

  • Jangan panik apabila pasar bergerak di luar rencana

Dikarenakan pasar aset kripto yang selalu terbuka selama 24 jam, maka Anda disarankan untuk tidak panik apabila pasar bergerak tidak sesuai rencana Anda. Meski begitu, disarankan pula bagi trader pemula untuk menghindari trading saat jam sibuk di pasar, seperti pada pukul 8 pagi hingga 4 sore waktu setempat melansir Forex.

  • Tetap berpegang teguh pada rencana dan tujuan awal

Strategi terakhir adalah tetap lakukan trading sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah Anda susun di awal. Sebab, dengan strategi tersebut Anda bisa menyusun langkah yang cocok untuk gaya trading Anda sendiri. Dengan demikian, strategi Anda bisa lebih efektif dalam mencapai cuan di kemudian hari.

Pelajari analisis teknikal

Agar trading semakin menguntungkan, ada baiknya jika Anda mempelajari kedua jenis analisis pada aset kripto, yakni analisis teknikal maupun analisis fundamental. 

Analisis fundamental sendiri ialah analisi yang digankan untuk menentukan “nilai intrinsik” dari suatu aset. Di mana analisis ini befungsi sebagai pengukuran objektif atas nilai aset tersebut. Misalnya kapitalisasi pasar, seberapa banyak pasokan aset yang beredar, hingga analisis latar belakang (siapa saja tim yang berada di baliknya), dan pendistribusiannya adalah beberapa komponen dari analisis fundamental. 

Baca juga: 3 Kategori Analisis Fundamental Kripto yang Wajib Dipahami Investor

Nah, analisis teknikal lebih menitikberatkan bagaimana kita melihat pola pergerakan harga aset. Ini dilakukan dengan manfaatkan indikator trading yang ada agar dapat membuat keputusan yang tepat untuk menjual atau membeli sebuah aset. Adapun beberapa indikator yang biasa digunakan dalam analisis teknikal kripto antara lain: VWAP Indicator, Ichimoku Cloud, atau Indikator Lagging. 

Baca juga: Pentingnya Analisis Teknikal dalam Trading Kripto

Lakukan trading di platform resmi dan terpercaya

Hal terakhir yang perlu diperhatikan ketika belajar trading adalah memilih platform trading. Pastikan Anda menggunakan platform resmi dan terpercaya untuk menghindari penipuan dan peretasan. Selain itu, penting juga untuk memilih platform yang menyediakan data kondisi pasar dan pertukaran yang sedang berlangsung ya, seperti Tokocrypto untuk trading aset kripto.

tokocrypto sebagai platform trading terpercaya

Source: https://www.tokocrypto.com/trade/BTC_BIDR

Itu dia beberapa hal yang wajib diketahui ketika Anda sedang belajar trading. Apabila Anda berminat untuk melakukan trading aset kripto, Tokocrypto adalah pilihan yang tepat! Di Tokocrypto, selain trading, Anda juga bisa menerima berbagai informasi terbaru terkait kripto lewat Tokonews atau dengan bergabung di Komunitas Official Tokocrypto, lho! Yuk, selesaikan KYC dan mulai trading di Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

6 Faktor Penyebab Penurunan Harga Bitcoin dan Altcoin

Pasar kripto tengah menghadapi tekanan besar saat harga Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya mengalami penurunan tajam di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi dan ketegangan geopolitik. Berikut adalah enam wawasan utama yang membantu memahami mengapa pasar kripto mengalami keruntuhan saat ini.

1. Data Nonfarm Payrolls yang Mengecewakan

Laporan terbaru penggajian nonpertanian di AS hanya mencatat penambahan 114.000 pekerjaan pada bulan Juli, jauh di bawah ekspektasi. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,3%, menandai kenaikan keempat berturut-turut. Jeffrey Rosenberg dari BlackRock menyatakan bahwa data pekerjaan yang lemah ini meningkatkan kekhawatiran tentang prospek ekonomi, yang berdampak negatif pada aset berisiko seperti mata uang kripto.

2. Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Laporan pekerjaan yang lemah memicu kekhawatiran akan resesi. Ekonom Peter Schiff memperingatkan bahwa pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve mungkin tidak cukup untuk menghidupkan kembali ekonomi dan bisa memperburuk inflasi. Ketidakpastian ini menambah volatilitas pasar, mendorong penurunan harga kripto lebih jauh.

3. Likuidasi Posisi Long Bitcoin

Pasar kripto mengalami lonjakan likuidasi posisi long dalam 24 jam terakhir, dengan sekitar $241,07 juta posisi long dilikuidasi, mencakup 90% dari total likuidasi pasar. Likuidasi besar-besaran ini meningkatkan tekanan ke bawah pada harga Bitcoin, yang turun dari $65.000 menjadi $60.000 dalam beberapa hari terakhir.

4. Penurunan Pasar Saham

Ilustrasi pergerakan indeks saham AS pengaruhi harga Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Proyeksi Harga ETH Capai $23.549 di Tahun 2030, Saatnya Beli?

Penurunan pasar saham juga berdampak pada pasar kripto. Pada 2 Agustus, saham anjlok tajam karena laporan pekerjaan yang lemah, dengan indeks pasar turun 1,84% dan Nasdaq Composite turun 2,43%. Penurunan ini memperparah kekhawatiran investor dan menambah tekanan pada harga kripto.

5. Arus Keluar ETF Bitcoin dan Ethereum

Baik ETF Bitcoin maupun Ethereum mengalami arus keluar yang signifikan. ETF Bitcoin mencatat arus keluar sebesar $237,4 juta pada 2 Agustus, sementara ETF Ethereum mencatat arus keluar sebesar $54,3 juta. Arus keluar ini memperburuk sentimen negatif di pasar kripto.

6. Kerugian di Pasar Saham Jepang

Pasar kripto semakin tertekan dengan aksi jual di Asia saat Nikkei Jepang anjlok 7% pada awal perdagangan 5 Agustus. Penurunan ini memperpanjang kerugian Nikkei hingga lebih dari 20% dari puncaknya pada bulan Juli, memperburuk sentimen negatif di pasar global termasuk kripto.

Ketegangan geopolitik, kekhawatiran akan resesi, dan data ekonomi yang mengecewakan semuanya berkontribusi terhadap keruntuhan pasar kripto saat ini. Para investor perlu mencermati perkembangan ini untuk memahami potensi risiko dan peluang di pasar yang sangat volatil ini.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Melonjak ke $106.000 Usai Gencatan Senjata Iran-Israel

Pasar kripto kembali bergolak dalam 72 jam terakhir, dengan Bitcoin memimpin reli spektakuler hingga menembus $106.000 pada Senin malam (23/6). Lonjakan harga ini terjadi setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata total dan tuntas antara Iran dan Israel melalui platform Truth Social miliknya.

Gencatan Senjata Dongkrak Sentimen Pasar

Dilaporkan Coinjournal, pengumuman Trump disambut positif oleh pasar global, membawa angin segar setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat memicu volatilitas tinggi. Hanya sehari sebelumnya, Bitcoin sempat anjlok ke $98.500 karena kekhawatiran eskalasi konflik. Namun, pernyataan Trump yang menyebut kesepakatan gencatan senjata akan berlaku dalam waktu 6 jam langsung memicu gelombang beli besar-besaran di pasar aset digital.

Bitcoin pun melonjak hampir 3% dan menembus level psikologis $106.000, sebelum akhirnya terkoreksi ringan ke $105.300. Kenaikan ini turut diikuti oleh altcoin besar seperti Ethereum (ETH), XRP, dan Solana (SOL), yang masing-masing mencatatkan kenaikan antara 8% hingga 10%.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Trump Serangan Udara AS ke Situs Nuklir Iran, Bitcoin Anjlok Lalu Pulih

Pasar Tradisional Merespons Positif

Tak hanya kripto, pasar saham global juga menunjukkan reaksi positif. Indeks saham berjangka AS naik sekitar 0,5%, sementara harga minyak mentah yang sempat melonjak di atas $75 per barel, anjlok drastis ke level $65 setelah kabar gencatan senjata meredakan ketakutan atas potensi gangguan pasokan energi.

Saham Circle Meroket, Sentuh Kenaikan 750% Sejak IPO

Dalam perkembangan lain yang tak kalah mencolok, saham perusahaan penerbit stablecoin, Circle (CRCL), juga mengalami lonjakan luar biasa. Saham Circle sempat menyentuh $299 — tertinggi sepanjang masa — sebelum ditutup di $263, naik 9% pada hari itu. Sejak IPO awal bulan ini di harga $31, CRCL telah melonjak 750%.

Valuasi Circle kini mendekati $60 miliar, hampir setara dengan pasokan stablecoin USDC yang mereka terbitkan, yakni $61,3 miliar. Angka ini juga menempatkan Circle sangat dekat dengan kapitalisasi pasar Coinbase (COIN), yang berada di sekitar $78 miliar.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 24 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 23 Juni 2025: Bitcoin Bangkit di Atas $100.000

Reli saham Circle ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap sektor stablecoin, terutama setelah disahkannya Undang-Undang GENIUS oleh Senat AS pekan lalu. Regulasi ini memberikan kerangka hukum yang jelas bagi stablecoin dan meningkatkan kepercayaan terhadap kelangsungan sektor ini dalam jangka panjang.

Stabilitas Geopolitik & Regulasi Dorong Optimisme Pasar

Kombinasi antara stabilisasi geopolitik dan kemajuan regulasi menjadi katalis ganda yang mendorong reli pasar kripto dan saham kripto dalam beberapa hari terakhir. Meskipun optimisme menguat, beberapa analis memperingatkan bahwa kenaikan saham Circle yang begitu tajam mungkin sudah mulai melebihi fundamentalnya.

Namun, untuk saat ini, investor tampaknya menikmati euforia pasar yang kembali menunjukkan taringnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

GameStop Tambah Bitcoin sebagai Aset Cadangan, Saham Naik 6%

GameStop telah mengumumkan rencananya untuk membeli Bitcoin sebagai bagian dari aset cadangannya tanpa batasan jumlah pembelian seperti dilaporkan oleh Cryptopolitan pada Selasa (26/3).

Keputusan ini disetujui secara bulat oleh dewan direksi, mengikuti jejak MicroStrategy yang telah lama mengadopsi strategi serupa.

Langkah ini diambil GameSpot dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan finansial perusahaan.

Reaksi Pasar dan Dampak terhadap Saham GameStop

Setelah pengumuman ini, saham GameStop melonjak lebih dari 6% dalam perdagangan setelah jam kerja.

Perusahaan saat ini memiliki cadangan kas sekitar $4,8 miliar, yang akan digunakan untuk membeli Bitcoin.

GameStop juga menyatakan bahwa mereka dapat menggunakan dana dari utang atau penerbitan saham di masa depan untuk investasi ini.

Strategi CEO Ryan Cohen untuk Transformasi Bisnis

CEO GameStop, Ryan Cohen, terus berusaha mengubah GameStop dari sekadar jaringan toko fisik menjadi perusahaan yang lebih ramping dan berbasis keuangan yang kuat.

Sejak bergabung dengan komite dewan pada 2021, Cohen telah memangkas pengeluaran dan menyederhanakan operasi demi mencapai profitabilitas.

Keuntungan Finansial GameStop dalam Beberapa Tahun Terakhir

Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa GameStop mencatat laba bersih sebesar $131,3 juta pada kuartal keempat, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan cadangan kas lebih dari $4,6 miliar pada akhir 2023, GameStop memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi dalam aset digital.

Sejarah Keterlibatan GameStop dengan Kripto

GameStop bukan pemain baru di dunia crypto. Mengingat pada tahun 2022, perusahaan meluncurkan dompet kripto untuk mengelola aset digital dan NFT.

Namun layanan ini dihentikan pada 2023 karena ketidakpastian regulasi. Keputusan untuk membeli Bitcoin menunjukkan bahwa perusahaan masih melihat potensi besar dalam aset digital.

Kebijakan Investasi Baru dan Dampaknya ke Depan

Pada Desember 2023, GameStop mengadopsi kebijakan investasi baru yang memberi wewenang kepada Ryan Cohen dan dua direktur independen untuk mengelola portofolio investasi perusahaan.

Keputusan untuk membeli Bitcoin melewati persetujuan penuh dari dewan, menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengadopsi strategi baru.

Dengan langkah ini, GameStop semakin serius dalam memperkuat posisi keuangannya melalui investasi di aset digital.

Meskipun belum ada jadwal pasti kapan pembelian Bitcoin akan dimulai, keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan siap untuk merombak strategi keuangannya demi masa depan yang lebih stabil.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Menguat, Ukraina Siap Ajukan Proposal Gencatan Senjata

Pasar kripto dan saham mengalami lonjakan setelah Ukraina menyatakan kesiapan untuk menerima proposal gencatan senjata 30 hari yang didukung oleh Amerika Serikat seperti dilaporkan oleh Benzinga pada Rabu (13/3).

Langkah ini dipandang sebagai upaya deeskalasi konflik dengan Rusia, memicu reli di berbagai aset berisiko.

Rencana Gencatan Senjata yang Diusulkan

Proposal ini mencakup gencatan senjata sementara selama 30 hari, dimulainya kembali berbagi intelijen, serta bantuan kemanusiaan.

Namun, rencana ini masih bergantung pada partisipasi Rusia dalam kesepakatan.

Dampak Positif pada Pasar Saham

Indeks Nasdaq 100 yang dilacak oleh Invesco QQQ Trust melonjak lebih dari 400 poin dari posisi terendah hariannya dan ditutup naik 0,7%.

Saham-saham dengan kapitalisasi besar mencatat kenaikan signifikan, termasuk Astera Labs Inc. (ALAB) naik 8,72%, AppLovin Corp. (APP) naik 8,03%, dan Coinbase Global Inc. (COIN) naik 8,57%.

Bitcoin dan Kripto Ikut Naik

Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan lebih dari 6%, memulihkan penurunan selama lima hari sebelumnya.

Mata uang kripto terbesar ini diperdagangkan di kisaran $83.320 per pukul 15:00 waktu New York, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko.

Respons Amerika Serikat

Amerika Serikat menyambut baik langkah Ukraina ini dan berjanji akan melanjutkan bantuan keamanan serta berbagi intelijen dengan negara tersebut.

Selain itu, kesepakatan ini juga mencakup pertukaran tawanan perang dan pemulangan anak-anak Ukraina yang dipindahkan secara paksa.

Harapan untuk Perdamaian Jangka Panjang

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut keputusan Ukraina sebagai langkah positif dan berharap Rusia akan memberikan tanggapan yang sejalan.

Sementara itu, perundingan lanjutan direncanakan untuk menyusun kesepakatan yang lebih komprehensif mengenai sumber daya mineral strategis Ukraina.

Meskipun masih ada ketidakpastian terkait respons Rusia, optimisme pasar terhadap kemungkinan deeskalasi konflik telah mendorong kenaikan di berbagai instrumen keuangan.

Investor terus memantau perkembangan negosiasi ini untuk melihat dampaknya lebih lanjut terhadap stabilitas ekonomi global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

10+ Faktor Penentu Harga Bitcoin yang Wajib Kamu Tahu

Banyak orang yang masih mempercayai bahwa harga Bitcoin bergerak hanya berdasarkan oleh spekulasi semata. Padahal, harga Bitcoin juga dipengaruhi oleh berbagai faktor baik fundamental atau global.

Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang bisa menentukan pergerakan harga Bitcoin dan penjelasan mengenai bagaimana masing-masing faktor tersebut dapat mempengaruhi harga Bitcoin.​

Faktor Teknikal dan Pergerakan Chart

Faktor teknikal dan pergerakan chart mempengaruhi harga Bitcoin karena pergerakan yang ada di dalam chart itu sendiri merupakan cerminan perilaku pasar yang dapat dilihat secara historis dan biasanya digunakan oleh para trader dan investor menjadi acuan untuk membuat keputusan trading. 

Sehingga, ketika secara kolektif pergerakan chart dirasa akan memasuki pasar bullish atau bearish bagi para investor, harga akan bergerak ke arah tersebut karena keputusan kolektif yang memperkuat pergerakan harga.

Pergerakan Saham AS dan S&P 500

Sepanjang perjalanan historisnya, hubungan antara Bitcoin dan indeks S&P 500 menunjukkan pola dinamis yang mencerminkan respon terhadap kondisi pasar global. 

Gambar korelasi harga Bitcoin dan S&P 500. Sumber data: NewEdge.

Terlihat dalam grafik, pada saat periode ketidakpastian seperti pandemi atau koreksi besar pasar saham, Bitcoin cenderung mengikuti arah pergerakan S&P 500. Hal ini menunjukkan bahwa investor memperlakukan Bitcoin sebagai aset berisiko serupa dengan saham, bukan sebagai safe haven seperti emas.

Meskipun dengan seiring waktu Bitcoin menunjukan pergerakan yang sedikit independen dari pasar saham AS, pergerakan S&P 500 secara historis masih mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin.

Peristiwa Halving

Setiap empat tahun sekali, Bitcoin mengalami peristiwa yang disebut “halving,” di mana imbalan bagi penambang Bitcoin dikurangi setengahnya. 

Hal ini mengurangi laju pasokan Bitcoin baru ke pasar, yang dapat menyebabkan kelangkaan dan peningkatan harga jika permintaan tetap atau meningkat. 

Menurut tren historisnya, halving Bitcoin cenderung membuat harga Bitcoin mengalami kenaikan signifikan dan menciptakan optimisme di kalangan investor dan trader.

Biaya Produksi untuk Penambangan

Proses penambangan Bitcoin memerlukan biaya untuk perangkat keras khusus dan konsumsi energi yang tinggi. Biaya produksi ini menciptakan batas bawah harga Bitcoin, yang berarti jika harga pasar turun di bawah biaya produksi, penambang akan mengalami kerugian. 

Akibatnya, para penambang cenderung menahan (hold) koin mereka daripada menjual dengan kerugian sehingga dapat mengurangi tekanan jual. 

Selain itu, sebagian penambang juga mungkin menghentikan operasional penambangan karena sudah tidak menguntungkan, yang pada akhirnya akan mengurangi pasokan Bitcoin baru ke pasar dan mendorong kenaikan harga kembali.

Sebaliknya, jika harga Bitcoin naik jauh di atas biaya produksi, penambang cenderung melepas simpanannya untuk mengambil untung. Lonjakan supply ini bisa meningkatkan tekanan jual di pasar, yang berpotensi menyebabkan harga terkoreksi atau bahkan turun.

Regulasi dan Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah dan regulasi memiliki dampak signifikan terhadap harga Bitcoin karena kebijakan yang ditetapkan oleh regulator dan pemerintah tidak hanya mempengaruhi ekonomi secara luas tetapi juga berdampak pada pengambilan keputusan investor dan aliran dana yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin. 

Ketika suatu negara melarang perdagangan atau penambangan Bitcoin, akses pelaku pasar menjadi terbatas. Investor biasanya menghindari pasar yang penuh ketidakpastian hukum, sehingga permintaan menurun. 

Sebaliknya, adopsi kebijakan yang mendukung, misalnya pengakuan resmi Bitcoin sebagai aset keuangan atau metode pembayaran yang sah, dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mulai berinvestasi Bitcoin dan mendorong harga naik.

Supply & Demand

Bitcoin dirancang dengan pasokan maksimum sebesar 21 juta koin. Hingga saat ini, lebih dari 19 juta koin telah ditambang, dan sisanya akan terus berkurang seiring waktu. 

Keterbatasan ini menciptakan kelangkaan yang dapat meningkatkan nilai Bitcoin, terutama ketika permintaan meningkat. 

Sebaliknya, jika permintaan menurun, harga Bitcoin juga dapat turun. Prinsip dasar ekonomi ini, supply dan demand merupakan faktor utama dalam penentuan harga Bitcoin.​

Contohnya bisa dilihat dari gambar di atas, terlihat bagaimana semakin sedikit balance Bitcoin yang ada di exchange, semakin tinggi harga Bitcoin.

Likuiditas Pasar

Likuiditas mengacu pada seberapa mudah aset dapat dibeli atau dijual tanpa memengaruhi harga pasar secara signifikan. Pasar Bitcoin yang likuid memungkinkan transaksi besar terjadi tanpa menyebabkan fluktuasi harga yang besar. Sebaliknya, likuiditas rendah dapat menyebabkan volatilitas harga yang lebih tinggi.​

Kelangkaan likuiditas terjadi ketika jumlah Bitcoin yang tersedia di exchange sangat terbatas karena banyak yang disimpan oleh investor besar di cold wallet

Perbandingan total Bitcoin di exchange dengan harga Bitcoin. Sumber: Coinglass.

Saat Bitcoin disimpan di cold wallet, Bitcoin tidak aktif diperdagangkan, sehingga pasokan di pasar menjadi terbatas. Jika permintaan meningkat secara signifikan, misalnya karena adanya sentimen bullish atau berita positif, maka jumlah Bitcoin yang tersedia untuk dibeli sangat sedikit. Kondisi ini mendorong harga melonjak secara tajam karena sedikitnya aset yang bisa memenuhi lonjakan permintaan.

Persaingan dengan Kripto Lain

Meskipun Bitcoin adalah mata uang kripto pertama dan masih jadi raja di dunia kripto, munculnya altcoin seperti Ethereum, Solana, dan meme coin menawarkan yang alternatif bagi para investor bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menentukan harga Bitcoin.

Berbagai pilihan kripto alternatif yang jumlahnya terus bertambah setiap hari ini secara tidak langsung menyedot likuiditas Bitcoin dalam beberapa skenario.

Sebut saja ketika Altcseason terjadi dan para investor memindahkan dana investasi mereka ke dalam koin-koin alternatif yang membuat harga Bitcoin stagnan saat altcoin mengalami kenaikan puluhan kali lipat.

Sentimen Pasar dan Media

Berita positif atau negatif tentang Bitcoin dapat mempengaruhi sentimen investor. Liputan media yang luas tentang adopsi institusional atau peretasan besar dapat menyebabkan fluktuasi harga. 

Sentimen pasar yang didorong oleh emosi seperti ketakutan dan keserakahan juga sering kali menyebabkan pergerakan harga yang tajam.​

Adopsi Institusional

Adopsi institusional bisa mempengaruhi harga Bitcoin karena ketika bank, dana investasi, dan institusi keuangan besar lainnya masuk ke pasar, mereka membawa modal besar dan analisis profesional yang meningkatkan kepercayaan investor. Hal ini biasanya mendorong kenaikan permintaan dan harga. 

Sebaliknya, jika institusi mulai menarik investasinya, kepercayaan menurun, permintaan berkurang, dan harga Bitcoin bisa mengalami penurunan.

Peristiwa Ekonomi Global

Krisis ekonomi, inflasi, dan ketidakstabilan mata uang fiat dapat mendorong investor mencari aset alternatif seperti Bitcoin sebagai lindung nilai. 

Namun, dalam situasi ketidakpastian ekstrem, investor mungkin juga menarik diri dari aset berisiko, termasuk Bitcoin, yang dapat menyebabkan penurunan harga.​

Itu dia 10+ faktor yang bisa menentukan harga Bitcoin hari ini. Semoga dengan memahami faktor-faktor tersebut, kamu bisa menerapkan strategi investasi atau trading yang sesuai.

Tertarik untuk mulai investasi Bitcoin? Yuk, mulai dari sekarang cuman dengan minimal deposit Rp20.000 di Tokocrypto!

Dapatkan juga GRATIS biaya perdagangan setiap trade dan transaksi Bitcoin dengan fitur Beli/Jual dengan minimal pembelian mulai dari Rp1.700! Daftar sekarang!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

OJK: Investor Kripto Tembus 19 Juta, Siap Salip Investor Pasar Modal?

Berdasarkan laporan terbaru dari OJK, jumlah investor aset kripto kini telah mencapai 19,08 juta pada akhir November 2025, naik dari 18,61 juta pada Oktober 2025. Peningkatan ini sebesar 2,5% dalam satu bulan, menunjukkan tren positif yang konsisten sepanjang tahun. Dari segi transaksi aset kripto secara kumulatif, sepanjang 2025 (YTD) mencapai Rp446,77 triliun, meskipun nilai transaksi bulanan pada November turun 24,53% menjadi Rp37,20 triliun dibandingkan Oktober (Rp49,29 triliun).

Selain itu, kapitalisasi pasar aset kripto di Indonesia pada akhir November 2025 tercatat Rp39,34 triliun, sedikit menurun dari bulan sebelumnya (Rp39,38 triliun). Penurunan ini dipengaruhi oleh volatilitas pasar global, seperti fluktuasi harga Bitcoin dan Ethereum.

Namun, OJK menilai bahwa kepercayaan konsumen tetap tinggi, terbukti dari penambahan investor baru yang mencapai ratusan ribu orang setiap bulannya. Dengan total investor yang kini mencapai 19,08 juta, investor kripto di Indonesia kini lebih banyak daripada investor saham, bahkan hampir menyalip total investor pasar modal secara keseluruhan dengan total 19,32 juta per November 2025.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Investor Kripto

Pertumbuhan jumlah investor kripto di Indonesia tidak lepas dari beberapa faktor utama. Pertama, kemudahan akses melalui aplikasi mobile dan platform exchanger lokal seperti Tokocrypto yang memudahkan investor pemula untuk melakukan investasi, bahkan hanya dengan modal awal Rp50.000.

Data OJK mencatat bahwa hingga November 2025, terdapat 1.347 aset kripto yang dapat diperdagangkan, dan aktivitas jual/beli bisa dilakukan kapan saja selama 24 jam, termasuk tanggal merah dan hari libur.

Kedua, pengaruh generasi muda yang tech-savvy. Dari data OJK, lebih dari 54% investor kripto berusia di bawah 30 tahun. Selain itu, pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi digital, di mana banyak orang beralih ke investasi online untuk diversifikasi portofolio.

Ketiga, dukungan regulasi dari OJK, seperti POJK Nomor 23 Tahun 2025 yang memperkuat pengaturan aset digital. Regulasi ini memberikan rasa aman bagi investor, sehingga jumlah konsumen dapat terus bertumbuh meskipun pasar global mengalami koreksi.

Perbandingan Jumlah Investor Kripto vs Jumlah Investor Saham di Indonesia

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor saham telah mencapai sekitar 8,08 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir Oktober 2025. Angka ini naik signifikan sepanjang tahun, dengan penambahan 1,7 juta investor saham baru, atau pertumbuhan 51,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, jika dibandingkan dengan investor kripto yang mencapai 19,08 juta, jumlah investor saham tampak lebih kecil. Ini menarik karena total SID di pasar modal secara keseluruhan (termasuk saham, reksa dana, dan SBN) mencapai 19,32 juta pada November 2025. Artinya, investor kripto hampir setara dengan total investor pasar modal tradisional, tetapi jauh melebihi investor saham.

Aspek  Investor Kripto  Investor Saham
Jumlah Total 19,08 juta 8,08 juta
Pertumbuhan Bulanan 2,5% (dari September) Sekitar 2-3% (berdasarkan tren)
Usia Dominan Di bawah 30 tahun (mayoritas) Campuran, tapi ritel muda meningkat

Perbandingan ini menunjukkan bahwa kripto lebih menarik bagi investor ritel karena biaya masuk rendah dan akses mudah, sementara saham sering memerlukan modal lebih besar dan proses verifikasi yang lebih ketat. Namun, saham menawarkan stabilitas jangka panjang melalui dividen dan pertumbuhan perusahaan, sedangkan kripto lebih fluktuatif bagi para investor yang moderat. 

Jika kamu tertarik untuk mencoba melakukan investasi di aset kripto seperti Bitcoin, kamu bisa menggunakan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto — mulai dengan deposit Rp50.000 saja kamu bisa memiliki aset digital masa depan lho! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Siaran Pers OJK. Diakses 14 Desember 2025

Siaran Pers PT Bursa Efek Indonesia. Diakses 14 Desember 2025



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Ungguli Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global, INDODAX Sebut Kripto Jadi Sorotan Investor

Jakarta, 24 Maret 2026 – Meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Di tengah kondisi tersebut Bitcoin justru menunjukkan ketahanan dengan kenaikan sekitar 12% dalam 60 hari terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$70.000 – US$71.000 per Selasa (24/03). Sebaliknya indeks S&P 500 turun sekitar 4%, sementara harga emas terkoreksi hingga 16% dan mencatatkan penurunan terbesar sejak 1983 dengan menyentuh level sekitar US4.400 per ons troi. Kondisi ini mendorong meningkatnya perhatian investor terhadap Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai di tengah gejolak pasar.

Menanggapi dinamika pasar ini, Vice President INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa kinerja kuat Bitcoin saat krisis bukanlah fenomena baru, melainkan pola yang sudah pernah terjadi seperti pada krisis pandemi COVID-19, ketegangan AS-Iran 2020, hingga konflik Rusia-Ukraina. 

“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik. Hal ini membuat Bitcoin memiliki fungsi praktis sekaligus potensi sebagai alternatif lindung nilai,” jelas Antony.

Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer menyebutkan penurunan harga emas dipicu oleh aksi sell-off di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur tengah yang meningkatkan kekhawatiran inflasi. Tekanan ini turut didorong oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya keuntungan dari obligasi, sehingga membuat emas kurang menarik dibandingkan aset imbal hasil dan berpotensi mengubah pola pembelian emas oleh bank sentral.

Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi energi global di Selat Hormuz, meningkatkan risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi tersebut, emas yang tidak memberikan imbal hasil rutin cenderung kehilangan daya tarik, khususnya bagi investor institusional.

Meski demikian, pasar kripto masih berada dalam fase volatil dengan sentimen yang cenderung berhati-hati. Faktor makro ekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga masih akan menjadi penentu arah pergerakan harga ke depan. Dengan demikian, investor disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko dan memahami dinamika pasar secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.

Sebagai platform perdagangan aset kripto terpercaya di Indonesia, INDODAX terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. INDODAX juga secara rutin mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) yang dapat diakses publik di CoinMarketCap, serta aktif mendorong literasi dan edukasi agar masyarakat dapat berinvestasi aset kripto secara bijak dan bertanggung jawab.

***

Tentang INDODAX

INDODAX merupakan perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital atau Crypto Exchange yang didirikan oleh dua pegiat kripto dan Blockchain di Indonesia yakni, Oscar Darmawan dan William Sutanto. Berdiri resmi sejak 15 Februari 2014 dan sudah melayani lebih dari 9,8 juta member, INDODAX memperdagangkan aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan memiliki lebih dari 450+ aset kripto dari seluruh dunia yang bisa diperjualbelikan dengan pergerakan harga selama 24 jam.

Sebagai crypto exchange pertama di Indonesia, INDODAX sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital Aset Kripto (AKD AK) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi perusahaan crypto exchange pertama di Indonesia yang mendapatkan dua sertifikasi internasional sekaligus pada tahun 2019, yaitu 9001:-2015 & 27001:2013.

Sejak berdiri dua belas tahun lalu, INDODAX selalu berfokus kepada pelayanan dan terus aktif memberikan edukasi melalui kanal edukasi yang dapat diakses secara gratis, yakni INDODAX Academy, investor kripto dapat secara bebas mengakses dan mempelajari seluk beluk kripto dan blockchain.

Media Sosial INDODAX dapat ditemukan melalui website:

Telegram                               : https://t.me/indodaxroom

Instagram                              : https://www.instagram.com/indodax/

Tiktok                                     : https://www.tiktok.com/@indodax

Twitter                                    : https://twitter.com/Indodax

Youtube                                  : https://www.youtube.com/c/indodax

Facebook                               : https://www.facebook.com/indodax

INDODAXAcademy            : https://indodax.com/academy

INDODAXPress Release   https://blog.indodax.com/newsroom-press-release





Sumber : blog.indodax.com