Tag Archives: kesehatan

Heart Troops Rilis Koleksi Baju Lebaran 2025, Padukan Motif Bunga & Geometris

Jakarta

Brand modest fashion lokal Heart Troops meluncurkan koleksi Lebaran 2025. Koleksi Lebaran yang dihadirkan mengusung tema The Journey of Love.

Sebelum mengungkapkan soal baju Lebaran Heart Troops, Shinta Puspita Anggraini sebagai Founder dan CEO Heart Troops menceritakan kilas balik dari brandnya. Ia mengaku awalnya aktif bekerja di suatu perusahaan.

“Heart Troops itu sekitar tahun 2017, aku bekerja di perusahaan di Jakarta dan senang punya dua anak perempuan dan semangat mendandani. Jadi, hobinya aku tersalurkan menciptakan baju anak-anak,” kata Shinta dalam acara Heart Troops The Journay of Love di Kaum Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2025).


Wanita berhijab ini menceritakan nama brand Heart Troops terinspirasi dari putra tercintanya yang dikaruniai kondisi kesehatan khusus. Melalui nama brandnya, dia ingin menyampaikan bahwa setiap kekurangan terdapat kelebihan atau keindahan yang harus disyukuri.

“Nama brand ini dari anak pertama kondisinya spesial, nama Heart Troops adalah pejuang jantung. Pada saat itu jual baju anak, seiring berjalannya waktu dan masih sibuk ngantor ngerjain Heart Troops bikin koleksi Hari Raya,” ujar Shinta.

Shinta mengucapkan brand Heart Troops dikenal karena koleksi Lebarannya yang bermotif dengan nuansa warna pastel. Awalnya hanya merilis koleksi untuk anak, dia kemudian membuat juga baju untuk dewasa.

“Beberapa tahun dikenal dengan koleksi Lebarannya. Jadi akhirnya setelah beberapa tahun pelanggan bikin baju dewasa. Akhirnya aku resign dan mulai akhir 2022 dan fokus dengan baju dewasa khususnya modest,” tuturnya.

Mengenai koleksi Lebaran 2025 yang Bertajuk The Journey of Love, Shinta menjelaskan latar belakang tema tersebut berdasarkan dari cerita pelanggan setia Heart Troops. Menurutnya koleksi terbarunya merupakan kisah cinta para konsumennya.

“Aku bisa melihat perjalanan pelanggan aku sendiri, mulai tumbuh dan anak-anaknya semakin besar. Ada yang sedang hamil dan ini perjalanan brand ini merupakan perjalanan cinta dari pelanggan Heart Troops,” terang Shinta.

Koleksi Baju Lebaran Heart Troops terbagi menjadi dua yaitu seri Sarayu dan Renjana. Shinta mengatakan kedua seri baju Lebaran 2025 itu terinspirasi dari aliran air yang tak pernah berhenti, seperti cinta dalam setiap keluarga yang senantiasa mengalir.

“Series Sarayu merepresentasi aliran keluarga dari generasi ke generasi. Kita mengambil motif etnik,” ucap Shinta.

Shinta mengaplikasikan motif bunga dengan perpaduan warna soft dan bold yang menggambarkan keseimbangan antara kelembutan kasih sayang dengan kekuatan yang dibangun dalam keluarga.

“Artinya gairah dan semangat merepresentasikan keluarga sebagai sumber semangat kita. Akan selalu menjadi penyemangat untuk anggota keluarga. Motif Renjana ada bunga yang berbentuk kristik dan water color sebagai signature Heart Troops dan motif geometri,” ungkap Shinta.

Shinta menambahkan agar koleksi terbaru Heart Troops tidak lagi ditiru atau dicuri desainnya, dia mendaftarkan motif buatannya secara permanen ke organisasi yang mengurus hak cipta. Dia melakukan hal tersebut karena marak brand lainnya yang tidak bertanggung jawab, menduplikasi secara nyata motif dari Heart Troops dan menjualnya di market place.

“Heart Troops saat ini lagi marak dan cukup bikin down itu plagiasi. Teman-teman Heart Troops cukup sedih ketika menciptakan produk itu cukup panjang ketika di copy begitu aja dan dijual banyak orang. Desainnya menjadi kurang ekslusif. Itu yang kemarin kita rasain,” kata Shinta.

(gaf/eny)

Sumber : wolipop.detik.com

Alhamdulillah muslimah sholihah hijab اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Satria SP

Kunci Rahasia biar Lari Makin Cepat dan Staminanya Gila

Jakarta

Lari merupakan olahraga yang mengedepankan kekuatan, kelenturan, hingga daya tahan tubuh. Untuk itu, baik pelari profesional maupun pemula, dibutuhkan stamina yang kuat dan kemampuan kecepatan yang bisa diandalkan.

Salah satu jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan latihan kecepatan yaitu dengan latihan interval (interval training). Mengutip dari Jurnal Sport, Physical Education, Organization, Recreation, Training, latihan interval adalah tata cara latihan yang mencampurkan kinerja berulang antara bekerja dan istirahat. Aspek yang perlu diperhatikan dalam latihan ini yaitu durasi, konsistensi, jumlah pengulangan latihan, hingga interval pemulihan setelah pemulihan.

Dalam olahraga lari, metode latihan interval dapat dikombinasikan dengan lari sprint dengan durasi 20-90 detik dan interval istirahat selama 30-120 detik.


Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tata cara latihan interval, detikers dapat menyimak ulasan berikut ini.

Teknik Latihan Interval pada Lari

Latihan interval mampu mendorong kemampuan pelari agar lebih cepat dan kuat selama kompetisi. Latihan ini dapat meningkatkan daya tahan otot, sehingga efektif digunakan saat berlari.

Tak hanya itu, latihan interval juga dapat meningkatkan daya tahan kardiovaskular, sehingga detikers dapat terus meningkatkan kecepatan saat berlari tanpa merasa cepat lelah.

Agar lebih optimal, detikers dapat menyimak teknik latihan interval berikut ini:

1. Melakukan Pemanasan dengan Benar

Mengutip dari Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains, pemanasan saat berolahraga dapat memberikan manfaat bagi tubuh untuk meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih baik dan mengurangi risiko cedera.

Sebelum mulai berlatih, pastikan detikers melakukan pemanasan selama 5-10 menit untuk mencegah terjadinya kram otot dan permasalahan lain selama latihan.

2. Lari Sprint

Lari pada latihan interval dapat dilakukan dengan lari cepat (sprint) dengan durasi 6-8 detik dan jarak 40 meter. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 10 kali dengan interval istirahat selama 1-2 menit.

3. Pendinginan

Mengutip dari Jurnal PKM Ilmu Kependidikan, pendinginan setelah latihan dapat merilekskan otot-otot tubuh yang telah melakukan aktivitas fisik yang berat maupun sedang.

detikers dapat melakukan pendinginan dengan gerakan santai seperti jogging dan jalan selama beberapa menit.

Jenis-jenis Lari Interval

Dalam olahraga lari, terdapat beberapa jenis latihan interval yang bisa diterapkan, yaitu:

  • Short interval (lari interval jarak pendek): interval ini dilakukan dengan lari sprint selama 60 detik dan diselingi dengan istirahat singkat.
  • Long interval (lari interval panjang): interval yang berlangsung lebih dari 60 detik namun tetap dengan intensitas tinggi. Detikers dapat melakukan sprint selama 90 detik kemudian jalan santai selama 2-3 menit.
  • Progressive interval (lari interval progresif): latihan interval dengan meningkatkan intensitas lari untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan.
  • Pyramid interval (lari interval piramida): lari ini dapat dilakukan dengan durasi sprint yang meningkat lalu berkurang secara bertahap. Lari cepat dapat dilakukan dengan durasi terendah kemudian meningkat, yaitu 15 detik, 30 detik, dan 45 detik. Setelah itu kembali lagi ke awal. Jangan lupa istirahat di sela-sela waktu.

Itulah ulasan terkait latihan interval sebagai kunci bagi pelari untuk meningkatkan kekuatan dan stamina. Semoga dapat dipraktekkan dengan baik ya, detikers!


Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Pilates dan Yoga Apa Bedanya? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk Pemula

Jakarta

Pilates dan Yoga merupakan dua olahraga yang berfokus pada pengendalian gerakan tubuh dengan pikiran, serta biasanya dilakukan di area yang tenang.

Bagi awam, kedua olahraga ini terlihat sama. Akan tetapi, baik yoga dan pilates memiliki karakteristik dan dasarnya masing-masing, mulai dari asal-usul, gerakan, intensitas, hingga manfaat yang dihasilkan.

Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum perbedaan antara pilates dan yoga, sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pemula. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


Asal-usul Yoga dan Pilates

Mengutip dari Jurnal Nusantara Community Service, pilates merupakan metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan tubuh bagian inti, memperbaiki postur tubuh, serta meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Latihan ini dikenal dapat membantu mengurangi rasa sakit pada punggung yang sering dialami wanita, serta mengurangi kecemasan serta stres.

Pilates adalah aktivitas low impact yang mampu memperkuat dan menstabilkan core otot dengan serangkaian gerakan dan latihan pernafasan untuk memperkuat otot abdomen, pinggang, hingga kaki dan tangan.

Sementara itu, yoga merupakan latihan tubuh dan pikiran yang berasal dari India. Olahraga ini semakin maju sebagai praktik kesehatan untuk berbagai ilmu imunologi, neuromuskuler, psikologis, dan kondisi nyeri.

Mengutip dari Jurnal Maternitas UAP, Yoga berpotensi menciptakan keseimbangan di sepanjang dimensi emosional, mental, fisik, dan spiritual. Praktisi yoga dikenal dengan “yogl” yang diharapkan mencapai “Brahman” yaitu pencerahan dimana manusia menyadari hakikat diri sejati, sebagai bagian dari alam semesta.

Fokus Gerakan

Pada pilates, fokus utama adalah membangun kekuatan inti melalui gerakan kecil yang konsisten dan berulang. Aktivitas fisik dalam pilates dapat menguatkan otot perut, pinggang, kaki, dan tangan. Pilates juga memiliki latihan pernapasan dan konsentrasi yang dapat meningkatkan keseimbangan tubuh,

Sedangkan yoga, lebih mengacu pada hubungan antara pikiran dan tubuh, terdiri dari pose-pose yang dipertahankan dalam waktu yang lebih lama. Latihan ini juga didominasi aktivitas meditasi, spiritualitas, yang tidak ditemukan dalam pilates.

Intensitas Latihan

Dalam intensitas latihan, yoga dinilai lebih lambat, dengan pose yang ditahan dalam durasi yang cukup lama. Hal ini bertujuan untuk menenangkan pikiran dan menjaga fleksibilitas tubuh.

Sementara itu, pilates memiliki intensitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yoga. Latihan pilates mencakup gerakan berulang yang berfokus memperkuat otot inti tubuh.

Manfaat yang Dihasilkan

Secara umum, pilates dan yoga sama-sama memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh dan kebugaran pikiran.

Berikut beberapa manfaat yang didapatkan dari latihan pilates:

  • Meningkatkan pernapasan.
  • Memperbaiki postur tubuh.
  • Meredakan nyeri pada punggung.
  • Meredakan sakit pada saat menstruasi.
  • Mencegah osteoporosis.
  • Membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus.
  • Mengurangi stres.

Di sisi lain, yoga memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Meredakan nyeri pada bagian punggung hingga leher.
  • Menjaga kualitas tidur.
  • Mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental.
  • Membantu mengatasi masalah menopause.
  • Menurunkan berat badan.
  • Meningkatkan keseimbangan tubuh.

Jika detikers masih bingung dalam menentukan pilihan latihan yang tepat, dapat menyesuaikan dengan preferensi dan tujuan. Yoga sangat cocok bagi pemula yang menginginkan latihan lebih lambat dan lebih condong bermanfaat untuk kesehatan mental. Sementara pilates berfokus pada peningkatan kekuatan inti dengan tempo yang lebih cepat.

Agar mengetahui mana yang lebih baik, detikers dapat mencoba keduanya terlebih dahulu. Namun jika memiliki kondisi atau masalah kesehatan tertentu, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter agar latihan lebih aman dan manfaat yang didapatkan lebih optimal.


Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

10 Manfaat Pilates untuk Wanita yang Wajib Kamu Tahu

Jakarta

Pilates merupakan salah satu olahraga yang cukup populer di Indonesia, khususnya kalangan wanita. Olahraga ini merupakan perpaduan antara gerakan yoga dan balet yang dapat meningkatkan keseimbangan tubuh melalui kekuatan inti.

Sebagai bentuk latihan fisik, olahraga ini memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh wanita. Dengan gerakan yang optimal dan konsisten, pilates dapat meningkatkan kekuatan pernapasan hingga meredakan sakit pada bagian tubuh tertentu.

Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum berbagai manfaat pilates bagi wanita. Yuk, simak informasinya di bawah ini.


1. Meredakan Sakit saat Menstruasi

Rasa sakit saat menstruasi atau yang sering disebut sebagai dysmenorrhea merupakan gangguan alirah darah haid sehingga menyebabkan rasa nyeri. Mengutip dari Jurnal Pengabdian Lentera, pilates dapat memberikan perbaikan pada gejala yang terkait dengan primary dysmenorrhea.

Dengan kata lain, pilates dapat merilekskan otot yang berkontraksi dan merangsang hipotalamus untuk menghasilkan hormon endorphin sebagai obat penenang alami sehingga menghasilkan efek nyaman dan nyeri berkurang.

2. Mengoptimalkan Kekuatan Pernafasan

Manfaat kedua yang bisa dirasakan saat olahraga pilates yaitu mengoptimalkan kekuatan pernafasan. Mengutip dari Jurnal Kedokteran Diponegoro, pilates merupakan olahraga yang melibatkan beberapa otot pernafasan antara lain musculus pectoralis major, musculus serratus anterior, dan musculus obliquus abdominis externus, sehingga manfaat pilates dapat mempengaruhi pernafasan, baik saat inspirasi maupun ekspirasi.

Salah satu dasar gerakan dalam pilates dapat mengontrol pernafasan sehingga mampu meningkatkan kekuatan pernafasan, dan berikutnya fungsi kapasitas paru-paru menjadi lebih baik.

3. Menjaga Fleksibilitas Otot Tubuh

Olahraga pilates melibatkan banyak otot tubuh. Gerakan otot yang dilakukan selama aktivitas fisik pilates dapat membantu memperpanjang dan meregangkan otot-otot tubuh.

Dengan begitu, otot tubuh dan jauh lebih fleksibel dan rentang gerak tubuh meningkat sehingga detikers dapat lebih leluasa dalam bergerak. Benefit pilates ini juga sangat baik dirasakan bagi wanita dengan usia lanjut.

4. Menambah Energi

Manfaat selanjutnya yang bisa dirasakan wanita saat pilates yaitu menambah energi tubuh. Selain meningkatkan kekuatan pernapasan, aktivitas fisik pilates juga dapat membantu dan melancarkan sirkulasi darah dan memproduksi hormon baik.

Oksigen dalam tubuh berfungsi dalam proses oksidasi biologi sehingga dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan. Dengan begitu, detikers tidak perlu takut merasa cepat lelah dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan bugar.

5. Mengurangi Nyeri Sakit Punggung

Sakit punggung merupakan penyakit yang lumrah dialami wanita, terutama bagi pekerja yang banyak duduk dalam durasi waktu yang lama. Untuk itu, salah satu cara untuk meredakan sakit punggung yaitu pilates.

Aktivitas fisik selama pilates dapat menguatkan otot perut hingga tulang panggul wanita. Hasilnya, sakit punggung dapat mereda lebih cepat. Namun jika saat bergerak, rasa nyeri punggung tak kunjung hilang, maka detikers perlu berkonsultasi dengan ahli seperti dokter.

6. Mengurangi Stres

Selain memiliki segudang manfaat secara fisik, pilates ternyata juga berfungsi dalam menjaga kesehatan mental, salah satunya dengan mengurangi stres. Saat pilates, aktivitas pernapasan dan latihan konsentrasi dapat menenangkan pikiran dan mencegah dari pikiran negatif.

7. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus

Selain mencegah stres, latihan pernapasan dan konsentrasi dalam pilates juga dapat meningkatkan konsentrasi dan fokus. Hal ini dikarenakan pilates berhubungan langsung dengan fungsi kognitif otak.

Kondisi ini dapat membantu detikers tetap fokus dan berkonsentrasi. Tak hanya itu, manfaat pilates ini juga berdampak positif terhadap pengendalian tubuh.

8. Membuat Berat Badan Lebih Ideal

Bagi detikers yang sedang fokus menurunkan badan, maka olahraga pilates bisa menjadi pilihan menarik. Gerakan yang konsisten dan rutin dapat menurunkan kadar lemak dan menjaga berat badan tetap ideal.

Meskipun begitu, aktivitas fisik ini juga perlu dibarengi dengan pola makan yang sesuai dan rutinitas yang sehat seperti lari, berenang, dan bersepeda.

9. Memperkuat Struktur Tulang

Dalam olahraga pilates, salah satu aktivitas fisik yang dilakukan yaitu latihan berbasis beban. Latihan ini dapat membantu menjaga kepadatan tulang. Manfaat ini juga bisa dirasakan bagi wanita untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

Seiring dengan bertambahnya usia, kesehatan tulang sangat penting dan harus dijaga. Untuk itu, pilates dapat menjadi pilihan olahraga untuk mengurangi risiko permasalahan pada tulang, seperti osteoporosis.

10. Memperbaiki Postur Tubuh yang Lebih Ideal

Postur tubuh juga menjadi aspek penting bagi kesehatan dan penampilan wanita. Beberapa wanita bahkan memiliki postur tubuh agak membungkuk disebabkan oleh alasan tertentu, seperti posisi duduk yang salah.

Pilates merupakan olahraga yang dapat memperbaiki postur tubuh. Olahraga ini juga dapat melatih kontrol gerakan dan kesadaran tubuh sehingga dapat membentuk postur tubuh yang lebih ideal.

Itulah beberapa manfaat pilates yang dapat dirasakan oleh wanita. Semoga dapat dipahami dengan baik agar mendapatkan manfaat yang maksimal ya, detikers!


Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Lomba Lari 5 Km Banten Rush 2025 Bergulir Pertengahan November


Jakarta

Setelah sukses besar tahun lalu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Banten kembali menghadirkan ajang olahraga tahunan bertajuk “Fun Run PAPDI Banten Rush 2025”.

Lomba lari sejauh 5 kilometer ini akan berlangsung pada Minggu,16 November 2025 pukul 06.00 WIB di kawasan Banjar Wijaya, Kota Tangerang, Banten.

Mengusung tema “Run for Unity, Strength, and Health”, kegiatan ini mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wadah mempererat kebersamaan lintas usia dan profesi.


Start dan finish akan ditempatkan di Lapangan Utama Banjar Wijaya, yang menjadi pusat kegiatan acara dan lokasi registrasi peserta.

Dari titik start, pelari akan diarahkan menyusuri jalan utama Banjar Wijaya melewati sejumlah klaster hunian dan area hijau, sebelum berputar di titik tengah dan kembali ke garis finish melalui rute berbeda untuk menghindari penumpukan peserta.

“Fun Run PAPDI Banten RUSH bukan sekadar lomba lari, tapi perayaan semangat hidup sehat dan kebersamaan masyarakat,” ujar Ketua PAPDI Banten RUSH, dr Aditya R. Fandiarta, SpPD.

Acara ini terbuka untuk semua kalangan, mulai dari pelari profesional, pemula, hingga keluarga yang ingin berpartisipasi dengan berjalan santai. Untuk menambah semangat peserta, panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik seperti motor listrik, logam mulia, hingga hadiah hiburan lainnya.

Melalui ajang ini, kami ingin menegaskan bahwa olahraga dan kesehatan adalah dua hal yang saling melengkapi. Dokter dan masyarakat bisa berkolaborasi untuk mewujudkan Banten yang lebih sehat dan bugar,” kata Ketua PAPDI Banten, dr Ahmad Mekah SpPD, Mkes, MSc, FINASIM.

Menambah semarak suasana, dr. Tirta Mandira Hudhi-dokter muda yang juga dikenal sebagai aktivis kesehatan dan influencer-akan hadir sebagai Guest Star untuk menginspirasi peserta tentang pentingnya hidup sehat di tengah kesibukan modern.

“Dengan kombinasi antara semangat olahraga, edukasi kesehatan, dan hiburan, FUN RUN PAPDI BANTEN RUSH 2025 diharapkan menjadi momentum positif dalam mendorong budaya olahraga dan gaya hidup sehat di masyarakat Banten,” kata dr Ahmad.

(ran/mrp)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Lari Malam Aman Nggak? Ini Tips Penting biar Tetap Sehat & Nggak Bahaya

Jakarta

Lari menjadi salah satu olahraga yang diminati banyak orang dari berbagai kalangan. Selain karena tekniknya yang sederhana dan tidak memerlukan perlengkapan tertentu, lari juga dapat dilakukan dengan waktu yang fleksibel.

Bagi beberapa orang, pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk lari. Namun, tak sedikit juga yang memilih untuk berlari pada malam hari.

Bagi detikers yang menyukai kegiatan lari pada malam hari, perlu menyimak beberapa tips di bawah ini agar olahraga kamu terasa lebih efektif dan menyenangkan.


1. Menyiapkan peralatan lari yang tepat

Peralatan yang tepat sebelum lari menjadi aspek penting agar terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Salah satu peralatan yang harus detikers siapkan yaitu perlengkapan cahaya, seperti rompi berlampu yang dapat menerangi jalan selama berlari.

Penerangan sangat penting dikarenakan kondisi malam hari yang tidak mempunyai sinar matahari langsung seperti pagi hari.

Berlari di malam hari memerlukan energi yang lebih banyak dibandingkan pagi hari. Hal ini dikarenakan tubuh sudah beraktivitas seharian, sehingga membutuhkan energi lagi untuk bergerak dan beraktivitas selama lari.

Sebelum mulai berlari, pastikan detikers mengonsumsi makanan yang mudah dicerna namun tetap kaya akan nutrisi. Beberapa di antaranya seperti kacang, roti panggang, telur dadar, salad tuna, dan protein hewani lainnya termasuk dada ayam atau kalkun.

3. Tentukan lokasi yang aman

Penerangan yang minim pada malam hari membuat kita lebih sulit untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Untuk itu, sebelum mulai berlari, ada baiknya detikers menelusuri tempat yang akan digunakan sebagai lintasan lari. Selain itu, berlari dengan teman atau secara berkelompok juga lebih disarankan.

4. Menyesuaikan kecepatan lari

Saat berlari pada malam hari, detikers sebaiknya memperhatikan kecepatan lari. Ada baiknya langkah yang digunakan saat berlari pada malam hari lebih pendek namun lambat. Penyesuaian ini bertujuan untuk menjaga detikers dari rintangan yang tidak terlihat karena cahaya minim. Contohnya seperti batu, akar pohon, hingga jalan yang menanjak.

5. Meningkatkan fokus terhadap keadaan sekitar

Selain membutuhkan cahaya tambahan, berlari pada malam hari juga harus diiringi dengan fokus dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Sebaiknya detikers perlu menghindari distraksi seperti handphone atau mendengarkan musik saat berlari.

Hal yang patut diwaspadai yaitu adanya keberadaan satwa liar, sebab hewan ini lebih banyak aktif pada malam hari. Sebagai antisipasi, detikers dapat membawa peluit atau alarm pribadi untuk mengusir hewan.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan bagi detikers yang ingin berolahraga lari pada malam hari. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan diri dengan baik. Semoga membantu ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Biar Nggak Cepat Lelah, Ini 10 Tips Lari Jarak Jauh yang Wajib Kamu Tahu!

Jakarta

Lari menjadi salah satu olahraga yang diminati banyak orang. Selain bermanfaat bagi kesehatan, olahraga atletik ini juga memiliki ajang kompetisinya sendiri.

Salah satu kategori olahraga lari adalah nomor lari jarak jauh. Mengutip dari Jurnal Kepelatihan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia, lari jarak jauh atau Marathon merupakan cabang atletik dengan jarak lari sepanjang 42,195 meter (26 mil).

Melihat dari jarak tempuhnya, untuk menyelesaikan lintasan lari jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang baik, energi yang banyak, hingga daya tahan tubuh yang mumpuni.


Namun, saat berlari jarak jauh, banyak juga pelari yang cepat merasa kelelahan. Untuk mengatasi hal tersebut, detikers perlu mengetahui beberapa tips agar bisa menyelesaikan lari jarak jauh dengan efektif. Berikut detikSport telah merangkum beberapa ulasannya.

1. Menentukan Target Sebelum Berlari

Hal pertama yang bisa detikers lakukan sebelum mulai berlari yaitu menentukan target. Lari jarak jauh merupakan lari yang membutuhkan ketahanan tubuh yang tinggi, sehingga diperlukan latihan rutin untuk mencapai target.

Selama latihan, detikers dapat merancang target seperti jarak, durasi, kecepatan, hingga teknik lari. Untuk permulaan, bisa memasang target dengan lari rutin setiap hari selama 15-30 menit di pagi atau sore. Setelah itu, dapat dilakukan secara bertahap dengan meningkatkan durasi lari.

2. Menyiapkan Perlengkapan Lari

Selain persiapan fisik, detikers perlu menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan selama lari, misalnya sepatu lari. Pastikan memilih sepatu lari yang cocok dan nyaman untuk mencegah kaki luka atau keseleo.

Sepatu lari yang nyaman dapat membuat aktivitas lari semakin efektif dan bebas dari gangguan seperti cedera.

3. Melakukan Pemanasan dengan Tepat

Pemanasan merupakan aspek terpenting sebelum memulai kegiatan olahraga, termasuk berlari. Hal ini bertujuan untuk menjaga tubuh tetap siap menghadapi gerakan terus-menerus, dan tentunya untuk mencegah cedera.

detikers dapat melakukan pemanasan dengan peregangan otot-otot tubuh dan berlari kecil selama 5-10 menit sebelum mulai berlari. Pemanasan juga dapat dilakukan di sela-sela aktivitas lari untuk mencegah kehabisan waktu. Saat mulai merasa kelelahan, detikers dapat mendinginkan tubuh dengan berjalan.

Asian Sports women using freezing spray for treating injured sportwomen's knee and leg  after runIlustrasi cedera saat lari. Foto: Getty Images/TuiPhotoengineer

4. Mengatur Posisi Tubuh

Posisi tubuh yang tepat saat berlari juga dapat mencegah cedera dan kelelahan selama berlari. Berikut posisi tubuh yang bisa detikers terapkan dalam lari jarak jauh:

  • Tubuh lurus ke depan dan posisi dagu sedikit menghadap ke bawah.
  • Posisi tubuh tetap tegak dan bahu sejajar, tidak miring dan tidak naik turun.
  • Saat berlari, posisi tangan diayunkan dan siku sejajar dengan pinggul.
  • Jaga jarak langkah ketika berlari untuk menghindari kelelahan terlalu cepat.

5. Konsistensi Langkah Selama Berlari

Selain posisi tubuh, langkah kaki juga perlu diperhitungkan selama berlari untuk mencegah cepat lelah. Usahakan jarak di setiap langkah kaki selalu konsisten agar dapat mencapai waktu yang telah ditargetkan.

6. Tetap Terhidrasi Selama Berlari

Daya tahan tubuh dan kondisi tubuh yang fit sangat diperlukan dalam lari jarak jauh. Untuk itu, diperlukan asupan elektrolit yang cukup untuk menghindari tubuh dari dehidrasi. Tubuh yang terhidrasi juga dapat terhindar dari cedera dan kelelahan yang terlalu cepat.

detikers dapat mengisi cairan tubuh sebelum, selamanya, hingga setelah berlari. Hal ini bertujuan agar stamina tubuh tetap terjaga meskipun harus berlari dalam jarak yang jauh.

7. Mengatur Pernapasan

Menurut Jurnal Kepelatihan Olahraga, energi dihasilkan dari proses aerobik, yaitu sistem menghasilkan energi yang membutuhkan oksigen. Seseorang yang mampu menggunakan oksigen secara maksimal memiliki kondisi dan daya tahan tubuh yang lebih kuat.

Untuk itu, detikers perlu melatih pernapasan untuk mendapatkan asupan oksigen yang optimal. Salah satunya yaitu dengan menarik napas dalam-dalam melalui hidung selama dua detik, kemudian membuangnya lagi dengan hidung selama dua detik.

8. Mengonsumsi Nutrisi yang Cukup

Selain latihan rutin, nutrisi seorang pelari juga perlu dioptimalkan sebelum mulai berlari. Salah satu sumber energi utama yang harus dipenuhi yaitu glikogen, simpanan glukosa yang terdapat dalam jaringan otot.

Untuk mencegah penipisan glikogen saat lari jarak jauh, detikers dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, seperti nasi, kentang, atau ubi.

9. Memulai Lari dengan Jalan Santai

Selain melatih pernapasan, detikers dapat memulai jalan santai agar tidak ngos-ngosan selama berlari. Jalan santai juga sebagai bentuk peregangan bagi kaki agar lebih siap untuk bergerak dalam waktu yang lama.

Playing fitness or exercising by walking or running outdoors is currently becoming more popular among health-conscious people to prevent the spread of COVID-19, causing people to often go for a run or walk in parks where the air is fresh.Ilustrasi persiapan lari. Foto: Getty Images/Nattawat Jindamaneesirikul

10. Mengatur Kecepatan dengan Teknik Pacing

Pacing mengacu pada kecepatan yang dipertahankan pelari saat menempuh jarak lari. Satuan yang digunakan dalam pacing adalah menit per kilometer (menit/km). Semakin kecil angkanya, maka semakin cepat pula detikers berlari. Contohnya, pace 5:00/km berarti dalam jarak 1 km, detikers membutuhkan waktu 5 menit.

Dengan memahami teknik pacing, dapat mempermudah detikers dalam memudahkan perkiraan waktu tempuh dan membagi lari dengan split yang rapi dan terkontrol.

Itulah beberapa tips lari jarak jauh yang dapat dilakukan untuk menghindari cepat lelah. Semoga dapat diterapkan dengan benar ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Jangan Langsung Lari! 8 Gerakan Pemanasan Ini Bisa Cegah Cedera Parah!

Jakarta

Pemanasan penting dilakukan sebelum memulai olahraga, termasuk lari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan mencegah cedera parah saat lari.

Gerakan pemanasan dapat membantu aliran darah semakin lancar, sehingga otot-otot lebih mudah digerakkan dan tidak kaku. Selain itu melakukan pemanasan sebelum berlari juga memberikan daya tahan yang lebih lama dibandingkan tidak pemanasan sama sekali.

Mengutip dari Student Research Journal, pemanasan (warming up), memberikan manfaat baik secara psikologis dan fisiologis. Secara fisiologis, pemanasan membuat suhu tubuh meningkat dan dapat memperlancar kinerja otot. Sementara secara psikologis, mental cenderung lebih siap untuk melakukan aktivitas fisik.


Nah, bagi detikers yang rutin berolahraga lari, dianjurkan untuk selalu melakukan pemanasan dengan benar. Berikut detikSport telah merangkum 8 gerakan pemanasan yang bisa diterapkan untuk mencegah cedera.

1. Dynamic Pigeon Pose

Gerakan pemanasan yang pertama yaitu dynamic pigeon pose. Gerakan ini bertujuan untuk meregangkan otot-otot lutut, pinggul, hingga bokong. Pada umumnya, pemanasan ini dapat dilakukan sebanyak 5-8 kali.

Berikut tata cara melakukan gerakan pemanasan ini:

  • Posisikan tubuh duduk dan lipat lutut kanan ke depan.
  • Kaki direntangkan ke belakang dengan posisi lurus.
  • Putar tubuh secara perlahan dengan mengangkat tangan kanan ke belakang telinga kanan.
  • Putar tubuh ke kiri sehingga siku dapat menyentuh tubuh.

2. Calf Raise

Calf raise merupakan salah satu gerakan pemanasan yang bertujuan untuk meregangkan otot betis, sehingga dapat efektif digunakan saat berlari. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 12-15 kali.

Adapun tata cara gerakan calf raise yaitu:

  • Berdiri di tepi tangga sehingga telapak kaki berada di tangga dan tumit menggantung di tepi.
  • Kedua tangan berpegangan pada railing untuk menjaga keseimbangan.
  • Angkat telapak kaki dengan jari-jari kaki lalu turunkan tumit sehingga turun di bawah tangga dan tubuh dapat merasakan otot-otot betis meregang.
  • Tahan peregangan selama beberapa saat.

3. Hip Circles

Hip circles atau latihan otot pinggul bertujuan untuk menjaga fleksibilitas dan stabilitas tubuh. Gerakan ini dapat dilakukan selama 60-10 kali. Berikut tata cara melakukannya:

  • Posisikan tubuh berdiri tegak kemudian tangan berada di pinggul dan kaki dibuka selebar pinggul.
  • Gerakkan pinggul melingkar seperti bermain hula-hoop.
  • Selama melakukan gerakan, berhenti sejenak di depan, belakang, kiri, dan kanan dalam lingkaran.

4. Hip Flexor Stretch

Hip flexor stretch merupakan gerakan yang bertujuan untuk melatih otot paha dan betis, sehingga lebih dinamis saat berlari. Berikut langkah-langkahnya:

  • Posisikan tubuh dengan menekuk lutut ke depan sekitar 90 derajat.
  • Luruskan kaki belakang dan rasakan peregangan pada bagian depan paha belakang.
  • Lakukan walking lunge dengan lutut depan sekitar 90 derajat.
  • Posisikan lutut depan tetap sejajar dengan jari-jari kaki.
  • Tangan diangkat ke atas kepala dan tahan selama beberapa detik.
  • Ulangi gerakan dengan bergeser ke depan saat mengangkat tangan ke atas, lalu turunkan lagi saat sampai di posisi awal.

5. Walking Lunge

Walking lunge bertujuan untuk meregangkan otot utama yang bekerja saat berlari, seperti otot paha dan pinggul. Biasanya, gerakan ini dilakukan sebanyak 10 sesi. Berikut tahapannya:

  • Posisikan tubuh dengan kaki rapat.
  • Ambil langkah panjang ke depan dengan kaki kanan.
  • Lutut depan ditekuk sekitar 90 derajat.
  • Lutut belakang ditekuk hingga menyentuh lantai.
  • Tahan posisi tersebut selama beberapa detik.
  • Ulangi gerakan dengan kaki kiri.

6. Quadriceps

Gerakan pemanasan selanjutnya yaitu quadriceps. Gerakan ini berfungsi meregangkan otot paha depan dan samping, hingga mencegah cedera. Quadriceps sangat tepat dilakukan, khususnya bagi pelari yang melalui medan terjal.

Berikut langkah-langkah pemanasannya:

  • Tubuh berdiri tegak dan kaki ditarik ke belakang menggunakan tangan.
  • Selipkan panggul dan tulang kering ditarik ke arah paha.
  • Lutut tetap mengarah ke bawah saat gerakan berlangsung untuk melindungi sendi.

7. Bent-Knee Forward Swing

Gerakan pemanasan yang dianjurkan selanjutnya yaitu bent-knee forward swing. Gerakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan otot fleksor pinggul agar bergerak dengan dinamis. Berikut tata cara melakukannya:

  • Ayunkan kaki ke arah depan lalu tekuk hingga membentuk sudut 90 derajat.
  • Ayunkan kaki kembali ke arah belakang lalu luruskan.
  • Ulangi gerakan sebanyak 10 kali secara bergantian pada kaki kanan dan kiri.

8. Arm Circles

Arm circles bermanfaat untuk melatih otot bahu, dada, dan punggung atas yang digunakan saat lari. Berikut tata cara gerakannya:

  • Buka lengan sejajar dengan bahu.
  • Lakukan gerakan memutar ke depan dan ke belakang secara bergantian.
  • Ulangi gerakan selama kurang lebih 30 detik.

Demikianlah beberapa gerakan pemanasan sebelum lari untuk mencegah cedera parah. Gerakan-gerakan tersebut dapat dilakukan dengan rutin agar olahraga lari semakin efektif. Semoga membantu ya, detikers!

Multi ethnic group of young  women exercise outdoor, next to the river. They are wearing sport clothing, running, stretching, celebrate and support each other.Ilustrasi berlari. Foto: iStock

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Ini 10 Manfaat Lari Pagi, Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar!

Jakarta

Lari pagi merupakan salah satu olahraga ringan yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga bermanfaat menyegarkan pikiran.

Olahraga ini juga mudah dilakukan, karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus atau biaya yang mahal. Detikers hanya perlu bangun lebih pagi dan melakukan pemanasan sebelum mulai berlari.

Mengutip dari laman resmi Kemenkes, lari menjadi salah satu olahraga yang banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Lari pagi yang konsisten dapat menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan stamina.


Lantas, apa saja manfaat lari pagi untuk kesehatan dan bisa bikin tubuh dan pikiran lebih segar? Yuk, simak artikel berikut sampai selesai.

10 Manfaat Lari Pagi yang Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar

Melansir dari detikHealth, berikut beberapa manfaat lari pagi yang bisa menyegarkan tubuh hingga pikiran.

1. Lari Pagi Membuat Lebih Berenergi

Pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk membangun dan meningkatkan semangat sebelum menjalani aktivitas. Salah satu kegiatan yang bisa detikers lakukan untuk meningkatkan energi yaitu dengan lari pagi.

detikers tidak perlu memakan waktu yang lama saat berlari pagi karena dapat menguras tenaga dan malah membuat kelelahan. Lari pagi cukup dilakukan setidaknya 20 menit saja, sehingga energi yang didapatkan cukup untuk mengawali hari.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung menjadi aspek utama yang dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Jantung yang sehat akan memompa dan mengalirkan darah kaya akan oksigen dengan lancar ke seluruh tubuh.

Selain itu, dengan lari pagi, risiko detikers terkena penyakit jantung seperti stroke juga menjadi lebih kecil.

3. Menjaga Suhu Tubuh

Di saat sekarang ini, cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Untuk itu, detikers perlu menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan sejuk terutama pada saat udara panas.

Lari di pagi hari dapat menjaga suhu tubuh agar tetap sejuk. Dengan begitu, meskipun cuaca panas ekstrem, tubuh detikers tidak rentan terhadap risiko penyakit.

4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Manfaat lari pagi yang berikutnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas. Daya tahan tubuh berperan penting dalam melawan berbagai serangan penyakit dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan prima.

Daya tahan tubuh yang kuat juga dapat meningkatkan mood sehingga detikers semakin siap untuk menjalani hari.

Sports background. Runner feet running on road closeup on shoe.flare lightIlustrasi olahraga lagi pagi. Foto: Getty Images/Uinmine

5. Membantu Meningkatkan Produktivitas

Manfaat lainnya dari lari pagi yaitu membantu pikiran lebih segar dan meningkatkan kinerja otak. Dengan begitu, hal ini dapat membantu detikers lebih produktif dan bersemangat.

6. Menurunkan Berat Badan

Tidak hanya menjaga kesehatan jantung, lari pagi juga dapat menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan saat berlari, kalori tubuh terbakar, terjadi pengurangan lemak, dan berat badan menjadi turun.

Detikers dapat berlari sebelum mulai sarapan untuk merasakan manfaatnya. Mengutip dari penelitian American Council on Exercise melalui detikHealth, lari selama 40 menit dengan kecepatan 12 menit/mil bagi dengan orang yang memiliki berat badan 150 pon dapat membakar sebanyak 362 kalori.

Bagi detikers yang sedang dalam program menurunkan berat badan, lari pagi yang rutin bisa menjadi pilihan aktivitas sehari-hari, disamping menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan bernutrisi.

7. Menjaga Kesehatan Tulang

Sebagai alat gerak pasif, tulang berperan penting dalam menyokong pergerakan kita sehari-hari. Untuk itu, kesehatan tulang perlu dijaga dengan berolahraga rutin, salah satunya dengan lari pagi.

Saat kita berlari, gerakan tubuh memberi tekanan pada tulang, sehingga mirip dengan olahraga angkat beban. Hal tersebut dapat membuat tulang lebih kuat dan mencegah pengeroposan tulang terjadi lebih cepat.

8. Melancarkan Metabolisme Tubuh

Seperti yang dibahas di atas, lari pagi dapat membakar kalori tubuh. Hal ini disebabkan saat berlari, proses metabolisme terjadi lebih cepat sehingga oksidasi biologi dalam tubuh bekerja dengan efisien.

9. Melancarkan Sirkulasi Darah

Sirkulasi darah yang lancar dapat membuat pergerakan tubuh lebih aktif. Selain itu, oksigen dan nutrisi dapat didistribusikan dengan baik ke berbagai bagian tubuh, seperti mata, rambut, dan permukaan kulit.

10. Menyegarkan Pikiran dan Memperbaiki Mood

Selain secara fisiologis, secara psikologis lari pagi juga bermanfaat, terutama bagi pikiran dan suasana hati. Ketika berlari, otak akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan berbagai hormon yang dapat memperbaiki suasana hati, seperti dopamin, serotonin, hingga endorfin.

Hal ini dapat membuat mood detikers jauh lebih baik dan berenergi sehingga siap memulai kegiatan dengan menyenangkan.

Tips Menyiapkan Diri dengan Baik Sebelum Lari Pagi

Persiapan diri sebelum lari pagi menjadi aspek penting, agar manfaat yang dirasakan juga lebih optimal. Berikut tips ataupun cara yang bisa detikers lakukan sebelum lari pagi:

  • Memakai baju olahraga yang sesuai dan bahan yang nyaman.
  • Memakai sepatu olahraga yang nyaman dan mampu melindungi kaki saat berlari.
  • Hindari memutar musik terlalu kencang saat berlari, hal ini dapat memecah fokus.
  • Bangun lebih pagi agar dapat melawan rasa kantuk dan menyiapkan diri dengan baik.

Demikianlah beberapa manfaat lari pagi untuk kesehatan, juga bikin tubuh dan pikiran lebih segar. Jangan lupa untuk tetap rutin lari pagi ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Mana yang Lebih Bakar Kalori dan Efektif?


Jakarta

Lari merupakan salah satu olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama dalam membakar kalori. Namun lari di luar atau treadmill, manakah yang lebih efektif?

Baik lari di luar ruangan atau treadmill, keduanya tetap memiliki manfaat lari yang bisa dirasakan langsung oleh tubuh. Namun, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa dilihat dari hasil olahraga detikers. Berikut beberapa perbedaan lari di treadmill dan luar ruangan.

1. Kalori yang Dibakar Saat Berlari

Mengutip dari Harvard Health Publishing, perbedaan pembakaran kalori dapat dilihat dari kondisi medan dan cuaca yang dilalui pelari. Saat berlari di luar ruangan, tubuh cenderung membakar lebih banyak kalori dibandingkan treadmill.


Hal ini dikarenakan medan yang dilalui saat berlari di luar lebih menantang dan bervariasi, seperti aspal, tanah, hingga area bebatuan. Medan ini mendorong tubuh untuk menjaga keseimbangan selama berlari.

2. Efektivitas Lari

Berdasarkan penelitian Journal of Sport Sciences, menyesuaikan kemiringan treadmill sebesar 1% dapat menyamai level kesulitan saat berlari di luar. Saat berlari di treadmill, detikers dapat dengan mudah mengatur kecepatan, kemiringan, dan durasi berlari. Dengan begitu, latihan yang dijalani lebih terkontrol dan efektif.

Latihan lari di treadmill juga membantu detikers untuk menghindari gangguan atau faktor lingkungan yang tak terduga.

3. Sisi Psikologis dan Kesehatan Mental

Kondisi di luar ruangan memungkinkan kita untuk menghirup udara secara alami dan terhubung langsung dengan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa lari di luar ruangan lebih efektif untuk mengurangi stres, kecemasan, dan memperbaiki suasana hati, sebab pemandangan alam yang serba hijau akan membuat pikiran lebih relaks.

4. Risiko Kelelahan dan Cedera

Mengutip dari Healthline, lari di luar ruangan memungkinkan dehidrasi terjadi lebih cepat jika tidak memperhatikan pakaian yang digunakan. Selain itu, faktor lingkungan seperti cuaca dan suhu juga dapat mempengaruhi risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi.

Sementara itu, lari di treadmill dapat dilakukan dengan waktu yang fleksibel tanpa memikirkan cuaca dan suhu yang tidak menentu.

Risiko cedera juga kemungkinan besar terjadi di luar ruangan sebab medan yang dilalui berbeda dengan di dalam ruangan. Contohnya, saat berlari di daerah bebatuan atau jalan beraspal, akan berakibat buruk pada kesehatan tulang dan sendi.

Woman running. Female runner jogging, training for marathon. Fit girl fitness athlete model exercising outdoor.Lari di luar ruangan. Foto: Thinkstock

5. Kenyamanan saat Berlari

Kelebihan lainnya saat berlari di treadmill yaitu kenyamanannya. detikers dapat berlari di dalam ruangan tanpa perlu khawatir gangguan dari luar, seperti terik matahari, hujan, atau polusi udara. Bahkan saat menggunakan treadmill, detikers dapat melakukan aktivitas lain seperti mendengarkan musik dan menonton tv.

Sementara itu, lari di luar ruangan juga memberikan pengalaman yang lebih menyehatkan dan membuat pikiran segar. Saat berlari di luar ruangan, detikers mendapatkan manfaat langsung berupa Vitamin D dari paparan cahaya matahari. Selain itu, lari di luar memberikan tantangan sendiri terkait kondisi alam, mulai dari cuaca dan kelembaban udara.

Itulah beberapa kekurangan dan kelebihan terkait lari di treadmill dan luar ruangan. Keduanya tetap bermanfaat meskipun memiliki perbedaan. Semoga dapat menjawab pertanyaan ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh