Tag Archives: kripto

Percaya Kripto, Tesla Masih Pegang Bitcoin Senilai Rp 3,3 Triliun

Tesla dan CEO-nya Elon Musk memiliki love-hate relationship dengan Bitcoin (BTC). Meski begitu, keduanya tetap percaya pada masa depan kripto dan blockchain.

Dilaporkan WatcherGuru, Musk memang memutuskan untuk mengurangi kepemilikan BTC Tesla selama beberapa bulan terakhir. Meskipun demikian, produsen mobil listrik terus memegang Bitcoin senilai US$ 218 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun.

Tesla baru saja merilis laporan pendapatan Q3 dan mencatat bagaimana perusahaan tidak menambah atau menjual kepemilikan Bitcoin sejak kuartal terakhir.

Ilustrasi Elon Musk dan Bitcoin.
Ilustrasi Elon Musk dan Bitcoin.

Baca juga: Tesla Cuan US$272 Juta dari Penjualan 10% Aset Bitcoin

Tesla Hold Bitcoin

Perlu dicatat, Tesla sebelumnya telah menjual 75 persen kepemilikan Bitcoin pada bulan Juni lalu. Itu kira-kira senilai US$ 936 juta dan setelah itu, perusahaan tersebut memiliki US$ 222 juta dalam BTC pada akhir Juni.

Pada saat kabar itu keluar, pawai BTC menuju US$ 24.000 terhenti setelah berita utama media mengumumkan bahwa Tesla telah menjual 75% dari posisi BTC-nya. Ditelusuri dari data pendapatan Q2 Tesla, menunjukkan bahwa perusahaan mobil listrik itu telah menjual 75% kepemilikan Bitcoinnya untuk mendapatkan uang tunai sebesar US$ 963 juta ke neraca.

Tak lama setelah berita Tesla tersiar, harga Bitcoin mundur dari tertinggi hariannya di US$ 24.280 menjadi US$ 22.900, sebelum stabil di sekitar US$ 23.500. Dan pada saat artikel ini ditulis harga Bitcoin duduk di US$ 19.082.

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

Bitcoin Berjuang Lampaui US$ 20.000

Aset kripto terbesar di dunia tampaknya terjebak pada nilai US$ 19.000 untuk beberapa waktu sekarang. Sementara, prediksi tentang aset yang mencapai US$ 21.000 terus bergulir, BTC tampaknya nyaman pada levelnya saat ini.

Selama artikel ditulis, koin raja diperdagangkan seharga US$ 19.179,30, tanpa perubahan harga besar selama beberapa jam terakhir. Sebelumnya hari ini, BTC mengalami penurunan yang cukup besar dari level tertinggi US$ 19.299,34 ke level terendah US$ 18.971,46.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Market: Investor Ragu Bikin Pasar Kripto Lesu

Menjelang akhir pekan, performa market kripto terus tertunduk lesu. Pergerakan sejumlah aset kripto teratas bahkan masih betah berada di zona merah dalam tiga hari terakhir. Kenapa bisa begitu?

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap anjlok ke zona merah pada perdagangan Jumat (21/10) pukul 13.00 WIB. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 19.056, turun 0,37% dalam 24 jam terakhir dan anjlok 3,68% sepekan terakhir.

Altcoin lainnya juga mengalami hal yang sama. Nilai Ethereum (ETH) ikut tenggelam minus 0,18% ke US$ 1.288 sehari terakhir. XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC) turun lebih dari 3%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan sepekan terakhir market kripto memang tampak belum mampu reli panjang, sehingga lesu sepanjang pekan ini. Market masih berada di fase konsolidasi lantaran investor belum bersikap all out.

“Investor masih wait and see, sehingga menimbulkan keraguan. Ekspektasi atas kenaikan suku bunga acuan The Fed yang kencang terus membayangi. Terlebih rapat The Fed akan berlangsung dua pekan lagi, ini yang membuat investor berpikir ulang sebelum beraksi di pasar kripto,” kata Afid.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Investor Kripto RI Capai 16,3 Juta Pelanggan Kalahkan Pasar Modal

Tekanan Suku Bunga

Banyak investor cemas potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 75 basis poin di bulan depan. Pasalnya, inflasi tahunan AS September masih bertengger di 8,2%, jauh dari target inflasi The Fed yakni 2%. Bahkan ada kabar bahwa The Fed membuka peluang untuk mengerek suku bunga acuan hingga menuju lebih dari 4% di akhir tahun.

Sikap investor saat ini sepertinya kembali melirik Bitcoin dibanding altcoin, jika diukur dari persentase penguatannya. Bitcoin Dominance kembali ke level 40%.

Dari analisis teknikal, Bitcoin melanjutkan laju penurunan setelah kandil harian ditutup merah dengan penurunan sebesar 1,05%. Penutupan kandil tersebut sekaligus menjadi konfirmasi terhadap breakdown 20-day exponential moving average (EMA).

Pergerakan harga Bitcoin sedang retest di level support-nya US$ 18.920. Jika terus breakdown, penurunan diperkirakan akan berlanjut hingga menyentuh titik support di level US$ 18.510.

Ilustrasi Axie Infinity (AXS).
Ilustrasi Axie Infinity (AXS).

Baca juga: Korea Selatan Pakai ID Digital Blockchain untuk Ganti KTP Fisik

Axie Infinity Tertekan

Altcoin yang sedang alami penurunan yang signifikan dan masuk fase bearish adalah Axie Infinity (AXS) yang nilainya anjlok 8,84% dalam sehari terakhir. Nilai AXS tenggelam setelah jumlah pemain game Axie Infinity menyusut signifikan dalam sebulan belakangan. 

Selain itu, investor AXS menduga bahwa sebanyak 21,5 juta token AXS yang saat ini memasuki vesting period akan segera dibuang pemiliknya setelah periode tersebut berakhir Senin (24/10) mendatang. 

Vesting period adalah sebuah jangka waktu tertentu di mana pemilik token wajib menyimpan tokennya sebelum bisa menjual atau mentransaksikannya. Alasan di balik proses ini adalah agar melindungi investor awal dari fluktuasi harga yang besar dan menghindari skema “pump and dump”.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Diprediksi Akan Menjadi Mata Uang untuk Kecerdasan Buatan

Bitcoin diprediksi akan menjadi mata uang pilihan untuk AI (artificial intelligence) karena sifatnya yang digital dan otomatis. Arthur Hayes, nama terkenal di pasar kripto, telah membuat prediksi yang berani mengenai masa depan kecerdasan buatan dan kripto.

Menurut Hayes, Bitcoin akan menjadi mata uang pilihan untuk kecerdasan buatan di masa depan, seperti Dikutip BeInCrypto. Argumennya mengacu pada karakteristik yang melekat pada Bitcoin. Idealnya sesuai dengan potensi kebutuhan dan mekanisme operasional AI.

Inti dari argumen Hayes adalah kebutuhan entitas AI untuk berinteraksi dengan ekosistem ekonomi. Ini adalah konsep yang dia perkenalkan melalui “PoetAI” hipotetis, sebuah entitas yang menciptakan puisi indah dari petunjuk bahasa alami.

Model ini menghabiskan banyak data dan energi dari puisi masa lalu untuk belajar dan berkembang dan membebankan biaya untuk layanannya. Oleh karena itu, timbul kebutuhan akan sistem pembayaran yang efisien, efektif, dan andal .

Keunggulan Bitcoin

Pasokan Peredaran Bitcoin. Sumber: Statista.
Pasokan Peredaran Bitcoin. Sumber: Statista.

Baca juga: Robert Kiyosaki: Harga Bitcoin Bakal Meledak di 2024 dan Dolar AS Turun

Persyaratan sistem pembayaran semacam itu sangat ketat. Misalnya, harus digital, otomatis, dan tersedia sepanjang waktu, tanpa batasan geografi atau jam perbankan. Menurut Hayes, sistem perbankan tradisional gagal memenuhi kebutuhan tersebut, seperti halnya lapisan digital seperti PayPal karena ketergantungannya pada bank dan kerentanan terhadap penyensoran.

Hayes menegaskan bahwa hanya sistem berbasis blockchain, yang kebal terhadap perubahan aturan yang mendadak dan deplatforming, sudah cukup membuat aman. Di antara mata uang bertenaga blockchain lain, dia semakin mempersempit pilihan ke Bitcoin, mengutip sifat intrinsiknya seperti resistensi sensor, kelangkaan, dan sifat digital.

Keberlangsungan entitas AI bergantung pada dua sumber daya penting: Data dan daya komputasi, yang keduanya pada akhirnya menghasilkan konsumsi listrik.

Bitcoin Pilihan Tepat

Hayes menunjukkan bahwa AI juga harus menghasilkan lebih banyak nilai daripada energi yang dikonsumsinya. Dengan demikian, mata uang yang akan diterima AI harus mempertahankan daya belinya relatif terhadap biaya listrik.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Hasan Fawzi Terpilih Jadi DK OJK Pengawas Kripto, Ini 7 Pilar Strateginya

Argumen Hayes untuk Bitcoin sebagai mata uang AI bergantung pada tiga parameter: kelangkaan, resistensi sensor digital, dan daya beli energi. Bitcoin mengungguli emas dan fiat dalam hal kelangkaan dan ketahanan sensor.

Dalam hal daya beli energi, nilai Bitcoin secara intrinsik terkait dengan biaya listrik, tidak seperti emas atau mata uang fiat. Hipotetis AI juga menunjukan Bitcoin muncul sebagai pilihan yang jelas . Memang, itu memenuhi kriteria tahan sensor digital, mempertahankan nilai relatif terhadap listrik, dan terbukti langka.

Dengan umur yang berpotensi bertahan lebih lama dari peradaban manusia, AI akan membutuhkan mata uang dengan umur panjang yang terbukti tidak bergantung pada institusi manusia.

Hayes percaya bahwa semangat investasi pertumbuhan dapat mencapai puncaknya antara tahun 2025 dan 2026. Model prediktifnya menguraikan hasil potensial dari harga Bitcoin, terutama ditentukan oleh ukuran ekonomi AI.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

48.000 BTC Ditarik dari Exchange Kripto Harap Terjadi Lonjakan Harga

Sekitar 48.000 Bitcoin (BTC) dipindahkan dari Coinbase Pro, exchange kripto favorit di antara investor institusional pada hari Selasa (18/10). Arus keluar ini adalah yang terbesar di antara exchange kripto sejak kehancuran market pada bulan Juni tahun ini dan terbesar kedua sepanjang masa.

Arus keluar 48.000 BTC dibagi menjadi tiga kelompok: 11.280 BTC, 4.560 BTC, dan 32.000 BTC. Arus keluar BTC ini menunjukkan investor menarik kripto mereka dari exchange dan beralih dari mode penjualan ke mode akumulasi.

CEO perusahaan analitik Korea Selatan, CryptoQuant, Ki Young Ju, telah membagikan tangkapan layar yang menunjukkan penarikan besar-besaran Bitcoin dari exchange terbesar yang berbasis di AS, Coinbase. Dia menyatakan bahwa semua kripto ini dipindahkan dari wallet oleh institusi. Ini setara dengan hampir US$ 1 miliar dengan nilai tukar BTC/USD saat ini.

Ilustrasi exchange Coinbase.
Ilustrasi exchange Coinbase.

Baca juga: Percaya Kripto, Tesla Masih Pegang Bitcoin Senilai Rp 3,3 Triliun

Potensi Kenaikan Harga

Institusi memindahkan BTC ke cold wallet, kenaikan harga diperkirakan bisa terjadi. Hal tersebut mengindikasikan akan tercipta fase bullish atau lonjakan harga.

Sebelumnya dari analis CryptoQuant menunjukkan bahwa BTC yang ditarik telah disimpan di Coinbase Pro untuk jangka waktu tiga hingga lima tahun, sehingga Bitcoin ini dapat disebut “tidak aktif.”

Ki Young Ju men-tweet bahwa Bitcoin ini dikirimkan ke klien institusional. Dia juga melampirkan tweet dari Oktober dengan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa, secara historis, harga Bitcoin menunjukkan kenaikan substansial setelah lembaga keuangan memasukkan Bitcoin.

Baca juga: Kenal Blockchain Aptos, Pesaing Kuat Solana dari Mantan Karyawan Meta

Korelasi Bitcoin

Rupanya, Ju mengharapkan harga Bitcoin untuk naik sekali lagi sekarang, setelah penarikan dari Coinbase ini.

Sementara itu, korelasi Bitcoin dengan saham telah turun dari level tertinggi sepanjang masa bulan lalu, tetap berada di level tertinggi dalam sejarah dan harganya sebagian besar masih didorong oleh poin pemicu makro, seperti laporan data ekonomi utama dan kebijakan bank sentral.

Namun, volatilitasnya yang rendah seperti biasanya, telah menjadi perhatian utama pasar kripto dalam beberapa hari terakhir.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Kripto RI Capai 16,3 Juta Pelanggan Kalahkan Pasar Modal

Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali merilis data pertumbuhan industri investasi aset kripto di Indonesia. Data terbaru tersebut menunjukan ada kenaikan jumlah investor kripto, meski volume transaksi menurun.

Wakil Menteri Perdagangan. Jerry Sambuaga, menjelaskan selama dua tahun terakhir, perkembangan perdagangan aset kripto di Indonesia cukup menarik. Pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah pelanggan aset kripto di Indonesia sangat luar biasa.

“Pada 2021, total nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 859,4 triliun atau tumbuh 1.224 persen dibandingkan nilai transaksi pada 2020 sebesar Rp 64,9 triliun,” kata Jerry dalam keterangan resminya, Kamis (20/10).

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga. Foto: Antara.

Baca juga: Wamendag: Blockchain dan Kripto Ubah Pola Regulasi Ekonomi

Jumlah Investor Kripto di Indonesia

Jerry juga menuturkan, nilai transaksi perdagangan kripto di Indonesia, pada Januari-September 2022 tercatat Rp 266,9 triliun atau turun 57,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Adapun jumlah pelanggan terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692 ribu setiap bulannya.

“Harga aset kripto yang mengalami penurunan akhir-akhir ini tidak mengurangi minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen ini. Fenomena penurunan harga ini juga merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari mekanisme pasar di industri aset kripto,” ungkapnya.

ilustrasi membeli bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Asosiasi Dorong Industri Kripto Kuatkan Perlindungan Konsumen

Kawal Regulasi

Selanjutnya, menurut Wamendag perkembangan nilai transaksi dan nasabah aset kripto perlu dikawal bersama agar perdagangan aset kripto di Indonesia tetap berada pada koridor yang benar.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
(Bappebti) telah mengatur industri ini dengan sejumlah regulasi untuk menciptakan ekosistem perdagangan fisik aset kripto menjadi transparan, efisien, efektif dan juga dalam persaingan yang sehat.

“Aset kripto harus diatur, dilembagakan, dan berada di bawah peraturan pemerintah. Di Indonesia, kripto diatur sebagai aset (crypto-assets) atau komoditas, bukan sebagai mata uang (cryptocurrency). Selain mengatur, pemerintah juga berkomitmen terus mensosialisaikan hal tersebut,” pungkas Jerry.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mantan Ketua SEC Sebut ETF Bitcoin Harus Disetujui

Mantan Ketua Securities and Exchange Commission (SEC), Jay Clayton, mengatakan persetujuan ETF Bitcoin akan sulit untuk ditolak. Selain itu, Clayton membagikan perspektifnya tentang sejauh mana industri aset digital telah berkembang, dan mengapa mengembangkan peraturan akan membuat persetujuan menguntungkan.

Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah lembaga keuangan tradisional telah mengajukan pengajuan ETF Bitcoin spot. Di antaranya adalah raksasa manajemen aset seperti BlackRock dan Fidelity, yang masing-masing mengajukan proposal dalam sebulan terakhir. Sekarang, industri menunggu keputusan SEC untuk mengeluarkan persetujuan pertama mereka atau bahkan menolaknya.

Kenaikan proposal ETF Bitcoin Spot telah menjadi perkembangan yang agak mengejutkan sepanjang tahun ini. Memang, pengajuan tersebut dengan jelas mengisyaratkan perubahan perspektif dari institusi keuangan tradisional. Namun, minat dari entitas-entitas ini sekarang pada akhirnya bergantung pada SEC, dan apakah mereka akan menyetujui pembuatannya atau tidak.

Sulit Ditolak

Mantan Ketua Securities and Exchange Commission (SEC), Jay Clayton. Sumber: U.S. Securities and Exchange Commission.
Mantan Ketua Securities and Exchange Commission (SEC), Jay Clayton. Sumber: U.S. Securities and Exchange Commission.

Baca juga: Standard Chartered Yakin Bitcoin Bisa Naik Jadi Rp 1,8 M pada Akhir 2024

Namun, mantan ketua SEC, Jay Clayton, mengatakan bahwa persetujuan ETF Bitcoin akan “sulit untuk ditolak.” Secara khusus, dalam wawancara baru-baru ini dengan CNBC, dia membahas perkembangan yang telah dibuat industri, dan mengapa persetujuan ETF sulit ditolak.

“Fakta bahwa kami memiliki lembaga-lembaga yang mengetahui pasar lebih baik daripada siapa pun dan mengatakan bahwa kami akan menempatkan reputasi kami di belakangnya, menurut saya itu sangat luar biasa,” kata Clayton. “Apa yang diperdebatkan oleh institusi adalah bahwa perbedaan tersebut telah hilang, dan sekarang produk spot tidak terlalu menarik, lebih efisien bagi investor,” tambahnya.

Sebaliknya, Clayton juga mencatat bahwa proses pengaturannya menyeluruh. Karena itu, dia tidak mengharapkan jawaban diberikan dalam jangka pendek. Namun, dia mencatat bahwa persetujuan akan membutuhkan perlindungan peraturan, yang akan bergantung pada kelanjutan pembentukannya oleh SEC.

Clayton paling dikenal di industri aset digital karena memulai gugatan tahun 2020 terhadap Ripple. Selain itu, tindakan hukum tersebut masih berlangsung dan telah menjadi titik pertikaian besar-besaran antara industri dan regulator. Namun, sejak saat itu, Clayton telah melunakkan sikapnya terhadap industri tersebut. bahkan mengambil posisi penasehat di Fireblocsk, sebuah perusahaan kripto.

Momentum

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: CEO BlackRock Sebut Bitcoin Adalah Emas Digital, Jadi Sinyal Bullish?

Persetujuan ETF Bitcoin oleh SEC akan menjadi momentum sinyal bullish pasar kripto dan Bitcoin. Trader External Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan tindakan dari pemerintah dan regulator terkait regulasi aset kripto dapat memiliki dampak signifikan terhadap harga dan prospek pasar.

“Regulasi terutama di AS yang menguntungkan dan jelas dapat memberikan kepercayaan kepada investor dan mendorong pertumbuhan pasar. Pelaku pasar masih menunggu tindakan SEC di AS dan regulasi MiCA di eropa untuk mendorong pergerakan harga,” jelas Fyqieh.

Fyqieh memprediksi di akhir tahun Bitcoin bisa ke harga Bitcoin/USDT sebesar US$ 38.440 atau sekitar Rp 584 juta (+27,4%) yang dimulai kenaikan secara monthly pada bulan September hingga Desember 2023. Tentu ini hanya proyeksi yang dilihat berdasarkan perilaku pergerakan Bitcoin pada bulan-bulan tahun lalu.

Setiap waktu akan ada berita atau sentimen yang tidak terduga. Namun dalam jangka menengah hingga halving terjadi, Bitcoin tetap akan mengalami bullish. Pertengahan tahun ini mungkin hanya koreksi normal.

Saat ini, Justru Bitcoin diprediksi akan mengalami koreksi lagi di bawah $30.000 imbas sentimen market yang mulai di netral dan belum ada sentimen positif yang menggebrak Bitcoin kembali mengalami kenaikan harga. Bitcoin berada dalam fase sideways antara US$ 30.000-US$ 31.400, dan belum ada tanda-tanda konfirmasi arah bullish atau bearish dalam waktu dekat.

Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Wamendag: Blockchain dan Kripto Ubah Pola Regulasi Ekonomi

Kehadiran blockchain dan aset kripto dianggap mendisrupsi tatanan ekonomi tradisional. Disrupsi ini adalah kondisi di mana terjadinya inovasi yang menyebabkan perubahan secara besar-besaran atau mendasar ke dalam sistem yang baru.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan teknologi blockchain (rantai blok) diharapkan dapat memberikan pengaruh yang luas dan intensif di berbagai sektor dan aspek kehidupan. Sementara itu, aset kripto adalah produk yang memanfaatkan teknologi tersebut dan bagian dari pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

“Aset kripto harus diatur, dilembagakan, dan berada di bawah peraturan pemerintah. Di Indonesia, kripto diatur sebagai aset (crypto-assets) atau komoditas, bukan sebagai mata uang (cryptocurrency). Selain mengatur, pemerintah juga berkomitmen terus mensosialisaikan hal tersebut,” kata Jerry dalam keterangan resminya, Kamis (20/10).

Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Berbagai Brand F&B Memasuki Dunia Blockchain dengan Mendaftarkan Merk Dagangnya

Disrupsi Pola Ekonomi Lama

Lebih lanjut, Jerry mengungkap blockchain dan kripto akan memiliki pengaruh yang luas dan intensif di berbagai sektor. Sebab, aset kripto dapat mengubah pola regulasi ekonomi perdagangan lama dari yang didasarkan pada otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah mengatur industri aset kripto dengan sejumlah regulasi untuk menciptakan ekosistem yang transparan, efisien, efektif dan juga dalam persaingan yang sehat.

“Bappebti terus berupaya memperkuat kebijakan dan regulasi terkait perdagangan aset kripto di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengutamakan perlindungan konsumen dan masyarakat,” tutur Wamendag Jerry.

Peresmian T-Hub Solo yang dilaksanakan pada Jumat (19/8) dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga; Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko; Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa. Foto: Dok. Tokocrypto.
Peresmian T-Hub Solo yang dilaksanakan pada Jumat (19/8) dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga; Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko; Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa. Foto: Dok. Tokocrypto.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 19 Oktober 2022: Kripto Tarik Rem, Ada Apa?

Dukungan Pemerintah Indonesia

Kementerian Perdagangan pun terus mendukung dan mendorong generasi muda untuk terjun dalam industri kripto dengan tetap mentaati regulasi pemerintah. Selain mengembangkan kreativitas, pengembangan aset kripto juga dapat berkontribusi mendorong ekspor nasional.

“Dari 383 token yang terdaftar di Bappebti, 10 di antaranya merupakan token lokal. Hal ini sebagai bukti konkret bahwa anak muda Indonesia mampu mengembangkan token sendiri,” jelasnya.

Hal tersebut diungkapkan Wamendag Jerry pada sambutannya dalam Blockchain Ecosystem Conference yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten pada hari ini, Selasa (19/10).

Konferensi bertema “Blockchain Techonology to Support Trade in Indonesia” ini menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 yang digelar pada 19-23 Oktober 2022.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bagaimana Cara Melakukan Mining Aset Kripto?

Bitcoin dan banyak jaringan blockchain lainnya menggunakan algoritme konsensus Proof of Work (PoW) untuk mining aset kripto. Ada banyak kemungkinan cara untuk melakukan mining aset kripto.

Tindakan ini dapat dilakukan sendiri atau bersama dengan orang lain. Anda dapat menggunakan komputer mining khusus atau bahkan perangkat yang ada di rumah, seperti PC. Meskipun siapa saja dapat menjadi miner, tidak semua orang mendapatkan keuntungan darinya. Sebelum memulai mining, Anda harus belajar, memilih perangkat dan program yang tepat, serta melakukan penyesuaian praktis.

Pendahuluan

Sebelum memulai mining kripto, seseorang harus melakukan sedikit penelitian. Hal ini dikarenakan berbagai protokol dapat memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak khusus. Meskipun mining menarik berbagai macam orang ke ekosistem kripto karena kemungkinan imbal hasil yang tinggi, tindakan ini juga memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam peran integral yang memungkinkan blockchain terdesentralisasi.

Mining aset kripto merupakan topik yang sangat teknis dan ada lebih dari satu cara untuk melakukannya. Artikel ini akan membahasnya lebih lanjut dan memberikan konsep yang lebih praktis tentangnya.

Apa Itu Mining Aset Kripto?

Jaringan blockchain menggunakan mining untuk membuat dan memvalidasi blok transaksi baru serta mengamankan jaringan. Dalam prosesnya, miner menggunakan sumber daya komputasi dalam jumlah besar untuk membuat unit aset kripto baru sehingga meningkatkan suplai beredar.

Bitcoin, Litecoin (LTC), dan banyak jaringan blockchain lainnya menggunakan algoritme konsensus Proof of Work (PoW) untuk mining aset kripto. PoW menentukan cara jaringan blockchain mencapai konsensus di antara semua peserta yang terdistribusi tanpa perantara pihak ketiga. Selain itu, PoW menyelesaikan masalah pengeluaran ganda untuk mencegah peserta jaringan menggunakan aset yang sama lebih dari sekali.

PoW dirancang untuk mendorong partisipasi jaringan yang baik. Miner bersaing dengan menyelesaikan teka-teki kriptografi yang kompleks dengan perangkat keras mining guna memenangkan hak untuk melakukan mining blok berikutnya. Miner pertama yang menemukan solusi valid dan mengonfirmasi blok transaksinya akan menerima imbalan. Oleh karena itu, proses ini memerlukan usaha dan biaya yang tinggi, tetapi juga menawarkan kompensasi.

Mining PoW juga membuat jaringan blockchain lebih terdesentralisasi. Blockchain dapat berfungsi sebagai buku besar terdesentralisasi karena komputer terdistribusi (node) yang begitu banyak di seluruh dunia mengelolanya. Dengan begitu, alih-alih memiliki satu database, sejumlah komputer yang saling terhubung tersebut menyimpan salinan data blockchain dan saling berkomunikasi untuk memastikan keabsahan di balik kondisi blockchain.

Namun, terdapat juga kemungkinan untuk mendisrupsi blockchain dengan serangan 51%. Meskipun sangat kecil kemungkinannya, khususnya untuk jaringan blockchain yang lebih besar, satu entitas atau organisasi dapat mengambil alih 50% daya komputasi jaringan berdasarkan teori. Jumlah daya mining tersebut akan memungkinkan penyerang untuk sengaja mengecualikan atau mengubah urutan transaksi, serta memungkinkan mereka untuk membalikkan transaksi mereka sendiri.

Potensi masalah lain dalam mining aset kripto berkaitan dengan keberlanjutan dan biayanya. Mining aset kripto memerlukan investasi yang besar, bukan hanya dalam perangkat keras melainkan juga dalam energi. Akibatnya, kebanyakan miner, khususnya yang melakukan mining Bitcoin (BTC), mengonsumsi listrik dalam jumlah yang sangat besar. Selain itu, jika seorang miner tidak memiliki akses ke sejumlah alat mining dan listrik yang murah, mining cenderung tidak akan menghasilkan keuntungan.

Jenis Mining Aset Kripto

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Miner menerima reward blok saat berhasil memvalidasi blok. Semakin besar daya komputasi yang dikontribusikan oleh miner ke jaringan, semakin besar kemungkinan untuk memvalidasi blok berikutnya. Meskipun begitu, karena semakin banyak miner yang terlibat, validasi blok memerlukan lebih banyak daya komputasi. Oleh karena itu, mining dapat menjadi terlalu mahal bagi miner individu.

Ada lebih dari satu cara untuk melakukan mining aset kripto. Jadi, mari kita bahas beberapa cara utama satu per satu agar Anda dapat memilih cara yang tepat, baik saat Anda berencana untuk melakukan mining secara individual maupun sebagai kelompok.

Mining ASIC

Sirkuit terintegrasi khusus aplikasi (ASIC) adalah komputer yang dirancang untuk satu tujuan. Beberapa alat mining ASIC dapat sepenuhnya dikhususkan untuk mining aset kripto.

Ingat bahwa model ASIC baru dapat membuat desain yang lebih lama segera menjadi tidak menguntungkan. Selain itu, aset kripto yang tahan ASIC tidak dapat ditambang menggunakan miner ASIC.

Mining GPU

Berbeda dengan ASIC, unit pemrosesan grafis (GPU) dapat mencapai lebih dari satu tujuan. Umumnya, tugasnya dalam sebuah komputer adalah memproses gambar dan mengeluarkannya pada layar. Mining GPU menawarkan titik masuk yang mudah ke mining aset kripto, karena pengguna dapat melakukannya dengan perangkat keras yang lebih terjangkau dan tersedia seperti laptop standar. Meskipun Anda masih dapat melakukan mining sejumlah aset kripto alternatif dengan GPU, efisiensinya bergantung pada kesulitan dan algoritme mining.

Mining CPU

Unit pemrosesan pusat (CPU) adalah komponen utama yang mengoperasikan komputer. Mining CPU memungkinkan Anda untuk menggunakan daya yang tidak digunakan dari komputer untuk melakukan mining aset kripto. Bitcoin pun awalnya ditambang menggunakan CPU. Namun, kini CPU tidak lagi menjadi cara yang paling efisien untuk mining aset kripto karena keterbatasan dayanya.

Pool mining

Pool mining adalah sekelompok miner yang bergabung untuk menggabungkan daya komputasi mereka (juga dikenal sebagai tingkat hash). Karena peluang dalam menemukan blok baru meningkat, mereka dapat memperoleh lebih banyak reward secara kolektif dan berbagi hasilnya. Kebanyakan miner bergabung dengan pool mining untuk mendapatkan hasil yang lebih stabil dan dapat diprediksi.

Solo mining

Solo mining adalah kebalikan dari pool mining karena tidak memerlukan partisipasi orang lain. Dalam solo mining, seorang miner mengeksekusi proses mining sendirian. Namun, khususnya dalam aset kripto utama, semakin sulit bagi miner individu untuk berhasil karena meningkatnya persaingan dari daya pemrosesan gabungan yang besar dari pool mining.

Mining cloud

Dalam cloud mining, pekerjaan komputasi diperoleh dari farm cloud mining. Cloud mining biasanya melibatkan membayar orang lain untuk melakukan mining atas nama Anda. Oleh karena itu, jenis ini dapat membuat proses mining lebih mudah untuk dimulai karena tidak diperlukan perangkat keras khusus untuk melakukan mining aset kripto.

Selain itu, para miner menyewa daya komputasi dari perusahaan yang dapat berlokasi di mana saja di dunia. Ini berarti tidak ada tagihan listrik atau masalah penyimpanan. Namun, pilihan ini juga berisiko karena tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan hasil dari investasi Anda. Banyak layanan semacam itu ternyata merupakan penipuan.

Bagaimana Cara Melakukan Mining Aset Kripto?

Mining berpotensi menjadi sumber pendapatan pasif. Anda dapat mengikuti panduan gambaran umum langkah demi langkah untuk mulai melakukan mining sendiri. Namun, ingat bahwa ada berbagai pendekatan dan teknik untuk mining. Oleh karena itu, langkah-langkah berikut mungkin tidak efektif untuk beberapa metode mining dan metode lain mungkin memerlukan langkah tambahan.

Selain itu, perhatikan bahwa mining tidak selalu mudah atau menguntungkan, karena pengaruh fluktuasi harga aset kripto dan perubahan biaya energi. Mining mengharuskan Anda mengonfigurasi perangkat mining dengan benar dan menuntut sejumlah pengeluaran selain dari investasi awal agar dapat terus beroperasi.

1. Pilih aset kripto

Aset kripto memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kesulitan adalah upaya yang diperlukan oleh jaringan untuk menambang sebuah blok. Semakin banyak miner yang bergabung dalam jaringan, semakin tinggi persaingannya, sehingga tingkat kesulitan semakin tinggi. Sebaliknya, jika miner meninggalkan jaringan, tingkat kesulitan akan menurun, sehingga menambang blok baru menjadi lebih mudah.

Aset kripto terbesar memiliki persyaratan yang sangat sulit untuk dipenuhi, sehingga miner individu semakin sulit untuk menghasilkan pendapatan. Oleh karena itu, miner aset kripto seperti Bitcoin menggunakan ASIC yang kuat dan pool mining untuk meningkatkan peluang mendapatkan reward.

Praktik umum lainnya adalah menambang aset kripto Proof of Work (PoW) selain dari Bitcoin, seperti Dogecoin dan Ethereum Classic. Jaringan aset kripto alternatif mungkin tidak begitu padat dan menawarkan peluang yang lebih baik bagi miner kecil.

Aset kripto alternatif juga dapat menawarkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi karena potensinya belum terungkap sepenuhnya. Selain itu, para miner dapat menggunakan metode mining yang lebih hemat energi karena tidak memerlukan daya komputasi yang sebesar itu.

Namun, perlu diingat bahwa mining aset kripto alternatif juga bisa lebih volatil. Dalam kondisi terburuk, protokol dapat dihack atau ditinggalkan, sehingga aset tersebut kehilangan nilainya. Selain itu, Anda mungkin perlu memperbarui perangkat mining dan mengeluarkan lebih banyak uang dari rencana awal karena popularitas aset tertentu meningkat. Misalnya, pada awalnya, miner bisa menggunakan laptop untuk menambang Bitcoin. Namun, sekarang laptop saja tidak cukup.

2. Pilih perangkat mining

Mining aset kripto dapat dianggap sebagai sebuah kompetisi. Dalam kompetisi mining, miner mendapatkan keuntungan dari perangkat keras mining yang kuat karena peluang untuk menambang blok berikutnya meningkat. Seperti yang telah disebutkan, miner ASIC dirancang untuk tujuan tertentu sehingga sering kali menjadi pilihan terbaik untuk mining aset kripto. Di sisi lain, GPU juga masih dapat digunakan dalam beberapa jaringan, tetapi efisiensinya tergantung pada tingkat kesulitan dan algoritme mining aset kripto.

Selain itu, terdapat juga beberapa aset kripto yang memerlukan perangkat mining yang dirancang khusus. Misalnya, miner aset kripto Helium menggunakan teknologi radio. Perangkat ini dipasang di tempat dengan pandangan yang tidak terhalang untuk memberikan jangkauan jaringan nirkabel. Oleh karena itu, selalu pastikan jenis perangkat keras yang diperlukan untuk aset kripto yang ingin Anda tambang.

3. Atur dompet kripto

Anda juga perlu memiliki dompet kripto untuk menyimpan kunci dari aset kripto yang Anda dapatkan melalui proses mining. Setelah Anda mendapatkan sesuatu dari proses mining, perangkat lunak mining akan mentransfer reward ke alamat dompet kripto yang Anda tentukan. Misalnya, Anda dapat menggunakan Trust Wallet untuk menyimpan aset kripto dengan aman dan terhubung dengan ribuan proyek di berbagai blockchain.

4. Konfigurasikan perangkat mining

Mining aset kripto melibatkan pengunduhan perangkat lunak mining khusus. Cara terbaik untuk mengakses perangkat lunak ini adalah melalui situs web aset kripto yang ingin Anda tambang. Dengan begitu, Anda dapat memastikan bahwa Anda memiliki perangkat lunak yang tepat untuk aset kripto tertentu dan menghindari program palsu.

Sebagian besar perangkat lunak mining tersedia secara gratis untuk diunduh dan digunakan. Selain itu, beberapa aset kripto memiliki beberapa pilihan perangkat lunak dan sering kali tersedia untuk berbagai sistem operasi. Praktik terbaik adalah selalu melakukan penelitian sendiri (DYOR) sebelum memilih perangkat lunak mining untuk memahami perbedaannya.

Bagian penting lainnya dalam menyiapkan perangkat mining adalah merencanakan strategi untuk memantau biaya listrik. Anda dapat memulainya dengan memeriksa tagihan listrik sebelumnya dan mengevaluasi berapa besar biaya mining yang akan Anda hadapi. Sayangnya, konsumsi energi dari perangkat mining dapat menyebabkan pengeluaran untuk listrik lebih besar daripada nilai yang dihasilkan dari mining.

Selain itu, ingatlah bahwa perangkat mining dapat menghasilkan suara bising dan panas. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk menempatkan perangkat tersebut di lokasi yang aman agar tetap dingin dan beri tahu tetangga tentang kemungkinan adanya suara yang dihasilkan.

5. Coba ikuti pool mining

Pool mining dapat membantu miner individu dalam hal biaya perangkat keras dan listrik. Karena reward blok diberikan kepada miner pertama yang berhasil, peluang bagi seorang miner individu untuk menebak hash yang benar sangatlah kecil. Misalnya, meskipun Anda menjalankan beberapa ASIC yang kuat, Anda masih hanya menjadi bagian kecil dari total daya hashing Bitcoin.

Pool mining meningkatkan total daya hashing, sehingga peluang untuk menemukan blok berikutnya meningkat. Dengan kata lain, dengan menggabungkan daya hashing dengan pool mining, Anda dapat mendapatkan lebih banyak hasil daripada jika melakukan mining sendirian.

Pool mining biasanya memiliki koordinator yang mengelola para miner agar mereka tidak membuat kesalahan. Koordinator harus memastikan bahwa para miner menggunakan berbagai nilai nonce untuk menghindari pemborosan daya hashing. Koordinator juga bertanggung jawab untuk membagi reward mining kepada setiap anggota pool.

Apakah Mining Aset Kripto Layak Dilakukan?

Ilustrasi mining aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi mining aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Mining adalah salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan orang saat mencoba untuk menghasilkan arus pendapatan pasif. Aktivitas ini akan menjadi mudah setelah miner mengatur fungsi-fungsi dengan benar dan terhubung ke jaringan.

Namun, hal ini tentu saja tidak akan bersifat pasif sepenuhnya karena akan ada tugas seperti pemeliharaan perangkat keras, pembaruan perangkat lunak, pembayaran tagihan listrik, dll.

Meskipun dapat bersifat pasif, mining tidak selalu menguntungkan. Misalnya, volatilitas aset kripto dasarnya dapat menghasilkan reward keseluruhan yang lebih kecil daripada biaya listrik miner.

Profitabilitas operasi mining bergantung pada ukuran dan lokasinya. Misalnya, farm mining aset kripto terbesar ditempatkan secara strategis di negara dengan biaya listrik terendah. Selain itu, beberapa tempat juga memiliki harga listrik yang volatil yang dapat mengganggu aktivitas mining.

Mungkin diperlukan beberapa waktu agar Anda mulai menghasilkan dari aktivitas mining karena investasi awal yang besar dalam perangkat keras mining. Jadi, periode mining pertama adalah untuk menutup biaya tersebut. 

Selain itu, seperti yang telah kita pelajari sebelumnya, perangkat keras bisa menjadi tua dan tidak efisien, sehingga memunculkan beban tambahan. Oleh karena itu, mining aset kripto dapat memerlukan lebih banyak investasi dalam perangkat keras setelah investasi awal.

Beberapa orang memilih untuk melakukan mining aset kripto murni guna mendukung desentralisasi dan keamanan blockchain. Terkadang, mereka bahkan tidak berniat untuk menghasilkan laba.

Penutup

Mining adalah komponen penting untuk blockchain, karena aktivitas ini membantu jaringan sambil membuat dan memvalidasi blok transaksi baru. Siapa pun dapat memulai mining aset kripto, tetapi Anda harus mempertimbangkan biaya dan risikonya.

Mining juga memerlukan pengetahuan teknis tertentu, khususnya saat memperoleh dan mengatur perlengkapan mining. Anda harus melakukan penelitian sendiri dan memahami detail aset kripto yang ingin ditambang. Anda juga harus menyiapkan dompet kripto untuk menerima potensi reward mining.

Namun, ingat bahwa ekosistem kripto berubah dengan cepat. Jadi, pantau perkembangan dan pembaruan proyek karena hal tersebut dapat mengubah proses mining aset kripto.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Hasan Fawzi Terpilih Jadi DK OJK Pengawas Kripto, Ini 7 Pilar Strateginya

Komisi XI DPR RI telah memutuskan Hasan Fawzi menjadi anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) untuk periode 2023-2028 usai melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test pada hari Senin (10/7).

Hasan Fauzi akan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto. Selain Hasan, DPR juga menobatkan Agusman sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Lainnya merangkap Anggota DK OJK.

Hasan bukan orang baru dibidang keuangan. Ia merupakan mantan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditetapkan melalui RUPS pada 29 Juni 2018. Hasan memulai karir di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem (1993-1997).

Kemudian Hasan bergabung dengan KPEI dengan posisi terakhir sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi (1997-2008). Dia sempat menjadi Direktur PHEI (2008-2012) dan Direktur Utama KPEI selama dua periode (2012-2015 dan 2015-2018).

Strategi INOVASI

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.

Baca juga: Daftar Nama 2 Calon DK OJK Pengawas Aset Kripto, Siapa Saja?

Pria lulusan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini akan memperkuat program perlindungan investor dan konsumen industri teknologi sistem keuangan. Ia menginginkan agar investasi di aset kripto bersifat inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebab, menurutnya saat ini investasi aset kripto masih sangat eksklusif. Oleh karena itu, OJK harus berperan untuk membuka ruang inklusivitas.

“OJK harus menjadi pusat inovasi dengan membangun kapasitas yang merangkum seluruh ekosistem seluruh pelaku,” kata Hasan dalam pemaparannya di Gedung DPR RI, Senin (10/7).

Adapun, kerangka kebijakan yang diajukan Hasan terdiri dari tujuh pilar strategi yang disingkat INOVASI. Dia menjelaskan implementasi dari strategi INOVASI dilakukan melalui bauran kebijakan dan rencana strategis yang akan mendukung inovasi pengembangan, secara berimbang dan kolaboratif.

Berikut penjabaran tujuh pilar strategi INOVASI:

  1. Investor Protection and Consumer Protection melalui program perlindungan investor dan konsumen secara holistik di sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), aset keuangan digital (AKD), dan aset kripto (AK).
  2. Normalisasi pengaturan dan pengawasan OJK yang mendukung inovasi pengembangan, berimbang dan kolaboratif.
  3. Optimalisasi program literasi, inklusi, dan pemanfaatan ITSK, aset keuangan digital, dan aset kripto.
  4. Variasi strategi dan program ITSK, aset keuangan digital, dan aset kripto.
  5. Akselerasi pengembangan Ekonomi Hijau dan Ekonomi Baru.
  6. Sinergi dan kolaborasi bersama membangun industri.
  7. Integritas pasar melalui pengembangan ekosistem industri dan transformasi kelembagaan uang menyangkut aspek tata kelola, sumber daya manusia, dan teknologi.

Siap Kolaborasi

CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.

Baca juga: Pertumbuhan Investor Aset Kripto RI Capai 17,4 Juta pada Mei 2023

Terpilihnya Hasan Fawzi mendapat apresiasi dari pelaku usaha di industri aset kripto Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda, turut mengucapkan selamat atas terpilihnya Hasan Fawzi sebagai DK OJK yang baru. Dia berharap Hasan akan membawa perubahan positif terhadap pasar kripto di Indonesia.

“Harapannya, DK OJK terpilih dapat menjalankan tugas dan amanah baru dengan baik sehingga dapat membawa Indonesia dalam menyongsong era baru keuangan digital yang sehat, tumbuh berkelanjutan, dan mengutamakan perlindungan konsumen seperti yang telah disampaikan,” ujar Teguh dalam keterangannya.

Senada dengan Manda, CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, berharap nanti DK OJK yang terpilih dapat mengembangkan industri aset kripto Indonesia ke arah yang lebih baik dan mengedepankan kepentingan seluruh stakeholders, termasuk pelaku industri, dengan memastikan adanya kerangka regulasi yang jelas, mengedepankan inovasi, transparan, dan berkelanjutan.

“Kami tentu menantikan pengumuman hasil seleksi dan siap untuk berkolaborasi dengan Dewan Komisioner OJK yang baru dalam mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan bagi industri kripto di Indonesia,” pungkas Yudho.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Pasar: Market Kripto Kembali Tampil Ciamik, Apa Faktornya?

Pergerakan market kripto pada perdagangan Selasa (18/10) pagi tampil baik. Sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berada di zona hijau jika diukur dalam 24 jam terakhir.

Menurut situs CoinMarketCap Selasa (18/10) pukul 10.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) menguat 1,69% di US$ 19.505. Sementara, nilai Ethereum (ETH) naik 2,45% ke US$ 1.329 di waktu yang sama.
Altcoin lainnya juga kinerja apik, mulai dari XRP, Dogecoin (DOGE), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC) masing-masing menanjak di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan saat ini investor tampak mulai bergairah masuk ke market kripto. Sentimen positif market kripto hari ini mayoritas dipengaruhi oleh kinerja apik dari indeks saham AS, utamanya indeks S&P 500 yang tumbuh (2,7%) dan Nasdaq (3,4%).

“Saham-saham teknologi juga tumbuh positif, sehingga menjadi tolok ukur investor kripto untuk melakukan akumulasi dan selalu mengacu pada kinerja saham AS secara umum,” kata Afid.

bitcoin dan saham
Ilustrasi bitcoin dan saham.

Baca juga: Analisa Market: Data Inflasi AS Tinggi, Kok Market Kripto Reli?

Sentimen Makroekonomi

Di samping itu, data makroekonomi akan relatif ringan minggu ini, tapi harus waspada dan mengamati data inflasi dari Inggris pada Rabu (19/10). Bank of England tercatat sudah enam kali mengeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga secara berturut-turut untuk mengendalikan inflasi.

“Meski pasar kripto terlihat menghijau, namun pergerakan harganya masih terlihat di rentang sempit, mengindikasikan bahwa investor sebenarnya belum bernafsu untuk berpandangan bullish, namun juga tak rela melihat nilai aset kripto melemah,” jelasnya

“Kekhawatiran investor sekarang ini adalah potensi bank sentral AS, The Fed, untuk mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di bulan depan.”

Analisis Bitcoin

Menurut Afid, jika ditinjau secara analisis teknikal, pelaku pasar juga menganggap bahwa kondisi pasar kripto saat ini, utamanya posisi harga BTC di kisaran US$ 19.000, adalah gerbang awal untuk melancarkan aksi akumulasi. BTC masih harus retest untuk kembali ke level psikologisnya di US$ 20.000.

Sentimen negatif masih menghantui pelaku pasar kripto. Fear and greed index konsisten bergerak di bawah level 30 dengan kategori Extreme Fear. Belum adanya pemicu yang berhasil untuk merubah sentimen negatif tersebut menjadi salah satu faktor lesunya pergerakan harga saat ini.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

“Pergerakan harga Bitcoin masih terseok-seok, level US$ 19.891 masih menjadi tahanan yang harus dilewati untuk kembali bergerak bullish. Apabila gagal, BTC kemungkinan akan breakdown kembali ke level US$ 19.264,” ungkapnya.

Analisis Altcoin dan Ethereum

Sementara, pergerakan harga Ethereum cenderung sideways. ETH masih usaha pullback ke harga US$ 1.430 yang merupakan level resistance terdekatnya. Breakout terhadap titik tersebut menjadi kunci untuk menarik sentimen pasar untuk mendorong pergerakan harga.

Di antara seluruh jajaran aset kripto utama, Polygon (MATIC) menjadi primadona setelah nilainya terbang 7,14% dalam sehari terakhir. Pengumuman kemitraan Polygon dengan studio Web3 bernama SuperLayer, untuk meningkatkan pertumbuhan dari segmen game, budaya, dan investasi.

Kemitraan ini menggarisbawahi upaya Polygon untuk mengejar peluang pertumbuhan dalam ekosistem Web3, sehingga disambut baik oleh investor dengan melakukan akumulasi.

https://www.youtube.com/watch?v=AXsGbCXEgZg



Sumber : news.tokocrypto.com