NFT (Non-Fungible Token) bukan hanya sekadar gambar JPG atau karya seni yang tak punya kegunaan di dunia nyata. Lihat saja apa yang dilakukan oleh band Noah, memanfaatkan NFT sebagai tiket konser akbarnya merayakan eksistensi mereka selama satu dekade.
Langkah awal Noah dalam memasuki dunia web3 adalah dengan produk NFT edisi spesial perayaan 10 tahun mereka berkiprah di industri musik Indonesia. Hal penting yang perlu diingat adalah NFT Noah bukan hanya sekedar tiket konser “Noah-DekadeXperience” yang diselenggarakan 17 September lalu.
Selain mendapatkan banyak keistimewaan dibandingkan tiket konvensional lain, NFT juga berfungsi sebagai aset digital yang memiliki nilai untuk diperjualbelikan setelah periode konser berakhir. Tiket NFT Noah DekadeXperience ini adalah sebagai langkah awal band yang dimotori oleh Nazril Irham atau Ariel untuk memasuki dunia Web3.
Nantinya akan ada berbagai benefit dari project–project revolusioner Noah di dunia Web3 ke depan, dengan melibatkan para pemegang NFT Noah DekadeXperience.
NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade. Foto: Screenshot.
Konsep Metahuman digunakan dalam konser 10 tahun Noah yang juga diadopsi menjadi sebuah aset digital NFT yang akan dirilis sebanyak 1.000 NFT. Jenis koleksi dari NFT Noah Metahuman terbagi menjadi dua antara lain: NOAH Metahuman OG dan NOAH Metahuman.
Untuk mendapatkan koleksi NOAH Metahuman OG dapat langsung dibeli melalui situs noah-site.io dan akan dihubungkan ke marketplace NFT OpenSea dengan menggunakan skema auction/bidding. Sedangkan koleksi NOAH Metahuman dapat dibeli melalui Opensea dan payment gateway Xendit.
Dari pantauan TokoNews, NFT Noah kini memiliki nilai floor price di OpenSea pada saat artikel ini ditulis sebesar 0,14 ETH atau sekitar Rp 2,8 juta dengan total volume 0,70 ETH atau kisaran Rp 14 juta.
Cara Beli NFT Noah
Ada dua cara untuk membeli NFT Noah, pertama bisa dengan dompet MetaMask dan kedua, tidak menggunakan wallet MetaMask.
Cara beli NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade. Foto: Screenshot.
Lakukan pembelian dengan transfer virtual account bank.
Anda akan menerima struk konfirmasi pembayaran melalui email yang menyatakan status kepemilikan anda terhadap Noah NFT.
Beli melalui Xendit (dengan dompet MetaMask):
Set up dompet Metamask Anda, tanpa melakukan top-up dompet MetaMask.
Kemudian lakukan pembayaran melalui transfer virtual account bank atau melalui dompet digital seperti Gopay dan OVO.
Tim Web3 Noah NFT akan airdrop NFT Noah langsung ke wallet MetaMask Anda.
Penjualan NFT Noah sudah dibuka dengan jadwal Mint Date atau Minting pada 10 September hingga 16 September 2022. Sebagai informasi, minting NFT adalah proses pencetakan NFT dengan mengubah sebuah aset atau karya digital menjadi token yang ditempatkan di blockchain.
Meskipun Bitcoin (BTC) telah mencapai level terendah dalam tiga bulan terakhir, nilainya tetap unggul dibandingkan dengan emas sebagai aset penyimpan nilai. Bitcoin berhasil mempertahankan nilainya yang stabil, dengan keunggulannya terhadap emas semakin besar dalam tahun ini.
Perusahaan analisis on-chain, Glassnode, melakukan perbandingan antara harga Bitcoin dan harga emas. Harga spot Bitcoin saat ini setara dengan 13,3 ons emas, menunjukkan peningkatan sebesar 46 persen dalam setahun.
Dikutip BeInCrypto, sejak awal tahun 2023, nilai Bitcoin telah meningkat sebesar 51,6 persen. Jika melihat pada puncak harga Bitcoin pada pertengahan April, kenaikan tersebut menjadi dua kali lipat dari nilai awalnya. Sementara itu, harga emas hanya naik sebesar 6,2 persen sejak awal tahun, dengan harga saat ini berada di sekitar US$ 1.940 per ons, turun 5 persen dari level tertinggi pada pertengahan April sebesar US$ 2.040 per ons.
Meskipun Bitcoin lebih volatil, aset ini masih tetap dianggap sebagai penyimpan nilai yang handal, terlepas dari fluktuasi harganya saat ini. Dalam satu setengah tahun terakhir, Bitcoin telah mengungguli emas dengan margin mencengangkan sekitar 430 persen sejak mencapai level terendah akibat pandemi COVID-19 pada Maret 2020.
Dalam perbandingan antara keduanya, dapat disimpulkan bahwa keduanya adalah aset penyimpan nilai yang baik dan tempat perlindungan yang aman. Emas menawarkan stabilitas yang lambat, sementara Bitcoin lebih mirip perjalanan roller coaster.
Di sisi lain, dolar AS telah mengalami devaluasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir akibat tingkat inflasi yang tinggi. Menurut data Inflation Tool, inflasi kumulatif dari tahun 1956 hingga 2022 mencapai 976 persen. Artinya, US$ 100 pada tahun 1956 saat ini setara dengan hampir US$ 1.000.
Meskipun inflasi di Amerika saat ini sebesar 4 persen setelah turun dari lebih dari 9 persen tahun lalu, hal ini masih memberikan dampak negatif terhadap nilai dolar. Pada tanggal 14 Juni, The Fed mengumumkan penangguhan kenaikan suku bunga untuk bulan tersebut, sebagai respons terhadap lonjakan inflasi.
Pengumuman ini berdampak buruk pada Bitcoin, yang mengalami penurunan ke level terendah dalam tiga bulan terakhir sebesar US$ 24.879 pada dini hari tanggal 15 Juni. Meskipun Bitcoin telah sedikit pulih dan berada di atas level US$ 25.000 saat ini, sentimen pasar cenderung bearish.
BTC telah keluar dari saluran konsolidasi jangka panjangnya dan saat ini menemukan support pada level saat ini. Jika harga turun di bawah level ini, kemungkinan akan ada lebih banyak support di sekitar US$ 23.600, yang sebelumnya telah berfungsi sebagai level bouncing pada bulan Januari dan Februari.
Pastikan kamu hanya melakukan Nabungkripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Salah satu pendiri jaringan Ethereum, Vitalik Buterin mengatakan bahwa Ethereum akan gagal tanpa tiga perubahan penting. Apa saja?
Secara khusus, Buterin telah memperkenalkan apa yang dia sebut sebagai “Tiga Transisi” di postingannya baru-baru ini. Selain itu, dia berbicara tentang pentingnya untuk pengembangan lanjutan blockchain.
Buterin berbicara tentang masa depan blockchain, dan bagaimana Ethereum dapat memperluas pemanfaatannya. Namun, agar hal itu terjadi, dia telah menyoroti penskalaan Layer-2 (LS), keamanan dompet, dan privasi, sebagai transisi penting untuk jaringan.
Dalam industri aset digital, hanya ada sedikit nama yang dihormati seperti Ethereum. Jaringan blockchain yang telah menjadi salah satu yang paling populer di dunia telah dengan jelas memantapkan dirinya sebagai bagian penting dari masa depan industri. Namun, salah satu pendirinya baru-baru ini mengungkapkan apa yang bisa menghalangi masa depan itu.
Dalam posting blog baru-baru ini, Buterin mengatakan Ethereum akan gagal tanpa tiga perubahan penting. Secara khusus disebut sebagai “Tiga Transisi” membahas perlunya pertumbuhan platform. Selain itu, Buterin mengatakan mereka sangat penting “karena Ethereum bertransisi dari teknologi eksperimental, menjadi teknologi yang matang,” dan berusaha untuk tumbuh.
Dari ketiga transisi tersebut, Buterin pertama kali menyebutkan penskalaan L2. Buterin menulis bahwa “Ethereum gagal karena setiap transaksi berharga US$ 3,75,” dengan itu hanya meningkat jika bull run. Selain itu, dia mencatat, “Setiap produk yang ditujukan untuk pasar massal pasti melupakan rantai dan mengadopsi solusi terpusat untuk semuanya.”
Selain itu, Buterin mereferensikan keamanan dompet. Secara khusus, menyatakan bahwa “Ethereum gagal karena pengguna merasa tidak nyaman menyimpan dana mereka,” dan akan terlalu sering menggunakan pertukaran terpusat.
Dukungan Ethereum
Terakhir, Buterin membahas transisi privasi, membahas kebutuhan untuk pengembangannya. Buterin berkomentar bahwa ketersediaan publik untuk transisi “adalah pengorbanan privasi yang terlalu tinggi bagi banyak pengguna, dan semua orang beralih ke solusi terpusat yang setidaknya menyembunyikan data Anda.”
“Ketiga transisi ini sangat penting,” kata Buterin dengan meyakinkan. Selain itu, meskipun menantang, jaringan membutuhkan “perubahan mendalam dari aplikasi dan dompet”. Pada akhirnya, menyerukan transisi yang disebutkan untuk “secara radikal membentuk kembali hubungan antara pengguna dan alamat.”
Pada saat yang sama, ketiga tujuan tersebut harus ditangani secara bersamaan dan tidak dapat fokus pada satu atau dua di antaranya. Tanpa transisi penskalaan, biaya Ethereum (ETH) akan terlalu tinggi, dan produk akan mencari alternatif terpusat untuk memindahkan uang secara on-chain.
Tanpa keamanan dompet tingkat lanjut, akan tidak nyaman bagi pengguna untuk menyimpan token berbasis Ethereum di dompet non-custodial sehingga mereka akan membutuhkan penjagaan terpusat lagi. Mengenai peta jalan ketiga, situasinya terlihat sama untuk Vitalik, pengguna Ethereum (ETH) di masa depan tidak akan senang, jika semua aktivitas mereka diekspos ke pihak ketiga tanpa kebingungan.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.
Kementerian Perdagangan berencana untuk mengeluarkan regulasi baru terkait pengelolaan pedagang atau exchange aset kripto di Indonesia. Aturan ini akan diyakini akan menjadikan industri aset kripto lebih sehat, transparan dan efisien ke depannya.
Melansir Deal Street Asia, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, mengatakan akan ada regulasi yang mewajibkan dua pertiga dari dewan direksi dan komisaris exchange kripto adalah warga negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di negara tersebut.
Menurutnya, langkah ini diambil menyusul masalah keuangan yang dihadapi oleh pedagang aset kripto, Zipmex. Exchange tersebut sendiri memiliki fokus pada pasar di kawasan Asia Tenggara, bukan hanya Indonesia.
“Kami tidak mau sembarangan memberikan izin, jadi hanya yang memenuhi syarat dan kredibel,” kata Jerry kepada wartawan seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI.
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga di acara peresmian T-Hub Solo pada Jumat (18/8). Foto: Dok. Tokocrypto.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag akan segera menerbitkan aturan baru, meski menurut Jerry, belum ada waktu kepastian hal tersebut akan terjadi.
Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menjelaskan dalam rapat dengar pendapat tersebut, bahwa pihak akan memastikan regulasi yang mewajibkan dua pertiga dewan direksi adalah WNI dapat mencegah manajemen puncak melarikan diri ketika ada masalah terhadap perusahaannya.
Bappebti juga memandang perlu untuk penyempurnaan ekosistem kripto di Indonesia dengan fokus perlindungan kepada konsumen. Perihal ini, Bappebti sudah menjalankan syarat seperti beberapa penyempurnaan izin pedagang aset kripto di antaranya: Penyertaan modal minimal yang sebelumnya Rp 50 miliar, menjadi Rp 100 miliar dengan memperhatikan skala bisnis dan net aset.
Investasi aset kripto saat ini masih naik daun dan bisa saja akan semakin menjamur. Tak heran jika semakin banyak orang dari berbagai kalangan yang mulai menunjukkan ketertarikannya pada jenis investasi satu ini. Bila Anda salah satunya, ada baiknya Anda melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum terjun ke dalam investasi aset kripto. Salah satu persiapan yang perlu dilakukan adalah belajar crypto.
Namun, tidak melulu soal harga dan modal, belajar crypto dari sisi edukasi dan psikologis juga diperlukan. Yuk, simak selengkapnya!
10 Hal yang Perlu Anda Cari Tahu Saat Belajar Crypto
Sebagai seorang investor, tentu Anda perlu tahu ke mana uang Anda diinvestasikan. Maka dari itu, penting untuk belajar crypto dan mengetahui apa itu aset kripto bila Anda ingin mengucurkan dana ke dalam dunia kripto ini.
Sebelum memahami tentang aset kripto, Anda perlu lebih dahulu mengenal apa itu blockchain. Ditinjau dari segi bahasa, blockchain terdiri dari dua kata yakni block dan chain. Block berarti kumpulan data. Tiap data tersebut saling terhubung melalui chain atau rantai kriptografi.
Mudahnya kita bisa menganggap blockchain sebagai buku besar yang merupakan sistem pencatatan setiap transaksi yang tersimpan dalam database digital dan selalui diperbaharui secara real time.
Lalu apa hubungannya blockchain dengan aset kripto?
Memahami aset kripto
Aset kripto merupakan sebuah aset digital yang berjalan di atas sistem blockchain. Bila memiliki aset kripto, Anda bisa menggunakannya untuk melakukan transaksi virtual berbasis jaringan internet. Aset kripto dinilai memiliki keamanan tingkat tinggi karena perlindungannya menggunakan sandi-sandi rahasia yang rumit, namanya kriptografi. Dari sini jugalah nama aset kripto itu berasal.
Jika sudah mengenal apa itu aset kripto, langkah berikutnya sebelum mulai berinvestasi adalah melihat sisi hukum aset kripto.
Mempelajari apakah aset kripto itu legal atau tidak?
Aset kritpo dinyatakan legal merujuk pada peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Komoditi Berjangka (BAPPEBTI) sejak 2019.
Namun yang perlu digarisbawahi adalah aset kripto di Indoensia legal sebagai komoditas yang diperdagangkan bukan sebagai alat pembayaran. Ini tercantum pada Peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.
Mengetahui apakah aset kripto itu haram atau tidak?
Untuk pernyataan ini, beberapa ulama di Indonesia memiliki beberapa pandangan yang berbeda. Melansir dari keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ada 3 poin terhadap pembahasan apakah aset kripto halal atau tidak. Diantaranya:
Penggunaan aset kripto (cryptocurrency) sebagai mata uang hukumnya haram, karena gharar (transaksi yang mengandung ketidakpastian), dharar (merugikan salah satu pihak), dan bertentangan dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia nomor 17 tahun 2015.
Aset kripto sebagai komoditi/aset digital dapat menjadi tidak sah diperjualbelikan apabila mengandung gharar, dharar, qimar (spekulatif)dan tidak memenuhi syarat sil’ah secara syar’i, yaitu: ada wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli.
Aset kripto sebagai komoditi/aset yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas, maka hukumnya sah untuk diperjualbelikan.
Sedangkan dilansir dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), Yenny Wahid, pendiri Islamic Law Firm (ILF) dan Direktur Wahid Foundation menyatakan bahwa uang kripto dinilai halal oleh sebagian pihak karena sistem mata uang kripto justru lebih terbebas dari riba dibanding bank konvensional. Hal ini dikarenakan sistem blockchain uang kripto ini menjalankan transaksi langsung tanpa perantara.
Mempelajari aset kripto yang ingin Anda beli
Mengenal aset kripto yang ingin Anda investasikan adalah hal utama yang wajib Anda lakukan sebelum mulai berinvestasi. Anda bisa melakukannya dengan mencari tahu bagaimana aset ini bekerja, sistem apa yang dipakai, serta bentuk-bentuk aset kripto yang beredar.
Saat ini, sudah banyak artikel informatif yang bisa menjadi acuan Anda ketika belajar crypto. Salah satunya artikel-artikel dari Tokocrypto. Dengan membaca berita terkini serta tips dalam melakukan investasi aset kripto, perjalanan Anda sebagai investor juga akan lebih mudah.
Mempelajari risiko investasi aset kripto
Setiap investasi memiliki risiko, begitu pula dengan aset kripto. Setelah mengenal aset kripto yang ingin Anda investasikan tadi Anda bisa mulai mengukur risiko investasinya.
Apa saja yang membuat aset kripto berisiko? Berikut di antaranya:
Tingginya fluktuasi aset kripto
Secara umum fluktuasi atau naik-turunnya nilai aset kripto sangatlah tinggi atau bersifat volatile. Jika nilai suatu aset kripto melonjak tinggi dalam satu hari, tidak menutup kemungkinan aset ini akan terjun bebas pada hari berikutnya.
Tanpa underlying asset
Tidak hanya fluktuasi tinggi, aset kripto juga tidak memiliki aset keuangan yang dijadikan acuan dasar dari harga derivatif (underlying asset). Tidak adanya underlying asset ini akan mempertaruhkan keamanan serta kendali aset kripto.
Maraknya kejahatan dan penipuan
Selain itu, sama dengan instrumen investasi lainnya yang dapat ditemukan banyak penipuan, dalam investasi aset kripto juga kerap ditemui, seperti penipuan berkedok ICO (Initial Coin Offering), modus pump and dump atau penipuan marketing, dan penipuan ketika melakukan transaksi.
Mempelajari risk/reward ratio
Risk/reward ratio pada kripto merupakan sebuah metrik pengukuran yang bisa membantu para trader aset kripto dalam meminimalisasi risiko dan memaksimalkan profit yang diperolehnya. Dikarenakan bertujuan untuk memperoleh keuntungan, metrik ini pun banyak digunakan dan dianggap sebagai salah satu metrik terkuat yang ada di dunia kripto, lho!
Sebab, metrik ini bisa bekerja dengan menggunakan dua komponen saja, yaitu stop loss dan take profit. Cara kerja dari risk/reward ratio ini adalah dengan menghitung secara matematis mengennai potensi kenaikan dan penurunan yang sekiranya akan terjadi pada suatu aset kripto, dengan memanfaatkan harga masuk, perintah stop loss dan take profit. Jadi, selain tujuannya yang bisa menarik perhatian trader, penggunaannya pun cenderung mudah dan akurat sehingga cocok untuk trader pemula.
Menghitung jumlah uang yang aman untuk diinvestasikan
Ketika mulai berinvestasi, ingatlah untuk memakai uang dingin. Uang dingin merujuk pada uang yang diperkirakan tidak akan terpakai dalam jangka pendek untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini guna menghindari arus kas yang berantakan bila nilai investasi Anda menurun.
Lantas, bagaimana cara menghitung uang dingin?
Sederhananya, Anda bisa mulai dengan membuat ilustrasi berdasarkan pendapatan yang Anda peroleh tiap bulannya. Komponen yang harus ada dalam ilustrasi tersebut adalah pendapatan bulanan, operasional, dana darurat, investasi, dan lain-lain yang bisa disesuaikan dengan hobi atau kebiasaan Anda. Uang dingin tersebut bisa Anda peroleh berdasarkan sisa dana setelah dikurangi dengan pengeluaran operasional yang sifatnya primer.
Setelah mengurangi dengan biaya operasional, sisa dana ini lah yang disebut dengan ‘uang dingin’, di mana nantinya akan Anda alokasikan sebagian untuk investasi. Sebenarnya, tidak ada aturan yang pasti mengenai nominal uang dingin seseorang. Namun, Anda bisa menggunakan hitungan persentase seperti misalnya 50% pendapatan akan disisihkan untuk biaya operasional, dan 50% sisanya alias ‘uang dingin’ untuk dana darurat, investasi dan lainnya.
Kripto merupakan aset yang terbilang baru. Maka dari itu, kegiatan pertukarannya pun masih terbatas. Ini membuat banyak oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan penipuan. Bila Anda baru mulai berinvestasi, berhati-hatilah. Pastikan Anda memilih platform pertukaran aset kripto yang legaldan telah terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), seperti Tokocrypto.
Memahami tantangan psikologis saat trading
Masalah psikologis yang sering dihadapi saat orang akan berinvestasi dan trading adalah FOMO (Fear of Missing Out). Meski banyak orang sudah berinvestasi, jangan memaksakan diri jika diri Anda belum siap berinvestasi.
Tips satu ini juga berlaku ketika Anda sudah memiliki sebuah aset kripto. Biasanya, akan ada aset yang sedang naik daun dan mengundang investor untuk membeli asetnya. Sebelum memutuskan untuk ikut membeli, pelajari terlebih dahulu aset kripto itu. Hal ini juga akan melindungi Anda dari adanya tindak penipuan.
Begitu pula sebaliknya, ketika banyak orang yang menjual aset, jangan langsung ikut-ikutan menjualnya juga. Pastikan Anda sudah mengerti apa yang akan Anda lakukan, serta risiko apa yang bisa Anda dapatkan dari tindakan tersebut.
Sebab, saat ini pihak-pihak termasuk market maker yang tidak bertanggung jawab terus berkeliaran, di mana mereka memanfaatkan kondisi FOMO pada trader pemula ini dan dengan sengaja membuatnya mengalami kerugian. Maka dari itu, pastikan Anda selalu menambah pengetahuan baru tentang aset kripto, salah satunya dengan membaca tips and trick hingga panduan pembelajaran kripto di Tokonews.
Nah, itu dia sepuluh tips yang perlu Anda ketahui sebelum terjun ke dunia investasi aset kripto. Yuk, bergabung juga dengan komunitas Tokocrypto di Discord untuk belajar crypto bareng!
Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.
Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.
Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.
Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.
Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.
Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.
Hubungan Bitcoin dengan The Fed
Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.
Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.
McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.
Pada awalnya dikenal sebagai OpenCoin, Ripple adalah sebuah perusahaan swasta yang sedang mengembangkan jaringan pembayaran dan pertukaran bernama RippleNet di atas sebuah database buku kas terdistribusi yang disebut XRP Ledger. Tujuan utama Ripple adalah menghubungkan bank, layanan pembayaran, dan pertukaran aset digital untuk memungkinkan pembayaran global yang cepat dan efisien.
Sejarah Ripple
Pada tahun 2004, Ryan Fugger mulai memikirkan konsep Ripple dan mengembangkan prototipe awalnya yang dikenal sebagai RipplePay, sebuah sistem keuangan digital terdesentralisasi.
Sistem ini diluncurkan pada tahun 2005 dengan tujuan menyediakan solusi pembayaran yang aman di jaringan global.
Pada tahun 2012, Fugger menyerahkan proyek Ripple kepada John McCaleb dan Chris Larsen. Bersama-sama, mereka membangun perusahaan teknologi bernama OpenCoin di Amerika Serikat.
Mulai saat itu, Ripple mulai berkembang sebagai protokol untuk menyediakan solusi perbankan dan keuangan institusi lainnya. Pada tahun 2013, OpenCoin mengubah namanya menjadi Ripple Labs, yang kemudian diubah menjadi Ripple pada tahun 2015.
Apa Keunggulan dan Manfaat dari Ripple?
Ripple memiliki sejumlah keunggulan dan manfaat yang membuatnya menonjol di industri pembayaran dan pertukaran. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
Kecepatan Transaksi: RippleNet dirancang untuk memberikan transaksi yang sangat cepat. Dalam beberapa detik, pembayaran dapat dikonfirmasi dan diselesaikan, memungkinkan transfer dana instan di seluruh dunia.
Efisiensi Biaya: Ripple menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah dibandingkan dengan metode tradisional. Dengan menggunakan teknologi buku kas terdistribusi, RippleNet memungkinkan lembaga keuangan untuk menghindari biaya lapisan perantara yang biasanya terkait dengan pembayaran lintas batas.
Likuiditas: Dengan menggunakan XRP sebagai mata uang jembatan, Ripple menyediakan likuiditas yang diperlukan untuk pembayaran lintas mata uang. Ini memungkinkan institusi keuangan untuk dengan mudah mengkonversi aset mereka menjadi XRP dan kembali, memfasilitasi pertukaran aset dengan cepat dan efisien.
Skalabilitas: RippleNet dirancang untuk dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Ini memungkinkan integrasi yang lancar dengan infrastruktur perbankan yang sudah ada dan memungkinkan lembaga keuangan untuk menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka.
Transparansi: Dengan menggunakan teknologi buku kas terdistribusi, RippleNet menyediakan transparansi dalam proses pembayaran. Semua transaksi dicatat secara publik dan dapat diakses oleh semua peserta jaringan, menghasilkan sistem yang terbuka dan terpercaya.
Kompatibilitas dengan Mata Uang Digital dan Fiat: RippleNet mendukung transaksi dengan mata uang digital dan fiat. Ini memungkinkan lembaga keuangan untuk melakukan pembayaran dengan berbagai jenis aset, memperluas fleksibilitas dan jangkauan layanan mereka.
Solusi Bisnis Terintegrasi: RippleNet menawarkan rangkaian produk yang berbeda seperti xCurrent, xRapid, dan xVia, yang dapat diintegrasikan ke dalam infrastruktur bisnis lembaga keuangan. Ini memungkinkan mereka untuk memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, mulai dari penyelesaian instan hingga pertukaran likuiditas.
Dalam keseluruhan, Ripple memberikan solusi pembayaran global yang cepat, hemat biaya, dan efisien, dengan memanfaatkan teknologi buku kas terdistribusi dan mata uang digital XRP. Keunggulan-keunggulan ini membuat Ripple menjadi pilihan yang menarik bagi lembaga keuangan dalam mengatasi tantangan pembayaran lintas batas yang kompleks.
Produk Ripple
XRP Ledger (XRPL)
Berdasarkan kontribusi Fugger dan terinspirasi oleh penciptaan Bitcoin, Ripple meluncurkan Ripple Consensus Ledger (RCL) pada tahun 2012, bersamaan dengan mata uang digital resmi mereka, XRP. RCL kemudian diubah menjadi XRP Ledger (XRPL).
XRPL berfungsi sebagai sistem ekonomi terdistribusi yang tidak hanya menyimpan informasi akuntansi dari peserta jaringan, tetapi juga menyediakan layanan pertukaran untuk berbagai pasangan mata uang digital.
Ripple menawarkan XRPL sebagai buku kas terdistribusi yang transparan, memungkinkan transaksi keuangan yang real-time. Transaksi ini diamankan dan diverifikasi oleh peserta jaringan melalui mekanisme konsensus.
Namun, berbeda dengan Bitcoin, XRP Ledger tidak menggunakan algoritma konsensus Proof of Work. Oleh karena itu, Ripple tidak bergantung pada proses penambangan untuk memverifikasi transaksi. Sebagai gantinya, jaringan mencapai konsensus melalui algoritma konsensus yang telah disesuaikan, yang dahulu dikenal sebagai Ripple Protocol Consensus Algorithm (RPCA).
XRPL dikelola oleh jaringan node validasi independen yang membandingkan riwayat transaksi mereka. Siapa pun dapat membangun dan menjalankan node validasi Ripple, tetapi mereka dapat memilih node mana yang ingin mereka percayai sebagai validator.
Ripple merekomendasikan agar relasi mereka menggunakan validator dari daftar peserta yang telah diidentifikasi dan dipercaya untuk memvalidasi transaksi mereka. Daftar ini dikenal sebagai Unique Node List (UNL).
Node UNL berbagi data transaksi satu sama lain hingga mencapai kesepakatan tentang kondisi buku kas pada saat itu. Dengan kata lain, transaksi yang disetujui oleh super mayoritas node UNL dianggap sah, dan konsensus tercapai ketika semua node menerapkan jumlah transaksi yang sama dalam buku kas.
Menurut situs resmi Ripple, Ripple adalah sebuah perusahaan swasta yang bertujuan mengembangkan XRPL sebagai buku kas terdistribusi yang terbuka. Ini berarti bahwa siapa pun dapat berkontribusi pada pengembangan kode tersebut, dan XRPL dapat terus beroperasi meskipun perusahaan yang mendukungnya tidak ada lagi.
RippleNet
Berbeda dengan XRPL, RippleNet adalah kepemilikan eksklusif dari perusahaan Ripple dan dibangun di atas XRPL sebagai jaringan pembayaran dan pertukaran.
RippleNet saat ini menyediakan tiga rangkaian produk yang dirancang sebagai solusi pembayaran untuk bank dan lembaga keuangan lainnya. Saat ini, RippleNet memiliki tiga produk utama: xRapid, xCurrent, dan xVia.
xRapid
Secara singkat, xRapid adalah solusi penyelesaian instan yang menggunakan XRP sebagai mata uang global yang menghubungkan berbagai mata uang fiat. Sama-sama bergantung pada XRPL, XRP dan xRapid memungkinkan konfirmasi transaksi yang lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan metode konvensional.
Mari kita ambil contoh sederhana: Bob dari Australia ingin mengirim $100 ke Alice yang berada di India. Bob menggunakan jasa lembaga keuangan bernama FIN untuk melakukan transaksi tersebut.
FIN menggunakan solusi xRapid untuk membuat koneksi pertukaran aset di negara asal dan negara tujuan. Dengan cara ini, FIN menukarkan $100 Bob menjadi XRP, yang memberikan likuiditas yang dibutuhkan untuk pembayaran akhir. Dalam hitungan detik, XRP akan dikonversi menjadi Indian Rupee dan Alice dapat menarik dana tersebut dari bursa aset digital di India.
xCurrent
xCurrent adalah solusi yang dirancang untuk menyediakan penyelesaian langsung dan pembayaran lintas batas yang dapat dilacak oleh peserta RippleNet. Berbeda dengan xRapid, xCurrent tidak menggunakan XRPL sebagai basisnya dan tidak melibatkan XRP sebagai mata uangnya.
xCurrent dibangun di sekitar Interledger Protocol (ILP), yang dikembangkan oleh Ripple sebagai protokol untuk menghubungkan berbagai buku besar dan jaringan pembayaran.
xCurrent memiliki empat komponen dasar:
Messenger (Percakapan) – Messenger xCurrent menyediakan komunikasi antara pengguna yang terhubung dengan lembaga keuangan dalam RippleNet. Ini digunakan untuk pertukaran informasi tentang risiko dan penyesuaian, biaya, kurs, rincian pembayaran, dan estimasi penerimaan dana.
Validator – Validator digunakan secara kriptografi untuk mengkonfirmasi keberhasilan atau kegagalan transaksi serta membantu mengkoordinasikan pergerakan dana antar Interledger. Lembaga keuangan dapat menjalankan validator mereka sendiri atau bergantung pada validator dari pihak ketiga.
Interledger Ledger (Buku Besar ILP) – Protokol Interledger diimplementasikan dalam buku besar perbankan yang ada, membentuk buku besar ILP. Buku besar ILP berfungsi sebagai buku besar sekunder dan digunakan untuk melacak kredit, debit, dan likuiditas antara pihak yang melakukan transaksi. Dana diselesaikan secara atomik, yang berarti transaksi dapat diselesaikan secara langsung atau tidak sama sekali.
FX Ticker – FX ticker digunakan untuk menentukan kurs pertukaran antara pihak yang melakukan transaksi. Ini memastikan bahwa setiap buku besar ILP tetap konsisten dalam keadaannya.
Meskipun xCurrent digunakan terutama untuk mata uang fiat, xCurrent juga mendukung transaksi dengan mata uang digital.
xVia adalah sebuah standar antarmuka API yang memungkinkan bank dan penyedia layanan keuangan lainnya untuk berinteraksi dalam kerangka yang terstandarisasi, tanpa perlu bergantung pada integrasi jaringan pembayaran yang kompleks. Dengan xVia, bank dapat melakukan pembayaran melalui mitra perbankan lain yang terhubung ke RippleNet dan juga dapat melampirkan faktur atau informasi lain ke dalam transaksi mereka.
Kesimpulan
Meskipun Bitcoin diakui sebagai mata uang digital pertama dan Ethereum sebagai pencipta kontrak pintar, jaringan Ripple dapat dianggap sebagai sistem pertukaran mata uang yang fokus pada solusi pembayaran global untuk bank dan lembaga keuangan.
RippleNet dapat diimplementasikan di atas infrastruktur perbankan yang sudah ada sebagai cara untuk melengkapi dan memperbarui sistem pembayaran tradisional.
xCurrent memungkinkan pembayaran lintas lembaga finansial secara real-time dengan biaya yang rendah; xRapid menggunakan XRP sebagai mata uang jembatan universal untuk menyediakan likuiditas sesuai permintaan; dan xVia memfasilitasi integrasi dan komunikasi antara semua peserta dalam RippleNet.
The Sandbox akhirnya membawa realitas virtual ke level berikutnya dengan memanfaatkan metaverse tidak hanya untuk bermain game, tetapi juga untuk pernikahan. Untuk menggelar momen suci ini, Sandbox bekerja sama dengan 1-Group dan Smobler Studios.
The Sandbox mengadakan pernikahan pertamanya di metaverse-nya secara hybrid, digital dan kehidupan nyata. Ini merupakan lompatan baru dari perkembangan metaverse dan mendobrak tradisi pernikahan di Asia.
The Sandbox gelar pernikahan pertama di dunia metaverse. Foto: Smobler Studios.
Pengantin yang menikah di metaverse Sandbox adalah pasangan asal Singapura, Joanne Tham dan Clarence Chan, yang merupakan CEO Bandwagon. Mereka merayakan pernikahan pada hari Sabtu (17/9) dalam tema “disko glam 70-an”, yang berlangsung di replika digital The Alkaff Mansion yang terkenal di Singapura.
Desain Pernikahan Metaverse
Untuk momen spesial ini, arsitektur metaverse dan agensi desain Web3, Smobler Studios, membuat aset melalui The Sandbox yang menciptakan The Alkaff Mansion dan arsitekturnya yang khas.
Sementara, pasangan itu secara fisik hadir di tempat hotel dunia nyata bersama dengan beberapa tamu, avatar digital mereka juga hadir dalam metaverse The Sandbox dan dapat dilihat oleh tamu yang bergabung dari jarak jauh. Acara ini diresmikan oleh salah satu pendiri dan kepala operasi The Sandbox Sebastien Borget dalam bentuk avatar digital.
Setelah ciuman virtual pertama mereka sebagai suami dan istri, pasangan itu keluar dari Metaverse untuk melanjutkan perayaan mereka secara offline.
Pernikahan digital sangat dapat disesuaikan sehingga dapat dibentuk sejauh imajinasi seseorang membawanya. Pasangan dapat mewujudkan impian fantastis mereka di dunia metaverse, semua tanpa biaya yang lebih besar dan batasan pernikahan fisik di dunia pasca pandemi.
Market kripto sasat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun, masih banyak analis yang meyakinkan, market akan kembali bull run, sehingga nilai Bitcoin (BTC) bisa capai all time high (ATL) baru di tahun 2025.
Ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone mengatakan Bitcoin bakal menyentuh harga ATH terbaru sektiar US$ 100.000 atau Rp 1,5 miliar pada tahun 2025. Hal tersebut dinilai dapat terwujud, setelah kondisi makroekonomi saat ini yang sedang dibayangi inflasi tinggi berakhir.
“Bitcoin bagi saya, ini masalah waktu sebelum mencapai US$ 100.000. Fakta kuncinya adalah bahwa adopsi dan permintaan meningkat. Dengan begitu harga akan melambung, dan sekali lagi ini hanya masalah waktu sekarang,” kata McGlone dikutip Kitco News.
Adopsi dan Permintaan Bitcoin
Menurut McGlone, pemicu Bitcoin untuk bergerak naik akan terhubung dengan meningkatnya adopsi dan permintaan. BTC dan aset kripto lainnya secara umum berpotensi tampil paling atas di antara semua kelas aset instrumen investasi saat ini.
Senior Commodity Strategist at Bloomberg, Mike McGlone. Foto: Bloomberg.
Ia berdalih, aset kripto dapat membawa keuntungan tambahan karena memiliki teknologi dengan pertumbuhan tercepat. Web3 dan blockchain akan menjadi kunci adopsi kripto di masa depan.
“Bitcoin kemungkinan akan menjadi emas digital baru. Tapi akan membutuhkan waktu karena status kripto andalan saat ini masih sebagai aset berisiko, dan tentunya akan membutuhkan waktu untuk dihilangkan,” jelas McGlone.
Crypto Winter dan The Fed
McGlone juga membandingkan kondisi pasar kripto saat ini, dengan fenomena gelembung dot-com di tahun 2000, yang mana aset tertentu muncul di atas sementara yang lain hancur. Namun, ia pun juga menyampaikan bahwa kebijakan The Fed mungkin akan memainkan peran kunci dalam mengakhiri kondisi saat ini.
“Kuncinya adalah kripto merupakan kuda tercepat dalam perlombaan. Mereka memiliki keunggulan teknologi yang berkembang pesat dan menantikan masa depan yang akan terus mereka hargai. Ini seperti tahun 2000 semuanya turun dan sebenarnya, bahkan lebih buruk dari tahun 2000 karena pasar obligasi benar-benar diperdagangkan dengan baik saat itu,” tuturnya.
Menurutnya, Bitcoin dan pasar kripto umum telah terjebak dalam kondisi ekonomi winter global. Bitcoin telah babak belur pada tahun 2022, dengan harga berjuang untuk diperdagangkan bisa mencapai di bawah US$ 20.000.
“Ini bukan crypto winter saja, ini adalah winter bagi makroekonomi global. Saya pikir kripto hanyalah sebagian kecil dari itu, tetapi itulah mengapa saya pikir makronya luar biasa,” ujar McGlone.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.
McGlone turut mengomentari peluang Ethereum (ETH) membalik Bitcoin dalam waktu dekat, terutama setelah peningkatan The Merge. Menariknya, ahli strategi tersebut mencatat Ethereum pada akhirnya mungkin mengambil alih Bitcoin tetapi tidak saat ini.
Pergeseran Ethereum yang telah lama dinanti-nantikan dari Proof-of-Work ke Proof-of-Stake akhirnya terjadi minggu lalu dan, tentu saja, merupakan salah satu topik yang paling banyak dibahas di ruang kripto.
McGlone juga di antara mereka yang berpikir bahwa transisi menerima terlalu banyak publisitas, dan itulah yang akan berdampak negatif pada penilaian token dalam jangka pendek. Ia mengharapkan harga ETH naik menjadi US$ 6.000 atau sekitar Rp 90 juta pada tahun 2025.
“Saya pikir gambaran besar tentang Ethereum adalah merevolusi keuangan seperti futures dan ETF, tetapi sekarang kita melewati The Merge ini, dan sekarang kita harus khawatir tentang potensi hambatan di jalan, yang kita semua tahu terjadi dengan teknologi semacam ini,” pungkasnya.
Chief Technology Officer (CTO) Tether, Paolo Ardoino, memberi klarifikasi atas stablecoin Tether (USDT) yang mengalami depeg atau sedikit menyimpang dari patokan dolar Amerika Serikat. Dia menyatakan kejadian itu sebagai serangan terencana terhadap Tether. Tetap saja, perusahaan telah dipersiapkan dengan baik dan telah muncul lebih kuat dari sebelumnya.
Dikutip BeInCrypto, Ardoino dengan tegas menilai kejadian USDT depeg yang terjadi pada Kamis (15/6) adalah serang terencana. “Hari ini adalah hari yang baik di Tether,” dia memulai, menyoroti kekuatan dan kesiapan stablecoin untuk melindungi komunitasnya dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai serangan.
Ardoino menyarankan bahwa depegging USDT adalah upaya yang dirancang untuk melemahkan kepercayaan pada stablecoin . Tetap saja, dia berpendapat bahwa Tether tidak menyembunyikan apa pun dan lebih kuat dari sebelumnya.
Stablecoin Tether (USDT) kehilangan nilai pasaknya terhadap dolar AS pada Kamis (15/6). Sumber: TradingView.
Apa yang disebut “serangan” oleh Ardoino dimulai ketika USDT menyimpang dari patokan biasanya ke dolar AS untuk aset 1:1. Insiden itu disebabkan karena ketidakseimbangan aset di 3pool Curve.
Harga USDT turun menjadi sekitar US$ 0,997 karena bobotnya di 3pool Curve meningkat menjadi 70 persen dari biasanya 33 persen. Penyimpangan ini terjadi disebabkan oleh alamat whale atau ‘paus’ yang disebut CZSamSun. Ia meminjam 31,5 juta USDT dan menukarnya dengan USDC, menyebabkan sedikit fluktuasi dalam nilai pasak dolar AS USDT.
Sementara volatilitas harga seperti itu tidak biasa di pasar kripto yang bergejolak. Menariknya, depegging USDT terjadi bertepatan dengan rilis informasi yang signifikan oleh Kantor Kejaksaan Agung New York memberikan CoinDesk dokumen yang berkaitan dengan laporan triwulanan Tether, menyusul keputusan perusahaan untuk menghentikan penentangannya terhadap pengungkapan tersebut.
Terlepas dari tantangannya, Tether telah menunjukkan ketangguhan dan tetap berkomitmen pada transparansi. Ardoino menekankan komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap keterbukaan dan litigasi yang tidak produktif yang mengalihkan perhatian dari masalah nyata yang dihadapi industri.
“Dalam periode ini, lebih dari sebelumnya, setelah begitu banyak kegagalan, ketidakpastian, keraguan, industri kita perlu memiliki stabilitas dan kepastian. Tether tidak menyembunyikan apa pun. Belum pernah,” kata Ardoino.
CTO Tether juga menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk melindungi data pelanggan dan fokusnya untuk menjaga keakuratan angka keuangannya.
DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.