All posts by 21

Apa Itu Foto NFT dan Tips Membuatnya Agar Lebih Menarik

NFT atau Non Fungible Token adalah aset digital yang dikembangkan dalam sistem blockchain. NFT bisa diperjualbelikan dan dianggap sebagai salah satu aset berharga, seperti halnya membeli emas batangan sebagai bentuk investasi.

Saat ini, NFT bisa berasal dari berbagai format, mulai dari video, animasi, GIF, hingga karya fotografi. Sebagai salah satu karya seni, foto NFT memiliki tips dan triknya sendiri untuk bisa melenggang di pasaran. Sebelum mengetahui tips menjual foto Anda, simak terlebih dahulu apa itu foto NFT.

Apa Itu Foto NFT?

contoh foto nft

Source: NFT Photography by Justin Aversano

Foto NFT adalah foto yang diperdagangkan dalam bentuk NFT sehingga memiliki sertifikat kepemilikan dan menjadi unik. Sama halnya dengan karya seni yang lain, fotografi juga memiliki tempat dan pasarnya sendiri dalam NFT.

Jika dahulu banyak potret fisik diperdagangkan di berbagai tempat, kini saatnya foto NFT diperjualbelikan dalam platform digital yang lebih aman, sederhana, dan efisien melalui sistem operasi blockchain.

Artinya, para kreator NFT bisa mendapatkan keuntungan atas karya yang dibuat tanpa perlu takut haknya dirampas oleh orang lain.

Kreator bisa menjual foto NFT secara bebas dari keseluruhan koleksi yang Anda miliki. Selain menjual, Anda juga bisa menggunakannya sebagai koleksi pribadi. Itu artinya, kreator berhak mengunggah karya foto ini ke akun media sosialnya sendiri. 

Lalu, apa format foto yang bisa diperjualbelikan dalam ekosistem NFT?

Jawabannya adalah bebas. Apa pun foto NFT yang dipilih, mulai dari karya foto landscape, portrait, human interest, dan berbagai format foto lainnya, seperti foto animasi dari kreator  MetaGaruda atau GIF, bisa Anda jual di ekosistem ini.

Baca juga: Inilah 4 Mural Artist yang Berhasil Menjual Karyanya Sebagai NFT

Tips untuk Menambah Daya Tarik Foto NFT

Setelah mengetahui apa itu foto NFT, sekarang saatnya untuk mengetahui tips menjualnya. Memperoleh karya fotografi yang baik itu tidak mudah, tetapi akan lebih sulit lagi jika harus menjualnya di ekosistem NFT yang ramai dengan kompetitor lainnya. Berikut adalah sederet tips yang bisa kreator gunakan:

1. Pilih foto yang memiliki keunikan

Tips pertama untuk bisa menjual foto NFT dengan maksimal di ekosistem ini adalah dengan memilih foto yang tak hanya baik secara kualitas, tapi juga unik. Foto yang dapat bersaing di ekosistem NFT adalah foto-foto yang memiliki nilai kelangkaan (rarity) atau keunikan. Semakin langka atau unik sebuah foto, semakin besar pula peluangnya untuk laris di pasaran.

2. Percantik foto menggunakan tools editing

illustrasi tools foto nft

Tips kedua yang bisa creator lakukan adalah dengan memoles foto NFT menggunakan berbagai tools editing. Mengedit foto bukan berarti memberikan sentuhan palsu dalam karya fotografi yang Anda hasilkan, tetapi lebih pada mengoptimalkan kualitas yang dihasilkan. Misalnya, Anda mengedit foto NFT untuk memperoleh HDR atau menaik-turunkan brightness dan kontras pada foto.

Saat ini, sudah banyak sekali tools editing foto yang bisa Anda gunakan, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks seperti Photoshop. Mengedit foto juga bisa membuat foto NFT Anda semakin unik dan memiliki nilai kelangkaan (rarity), sehingga akan lebih banyak dilirik di ekosistem NFT.

3. Terapkan mixed-media

Alih-alih menjual foto NFT yang biasa-biasa saja, Anda juga bisa menerapkan mixed-media, yakni menggabungkan dua foto dalam satu frame sekaligus. Misalnya, Anda ingin memperoleh hasil foto yang unik dan memiliki nilai rarity, maka Anda bisa menggabungkan foto digital dan foto analog dalam satu frame, sehingga foto ini cenderung tidak dimiliki oleh kreator lainnya.

4. Lakukan riset pasar

Tips yang keempat saat ingin menjual foto NFT adalah dengan melakukan riset pasar terlebih dahulu. Sebenarnya, tips ini tak hanya berlaku untuk ekosistem NFT, melainkan juga untuk semua jenis perdagangan. Riset pasar memungkinkan kreator untuk tahu peluang foto yang akan laris dan sedang dibutuhkan oleh masyarakat, misalnya untuk wallpaper laptop, presentasi, dan sebagainya.

Setelah mengetahui apa itu foto NFT, kini Anda tahu bagaimana fotografi memiliki pasarnya sendiri. Namun, untuk dapat berkompetisi dengan berbagai kreator lainnya di ekosistem NFT, ada beberapa tips khusus. Empat tips di atas adalah contoh yang bisa Anda terapkan saat ingin menjual karya fotografi dalam ekosistem NFT.

Para kreator bisa mendaftarkan dirinya sebagai Official Partner dan menjual foto NFT terbaik di TokoMall, begitu pula dengan para kolektor  yang ingin mengoleksi berbagai aset digital menarik. Sebelum benar-benar terjun dalam ekosistem NFT, pastikan Anda tahu bagaimana peluang dan risiko yang ditawarkan. Yuk, bergabung dengan komunitas resmi TokoMall di Telegram dan Discord untuk tau lebih banyak informasi mengenai dunia NFT!



Sumber : news.tokocrypto.com

Tidak Hanya Dinikmati, Kini Kopi Barista Merambah ke Project NFT

Apakah Anda penggemar kopi? Sudah beberapa waktu terakhir, banyak kedai kopi kekinian yang hadir dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Nggak hanya kopi, barista atau orang yang ahli dalam membuat kopi pun menjadi salah satu pekerjaan yang diminati anak muda seiring menjamurnya industri kopi.

Kopi dan Barista, Dua Hal yang Tak Bisa Dipisahkan

Untuk menghadirkan kopi yang nikmat, dibutuhkan dua hal, yakni jenis sajian kopi itu sendiri dan juga keterampilan barista. 

Kopi memiliki rasa yang relatif berbeda-beda, tergantung jenis serta bahan campuran yang ditambahkan. Misalnya saja, Americano adalah salah satu jenis yang disukai para penggemar kopi tulen karena memiliki rasa pahit dan tidak semua orang menyukai taste pahit yang rich.

Meskipun begitu, saat ini banyak bahan yang dipadupadankan ke dalam kopi untuk membuat rasa yang beda dan tetap bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai kopi sekalipun, seperti halnya menambahkan susu, caramel, jus alpukat, gula aren, dan lain-lain. Nah, akhirnya kopi pun bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

Selain inovasi yang menjadikan kopi semakin nikmat, aspek penting selanjutnya adalah barista. Barista merupakan seseorang yang menyajikan kopi secara profesional yang membutuhkan keterampilan serta pelatihan secara khusus. Nggak hanya dituntut harus menghadirkan sajian kopi yang nikmat, barista juga perlu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik ketika melayani konsumen.

Dengan begitu, konsumen tidak hanya mendapatkan kenikmatan kopi, tetapi juga mendapat experience yang lebih kaya dengan sentuhan personal.

Nah, selain banyak diminati karena kenikmatannya, kopi ternyata juga populer hingga ke dunia NFT, lho! Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk, simak bersama!

Crypto Barista, Project untuk Kafe NFT

Selain hadir untuk memberikan kenikmatan bagi para penggemarnya dengan suguhan pada secangkir kopi, kopi sudah mulai merambah ke dunia NFT dengan segudang inovasinya. Salah satu project NFT yang telah diciptakan oleh sebuah industri kopi adalah Crypto Barista.

Crypto Barista adalah hand-drawn characters yang pembeliannya dapat mendukung kehadiran kafe berdana NFT pertama di New York City. Pada musim pertama Crypto Barista, terdapat 60 karakter kopi barista lucu yang diciptakan oleh seorang ilustrator bernama Tony Bui dan Coffee Bros.

Coffee bros

Sumber: https://cryptobaristas.com/

Nah, Coffee Bros sendiri merupakan perusahaan kopi pertama yang memiliki inovasi serta keberanian untuk merambah ke dunia NFT. Selain itu, Coffee Bros adalah pihak yang menginisiasi project Crypto Barista ini, lho!

Ini Dia Tujuan Dibentuknya Crypto Barista!

Selanjutnya, apa sih maksud dan tujuan dibentuknya Crypto Barista ini?

Jadi, Crypto Barista hadir untuk membangun komunitas yang memiliki preferensi dan kemauan untuk melakukan apresiasi terhadap karya seni, entrepreneurship, inovasi, hingga apapun yang berhubungan dengan kopi. 

Crypto Barista

Sumber: https://coffeebros.com/blog/how-to-buy-nfts-a-quick-overview/

Dan Hunnewell (4/11/21), yaitu founder dari Coffee Bros (The Regalia Roasting Collective) mengatakan jika Crypto Barista ini juga memiliki ambisi utama untuk membuka ruang terbuka di New York City, di mana karya seni dan inovasi saling bersatu.

Baca Juga: Terus Berkembang, Masa Depan NFT Akan Hadir di Sektor Ini!

Apa yang Didapatkan dari Crypto Barista?

Setelah mengetahui tujuan dan maksud dibentuknya Crypto Barista, apa sih yang akan didapatkan pemilik Crypto Barista?

Bisa dibilang, pemilik Crypto Barista akan mendapat beberapa hal menarik yang nggak pernah kita pikirkan sebelumnya, di antaranya adalah:

1. Caffeinated Perks

Pemilik Crypto Barista akan mendapat Caffeinated Perks, yaitu sebutan untuk menikmati fasilitas di Coffee Bros, mencicipi kopi eksklusif, hingga mendapat diskon merchandise Crypto Barista.

2. Barista Bank

15% dari semua dana yang terkumpul melalui project NFT dan penjualan merchandise akan disimpan dan pemilik Crypto Barista memiliki hak secara penuh dalam mengontrol dana tersebut.

Dana tersebut akan digunakan untuk beberapa hal, seperti keperluan donasi dalam industri kopi, membuat project baru, atau sebagai dana pengembangan untuk project yang sedang berlangsung.

3. Hak Voting Project

Pemilik Crypto Barista memiliki hak dalam pembuatan keputusan untuk berbagai hal, yakni konsep karakter baru, arah musim kedua dan musim berikutnya, serta penggunaan 15% dana dalam Barista Bank.

Cara Mudah Mendapatkan NFT Crypto Barista

Sebenarnya, cara untuk membeli NFT Crypto Barista sangat mudah, kok! Kalau Anda tertarik untuk memiliki salah satu dari 60 karakter Crypto Barista yang tersedia pada musim pertama, berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

  1. Beli ETH terlebih dahulu pada crypto exchange, salah satunya Tokocrypto
  2. Setelah itu, buat crypto wallet seperti Metamask
  3. Transfer ETH yang sudah Anda beli di Tokocrypto ke akun Metamask agar lebih mudah untuk melakukan transaksi ke sejumlah marketplace ternama
  4. Masuk ke marketplace Rarible dan sambungkan akun Metamask
  5. Cari akun “Crypto Barista”
  6. Temukan karakter Crypto Barista favorit Anda dan beli menggunakan ETH

Selamat! Karakter kopi barista dari Crypto Barista yang lucu sudah menjadi milik Anda! Eits, tapi jangan lupa untuk memperhatikan besaran nominal gas fee, ya! Harga gas fee yang tidak menentu dapat membuat nominal NFT lebih mahal daripada sebelumnya.

Baca Juga: Ketahui Alasan Kenapa Gas Fee Mahal dan Cara Kerjanya

Itulah ulasan singkat mengenai kopi barista dan project NFT yang sangat menarik. Jika Anda ingin mencari NFT art lainnya, Anda bisa menemukannya di TokoMall, lho! Sebagai NFT marketplace  pertama di Indonesia, di TokoMall Anda bisa menemukan beragam karya spektakuler dari berbagai kreator! 

Tunggu apalagi? Kunjungi Tokomall dan segera miliki NFT art favorit Anda!



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Menambang Ethereum: Panduan dan Tips Agar Auto Cuan

Rencana perpindahan Ethereum dari mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) menjadi Proof of Stake (PoS) masih belum selesai. Itu sebabnya, hingga saat ini Ethereum masih dapat diperoleh lewat penambangan atau yang biasa di sebut dengan mining layaknya Bitcoin, lho. Para penggemar Ethereum, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Yuk, intip penjelasan mengenai cara mining ethereum berikut ini!

Apa Itu Mining Ethereum?

Mining Ethereum adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan sejumlah ETH, selain dengan membelinya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara memecahkan suatu teka-teki matemtika untuk kemudian memverifikasi transaksi yang terjadi, sehingga terdapat satu blok yang bertambah dalam blockchain.

Kemudian, apabila transaksi tersebut berhasil terverifikasi, maka si penambang atau miner akan mendapatkan sejumlah imbalan dalam bentuk ETH. Hingga saat ini, jumlah imbalan per blok adalah 2 ETH ditambah dengan transaksi dan gas fee yang telah dibayarkan.

Lalu, apa bedanya dengan mining Bitcoin?

Modifikasi Ethereum adalah hal yang membuat penambangan Ethereum berbeda dengan Bitcoin. Sebab, Ethereum sudah didesain agar kegiatan mining lebih efisien dengan memanfaatkan perangkat bernama Graphic Processing Unit (GPU) saja. Sementara itu, dalam mining Bitcoin diperlukan perangkat khusus yang dinamakan Application System-Integrated Circuit (ASIC) yang cenderung lebih mahal dan kelas berat.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Hal ini dikarenakan Ethereum ingin memberikan kesempatan bagi para penambang perseorangan mencobanya di rumah. Meskipun masih tetap dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan penambangan akan berhasil. Ditambah lagi, supply Ethereum tidak terbatas seperti Bitcoin dan telah dilakukan pemotongan imbalan blok, sehingga penurunan nilainya tidak akan terlalu drastis. 

Selain itu, Ethereum juga sedang dalam proses migrasi ke mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) dan akan selesai dalam waktu dekat. Jika Ethereum sudah sepenuhnya menggunakan PoS, kegiatan mining sudah tidak bisa lagi dilakukan dan berubah menjadi staking.

3 Cara Mining Ethereum yang Bisa Dipilih

cara menambang ethereum

Dalam menambang Ethereum, terdapat 3 cara yang bisa dipilih sesuai dengan kemampuan miner, yaitu:

1. Solo Mining

Cara pertama adalah dengan melakukan mining secara perseorangan. Cara ini memang terlihat mudah, karena tidak ada biaya yang perlu dibayar dan jika berhasil, hasil mining bisa dinikmati sepenuhnya. Akan tetapi, cara satu ini sebenarnya sangat bergantung pada kemampuan perangkat komputer yang digunakan untuk mining, lho. Sehingga tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.

Para miner harus memiliki hardware dengan kualitas yang mumpuni, bahkan membutuhkan beberapa GPU. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan biaya listrik, perawatan perangkat, hingga tempat untuk melakukan mining. Sehingga, cara ini dianggap kompleks dan memiliki peluang yang lebih sedikit untuk berhasil, apalagi jika hanya menggunakan perangkat yang seadanya atau dilakukan oleh miner pemula.

2. Pool Mining

Berbeda dengan solo mining, cara mining ethereum satu ini dilakukan secara bersama-sama dalam suatu wadah yang disebut dengan pool atau kolam. Tiap kali ada seseorang yang berhasil mendapat imbalan hasil memecahkan teka-teki matematika, maka imbalan tersebut akan dibagi rata kepada setiap anggota dalam pool. Terdengar lebih mudah, bukan?

Baca juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

Memang, pool mining sangat cocok untuk para miner pemula yang tidak memiliki perangkat yang cukup canggih. Akan tetapi, tidak semua pool memiliki nilai yang setara, lho. Jadi, Anda wajib memperhatikan 3 hal ini sebelum memutuskan untuk bergabung, yaitu ukuran, biaya, dan jumlah terkecil yang bisa ditarik dari pool. Jika tidak sesuai, Anda bisa mencoba mencari pool yang lain.

3. Cloud Mining

Nah, cara terakhir adalah dengan cloud mining, yaitu mempekerjakan seseorang untuk melakukan mining. Bagaimana bisa? Nah, caranya adalah dengan menyewa seseorang yang memiliki perangkat komputer yang canggih dan bersedia untuk melakukan mining. Nantinya, imbalan dari keberhasilan mining akan diberikan untuk Anda.

Cara mining ethereum ini dianggap lebih menguntungkan karena Anda tidak memiliki tanggung jawab besar dalam proses teknis mining. Anda hanya perlu membayar biaya sewa yang biasanya sudah mencakup biaya listrik dan perawatan perangkat. 

Namun, Anda juga harus tetap berhati-hati dalam memilih jasa cloud mining, ya. Sebab, hampir seluruh transaksi dilakukan secara online dan tidak semua jasa bisa dipercaya. Untuk itu, lebih baik Anda memilih platform cloud mining yang cukup besar dan dapat dipercaya.

3 Platform untuk Menambang Ethereum

platform menambang ethereum1. MinerGate

Platform penambangan berupa mining pool yang satu ini sangat cocok digunakan oleh para miners pemula, nih. Sejak peluncurannya pada 2014 lalu, MinerGate masih menjadi pilihan banyak miners, totalnya sekitar 5.1 juta pengguna di seluruh dunia melansir Software Testing Help, dikarenakan memiliki tampilan yang jelas beserta tools yang lengkap dan mudah dioperasikan. MinerGate memiliki 2 jenis penambang, yaitu Graphical User Interface (GUI) dan Console.

Kelebihan lainnya adalah di MinerGate, tidak hanya ETH saja yang bisa ditambang oleh pengguna, tetapi juga aset kripto lain seperti Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), hingga yang terbaru ada ICON Representative (ICX). MinerGate berencana untuk terus menambahkan aset kripto lain dan mendukung mekanisme konsensus lain seperti PoS.

2. NiceHash

Platform selanjutnya dianggap sebagai salah satu pionir dalam kegiatan cloud mining, dikarenakan sudah dirilis sejak 2014 lalu. Sebagai platform cloud mining, NiceHash telah digunakan oleh lebih dari 650 ribu pengguna dari seluruh dunia setiap harinya. NiceHash juga dilengkapi banyak fitur yang bermanfaat, seperti kemampuan cloud mining menggunakan lebih dari 30 algoritma.

Baca juga: 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

NiceHash juga memungkinkan para penggunanya untuk memantau aktivitas mining secara real time. Selain itu, para pengguna NiceHash tidak diikat dengan perjanjian khusus, sehingga para pengguna yang ingin membatalkan sewa dapat melakukannya tanpa dipotong biaya pembatalan layaknya marketplace.

3. NBMiner

Terakhir adalah platform bernama NBMiner yang bisa dimanfaatkan oleh para solo miners, khususnya yang memiliki perangkat kartu grafis NVIDIA LHR. Ditambah lagi, baru-baru ini NBMiner melakukan pembaruan yang meningkatkan performa mining hingga 70 persen, yaitu melalui pemanfaatan mode LHR terbaru yang bisa meningkatkan hash rate.

Selain ETH, NBMiner juga bisa digunakan dalam menambang aset kripto lainnya seperti Zilliqa (ZIL), Grin (GRIN), juga Conflux (CFX). NBMiner dapat beroperasi dengan baik di dua sistem operasi besar, yaitu Windows juga Linux, sehingga para miners tidak perlu khawatir.

Sekarang, Anda sudah paham, kan, mengenai cara menambang Ethereum? Ternyata, memang tidak semudah yang dibayangkan, ya. Akan tetapi jangan khawatir, karena Anda masih bisa mendapatkan ETH dengan investasi! Tentunya di exchange yang terpercaya dan sudah resmi terdaftar di Bappebti seperti Tokocrypto. 

Yuk, segera kunjungi www.tokocrypto.com untuk informasi lebih lengkap dan gabung bersama komunitas Tokocrypto di Discord!



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Polygon Matic Coin, Aset Kripto Idaman Yang Naik Daun

Ketika harga Bitcoin mengalami penurunan di akhir Desember 2021, Polygon atau MATIC coin justru menjadi salah satu koin yang mengalami kenaikan harga.  Berdasarkan CoinMarketCap, pada tanggal (27/12/2021), harga satu koinnya mencapai Rp 41.132,49 dan ini bisa dikatakan telah mencapai all time high-nya! Dukungan dari lembaga, investor dan perkembangan yang terjadi di ekosistemnya adalah beberapa penyebab kenapa harga Polygon mengalami kenaikan. 

Mau lebih tau mengenai Polygon (MATIC) coin? Yuk, simak terus artikel ini!

Kenalan dengan Polygon (MATIC) Coin

Native token Polygon alias MATIC coin adalah token ERC-20 yang berjalan di blockchain Ethereum. Polygon ini diciptakan pada tahun 2017 oleh beberapa pengembang Ethereum asal India yakni Jaynti Kanani, Sandeep Nailwal, Anurag Arjun, dan Mihailo Bjelic. 

Polygon lahir dari adanya permasalahan yang ada pada Ethereum yang merupakan salah satu alternative coin yang punya banyak peminat, sehingga terjadinya jaringan tersebut semakin padat. Kondisi ini pun menyebabkan gas fee yang mahal beserta lambatnya proses transaksi. Nah, berkat alasan inilah Polygon hadir, yang diharapkan bisa menjadi jawaban dari permasalahan tersebut. 

Ilustrasi Matic coin.

Ilustrasi Matic coin.

Cara Kerja Polygon (MATIC) Coin

Untuk menjawab dua permasalahan di atas, Polygon menghadirkan solusi layer 2 pada cara kerjanya. Layer 1 (L1) yang dimaksud adalah mainnet Ethereum sebagai jaringan blockchain utama dan Layer 2 (L2) adalah blockchain yang berjalan bersama Layer 1. 

Solusi layer 2 ini adalah cara yang digunakan oleh pengembang agar transaksi Ethereum dapat dilakukan di jaringan Polygon. Nah, cara ini digunakan agar pengguna aplikasi tidak dirugikan oleh kepadatan yang terjadi di jaringan Ethereum tersebut. 

Sedangkan, cara yang ditempuh Polygon dalam menyiasati gas fee yang mahal adalah dengan menghadirkan sistem commit chains serta side chains. 

Cara ini memungkinkan developer memanfaatkan skalabilitas Polygon sekaligus memanfaatkan keamanan yang disediakan oleh jaringan Ethereum. Dengan menggunakan Polygon, developer dapat meningkatkan kinerja aplikasi mereka untuk transaksi yang lebih cepat serta gas fee yang lebih murah dibanding dengan mainnet Ethereum. 

Baca juga: Cara Mudah Memulai Trading Kripto Untuk Pemula

Bagaimana Harga Polygon (MATIC) Coin?

Kendati pertama kali diciptakan tahun 2017, Polygon baru memasuki pasar kripto di April 2019 setelah berhasil mengumpulkan dana sebesar $5,6 juta dan memiliki harga awal $0,0025. Di bulan pertama, tepatnya Mei 2019, harga Polygon melonjak tinggi dan mampu mencapai $0,047, lho! Walaupun dua minggu setelahnya, ia turun ke harga $0.023. 

harga polygon (MATIC) coin

Tahun 2021 bisa dikatakan menjadi tahun yang menarik bagi Polygon. Setidaknya selama bulan Januari hingga Mei, Polygon menunjukkan harga yang terus naik. 

Tepat di 18 Mei 2021, Polygon berhasil mencapai all time high pertamanya di kisaran harga Rp 35.206,79. Walaupun bulan-bulan selanjutnya ia memiliki harga yang cukup fluktuatif, namun pada bulan Desember 2021, Polygon kembali mencetak all time high terbarunya di angka Rp 41.132,49. Padahal di bulan yang sama, harga Bitcoin seakan mengalami babak belur. 

Penyebab Harga Polygon Tetap Naik ketika Harga Bitcoin Turun

polygon MATIC coin

Jika di awal sudah disebutkan secara sepintas. Berikut kami rangkumkan beberapa penyebab lainnya. Melansir dari Voi, ada beberapa alasan yang menjadi penyebabnya. 

Pertama, ekosistem Polygon mengalami perkembangan yang pesat, dan buktinya adalah implementasi protokol, migrasi lintas rantai, peluncuran produk yang diperdagangkan di bursa ETPs yang terpusat pada Polygon, serta peningkatan stabilitas dalam aktivitas pengguna. 

Kedua, pertukaran terdesentralisasi IDEX telah mengumumkan bahwa mereka akan merilis v3 untuk jaringan Polygon, yang menjadikan DEX likuiditas gabungan pertama Polygon. 

Terakhir, dukungan investor institusional pun turut meningkat yang disebabkan oleh tersedianya produk perdagangan bursa (ETP) dalam beberapa bulan terakhir. Seperti Osprey Polygon Trust dan 21 Shares Polygon ETP di bulan September dan November. 

Di sisi lain, kepercayaan investor institusional terhadap Polygon juga menjadi penyebab meroketnya harga MATIC, nih. Sebut saja Wintermute, pembuat pasar aset digital tersebut telah menginvestasikan $20 juta atau setara Rp 287 miliar untuk mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (DApps) di Polygon. 

Itulah penjelasan lengkap mengenai Polygon (MATIC) coin. Bisa dikatakan MATIC coin adalah salah satu koin yang patut Anda pilih sebagai investasi. Mau tahu lebih lanjut mengenai perkembangan aset kripto lainnya? Yuk, baca terus artikelnya hanya di Tokocrypto atau Anda bisa bergabung di komunitas Tokocrypto juga, lho!

Baca juga: Panduan Swing Trading dalam Investasi Kripto untuk Pemula



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Standar Token ERC 20 hingga Cara Kerja dan Kegunaannya

Dalam mempelajari aset digital kripto, terutama Ethereum, Anda mungkin pernah berjumpa dengan istilah “ERC 20”. Bahkan, istilah tersebut sering dikaitkan dengan beberapa aset kripto besar dan dompet kripto populer seperti Tether (USDT), Polygon (MATIC), Shiba Inu (SHIB), dan dompet Metamask. Ingin paham lebih dalam mengenai standar ERC 20? Mulai dari kaitannya dengan jaringan Ethereum, cara kerja, hingga kegunaannya. Yuk, simak selengkapnya!

Apa itu Jaringan Ethereum?

illustrasi jaringan eth

Anda tentu sudah familiar dengan Ethereum (ETH), salah satu aset digital kripto populer dengan kapitalisasi pasar tinggi, menduduki peringkat kedua setelah Bitcoin. Ternyata, aset kripto ini merupakan solusi pembayaran yang dibuat untuk jaringan Ethereum. Jaringan ini dicetuskan Vitalik Buterin dan menerapkan sistem terdesentralisasi, blockchain dengan sistem open-source, dan dilengkapi dengan fungsi smart contract.

Jaringan Ethereum sendiri dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi, termasuk token. Menariknya lagi, pembuatan aplikasi melalui jaringan Ethereum tidak memerlukan layanan perantara untuk beroperasi seperti kebanyakan aplikasi konvensional.

Implementasi pembuatan aplikasi untuk token dalam jaringan Ethereum pertama kali diusulkan oleh Fabian Vogelsteller pada November 2015. Vogelsteller memanfaatkan fungsi smart contract untuk menyusun suatu standar pembuatan aplikasi token yang disebut dengan ERC-20 atau Ethereum Request for Comments 20.

Jadi, ERC-20 adalah standar untuk merancang suatu tipe token yang spesifik. Standar tersebut merupakan seperangkat pedoman dasar yang harus diikuti setiap token baru, setelah ETH, yang dibuat dalam jaringan Ethereum. 

Baca juga: Apa Itu Ethereum? Berikut Panduan Lengkapnya!

Mengenal Standar Token ERC 20

Bisa dibilang, ERC-20 adalah “patokan” untuk membuat token baru dalam jaringan Ethereum. Tiap aplikasi token yang dibuat dengan smart contract Ethereum pasti menerapkan standar ERC-20. Token yang dibuat dengan standar ERC-20 hanya bisa dijalankan pada platform berbasis Ethereum. Itu berarti, token tidak akan berlaku pada jaringan selain Ethereum. Misalnya, token USDT tidak akan berlaku di jaringan Polkadot atau Hyperledger Fabric. 

Perlu diingat juga, standar token ini juga hanya berlaku untuk fungible token, bukan non-fungible token. Selain itu, Anda bisa menukarkan satu token ERC 20 dengan token ERC 20 lain karena nilainya sepadan.

Beberapa contoh token besar yang berstandar ERC 20 dan tersedia untuk diperjualbelikan antara lain adalah Tether (USDT), Binance Coin (BNB), dan Wrapped Bitcoin (wBTC).

Baca juga: Yuk, Kenali Perbedaan Wrapped Bitcoin dengan Bitcoin!

Aturan Dasar ERC 20

Dalam membuat proyek kripto atau token dengan standar ERC 20, ada aturan dasar yang harus dipenuhi, yaitu token harus mampu menjalankan fungsi-fungsi berikut ini:

  1. TotalSupply: memberikan informasi mengenai jumlah total pasokan token.
  2. BalanceOf: menyediakan informasi saldo rekening pemilik.
  3. Transfer: mampu mengirim sejumlah token ke alamat tertentu.
  4. TransferFrom: mampu menerima sejumlah token dari alamat tertentu.
  5. Approve: memberi izin kepada pembeli untuk menarik sejumlah token dari akun tertentu.
  6. Allowance: mengembalikan sejumlah token dari pihak pembeli kepada pemilik asli.

Fungsi-fungsi di atas akan memicu aplikasi token untuk menjalankan dua tindakan, yakni proses transfer token (berlangsung tiap token berpindah kepemilikan) dan proses validasi (berlangsung tiap persetujuan dibutuhkan).

Kegunaan ERC 20

kegunaan token erc 20

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegunaan ERC 20 adalah sebagai patokan dalam membuat sebuah token aset kripto. Hal tersebut memang benar adanya. Anda bisa menjadikan token yang dibuat dengan standar ini sebagai aset kripto. Meski begitu, kegunaan standar token ERC 20 ternyata tidak hanya itu. Berikut adalah beberapa kegunaannya, yaitu:

Ada kalanya, para pengembang aplikasi yang menggunakan jaringan Ethereum melakukan crowdfunding (penggalangan dana) untuk melanjutkan proyek mereka. Dengan adanya ERC-20, mereka dapat membuat token sebagai ganti dana investasi yang disuntikkan investor.

Selanjutnya, standar token ERC 20 juga bisa digunakan untuk mengambil keputusan terkait suatu proyek yang dikembangkan dalam jaringan Ethereum. Makin banyak jumlah pengguna token, maka semakin besar pengaruh dalam setiap pengambilan keputusan.

Standar token ERC 20 bersifat fungible. Itu berarti, dalam jumlah tertentu, token dapat mewakili kepemilikan aset fisik seperti emas.

Seperti yang telah dijelaskan pada poin mengenai aturan dasar ERC 20, tiap token harus bisa menjalankan fungsi transaksi. Tiap transaksi biasanya memiliki biaya tambahan yang dikenal dengan istilah ‘gas fee’. Ketika jaringan sedang macet, gas fee akan mendorong agar transaksi lebih cepat. Gas fee sendiri nominalnya dipotong dari nilai token pengguna.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa ERC 20 merupakan standar token yang digunakan sebagai pedoman untuk membuat token dalam jaringan Ethereum. Saat ini, sudah banyak proyek kripto yang menggunakan standar ini berhasil menjadi besar di pasar. Anda tertarik untuk membelinya? Yuk, selesaikan KYC dan beli token berstandar ERC 20 di Tokocrypto! Jangan lupa juga untuk gabung dengan Komunitas Tokocrypto, ya!

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI



Sumber : news.tokocrypto.com

Saingan OpenSea, Berikut Serba-Serbi Marketplace NFT Rarible

Tidak bisa dipungkiri, demam NFT terus menyebar ke seluruh bagian di dunia. Hal ini membuat banyak sekali pendatang baru yang memulai berkarir di dunia NFT, dengan memanfaatkan marketplace NFT yang beragam di pasaran. Terdapat salah satu marketplace NFT yang banyak digunakan sejak awal kemunculannya, yaitu Rarible. Penasaran mengenai ciri khas dan cara kerja dari marketplace NFT tersebut yang kini populer? Yuk, simak selengkapnya!

Sebenarnya, Apa Itu Rarible?

Seperti yang telah disinggung di atas, Rarible adalah sebuah marketplace NFT yang bergerak di bawah blockchain Ethereum, di mana di dalamnya para pengguna bisa membagikan, menjual, dan membeli suatu karya NFT hingga mendapatkan hak miliknya. Ditemukan oleh Alex Salnikov dan Alexei Falin dan berhasil diluncurkan pada tahun 2020, didukung dengan pendanaan yang dilakukan oleh CoinFund.

Cara Kerja Rarible

aplikasi nft marketplace rarible

Para kreator bisa menjual NFT dengan hanya satu keping saja hingga beberapa edisi, berkat standar token ERC-721 dan ERC-1155 yang diterapkan dalam marketplace. Koleksi yang dimiliki pun sangat beragam, mulai dari karya seni digital, meme, hingga item yang bisa digunakan untuk game NFT dan lahan virtual di Metaverse. Sejak 2021, terdapat peningkatan dalam pengguna Rarible yang mencapai 10 ribu pengguna tiap bulannya, dengan volume penjualan terbanyak berasal dari pasar kedua atau secondary.

Lantas, Apa yang Membuat Rarible Berbeda dengan Opensea?

OpenSea memang dikenal sebagai salah satu marketplace NFT tertua, tercatat diluncurkan pada 2017. Jumlah penggunanya terus meningkat, bahkan hingga melebihi 500 ribu setiap bulannya. 

Memang, beberapa fitur yang dimiliki OpenSea membuatnya lebih unggul, seperti bisa menerima 150 aset kripto sebagai alat transaksi, sementara Rarible hanya menerima ETH, FLOW, dan XTZ. Namun, para penggunana bisa melakukan pembayaran via kartu kredit untuk memudahkan para pengguna awam bertransaksi.

Meski begitu, terdapat salah satu fitur unggulan OpenSea yang juga dimiliki Rarible adalah ‘lazy minting. Di mana lewat fitur tersebut, para kreator bisa minting NFT miliknya tanpa dikenakan gas fee atau biaya apapun, mengutip Cointelegraph. 

Sehingga, proses minting tidak terjadi pada saat pembuatan NFT melainkan pada saat terjadi pembelian. Jadi, pembeli lah yang akan membayarkan sejumlah gas fee. Nah, untuk nominal gas fee nya dikenakan sebesar 2.5% saja.

Keunikan lainnya adalah para kreator bisa memodifikasi NFT yang di-minting, seperti dengan mengatur resolusi sesuai keinginan hingga menambahkan kode tersembunyi ke dalam NFT. Selain itu, persentase biaya royalti yang ditentukan oleh para kreator bisa mencapai hingga 50%, lho! Sistem pembayarannya pun cenderung lebih cepat didapatkan sesaat NFT tersebut terjual.

Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

Selain menyediakan marketplace, nft marketplace satu ini juga memiliki governance token yang dikenal dengan RARI yang dianggap sangat bernilai karena bisa berpengaruh langsung terhadap platform mereka yang terdesentralisasi. Tujuan dari token ini adalah tentunya untuk menjalankan ekosistem yang dimilikinya, sehingga para pengguna bisa ikut berpartisipasi dalam tata kelolanya, seperti pemungutan suara untuk perubahan biaya hingga perubahan aturan.

Sederet NFT Populer yang Di-minting di Rarible

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Rarible memiliki berbagai jenis koleksi NFT, mulai dari karya seni biasa hingga item untuk Metaverse. Namun, sepanjang perkembangannya dan berkat banyaknya nama besar mulai dari public figure hingga brand ternama yang minting NFT miliknya seperti Floyd Mayweather, Lindsay Lohan, hingga brand seperti Twitter dan Adidas. 

Meski begitu, beberapa waktu belakangan terdapat NFT populer yang berasal dari kalangan seniman visual, illustrator yang sudah kami rangkum. Berikut 5 proyek NFT populer yang ada di Rarible, yaitu:

1. Bored Ape Yacht Club

nft bored ape 5673

Source: Bored Ape Yacht Club #5673

Anda pasti tahu, kan, proyek NFT bergambar kera yang amat viral? Betul, proyek yang diberi nama ‘Bored Ape Yacht Club’ tersebut menjadi salah satu NFT populer yang pernah ada. Hingga kini, volume penjualannya di Rarible mencapai 19.6 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya berkisar di angka 400 ribu USD. Fantastis, bukan?

Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

2. MOAR by Joan Cornella

nft mora kreasi joan cornella

Source: https://joancornella.fwenclub.com/

Proyek NFT populer lainnya adalah ‘MOAR by Joan Cornella’. NFT yang mengusung konsep sebuah mansion yang berada di Metaverse dengan kesan meme ini berhasil meraup volume penjualan sebesar 21.3 juta USD, lho! Di dalam mansion tersebut, juga terdapat karakter seperti manusia, cyborg, hingga zombie. Satu keping NFT-nya memiliki rata-rata harga sebesar 5500 USD.

3. Adidas Originals: Into the Metaverse

nft adidas untuk metaverse

Source: adidas Originals

Selain seniman dan illustrator, brand besar seperti adidas Originals pun menjual proyek NFT. Proyek NFT ini berhasil meraup volume perdagangan sebanyak 11 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya senilai 7000 USD. NFT yang dijual berupa avatar atau karakter yang bisa digunakan oleh pengguna Metaverse.

4. RTFKT – MNLTH

nft brand fashion rtfkt

Source: RTFKT – MNLTH

Selain adidas Originals, brand fashion lainnya yang menjual proyek NFT adalah RTFKT. Bekerja sama dengan Nike, RTFKT meluncurkan sebuah NFT berupa collectible item yang dinamakan ‘RTFKT – MNLTH’ atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘Monolith’. Volume penjualannya senilai 6.2 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya sebesar 24100 USD.

5. Arcade Land

nft arcade land

Source: Arcade Land Mega #16

NFT dari ‘Arcade Land’ juga menjadi salah satu NFT terpopuler yang dijual. NFT dengan bentuk lahan di Metaverse dengan spesifikasinya yang unik dan berbeda tiap item-nya, membuat Arcade Land banyak diminati. Hal ini ditunjukkan dengan volume penjualan sebesar 22.5 juta USD dan per kepingnya memiliki harga rata-rata senilai 4400 USD.

Cara Membuat NFT di Rarible

tampilan dari rarible

Source: Rarible

Setelah memahami serba-serbi Rarible, tertarik untuk mencobanya? Berikut telah kami rangkum cara mendaftarkan diri dan membuat NFT di Rarible, yaitu:

  1. Buka website Rarible di https://rarible.com/
  2. Pilih ‘Sign in’, lalu pilih blockchain dan wallet yang diinginkan untuk minting
  3. Setelah berhasil registrasi, pilih ‘Create
  4. Pilih jumlah edisi yang akan di-minting, apakah ‘Single’ atau ‘Multiple
  5. Upload karya seni yang akan dijadikan NFT dalam format dan ukuran yang ditetapkan
  6. Lengkapi deskripsi NFT
  7. Tentukan jenis penjualan (dijual atau dilelang) dan harga NFT
  8. Tentukan persentase biaya royalti
  9. Jika dibutuhkan, lengkapi NFT dengan kode tersembunyi
  10. Pilih akan minting dengan gas fee atau tidak (lazy minting)
  11. NFT berhasil dibuat

Jadi, itulah penjelasan mengenai Rarible. Ternyata, marketplace NFT satu ini punya banyak keunikan, bahkan dari OpenSea sekalipun, yang membuatnya meraup banyak pengguna, ya. Kunjungi Tokonews untuk informasi lain seputar dunia blockchain dan NFT. Oh iya, jangan lupa untuk mulai jual-beli NFT di marketplace NFT Indonesia yaitu TokoMall. Gabung juga di komunitas resmi TokoMall di Discord dan Telegram, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu VeChain (VET)? Simak Selengkapnya Disini!

VeChain adalah sebuah perusahaan yang menghadirkan solusi bisnis berbasis blockchain yang dikenal dengan VeChainThor dan memiliki token sendiri yakni VET. Blockchain ini tengah mendapat sorotan berkat aplikasi teknologi hingga harga mata uang kripto VET yang mengalami peningkatan signifikan.

Mengutip dari Coinmarketcap, VeChain memiliki visi mendigitalisasi operasi bisnis dan menciptakan solusi nyata menggunakan teknologi smart contract mereka.

Dengan teknologi VeChain, setiap produk memiliki identitas unik yang dapat dilacak.

Yang dapat membantu brand mengidentifikasi keaslian suatu produk sehingga meminimalisir pemalsuan dan penipuan. 

Saat ini, teknologi blockchain yang diimplementasikan untuk manajemen rantai pasokan oleh berbagai industri seperti produksi kendaraan hingga produksi anggur.

Teknologi blockchain ini mendukung berbagai decentralized app (DApps) mulai dari yang bersifat privat hingga aplikasi yang sifatnya publik. 

Baca juga: Kenali Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)

Siapa Pendiri VeChain

Didirikan oleh Sunny Lu, yang merupakan mantan Chief Information Officer (CIO) Louis Vuitton Tiongkok. Dengan latar belakangnya bekerja di industri fashion high-end, beliau berfokus pada menciptakan teknologi blockchain yang dapat memecahkan masalah transparansi. 

Di samping itu, untuk memantau, mengelola, dan juga mengembangkan kemajuan ekosistemnya, didirikanlah sebuah entitas non-profit di Singapura bernama VeChain Foundation. Foundation ini didirikan memantau perkembangan dan kemajuan ekosistemnya.

Bagaimana Cara Kerja VeChain?

VeChain dikategorikan sebagai Blockchain-as-a-Service (BaaS) yang ditujukan untuk menciptakan solusi bisnis dengan teknologi blockchain. Dengan memanfaatkan teknologi VeChainThor blockchain, sebuah ledger platform smart contract yang mengunggulkan kecepatan dan pengaplikasian yang umum.

gambaran konsep blockchain

Platform yang mengaplikasikan algoritma konsensus unik yang dikenal dengan istilah Proof of Authority (PoA) yang berfungsi mengelola blockchain dan mengamankan transaksi.

VeChain menggunakan sistem two-token economy untuk memisahkan beban operasional. 

Adapun 2 Token yang beredar, yakni VeChain (VET), yang merupakan unit transaksi utama yang digunakan dalam ekosistemnya

Yang kedua yaitu VeChainThor (VTHO) yang digunakan untuk membayarkan biaya gas yang termasuk biaya transaksi dan smart-contract

Hal ini ditujukan agar bisnis yang mengaplikasikan teknologi blockchain ini dapat mengukur beban operasional dengan lebih pasti dan mengurangi spekulasi dari volatilitas pasar.

Produk utamanya dikenal dengan nama VeChain ToolChain. Aplikasi blockchain ini memiliki berbagai fitur yakni, Blockchain-as-a-Service (BaaS), Platform-as-a-Service (PaaS), dan Software-as-a-Service (SaaS) yang ditujukan untuk membantu bisnis berskala kecil dan besar membangun solusi bertenaga blockchain dengan lebih cepat. 

Baca juga: Serba-Serbi Blockchain dan 5 Karakteristik Utamanya

Apa Keunikan VeChain?

Platform ini ditujukan untuk menciptakan solusi nyata bagi bisnis yang ingin meningkatkan efisiensi pengelolaan operasi bisnis mereka. 

Demi mencapai tujuan tersebut, VeChain mengembangkan berbagai fitur yang membuat blockchain ini unik, meliputi:

1. Fee Delegation Protocol (VIP 191)

Teknologi fee delegation protocol dari VeChain memungkinkan bagi sebuah perusahaan untuk menempatkan gas fee ke akun gas tertentu. 

Perusahaan dapat menggunakan platform VeChain dan menggunakan layanan digital lainnya, di mana mereka hanya perlu membayarkan data yang mereka gunakan atau ciptakan. Perusahaan tidak perlu mengelola aspek kripto secara mandiri meski menggunakan teknologi Blockchain.

2. Turnkey Offerings

Membangun solusi blockchain adalah sebuah tantangan besar bagi sebuah perusahaan, yang mana mengharuskan perusahaan untuk mempekerjakan blockchain engineer, smart contract developer, ahli keamanan komputer, dan lain sebagainya.

Menyadari kesulitan ini, VeChain menciptakan sebuah solusi di mana perusahaan dapat memanfaatkan perangkat lunak turnkey dan solusi perangkat keras yang dapat diaplikasikan dengan mudah. Hal ini mempercepat proses digitalisasi bisnis dengan biaya serendah mungkin.

3. Efisiensi yang tinggi

Berbeda dengan blockchain yang memiliki teknologi smart contract lainnya, platform VeChainThor dinilai sangat efisien dan menggunakan sedikit energi dibanding kompetitornya, dengan keamanan yang setingkat. VeChain menuturkan bahwa penggunaan blockchain mereka dalam satu tahun hanya membutuhkan 2.4% dari energi untuk menciptakan satu Bitcoin.

Apakah kamu tertarik menggunakan VeChain untuk mendukung digitalisasi bisnismu? Temukan berbagai artikel terkait penerapan teknologi blockchain untuk bisnis di sini

Tetap up to date soal dunia kripto dengan mengikuti media sosial Tokocrypto: Instagram & Twitter. Kamu juga bisa ikut berdiskusi dengan investor lainnya di komunitas Discord kami, join melalui link berikut.





Sumber : news.tokocrypto.com

Immutable X, Marketplace NFT yang Bebas Gas Fee

Sebagai kolektor NFT, Creator pasti paham dengan biaya yang harus dibayarkan saat akan membeli aset digital baru atau disebut sebagai gas fee

Pasalnya, biaya ini bisa membuat harga aset NFT yang sudah mahal sebelumnya menjadi semakin mahal, belum lagi bila platform penyedia memiliki jaringan yang lambat karena dijalankan pada blockchain layer pertama, seperti Ethereum.

Namun, kini Creator tak perlu khawatir lagi sebab sudah ada marketplace NFT yang bebas gas fee, yakni Immutable X.

Kabarnya, marketplace ini didesain untuk menjawab semua persoalan marketplace NFT yang ada sebelumnya, yakni dengan biaya penjualan rendah dan proses transaksi yang cepat lantaran dijalankan di jaringan blockchain layer ke-2. Simak ulasan lengkapnya dibawah ini!

Apa Itu Immutable X?

Immutable X adalah platform jual beli NFT yang dijalankan di jaringan blockchain layer ke-2. Marketplace ini hadir untuk menjawab persoalan yang kerap dikeluhkan oleh para kolektor NFT sehubungan dengan kecepatan transaksi dan mahalnya gas fee

Sebagai platform yang berjalan di jaringan blockchain layer ke-2, platform jual beli nft satu ini tak perlu diragukan lagi kecepatan dan performanya.

Selain menjadi marketplace atau tempat jual beli aset digital NFT, Immutable X juga bisa jadi tempat bagi para pengembang gim dan aplikasi berbasis Ethereum agar dapat menjalankan misinya dengan lebih lancar. Marketplace ini awalnya diberi nama Fuel Games dan menjadi perusahaan gim berbasis di Australia.

Baca juga: Inilah 5 Deretan NFT Marketplace Buatan Indonesia!

Mengenal Token IMX

token immutable x imx

Tak hanya menjadi wadah bagi transaksi jual beli aset digital NFT dan para pengembang gim serta aplikasi, Immutable X juga mengeluarkan aset kriptonya sendiri dalam bentuk koin yang kemudian disebut sebagai IMX. Total token yang diedarkan berjumlah sekitar 2 jutaan IMX dan sempat mencapai harga tertingginya, yakni 9,50 USD pada 26 November 2021.

Meski sempat naik di harga 9,50 USD, harga token IMX saat ini merosot jauh dan dapat dikatakan sedang mencapai titik terendahnya. Harga token IMX berdasarkan CoinMarketCap per Jumat (10/6/2022) ada pada 0,9662 USD. Artinya, harga satu token IMX bahkan tidak mencapai 1 USD.

Lantas, apa kegunaan token IMX? 

Token IMX dapat digunakan untuk membayar seluruh transaksi yang terjadi di platform jual beli aset digital NFT, Immutable X. Sebagai token asli dari platform tersebut, IMX juga dijadikan untuk hadiah di “Staking Reward Pool” dengan jumlah tertentu dari keseluruhan pasokan.

Pada akhirnya, token IMX diadakan untuk menjawab persoalan-persoalan klasik seputar transaksi aset digital NFT yang terjadi di platform pendahulunya yaitu Ethereum. Upaya ini dilakukan dengan cara menjalankan platform di blockchain layer-2 agar transaksi lebih cepat, aman, dan murah.

Baca juga: Mengenal Standar Token ERC 20 hingga Cara Kerja dan Kegunaannya

Serba-serbi Marketplace Immutable X

Lantas, siapa orang di balik platform jual beli nft yang solutif ini? 

Dua orang yang berperan penting di marketplace ini adalah James Ferguson dan Robbie Ferguson. Sebagai sarjana Hukum dan Pemasaran, James Ferguson bertindak sebagai CEO (Chief Executive Operation) di Immutable X sejak 2018.

Sementara itu, Robbie Ferguson adalah co-founder dan pimpinan utama dari platform ini. Robbie Ferguson juga merupakan seorang lulusan kampus yang sama dengan James Ferguson, yakni University of Sydney. Bedanya, Robbie mengambil jurusan Computer Science dan Hukum untuk gelar sarjananya.

Itulah perkenalan singkat dengan Immutable X, platform jual beli aset digital NFT layer-2 yang menjadi solusi atas permasalahan marketplace yang dijalankan di jaringan blockchain layer-1. 

Tak hanya jadi wadah bagi aset digital, marketplace satu ini juga menjadi tempat bagi para pengembang gim dan aplikasi. Selain itu, ada juga token IMX yang dapat menjadi metode pembayaran atas seluruh transaksi yang terjadi di platform ini.Bagaimana, tertarik untuk bermain NFT, khususnya di Immutable X? Pastikan Creator selalu mengikuti info ter-update seputar NFT dengan bergabung di komunitas Discord dan Telegram TokoMall. Selain Immutable X, Creator juga bisa membeli koleksi NFT lewat situs web TokoMall yang bisa diakses pada link ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kawaii Island NFT: Mengenal Game Anime NFT di Metaverse

Saat ini, game Kawaii Island sedang booming sebagai permainan baru yang fresh. Game ini cukup populer, terutama di kalangan pecinta game Play-to-Earn karena dapat menghasilkan cuan lewat pengalaman bermain game yang berbeda. Memangnya, apa itu Kawaii Island NFT? Bagaimana pula cara memainkan game tersebut untuk menghasilkan uang? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Kawaii Island NFT?

Kawaii Island adalah game NFT yang dikembangkan oleh Imba Games Studio dan Orai Chain. Rilis dalam web version pada September 2021 dan mobile version pada 30 Maret 2022, game ini bisa mulai dimainkan dengan 1 akun Binance Smart Chain dan koneksi MetaMask Wallet Anda.

Game baru ini menawarkan dunia metaverse dengan gaya anime yang penuh warna-warni. Permainan yang ditawarkan oleh Kawaii Island ini berupa simulasi kehidupan di sebuah alam semesta fantasi berbentuk kepulauan di atas awan. Karakternya imut dan penuh warna, sesuai dengan namanya, kawaii, yang berarti imut.

Disebut sebagai game Anime Metaverse, Kawaii Island dirancang untuk dimainkan secara multiplayer. Anda akan memasuki dunia multiverse anime sebagai penduduk atau warga di sana, lalu ikut serta menjalankan berbagai aktivitas unik di pulau. Game ini memungkinkan Anda atau tim untuk ikut membangun pulau, membuat kerajinan, berkebun, hingga bersosialisasi dengan penduduk lainnya.

Sebelum mulai bermain, Anda harus mengisi pendaftaran terlebih dahulu. Setelah pendaftaran berhasil, Anda sudah bisa langsung bermain. Pada mulanya, Anda akan diberi sebidang tanah di pulau Anda untuk bercocok tanam. Elemen-elemen magis yang berhasil dipanen nantinya dapat digunakan untuk memberi makan makhluk magis, dijual, atau bisa juga disimpan. Semakin banyak hasil panen, maka semakin banyak pula item yang Anda dapatkan.

gameplay kawaii island

Photo Credit: KAWAII ISLANDS – Kawaiiverse via docs.kawaii.global

Gameplay NFT Kawaii Island

Kawaii Island adalah game NFT berbasis Play-to-Earn, yaitu permainan yang tidak sekadar untuk hiburan atau rekreasi, tetapi juga bisa menghasilkan keuntungan. Setiap pemain akan memiliki kesempatan untuk mengasah kreativitas berbisnis dan keterampilan bermain untuk memaksimalkan keuntungan.

Baca Juga: Pecinta Game, Yuk Cobain Thetan Arena untuk Cari Cuanmu di Dunia NFT!

Dilansir dari sumber terkait, game Kawaii Island sangat disukai karena menawarkan gameplay yang menarik, di antaranya seperti berikut ini.

Farming: 

  • Pemain dapat membangun bisnisnya sendiri secara on-chain berdasarkan kreativitas masing-masing dengan memanfaatkan avatar, tanaman, makhluk, dan item yang ada di pulau.
  • Mengelola sumber daya magis pulau yang berupa buah dan peliharaan ajaib.

Crafting:

Merancang dan membuat berbagai jenis furniture untuk rumah di Cloud. Nantinya, furnitur ini dapat dijual.

Social Club:

Bertemu, bergaul, dan menjalin relasi dengan penduduk Kawaii lain.

Selain farming, crafting, dan social club, pemain juga bisa menyelesaikan berbagai quest yang menantang untuk mendapatkan kekayaan dan prestige, home decorating, dan dress up karakter. Semua kegiatan punya peluang penghasilan dengan sistem Play-to-Earn.

Bagaimana Menghasilkan Keuntungan dengan Bermain Game Kawaii Island?

kawaiiverse

Source: https://kawaii.global/

Lantas, bagaimana cara mendapatkan penghasilan lewat game Kawaii Island? Apa saja keuntungannya? Nah, berdasarkan pengalaman bermain yang dilakukan Gesnef Okami-kun lewat channel YouTube-nya, 

Ia berhasil mengumpulkan uang mencapai Rp200 ribu bersama dua orang anggota timnya dalam sehari bermain. Dalam sehari tersebut, ia dan timnya berhasil mengumpulkan items dari bercocok tanam, menjual furniture, dan sebagainya. Items yang terkumpul itu bernilai Rp200 ribu jika diuangkan.

Apakah Anda tertarik untuk memainkan game ini? Berikut caranya:

  1. Anda bisa membeli kripto Kawaii Island NFT dengan kurs saat ini melalui MEXC, Hoo, dan PancakeSwap (V2). 
  2. Setelah menyiapkan akun dompet digital (MetaMask), Anda bisa mengunjungi laman resmi Kawaii Island atau memainkannya lewat Android dan iOS masing-masing untuk mulai bermain.
  3. Para pemain nantinya juga akan mendapat hadiah berupa token asli Kawaii yang disebut KWT untuk membeli NFT game yang bisa dipakai membuat dan menggabungkan item

Anda bisa menukar aset game dengan menjual NFT di TokoMall, pelopor marketplace NFT di Indonesia. Anda bisa membeli berbagai aset kreatif dan koleksi digital di sini! Yuk, bergabung!



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

Perbincangan mengenai Non-Fungible Token atau NFT masih terus hangat hingga sekarang. Tak bisa dipungkiri, hadirnya teknologi ini sangat memengaruhi banyak hal, tak terkecuali dunia kesenian. Kini, sering terdengar istilah ‘seniman NFT’ yang merujuk pada para seniman yang berkecimpung di dunia NFT. 

Para seniman NFT tersebut pun menekuni berbagai jenis dan aliran yang berbeda-beda. Mulai dari seni rupa, visual, hingga kartun. Sudah banyak ditemukan seniman NFT yang memilih aliran kartun untuk karyanya di marketplace NFT, lho. Dikarenakan masih tergolong jarang, sebenarnya apa alasan mereka memilih aliran kartun untuk karya seni NFT? Yuk, baca terus artikel ini untuk informasi selengkapnya!

Kenalan dengan Profesi Kartunis

Sebelum itu, mari berkenalan dengan profesi kartunis terlebih dahulu. Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Kartunis adalah sebutan yang digunakan untuk seorang ahli dalam menggambar beraliran kartun, di mana berbentuk sebuah gambar yang memberikan kesan yang lucu dan berkaitan dengan peristiwa yang sedang terjadi.

Profesi yang satu ini seringkali dianggap sama dengan komikus. Padahal, keduanya sangat berbeda, lho. Sebab, komikus adalah istilah untuk ahli dalam menggambar komik, yang berbentuk cerita bergambar yang lucu dan umumnya dibagi ke dalam beberapa bagian.

Sekilas tentang NFT dan Seniman NFT

ilustrasi bentuk fisik non fungible token

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, saat ini sudah banyak seniman NFT yang memilih kartun sebagai aliran untuk karya seni yang dipamerkan hingga diperjualbelikan. Namun, kenali konsep NFT terlebih dulu, yuk!

Jadi, NFT adalah kependekan dari Non-Fungible Token yang merupakan sebuah aset digital berupa token yang unik, bisa dimiliki secara penuh oleh pemiliknya, dan dibangun di dalam blockchain. Pada tiap keping NFT, terdapat kode unik yang membuatnya berbeda dengan yang lain dan tidak bisa digandakan. Hal itulah yang membuat NFT istimewa dan eksklusif.

Sementara itu, seseorang yang membuat karya seni NFT biasa disebut dengan seniman NFT atau kreator NFT. Sedangkan, para pembeli atau pengoleksi NFT dikenal dengan sebutan kolektor NFT.

Sebelumnya, kami telah mewawancarai seorang kartunis dan komikus dalam negeri yaitu Dhany Pramata mengenai perjalanan karier sebagai seniman NFT di pasar NFT di Indonesia. Berdasarkan wawancara tersebut, ia menyatakan bahwa pasar NFT di Indonesia masih didominasi oleh NFT art. Jenis NFT art sendiri terdiri mulai dari lukisan, ilustrasi, sampai komik dan kartun yang bentuk akhirnya berupa digital.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

Sepak Terjang Kartunis sebagai Seniman NFT

Peran kartunis sebagai seniman NFT sendiri terus berkembang secara global. Banyak kartunis yang akhirnya berhasil menjual karya seni NFT miliknya dengan harga yang luar biasa tinggi. Berikut adalah sederet karya NFT dengan aliran kartun yang meraih kesuksesan, yaitu:

1. Dastardly Ducks – Thorne Merchel & Mandy Musselwhite

Karya seni NFT beraliran kartun yang pertama adalah Dastardly Ducks. Proyek NFT yang terdiri dari 10.000 koleksi gambar kartun seekor bebek ini merupakan hasil karya dua orang bernama Thorne Merchel dan Mandy Musselwhite. Masing-masing koleksinya disematkan kode unik yang menciptakan 100 karakter berbeda, membuat seluruh koleksinya tidak ada yang sama.

Selain karena keunikannya dalam memilih pendekatan kartun sebagai aliran karya seni, koleksi Dastardly Ducks ini juga digarap hanya dalam waktu dua minggu saja, lho. Tidak butuh waktu yang lama pula bagi proyek NFT ini untuk terjual. Enam jam setelah peluncurannya pada 19 Januari 2022, seluruh koleksi NFT ini terjual dan menghasilkan sekitar 120 ribu USD atau setara dengan Rp1.7 miliar. Sungguh fantastis, bukan? 

contoh ilustrasi seniman nft michael mandy dan maussel white

Source: OpenSea – Dastardly Ducks

Saat ini, koleksi Dastardly Ducks dengan harga termahal jatuh kepada “Dastardly Ducks #8538” seharga 8 ETH atau sekitar Rp209.4 juta.

2. MOAR – Joan Cornella

Kartunis sekaligus komikus besar asal Spanyol, Joan Cornella, juga berhasil meluncurkan koleksi NFT dengan aliran kartun yang menjadi ciri khasnya dengan nama MOAR. Proyek NFT yang terdiri dari 5555 keping NFT yang dilengkapi dengan lebih dari 180 fitur ini diluncurkan pada April 2022 lalu.

contoh ilustrasi seniman nft joan cornella

Source: OpenSea – MOAR by Joan Cornella

Sama seperti NFT Dastardly Ducks, masing-masing keping NFT MOAR juga tidak ada yang identik antara satu dengan yang lainnya. Proyek NFT ini menggambarkan sosok karakter perempuan dan laki-laki khas ciptaan Joan Cornella, dengan beragam ekspresi dan penampilan. Saat ini, koleksi “MOAR #4780” tercatat sebagai keping yang paling mahal harganya, yaitu 7777 ETH atau sekitar Rp203 miliar.

3. Jungle Freaks Motor Club – George Trosley

Terakhir datang dari kartunis ternama George Trosley. Bersama Jungle Freaks Motor Club (JFMC), ia meluncurkan proyek NFT bertajuk Jungle Freaks Motor Club pada 18-20 Maret 2022 lalu. Proyek NFT ini terdiri dari 8.888 keping yang diolah secara acak dari 350 kartun hasil gambar tangan George Trosley.

contoh ilustrasi seniman nft george trosley

Source: OpenSea – Jungle Freaks Motor Club

Koleksi NFT ini terdiri dari beragam desain mobil sport yang dilengkapi dengan karakter serta latar yang berbeda. NFT Jungle Freaks Motor Club ini sengaja dirilis dalam rangka mendukung pembuatan NFT P2E game oleh JFMC, di mana nantinya game tersebut merupakan game balap mobil yang berlatarkan Metaverse. Saat ini, titel NFT Jungle Freaks Motor Club termahal dipegang oleh “JFMC-7009” seharga 10 ETH atau sekitar Rp261.8 juta. 

Baca juga: Metaverse adalah Gambaran Masa Depan? Begini Cara Kerjanya

2 Alasan Seniman NFT Memilih Aliran Kartun untuk Karyanya

Bukan tanpa alasan banyak seniman NFT yang memutuskan untuk memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Ambil contoh Dhany Pramata atau yang lebih akrab disapa dengan “Bang Dhan”. Bang Dhan merupakan seorang kartunis sekaligus komikus yang dikenal luas berkat koleksi karyanya bertajuk #illustory. Saat ini, Bang Dhan juga aktif berkarya melalui medium NFT di marketplace NFT TokoMall.

Lewat wawancara bersama kami, Bang Dhan mengungkapkan alasan di balik karya seni NFT miliknya yang banyak menggunakan aliran kartun, yaitu:

Latar belakang yang mendarah daging

Alasan pertama akhirnya seorang kreator memilih aliran kartun dalam karya seni NFT miliknya adalah karena sesuai dengan latar belakang yang sebelumnya telah dimiliki. Mulai dari pengalaman, skill, juga industri yang sudah lama ditekuni para seniman.

Dalam wawancaranya bersama kami, Bang Dhan menyatakan bahwa ia memilih aliran kartun dikarenakan sebelumnya ia memang telah berkarier di dunia seni konvensional sebagai kartunis juga komikus. Hal ini didukung pula dengan menghasilkan karya-karya besar, seperti kartun tukang parkir hingga komik bertajuk Heart dan Walkman.

Kartun punya peminat yang banyak

Selain dikarenakan sudah berpengalaman dalam berkesenian dengan aliran kartun, alasan lainnya adalah peminat aliran kartun cenderung luas dan banyak. Sebab, gambar kartun sendiri umumnya mengacu pada peristiwa yang sedang berlangsung dan sifatnya universal.

Hal ini didukung dengan pernyataan Bang Dhan melalui wawancara bersama kami, di mana ia menyatakan bahwa penikmat dan pasar kartun serta komik sangat luas dan bisa berasal dari seluruh lapisan maupun kalangan masyarakat. Berkat hal tersebut, aliran kartun juga komik memiliki peluang yang bisa dimanfaatkan oleh seniman NFT.

Itulah penjelasan mengenai sepak terjang seniman NFT yang memilih aliran kartun dalam berkarya di dunia NFT. Apakah Anda tertarik untuk menyelami seluk-beluk dunia NFT? Saatnya daftarkan diri Anda di marketplace NFT Indonesia TokoMall sebagai Official Partner (Kreator) maupun Creator (Kolektor). Jangan lupa juga untuk gabung ke komunitas NFT TokoMall di Discord dan juga Telegram agar tidak ketinggalan berita seputar NFT, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com