Tag Archives: china

Green Tea Jadi ‘Obat Diet Alami’ Penahan Lapar-Bakar Lemak? Ini Kata Para Pakar

Jakarta

Green tea atau teh hijau dikenal sebagai minuman diet selama berabad-abad. China misalnya, sejak 2.000 tahun lalu orang-orang di sana menganggap minuman ini paling ideal diminum saat ingin menurunkan berat badan.

Sementara di zaman modern, asupan teh hijau juga kerap tercantum dalam buku diet dan pola makan seseorang. Belakangan, khasiat teh hijau disebut setara ‘ozempic’, obat yang sebenarnya ditujukan untuk pengidap diabetes dan obesitas dalam menjaga bobot tubuh, tetapi kerap disalahgunakan banyak orang sebagai obat diet.

Terlepas dari itu, banyak yang menyarankan untuk meminum lima cangkir teh hijau sehari demi mencapai berat badan ideal. Apa kata pakar?


“Meskipun ada beberapa penelitian tentang teh hijau dan berat badan, bukti tentang apakah secangkir (atau beberapa cangkir) teh hijau dapat membakar berat badan masih belum jelas,” kata Dr Jyotsna Ghosh, seorang dokter pengobatan obesitas di Universitas Johns Hopkins.

Banyak video TikTok mengklaim teh hijau meningkatkan produksi GLP-1, hormon usus yang mendorong pankreas melepaskan insulin setelah makan. Insulin itu, pada gilirannya, menurunkan gula darah. GLP-1 juga memperlambat laju makanan meninggalkan lambung, serta memengaruhi area otak yang mengatur rasa lapar.

Ozempic dan obat-obatan sejenisnya memberikan senyawa yang meniru GLP-1, membuat orang merasa lebih cepat kenyang. Banyak orang berhenti mengalami keinginan kuat untuk makan.

Beberapa peneliti berteori teh hijau dapat menstimulasi GLP-1, sebagian karena penelitian telah menemukan ekstrak teh hijau menurunkan gula darah pada tikus pengidap diabetes. Namun, hanya ada beberapa penelitian kecil pada manusia, dan hasilnya tidak meyakinkan.

Salah satu dari sedikit uji klinis pada subjek tersebut, yang mengamati 92 orang dengan diabetes tipe 2, menunjukkan tidak ada perbedaan yang mencolok dalam produksi GLP-1 antara orang yang mengonsumsi ekstrak teh hijau maupun mereka yang mengonsumsi pil plasebo.

Para ahli mengatakan, efek apa pun yang mungkin ditimbulkan teh hijau pada GLP-1 kemungkinan kecil. “Makanan atau minuman apa pun dapat sedikit meningkatkan kadar GLP-1,” kata Dr. Ghosh.

Namun, kadar GLP-1 dalam aliran darah menurun beberapa menit setelah makan atau minum sesuatu. Itulah salah satu alasan mengapa seseorang merasa kembali lapar, dan mengapa meningkatkan hormon untuk sementara tidak menjamin penurunan berat badan.

Sebaliknya, Ozempic dan obat-obatan sejenisnya, bertahan di dalam tubuh selama berhari-hari, dan jauh lebih kuat daripada hormon alami, yang membuatnya sangat ampuh dalam menekan nafsu makan.

Teh Hijau Betulan Ampuh Pangkas BB?

Banyak klaim tentang teh hijau dan penurunan berat badan menyebutkan dua komponen minuman tersebut, yakni kafein dan antioksidan.

“Secara teori, kafein mungkin sedikit mempercepat metabolisme seseorang. Namun, kecil kemungkinan efek tersebut akan langsung menghasilkan penurunan berat badan yang substansial,” kata Dr Ghosh.

Teh hijau juga mengandung senyawa yang disebut polifenol, antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan dan mengurangi peradangan. Penelitian pada hewan dan sel manusia menunjukkan senyawa ini dapat meningkatkan metabolisme dan mengurangi penyerapan lemak dari usus. Namun, uji coba pada manusia menghasilkan hasil yang beragam.

Ada juga beberapa penelitian kecil yang mendalami secara langsung apakah teh hijau terkait dengan penurunan berat badan. Satu makalah tinjauan, yang meneliti lebih dari selusin uji coba terkontrol acak tersebut, menemukan orang yang mengonsumsi ekstrak teh hijau sering kali kehilangan sedikit berat badan yang. Penelitian lain juga menemukan orang yang mengonsumsi teh hijau cenderung kehilangan sedikit berat badan, biasanya di bawah empat pon.

“Orang yang beralih ke teh hijau untuk menurunkan berat badan tidak dapat mengharapkan efek yang besar, dan tentu saja tidak ada yang mendekati obat-obatan seperti Ozempic,” kata Rob van Dam, seorang profesor ilmu olahraga dan nutrisi di Milken Institute School of Public Health di George Washington University.

Julia Zumpano, ahli diet terdaftar di Cleveland Clinic di Ohio, menambahkan bahwa berfokus pada satu makanan atau minuman mengabaikan banyak faktor lain yang berperan dalam penurunan berat badan sebetulnya tidak ideal. Faktor-faktor diet yang utama adalah pola makan seseorang yang lebih luas, kebiasaan olahraga, genetika, stres, kesehatan metabolisme, dan bahkan kualitas tidur yang didapatkan seseorang.

“Lihatlah bagaimana seseorang merubah gaya hidup, jika penurunan berat badan adalah tujuannya,” katanya. “Tidak hanya secara khusus satu makanan, obat, suplemen, apa pun itu.”

(naf/naf)



Sumber : health.detik.com

Viral Tren Diet di China, Karaokean Berjam-jam Demi Bakar Kalori

Jakarta

Viral tren diet tak biasa di antara anak muda China. Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam karokean untuk membakar kalori.

Dalam sebuah video yang beredar di TikTok, seorang gadis pergi ke salah satu tempat karaoke dan bernyanyi selama satu setengah jam. Setelah itu dia mengecek telah membakar lebih dari 400 kalori saat bernyanyi.

Pengguna lain menyebut berhasil membakar lebih dari 1.000 kalori setelah bernyanyi selama hampir lima jam! Satu unggahan online bahkan mencatat berapa banyak kalori yang diharapkan terbakar per lagu. My Heart Will Go On karya Celine Dion misalnya, konon bisa membakar 13,5 kalori.


Betulan ngaruh nggak sih?

Laman Live Strong menjelaskan bernyanyi meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung, dan latihan yang lebih serius memberikan manfaat aerobik, meningkatkan volume tulang rusuk, dan fungsi pernapasan.

Seperti aktivitas lainnya, kalori yang terbakar saat karaokean bergantung pada berat badan orang yang bernyanyi, serta posisi tubuh dan aktivitas terkait lainnya. Seseorang dengan berat 65 kg bisa membakar sekitar 100 kalori dengan bernyanyi selama satu jam sambil duduk, dan orang dengan berat 90 kg membakar sekitar 140 kalori.

Tentu saja ada beberapa variabel yang menentukan. Semakin berat seseorang, semakin banyak kalori yang akan dibakar. Usia dan kemampuan aerobik juga akan berperan.

Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Retinol Bikin Kulit Menipis’:

[Gambas:Video 20detik]

(kna/naf)



Sumber : health.detik.com

Xinjiang dan Muslim Uighur di Antara Fakta dan Propaganda



Jakarta

Selepas memimpin salat subuh, 30 Juli 2014, Imam Masjid Id Kah di Kota Kashgar – Xinjiang, Jumah Tahir, tiba-tiba disergap beberapa lelaki berpisau. Keduanya langsung menghujani tubuh sang Imam berusia 74 tahun itu dengan tusukan pisau. Begitu tubuh Jumah terkapar bersimbah darah, kedua lelaki itu pun kabur meninggalkan masjid.

Jumah Tahir menjadi imam di masjid tersebut sejak 2003, dan pernah menjadi anggota DPR China mewakili etnis Uighur, 2008 – 2013. Dia menolak upaya sekelompok etnis Uighur untuk memerdekakan diri dan terpisah dari China.

Insiden tersebut menjadi titik balik keberadaan masjid di seluruh daratan China serta para imam dan perangkat lainnya. Di dalam dan di luar kompleks masjid kemudian dipasangi banyak kamera CCTV, dan pendeteksi metal di pintu masuk.


“Untuk mencegah tindakan terorisme dan melindungi nyawa para pemuka agama serta jemaahnya,” kata Direktur Urusan Etnis Daerah Otonomi Xinjiang, Mehmut Usman seperti ditulis M. Irfan Ilmie dalam bukunya, ‘Di Balik Kontroversi Xinjiang’.

Mehmut mengungkapkan hal itu untuk menepis anggapan seolah pemerintah China membatasi ruang gerak ibadah kaum muslim di Xinjiang. Isu lain yang kerap muncul di media-media Barat terkait Xinjiang dalam satu dekade terakhir adalah terkait pelanggaran HAM, kamp konsentrasi, serta diskriminasi sosial dan agama terhadap etnis Uighur di sana.

Salah satu bangunan masjid megah di Xianjiang China yg ditampilkan dalam Buku di Balik Kontroversi XinjiangSalah satu bangunan masjid megah di Xianjiang China yg ditampilkan dalam Buku di Balik Kontroversi Xinjiang Foto: detikcom/Sudrajat

Nyatanya, menurut Irfan Ilmie yang juga Kepala Biro Antara di Beijing, 2016 – 2023, etnis Uighur yang mayoritas muslim dapat menjalankan ibadah di masjid-masjid yang bertebaran di berbagai pelosok dengan leluasa. Begitu pun dengan puasa dan ibadah haji. Di Xinjiang, tulis Irfan,teradapat 24.400 masjid, 59 wihara, satu kelenteng Taoisme, 227 gereja Protestan, 26 gereja Katolik, dan tiga gereja Kristen Ortodoks.

Terkait benih separatisme dan terorisme, sudah bersemi di Xinjiang sejak awal abad ke-20 hingga akhir tahun 1940-an. Mereka hendak mendirikan Republik Islam Turkistan Timur pada 12 November 1933. Tapi hanya bertahan 3 bulan, karena ditolak mayoritas etnis di Xinjiang. Lalu muncul lagi pada 1944, tapi hanya bertahan 1 tahun.

Gerakan Turkistan Timur ini tumbuh lagi pada 2001 seiring 11 September 2001 di AS, lalu ada pengeboman di bus pada 1992 yang menewaskan tiga penumpang bus dan melukai 23 orang penumpang bus di Kota Urumqi. Tahun 1997 juga muncul pengeboman di bus yang menewaskan sembilan orang dan melukai 68 orang di Kota Urumqi. Terulang lagi di Kota Kashgar (2011 dan 2012), Kota Urumqi (2014), dan Aksu (2015).

Menyikapi separatisme dan terorisme itu, Pemerintah Daerah Otonom Xinjiang sejak 2014 telah menumpas 1.588 geng teroris, menangkap 12.995 pelaku teroris, menyita 2.052 jenis bahan peledak, namun perlakuan tegas terhadap bukan berarti Islam menjadi sumber teroris, meski kebijakan kontraterorisme berupa kamp vokasi dan pusat pelatihan itu dinilai berpotensi melanggar HAM, karena peserta hanya dari satu etnis (Uighur).

Untuk menjawab tuduhan itu, Pemerintah Daerah Otonom Xinjiang membangun gedung pameran Urumqi pada 2014 yang menampilkan foto korban kekerasan selama 1992-2015, rekaman CCTV, senjata api, senjata tajam, senjata rakitan, serta bom rakitan. Foto dan video kekerasan itu bukan hanya radikalisme/terorisme yang terjadi di Xinjiang saja, tapi juga di Kunning-Yunan dan Kota Terlarang Beijing.

“Anda lihat sendiri ada imam masjid beserta keluarganya dan juga beberapa petugas kepolisian yang menjadi korban serangkaian serangan terorisme di Xinjiang. Semua bentuk terorisme adalah kejahatan yang tidak memilih sasaran dari etnis dan agama tertentu,” kata Deputi Dirjen Publikasi Partai Komunis China, Komite Regional Xinjiang, Shi Lei.

Irfan Ilmie, alumnus Hubungan Internasional Universitas Darul Ulum, Jombang dan Master Komunikasi Universitas Arilangga, Surabaya berkesempatan beberapa kali mengunjungi Xinjiang untuk berbicara langsung dengan warga lokal, tokoh masyarakat, dan otoritas setempat. Karena itu buku ini diberi anak judul, ‘Catatan Perjalanan Wtawan Indonesai Mengungkap Fakta di Lorong Gelap Kamp Vokasi Uighur’.

Bersama beberapa wartawan dari media Barat ia juga sempat mendapat izin untuk mengunjungi sejumlah lokasi yang oleh pihak Barat dikampanyekan sebagai penjara atau kamp konsentrasi. Lewat reportase lapangan yang mengalir, dalam buku setebal 344 halaman ini Irfan menguraikan bahwa Xinjiang yang berada di ujung barat laut Tiongkok, berbatasan langsung dengan delapan negara, yakni Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, Tajikistan, Afghanistan, dan Pakistan.

Letak ini membuat Xinjiang menjadi gerbang alami Jalur Sutra sejak ribuan tahun lalu. Arus perdagangan lintas benua tidak hanya membawa komoditas, tetapi juga pengetahuan tentang lokasi sumber daya alam sehingga eksplorasi mineral di wilayah ini berlangsung lebih awal dibanding banyak daerah lain di Tiongkok.

Uighur, jelas Irfan, bukan satu-satunya etnis yang mendiami wilayah Xinjiang. Masih ada etnis lain seperti Kazakh, Tajik, Mongol, dan Hui, yang turut membentuk mosaik sosial di wilayah seluas 1,66 juta kilometer persegi itu. Sebagai etnis mayoritas wajar pula bila bahasa Uighur menjadi pengantar utama dalam pergaulan masyarakat. Sementara aksara yang banyak digunakan menyerupai huruf Arab Pegon.

Sekalipun demikian, Islam bukanlah agama leluhur asli etnis Uighur. Islam baru masuk sekitar abad ke-10, sedangkan kepercayaan dan agama lain sudah jauh lebih dulu masuk dan dikenal masyarakat Xinjiang, seperti Shamanisme, Zoroaster, dan Buddha. Dari situ secara perlahan terjadi percampuran, dan memang meski masuk belakangan Islam tumbuh menjadi agama mayoritas di Xinjiang.

(jat/inf)



Sumber : www.detik.com

Muncul Varian Baru Virus Flu di China, Berpotensi Jadi Pandemi? Ini Kata Epidemiolog


Jakarta

Baru-baru ini peneliti yang dipimpin oleh Hongbo Bao di China mendeteksi varian baru virus flu yang dikenal sebagai Influenza D virus (IDV) jenis virus yang umumnya ditemukan pada sapi. Tim dari Changchun Veterinary Research Institute mengidentifikasi strain baru bernama D/HY11, yang ditemukan pada sapi di wilayah timur laut China pada tahun 2023.

Hasil studi menunjukkan strain D/HY11 mampu bereplikasi di sel saluran pernapasan manusia serta jaringan hewan. Temuan ini memunculkan kekhawatiran bahwa virus tersebut berpotensi menyebar antar manusia.

“Strain IDV yang beredar saat ini sudah menimbulkan potensi ancaman panzootik [padanan hewan dari pandemi manusia],” tulis peneliti.


Terkait hal tersebut, epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menjelaskan Influenza D Virus atau IDV biasanya beredar pada sapi dan beberapa hewan ternak. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada 2011, artinya sudah lebih dari 10 tahun yang lalu sehingga bukan dianggap virus baru.

“Dan yang baru adalah isolasi strain tertentunya yaitu D/HY11 dan bukti eksperimen yang menunjukkan kemampuan replikasi di sel manusia dan ini yang menjadi kebaruannya,” ucap Dicky saat dihubungi detikcom, Senin (20/10/2025).

Berpotensi Picu Pandemi?

Sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan IDV atau influenza D menyebabkan penyakit berat dalam populasi manusia secara luas. Bukti yang ada lebih kuat mengenai reservoir hewan seperti sapi dan paparan pada kelompok kontak hewan.

Meskipun demikian, Dicky menilai potensi terjadinya wabah atau bahkan pandemi tetap ada secara ilmiah. Hal ini dikarenakan setiap virus yang mengalami perubahan genetik hingga mampu menular secara efisien antar manusia, memiliki peluang untuk memicu terjadinya wabah berskala besar.

“Tetapi kemungkinan aktualnya kejadiannya bergantung pada bagaimana dia adaptasi genetik untuk replikasi dan transmisibilitas pada manusia. Ini yang masih jadi pertanyaan. Kemudian juga virulensi klinis pada manusia, juga kondisi ekologi, ekonomi yang mendorong spillover, kontak manusia hewan,” ucapnya lagi.

“Jadi saat ini bukti adaptasi manusianya terbatas, jadi risiko nyatanya belum dapat dikatakan tinggi, tapi kewaspadaan One Health wajib ditingkatkan,” sambungnya.

Apa Itu Influenza D Virus?

Dicky menjelaskan virus ini termasuk dalam genus Delta Influenza Virus dan merupakan bagian dari family Orthomyxoviridae, keluarga virus yang juga dikenal serius karena mencakup berbagai virus penyebab penyakit menular pada manusia.

Menurutnya, keluarga virus ini memiliki kesamaan karakter dengan keluarga coronavirus, yakni sama-sama berpotensi menimbulkan wabah. Pada hewan, IDV diketahui menyebabkan bovine respiratory disease complex, yaitu gangguan pernapasan yang cukup umum di sektor peternakan.

Sementara pada manusia, hingga kini baru ditemukan jejak genom dan antibodi terhadap virus ini, namun belum ada bukti kuat bahwa IDV menimbulkan penyakit klinis secara luas.

“WHO sendiri mengakui keberadaan empat jenis influenza, influenza A yang sekarang bersirkulasi dominan dan menyebabkan kasus-kasus, kemudian influenza B, influenza C, dan D,” kata Dicky.

Di antara keempatnya, influenza A merupakan tipe yang paling dominan bersirkulasi dan paling sering menyebabkan kasus pada manusia, diikuti oleh influenza B.

Dicky menjelaskan, selama ini, fokus pemantauan dan rekomendasi WHO difokuskan pada influenza A dan B karena bukti penyakitnya pada manusia sudah jelas dan telah memicu berbagai epidemi maupun pandemi sebelumnya. Sementara itu, untuk influenza D (IDV), WHO belum mengeluarkan pernyataan darurat global maupun status kewaspadaan khusus.

“Dan dokumen teknis WHO masih memusatkan komposisi vaksin pada A, B, dan pemantauan global influenza surveillance (GILS) untuk influenza A vaksin dan juga influenza B vaksin,” lanjutnya.

baca juga

(suc/suc)



Sumber : health.detik.com

Pria Ngaku ‘Sembuh’ dari Batu Ginjal seusai Naik Roller Coaster, Dokter Bilang Gini


Jakarta

Seorang pria asal China menceritakan pengalamannya ‘sembuh’ dari batu ginjal setelah naik tiga wahana roller coaster di sebuah taman bermain besar di Jepang. Klaimnya ini mengundang perdebatan di dunia maya, apakah hal ini benar-benar bisa terjadi?

Melalui media sosial Weibo, pria bermarga Wang itu menceritakan jika ia memang memiliki riwayat batu ginjal multiple atau lebih dari satu. Wang sempat menduga salah satu batu ginjalnya telah bergeser ke ureter. Namun, ia tidak sempat berkonsultasi dengan dokter selama di Jepang, sehingga ia memutuskan untuk pergi ke Universal Studio di Osaka.

Setelah menaiki tiga roller coaster, Wang pergi ke toilet untuk buang air kecil. Tak disangka, keluar sebuah batu kecil hitam dari saluran kencingnya.


“Bentuknya seperti batu kecil yang tercampur dalam nasi. Setelah keluar, semua gejala (sakit) langsung hilang dan saya merasa jauh lebih baik,” cerita Wang dikutip dari Must Share News, Selasa (21/10/2025).

Wang menceritakan dirinya memang rentan mengalami batu ginjal. Dalam pemeriksaan medis sebelumnya, dokter memang sudah menemukan beberapa batu kecil.

Karena ukurannya kurang dari 55 mm, dokter menyarankannya agar banyak minum air dan rutin lompat tali untuk membantu pengeluaran batu. Wang tidak pernah menyangka naik roller coaster bisa membantunya mengeluarkan batu ginjal.

Apa yang Dialami Wang Kebetulan Semata

Dokter kepala Departemen Urologi di Fifth Affiliated Hospital of Guangzhou Medical University, Dr Li Tian mengatakan apa yang dialami oleh Wang hanyalah kebetulan semata. Ia menduga getaran hebat dan perubahan posisi tubuh yang ekstrem saat menaiki roller coaster menstimulasi batu kecil yang sudah ada di ureter akhirnya keluar.

Meski demikian ia tidak menyarankan pasien batu ginjal lain untuk meniru cara ini. Ada risiko medis lebih besar yang dapat membahayakan pasien batu ginjal.

“Tindakan seperti itu berisiko menyebabkan batu tersangkut di dinding ureter atau menimbulkan luka pada mukosa,” ungkap Dr Tian.

(avk/kna)



Sumber : health.detik.com

Curhat Istri 10 Tahun Tak Tahu Suaminya HIV, Terungkap saat Jenguk di Penjara


Jakarta

Seorang wanita di China terkejut setelah mengetahui rahasia besar suaminya yang disembunyikan selama 10 tahun. Selama itu, wanita bernama Wang tidak pernah tahu suaminya didiagnosis human immunodeficiency virus atau HIV.

Kasus yang dipublikasikan di Yunnan AIDS Prevention ini dialami Wang dan suaminya, Li, yang sudah menikah selama 10 tahun tanpa memiliki anak. Dikutip dari World of Buzz, selama bertahun-tahun Li telah berbohong terkait penyakitnya itu.

Namun, pada Desember 2021 Li dijatuhi hukuman penjara karena mengoperasikan kasino. Tetapi, rahasia yang lebih besar dari itu akhirnya terungkap saat Wang mengunjungi suaminya di penjara.


Ketika kunjungan, Wang diminta oleh staf penjara untuk menyiapkan obat HIV untuk Li. Saat itulah, Wang baru mengetahui bahwa Li mengidap HIV sejak tahun 2011, tapi tidak pernah menceritakan kepadanya sejak awal bertemu.

Sejak awal pernikahannya, Wang pernah bertanya tentang obat yang diminum Li. Suaminya itu mengaku mengidap penyakit hati dan perlu minum obat.

Di tahun 2021 itulah, Li baru menjelaskan bahwa ia mengidap HIV. Tetapi, ia bersikeras mengaku terus mencari pengobatan yang mampu menekan penularan virus tersebut kepada orang lain.

Beruntung, Wang dinyatakan negatif HIV. Meski begitu, ia mengalami tekanan mental yang luar biasa selama proses tes.

Wang mengaku merasa takut dan cemas karena ia tidak mengambil tindakan perlindungan apapun selama 10 pernikahannya. Ia pun tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi pada dirinya.

Setelah belajar dari kesalahannya, Wang menggugat Li di Pengadilan Songjiang dan menuntut pembatalan pernikahan tersebut. Wang merasa Li telah jahat menyembunyikan fakta bahwa ia mengidap penyakit yang serius.

Wang juga menganggap pernikahan itu sudah ditakdirkan dan mustahil untuk dilanjutkan. Di China, KUHPdengan jelas menyatakan bahwa salah satu pihak dalam pernikahan masih memiliki kewajiban pranikah, yakni untuk mengungkapkan penyakit serius apapun yang dapat berdampak signifikan pada pernikahannya.

Simak juga Video: Pembekuan Bantuan Trump Hentikan Uji Coba Vaksin HIV di Afrika Selatan

(sao/kna)



Sumber : health.detik.com

Beasiswa S2-S3 di China 2026 CAS-ANSO, Dapat Uang Saku hingga Rp 16 Juta



Jakarta

Beasiswa kuliah S2 dan S3 di China 2026 dibuka melalui CAS-ANSO Scholarship (Degree Program). Pendaftaran berlangsung mulai 15 Oktober 2025 dan ditutup pada 31 Januari 2026.

Dikutip dari laman resminya, beasiswa gelar ini didukung oleh organisasi nirlaba The Alliance of National and International Science Organizations for the Belt and Road Regions (ANSO) dan salah satu pendirinya, Chinese Academy of Sciences (CAS). Beasiswa ini sebelumnya dikenal dengan nama ANSO Scholarship for Young Talents.

Kuota yang disediakan sebanyak 100-200 mahasiswa jenjang magister dan 300 mahasiswa program PhD. Penerima beasiswa dapat berkuliah di University of Science and Technology of China (USTC), the University of Chinese Academy of Sciences (UCAS), dan institut-institut Chinese Academy of Sciences (CAS) yang tersebar di berbagai lokasi di China.


Beasiswa ini memiliki subkategori yang dikhususkan untuk 40 mahasiswa PhD dari negara berkembang. Sepuluh kursi beasiswa diutamakan bagi mereka yang terlibat dalam riset terkait iklim. Mahasiswa dari negara Least Developed Countries (LDC) dan perempuan mendapat poin plus.

Beasiswa subkategori tersebut didanai bersama oleh CAS, ANSO, The World Academy of Sciences (TWAS), dan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Beasiswa S2-S3 di China 2026 CAS-ANSO

Penerima beasiswa akan mendapatkan:

  • Pembebasan dari uang kuliah
  • Uang saku 3.000 yuan (Rp 6,9 juta) per bulan untuk S2 dan 6.000-7.000 yuan (Rp13,9 juta-Rp 16,2 juta) per bulan untuk S3
  • Asuransi kesehatan
  • Pembebasan biaya pendaftaran
  • Biaya transportasi, tunjangan atau biaya penggantian, dari negara asal ke China
  • Uang visa/izin tinggal

Syarat Beasiswa Kuliah di China CAS-ANSO

  • Bukan Warga Negara China
  • Fasih berbahasa Inggris atau Mandarin
  • Pelamar program magister harus lahir setelah 1 Januari 1996
  • Pelamar program PhD harus lahir setelah 1 Januari 1991
  • Memenuhi syarat sebagai calon mahasiswa internasional USTC atau UCAS
  • Tidak boleh mengambil tugas lain selama masa beasiswa
  • Pelamar S2 tidak sedang menempuh pendidikan magister di universitas/institusi mana pun di China
  • Pelamar S3 tidak sedang menempuh pendidikan doktoral di universitas/institusi mana pun di China

Cara Daftar Beasiswa CAS-ANSO

Bagi pelamar USTC, cek pedoman pendaftaran pelamar pascasarjana, klik DI SINI

Bagi pelamar UCAS, cek panggilan mahasiswa internasional baru, klik DI SINI

Mendaftar di sistem penerimaan USTC atau UCAS sebelum batas waktu dengan ketentuan:

– Pilih Beasiswa CAS-ANSO pada saat melamar
– Jika memilih beasiswa subkategori PhD ANSO-CAS-TWAS/UNESCO, centang kotak yang menyatakannya

Klik link portal penerimaan salah satu kampus di bawah ini:

USTC: https://isa.ustc.edu.cn/xs/login_scho.asp

UCAS: https://is.ucas.ac.cn/

Informasi lebih lanjut tentang beasiswa kuliah di China ini dapat diakses melalui https://www.anso.org.cn/programmes/talent/scholarship/. Semoga bermanfaat, detikers!

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Daftar Negara Terluas di Dunia, Rusia Masih Juara


Jakarta

Luas permukaan bumi diperkirakan sekitar 510 juta km², dari total luas tersebut terdapat negara-negara dengan wilayah daratan yang superluas. Negara-negara ini menempati benua yang berbeda, mempunyai kondisi geografis unik, dan sebagian bahkan membentang lintas zona waktu loh detikers!

Menurut United Nations Statistics Division (UNdata), ukuran total suatu negara biasanya dihitung dari luas daratan ditambah perairan internal, seperti danau dan sungai besar, tanpa memasukkan wilayah laut teritorial.

Nah,berikut 10 negara terluas di dunia versi data PBB, CIA World Factbook, dan Encyclopedia Britannica.


1. Rusia (17.098.242 km²)

Negara yang membentang dari Eropa Timur hingga Asia Utara ini tak tertandingi dalam hal luas wilayah. Berdasarkan CIA World Factbook, Rusia memiliki sekitar 11 zona waktu dan menjadi rumah bagi hutan taiga terluas di dunia. Sekitar 77% penduduknya tinggal di bagian barat Rusia, dekat Eropa.

2. Kanada (9.984.670 km²)

Menurut Encyclopædia Britannica, Kanada adalah negara terbesar di belahan bumi barat. Negeri ini memiliki lebih dari 2 juta danau, menjadikannya negara dengan jumlah danau terbanyak di dunia. Luasnya hampir dua kali lipat UniEropa.

3. Amerika Serikat (9.826.675 km²)

CIA World Factbook mencatat luas total AS termasuk Alaska dan Hawaii. Dari Grand Canyon hingga Alaska yang membeku, wilayah AS meliputi hampir semua iklim di dunia dari gurun, gunung es, hingga hutan hujan.

4. China (9.596.961 km²)

Walaupun kerap bersaing dengan AS dalam urusan ekonomi dan militer, keduanya berdekatan dalam urusan luas wilayah. Menurut UN data, China memiliki bentang alam yang ekstrim, dari Pegunungan Himalaya di barat hingga dataran pesisir di timur.

5. Brasil (8.515.767 km²)

Sebagai negara terbesar di Amerika Selatan, Brasil menempati hampir separuh luas benua tersebut. Hutan Amazon yang legendaris menutupi sekitar 60% wilayahnya. Britannica menuliskan bahwa Brasil juga memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

6. Australia (7.692.024 km²)

Sering disebut “negara benua”, Australia satu-satunya negara yang mencakup seluruh daratan benuanya sendiri. Menurut CIA World Factbook, 85% penduduk tinggal di dekat pesisir karena bagian tengahnya berupa gurun luas yang disebut “Outback”.

7. India (3.287.263 km²)

Dengan penduduk terpadat di dunia, India juga masuk jajaran negara terbesar. UN data mencatat wilayahnya mencakup Pegunungan Himalaya, dataran Gangga, hingga Gurun Thar. Kondisi geografis yang beragam ini memengaruhi kekayaan budaya dan pertaniannya.

Setelah mengetahui negara terluas di dunia, detikers semakin paham bahwa bukan hanya meliputi geografi saja, tapi juga tentang keanekaragaman budaya, sumber daya alam, dan tantangan lingkungan yang dihadapi tiap negara. Luas wilayah bukan jaminan kekayaan, akan tetapi bisa jadi potensi besar untuk pembangunan dan konservasi di masa depan.

(pal/pal)



Sumber : www.detik.com

Negara Paling Religius di Dunia Versi CEOWORLD, Indonesia Urutan Berapa?


Jakarta

Majalah CEOWORLD kembali merilis hasil survei global tentang tingkat religiusitas negara-negara di dunia. Survei ini melibatkan lebih dari 820.000 responden dari 148 negara, dan menghasilkan daftar negara paling religius serta negara paling sekuler di dunia.

Dalam laporan ini, sebagaimana dilansir dari laman resmi CEOWORLD, Somalia kembali menempati posisi pertama sebagai negara paling religius di dunia, diikuti oleh Niger dan Bangladesh. Sementara itu, negara-negara seperti Tiongkok, Estonia, dan Swedia menduduki peringkat terbawah sebagai negara dengan tingkat religiusitas paling rendah.

Somalia Kembali Menjadi Negara Paling Religius

Survei CEOWORLD menempatkan Somalia di posisi teratas, dengan 99,8% penduduknya menyatakan diri sebagai individu yang religius. Niger menyusul di posisi kedua dengan 99,7%, sementara Bangladesh menempati urutan ketiga dengan 99,5% populasi yang mengaku beriman dan menjalani nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.


Indonesia Masuk 10 Besar Negara Paling Religius di Dunia

Dalam analisis data terbaru, CEOWORLD juga mencatat sejumlah negara lain dengan tingkat religiusitas yang sangat tinggi. Indonesia masuk dalam daftar 10 besar, bersanding dengan beberapa negara dari Asia dan Afrika yang secara budaya dan sosial masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

Dalam konteks survei ini, “Religius” diartikan sebagai pengabdian yang setia kepada realitas tertinggi atau Tuhan, termasuk ketaatan terhadap ajaran agama, kesungguhan dalam ibadah, serta komitmen terhadap prinsip spiritual. Namun demikian, CEOWORLD juga menekankan bahwa definisi religiusitas bisa berbeda-beda tergantung pada persepsi dan pengalaman masing-masing individu serta konteks budaya suatu negara.

10 Negara Paling Religius (h2)

1. Somalia 99.8
2. Niger 99.7
3. Bangladesh 99.5
4. Ethiopia 99.3
5. Yemen 99.1
6. Malawi 99
7. Indonesia 98.7
8. Sri Lanka 98.6
9. Mauritania 98.5
10. Djibouti 98.2

Negara-Negara Besar yang Tak Masuk 10 Besar

Meskipun dikenal sebagai negara yang menjadi tempat lahir berbagai agama besar, India hanya menempati peringkat ke-54 dalam hal persepsi religiusitas. Padahal, India adalah tempat asal agama Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme.

Sementara itu, Amerika Serikat, yang secara konstitusional menjamin kebebasan beragama, justru berada di peringkat ke-104. Negara-negara lain seperti Irlandia dan Israel masing-masing menempati peringkat ke-110 dan ke-11.

Menariknya, meskipun Israel dikenal sebagai negara Yahudi, berdasarkan laporan International Religious Freedom dari Departemen Luar Negeri AS, hukum dasar negara itu menjamin kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah bagi semua warganya, tanpa memandang afiliasi keagamaan.

China Jadi Negara Paling Tidak Religius

Di sisi lain, China menjadi negara paling tidak religius di dunia. Kurang dari 10% penduduknya mengaku merasa religius. Setelah China, negara-negara yang menyusul sebagai paling tidak religius adalah:

Estonia – 16%

Swedia – 17%

Denmark – 19%

Republik Ceko – 21%

Norwegia – 21%

Hong Kong – 24%

Jepang – 24%

Inggris (UK) – 27%

Finlandia – 28%

Negara-negara ini umumnya memiliki masyarakat yang lebih sekuler, di mana pengaruh agama dalam kehidupan publik cenderung minimal.

Meski demikian, rata-rata 74,44% orang dewasa di seluruh negara yang disurvei masih menganggap agama sebagai hal yang sangat penting dalam hidup mereka. Namun, tingkat komitmen religius, seperti keanggotaan dalam agama, pentingnya agama dalam kehidupan pribadi, kehadiran dalam ibadah, hingga frekuensi doa, sangat bervariasi antar negara.

Survei dari CEOWORLD menunjukkan bahwa religiusitas tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan global, meskipun mengalami perbedaan yang mencolok antar wilayah. Negara-negara di kawasan Afrika dan Asia, seperti Somalia, Niger, dan Indonesia, menunjukkan komitmen tinggi terhadap nilai-nilai agama.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Ompreng MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, Benarkah?



Jakarta

Heboh kabar mengenai nampan atau food tray yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga bukan produk lokal melainkan impor dari China dan disebut mengandung minyak babi. Terkait hal ini, pemerintah buka suara.

Masalah ini bermula dari laporan Indonesia Business Post (IBP) yang menemukan 30-40 pabrik produsen ompreng makanan untuk pasar global di China, salah satunya diduga untuk program MBG di Indonesia.

Dalam laporan tersebut mengklaim adanya dugaan praktik pemalsuan label ‘Made in Indonesia’ dan logo SNI pada ompreng yang sebenarnya diproduksi di China.


IBP melampirkan foto-foto hasil investigasi yang memperlihatkan para pekerja di Cina sedang memproduksi ompreng dengan label “Program Makan Bergizi Gratis”.

Terdapat juga foto yang berisi informasi bahan dan produsen dalam bahasa Indonesia dan kandungan utama dalam ompreng MBG tersebut tertulis salah satunya adalah lemak babi olahan.

Laporan investigasi IBP di beberapa pabrik di Chaoshan, China menemukan indikator yang menunjukkan produksi ompreng makanan, baik tipe 201 maupun 304, kemungkinan besar menggunakan minyak lemak babi sebagai pelumas.

Menanggapi hal ini, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Hasan Nasbi mengatakan selama ini belum ditemukan adanya kandungan minyak atau lemak babi dalam food tray MBG.

“Tapi kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita riset, bisa diuji di BPOM,” kata Hasan dilansir detikNews, Selasa(26/8/2025).

Hasan juga minta tidak terlalu gampang termakan isu yang sensitif. “Kita bisa uji kok tadi saya sudah ketemu sama kepala BPOM dan itu perlu diperiksa,” sambung Hasan.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga merespon soal dugaan ompreng atau food tray Makanan Bergizi Gratis (MBG). “Sedang check dan recheck (diperiksa kembali),” kata Kepala BGN Dadan Hindayana yang dilansir Antara, Selasa (26/8/2025).

Sikap BGN yang berhati-hati menjawab rumor mengenai ompreng MBG mengandung lemak babi ini juga sejalan dengan sikap Menag Nasaruddin Umar yang mengatakan jika memang terbukti ada kandungan babi, pemerintah harus memperbaikinya.

Sebelumnya, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan aturan resmi terkait penggunaan wadah makan bersekat (food tray) berbahan baja tahan karat untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Aturan ini tertuang dalam SNI 9369:2025.

“Standar tersebut ditetapkan pada 18 Juni 2025 melalui Keputusan Kepala BSN Nomor 182/KEP/BSN/6/2025. Ini adalah standar baru yang dikembangkan secara mandiri oleh Komite Teknis 77-02, Produk Logam Hilir,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo, dilansir detikNews.

Menurut Hendro, tujuan utama penetapan standar ini adalah memastikan food tray yang dipakai dalam Program MBG aman, tahan lama, serta bebas dari zat berbahaya. Selain itu, penerapan SNI juga diharapkan dapat mendorong industri dalam negeri untuk menghasilkan peralatan makan yang lebih berkualitas.

(lus/kri)



Sumber : www.detik.com