Tag Archives: beasiswa

LPDP Pastikan Dana Riset & Beasiswa Tak Berhenti Meski Ganti Tahun Anggaran



Jakarta

Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Mohammad Lukmanul Hakim menegaskan dana riset dan beasiswa yang bersumber dari LPDP akan terus digelontorkan setiap tahunnya. Termasuk saat pergantian tahun anggaran.

“Salah satu yang sebenarnya sudah disimpul oleh Bu Menteri (Menteri Keuangan Sri Mulyani) bahwa LPDP dengan format badan layanan umum itu bisa mendanai multi years dengan fleksibel sekali. Sehingga saat ini ketika para riset itu mendapatkan dana LPDP, dia tidak harus akhirnya terhenti di akhir tahun anggaran,” katanya dalam konferensi pers Konvensi Sains dan Teknologi Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB pada Sabtu (9/8/2025).


Lukmanul mengatakan riset yang didanai LPDP punya cakupan berbagai sektor. Terutama pada bidang saintek, penelitian dapat bergantung pada musim hingga cuaca.

“Padahal karakter penelitian, apalagi misalnya penelitiannya penelitian pangan yang bergantung pada musim tanam gitu, tentu tidak bisa akhirnya terpotong pada tahun anggaran. Dia harus melintasi tahun anggaran dan juga waktunya bisa difleksibelkan,” tuturnya.

Sumber Beasiswa dan Riset dari Dana Abadi

Kemudian Lukmanul mengatakan alasan tidak ada cut off dana riset dan beasiswa karena bersumber dari dana abadi. Adapun dana abadi yang dikelola LPDP saat ini mencapai Rp 154,11 triliun.

“Ya, demikian juga beasiswa. Dan salah satu juga yang kita harapkan dengan memilih dana abadi adalah adanya kesinambungan pendanaan. Jadi kemarin sudah dipaparkan Bu Menteri bahwa total sekarang LPDP mengelola Rp 154 triliun,” katanya.

LPDP Punya 4 Jenis Dana Abadi

Dana abadi tersebut digunakan untuk membiayai dana abadi pendidikan (DAP) Rp 126,12 triliun, dana abadi penelitian (DAPL) Rp 12,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi (DAPT) Rp 10 triliun, dan dana abadi kebudayaan (DAKb) Rp 5 triliun.

“Nah, sekarang LPDP itu sudah punya pengelolaan 4 dana abadi. Dana abadi pendidikan, dana abadi penelitian, dana abadi kebudayaan, dan dana abadi perguruan tinggi. Dana abadi pendidikan ini dikhususkan untuk mendanai utamanya beasiswa,” jelas Lukmanul.

“Rp 154 triliun yang itu dikelola dengan skema dana abadi. Diharapkan dengan skema dana abadi, kebijakan berkaitan dengan riset maupun biasiswa itu tidak terganggu dengan hal-hal lain di luar itu,” sambungnya.

Kemudian dana abadi penelitian sesuai dengan namanya ini juga dikhususkan untuk mendanai penelitian program riset. Kemudian dana abadi kebudayaan merupakan aspirasi dari pelaku budaya yang menginginkan dana abadi secara khusus.

“Ini yang akhirnya hasil pengembangan investasinya digunakan untuk mendanai program-program kebudayaan. Kemudian dana abadi perguruan tinggi, dana abadi perguruan tinggi ini dikelola untuk menaikkan level atau ranking perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” ucapnya.

(cyu/cyu)



Sumber : www.detik.com

5 Beasiswa S1-S3 yang Masih Buka pada September 2025, Mahasiswa Cek!


Jakarta

Apakah detikers sedang cari beasiswa kuliah? Pada bulan Agustus ini, beberapa beasiswa memang sudah tutup. Namun, tak perlu khawatir karena pada September masih ada beasiswa yang bisa dicoba.

Beasiswa-beasiswa ini berlaku untuk jenjang S1, S2, S3 hingga untuk riset. Ada beasiswa apa saja? Merangkum laman masing-masing website beasiswa, berikut daftarnya:


Daftar Beasiswa yang Masih Buka pada September 2025

1. Beasiswa Riset Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuka pendaftaran Beasiswa Riset Baznas Kategori Umum hingga 1 September 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, S3 serta tim riset dari lembaga resmi yang terdaftar di Kemenkumham atau instansi terkait.

Komponen pembiayaan beasiswa berupa dana riset:

– S1/D4: Rp4.000.000
– S2: Rp7.000.000
– S3: Rp10.000.000
– Tim/Lembaga: Rp30.000.000

Selain dana, tersedia fasilitas pelatihan kepenulisan, publikasi riset, dan jejaring alumni. Kuota penerima beasiswa tahun ini sebanyak 204 mahasiswa (S1: 64, S2: 70, S3: 70) dan 15 kelompok riset.

Adapun syarat bagi pelamar mahasiswa harus WNI, minimal semester akhir, IPK ≥ 3.35, kampus/jurusan terakreditasi A, serta mengunggah dokumen seperti proposal riset, surat rekomendasi, hasil tes plagiarisme, dan lainnya.

Sementara untuk tim riset harus terdaftar di BRIN/Kemenkumham, maksimal 5 orang, menyertakan dokumen seperti proposal, RAB, dan surat pengesahan.

2. Beasiswa Daesang

Yayasan Daesang Peduli Indonesia membuka pendaftaran Daesang Scholarship Program 2025 sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari PT Daesang Group Indonesia (dulunya PT Miwon dan anak perusahaannya). Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa baru S1.

Syarat melamar bisa ini meliputi WNI, nilai rapor kelas XII minimal 8,5 pada matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Kemudian, mahasiswa juga harus memiliki prestasi non-akademik.

Pendaftar juga diminta tidak mengajukan atau sedang menerima beasiswa lain, aktif di kegiatan kampus, dan bersedia mengikuti program dari yayasan, termasuk kemungkinan ikatan dinas.

Fasilitas beasiswa meliputi pembiayaan UKT at coast maksimal Rp 16,5 juta per semester, peluang karier di Daesang Group (Indonesia atau Korea Selatan), serta kesempatan membangun jejaring dengan ekosistem Daesang.

Pendaftaran dilakukan melalui SIAM mahasiswa. Batas akhirnya adalah 4 September 2025. Jangan ketinggalan ya!

3. Beasiswa Utama LPS-ITB

Beasiswa Utama LPS (BULPS) kembali dibuka bagi mahasiswa S1 dari berbagai jurusan di ITB. Program ini memberikan dukungan finansial sebesar Rp 1.500.000 per bulan selama 12 bulan.

Selain itu, penerima beasiswa bisa mendapatkan berbagai pelatihan pengembangan diri seperti soft skills training, capacity building, champion camp, hingga sesi berbagi pengalaman dan kegiatan sosial.

Beasiswa terbagi menjadi dua kategori yakni Prestasi dan Tidak Mampu. Keduanya ditujukan untuk mahasiswa semester 3-5.

Syarat mengajukan beasiswa antara lain telah menempuh minimal 40 SKS, usia maksimal 24 tahun, tidak sedang menerima beasiswa lain, IPK minimal untuk kategori prestasi adalah 3.50 dengan TOEFL minimal 500 sedangkan untuk kategori tidak mampu minimal 3.25 disertai SKTM dan slip gaji orang tua.

Syarat tambahan termasuk formulir pendaftaran, surat rekomendasi, dan motivation letter. Pendaftaran dan unggah dokumen dilakukan secara online melalui https://finaid.itb.ac.id/ paling lambat 7 September 2025.

4. Beasiswa Lanjutan Pemprov Riau

Pemerintah Provinsi Riau kembali membuka Beasiswa Tahap Lanjutan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Riau Prestasi dan Bidikmisi Bhakti Negeri (Riau Harapan) tahun 2024 di Universitas Gadjah Mada (UGM). Program ini berlaku bagi mahasiswa aktif S1, D4, Profesi/Spesialis, S2, dan S3.

Syarat utama pelamar beasiswa antara lain WNI, penerima beasiswa tahun sebelumnya, memenuhi batas IPK sesuai program studi, dan tidak sedang menerima beasiswa lain.

Berkas yang wajib diunggah antara lain formulir online, surat permohonan, surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain, surat aktif kuliah, transkrip nilai terakhir, KTP, KK, dan surat rekomendasi fakultas.

Seluruh berkas wajib dikumpulkan ke pihak kampus masing-masing paling lambat 22 September 2025. Pendaftaran dan pengunggahan dokumen dilakukan melalui link resmi kampus contohnya UGM di http://ugm.id/formulirbeasiswa.

5. Tanoto Foundation

Tanoto Foundation membuka Beasiswa Teladan Tanoto 2025 untuk mahasiswa baru semester pertama di 10 perguruan tinggi mitra. Pendaftaran dibuka 17 Agustus-1 Oktober 2024.

Program berlangsung selama 3,5 tahun (semester 2-8). Beasiswa ini mencakup dukungan biaya kuliah, tunjangan hidup, serta berbagai program pengembangan kepemimpinan, magang, pelatihan riset (TSRAkegiatan sosial (Pay It Forward), exchange program, dan summer course.

Apa saja syarat mendaftar beasiswa ini?

  • WNI
  • Mahasiswa S1 reguler semester 1 di kampus mitra
  • Rata-rata nilai rapor kelas XII ≥ 8 (skala 10)
  • Aktif berorganisasi, berjiwa kepemimpinan
  • Tidak sedang menerima beasiswa lain
  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian program kepemimpinan

Pendaftaran dilakukan secara online melalui website resmi Tanoto Foundation ya.

Itulah daftar beasiswa yang masih buka pada September mendatang. Ayo daftar dari sekarang, detikers!

(cyu/faz)



Sumber : www.detik.com

KIP Kuliah Belum Turun, Unpad Ambil Langkah Ini Agar Mahasiswa Tetap Kuliah



Jakarta

Universitas Padjadjaran (Unpad) mengatakan pihaknya belum menerima kepastian dana KIP Kuliah untuk Jalur Seleksi Mandiri angkatan 2025. Agar mahasiswa tetap bisa kuliah, Unpad mengirimkan pesan WhatsApp Blast kepada 309 calon mahasiswa tersisa untuk memastikan komitmen mereka melanjutkan studi di Unpad.

“Mengapa? Karena kami harus mengundang Calon Pengganti Terdaftar (CPT) selanjutnya. Di zoom meeting itu kami menjelaskan, Unpad belum mengetahui kuota KIP Kuliahnya dapat berapa,” ujar Prof. Zahrotur Rusyda, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad dalam laman resmi Unpad, dikutip Selasa (26/8/2025).


Zahrotir menyatakan, Unpad berkomitmen agar tidak ada mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi. Mahasiswa Unpad angkatan 2025 yang lulus melalui jalur seleksi mandiri dengan KIP Kuliah akan dibantu pembiayaan pendidikannya melalui sumber dana lain.

“Untuk mahasiswa yang lulus melalui jalur mandiri dengan KIP Kuliah, jika memang eligible, maka tidak perlu khawatir.Unpad sedang mencarikan dana dari beberapa sumber, misalnya dari Dana AbadiUnpad, alumni, pemerintahan daerah, dan lainnya. Jadi silahkan fokus belajar saja, nanti akan kami panggil untuk pemberitahuan bantuan dana pendidikannya,” ujar Prof.Zahrotur.

Hasil dari pertemuan daring tersebut, ada 211 calon mahasiswa yang mengisi Komitmen Bayar yang menyatakan siap melakukan pembayaran jika tidak memperoleh kuota KIP Kuliah. Mereka memperoleh fasilitas penangguhan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga 1 September 2025 dan cicilan pembayaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Meski para mahasiswa telah menandatangani Komitmen Bayar,Zahrotur menyatakanUnpad akan berusaha mencarikan beasiswa agar biaya pendidikannya tidak memberatkan.

Secara keseluruhan, ada 224 mahasiswa pendaftar KIP Kuliah dari jalur seleksi mandiri Unpad yang telah memiliki NPM. Sebanyak 22 di antaranya memperoleh KIP Kuliah Aspirasi yang disalurkan melalui jalur aspirasi anggota DPR RI sehingga ada 202 mahasiswa yang tidak memperoleh kuota KIP Kuliah.

“Mereka ini kan sudah diterima di Unpad dan memiliki NPM, jadi kami akan carikan beasiswa. Tapi kami juga harus memastikan, secara administratif mereka benar berhak karena setelah ditelusuri, ternyata ada yang tidak eligible sebagai penerima KIP Kuliah. Ini masih kami periksa dan akan segera diumumkan,” ucapnya.

(nir/twu)



Sumber : www.detik.com

20 Kampus Tujuan Awardee LPDP Terbanyak di Dalam Negeri Tahun 2024, Cek!


Jakarta

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengeluarkan laporan tahunan atau annual report LPDP 2024, Kamis (21/8/2025). Laporan ini memuat seluruh rangkaian perjalanan dan pencapaian LPDP selama 2024, termasuk tentang kampus tujuan yang menerima peserta terbanyak.

Secara garis besar ada tujuh pekerjaan yang telah dikerjakan LPDP selama 2024. Seperti, mengelola Rp 154,11 triliun dana abadi di bidang pendidikan, merekrut 8.952 orang calon penerima beasiswa LPDP dalam 2 gelombang seleksi, mendukung keberlanjutan riset dengan dana Rp 443,831 miliar, hingga menyalurkan manfaat LPDP kepada 348 orang seniman dan budayawan.

Selain itu, laporan ini juga memuat daftar 20 kampus tujuan dalam dan luar negeri yang menerima peserta LPDP terbanyak di 2024. Dikutip dari dokumen terkait, Kamis (21/8/2025) berikut ini daftar kampus tersebut khusus tujuan dalam negeri selengkapnya.


20 Kampus Tujuan Studi Awardee LPDP Dalam Negeri Tahun 2024

1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

  • Jumlah awardee LPDP: 6.187 orang

2. Universitas Indonesia (UI)

  • Jumlah awardee LPDP: 4.055 orang

3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

  • Jumlah awardee LPDP: 2.433 orang

4. IPB University

  • Jumlah awardee LPDP: 1.636 orang

5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

  • Jumlah awardee LPDP: 1.227 orang

6. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

  • Jumlah awardee LPDP: 1.151 orang

7. Universitas Airlangga (Unair)

  • Jumlah awardee LPDP: 1.001 orang

8. Universitas Padjadjaran (Unpad)

  • Jumlah awardee LPDP: 957 orang

9. Universitas Brawijaya (UB)

  • Jumlah awardee LPDP: 785 orang

10. Universitas Hasanuddin (Unhas)

  • Jumlah awardee LPDP: 671 orang

11. Universitas Negeri Malang (UM)

  • Jumlah awardee LPDP: 637 orang

12. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

  • Jumlah awardee LPDP: 596 orang

13. Universitas Diponegoro (Undip)

  • Jumlah awardee LPDP: 521 orang

14. Institut PTIQ Jakarta

  • Jumlah awardee LPDP: 460 orang

15. Universitas Sebelas Maret (UNS)

  • Jumlah awardee LPDP: 440 orang

16. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

  • Jumlah awardee LPDP: 319 orang

17. Universitas Udayana

  • Jumlah awardee LPDP: 228 orang

18. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Jumlah awardee LPDP: 206 orang

19. Universitas Negeri Makassar (UNM)

  • Jumlah awardee LPDP: 191 orang

20. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

  • Jumlah awardee LPDP: 139 orang

Bila ingin melihat laporan tahunan LPDP 2024 secara lebih lengkap, detikers bisa mengujungi tautan http://s.kemenkeu.go.id/ARLPDP.

Demikianlah daftar 20 kampus penerima peserta LPDP terbanyak di dalam negeri tahun 2024. Apakah salah satunya ada kampus impianmu detikers?

(det/pal)



Sumber : www.detik.com

KIP Kuliah Dapat Berapa? Ini Komponen Bantuan dan Nominal yang Didapat


Jakarta

Pendaftaran KIP Kuliah tahun ini masih berlangsung hingga dua bulan lagi. Siswa yang masuk melalui seleksi mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) dapat mendaftar hingga 30 September 2025. Sementara, siswa melalui jalur perguruan tinggi swasta (PTS) bisa mendaftar hingga 31 Oktober 2025.

Berapa nominal KIP Kuliah yang akan didapat?

Perlu diketahui, ada dua komponen dalam beasiswa KIP Kuliah, yakni biaya pendidikan per semester dan biaya hidup setiap bulan. Cek besarannya!


KIP Kuliah Dapat Berapa?

1. Biaya Pendidikan Per Semester

Dijelaskan dalam panduan KIP Kuliah 2025, biaya pendidikan per semester ditetapkan berdasarkan akreditasi program studi (prodi) dengan ketentuan yaitu:

  • Prodi dengan akreditasi A atau Unggul atau internasional memperoleh maksimal Rp 8 juta. Khusus prodi kedokteran, beasiswa biaya kuliah per semester yang didapat maksimal Rp 12 juta.
  • Prodi terakreditasi B atau Baik Sekali mendapatkan maksimal Rp 4 juta.
  • Prodi terakreditasi C atau Baik memperoleh maksimal Rp 2,4 juta.

2. Bantuan Biaya Hidup Per Bulan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menetapkan besaran bantuan biaya hidup berdasarkan perhitungan besaran indeks harga lokal wilayah perguruan tinggi masing-masing. Terdapat lima klaster yang ditetapkan yakni:

  • Rp 800 ribu
  • Rp 950 ribu
  • Rp 1,1 juta
  • Rp 1,25 juta
  • Rp 1,4 juta.

Bantuan biaya hidup KIP Kuliah diberikan satu kali setiap semester atau per enam bulan. Bantuan akan dikirim langsung ke rekening penerima.

Mahasiswa juga dapat melihat besaran biaya hidup kota atau kabupaten perguruan tinggi yang bersangkutan melalui laman KIP Kuliah https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/.

Kemdiktisaintek Akan Analisis Lagi Nominal KIP Kuliah

Sebelumnya, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan akan menganalisis kembali apakah nilai bantuan KIP Kuliah dapat dinaikkan. Pernyataan ini merespons usulan Komisi X DPR RI dalam rapat bersama antara kedua pihak.

“Kami akan coba analisis apakah ini bisa dinaikkan, kalau syukur-syukur bisa dinaikkan. Kami juga akan konsultasikan dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan kemungkinan untuk dinaikkan nilai KIP-nya, termasuk penambahannya,” kata Mendiktisaintek dalam raker dengan Komisi X DPR RI di Komplek Gedung DPR/MPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu (2/7/2025).

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan anggota fraksi partai Nasdem, Furtasan Ali Yusuf. Ia menyebut jurusan teknik butuh biaya lebih besar karena mungkin ada tambahan perlengkapan lain dalam perkuliahan.

“Kalau sekarang dilihat dari kebijakan KIP (Kuliah), mau prodi apa saja kira-kira ya segitu kalau akreditasinya segitu. Padahal kalau biaya unit cost-nya, ya tentu teknik lebih mahal lah kira-kira begitu karena mungkin ada yang lain-lainnya,” jelas Furtasan.

“Apakah itu hanya UKT saja atau seperti apa, saya nggak paham, tetapi setidaknya di situ ada unit cost yang kita memang harus bisa membedakan antara yang sosial yang modal hanya whiteboard saja kira-kira gitu dengan yang sudah menggunakan alat,” lanjutnya.

(nah/nah)



Sumber : www.detik.com

5 Beasiswa ke Australia, Siap-siap Kuota Mahasiswa Ditambah!


Jakarta

Detikers berminat kuliah dengan beasiswa ke Australia? Kabar baik, Pemerintah Australia akan menambah jumlah penerimaan mahasiswa internasional di Australia tahun depan.

Kuota mahasiswa internasional akan naik 9 persen menjadi 295.000 orang pada 2026. Sekitar dua pertiga mahasiswa akan dialokasikan untuk perguruan tinggi, sedangkan sepertiga lainnya untuk pelatihan dan sektor vokasi.

Lebih lanjut, universitas di Australia mulai tahun depan juga wajib menyediakan akomodasi mahasiswa tambahan. Kebijakan ini bertujuan agar mahasiswa Australia maupun internasional dapat menghuni tempat tinggal yang aman dan terjamin.


Berdasarkan catatan Kedubes Australia, rekor sebanyak 24.000 mahasiswa asal Indonesia belajar di negara kanguru pada 2025.

“Kami menantikan untuk menyambut lebih banyak warga Indonesia belajar di Australia. Mahasiswa Indonesia menambah nilai bagi kampus-kampus kami dan membantu memperkuat hubungan antara kedua negara kita,” kata Duta Besar Australia Rod Brazier dalam laman Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Jumat (8/8/2025).

Sebagai bagian dari kebijakan ini, universitas negeri di Australia akan dibolehkan mengajukan permohonan untuk menambah alokasi mahasiswa internasional masing-masing pada 2026, khususnya untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain. Caranya baik melalui penawaran pendidikan, kemitraan, kampus cabang, keterlibatan alumni, dan pemberian beasiswa.

Sementara itu berdasarkan laman resmi Study Australia, saat ini, beasiswa pendidikan tinggi, hibah, dan bantuan keuangan untuk studi dan riset di negara kanguru ini antara lain disediakan oleh Pemerintah Australia, penyedia layanan pendidikan, organisasi publik, maupun institusi swasta.

Sejumlah program bahkan merupakan beasiswa penuh, yang meliputi tiket pesawat PP, uang kuliah, biaya hidup, dan lain sebagainya. Jelang peningkatan kuota mahasiswa asal Indonesia dan Asia Tenggara di Australia, yuk, cek beberapa program beasiswa yang bisa dilamar di bawah ini!

Beasiswa ke Australia

1. Australia Awards Scholarships – Beasiswa AAS

Berdasarkan penerimaan 2025, berikut syarat dan jadwal beasiswa tanpa syarat usia jenjang S2 dan S3 dari Pemerintah Australia ini:

Syarat Beasiswa AAS

  • IPK pelamar S2: 3,0 untuk pegawai Pemerintah Indonesia/umum, 2,75 untuk kelompok sasaran ekuitas; harus sesuai dengan program prioritas
  • IPK pelamar S3: 2,9 untuk pegawai Pemerintah Indonesia/umum, 2,75 untuk kelompok sasaran ekuitas; harus sesuai dengan program prioritas

Dokumen Beasiswa AAS

  • Ijazah sekolah menengah atau perguruan tinggi
  • Transkrip nilai sekolah menengah atau perguruan tinggi
  • Akta kelahiran
  • KTP
  • Riwayat hidup
  • Tes bahasa Inggris
  • Academic referee
  • Deklarasi badan nominasi
  • Surat keputusan pengangkatan PNS
  • Hasil IELTS, TOEFL, atau PTE
  • Laporan peninjauan akademis

Jadwal Beasiswa AAS

  • Pendaftaran: Februari-April
  • Pengumuman hasil seleksi dan kandidat wawancara: Juni
  • Wawancara & tes IELTS: Juli
  • Pengumuman hasil akhir: Agustus

Komponen Beasiswa AAS

  • Biaya kuliah penuh
  • Tiket pesawat PP
  • Tunjangan kedatangan
  • Biaya hidup
  • Program akademik pengantar, meliputi info kehidupan dan studi di Australia
  • Asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri
  • Biaya les bahasa Inggris
  • Dukungan akademis tambahan jika perlu
  • Tiket pesawat kerja lapangan untuk program riset atau program kuliah yang memiliki komponen penelitian

2. Australia for ASEAN Scholarship – Beasiswa Aus4ASEAN

Berdasarkan penerimaan 2025, bidang studi prioritas beasiswa ini meliputi maritim, konektivitas, ekonomi, kerja sama pembangunan berkelanjutan. Pendaftar beasiswa AAS juga akan dipertimbangkan untuk menerima beasiswa Aus4ASEAN.

Beasiswa ini dibuka untuk jenjang S2, baik program Master by coursework maupun Master by research. Penerima beasiswa juga akan berpartisipasi pada program ASEAN Emerging Leaders Program yang meliputi kesempatan belajar, berjejaring, dan mengembangkan diri.

Beasiswa ini diutamakan bagi calon mahasiswa yang sudah mendaftar ke kampus yang turut mendanai program ini bersama Pemerintah Australia. Berikut daftar kampusnya:

  • Australian National University
  • Bond University
  • Deakin University
  • Griffith University
  • Monash University
  • Queensland University of Technology
  • RMIT University
  • Swinburne University of Technology
  • University of Adelaide
  • University of Melbourne
  • University of New South Wales
  • University of Queensland
  • University of Southern Queensland
  • University of Sydney
  • University of Tasmania

Berdasarkan informasi beasiswa dari University of Southern Queensland (UniSQ), periode pendaftaran beasiswa Aus4ASEAN pada 2024 lalu berlangsung pada 13 Maret-30 April. Komponen beasiswanya meliputi:

  • Tiket pesawat PP
  • Tunjangan kedatangan
  • Uang kuliah penuh
  • Bantuan biaya hidup
  • Program pengenalan akademis
  • Asuransi mahasiswa
  • Dukungan akademis tambahan
  • Tunjangan lapangan untuk mahasiswa riset dan mahasiswa program Master by research
  • Mengikuti the Indo-Pacific Emerging Leaders Program.

Sementara itu, syarat mendaftar di UniSQ dengan beasiswa Aus4ASEAN yaitu:

  • Skor bahasa Inggris minimal IELTS 6.5
  • Merampungkan kuliah 3 tahun di kampus Australia atau yang setara, dengan opsi:
    – IPK 5 dari 7 atau yang setara, pada bidang yang relevan
    – Merampungkan kuliah jenjang Master program coursework dengan IPK 5 dari 7 atau yang setara, pada bidang yang relevan
  • Penerimaan bergantung pada ketersediaan dan rekomendasi dari supervisor UniSQ.

3. Beasiswa Short Courses

Beasiswa pelatihan ini disediakan sebagai bagian Australia Awards in Indonesia. Kursus 2 pekan ini digelar di Australia dan 1-2 lokakarya di Indonesia. Berikut sejumlah contoh kursus yang dibuka:

  • At The Forefront of Film: Screenwriting and Directing, Griffith University, 2024
  • Momen-led MSMEs – Ready to Export, RMIT, 2024
  • Sustainable Finance in Indonesia: Transforming Challenges into Opportunities, University of Technology Sydney, 2024
  • Strengthening the Higher Education Systems in Indonesia, Australian National University, 2025
  • Advancing Indonesia’s Sports Industry: Opportunities and Strategies for Growth, Melbourne Business School, 2025

Penerima beasiswa Short Course AAI akan mendapat:

  • Lokakarya di Indonesia, sebelum dan sesudah kursus, beserta tiket PP ke lokasi lokakarya di Indonesia
  • Biaya akomodasi
  • Uang saku di Australia dan Indonesia
  • Biaya pendidikan
  • Tiket PP ke lokasi kursus di Australia
  • Visa dan asuransi kesehatan Australia selama durasi short course.

Jadwal pendaftaran short course Australia Awards in Indonesia berbeda-beda. Pantau berkala infonya di https://www.australiaawardsindonesia.org/.

4. Beasiswa Research Training Program (RTP)

Pemerintah Australia juga mendanai beasiswa RTP, yang terdiri dari program gelar research doctorate dan research masters. Sedangkan pendaftarannya dibuka di universitas tujuan masing-masing.

Pendanaan RTP bersifat fleksibel. Pelajar dapat ditawarkan beasiswa dengan salah satu atau beberapa dari komponen berikut:

  • Pengurangan biaya kuliah
  • Tunjangan hidup
  • Tunjangan terkait biaya tambahan studi

Sebagai contoh, beasiswa RTP di The University of Sydney terdiri dari RTP Stipend Scholarship dan RTP Fee Offset. Jenis yang pertama dibuka untuk mahasiswa domestik dan internasional, meliputi biaya hidup AUD 41.735 per tahun atau Rp per tahun, tunjangan relokasi, dan tunjangan tesis.

Sedangkan RTP Fee Offset dibuka untuk mahasiswa internasional. Penerima RTP jenis pertama otomatis juga mendapat beasiswa jenis kedua ini. Komponen beasiswanya meliputi uang kuliah 100 persen hingga 14 periode riset dan asuransi kesehatan mahasiswa luar negeri.

Jadwal pendaftaran beasiswa RTP di kampus ini terdiri dari beberapa periode riset. Cek infonya dengan klik di SINI.

5. Beasiswa Kampus Australia Lainnya

Beasiswa yang disediakan kampus-kampus Australia dapat dicari tahu melalui laman https://search.studyaustralia.gov.au/. Cek jenjang studi, komponen beasiswa, jadwal, dan kriteria penerima beasiswa yang dicari kampus Australia tujuan melalui laman ini.

Nah, itu dia beberapa jenis beasiswa ke Australia yang bisa dicoba. Yuk, persiapkan diri!

(twu/nwk)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Penuh di KAUST Arab Saudi, Ada Tunjangan Bulanan Capai Rp 35 Juta



Jakarta

King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) kembali membuka peluang bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, untuk mengejar gelar Master (S2) dan Doktoral (S3) melalui program beasiswa penuh KAUST Fellowship untuk tahun ajaran 2026.

KAUST adalah universitas pascasarjana berbasis riset yang berlokasi di kawasan Thuwal, Provinsi Makkah, Arab Saudi, sekitar 90 km utara kota Jeddah. Didirikan pada tahun 2009 atas prakarsa Raja Abdullah bin Abdulaziz dengan fasilitas riset mutakhir dan pendekatan pendidikan berstandar internasional. Pendiriannya ditujukan sebagai pusat keunggulan global dalam sains dan teknologi.

Kampus ini juga dikenal sebagai institusi pendidikan yang memiliki dana abadi terbesar di dunia dengan nilai sekitar USD 23,5 miliar. Kampus seluas lebih dari 36 kilometer persegi ini terletak di pesisir Laut Merah, mencakup suaka laut, museum, dan fasilitas penelitian kelas dunia.


KAUST juga menjadi universitas pertama di Arab Saudi yang menerapkan sistem kampus campuran. Lingkungan akademik yang inklusif, dengan lebih dari 50% mahasiswanya berasal dari luar Arab Saudi, termasuk Eropa, Amerika, India, Filipina, dan China. Universitas ini tidak mensyaratkan kemampuan bahasa Arab, sehingga mahasiswa dapat fokus pada pengembangan bahasa Inggris.

Mahasiswa KAUST umumnya tinggal di kawasan The Harbor, dengan unit hunian yang menyediakan kamar tidur pribadi serta ruang bersama dan dapur yang dapat digunakan bersama penghuni lain. Selain itu, KAUST juga menyediakan akomodasi keluarga bagi mahasiswa yang menikah atau membawa anak untuk tinggal bersama di lingkungan kampus.

Beasiswa KAUST (KAUST Fellowship)

Program KAUST Fellowship merupakan skema beasiswa penuh. Skema ini dirancang untuk memastikan mahasiswa dapat berkonsentrasi pada studi dan penelitian tanpa terbebani biaya kuliah maupun kebutuhan hidup sehari-hari. Semua mahasiswa yang diterima di KAUST otomatis memperoleh beasiswa ini, sehingga mereka tidak perlu khawatir mengenai pembiayaan pendidikan.

Cakupan KAUST Fellowship mencakup:

1. Biaya kuliah dan bench fee hingga USD 35.000 (Rp 560 juta) per tahun.

2. Tunjangan hidup bulanan, sekitar USD 20.000 (Rp 320 juta) per tahun untuk mahasiswa S2, serta USD 25.000-30.000 (sekitar Rp 400 juta) per tahun bagi mahasiswa S3, menyesuaikan kualifikasi dan kemajuan akademik.

3. Hunian di kampus senilai USD 7.000 (Rp 120 juta) per tahun, termasuk fasilitas listrik dan internet.

4. Asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan USD 1.450 per tahun.

5. Dukungan relokasi, meliputi pengurusan visa, biaya perjalanan, dan pemindahan tempat tinggal.

Jika ditotal, nilai beasiswa ini mencapai USD 70.000-80.000 per tahun sehingga menjadi salah satu program pendanaan pendidikan pascasarjana paling komprehensif di dunia. Biaya akomodasi dan asuransi dapat meningkat bagi mahasiswa yang membawa pasangan atau keluarga. Sementara itu, bantuan relokasi hanya berlaku untuk keberangkatan awal ke KAUST dan kepulangan setelah lulus.

Mahasiswa yang mendapat sponsor penuh dari universitas lain, perusahaan, atau lembaga pendanaan eksternal tidak akan menerima KAUST Fellowship secara bersamaan jika diterima di KAUST.

Syarat Minimum Penerimaan Mahasiswa di KAUST

KAUST menetapkan sejumlah persyaratan akademik dan bahasa bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi magister maupun doktoral.

Persyaratan umum meliputi:

1. Gelar sarjana pada bidang relevan dari perguruan tinggi terakreditasi untuk pendaftaran program magister.

2. Gelar magister pada bidang relevan dari perguruan tinggi terakreditasi untuk pendaftaran program doktoral. KAUST tidak menyetarakan gelar Professional Master dengan gelar magister akademik; karenanya, pemohon dengan latar belakang ini wajib mencantumkan detail tersebut pada aplikasi.

3. Usia minimal 18 tahun pada saat mulai studi. Untuk program magister, pelamar harus berusia tidak lebih dari 30 tahun, sementara untuk program doktoral usia maksimal yang diperbolehkan adalah 35 tahun.

4. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) kompetitif. Umumnya, 90 persen mahasiswa yang diterima memiliki IPK di atas 3,3 dan 75 persen di atas 3,5 (skala 4,0). Batas minimum IPK yang diterima adalah 3,0.

5. Bukti kemampuan bahasa Inggris. KAUST hanya menerima hasil tes resmi berikut:

* IELTS: skor minimal 6,5 dengan nilai setiap bagian sekurang-kurangnya 5,5.

* TOEFL iBT: skor keseluruhan minimal 81, dengan nilai setiap bagian sekurang-kurangnya 17. Kode penerimaan KAUST: 4107.

* Pearson Test of English (PTE) Academic: skor minimal 62, dengan nilai setiap bagian sekurang-kurangnya 59.

* Cambridge English: Advanced (CAE): skor minimal 176, dengan nilai setiap bagian sekurang-kurangnya 169.

* Cambridge English: Linguaskill: skor minimal 176, dengan nilai setiap bagian sekurang-kurangnya 169.

Seluruh skor tes bahasa Inggris hanya berlaku selama dua tahun sejak tanggal ujian.

Program Studi di KAUST

KAUST menawarkan program Magister (MS) dan Doktoral (PhD) di 17 disiplin ilmu STEM.

  1. Applied Mathematics and Computational Science
  2. Applied Physics
  3. Bioengineering
  4. Bioscience
  5. Chemical Engineering
  6. Chemistry
  7. Computer Science
  8. Earth Science and Engineering
  9. Electrical and Computer Engineering
  10. Energy Resources and Petroleum Engineering
  11. Environmental Science and Engineering
  12. Marine Science
  13. Material Science and Engineering
  14. Mechanical Engineering
  15. Plant Science
  16. Statistics
  17. Technology Innovation and Entrepreneurship

Jadwal Penerimaan KAUST

* PhD: tersedia untuk periode masuk musim semi (Spring) dan musim gugur (Fall).

* MS: hanya ditawarkan untuk periode masuk musim gugur (Fall).

* Sebagian besar prodi juga menyediakan jalur terpadu MS/PhD, dengan syarat masuk yang bervariasi sesuai ketentuan tiap program.

Periode masuk musim gugur (Fall) 2026 untuk MS, MS/PhD, dan PhD:

  • Pembukaan pendaftaran: 15 Agustus 2025
  • Penutupan pendaftaran gelombang pertama: 1 Oktober 2025
  • Penutupan pendaftaran gelombang kedua: 17 Januari 2026
  • Awal perkuliahan semester Fall: 30 Agustus 2026

Periode masuk musim semi (Spring) 2026 untuk MS/PhD dan PhD:

  • Pembukaan pendaftaran: 15 Agustus 2025
  • Penutupan pendaftaran (Gelombang 1): 1 Oktober 2025
  • Awal perkuliahan semester Spring: 25 Januari 2026

(pal/faz)



Sumber : www.detik.com

Pendaftaran KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN-PTS Masih Dibuka, Cek Lagi Yuk!


Jakarta

Pendaftaran bantuan pendidikan tinggi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) untuk jalur seleksi mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) masih dibuka. Seleksi dilakukan pada laman resmi KIP-K pada tautan https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/.

Diketahui, pendaftaran seleksi mandiri untuk PTN dibuka hingga 30 September 2025, sedangkan PTS sampai 31 Oktober 2025. Sebelum mendaftar, detikers perlu mengetahui apakah kampus dan program studi (prodi) milikmu masuk dalam daftar yang menerima KIP Kuliah.

Dikutip dari laman resminya, Senin (1/9/2025), yuk ketahui lagi cara cek kampus yang menerima KIP Kuliah dan syarat hingga komponen pembiayaannya di sini. Cek ya!


Cara Cek Kampus yang Menerima KIP Kuliah

1. Kunjungi laman KIP Kuliah pada tautan https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/.

2. Gulir ke bawah hingga bagian tabel “Cari Perguruan Tinggi/Program Studi Penerima KIP Kuliah”. Tabel ini berisi seluruh perguruan tinggi dan program studi yang menerima mahasiswa KIP Kuliah di seluruh Indonesia baik PTN atau pun PTS.

Tabel ini memiliki data terkait nama perguruan tinggi, nama program studi, jenjang pendidikan (vokasi atau sarjana) dan akreditasi.

3. Di kolom “Cari” ketikkan perguruan tinggi atau program studi kampus tujuanmu.

4. Bila hasil ditemukan, maka kampus tersebut menerima mahasiswa KIP Kuliah dan begitu juga sebaliknya.

5. Mahasiswa baru juga bisa klik tombol “Lihat Profil” yang akan memperlihatkan data lebih lengkap tentang perguruan tinggi. Dari data ini, kamu juga bisa melihat apakah kampus itu membuka pendaftaran pada seleksi mandiri atau tidak.

Syarat Pendaftaran KIP Kuliah 2025

  1. Lulusan SMA, SMK, atau sederajat yang lulus tahun 2025, 2024, dan 2023
  2. Telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk baik PTN atau PTS pada program studi yang telah terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi
  3. Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus yang didukung bukti dokumen yang sah.

Dokumen keterbatasan ekonomi calon penerima KIP Kuliah bisa dibuktikan dengan:

  • Kepemilikan program bantuan pendidikan nasional atau Program Indonesia Pintar (PIP) Dikdasmen.
  • Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial, contohnya:
    • Program Keluarga Harapan (PKH)
    • Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
    • Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
    • Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin maksimal pada desil 3 di Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
    • Berasal dari panti sosial/panti asuhan

Jika tidak masuk dalam seluruh kriteria di atas, calon mahasiswa tetap bisa mendaftar KIP Kuliah asalkan memenuhi persyaratan tidak mampu secara ekonomi. Syaratnya adalah:

  • Jumlah pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak sebesar Rp 4 juta setiap bulan.
  • Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp 750 ribu.
  • Calon penerima yang menggunakan kriteria ini wajib mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Komponen Pembiayaan KIP Kuliah 2025

KIP Kuliah memuat dua komponen pembiayaan, yakni biaya pendidikan dan biaya hidup. Penjelasannya yakni:

1. Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan akan ditransfer langsung ke perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Besaran dananya berdasarkan rataan biaya pendidikan mahasiswa nonKIP Kuliah di masing-masing program studi (prodi) pada tahun akademik berjalan. Adapun perkiraannya yakni:

  • Prodi akreditasi Unggul/A dan prodi internasional maksimal Rp 8 juta
  • Prodi kedokteran maksimal Rp 12 juta
  • Prodi dengan akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp 4 juta
  • Prodi dengan akreditasi Baik atau C maksimal Rp 2,4 juta.

2. Bantuan Biaya Hidup (BBH)

BBH dihitung berdasarkan besaran indeks harga lokal masing-masing wilayah perguruan tinggi dan diberikan dalam 5 klaster. Jumlahnya adalah:

  • Klaster 1: Rp 800 ribu per bulan
  • Klaster 2: Rp 950 ribu per bulan
  • Klaster 3: Rp 1,1 juta per bulan
  • Klaster 4: Rp 1,250 juta per bulan
  • Klaster 5: Rp 1,4 juta per bulan

BBH akan diberikan satu kali setiap semester atau per enam bulan.

Jadwal Pendaftaran KIP Kuliah 2025 yang Tersisa

  • Seleksi Mandiri PTN: hingga 30 September 2025
  • Seleksi Mandiri PTS: hingga 31 Oktober 2025

Begitulah informasi tentang pendaftaran KIP Kuliah 2025 yang masih dibuka. Jangan lewatkan kesempatan ini dan langsung cek informasinya ke bagian kemahasiswaan di kampusmu ya detikers!

(det/nwk)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Rotary Yoneyama 2026, Kuliah di Jepang Jenjang S1-S3


Jakarta

Beasiswa Rotary Yoneyama Luar Negeri 2026 akan membuka pendaftaran mulai 1-31 Oktober 2025 mendatang. Jelang masa pendaftaran, peminat beasiswa bisa menyiapkan dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

Beasiswa S1-S3 di Jepang ini digelar oleh Rotary Yoneyama Memorial Foundation. Calon pendaftar tidak dibatasi dalam memilih bidang studi yang akan ditekuni di kampus mana saja di Jepang, seperti dijelaskan dalam panduan resminya.


Beasiswa Rotary Yoneyama 2026

Beasiswa ini meliputi:

1. Dana:

– Jenjang S1: 100.000 yen (Rp 11,1 juta) per bulan

– Jenjang S2 dan S3: 140.000 yen (Rp 15,5 juta) per bulan

2. Dana 250.000 yen (Rp 27 juta) untuk subsidi:

– Penerbangan kelas ekonomi ke Jepang – Biaya transportasi di Indonesia dan Jepang

– Biaya visa

– Akomodasi hari pertama di Jepang hingga 10.000 yen (Rp 1,1 juta)

Syarat Beasiswa Rotary Yoneyama 2026

  • Warga negara selain Jepang
  • Memiliki kemampuan dasar bahasa Jepang (JLPT N4)
  • Mencari tahu dan mendaftar sendiri ke universitas atau sekolah pascasarjana Jepang sebelum melamar beasiswa ini
  • Surat rekomendasi dari pembimbing/dosen sekolah pascasarjana tujuan
  • Melamar pada program kelas reguler yang dimulai pada April, September, atau Oktober 2026
  • Tinggal di luar Jepang sampai mulai kuliah
  • Pasfoto 4 cm x 3 cm yang diambil 3 tahun terakhir
  • Esai dan rencana studi sesuai format
  • Surat rekomendasi sesuai format dari perguruan tinggi asal terakhir, tempat kerja terakhir, atau dosen pembimbing dari kampus tujuan
  • Salinan surat keterangan diterima (letter of acceptance) dari kampus tujuan jika ada

Cara Daftar Beasiswa Rotary Yoneyama 2026

  • Mendaftar pada kampus tujuan
  • Unduh formulir pendaftaran beasiswa di link

https://www.rotary-yoneyama.or.jp/english/overseas

  • Lengkapi formulir, dokumen, dan unggah:

– Formulir pendaftaran

– Rencana riset

– Esai

– Surat rekomendasi

– Salinan LoA jika ada

– Salinan catatan ujian atau bukti lamaran ke kampus tujuan jika tidak ada LoA

– Salinan sertifikat JLPT

Cek informasi beasiswa Rotary Yoneyama 2026 di https://www.rotary-yoneyama.or.jp/english/overseas. Unduh panduannya dengan klik DI SINI.

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Pendaftaran Beasiswa S1 ITB Diperpanjang Sampai 14 September, Daftar di Link Ini



Jakarta

Beasiswa Utama LPS (BULPS) S1 Institut Teknologi Bandung (ITB) diperpanjang sampai 14 September 2025. Mahasiswa yang tertarik mendaftar bisa langsung menuju https://finaid.itb.ac.id.

Jika diterima, mahasiswa akan mendapatkan uang beasiswa sebesar Rp1,5 juta per bulan selama 12 bulan. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan berbagai pelatihan soft skill serta komunitas.


Tertarik mendaftar? Berikut informasi lengkapnya seperti dilansir dari laman Kemahasiswaan ITB.

Manfaat Beasiswa S1 ITB BULPS 2025

Uang beasiswa sebesar Rp. 1.500.000 perbulan selama 12 bulan
Berbagai pelatihan softskill
Capacity Building & Champion Camp
Program Sosialisasi Komunitas
Sharing Session

Syarat Beasiswa S1 ITBBULPS 2025

Kategori Beasiswa Prestasi

Minimal mahasiswa semester 3 dan maksimal semester 5
Telah menempuh minimal 40 SKS
Usia maksimal 24 tahun saat pendaftaran
IPK minimal 3.50
Score TOEFL minimal 500/ setara
Formulir Beasiswa LPS
Surat rekomendasi dari dosen wali unduh
Surat tidak sedang menerima beasiswa dari institusi lain
Motivation letter berisi motivasi mengikuti beasiswa dan rencana karier ke depan dalam Bahasa Inggris

Kategori Beasiswa Tidak Mampu

Minimal mahasiswa semester 3 dan maksimal semester 5
Telah menempuh minimal 40 SKS
Usia maksimal 24 tahun saat pendaftaran
IPK minimal 3.25
Formulir Beasiswa LPS
Surat rekomendasi dari dosen wali unduh
Surat tidak sedang menerima beasiswa dari institusi lain
Motivation letter berisi motivasi mengikuti beasiswa dan rencana karier ke depan dalam Bahasa Indonesia (Bahasa Inggris diutamakan)
Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) minimal dari Desa/kelurahan daerah asal
Surat penghasilan orang tua terbaru/Slip gaji orang tua terbaru

Demikian informasi mengenai Beasiswa S1 ITB BULPS 2025. Tertarik mendaftar?

(nir/pal)



Sumber : www.detik.com