Tag Archives: dan teknologi

Mau Kuliah Pascasarjana di ITB? Ini 4 Jenis Beasiswa yang Bisa Dicoba



Jakarta

Menempuh pendidikan pascasarjana memang membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan vokasi atau sarjana. Pasalnya, mahasiswa pascasarjana dituntut sering melakukan riset.

Oleh karena itu, kini sudah banyak beasiswa yang bermunculan bagi mahasiswa S2 dan S3. Baik yang berasal dari kementerian, lembaga, atau perusahaan swasta.

Nah, bagi detikers yang ingin melanjutkan S2 atau S3 di Institut Teknologi Bandung (ITB), tidak perlu banyak khawatir soal biaya pendidikan. Kampus ini sudah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk menyediakan beasiswa bagi mahasiswanya.


Dilansir dari laman ITB, berikut adalah jenis-jenis beasiswa yang disediakan oleh ITB untuk mahasiswa pascasarjana:

Jenis-Jenis Beasiswa ITB bagi Mahasiswa Pascasarjana

1. Beasiswa LPDP

Siapa yang tidak tahu beasiswa satu ini? Beasiswa LPDP adalah bantuan pendidikan bagi mahasiswa vokasi, sarjana maupun pascasarjana yang disediakan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

LPDP memiliki ragam pilihan kampus baik dalam maupun luar negeri. Selain itu, beasiswa ini juga bisa dicoba oleh penyandang disabilitas hingga mahasiswa yang berasal dari daerah pedalaman.

Untuk mendaftar beasiswa LPDP di ITB, pastikan terlebih dahulu mahasiswa memiliki Letter of Acceptance (LoA) dari ITB. Selain itu, perhatikan juga syarat-syarat lainnya.

2. Beasiswa BPI Kemendikbudristek

Sama seperti LPDP, beasiswa ini juga disediakan oleh pemerintah yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI ini bisa dicoba oleh mahasiswa S2 dan S3 ITB.

Beasiswa ini secara khusus ditujukan bagi calon guru SMK, guru SD, guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. BPI pun menyediakan beasiswa asrama mahasiswa nusantara.

Demikian juga bagi calon dosen S2 dan S3 bisa menerima beasiswa ini asalkan memenuhi kriteria yang ada sesuai Permendikbud Nomor 27 tahun 2022.

3. Beasiswa BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) setiap tahunnya menyediakan beragam beasiswa riset bagi mahasiswa magister dan doktoral. Beasiswa dari BRIN dibagi menjadi dua yakni degree by research dan doktor strategis.

Untuk memaksimalkan riset, BRIN juga menggandeng LPDP membagikan beasiswa prioritas. Selain itu, BRIN juga sering mengadakan kompetisi hasil riset bagi mahasiswa S2 dan S3, tentunya dengan hadiah yang nominalnya jutaan rupiah.

4. Beasiswa JFLS

Detikers warga Jawa Barat? Maka bisa mencoba daftar beasiswa Jabar Future Leader Scholarship (JFLS). Cakupan beasiswa ini termasuk luas karena diperuntukkan bagi mahasiswa D3, D4, S1, S2, hingga S3.

Bantuan berupa biaya pendidikan bagi mahasiswa yang berprestasi dan sesuai nama beasiswanya, memiliki jiwa kepemimpinan. Tak hanya dalam uang, bantuan JFLS juga berupa pendampingan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan soft skill lainnya.

Keuntungan mahasiswa S2 dan S3 dalam mendaftar beasiswa ini adalah menjadi prioritas penerima. Syaratnya hanya perlu memiliki LoA dari ITB dan dokumen diri lainnya.

Itulah beberapa beasiswa yang disediakan oleh pascasarjana ITB bagi mahasiswanya. Mau coba daftar yang mana nih?

(cyu/nwk)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / alexander grey

Pendaftaran KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN dan PTS Kembali Dibuka 29 Juli, Ini Linknya!



Jakarta

Jadi salah satu yang terdampak serangan siber pada Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDNS2) sejak Kamis (20/7/2024), sistem Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus melakukan proses pemulihan. Beberapa waktu ke belakang, publik dihebohkan dengan isu data pendaftar KIP Kuliah hilang tak bersisa.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan data KIP Kuliah tetap aman di pusat data kementerian. Sistem KIP Kuliah tengah melalui proses pemulihan menggunakan data cadangan hingga paling lambat 29 Juli 2024 mendatang.

Tidak hanya data cadangan, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbudristek, Suharti menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan untuk menjamin hak mahasiswa penerima KIP Kuliah.


“Koordinasi erat dengan perguruan tinggi juga terus kami lakukan untuk menjamin hak mahasiswa penerima KIP Kuliah ongoing dan pendaftar KIP Kuliah baru,” katanya dikutip dari rilis yang diterima detikEdu, Senin (1/7/2024).

Pendaftaran KIP Kuliah 2024

Sempat bermasalah, pendaftaran KIP Kuliah 2024 untuk jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) akan kembali berlangsung. Pendaftaran akan dibuka kembali mulai 29 Juli 2024 hingga 31 Oktober 2024.

Proses seleksi tetap digelar pada laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/. Namun sistem belum bisa diakses per tanggal hari ini.

Dengan jadwal pendaftaran yang mundur, Suharti meminta perguruan tinggi untuk bisa memundurkan tenggat waktu pembayaran uang kuliah bagi pendaftar KIP Kuliah yang diterima melalui jalur SNBP dan SNBT. Setidaknya sampai proses seleksi penerimaan KIP Kuliah selesai.

“Hal ini disampaikan dalam surat bernomor Manual.065/A.J5/LP.01.01/2024, yang dikirimkan Kemendikbudristek kepada Pemimpin Perguruan Tinggi serta Kepala LLDIKTI Wilayah I s.d. XVII,” katanya.

Diketahui, pendaftar KIP Kuliah 2024 mencapai 853.393 peserta sebelum sistem mengalami kendala. Seluruh peserta ini perlu melakukan klaim ulang (reclaim) akun KIP Kuliah masing-masing dimulai dari 29 Juli-31 Agustus 2024. Berikut langkah-langkahnya:

1. Akses laman KIP Kuliah yang baru bisa dibuka pada 29 Juli 2024 mendatang di tautan https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

2. Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

3. Unggah kembali dokumen dan data pendukung pendaftaran KIP Kuliah.

Pencairan KIP Kuliah untuk Mahasiswa Ongoing

Tidak hanya pendaftar KIP Kuliah terbaru, Suharti menyatakan mahasiswa penerima KIP Kuliah ongoing juga tidak perlu khawatir. Hingga saat ini, proses pencairan dana semester genap 2023/2024 sudah mencapai 98%.

Sehingga masih ada 16.316 mahasiswa penerima KIP Kuliah ongoing yang belum diajukan pencairannya oleh perguruan tinggi atau sedang dalam proses pencairan. Walaupun begitu proses pencairan akan dilakukan sesuai jawal tanpa keterlambatan pada bulan Agustus 2024.

Hal ini bisa dicapai dengan bantuan perguruan tinggi untuk dapat segera melakukan identifikasi dan verifikasi data mahasiswa penerima KIP Kuliah ongoing yang belum menerima KIP Kuliah pada semester genap 2023/2024. Perguruan tinggi juga diharapkan terus berkoordinasi dengan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek untuk memproses pencairan.

“Tapi mahasiswa penerima KIP Kuliah tidak perlu khawatir. Karena selama proses pemulihan sistem ini semua proses pencairan KIP Kuliah untuk mahasiswa penerima ongoing akan selesai sesuai jadwal dan tanpa keterlambatan pada bulan Agustus 2024,” tegas Suharti.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek pada https://ult.kemdikbud.go.id/ atau telepon 177.

(det/nwy)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa MEXT 2025 di APU Jepang, Cek Syarat dan Cara Daftar di Sini


Jakarta

Pendaftaran Beasiswa Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (MEXT) Jepang di Asia Pacific University (APU) dibuka dalam jalur University Recommendation (UR). Calon mahasiswa dari Indonesia dapat mendaftar ke APU untuk meraih beasiswa MEXT S2 ini.

Beasiswa MEXT di APU meliputi gratis biaya pendaftaran, uang kuliah, dan uang hidup bulanan 144 ribu yen (Rp15,8 juta) per bulan. Penerima beasiswa juga akan mendapat fasilitas penerbangan pergi dan pulang (PP) Indonesia-Jepang pada awal dan akhir program.

Beasiswa MEXT 2025 dibuka hingga tanggal 13 November 2024 untuk mulai kuliah pada September 2025. Berminat mendaftar, detikers? Simak informasinya di bawah ini.


Syarat Beasiswa MEXT 2025 di APU

  1. Calon mahasiswa internasional, termasuk asal Indonesia.
  2. Kelahiran 2 April 1990 atau lebih muda.
  3. IPK minimal 2.30 dari skala 3.00 (atau yang setara) dari pendidikan tinggi terakhir.
  4. Tidak sedang bertugas militer saat sedang mendaftar.
  5. Wajib dapat tiba di Jepang pada masa kedatangan yang ditetapkan APU.
  6. Belum pernah menerima beasiswa MEXT, kecuali telah memiliki lebih dari 3 tahun pengalaman riset edukasional setelah penyaluran terakhir dana beasiswa MEXT sebelumnya.
  7. Tidak mendaftar ke jenis beasiswa MEXT lainnya.
  8. Jika terpilih, penerima beasiswa tidak boleh menerima beasiswa dari organisasi pemberi beasiswa lain saat kuliah di APU.
  9. Jika terpilih, penerima beasiswa harus memiliki visa student Jepang.
  10. Memiliki sertifikat kemahiran berbahasa dari ujian yang dilaksanakan setelah 22 Maret 2023, beasiswa MEXT ini wajib TOEFL.

Cara Mendaftar Beasiswa

Beasiswa MEXT di APU diberikan pada calon mahasiswa yang direkomendasikan oleh pihak kampus ke kementerian. Berikut cara mendaftar beasiswa MEXT 2025 di APU jalur University Recommendation:

  1. Melamar S2 di APU untuk awal kuliah September 2025 di https://admissions.apu.ac.jp.APU
  2. menyeleksi kandidat penerima beasiswa berdasarkan dokumen pendaftaran.
  3. Hasil pendaftaran dan rekomendasi beasiswa diinformasikan kepada kandidat terpilih.
  4. Kandidat terpilih merampungkan pemberkasan dan mengirim dokumen tambahan beasiswa MEXT ke APU.
  5. MEXT memutuskan dan mengumumkan hasil seleksi beasiswa final.

Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa MEXT 2025 di APU jalur University Recommendation bisa dicek di sini. Semoga berhasil, detikers!

(twu/nwk)



Sumber : www.detik.com

Informasi Terkini KIP Kuliah Usai Terdampak PDN, Mahasiswa Baru Wajib Cek!



Jakarta

Layanan bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sempat terganggu usai peretasan Pusat Data Nasional (PDN). Dalam proses pemulihan layanan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan beberapa informasi terbaru yang wajib diikuti mahasiswa baru, mahasiswa on going, hingga perguruan tinggi.

Melalui laman KIP Kuliah, Kemendikburistek salah satunya meminta mahasiswa baru untuk melakukan hal-hal berikut. Berikut informasinya sebagaimana diakses pada Rabu (24/7/2024).

Informasi Terkini KIP Kuliah Usai Serangan PDN

1. Laporkan Kampus yang Tidak Undur Tenggat Pembayaran Uang Kuliah

Mahasiswa baru yang telah diterima melalui SNBP, SNBT, atau Jalur Mandiri perlu memperhatikan tenggat waktu pembayaran uang kuliah. Apabila perguruan tinggi tidak memundurkan tenggat waktu pembayaran uang kuliah hingga proses seleksi penerima KIP Kuliah selesai, maka mahasiswa wajib mengajukan laporan.


Tenggat waktu pembayaran uang kuliah bagi pendaftar KIP Kuliah yang diterima melalui jalur SNBP dan SNBT akan ditunda sampai proses seleksi penerima KIP Kuliah selesai.

“Jika perguruan tinggi tempat Anda mendaftar tidak memundurkan tenggat waktu pembayaran uang kuliah hingga proses seleksi penerima KIP Kuliah selesai, sesuai dengan himbauan Surat Sesjen Kemendikbudristek no. Manual.065/A.J5/LP.01.01/2024, dimohon mengajukan laporan ke: Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek melalui laman https://ult.kemdikbud.go.id/ atau pusat panggilan 177,” bunyi pengumuman Kemendikdbudristek di laman KIP Kuliah.

2. Klaim & Unggah Ulang Akun KIP Kuliah

Proses seleksi KIP Kuliah akan tetap berlangsung setelah layanan dipulihkan. Perguruan Tinggi akan memastikan agar tidak ada mahasiswa baru yang kehilangan hak untuk mengikuti seleksi penerima KIP Kuliah.

Apabila mahasiswa sudah melakukan pendaftaran KIP Kuliah 2024 sebelum sistem mengalami kendala, mereka wajib melakukan re-claim (mengklaim ulang) akun KIP Kuliah masing-masing dengan mengakses sistem KIP Kuliah di (https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/). Kemudian, lakukan pengecekan ulang data yang tersimpan. Lalu, unggah ulang dokumen dan data dukung pendaftaran KIP Kuliah mulai tanggal 29 Juli 2024 sampai dengan 31 Agustus 2024.

Beberapa waktu lalu, Indonesia menghadapi serangan siber dengan virus ransomware yang melumpuhkan PDN. Serangan ini berimbas pada 239 layanan instansi, termasuk layanan-layanan di Kemendikbudristek.

Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbudristek melalui postingan Instagram resminya @ult.kemdikbud menyatakan 47 domain layanan Kemendikbudristek terdampak gangguan PDN. Domain ini termasuk KIP Kuliah, Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Beasiswa Pendidikan, dan pelayanan perizinan film belum bisa diakses.

Dalam hal KIP Kuliah, peretasan ini mengakibatkan pendaftaran KIP Kuliah bagi mahasiswa baru sempat terhenti. Laman resmi KIP Kuliah juga tak bisa diakses dalam beberapa waktu.

(nir/twu)



Sumber : www.detik.com

Cara Klaim Ulang Akun KIP Kuliah 2024, Cuma sampai 31 Agustus!


Jakarta

Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengimbau agar calon mahasiswa atau mahasiswa baru yang mendaftar akun di SIM Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Februari-Juni tidak lupa melakukan klaim ulang KIP Kuliah.

Mereka yang harus melakukan reklaim atau klaim ulang adalah calon mahasiswa atau mahasiswa baru yang terkena dampak pemeliharaan sistem KIP Kuliah dan di periode tahun 2024.

Cara Reklaim Akun KIP Kuliah

Dikutip dari pedoman resmi reklaim KIP Kuliah, siswa perlu membuka laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/, kemudian klik menu “Akses Akun”.


Nantinya akan ada infobox warna biru. Terdapat dua tipe kondisi calon mahasiswa atau mahasiswa baru untuk melakukan reklaim akun, yakni untuk siswa yang sudah lolos SNBP/SNBT 2024 dan untuk siswa lain yang sudah mendaftar pada Januari-Juni 2024.

Cara Reklaim Akun untuk Siswa yang Lolos SNBP/SNBT 2024

Mahasiswa baru yang dinyatakan lolos SNBP/SNBT perlu melakukan reklaim akun untuk memperoleh kode akses baru melalui e-mail yang digunakan saat SNBP/SNBT.

Simak langkah-langkah reklaim akunnya:

  1. Pada halaman utama login, klik link arahan yang dimuat di infobox warna biru pada poin “Bagi siswa yang sudah lolos SNBP/SNBT”.
  2. Isi data berupa nomor induks siswa nasional (NISN), tanggal lahir, dan e-mail.
  3. Klik “Kirim Informasi Akun”
  4. Apabila data yang dimasukkan sudah benar dan sesuai, maka akan muncul sebuah notifikasi konfirmasi akun. Lakukan cek email konfirmasi di inbox hingga spam.

Cara Reklaim Akun KIP Kuliah untuk Siswa yang Sudah Daftar pada Januari-Juni

Reklaim ini dikhususkan bagi mahasiswa baru yang sudah mendaftar pada periode Januari-Juni 2024, tetapi terkena dampak PDNS2. Begini cara reklaim akun KIP Kuliah untuk kondisi ini:

  1. Pada halaman utama login, klik link arahan yang tercantum di infobox warna biru pada poin “Bagi siswa yang sudah mendaftar pada periode Januari-Juni 2024, silakan klaim akun”.
  2. Dalam halaman ini, isi data berupa nomor induk kependudukan (NIK), nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah nasional (NPSN), tanggal lahir, dan nama ibu kandung untuk verifikasi.
  3. Klik “Verifikasi Data”
  4. Akan muncul hasil verifikasi untuk klaim akun. Informasi yang berhasil diverifikasi dan muncul adalah nama pemohon, asal sekolah, serta tanggal lahir.
  5. Masukkan e-mail yang aktif
  6. Apabila telah memasukkan e-mail yang aktif, klik tombol “Kirim Rincian Akun”
  7. Akan muncul notifikasi bahwa rincian akun sudah dikirim ke alamat e-mail yang sudah dicantumkan. Pastikan melihat e-mail konfirmasi pada e-mail yang terdaftar. Cek spam jika e-mail tidak masuk ke folder utama.
  8. Pastikan memeriksa seluruh rincian data dan lampiran dokumen. Apabila sudah lengkap dan sesuai, lanjutkan dengan klik “Masuk ke Akun”.

Demikian cara reklaim atau klaim ulang akun KIP Kuliah. Lakukan sebelum tenggat waktu 31 Agustus 2024 ya!

(nah/nwy)



Sumber : www.detik.com

Ada Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM untuk Guru SD & SMP, Cek Syaratnya!



Jakarta

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan membuka pendaftaran beasiswa Microcredential bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Pendaftaran dibuka hingga 19 November 2024 melalui tautan https://s.id/MicroSTEM2024.

Beasiswa kali ini mengambil tema “Climate Change and Environmental Sustainability” yang bekerja sama dengan Korea National University of Education. Program ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi guru SD dan guru SMP dalam menangani isu-isu terkait perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

Sehingga para guru mampu merancang pembelajaran yang baik di kelas terutama terkait penyebab dan konsekuensi perubahan iklim. Hal ini untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku peserta didik guna mengurangi dampak perubahan iklim di masa depan.


Target peserta beasiswa ini adalah guru SD kelas 4, 5, dan 6 serta guru SMP yang mengampu mata pelajaran IPA. Dikutip dari Portal Beasiswa GTK Kemendikbduristek, Jumat (11/10/2024) berikut syarat dan cara daftarnya.

Syarat Daftar Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM

Syarat Utama

  1. Mengisi formulite pendaftaran pada laman https://gtk.kemdikbud.go.id/microcredential
  2. Warga Negara Indonesia (WNI)
  3. Berusia paling tinggi 55 tahun per-31 Desember pada tahun pendaftaran
  4. Berstatus sebagai guru Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru tetap yayasan
  5. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
  6. Memiliki kualifikasi akademik S1 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,00 skala 4,00
  7. Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan PAUD/SD/SMP/SMA/SMK Non Kejuruan/SLB
  8. Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku

Syarat Dokumen

  • Hasil pindai Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Hasil pindai Surat Keputusan Pengangkatan guru ASN atau Surat Keputusan Pengangkatan guru tetap Yayasan
  • Hasil pindai NUPTK
  • Hasil pindai ijazah dan transkrip nilai yang telah dilegalisir
  • Hasil pindai surat tugas mengajar
  • Hasil pindah sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal TOEFL ITP 450/Duolingo 75/TOEFL IBT 45/IELTS 5.0/TOEIC 440/English Score 290
  • Hasil pindai Letter of Acceptance (LoA) setelah lulus seleksi
  • Hasil pindai surat pernyataan kesanggupan calon Peserta Penerima Program Pengembangan Kompetensi
  • Hasil pindai surat rekomendasi dari atasan
  • Hasil pindai esai/personal statement
  • Hasil pindai surat keterangan sehat

Cara Daftar Beasiswa Non Gelar Microcerdential STEM

  1. Buka laman https://gtk.kemdikbud.go.id/microcredential atau https://s.id/MicroSTEM2024
  2. Pahamai syarat dan siapkan berkas persyaratan beasiswa
  3. Daftar beasiswa dan lengkapi profil di Portal Beasiswa GTK Kemendikbudristek
  4. Unggah dokumen sesuai syarat beasiswa yang dituju
  5. Tunggu verifikasi dan pengumuman penerima beasiswa.

Pendaftaran dibuka hingga 19 November 2024. Informasi lebih lengkap dan format lampiran beasiswa bisa dilihat melalui tautan https://s.id/MicroSTEM2024. Selamat mendaftar detikers!

(det/nwy)



Sumber : www.detik.com

Kominfo Buka Beasiswa Kelas Khusus S2, Cek Program yang Dibuka & Syaratnya!


Jakarta

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) RI membuka dua beasiswa S2 dalam negeri. Ada program beasiswa kelas khusus magister multidisiplin smart system (SMART-X)-ITB dan beasiswa kelas khusus magister keamanan siber dan forensik digital Universitas Telkom.

Pendaftaran gelombang pertama untuk beasiswa kelas khusus magister multidisiplin smart system (SMART-X)-ITB dibuka pada 7-21 Oktober 2024. Sementara, pendaftaran gelombang pertama untuk beasiswa kelas khusus magister keamanan siber dan forensik digital Universitas Telkom dibuka dari 7-31 Oktober 2024.

Persyaratan Beasiswa

Dikutip dari situs resmi Beasiswa Kominfo, berikut ini persyaratan beasiswa kelas khusus magister yang dibuka di ITB dan Universitas Telkom:


  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Pernah/sedang bekerja dan mempunyai masa kerja minimum 2 tahun (kumulatif) ketika melamar (dengan dibuktikan melalui SK CPNS/PNS/dokumen serupa lainnya untuk PNS/TNI/POLRI atau surat keterangan kerja bagi pelamar umum
  • Tidak untuk pelamar yang berprofesi sebagai dosen
  • Termasuk golongan minimal IIIA (3A) bagi PNS
  • Berusia maksimal 42 tahun ketika mendaftarkan diri
  • Belum mempunyai gelar magister dan tidak tengah mengikuti program pendidikan magister
  • Lulusan S1/DIV dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,80 dari skala 4,00
  • Menyusun rencana tugas akhir yang relevan dengan pengembangan transformasi digital nasional (500 – 1000 kata)
  • Menyusun esai yang berisi personal statement dan rencana kontribusi pasca studi, khususnya kontribusi untuk pengembangan transformasi digital nasional (500 – 1000 kata)
  • Menyerahkan surat rekomendasi dari pimpinan/dosen pembimbing/atau tokoh lain yang mempunyai kredibilitas dan diterbitkan paling lama 1 (satu) tahun pada bulan yang sama dengan pendaftaran (template surat rekomendasi bisa diunduh pada tautan https://komin.fo/template_bk2024;)
  • Memperoleh surat izin dari pimpinan yang berwenang dari tempat bekerja untuk menjalani pendidikan
  • Diutamakan untuk yang sudah memiliki letter of acceptance (LoA) dari perguruan tinggi mitra Kominfo
  • Bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri pada jenjang pendidikan sebelumnya, melampirkan:

– Hasil penyetaraan ijazah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui https://piln.kemdikbud.go.id/ atau Kementerian Agama (Kemenag) melalui https://diktis.kemenag.go.id/penyetaraanijazah

– Hasil konversi IPK dari Kemendikbudristek melalui https://piln.kemdikbud.go.id/ atau Kemenag melalui https://diktis.kemenag.go.id/penyetaraanijazah/

– Tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK pada laman Kemendikbudristek atau Kemenag mengenai penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK bagi pendaftar yang hasil penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.

– Pelamar tetap harus memenuhi syarat mendaftar yang ditetapkan oleh mitra perguruan tinggi yang dipilih.

Bagi detikers yang tertarik mendaftar beasiswa di atas, kalian dapat klik link berikut ini https://beasiswa.kominfo.go.id/.

(nah/pal)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Garuda ACE 2025 Dibuka, Mahasiswa Bakal Dibimbing Sampai Jago Riset



Jakarta

Program Beasiswa Garuda Academic of Excellence 2.0 (Garuda ACE) 2025 resmi dibuka. Mahasiswa bakal dapat pelatihan riset internasional selama 6 bulan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi meluncurkan Program Beasiswa Garuda ACE 2025 pada Senin(28/10/2024). Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, beasiswa ini ditujukan untuk membimbing generasi muda jenjang sarjana atau magister dalam pelatihan bahasa dan riset internasional.

Adapun mahasiswa yang bisa mendaftar adalah mahasiswa jenjang sarjana tahun ketiga atau keempat serta mahasiswa magister tahun pertama. Program ditujukan untuk jurusan dari bidang ilmu dan teknik komputer, informasi dan data, dan bidang-bidang terkait. Ke depannya, program ini diharapkan dapat diperluas ke fokus bidang lainnya sesuai kebutuhan Pemerintah Indonesia.


Jurusan Sasaran Beasiswa Garuda ACE 2025

Informatika/teknik informatika/ilmu komputer
Teknik komputer
Teknik elektro/ilmu elektronika
Sistem informasi
Teknik telekomunikasi

Periode Beasiswa Garuda ACE 2025

Gelombang 1, Jalur 1: Pelatihan riset (Januari-Maret), lalu pelatihan bahasa (April-Juni)
Gelombang 1, Jalur 2: Pelatihan bahasa (Jan-Mar), lalu pelatihan riset (April-Juni)
Gelombang 2, Jalur 1: Pelatihan riset (Juli-September), lalu pelatihan bahasa (Oktober-Desember)
Gelombang 2, Jalur 2: Pelatihan bahasa (Juli-September), lalu pelatihan riset (Oktober-Desember)

Cakupan Pelatihan Beasiswa Garuda ACE 2025

Jalur 1

Jalur 1 dibuat untuk mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang bagus. Oleh karena itu, mereka dapat langsung memulai pelatihan riset selama 3 bulan terlebih dahulu.

Jalur 2

Jalur 2 dibuat untuk mahasiswa yang memiliki keterampilan teknis yang bagus tetapi kurang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris. Pelatihan akan dimulai dengan pelatihan bahasa Inggris selama 3 bulan, diikuti dengan pelatihan penelitian selama 3 bulan.

Syarat Beasiswa Garuda ACE 2025

  1. IPK/IP minimal 3.2
  2. Berasal dari salah satu jurusan sasaran
  3. Jika ingin mendaftar untuk Gelombang 1 (periode Januari-Juni 2025):
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 6 boleh pada periode Gelobang 1 boleh mendaftar.
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang sudah memasuki semester 8 pada periode Gelombang 1 dan tidak akan melanjutkan studi ke jenjang magister di perguruan tinggi Indonesia tidak boleh mendaftar (karena tidak ada waktu untuk melakukan riset setelah lulus).
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang sudah memasuki semester 8 pada periode Gelombang 1 dan sudah diterima pada program magister jurusan terkait di perguruan tinggi Indonesia boleh mendaftar (karena masih mempunyai waktu 1-2 tahun untuk melakukan riset selama menempuh pendidikan jenjang magister).
    -Mahasiswa jenjang magister yang memasuki semester 1, pada periode Gelombang 1, boleh mendaftar.
    -Mahasiswa jenjang magister yang memasuki semester 2, 3, atau 4, pada periode Gelombang 1, tidak boleh mendaftar.
  4. Jika ingin mendaftar untuk Gelombang 2 (periode Juli-Desember 2025):
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 5 pada periode Gelombang 2 boleh mendaftar.
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 7 pada periode Gelombang 2 dan tidak akan melanjutkan ke program magister di perguruan tinggi Indonesia tidak boleh mendaftar (karena tidak ada waktu untuk melakukan riset setelah lulus).
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 7 pada periode Gelombang 2 dan sudah/akan diterima pada program magister jurusan terkait di perguruan tinggi Indonesia boleh mendaftar (karena masih mempunyai waktu 1-2 tahun untuk melakukan riset selama menempuh pendidikan jenjang magister).
    -Mahasiswa jenjang magister yang baru/akan memasuki semester 1 atau 2 pada periode Gelombang 2 boleh mendaftar.
    -Mahasiswa jenjang magister yang sudah memasuki semester 3 pada periode Gelombang 2 tidak boleh mendaftar.
    -Harus mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan dan riset ke jenjang PhD (kombo magister+doktor) pada perguruan tinggi terkemuka di luar negeri.
  5. Seusai mengikuti program Garuda ACE, peserta dapat melanjutkan karir riset mereka ke jenjang PhD (kombo magister+doktor) pada perguruan tinggi terkemuka di luar negeri (baik di Amerika, Eropa, Australia maupun negara-negara Asia yang sudah maju).
  6. Peserta yang berencana untuk langsung bekerja setelah lulus tidak boleh mendaftar, karena program ini tidak akan bermanfaat bagi mereka.
  7. Berkeinginan untuk melakukan riset/penelitian sebagai karir masa depan
  8. Bercita-cita untuk masuk grup penelitian dan pengembangan (research and development) pada perusahaan teknologi besar, start-ups, atau laboratorium nasional (national labs)
  9. Bercita-cita untuk menjadi akademisi jalur riset, menjadi profesor, dan sejenisnya.
  10. Setelah menyelesaikan program pelatihan 6 bulan, yakni dalam periode pasca-pelatihan, peserta harus mempunyai waktu setidaknya 1 tahun dalam kampus untuk melakukan riset sebelum wisuda

Pendaftaran Beasiswa Garuda ACE 2025 dilakukan melalui https://ace-ina-2025.hotcrp.com. Informasi lebih lanjut dapat detikers cek di https://pmdsu.kemdikbud.go.id/garuda-ace/. Tertarik mendaftar, detikers?

(nir/twu)



Sumber : www.detik.com

7 Beasiswa Prioritas LPDP yang Bisa Dipilih, Pahami Sebelum Daftar!



Jakarta

Pendaftaran beasiswa LPDP 2025 tahap 1 akan dibuka pada 17 Januari 2025. Sebelum daftar, detikers harus tahu dulu nih jenis-jenis beasiswa yang tersedia.

Beasiswa ini disediakan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Beasiswa LPDP difokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Beasiswa LPDP dibuka setiap tahun untuk studi jenjang magister/S2 dan doktoral/S3. Awardee bisa memilih melanjutkan studi di luar negeri maupun dalam negeri.


Salah satu hal yang menarik dari beasiswa LPDP dibanding beasiswa lain adalah ragam jenisnya. Salah satunya adalah beasiswa prioritas.

Apa Itu Beasiswa Prioritas LPDP?

Pelamar beasiswa prioritas dapat mendaftar pada dua jenis beasiswa sekaligus. Selain mendaftar beasiswa prioritas, pelamar juga bisa mendaftar beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD).

Ada enam PTUD yang bisa dipilih dalam beasiswa prioritas yakni Nanyang Technology University (NTU), National University of Singapore (NUS), Campus France, University of California Davis (UC Davis), University of New South Wales (UNSW), dan The Orange Knowledge Program (OKP).

Fasilitas Penerima Beasiswa Prioritas LPDP

Beberapa keuntungan memperoleh beasiswa prioritas LPDP antara lain:

  • Dana pendidikan untuk kebutuhan pendaftaran
  • Dana SPP (tuition fee)
  • Tunjangan buku
  • Penelitian tesis
  • Seminar internasional
  • Publikasi jurnal internasional
  • Dana transportasi
  • Dana aplikasi visa
  • Asuransi kesehatan
  • Biaya hidup bulanan
  • Dana untuk mengikuti lomba internasional
  • Dana darurat jika dibutuhkan

Jenis-jenis Beasiswa Prioritas LPDP

1. Beasiswa Prioritas S2 OKP-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi-LPDP

Beasiswa ini adalah hasil kerja sama ketiga lembaga bersama Nuffic Neso Indonesia. Tujuannya untuk mengoptimalkan sumber daya dan berfokus pada bidang yang relevan dan penting bagi pembangunan Indonesia.

2. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-NTU

Beasiswa ini diberikan bagi masyarakat termasuk PNS dan TNI atau Polri. Namun, beasiswa ini hanya berlaku untuk jenjang S2.

Lulusan dari NTU pada beasiswa ini nantinya akan bergelar MBA. Selain menempuh pendudukan, para awardee juga akan dididik sebagai calon pemimpin dan profesional.

3. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-NUS Bidang Kewirausahaan

Beasiswa prioritas LPDP selanjutnya bekerja sama dengan NUS. Sasaran beasiswa ini adalah masyarakat Indonesia kecuali PNS, TNI dan Polri.

Sebagaimana namanya, beasiswa ini bertujuan mendidik para calon pengusaha yang ingin memiliki usaha baru. Mereka akan dibimbing dan dapat memanfaatkan fasilitas pengembangan bisnis di NUS Enterprise.

4. Beasiswa Prioritas S2 LPDP-Campus France

Beasiswa ini disediakan langsung oleh pemerintah Prancis. Pengadaan beasiswa bertujuan untuk membantu meningkatkan pembangunan di Indonesia.

Para mahasiswa akan diberi pengetahuan oleh kampus. Mereka akan disiapkan juga sebagai calon pemimpin di masa mendatang.

5. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-UNSW

UNSW bersama LPDP menawarkan beasiswa S3 bagi masyarakat Indonesia. Beasiswa ini bisa dicoba bagi yang tertarik dalam bidang energi terbarukan dan inovasi.

6. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-NTU

Beasiswa ini ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan ke jenjang doktor. Jenis beasiswa ini pun bisa diikuti bagi mahasiswa yang tertarik di bidang STEM maupun non-STEM.

7. Beasiswa Prioritas S3 LPDP-UC Davis

Bagi yang berminat melanjutkan pendidikan S3 di bidang pertanian, lingkungan, teknik atau pendidikan maka beasiswa ini dapat menjadi pilihan yang tepat. Durasi pembiayaan beasiswa ini maksimal selama 5 tahun.

Itulah beberapa jenis beasiswa prioritas LPDP yang bisa dicoba. Semoga informasinya bermanfaat ya.

(cyu/pal)



Sumber : www.detik.com

Besar Gaji Orang Tua agar Bisa Dapat KIP Kuliah 2025, Cek Ketentuannya!


Jakarta

Beasiswa KIP Kuliah dibuka untuk beberapa kriteria prioritas penerima. Salah satu kriterianya mensyaratkan gaji orang tua.

Lantas, berapa besaran gaji orang tua supaya bisa dapat KIP Kuliah?

Gaji Orang Tua agar Dapat KIP Kuliah

Kriteria gaji orang tua untuk dapat menerima KIP Kuliah dijelaskan dalam acara Pembukaan Pendaftaran KIP Kuliah Tahun 2025 yang dilansir oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktidsaintek) beberapa waktu lalu dalam YouTube resmi.


Siswa yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur seleksi apa pun di perguruan tinggi negeri (PTN) atau perguruan tinggi swasta (PTS) dan memenuhi syarat miskin atau rentan miskin, dibuktikan dengan pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4 juta setiap bulan atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750 ribu.

Selain itu, calon penerima beasiswa tersebut wajib menyertakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan dan dilegalisasi Pemerintah, minimal tingkat desa/kelurahan yang disertai bukti dukung dan akan diverifikasi oleh perguruan tinggi.

Prioritas Penerima KIP Kuliah 2025

Ada delapan jenis prioritas penerima KIP Kuliah berdasarkan syarat ekonomi, yaitu:

  1. Pemegang atau pemilik KIP SMA yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri di PTN.
  2. Berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima program bansos Kementerian Sosial (Kemensos) yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri di PTN.
  3. Pemegang atau pemilik KIP SMA yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri PTS.
  4. Berasal dari keluarga yang masuk dalam DTKS atau mendapat bansos Kemensos yang lulus seleksi mandiri di PTS.
  5. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin atau rentan miskin maksimal desil 3 P3KE yang lulus SNBP, SNBT, atau seleksi mandiri PTN.
  6. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin atau rentan miskin maksimal desil 3 P3KE yang lulus seleksi mandiri di PTS.
  7. Berasal dari panti sosial atau panti asuhan yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur seleksi apa pun di PTN dan PTS.
  8. Lulus seleksi melalui jalur seleksi apa pun di PTN dan PTS serta memenuhi syarat miskin atau rentan miskin, dengan:
  • Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4 juta per bulan dan pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750 ribu.
  • SKTM yang dikeluarkan dan dilegalisasi Pemerintah, minimal tingkat desa/kelurahan dengan disertai bukti dukung dan akan diverifikasi perguruan tinggi.

Nah, itulah syarat gaji orang tua agar bisa mendapat KIP Kuliah serta penerima prioritas lainnya.

(nah/pal)



Sumber : www.detik.com