Category Archives: Tempat makan

Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu Autentik


Jakarta

Mee pok disebut sebagai cikal bakal eksistensi mie chili oil yang kini populer di Indonesia. Di Gading Serpong ada tempat untuk menyantap mee pok asli tiociu.

Budaya mie chili oil dipergunakan sejak pemerintahan Dinasti Ming di China. Penggunaan mie chili oil lantas berkembang pada hidangan yang dikenal mee pok.

Penyajian mee pok dapat disebut sebagai asal muasal mie chili oil yang kini populer. Jika melirik pada negara tetangga, mee pok paling populer di Singapura bahkan banyak orang Indonesia yang datang ke sana untuk sekadar menikmatinya.


Ternyata di Indonesia juga ada tempat makan mee pok yang tak kalah enak, namanya Bakso Ikan Teochew. Kualitas bakso ikan khas tiociu yang segar dan kenyal bisa didapatkan di sini.

Detail Informasi
Nama Tempat Makan Bakso Ikan Teochew
Alamat Blok AJ, Jalan Kelapa Gading Barat No.8, Pakulonan Barat, Tangerang.
No Telp 082210986892
Jam Operasional Senin-Minggu, 08.00 – 20.00 WIB
Estimasi Harga Rp 31.000 – Rp 40.000
Tipe Kuliner Chinese tiociu
Fasilitas
  • Makan di Tempat
  • Bawa Pulang
  • Toilet
  • Pesan Online
  • dll
Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu AutentikProses pembuatan bakso ikan di sini dipaparkan secara gamblang pada dinding toko. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Bakso Ikan Dibuat Segar

Masih menjaga pembuatan bakso ikan secara premium, Bakso Ikan Teochew percaya diri untuk memajang proses pembuatan bakso ikan dengan cara mereka sendiri. Adalah ikan ekor kuning yang menjadi bahan baku utama untuk membuat bakso ikan yang kenyal dan enak.

Pertama-tama ikan ekor kuning yang segar akan dipisahkan dari tulang dan durinya. Daging ikan kemudian dibuat menjadi pasta. Untuk membuat pastanya sendiri resep nenek moyang yang diturunkan tak pernah diubah sama sekali.

Setelah pasta ikan siap, kemudian akan dibentuk menjadi bola-bola yang licin dan mulus menggunakan bantuan sendok dan tangan. Baru kemudian bakso ikan direbus hingga matang dan mengambang.

Cara Menyantap Mee Pok

Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu AutentikUntuk menyantap mee pok ada caranya tersendiri untuk menyampur sambalnya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Ketika memesan mee pok ternyata ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Mee pok tidak bisa dikonsumsi seperti menikmati mie ayam atau suguhan mie lainnya.

Mee pok biasanya akan disajikan terpisah, antara pelengkap seperti bihun, kwetiau, atau mee pok dengan bakso ikan dan kuahnya. Jangan sekali-kali menuangkan kuah ke dalam mangkuk pelengkap.

Begitu pula menuangkan sambal khas yang disajikan berdampingan ke dalam kuah. Sambal hanya boleh dituangkan ke dalam mangkuk berisi pelengkap seperti mee pok atau bihun saja, atau cara lainnya adalah menggunakannya sebagai cocolan bakso.

Sambal yang khas dengan kenyalnya mee pok ada di halaman berikutnya.

Sambal Khas Mirip Chili Oil

Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu AutentikMee pok yang autentik masih menggunakan sambal cabai dan ebi, bukan chili oil. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa mee pok merupakan nenek moyang dari mie chili oil yang populer, Bakso Ikan Teochew masih menggunakan resep sambal dari tahun 1990an. Gaya mee pok yang autentik justru bukan menggunakan chili oil, melainkan sambal yang rasanya mirip chili oil.

Bedanya sambal ini terbuat dari cabai, ebi, dan bahan-bahan lain yang diblender halus. Sementara chili oil terbuat dari cabai yang dikeringkan kemudian diinfus pada minyak. Penggunaan chili oil dianggap lebih mudah dan sederhana sehingga menjadi alternatif.

Ciri khas sambal dari Bakso Ikan Teochew ini rasanya tak terlalu pedas di awal. Ada rasa gurih yang dominan, diikuti pedas, juga sedikit sensasi manis yang akan terasa pada ujung lidah.

Untuk mendapatkan rasa maksimalnya pastikan untuk mengaduk rata sambal dengan mee pok, kwetiau, atau bihun. Menjadikan sambal sebagai cocolan untuk bakso ikan atau tahu juga tak kalah enak.

Gurih Kenyal Bakso Ikan

Slurrp! Di Gading Serpong Ada Mee Pok Khas Tiociu AutentikPerpaduan mee pok dan bakso ikannya terasa saling melengkapi satu sama lain nikmatnya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Ada tiga menu yang ditawarkan di Bakso Ikan Teochew, yaitu Mau Tahu dengan pelengkap (Rp 40.000), 5 Bakso dengan pelengkap (Rp 31.000), dan Mau tahu tanpa pelengkap (Rp 35.000).

Pada pesanan pertama untuk Mau Tahu, kami memilih memadukannya dengan bihun. Bihun yang lembut tetapi tetap kenyal menjadi pendamping yang enak untuk semangkuk Mau Tahu yang berisi 3 buah bakso ikan, 2 buah tahu, dan 1 buah kulit tahu yang diisi dengan adonan bakso ikan.

Pada menu 5 Bakso dengan pelengkap kami memilih memadukannya dengan mee pok. Pada paket ini kami mendapatkan semangkuk mee pok dengan 5 buah bakso ikan berkuah kaldu pada mangkuk lain.

Jika tak ingin terlalu kenyang juga bisa memesan yang tanpa pelengkap. Seporsinya berisi 5 bakso ikan, 2 tahu, dan 1 kulit tahu berisi adonan bakso ikan.

Bakso ikannya terasa garing di bagian luar tetapi kenyal bagian dalamnya. Proses pembuatan yang tidak menggunakan MSG atau tambahan perasa sama sekali membuat rasanya gurih lembut.

Tahu kulit yang diisi dengan adonan bakso ikan memberikan tekstur yang berbeda saat dimakan. Bagian tahunya menyerap kaldu dengan sempurna tetapi di bagian tengah ada adonan bakso ikan yang memberikan tekstur kenyal.

Bakso Ikan Teochew ini lebih enak disantap selagi hangat. Jika ingin dibawa pulang sebaiknya kuah kaldunya dipanaskan terlebih dahulu di kompor atau microwave.

(dfl/adr)



Sumber : food.detik.com

Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996


Bandung

Kota Bandung juga punya banyak tempat makan bakso populer. Salah satunya ada kedai bakso viral yang jadi langganan artis hingga food vlogger.

Mencari tempat makan bakso yang enak di kota Bandung, tidak sulit. Beragam kuliner bakso dari harga kaki lima sampai bintang lima bisa ditemukan di kota ini.

Salah satu tempat makan bakso yang sering dijadikan destinasi wisata kuliner di Bandung ada kedai Bakso Tjap Haji. Kedai bakso ini berlokasi di Jalan Burangrang dan baksonya sendiri sudah diproduksi sejak tahun 1996.


Bakso Tjap Haji turut dikenal dengan variasi bakso, mie ayam sampai tetelan dan koyor yang jadi topping favorit di sini. Menjadi viral setelah dikunjungi mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan sejumlah selebriti.

Berikut beberapa menu yang menarik dicoba di Bakso Tjap Haji.

Detail Informasi Bakso Tjap Haji
Nama Tempat Makan Bakso Tjap Haji
Alamat Jl. Burangrang No.21, Malabar, Bandung.
No Telp (022) 87329000
Jam Operasional 10.00 – 21.00
Estimasi Harga Rp 30.000 – Rp 100.000
Tipe Kuliner Bakso
Fasilitas

1. Bakso Legendaris dari 1996

Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

Kedai bakso ini pertama kali dibuka pada pertengahan tahun 2022 lalu. Sang pemilik, Pak Haji Dede dulunya hanya memproduksi bakso saja untuk dipasok di sekitar Jawa Barat sampai Jawa Tengah.

Usaha bakso ini sudah ada sejak tahun 1996 dengan nama Bakso Tjap Haji. Pada tahun 2022 akhirnya mereka memutuskan untuk membuka kedai bakso dengan konsep yang berbeda.

Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

Di sini pegunjung akan melihat langsung proses pembuatan bakso, dengan variasi topping, isian sampai jenis bakso yang dipajang di lemari kaca. Lengkap dengan pilihan kuah kaldunya.

2. Bakso Spesial Tjap Haji

Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

Kedai bakso yang sudah bersertifikasi halal ini memajang banyak foto selebriti hingga food vlogger yang pernah makan di kedainya. Mulai dari Yuki Kato, Rachel Vennya, Siti Badriah sampai Cakra Khan.

Untuk menu andalannya ada Paket Bakso Spesial 1 (Rp 50.000). Isinya lengkap ada bakso telur, bakso urat, bakso cincang, bakso halus kecil, pangsit goreng dan pilihan mie atau bihun. Tipe kuahnya bening dengan aroma kaldu sapi yang cukup kuat.

Menu ini bisa menjadi jawaban bagi yang penasaran ingin mencicipi aneka jenis bakso di Bakso Tjap Haji. Ukuran baksonya lumayan besar dan mengenyangkan, seperti bakso telur yang menggunakan telur ayam utuh.

Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

Kemudian ada bakso uratnya yang memiliki tekstur kasar dan rasa dagingnya lebih gurih, kemudian bakso cincang yang dominan manis gurih. Dipadukan dengan kuah kaldunya yang bening ringan rasanya semakin mantap.

Oh ya, di setiap meja tersedia minyak bawang putih, cuka, sambal rawit merah, jeruk limau dan tak ketinggalan kecap hingga saus produksi Tjap Haji. Pengunjung bisa meracik bakso mereka sesuai selera.

Menu lainnya di Bakso Tjap Haji ada di Halaman Berikutnya!

3. Mie Ayam Spesial

Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

Selain menu baksonya yang jadi juara di sini, menu Mie Ayam Spesial (Rp 40.000) tak kalah favorit. Seporsi mie ayamdisajikan dengan suwiran daging ayam bumbu kecap, bakso halus tiga butir, kulit ayam dan pangsit goreng sebagai pelengkapnya.

Tipe mie yang digunakan mirip seperti mie karet, hanya saja lebih pipih dan tidak sebesar mie karet. Mie diracik dengan kecap asin dan kecap manis serta kuah terpisah, gagrak mie yang satu ini mengikuti mie yamin ala Bandung yang manis gurih.

Namun, rasa manis gurih dari racikan mie bisa diseimbangkan dengan tambahan sambals hingga kriuk renyah dari kulit ayam goreng yang asin.

4. Topping Tetelan dan Koyor

Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

Tak lengkap rasanya makan di Bakso Tjap Haji tapi tidak memesan menu pendampingnya. Oseng tetelan (Rp 12.000) dan oseng koyor (Rp 10.000), jadi topping favorit di sini. Oseng dan tetelan bisa dioseng dengan rasa manis, pedas, gurih sesuai selera.

Disajikan di piring terpisah, tetelan dan koyor yang dioseng berhasil memberikan rasa baru saat disantap dengan bakso dan mie ayam. Oh ya, menu oseng tetelan dan koyor ini juga bisa disantap dengan nasi putih.

Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1966Bakso Tjap Haji : Mencicipi Bakso Viral di Bandung yang Ada Sejak 1996 Foto: detikFood

Jangan lupa pesan Bakso Goreng (Rp 15.000), seporsi dapat tiga biji bakso sedang yang digoreng dadakan. Lengkap dengan saus pedas manis yang jadi cocolannya.

Selain menu-menu di atas ada banyak menu lainnya di Bakso Tjap Haji, misalnya topping lidah sapi, daging iris, tulang sumsum, buntut kulit sampai ceker dengan harga terjangkau dari Rp 10.000 saja.

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih Mantap


Jakarta

Ada tempat makan hidangan khas Makassar hidden gem di tengah Jakarta. Rasanya yang autentik membuktikan gerai dengan nama menu kocak ini legendaris.

Makanan khas Makassar dengan ciri khasnya yang berempah menjadi salah satu sajian daerah yang populer di Indonesia. Di Jakarta sendiri tempat makan yang menyajikan hidangan khas Makassar banyak diburu oleh para foodies penggemarnya.

Apalagi jika berbicara tentang konro bakar khas Makassar yang smokey juicy tiada lawannya. Kemudian mulut dibasuh dengan gurihnya coto Makassar dengan isian yang melimpah ruah.


Di kawasan Cilandak, ada tempat makan khas Makassar yang otentik lezatnya tetapi cukup tersembunyi. Menunya diberi nama unik, jika datang ke sini juga jangan lupa mencuci mulut dengan es pisang ijonya yang legit menyegarkan.

Detail Informasi
Nama Tempat Makan Coto Makassar Daeng Rahman
Alamat Jalan Ampera Raya No.11, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
No Telp 0852-8282-6699
Jam Operasional 09.00 – 21.00 WIB
Estimasi Harga Rp 5.000 – Rp 85.000
Tipe Kuliner Indonesia, Makassar
Fasilitas
  • Makan di tempat
  • Area parkir luas
  • Toilet
  • Bawa pulang
  • dll
Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapCoto Makassar Daeng Rahman memilih untuk tak berada di pinggir jalan besar, membuat suasananya terasa lebih tenang. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Tersembunyi dan Legendaris

Kedai bernama Coto Makassar Daeng Rahman berlokasi di tempat yang tak mudah terlihat kasat mata. Warung makan khas Makassar ini menempati sebidang tanah di kawasan Jalan Ampera yang lokasinya lebih terlihat seperti parkiran.

Lokasinya berada di dalam sebuah lahan yang dikelilingi dengan pagar dan tembok di seberang PT TASPEN di Jalan Ampera Raya. Jika meminjam istilah gen Z, tempat makan ini layak menyandang predikat untuk mereka yang tau-tau aja (YTTA).

Ternyata warung makan ini bukalah pendatang baru. Coto Makassar Daeng Rahman telah beroperasi sejak 1990an yang dikelola secara turun temurun oleh keluarga dan keturunan Daeng Rahman itu sendiri.

Nama Menu yang Unik dan Nyeleneh

Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapPemilihan nama yang unik membuat warung makan khas Makassar ini begitu nyentrik. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Selain legendarisnya, warung makan ini memiliki konsep yang unik. Mereka menggunakan istilah-istilah unik untuk menamai menu-menu yang ditawarkan.

Salah satu yang paling populer dan terpampang besar di spanduknya adalah ‘Narkoba’. Menu tersebut merupakan singkatan dari Nasi Konro Bakar khas Makassar yang menyajikan potongan daging iga dibakar dengan olesan khusus dan kaldu pendamping.

Ketika datang ke warung makan khas Makassar rasanya tak lengkap jika tidak memesan coto, bukan? Untuk memilih menu coto yang diinginkan bisa melihat pada spanduk bertuliskan ‘Gudangnya Janda’ pada sisi dinding belakang warung.

Pilihan menu cotonya berupa Janda, Janda Baru, Janda Hot, Janda Panas dan masih banyak lainnya. ‘Janda’ yang ditawarkan adalah irisan jantung dan daging sapi sebagai isian utama dari cotonya, ditambah dengan imbuhan unik di belakangnya sebagai keterangan pelengkap isian.

Kelezatan menu utamanya hingga kudapan penutup ada di halaman berikutnya.

Smokey Lezat Konro hingga Coto

Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapKonro bakarnya yang tebal dan smokey dengan sebutan ‘Narkoba’ menjadi andalannya. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Tiba di Coto Makassar Daeng Rahman, kai langsung memesan ‘Narkoba’ yang menjadi ciri khas warung makan ini. Seporsi nasi konro bakar yang dilengkapi kuah kaldu dibanderol seharga Rp 85.000.

Seporsi Narkoba berisi dua potong iga atau konro yang tebal-tebal dagingnya. Sebelum dibakar daging iga telah dimasak dengab panci presto terlebih dahulu. Karena itu tekstur dagingnya sangat lembut. Tak butuh tenaga untuk melepaskan dari tulangnya.

Aromanya cukup smokey tetapi olesan kecapnya dominan manis. Untungnya menu in idiimbangi dengan bumbu kacang yang kental dan legit. Rasanya gurih legit menandakan kacang menjadi bahan yang dominan untuk bumbunya.

Mencicipi kuah kaldunya, dominan terasa kaldu sapi yang lembut dengan kluwek yang memberikan warna hitam gelap pada kuahnya. Perpaduan kemiri, ketumbar, hingga jintan membuat rasanya gurih kental dengan aroma harum yang khas.

Untuk menu coto Makassar kami memesan Janda Baru yang berisi jantung, daging, babat, dan paru. Harga seporsi Coto Makassarnya yang cukup mengenyangkan dibanderol Rp 35.000 saja, isiannya juga melimpah dan memuaskan.

Kuahnya kental dan keruh karena memakai kemiri yang royal pada racikannya. Aroma jintan dan irisan daun bawang membuatnya semerbak ketika diseruput kuahnya.

Irisan daging yang telah dimasak terlebih dahulu juga terasa empuk. Tak ada aroma amis atau bau tak sedap walaupun penggunaan jeroan sapi lebih dominan di dalam racikan coto Makassarnya.

Hidangan Penutup khas Makassar nan Legit

Coto Makassar Daeng Rahman: Racikan Narkoba dan Janda Baru yang Gurih MantapEs pisang ijo khas Makassarnya juga tak boleh dilupakan untuk mencuci mulut. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Jika sudah puas dengan makanan utamanya, jangan melupakan kudapan penutup. Selayaknya warung makan khas Makassar es pisang ijo tak boleh dilupakan, begitu pula dengan jalangkote yang disajikan di atas meja dengan sambal khususnya.

Jalangkotenya yang renyah dengan isian padat diabnderol Rp 5.000an saja per buah. Walaupun kondisinya tak terlalu hangat tetapi bagian kulitnya masih renyah dengan isian potongan sayur memadati bagian dalamnya.

Cocolan sambalnya pedas gurih yang diakui pemilik warung dibuat sendiri dengan resep dan racikan khas keluarganya. Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya es pisang ijo yang kami tunggu-tunggu datang juga.

Harga seporsi Es Pisang Ijonya dibanderol Rp 20.000. Porsinya datang dengan gelas yang besar dan isian yang menggunung. Lapisan bubur sumsum, siru, kucuran kental manis, potongan pisang ijo, dan es batu yang dihancurkan sampai halus tampak cantik.

Bubur sumsumnya sedikit gurih sehingga menyeimbangkan perpaduan sirup dan kental manis. Untuk pisang ijonya memakai pisang agak mengkal terasa padat Mengimbangi isian es pisang ijo yang hampir semua teksturnya lembut.

Ingin produk atau tempat makan Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.

(dfl/odi)



Sumber : food.detik.com

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China


Jakarta

Sudah ada sejak tahun 1969, RM Pondok Djaja disebut sebagai rumah makan Padang tertua di Jakarta. Menunya merupakan gabungan kuliner Minang dan China.

Di kawasan Gambir, tepatnya di Jl. KH. Hasyim Ashari, Jakarta Pusat,ada rumah makan keluarga legendaris yang masih mempertahankan menu aslinya sejak 1969.

Dengan papan nama restoran menggunakan ejaan zaman dulu, RM Pondok Djaja kini menjadi salah satu rumah makan Padang tertua di Jakarta. Berbeda dengan rumah makan Padang pada umumnya, Pondok Djaja memiliki menu atau masakan yang menggabungkan antara kuliner Minang dan China.


Tempat makannya yang sederhana dan klasik, serta pilihan makanan yang beragam, membuat RM Pondok Djaja jadi pilihan tempat makan keluarga favorit di Jakarta.

Berikut kisah hingga aneka menu yang menjadi andalan RM Pondok Djaja.

1. Sudah Ada Sejak 1969

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

Menurut Pak Djunaidi, generasi kedua dari pemilik RM Pondok Djaja, menceritakan bahwa mendiang kedua orangtuanya yang membuka rumah makan ini di tahun 1969.

“Pondok Djaja ini dulu didirikan oleh kedua orangtua saya, saat itu umur saya masih 4-5 tahun ya. Pertama kali lokasinya itu di Jalan Krekor Bunder, Pasar Baru. Terus kami sempat pindah ke Jl. Hayam Wuruk, tak jauh dari sini. Kemudian kurang lebih sekitar 12 tahun lalu kami pindah ke lokasi ketiga di sini,” ungkap Pak Djunaidi ke detikFood (09/10).

Menu makanan di Pondok Djaja menggabungkan kuliner peranakan Minang dan China.

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaPak Djunaidi, pemilik dari generasi kedua Pondok Djaja Foto: detikFood

“Saya dan keluarga memang keturunan (Tionghoa/ China). Tapi orangtua dan kami itu lahir serta besar di Padang, dulu ibu saya sering masak dan mulai membuat masakan yang bisa dibilang Minang dengan sentuhan kuliner China,” lanjut Pak Djunaidi yang merupakan, anakbungsu dari empat bersaudara.

2. Menu Makanan Legendaris di Pondok Djaja

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

Dulu setiap menu makanan disajikan di atas meja layaknya restoran Padang lainnya. Tapi semenjak COVID-19, Pak Djunaidi dan keluarga memutuskan untuk tidak menyajikan makanan lagi. Jadi pengunjung yang ingin makan di sana, bisa langsung memilih menu makanan lewat display makanan yang tersedia di konter.

“Kalau menu makanannya itu variatif, setiap harinya kita menyajikan kurang lebih sekitar 30 jenis masakan. Itu semua pakai resep keluarga turun temurun sampai sekarang. Saya dan kakak-kakak saya juga belajar masak itu otodidak, karena dari kecil sudah bantu kedua orangtua untuk masak dan menyiapkan makanan di Pondok Djaja,” lanjutnya.

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

Salah satu menu yang menjadi ikon di Pondok Djaja ada ayam goreng kampungnya yang garing. Kemudian ada Ikan Tauco dan Tahu Tauco yang memakai gagrak Minang China, tak ketinggalan Rendang hingga Ayam Gulai, Gulai Otak, Dendeng,dan masih banyak lagi.

Menu Legendaris Lainnya di Pondok Djaja Ada di Halaman Selanjutnya!

3. Ayam Goreng Legendaris Andalan

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

Di Pondok Djaja, menu yang paling cepat habis adalah ayam goreng. Menggunakan ayam kampung dan racikan bumbu spesial khas Pondok Djaja. Menu yang satu ini menjadi rebutan karena rasanya yang gurih dan bikin nagih.

“Di Pondok Djaja itu memang yang paling populer ayam gorengnya. Kita pakai ayam kampung, potongannya kecil tapi dagingnya itu gurih sekali. Kalau dari segi bumbu atau metode pembuatan, saya rasa tidak ada bedanya dengan ayam goreng lain,” sambung Pak Djunaidi.

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

Harga ayam goreng kampung di sini Rp 28.000 per potong. Ayam digoreng dadakan ketika ada yang pesan. Berbeda dengan ayam goreng kampung gaya Jawa yang sedikit basah, kalau ayam goreng ini bagian luarnya garing dan sama sekali tidak berminyak.

Tekstur daging ayamnya tetap empuk dan tak alot. Cita rasa gurih dan sedap dari ayam goreng ini mengingatkan dengan rasa ayam goreng ala Kanton, yang gurih asin.

“Karena ukuran ayamnya yang tak besar, pelanggan di sini sekali makan bisa sampai 10 potong. Ada juga yang pesan sampai puluhan potong untuk dibawa pulang,” lanjut Pak Djunaidi.

4. Rendang hingga Tahu Tauco

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

Selain ayam gorengnya, Pondok Djaja terkenal dengan menu lainnya seperti Rendang (Rp 30.000) dan Tahu Tauco (Rp 10.000). Untuk rendangnya, warnanya lebih hitam pekat karena menggunakan gagrak rendang darek.

“Kalau kebanyakan rendang di RM Padang lainnya kemungkinan masih kalio ya bentuknya. Tapi kalau di sini itu kita masak dan proses sampai benar-benar hitam. Tekstur dagingnya itu lembut sekali, jadi dipotong pakai sendok pun langsung lepas,” tutur Pak Djunaidi.

Sementara menu Tahu Tauconya, menandakan pertemuan kuliner Minang dan China. Tauco merupakan bahan makanan yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai dan sering diolah jadi masakan China peranakan.

RM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang ChinaRM Padang Tertua di Jakarta Ini Punya Menu Peranakan Minang China Foto: detikFood

“Menu seperti Tahu Tauco dan Ikan Tauco ini yang membedakan Pondok Djaja dengan RM Padang lainnya. Banyak pelanggan yang datang ke sini dari mereka masih kecil, kemudian mereka sudah besar, sudah bawa anak sendiri masih makan di sini. Jadi memang ini rumah makan yang sering dikunjungi keluarga,” pungkas Pak Djunaidi.

Setiap harinya Pondok Djaja buka dari jam 11.00 – 16.00. Tapi kalau mau cicip menu ayam gorengnya, disarankan datangsebelum jam satu siang agar tidak kehabisan.

Oh ya, di sini hanya bisa menerima pembayaran tunai saja ya. Yuk mampir!

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan


Jakarta

Jadi tempat makan sekaligus pertemuan banyak keluarga, restoran Paramount di Jakarta Pusat menjadi tempat makan legendaris dengan sejuta kenangan.

Menelusuri kawasan Cikini hingga Gondangdia di Jakarta Pusat, ada banyak tempat makan legendaris yang sudah berdiri lebih dari setengah abad. Mereka masih mempertahankan menu makanan ikonik hingga tempat makan klasik yang kerap dijadikan tempat nostalgia.

Salah satunya Restoran Paramount yang berlokasi di JL. RP. Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat. Resto ini menjadi tempat makan favorit banyak keluarga dari tahun 1970-an sampai sekarang.


Bahkan saking legendarisnya, restoran ini direkomendasikan di situs Jakarta Tourism sebagai tempat makan yang wajib dikunjungi saat di Jakarta.

Berikut sejarah hingga menu-menu ikonik di Restoran Paramount.

1. Restoran Keluarga Legendaris

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

Memasuki restoran ini, setiap pengunjung seakan diajak nostalgia ke masa lalu. Karena semua interior, meja makan sampai suasananya masih mempertahankan keasliannya dari tahun 1970-an. Setiap pegawainya menggunakan jas hingga kemeja rapih dengan troli pengantar makanan, yang sudah jarang ditemukan di restoran modern.

“Saya bekerja di restoran ini sudah sejak awal tempat ini berdiri. Dari usia saya masih 24 tahun sampai sekarang sudah masuk 70 tahun,” jelas Sunarman, selaku supervisor di Restoran Paramount yang merupakan pegawai paling lama bekerja di sini.

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

Kini restoran tersebut dikelola oleh generasi kedua, dengan resep dan menu makanan yang tak berubah. Mereka masih konsisten menyajikan menu hidangan Chinese khas Kanton yang ikonik.

2. 300 Menu Makanan di Resto Paramount

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

Selama puluhan tahun bekerja di Resto Paramount, Sunarman mengetahui sejarah panjang dari berdirinya restoran tersebut sampai sekarang. Ia menjelaskan ada lebih dari 300 menu makanan Kanton yang disajikan di sini. Semua informasi menunya masih menggunakan desain zaman dulu dengan harga yang ditulis menggunakan pensil.

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganRestoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh Kenangan Foto: detikFood

“Karena ini memang dari awal konsepnya restoran keluarga, jadi makanannya pun porsinya untuk makan bersama. Ada satu menu yang pasti selalu dipesan oleh setiap pengunjung di Paramount, yaitu Lumpia Udang Paramount,” lanjut Sunarman.

Selain Lumpia Udang (Rp 147.500), menu yang tak kalah populer di Paramount ada Fuyunghai Daging Kepiting (Rp 85.000) dan Has Sapi Panggang (Rp 125.000).

3. Cita Rasa Makanan Tak Pernah Berubah

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganLumpia Paramount. Foto: detikFood

Menggunakan resep keluarga yang diwariskan secara turun temurun, semua menu makanan di sini dibuat secara fresh dengan bahan berkualitas. Tentunya menggunakan pakem bumbu dan teknik masak ala Kanton.

Seperti menu Lumpia Paramount, menggunakan daging udang segar murni tanpa campuran. Lumpia yang sudah digoreng disajikan dengan saus cocol asam manis yang menambah kelezatan hidangan ini.

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganFuyunghai Kepiting Paramount. Foto: detikFood

Begitu juga dengan menu Fuyunghai Kepiting yang tidak menggunakan campuran tepung terigu. Jadi teksturnya lebih lembut karena isinya hanya telur, irisan daun bawang dan daging kepiting yang royal dan gurih.

Terakhir menu Has Sapi Panggang bisa juga disebut sebagai bistik sapi. Menu ini disajikan lengkap dengan sayuran rebus dan kentang goreng jadul, rasanya manis gurih paduan saus tiram dan kecap asin khas makanan Kanton. Beda dengan rasa bistik sapi gaya Jawa. Semua porsinya cukup royal untuk keluarga.

Kisah Menarik Seputar Restoran Paramount Ada di Halaman Selanjutnya!

4. Langganan Presiden hingga Menteri

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganMenu Has Panggang Paramount Foto: detikFood

Selama puluhan tahun berdiri, Restoran Paramount jelas jadi tempat makan langganan banyak tokoh penting. Salah satunya di era masa kepemimpinan mendiang Presiden RI ke-2 Soeharto. Sunarman mengingat ia pernah dua kali menyiapkan katering di Istana Negara untuk salah satu acara jamuan makan Presiden Soeharto.

“Makanan yang dipesan Pak Soeharto itu ya beberapa menu andalan di Paramount. Seperti lumpia udangnya, ada juga burung dara, fuyunghai dan lainya. Namun Pak Soeharto memang tidak pernah makan langsung di sini,” ungkap Sunarman.

Selain mendiang Presiden Soeharto, ada lagi presiden lainnya yang pernah mencicipi hidangan Paramount.

“Selain itu ada Ibu Presiden Megawati, dulu itu pesanan katering ke rumahnya. Ia pesan beberapa menu makanan yang populer di Paramount. Kalau di era sekarang, ada Menteri Perumahan dan Kawas Pemukiman, yaitu Maraurar Sirait yang cukup sering makan langsung di sini,” pungkas Sunarman.

5. Tempat Makan Keluarga Sejuta Kenangan

Restoran Paramount Jadi Tempat Makan Keluarga Legendaris Penuh KenanganSunarman, Supervisor di Restoran Paramount. Foto: detikFood

Selain banyaknya tokoh penting yang jadi pelanggan setia di Restoran Paramount, Sunarman mengingat ada banyak pelanggannya yang datang silih berganti.

“Karena saya yang paling lama kerja di sini, jadi saya tahu mana saja pelanggan yang datang. Pelanggan juga sudah kenal sama saya. Ada yang dulunya masih kecil sudah makan di sini sama orangtuanya, sekarang malah makan di sini sudah bawa cucunya. Banyak juga pelanggan yang sudah tiada,” tutupnya.

Kini Restoran Paramount tetap eksis dan memiliki pelanggannya sendiri, meski dihimpit banyaknya restoran dan kafe modern yang ada di sepanjang kawasan Cikini.

Restoran Paramount
JL. RP. Soeroso No.35.
Menteng, Jakarta Pusat.
Jam Buka: Makan siang (10.00 – 14.30) dan jam makan malam (16.30 – 22.00)
Telp: (021) 31923111

(sob/adr)



Sumber : food.detik.com

Milk Buns Lembut Isi Keju Krim Topping Pistachio hingga Chai


Jakarta

Roti lembut dengan berbagai varian kini banyak dijual online. Kamu bisa menikmati milk bun isi cream cheese dengan topping pistachio hingga chai.

Kini tengah digemari milk bun. Atau roti dengan paduan susu yangteskturnya lembut mulur dan halus ringan rasanya. Banyak bakery offline maupun online yang menjual milk bun ini. Salah satunya Appetito yang mencuri perhatian berupa milk bun isi cream cheese.

Berawal dari Hobi Baking Sang Pemilik


Appetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka toppingAppetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka topping Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Appetito ini diawali dengan sang pemilik yang hobi baking. Syahla, pemilik Appetito yang juga baker ini menceritakan kepada detikFood (6/11) bagaimana akhirnya membuka usaha bakery online.

“Background aku kuliah teknik lingkungan di ITB, tetapi dari dulu memang ada hobi baking. Akhirnya, ikut kelas baking selama 2 bulan di daerah kelapa gading. Mulai dari situ lebih merasa ‘firm’ basic baking-nya jadi lebih bisa banyak melakukan R&D hingga akhirnya lahirlah produk andalan Appetito yaitu cream cheese buns,” jelasnya.

Syahla mantap membuka usaha setelah mengikuti kelas baking. Ia juga banyak membuat kreasi kue dan roti, sampai akhirnya menemukan formula yang pas untuk dijual.

Detail Informasi (Appetito)
Nama Tempat Makan Appetito
Alamat Bakery online based Pancoran, Jakarta Selatan (Bisa ditemui di Instagram & Tokopedia)
No Telp 0877-7748-0085
Jam Operasional
Estimasi Harga Mulai dari Rp 35.000
Tipe Kuliner Roti dan Kue
Fasilitas

Menu yang Ditawarkan Appetito

Appetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka toppingAppetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka topping Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Menu andalan dari Appetito adalah cream cheese buns yang pada dasarnya adalah milk bun ala Jepang. Hanya saja diberikan isian cream cheese lembut gurih.

Tak hanya fokus pada sajian cream cheese buns, tapi ada menu lain yang ditawarkan oleh Appetito. Di antaranya ada raspberry almond bread, banana walnut cake, baked spaghetti, pecan pie, dan peach pie.

“Sebenarnya menu awal Appetito itu baked spaghetti, makanya kita kasih nama ‘Appetito’ yang diambil dari kata ‘appetite’ dalam bahasa Italia. Tetapi setelah banyak RnD, sekarang menu andalan kita cream cheese buns,” ungkap Syahla.

Cream Cheese Buns yang Fluffy dengan Aneka Topping

Appetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka toppingAppetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka topping Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Cream cheese buns yang ditawarkan oleh Appetito ini memiliki aneka topping menarik. Di antaranya ada pistachio, cranberry, matcha, cokelat, dan chai. Varian topping yang banyak dipesan adalah cranberry.

Jadi, saat memesan cream cheese buns dari Appetito ini tersedia 1 varian rasa maupun mix. Tentunya, kami memilih varian mix isi 5 (Rp 73.000), karena ingin mencicipi satu per satu rasanya.

Sesuai klaimnya, tekstur cream cheese buns dari Appetito ini benar-benar empuk dan lembut. Isi cream cheese yang mereka tawarkan juga melimpah terasa di setiap gigitannya.

Sensasi gurih agak asam manis sangat cocok ketika dipadukan dengan aneka topping. Kami paling menikmati ketika dipadukan dengan topping pistachio. Ada sentuhan nutty yang renyah dan lebih manis.

Varian chai terasa unik, warna rotinya kecokelatan. Aroma rempah pada varian chai ini terasa kuat. Pertama kali yang terasa adalah kayu manis dan sedikit rasa kapulaga. Meski rempahnya kuat, ternyata cocok juga dipadukan dengan isian cream cheese.

Untuk varian cranberry, cokelat, dan matcha juga tak kalah enak. Kalau bingung menentukan pilihan bisa memesan varian mix isi 5 buah milk bun.

Banana Walnut Cake dan Baked Spaghetti yang Lezat

Appetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka toppingAppetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka topping Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Kami juga mencoba Banana Walnut Cake (Rp 35.000). Ukuran diameter cake ini 10 cm, penyajiannya mirip bento cake. Dasarnya cake ini adalah kue bolu pisang yang manis lembut.

Lalu, diberikan topping cream cheese dan kacang walnut di atasnya. Bolu pisang ini terasa kuat pisangnya yang manis juga wangi, dan ternyata cocok dipadukan dengan cream cheese gurih, serta ada tambahan tekstur crunchy dari kacang walnut.

Baked Spaghetti (Rp 38.000) porsi kecil ini juga menarik perhatian. Saat pesanan tiba, baked spaghetti masih panas mengepul menebar aroma gurih sedap. Terasa lezat ketika disantap.

Appetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka toppingAppetito, bakery online yang tawarkan milk buns aneka topping Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Isinya berupa spaghetti bolognese yang di atasnya diberikan saus bechamel yang melimpah. Saus bechamel ini menambahkan sensasi gurih creamy dari spaghetti bolognese yang gurih asam. Setiap gigitan juga terasa daging cincangnya.

Appetito saat ini hanya bisa dipesan melalui online, bisa langsung menghubungi WhatsApp 0877-7748-0085 atau via e-commerce Tokopedia. Selain itu, beberapa kali Appetito juga mengikuti pop up bazaar di berbagai festival kuliner.

(yms/odi)



Sumber : food.detik.com

Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto Ndeso


Jakarta

Kenikmatan ayam ingkung khas Jawa hadir di restoran ini. Dimasak dengan teknik slow cooking, menciptakan tekstur lembut dengan rasa gurih berempah yang menggugah selera!

Kebanyakan restoran Jawa di Jakarta dan sekitarnya hanya menawarkan menu-menu umum, seperti gudeg, nasi gandul, nasi krawu, atau bakmi Jawa. Namun, tidak dengan restoran ini yang menawarkan ayam ingkung.

Ayam ingkung merupakan sajian ayam khas Jawa yang dimasak dengan rempah spesial.


Kandang IngkungKandang Ingkung restoran Jawa di Bekasi yang punya menu spesial Ayam Ingkung. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Memiliki arti ‘mengayomi’, diambil dari kata ‘jinakung’ dan ‘manekung’ yang dalam bahasa Jawa kuno berarti memanjatkan doa. Oleh karena itu, hidangan ini umumya disajikan dalam acara tasyakuran hingga pesta pernikahan.

Namun, tidak sebatas di acara tertentu saja, tetapi menu ini juga bisa dinikmati oleh masyarakat umum. Kamu bisa merasakan kenikmatan olahan ayam ini di restoran Kandang Ingkung Resto & Kopi yang ada di Mutiara Gading City, Bekasi.

Restoran Jawa ini bisa jadi pilihan jika ingin menikmati masakan khas Jawa dengan pengalaman bersantap di alam terbuka.

Sejumlah olahan ayam ingkung tersedia di tempat ini, hingga menu masakan Jawa tradisional lainnya, seperti garang asem bambu dan batok ayam petai Cina.

Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
Nama Tempat Makan Kandang Ingkung Resto & Kopi Jogja Cabang MGC Bekasi
Alamat Jl. Mutiara Gading City, Kedungjaya, Kec. Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 14560
No Telp 0812-3222-1566
Jam Operasional Setiap hari pukul 10.00 – 20.00 WIB
Estimasi Harga Rp 9.000 – Rp 171.000
Tipe Kuliner Makanan tradisional Jawa
Fasilitas
  • Tempat parkir luas
  • Area makan indoor dan outdoor
  • Musholla
  • Toilet

1. Restoran ‘hidden gem’ suasana pedesaan

Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoBegini suasana Kandang Ingkung yang punya konsep ala pedessaan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Awal mulanya Kandang Ingkung Resto & Kopi hanya ada di Jogja. Seiring berjalannya waktu, mereka melebarkan sayap ke sekitar Jakarta, termasuk Bekasi.

Kandang Ingkung hadir menawarkan konsep restoran tradisional Jawa dengan suasana tenang ala pedesaan.

Memang ada di dalam perumahan bergengsi Mutiara Gading City, tetapi letaknya cukup tersembunyi. Pengunjung harus melewati jalan kecil dengan suasana seperti di tengah hutan untuk menemukan restoran ini.

Meskipun perjalan cukup panjang, tetapi dijamin tidak akan menyesal. Pengunjung bakal disambut suasana restoran yang asri dan tenang karena berada jauh dari pusat keramaian.

Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoArea lesehan di dalam resto Kandang Ingkung. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Restorannya juga dibangun dalam satu kawasan luas dengan beberapa pilihan area makan. Bisa makan di area indoor bangunan rumah Joglo atau menikmati suasana asri di area saung dan lesehan.

Sejumlah ornamen khas Jawa hadir mendukung konsep restoran ini. Mulai dari bangunan joglo dengan limasan kayu yang khas sampai gerobak andong.

Area dapur khusus menggoreng dan garang asem bambu dibiarkan terbuka (open kitchen), sehingga pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan makanan tersebut.

2. Spesial ayam ingkung dan masakan Jawa lain

Kandang IngkungHidangan ayam ingkung dan menu Jawa lainnya bisa ditemui di tempat inii. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Ayam ingkung tersedia dalam pilihan yang digoreng atau dimasak dengan kuah santan kental.

Teknik masak ‘slow cook’ membuat ayam diungkep bumbu khas selama kurang lebih 4-6 jam. Menciptakan tekstur ayam lembut dengan bumbu meresap sampai ke dalam.

Selain ayam ingkung original dan goreng, restoran ini juga menawarkan menu Ingkung Ayam Bakar Oseng Sereh, Ingkung Ayam Bakar Kraton, Batok Ayam Petai Cina, sampai Garang Asem Bambu.

Gorengan juga tersedia, seperti Tempe Mendoan, Bakwan Jagung, Singkong Keju, Tahu Goreng, sampai Pisang Goreng Kepok Kuning.

Harga menu makanannya dibanderol mulai dari Rp 9 ribu sampai Rp 171 ribu untuk ayam ingkung spesial paket 4 orang.

Kenikmatan ayam ingkung hingga garang asem bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3. Sedapnya ayam ingkung yang gurih berempah

Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoBegini tampilan ayam ingkung yang ditawarkan restoran tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Jika pesan ayam ingkung di sini, bisa pilih ayam utuh yang dapat dinikmati untuk empat orang atau per potong. Boleh juga pilih ayam ingkung original dengan kuah santan kental atau ayam ingkung goreng.

Kedua pilihan paket ini sama-sama dilengkapi nasi (bisa pilih nasi putih atau nasi gurih), oseng sayur jantung pisang, oseng daun pepaya, mentimun, sambal, hingga peyek bayam.

DetikFood mencoba dua potong ayam ingkung original dan goreng (Rp 45.000), dilengkapi nasi gurih. Komposisi lauk di dalam satu porsinya sama, hanya olahan ayamnya yang berbeda.

Wah! Tampilan menunya amat menggugah selera. Disajikan di tampah bambu bulat beralaskan daun pisang, dengan setiap komponen tersusun rapi mengelilingi tampah.

Kedua potongan ayam yang disajikan adalah bagian paha. Meskipun menggunakan ayam kampung, tetapi proses masak yang lama membuat tekstur daging ayamnya sangat lembut. Sampai-sampai bisa dinikmati hanya dengan sendok garpu, tanpa perlu bantuan tangan langsung. Daging ayamnya juga tebal dan banyak.

Ayam ingkung original disajikan dengan siraman kuah santan kental yang melimpah. Bumbunya menyerap sampai ke dalam dengan rasa gurih berempah yang didominasi rasa rempah kemiri dan ketumbar. Adapun sedikit sentuhan rasa pedas di akhir. Menurut kami, rasa bumbunya juga agak mirip bumbu botok.

Rasanya semakin nikmat jika makannya dibarengi nasi gurih, oseng sayurannya, dan sambal korek yang cukup pedas. Perpaduan ini menciptakan citarasa gurih, pedas, dan manis yang seimbang. Jangan lupakan peyek bayamnya supaya ada tambahan tekstur renyah.

Kandang IngkungKalau ini tampilan ayam ingkung goreng yang ditawarkan Kandang Ingkung. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Kalau tidak begitu suka bumbu bersantan, bisa pesan ayam ingkung goreng. Bagian luar ayamnya memang terlihat kering, tetapi ternyata bagian dalamnya masih sangat lembut dan juicy.

Bumbu ayam gorengnya punya sentuhan rasa rempah lengkuas dan ketumbar yang ringan. Didominasi rasa gurih, tetapi ada sedikit sentuhan manis di akhir. Sangat cocok dinikmati dengan sambal korek bawangnya yang pedas.

Untuk hidangan ayam goreng, sebenarnya disajikan juga bumbu santan ingkungnya secara terpisah. Namun, menurut kami rasanya agak kurang cocok jika dipadukan dengan ayam goreng ini.

Nasi gurih yang ada sentuhan aroma daun pisang juga menjadi pilihan pas karena menambah citarasa hidangan ini.

4. Garang asem bambu layak dicoba

Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoJangn lewatkan hidangan garang asem yang tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Jangan lewatkan garang asem bambu yang tidak kalah enak. Disajikan dalam satu ruas bambu dengan panjang sekitar 50-60 cm.

Proses masak garang asem juga masih tradisional. Bambu yang dibakar dengan kayu ini menciptakan aroma dan rasa asap sedap yang menyerap ke dalam ayam.

Garang asem terdiri dari 6-8 potongan kecil ayam, dilengkapi belimbing wuluh dan tomat merah utuh, potongan lengkuas, disiram kuah garang asem yang bening.

Seperti ayam ingkungnya, ayam di dalam garang asem ini juga punya tekstur daging empuk. Kuahnya lebih didominasi rasa asam kuat karena belimbing wuluh dan tomat merah yang melimpah. Meskipun asamnya kuat, tetapi tetap sedap dan menyegarkan. Adapun sedikut sentuhan rasa pedas ringan yang tercap di ujung lidah.

Dengan harga Rp 102.000, garang asem ini punya porsi besar, bisa dinikmati 3-4 orang.

5. Tempe mendoan hingga es dawet segar

Kandang IngkungKalau mau gorengan, bisa memesan tempe mendoan ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Tempe mendoan dan pisang yang digoreng dadakan juga bisa dicoba. Dalam satu porsi (Rp 17.500), ada empat potong tempe mendoan dan pisang goreng.

Tempe mendoan dilengkapi sambal kecap. Tempenya agak hambar, tetapi bisa diakali dengan dicocol ke sambal kecapnya yang memberikan sentuhan rasa pedas, manis, gurih yang nikmat.

Kandang Ingkung: Spesial! Ayam Ingkung Kuah Santan di Resto NdesoAdapun menu es dawet yang manis menyegarkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Tipe pisang gorengnya juga bukan yang digoreng renyah sampai garing, tetapi adonannya agak basah. Rasanya manis, dengan sentuhan sedikit asam dari pisangnya.

Sebagai penghilang dahaga, bisa menikmati segelas Es Dawet Pelangi (Rp 17.000) dengan rasa manis yang cukup kuat dari gula merahnya. Dawetnya punya tekstur kenyal lembut dan mudah dikunyah.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Pedas Nikmat! Oseng Sengkel Sambal Bawang Pakai Nasi Ijo


Jakarta

Di tengah kawasan permukiman di Tebet, ada tempat makan serba oseng yang terkenal enak. Menu oseng sengkel, oseng paru, oseng lidah, sampai oseng telur bisa dipesan dengan pilihan sambal dan pendamping nasi.

Berbagai kuliner menarik ditawarkan di Tebet dengan ciri khas masing-masing. Jika kangen masakan rumahan berupa oseng yang sedap, sengOseng bisa jadi pilihan tepat untuk memuaskan selera.

Mereka menawarkan menu tradisional sederhana, serba oseng. Oseng sendiri merujuk pada teknik masak berupa menggoreng bahan makanan dengan api besar menggunakan sedikit minyak.


Hasilnya, masakan yang dioseng punya cita rasa kuat. Bahan makanan juga bakal tercampur rata dengan bumbu. Biasanya aneka daging dan sayuran cocok dioseng.

sengOseng hadir di Tebet dan Kemang Utara sejak 2023, menawarkan menu serba oseng. Fokus penjualan mereka online, tapi pengunjung bisa makan di tempat dengan area seadanya.

Ulasan mengenai sengOseng di media sosial begitu positif. Banyak pelanggan merekomendasikan sajian di sini karena menawarkan olahan oseng khas rumahan yang sedap dengan harga cukup terjangkau.

Detail Informasi sengOseng
Nama Tempat Makan sengOseng
Alamat Jl. Tebet Timur Dalam I Nomor 33 A, Jakarta Selatan
Instagram sengoseng.jkt
Jam Operasional 10.00-20.00
Estimasi Harga mulai dari Rp 22 ribu
Tipe Kuliner menu tradisional serba oseng
Fasilitas
  • pemesanan via ojek online
  • makan di tempat area terbatas

Pilihan lebih dari 10 jenis oseng

sengOseng TebetArea pemesanan di sengOseng Tebet yang banyak dikunjungi sopir ojek online. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

detikfood mampir ke sengOseng Tebet. Lokasinya ternyata ‘nyempil’ di tengah kawasan permukiman warga. sengOseng mudah dikenali dengan bangunan warna oranye di ujung gang. Di depannya ada counter pemesanan buat pengunjung dan sopir ojek online.

Area makan di sebelahnya kecil dengan kapasitas 2-3 bangku saja. Namun, pegawai akan sigap menyiapkan tempat tersebut ketika kami bilang ingin makan di tempat.

sengOseng menawarkan lebih dari 10 jenis oseng, mulai dari oseng telur yang murah meriah dan enak, oseng ayam, oseng kikil, oseng paru, oseng lidah, hingga oseng sengkel dengan pilihan paduan sambal.

Harganya mulai dari Rp 22 ribu untuk oseng telur yang termurah dan Rp 56 ribu untuk oseng sengkel. Harga ini sudah termasuk nasi putih dan pilihan sambal.

4 jenis sambal oseng dan 3 jenis nasi

sengOseng TebetBerbagai pilihan menu di sengOseng Tebet. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Yang bikin spesial di sengOseng bukan hanya bisa memilih lauk oseng saja, melainkan juga sambalnya. Ada Kuah Sambal Balado, Kuah Sambal Ijo, Kuah Cabe Rajang, dan Kuah Cabe Bawang.

Sementara untuk nasinya ada 3 pilihan yaitu nasi putih, nasi ijo, dan nasi kecombrang. Jika bingung memadupadankan pilihan lauk, jenis sambal, dan nasinya, pegawai sengOseng bisa bantu memilihkannya agar rasanya maksimal.

Ketika kami mampir, pegawai sedang tidak menangani pesanan. Ternyata butuh waktu sekitar 10 menit saja untuk mereka menyiapkan pesanan kami berupa 2 nasi oseng dan 1 tumis daun pepaya.

Dari jauh, kami dapat melihat proses mengoseng menggunakan api besar. Pegawai juga mengandalkan wok (wajan besar) untuk masak.

Kenikmatan menu sengOseng ada di halaman selanjutnya.

Tersengat pedasnya nasi oseng sengkel kuah cabe bawang

sengOseng TebetNasi oseng sengkel dengan kuah cabe bawang yang pedas menyengat. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Pegawai sengOseng merekomendasikan oseng sengkel sebagai menu favorit di sini. Seporsinya Rp 56 ribu, tapi kami minta ‘upgrade’ nasinya menjadi Nasi Ijo (Rp 11.900). Untuk bumbunya, kuah cabe bawang direkomendasikan pegawai karena rasa pedasnya kuat.

Penyajian menu ini menarik selera, nasi dan lauk ditaruh di atas piring bambu beralas daun pisang. Menu ini juga dilengkapi taburan daun bawang, bawang goreng, dan dua potongan mentimun.

Hmmm… Aroma gurih pedas khas sambal bawang tercium kuat begitu menu diantar ke meja! Porsi sambalnya royal sampai menutupi irisan sengkel sapi di bawahnya.

Sengkel yang berasal dari bagian depan atas kaki sapi ini sudah digoreng sebentar sebelum dioseng bersama sambal. Bagian pinggirannya garing dan sedikit gosong, sementara tengahnya masih super empuk dan juicy.

Tekstur sengkel ini menambah kenikmatan sajian, terlebih jumlahnya banyak! Semakin enak saat disandingkan dengan kuah cabe bawang yang pedasnya amat kuat. Penggunaan cabai rawit merah dan bawang putih jadi kunci kenikmatannya.

Yang kami suka, rasa pedas sambal bawang ini juga diiringi rasa gurih yang sedap. Cocok berpadu dengan nasi ijo yang harum karena dicampurkan daun pandan dan sedikit sambal hijau.

Nasi oseng paru kuah cabe rajang yang pedasnya segar

sengOseng TebetNasi oseng paru juga jadi jagoan di sini. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Selain sengkel, oseng paru juga jadi jagoan sengOseng. Harganya Rp 39 ribu untuk paket bersama nasi putih, tapi detikfood coba menyandingkannya dengan Nasi Kecombrang (Rp 7.900).

Penyajian menu ini sama seperti nasi oseng sengkel, tapi potongan paru berupa kotak-kotak kecil. Tipenya paru basah yang luarnya sedikit garing, tapi dalamnya masih kenyal dan lembut.

Menurut kami, parunya punya rasa hambar jika dimakan tanpa sambal. Agaknya bumbu marinasinya kurang meresap. Namun ketika disandingkan dengan Kuah Cabe Rajang, rasanya ‘terselamatkan’.

Tipe sambal ini mirip seperti sambal matah. Rasa pedasnya tak terlalu kuat, tapi cenderung segar dengan tekstur sedikit lebih basah dan berminyak. Terlihat sambal dibuat dari paduan cabai rawit merah, cabai rawit hijau, dan bawang.

Aroma sambal ini juga harum sehingga menambah kenikmatan sajian. Apalagi kami memilih nasi kecombrang sebagai paduannya. Tampak ada irisan-irisan kecil kecombrang di antara nasi pulen tersebut yang membuat nasi terasa aromatik khas.

sengOseng TebetTumis daun pepaya yang menambah selera makan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Oh ya, sengOseng juga punya lauk pendamping berupa kulit ayam renyah, tapi sayang sudah habis ketika kami mampir. Akhirnya kami mencicipi Tumis Daun Pepaya (Rp 9.900) untuk menemani sajian nasi oseng.

Porsi tumis daun pepaya cukup banyak dengan taburan bawang goreng. Teksturnya empuk dengan rasa sedikit pahit khas daun pepaya, tapi masih dapat dinikmati.

Nah, jika ingin makan siang atau makan malam praktis dengan menu oseng tradisional sedap, sengOseng patut jadi pilihan. Mereka juga bisa dipesan via aplikasi ojek online sehingga lebih praktis.

Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email kefoodreview@detik.com

(adr/odi)



Sumber : food.detik.com

Nasi Liwet Ngeunah hingga Siomay Ikan buatan Tata Janeta


Jakarta

Mencoba peruntungan di dunia bisnis, Tata Janeta buka warung makan khas Sunda di Cipete. Menu-menunya yang sedap dimasak sendiri dengan resep andalannya.

Banyak penyanyi hingga aktor yang mulai melebarkan sayapnya pada dunia bisnis. Tata Janeta yang tergabung pada Republik Cinta Manajemen sekalipun ikut mencoba peruntungannya dalam mengelola bisnis kuliner pribadinya.

Ia yang terkenal dengan suara serak merdunya pernah menggawangi Dewi Dewi dan menjadi salah satu grup penyanyi legendaris yang populer. Di samping bakar bernyanyinya, Tata juga handal memasak makanan khas Sunda.


Keahliannya ini tak disangka berujung dimanfaatkan untuk membuka sebuah bisnis kuliner di kawasan Cipete. Lokasinya di pasar Inpres Cipete, makanannya dimasak sendiri oleh Tata Janeta dengan resep rumahan andalannya.

Detail Informasi
Nama Tempat Makan Warung Tehtata
Alamat Pasar Inpres Cipete Selatan, Jalan Pangeran Antasari, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Instagram
@warungatehtata
Jam Operasional Senin – Minggu, 09.00 – 20.00 WIB
Estimasi Harga Rp 10.000 – Rp 57.000
Tipe Kuliner Tradisional
Fasilitas
  • Makan di Tempat
  • Bawa Pulang
  • Toilet Bersih
  • Area Parkir
  • dll
Warungna Tehtata: Nasi Liwet Ngeunah hingga Siomay Ikan buatan Tata JanetaBerlokasi di salah satu ruko di Pasar Inpres Cipete Selatan, Warung Tehtata yang baru berjalan dua bulan sudah tinggi peminat. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Baru berjalan 2 bulan

Tidak ingin seperti bisnis kuliner artis yang hanya sekadar numpang lewat, Tata Janeta siapkan bisnisnya lebih matang. Menyewa sebuah ruko yang berada di kawasan pasar Inpres Cipete, bisnis kuliner pertama Tata Janeta diberi nama Warungna Tehtata.

Nama tersebut diambil dari bahasa Sunda yang berarti Warungnya Kak Tata. Bisnis milik wanita kelahiran Bandung 1982, baru saja beroperasi lebih dari satu bulan dengan antusias para pelanggan yang tinggi.

Warungna Tehtata resmi dibuka pada 2 Oktober 2024, ketika belum sebulan dibuka ia sudah kebanjiran pesanan. Tata Janeta membagikan momen dirinya yang berhasil menjual hingga 1400 potong ayam di warung makan miliknya.

Ia juga dibantu oleh beberapa food vlogger dan selebriti lain untuk memperluas bisnisnya. Diimbangi dengan kualitas rasa makanan yang sepadan sehingga viralnya layak untuk dicoba.

Dimasak langsung oleh Tata Janeta

Warungna Tehtata: Nasi Liwet Ngeunah hingga Siomay Ikan buatan Tata JanetaLauk pauk yang disajikan di warung ini dimasak langsung oleh Tata Janeta. Foto: Instagram/warungnatehtata

Dikarenakan area memasak yang tak terlalu besar, Tata Janeta memiliki trik sendiri untuk menyajikan makanan enak kepada pelanggan. Seluruh menu yang disajikan di sini menggunakan resep rumahan andalan Tata Janeta sendiri.

Salah satu ruangan seperti garasi, dimanfaatkan Tata Janeta di rumahnya untuk memasak menu-menu untuk dibawa ke warungnya. Mulai dari jengkol, ayam goreng, dan masih banyak lauk lain dimasak langsung oleh Tata Janeta.

Setelah setengah matang, lauk-pauk tersebut baru dikirim ke Warungna Tehtata di Cipete. Untuk menu jengkol biasanya hanya dihangatkan karena dikirim dalam kondisi sudah matang.

Sementara untuk menu seperti ayam goreng akan dikirim dalam keadaan sudah diungkep dan digoreng dengan segar ketika ada pesanan pelanggan. Hanya beberapa menu yang dimasak mendadak di warung, salah satunya telur dadar yang renyah seharga Rp 12.000.

Adapun alasan Tata memilih hidangan tradisional, khususnya Sunda, karena lidahnya lebih akrab dengan makanan Sunda. Tata mengaku tak ingin ikut FOMO atau ciri khas warung makannya dipaksa mengikuti tren kekinian.

Kelezatan nasi liwet hingga camilan buatan TataJaneta ada di halaman berikutnya.

Sedapnya nasi liwet dengan lauk komplet

Warungna Tehtata: Nasi Liwet Ngeunah hingga Siomay Ikan buatan Tata JanetaNasi liwet yang sedap dengan lauk ayam goreng yang nikmat bikin makan jadi puas. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Menu nasi liwet khas Sunda menjadi andalan utama di sini. Nasinya begitu pulen dengan aroma wangi serau dan daun salam tangg sedap dan rasanya gurih lembut di mulut. Terasa benar penggunaan bahan-bahan alami bukan dari penyedap yang terlalu menusuk.

Sebagai teman nasi liwet ada beberapa menu pelengkap yang ditawarkan di sini. Menu yang paling laris dipesan adalah Nasi Liwet Ayam Goreng (Rp 39.000), Nasi Liwet Peda (Rp 24.000), dan Nasi Liwet Peda Jengkol (Rp 42.000).

Ketika memesan seporsi paket nasi liwet, pembeli akan mendapatkan nasi liwet, sambal, bihun goreng, lalapan, dan lauk yang dipesan. Sambalnya bergaya sambal terasi goreng yang berwarna kecokelatan tetapi bukan sambal dadak.

Sambal nasi liwetnya telah digoreng terlebih dahulu baru kemudian dihaluskan. Terasa dari karakter sambalnya yang tak getir seperti sambal khas Sunda di tempat makan lain.

Untuk ayam gorengnya sendiri Tata Janeta menggunakan jenis ayam pejantan yang dipotong empat bagian. Tekstur dagingnya tak terlalu lunak maupun alot dan kering berkat melalui proses pengungkepan yang lama.

Sementara untuk ikan pedanya digoreng dadakan hingga renyah. Rasanya tak terlalu asin, mencirikan ikan peda yang dibilas terlebih dahulu sebelum diolah. Rasa asin dari ikan pedanya berpadu seimbang dengan sambal yang pedas, sedikit manis, dan segar untuk disantap bersama nasi liwet hangat.

Harganya murah meriah

Warung Tehtata: Nasi Liwet Ngeunah hingga Siomay Ikan buatan Tata JanetaHarganya dibanderol murah meriah dan aman di kantong. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Biasanya tempat makan milik artis berusaha menghadirkan kemewahan baik dari segi desain tempatnya hingga kemewahan menunya. Berbeda dengan yang lain, Tata Janeta justru menawarkan pengalaman makan sederhana serasa di rumah melalui Warungna Tehtata.

Seporsi makanan di sini dibanderol mulai dari Rp 9.000an untuk menunya dan Rp 30.000an untuk menu paket yang sudah komplet. Tidak hanya makanan berat utama, tetapi camilan hingga racikan minuman menyegarkan juga bisa dipesan di sini.

Harga yang dibanderol tentu sepadan dengan citarasa dan bahan yang digunakan. Waruna Tehtata tak malu memajang kulkas untuk menyimpan bahan di bagian depan karena tampak jeruk, cabai, dan bawang-bawangan yang segar dan bersih dikemas dalam kotak tertutup.

Camilan pelengkap yang tak kalah enak

Warungna Tehtata: Nasi Liwet Ngeunah hingga Siomay Ikan buatan Tata JanetaSiomay ikan buatan Tata Janeta yang kenyal juga bisa dipesan sebagai camilan pelengkap. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Setelah puas menyantap makanan utama, masih ada camilan yang juga dipesan. Siomay seharga Rp 29.000 dan Tahu Bakso yang dibanderol Rp 22.000 menarik perhatian kami.

Siomaynya disimpan pada alat pengukus untuk tetap menjaga kehangatannya. Seporsi siomaynya berisi empat potong siomay dan sebuah telur, tentu dilengkapi bumbu kacang, saus sambal, serta jeruk limau.

Tekstur siomaynya padat dan kenyal, terasa perbandingan ikan dan campurannya tepungnya dibuat seimbang. Bentuknya juga terlihat jelas seperti siomay buatan rumahan. Gurih lembut siomaynya semakin lengkap dengan bumbu kacang yang legit manis dan tekstur kacangnya yang halus.

Jika ingin camilan yang digoreng dapat memesan tahu bakso yang tak kalah enak. Tahu putih yang digunakan sebagai bahan utamanya terasa padat dan lembut dengan rasa segar. Tak seperti beberapa tahu yang bisa saja terasa asam atau baunya kurang sedap sebagai tanda sudah terlalu lama disimpan.

Isiannya berupa adonan bakso juga cukup memuaskan. Tak terlalu berat seperti tahu bakso di Semarang, tetapi cukup untuk dinikmati setelah sebagian perut terisi hampir penuh.

Trik yang kami lakukan untuk membuatnya semakin lezat adalah dengan mencocol dengan bumbu siomay. Sebab untuk penyajian tahu baksonya tidak dilengkapi dengan saus, cabai rawit, maupun bumbu pelengkap lainnya.

Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detikfood? kirim email ke foodreview@detik.com.

(dfl/odi)



Sumber : food.detik.com

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?


Bandung

Berasal dari Bandung, batagor jadi jajanan populer tak lekang oleh waktu. Ada tiga batagor yang paling terkenal di Bandung, kira-kira siapa juaranya?

Batagor atau singkatan dari Bakso Tahu Goreng merupakan jajanan khas Bandung, Jawa Barat. Sesuai namanya, bakso tahu goreng tersebut disantap dengan bumbu kacang yang pedas manis. Mudah tentunya untuk menemukan batagor di Bandung.

Mulai dari batagor kaki lima yang dijual di gerobak, sampai batagor legendaris yang jadi destinasi wisata kuliner jika sedang berada di Bandung.


Dari sekian banyak batagor di Bandung, ada tiga batagor yang legendaris dan populer sejak puluhan tahun lalu. Yaitu Batagor Kingsley, Batagor Riri dan terakhir Batagor Burangrang.

Ketiganya meski menjual menu batagor tapi memiliki cita rasa dan racikan bumbu kacang yang berbeda. Kira-kira dari ketiga batagor populer ini mana yang paling enak ya?

Berikut adu rasa tiga batagor paling terkenal di Bandung versi detikFood (22/11).

1. Batagor Kingsley

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Batagor Kingsley Foto: detikFood

Batagor Kingsley sudah ada sejak tahun 1982. Berlokasi di Jalan Veteran no. 25, Bandung, batagor yang satu ini terkenal sebagai batagor premium yang diburu banyak orang ketika ke Bandung. Kalau mau makan di tempat, terutama di akhir pekan, pengunjung harus mengantre sekitar 15-30 menit untuk mendapatkan kursi.

Menu utamanya ada Batagor Goreng (Rp 38.000/ 2 biji) dan Siomay Goreng (Rp 38.000/ 2 pcs). Kedua menu ini disajikan dengan bumbu kacang yang sudah dituang langsung ke makanan, lengkap dengan tambahan kecap manis.

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Siomay Goreng Kingsley Foto: detikFood

Ukuran batagor dan siomay gorengnya cukup besar. Aroma gorengan batagornya tercium harum karena digoreng dadakan ketika ada yang memesan. Tekstur batagornya kenyal, dengan rasa ikan tenggiri yang mendominasi batagor.

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Begitu juga dengan siomay gorengnya yang ikan tenggirinya terasa di setiap suapan. Di sini tipe bumbu kacangnya tidak terlalu kental, tapi rasanya manis gurih dengan sedikit pedas dari campuran cabe merah yang dihaluskan ke bumbu kacang. Komposisi bumbu kacangnya ini menyempurnakan rasa batagor yang gurih sedap.

2. Batagor Riri

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Beralih ke Jalan Burangrang, di sini ada kedai Batagor Riri yang sudah eksis sejak tahun 1985 silam. Dulunya batagor ini dibuat sang pemilik untuk konsumsi keluarga sendiri, puluhan tahun berselang kini Batagor Riri termasuk ke dalam batagor legendaris di Bandung.

Menu paling populer ada Batagor Campur (Rp 60.000), isinya lengkap ada batagor dua biji batagor dan satu siomay goreng bentuk bulat. Menu ini disajikan dengan bumbu kacang yang terpisah. Bumbu kacangnya berwarna cokelat kekuningan tanpa campuran kecap.

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Sama seperti Batagor Kingsley, ukuran siomay dan batagor di Riri juga cukup besar. Ketika dicicip rasa ikan tenggirinya memang tidak terlalu dominan, akan tetapi cukup terobati dengan bumbu kacangnya yang lebih ke rasa gurih asin.

Batagor Enak Lainnya Ada di Halaman Selanjutnya!

3. Batagor Burangrang

Batagor BurangrangBatagor Burangrang Foto: detikFood

Terakhir ada Batagor Burangrang, lokasinya masih berada di jalan yang sama dengan Batagor Riri. Kedai batagor satu ini sudah ada sejak tahun 1970-an dan masih bertahan sampai sekarang. Kedainya cukup sederhana tapi kebanyakan yang datang beli batagor untuk dibawa pulang.

Menu yang paling banyak dipesan ada Batagor Campur (Rp 49.500), terdiri dari dua batagor dan satu siomay goreng. Bumbu kacang disajikan di mangkuk terpisah, tekstur bumbu kacangnya paling kental dan berwarna cokelat pekat.

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Sementara rasa dari batagor Burangrang sangat gurih, dengan perpaduan ikan tenggiri dan tahu yang lembut. Begitu juga dengan siomay gorengnya yang mirip rasa dengan pempek jenis adaan. Ketika dicocol dengan bumbu kacang, rasanya semakin enak karena sentuhan manis gurih dari bumbu kacang yang ‘medok’.

4. Juara Batagor Terenak di Bandung

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Setelah dicicip ketiga batagor paling populer di Bandung ini, semuanya memiliki ciri khas serta keunggulan masing-masing. Begitu juga dengan racikan bumbu kacang yang berbeda di setiap tempat.

Untuk rasa sebenarnya variatif dan kembali ke selera masing-masing, namun detikFood memilih menu batagor dan siomay goreng dari Batagor Kingsley sebagai juara. Karena dari segi rasa, batagor Kingsley sangat dominan dengan rasa ikan tenggiri yang gurih. Ditambah dengan bumbu kacangnya yang tak terlalu kental tapi punya rasa pedas, manis dan gurih.

Bagi yag penasaran ingin mencicipi langsung menu batagor ini, bisa langsung mampir ke tiga kedai batagor paling populer di Bandung ini.

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com