Tag Archives: indonesia

Setoran Pajak Kripto Rp 1,71 T hingga September


Jakarta

Aset kripto tidak hanya menjadi alternatif investasi bagi masyarakat, melainkan juga sumber kontribusi fiskal bagi pemerintah. Tercatat penerimaan pajak Indonesia dari aset kripto mencapai Rp 1,71 triliun hingga September 2025, tumbuh signifikan sejak regulasi pajak kripto diterapkan pada 2022.

Vice President Indodax, Antony Kusuma mengatakan angka itu mencerminkan adopsi kripto yang meluas. Realisasi itu juga dianggap sebagai kepatuhan industri terhadap regulasi.

“Peningkatan penerimaan pajak kripto dan kontribusi INDODAX yang hampir separuh dari total pajak kripto nasional menunjukkan pentingnya bursa domestik dalam ekosistem digital Indonesia. Hal ini juga mencerminkan tingkat kepatuhan industri terhadap regulasi,” ujar Antony dalam keterangan tertulis, Jumat (7/11/2025).


Menurut Antony, regulasi pajak yang selaras dengan karakteristik aset digital mendorong kepercayaan investor sekaligus meningkatkan volume transaksi yang sehat. Ketika aturan jelas dan konsisten, pasar kripto menjadi lebih transparan dan berkelanjutan.

“Penerimaan pajak kripto dapat dijadikan indikator legitimasi industri. Semakin tinggi kontribusi ke kas negara, semakin kuat posisi kripto sebagai bagian resmi dari sistem keuangan digital Indonesia,” katanya.

Antony menilai korelasi antara penerimaan pajak kripto dan adopsi masyarakat memperlihatkan kekuatan industri dalam ekosistem ekonomi digital. “Pajak yang sehat memacu kepercayaan investor, mendorong aktivitas perdagangan yang transparan dan berkelanjutan di bursa lokal,” tambahnya.

Kontribusi pajak Indodax sendiri sejak 2022 terus meningkat dari Rp 114,63 miliar menjadi Rp 283,95 miliar pada 2024, lalu di 2025 hingga September mencapai Rp 297,09 miliar. Hal ini menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan dan peran besar bursa domestik dalam penerimaan pajak nasional.

“Tren positif ini menjadi dasar optimisme bahwa Indonesia dapat menjadi pusat perdagangan aset digital regional, asalkan regulasi terus diperkuat dan kepatuhan industri tetap terjaga. Dengan kombinasi kontribusi pajak, adopsi investor dan edukasi yang konsisten, industri kripto di Indonesia kini berada di jalur strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi digital yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Tonton juga video “Nilai Transaksi Kripto September 2025 Turun 14,53 Persen”

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Ajaib Sekuritas Hadirkan Ajaib Fest 2025, Ajak Masyarakat Investasi Bijak


Jakarta

Menjelang penghujung tahun, Ajaib Sekuritas kembali menghadirkan event unggulan Ajaib Fest 2025. Event ini adalah sebuah kampanye yang dirancang untuk memudahkan masyarakat Indonesia melakukan investasi dengan bijak, sambil merayakan momentum akhir tahun dengan bonus dan pengalaman edukasi yang menginspirasi.

Dalam Ajaib Fest 2025, pengguna Ajaib akan menemukan rangkaian program menarik: mulai dari welcome bonus untuk investor baru hingga kompetisi transaksi besar dengan total hadiah Rp 100 juta. Investor baru yang membuka akun dan melakukan deposit RDN berkesempatan mendapatkan bonus saldo dan berbagai tawaran tambahan untuk reksa dana dan saham.

Sementara itu, program ‘Makin Banyak Transaksi, Makin Banyak Peluang Menang’ menghadirkan total hadiah hingga Rp 100 juta, termasuk hadiah khusus untuk transaksi kripto, saham AS, serta program ‘Saving Challenge’.


“Kami percaya bahwa akhir tahun bukan hanya waktu evaluasi finansial, tetapi juga kesempatan untuk memulai langkah investasi yang lebih pintar. Melalui Ajaib Fest 2025, kami ingin membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk mulai berinvestasi dengan percaya diri dan aman,” ujar Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).

AjaibAjaib Sekuritas Hadirkan Ajaib Fest 2025, Ajak Masyarakat Investasi Bijak Foto: Ajaib

Program ini dibuka mulai 3 November hingga 31 Desember 2025 dan terbuka untuk seluruh pengguna Ajaib, baik pemula maupun yang berpengalaman. Ajaib mencatat bahwa pada edisi sebelumnya, pengguna baru meningkat signifikan, sehingga persiapan telah dilakukan untuk promo dan volume transaksi yang lebih besar di tahun ini.

Salah satu highlight kampanye adalah ‘Challenge 1×1000’ di mana setiap pengguna yang melakukan transaksi aktif dalam aplikasi akan berpeluang memenangkan hadiah menarik hingga total ratusan juta rupiah. Selain itu, pengguna reksa dana dapat memperoleh ‘Top-Up Bonus’ hingga Rp 5 juta untuk produk pilihan, dan investor aset kripto berkesempatan mendapatkan bonus token eksklusif.

Ajaib menegaskan bahwa seluruh promo, bonus, dan program edukasi dilakukan sesuai regulasi dan tata kelola yang berlaku, agar pengguna tidak hanya mendapatkan keuntungan sesaat, tetapi juga pemahaman investasi yang berkelanjutan.

“Investasi bukan sekadar membeli aset, tetapi tentang memahami risiko, mengelola portofolio, dan merancang masa depan. Untuk itu kami menyertakan modul edukasi #SIAPInvestasi sepanjang kampanye ini,” kata Juliana.

Event Ajaib Fest 2025 menjadi bukti nyata investasi bisa dirayakan dengan cara yang menyenangkan, inklusif dan bertanggung jawab, memperkuat komitmen Ajaib untuk menjadikan #SemuaBisaInvestasi.

Simak juga Video: Cara Jitu Mengelola Keuangan di Akhir Tahun

(anl/ega)



Sumber : finance.detik.com

Ajaib Sekuritas Jembatani Gen Z soal Literasi Keuangan Lewat Future Skills


Jakarta

Ajaib Sekuritas memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda dengan berpartisipasi sebagai pengajar dan mitra industri dalam program Future Skills for University, sebuah inisiatif pembelajaran lintas kampus yang diinisiasi oleh Pijar Foundation.

Program ini merupakan salah satu terobosan nasional dalam membangun future-ready talent ecosystem dengan menjembatani mahasiswa dari berbagai universitas untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi industri terkemuka. Direktur Utama Ajaib Sekuritas, Juliana mengatakan pihaknya percaya literasi finansial harus dimulai sejak bangku kuliah.

“Keterlibatan di Future Skills memberi kami kesempatan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar investasi yang benar dan aman. Mereka adalah generasi yang akan memasuki dunia finansial digital dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Juliana dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).


Adapun Future Skills menghadirkan konsep pembelajaran kolaboratif yang menggabungkan unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, dengan praktik dunia profesional. Melalui kemitraan dengan berbagai universitas seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Airlangga, serta mitra industri lintas sektor, peserta dapat mengambil mata kuliah berbasis proyek (project-based learning) yang dapat dikonversi menjadi SKS resmi.

Sebagai bagian dari kontribusinya, Ajaib Sekuritas membawakan materi mengenai inovasi di sektor keuangan digital dan investasi, termasuk wawasan praktis mengenai pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda Indonesia. Keterlibatan ini menjadi langkah nyata Ajaib dalam mendukung pengembangan talenta yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap menghadapi dinamika ekonomi digital.

AjaibFoto: Ajaib Sekuritas

Ajaib Sekuritas menjadi satu-satunya platform investasi yang berperan sebagai pengajar dalam batch ini. Materi disampaikan oleh Ratih Mustikoningsih, Senior Financial Expert Ajaib, yang menghadirkan perspektif dunia kerja nyata bagi mahasiswa.

Kelas ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga mengajak mahasiswa mengerjakan proyek nyata yang relevan dengan kondisi finansial mereka sebagai pemula. Program ini memperluas akses pembelajaran lintas kampus dan menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang masih jarang dilakukan di Indonesia.

Dengan lebih dari 200 peserta aktif dari berbagai universitas, Future Skills menjadi contoh nyata sinergi antara dunia industri dan akademik dalam mempersiapkan generasi future-ready talents.

“Kami sangat senang bermitra dengan Ajaib dalam program Future Skills by Pijar Foundation, yang memberikan materi untuk menunjang pengetahuan keuangan masa kini dan masa depan bagi peserta kelas,” ujar Curriculum and Program Lead at Future Skills by Pijar Foundation, Titus Aldi.

Keterlibatan Ajaib dalam program ini sejalan dengan visinya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia dan memperluas akses terhadap investasi yang aman dan inklusif. Melalui kolaborasi seperti ini, Ajaib berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memahami, mengelola, dan menumbuhkan potensi finansialnya sejak dini.

Adapun materi yang dibawakan Ajaib mencakup:

● Mindset keuangan sehat untuk mahasiswa

● Dasar investasi dan manajemen risiko

● Mengenal pasar modal digital

● Studi kasus real dari investor pemula

● Latihan perencanaan investasi sederhana

● Praktik membuat mini portfolio assignment

(akd/ega)



Sumber : finance.detik.com

Pluang Hadirkan Aura AI, Fitur Analisis Investasi Instan di Satu Platform


Jakarta

Pluang kembali memperkuat posisinya sebagai platform multi-aset terdepan di Indonesia dengan menghadirkan Aura AI, fitur kecerdasan buatan pertama yang dirancang khusus untuk membantu investor mengambil keputusan dengan lebih mudah dan cepat.

Lewat Aura AI, pengguna dapat memperoleh analisis teknikal, fundamental, sentimen pasar, hingga rangkuman berita terbaru, semuanya tersaji dalam format ringkas yang mudah dipahami. Alih-alih membuka berbagai sumber informasi, investor kini cukup mengakses satu fitur untuk mendapatkan gambaran lengkap kondisi aset yang mereka pantau.

Aura AI menyederhanakan proses yang selama ini memakan waktu: membaca chart, mencocokkan laporan fundamental, menelusuri berita, hingga memahami tren sentimen pasar. Dengan satu ketukan, pengguna bisa langsung melihat insight yang relevan dan dapat langsung dijadikan pertimbangan sebelum bertransaksi.


Fitur ini tak hanya menambah kenyamanan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi investor pemula maupun berpengalaman yang membutuhkan efisiensi dalam menganalisis peluang.

Pluang mengajak seluruh pengguna untuk mencoba langsung kemudahan yang ditawarkan Aura AI dan membagikan pengalaman mereka melalui kolom komentar.

Pluang telah bekerja sama dengan mitra-mitra berizin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait.

Lihat juga Video ‘Tekanan Ekonomi AS Meningkat, Data Sinyalkan Perlambatan’:

(akd/ega)



Sumber : finance.detik.com

Bappebti Umumkan Penilaian Berkala Pialang Berjangka Triwulan III 2025


Jakarta

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan kembali menetapkan hasil penilaian berkala (rating) terhadap seluruh pialang berjangka untuk periode Triwulan III-2025 (Juli-September). Penilaian rutin ini disebut menjadi salah satu upaya mendorong profesionalisme dan kualitas kinerja pelaku usaha Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).

“Penetapan penilaian ini merupakan bagian dari komitmen Bappebti dalam melakukan pengawasan dan pembinaan yang efektif bagi pelaku usaha PBK di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan transparansi serta memastikan pelaku usaha menjalankan kegiatan usahanya secara tertib dan sesuai ketentuan,” ujar Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).

Tirta menambahkan bahwa sistem pemeringkatan yang terbuka membuat masyarakat lebih mudah menilai kinerja masing-masing pialang berjangka.


“Pelaksanaan penilaian berkala ini dilakukan berdasarkan Peraturan Bappebti Nomor 6 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Kepala Bappebti Nomor 5 Tahun 2017 mengenai Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), khususya pasal 34A ayat (1). Disebutkan, pemeringkatan atas pelaksanaan kegiatan usaha peserta SPA paling lambat setiap tiga bulan sekali,” tambahnya.

Penilaian berkala disusun berdasarkan hasil pengawasan Biro Pengawasan dan Penindakan Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), Sistem Resi Gudang (SRG), dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) terkait tingkat kepatuhan pialang berjangka.

Kepala Biro Pengawasan dan Penindakan PBK, SRG, dan PLK, Matheus Hendro Purnomo menyampaikan bahwa penilaian pada periode Juli-September 2025 dilakukan terhadap 66 perusahaan pialang berjangka aktif.

“Berdasarkan hasil penilaian berkala periode Juli-September 2025, lima perusahaan dengan peringkat teratas yaitu PT MRG Mega Berjangka, PT Orbi Trade Berjangka, PT Phillip Futures, PT Premier Equity Futures, dan PT Menara Mas Futures. Penilaian ini akan dilakukan setiap tiga bulan agar pialang termotivasi untuk terus memperbaiki kinerjanya,” ujar Hendro.

Penilaian pialang berjangka ini meliputi tiga indikator. Pertama, Kinerja pialang (bobot maksimal 70%). Termasuk pengawasan laporan kegiatan, integritas keuangan, transaksi, penanganan pengaduan nasabah, serta implementasi APU PPT.

Kedua, Penilaian masyarakat (bobot maksimal 30%) Dilakukan melalui kuesioner kepada nasabah berdasarkan data pengaduan daring dan layanan konsultasi Bappebti. Ketiga, Nilai pengurang (bobot maksimal 30%), Digunakan untuk mengurangi nilai total berdasarkan temuan pengawasan lapangan.

“Sumber data yang digunakan dalam penyusunan penilaian pialang berjangka ini berasal dari data laporan pialang berjangka yang disampaikan ke Bappebti yang meliputi laporan integritas keuangan, laporan kepatuhan kegiatan pelaku usaha, laporan transaksi, penilaian implementasi APU PPT periode triwulan III-2025, dan hasil pengawasan secara onsite dan offsite. Tidak ketinggalan, umpan balik penilaian dari masyarakat yang menjadi nasabah pialang berjangka,” Tambah Hendro.

Sekretaris Bappebti, Ivan Fithriyanto, menegaskan bahwa hasil pemeringkatan ini tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga menjadi dasar rekomendasi pembinaan dan potensi pemberian sanksi.

“Bappebti akan terus melaksanakan penilaian berkala terhadap Pialang Berjangka secara objektif, transparan, dan berkesinambungan. Hal ini sebagai wujud komitmen kami dan bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik serta reputasi positif industri PBK di Indonesia,” tutup Ivan.

(anl/ega)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Mulai Bangkit, Ini Pemicunya


Jakarta

Harga bitcoin (BTC) kembali naik dan menembus level US$ 92.000 pada Selasa malam hingga Rabu pagi waktu Indonesia. Hal ini didorong penguatan minat institusi keuangan global terhadap aset digital, serta pemulihan sentimen pasar setelah penurunan tajam akhir pekan lalu.

Lonjakan harga bitcoin ini tejadi setelah sebelumnya mengalami tekanan pasar yang memicu likuidasi lebih dari US$ 250 juta pada pekan lalu. Beberapa keputusan strategis dari institusi besar menjadi katalis penting dalam penguatan harga bitcoin kali ini.

“Penerimaan institusi besar menjadi faktor utama dalam kenaikan bitcoin. Langkah Goldman Sachs, Vanguard, hingga Bank of America membuka akses lebih luas terhadap produk berbasis bitcoin telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset kripto,” kata Vice President Indodax Antony Kusuma, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (4/12/2025).


Adapun keputusan strategis yang dimaksud antara lain kabar Goldman Sachs akan mengakuisisi Innovator Capital Management dalam kesepakatan senilai sekitar US$ 2 miliar. Innovator menerbitkan ETF yang memungkinkan investor tradisional mendapatkan akses bitcoin melalui instrumen yang terkelola dan sesuai aturan pasar. Akuisisi ini memperkuat posisi Goldman dalam ekosistem ETF, khususnya ketika permintaan produk terkait bitcoin terus meningkat.

Di saat yang sama, Vanguard yang selama bertahun-tahun menolak aset digital, resmi membuka akses perdagangan ETF Bitcoin di platformnya. Keputusan ini memberi puluhan juta klien mereka berkesempatan untuk mendapatkan eksposur terhadap bitcoin melalui instrumen yang diatur.

Langkah ini menyusul perubahan kebijakan Bank of America yang mulai memperbolehkan 15.000 penasihat keuangannya memberikan rekomendasi alokasi bitcoin sebesar 1-4% kepada nasabah mereka.

Di samping itu, Antony menambahkan, pemulihan harga bitcoin kali ini juga dipengaruhi oleh dinamika pasar jangka pendek. Setelah terkoreksi ke area US$ 83.800-84.000 dan memicu likuidasi besar, pasar langsung menunjukkan minat beli yang kuat.

“Volume perdagangan global meningkat signifikan dalam 24 jam. Rebound ini menunjukkan respons cepat pasar terhadap level support yang cukup kuat,” jelasnya.

Sentimen makro turut memberi warna pada pergerakan harga. Berakhirnya program Quantitative Tightening (QT) pada Senin (1/12) oleh Federal Reserve (The Fed) juga menjadi salah satu katalis utama yang memperkuat likuiditas pasar.

The Fed menutup QT dengan menyuntikkan sekitar US$ 13,5 miliar melalui operasi repo harian, salah satu injeksi likuiditas terbesar sejak masa pandemi. Peningkatan likuiditas ini biasanya mendukung aset berisiko, termasuk kripto, karena tekanan kebijakan moneter mulai mereda.

Di samping itu, saat ini pasar global tengah menanti keputusan The Fed pada pertemuan 9-10 Desember 2025 terkait kebijakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar secara historis menjadi pendorong utama minat terhadap aset berisiko termasuk bitcoin.

Meskipun volatilitas masih tinggi, Antony mengatakan, perkembangan terbaru menunjukkan adopsi institusional yang semakin kuat. Langkah institusi besar masuk ke aset digital memberikan sinyal positif mengenai penerimaan jangka panjang terhadap bitcoin.

“Namun investor kripto tetap perlu berhati-hati, tidak FOMO, serta menggunakan strategi investasi jangka panjang seperti dollar-cost averaging (DCA) dan manajemen risiko yang disiplin,” kata Antony.

Simak Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Industri Kripto Teriak Beban Pajak, OJK Buka Suara


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti keluhan para pelaku industri dan masyarakat terkait pajak transaksi aset kripto di Indonesia. Pajak transaksi kripto dinilai membebankan industri serta masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi memahami masukan dari berbagai pihak yang merasa komponen pajak saat ini masih memberatkan. Hasan mengatakan pihaknya terus mendorong agar pemangku kebijakan memberikan berbagai insentif untuk mengembangkan dan memperkuat industri aset kripto nasional yang masih dalam tahap awal.

“OJK memahami hal tersebut dan sangat sejalan dengan hal ini. Kami terus mendorong agar para otoritas pengambil kebijakan memastikan setiap kebijakan dapat menghadirkan berbagai insentif,” ujar Hasan dalam RDKB Desember yang disiarkan secara daring, Jumat (9/1/2026).


Menurut Hasan, industri aset kripto nasional juga telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Untuk itu, penerbitan kebijakan dinilai perlu agar dapat memperkuat daya saing, terutama persaingan antarnegara.

Dari sisi OJK, pihaknya menghadirkan insentif berupa penurunan kewajiban pungutan tahunan bagi seluruh penyelenggara di sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

“OJK mengenakan tarif penguatan 0% dan selanjutnya akan dikenakan pengurangan atau diskon pungutan sebesar 50% pada tiga tahun selanjutnya mulai 2026 sampai dengan 2028,” imbuh Hasan.

(rea/ara)



Sumber : finance.detik.com

Terseret Dugaan Penipuan Kripto Miliaran, Siapa Sebenarnya Timothy Ronald?


Jakarta

Influencer Timothy Ronald terseret dalam laporan dugaan penipuan trading kripto yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Laporan itu berkaitan dengan aktivitas trading kripto yang disebut-sebut menyebabkan sejumlah orang mengalami kerugian.

Pelapor berinisial Y menyebut para korban mayoritas berusia 18-27 tahun dan nilai kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah. Korban mengaku mendapat janji keuntungan ratusan persen dari kripto namun berujung merugi.

Timothy bukanlah nama asing di jagat kripto Indonesia yang dikenal luas sebagai influencer dan pegiat trading aset digital. Lewat berbagai konten edukasi, kelas dan komunitas yang ia kelola, Timothy membangun citra sebagai sosok yang aktif mempopulerkan investasi kripto.


Dalam catatan detikcom, Timothy Ronald mulai menyelami dunia investasi sejak usianya menginjak 15 tahun. Terinspirasi oleh legenda investasi seperti Warren Buffett dan buku-buku fundamental seperti ‘The Intelligent Investor’ karya Benjamin Graham serta ‘Security Analysis’, ia mempelajari setiap seluk-beluk pasar modal.

“Investasi bukan sekadar tentang mencari keuntungan, tapi kita juga harus memahami bagaimana cara kerja bisnis yang sebenarnya,” ungap Timothy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (12/1/2026).

Berjualan pomade dan sedotan adalah caranya bisa memiliki modal awal berinvestasi di pasar modal. Di usia 19 tahun, pria kelahiran 22 September tahun 2000 itu mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi finansial dengan misi meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia.

Melihat perkembangan pesat teknologi blockchain dan aset kripto, Timothy juga mendirikan Akademi Crypto. Platform ini berfokus pada pengajaran teknologi blockchain dan investasi kripto kepada generasi muda.

Dilansir dari laman Linkedin pribadinya, Timothy pernah menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan antara lain owner di Ternak Uang, CEO di Akademi Crypto, Commissioner di Holywings Group dan Co-Owner di FLOQ.

Saat ini, Timothy aktif membagikan konten seputar investasi di platform YouTube pribadinya @TimothyRonald. Ia berpartner dengan rekannya sesama trader, Kalimasada, yang juga terseret dalam laporan tersebut.

Saksikan juga Ekslusif Update, Suyudi: UU Narkoba Penting untuk Direvisi agar Relevan

Tonton juga video “Modus Pria Bandung Bobol Situs Kripto London Rp 6,6 M”

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Heboh Fenomena Gen Z FOMO Investasi Kripto, Kok Bisa Sih?


Jakarta

Asetkripto semakin tenar di Indonesia sebagai salah satu instrumen investasi yang menarik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia per November 2025 mencapai 19,56 juta konsumen atau naik 2,5% dibandingkan posisi Oktober 2025.

Sayangnya, tidak sedikit generasi muda seperti Gen Z yang berinvestasi hanya karena ikut-ikutan atau karena takut ketinggalan sesuatu alias fear of missing out (FOMO), tanpa mendalami instrumen tersebut.

Kondisi ini dikhawatirkan membuat masyarakat rentan terkena penipuan. Salah satunya, terbaru ramai dibahas laporan dugaan penipuan trading kripto yang sedang ditangani aparat penegak hukum menyeret nama influencer Timothy Ronald.


Co-founder Cryptowatch Christopher Tahir menilai, maraknya Gen Z yang FOMO berinvestasi pada kripto merupakan fenomena yang sangat wajar. Hal ini mengingat banyak sekali influencer kripto yang menjual sisi kemewahan dan kekayaan dari hasil investasi tersebut.

“Sehingga ini membuat banyak sekali Gen Z ataupun termasuk generasi millennial yang cenderung untuk mencari cara agar bisa cepat kaya, agar bisa cepat keluar dari rat race. Tentunya salah satu kendaraannya adalah kripto,” kata Christopher, saat dihubungi detikcom, Senin (12/1/2026).

Meski menurutnya bukan tidak mungkin investasi kripto menghasilkan cuan yang besar, namun masyarakat juga perlu dipahami bahwa kripto merupakan investasi dengan risiko tinggi.

“Dengan beli kripto, ada juga risiko yang dapat menghilangkan dana investasi kita. Sehingga menurut saya ada baiknya untuk dipelajari terlebih dahulu apa yang diinvestasikan agar tidak nyangkut ke koin-koin yang tidak jelas. Dikarenakan banyak koin-koin yang tidak jelas ini bisa saja hilang dalam waktu 1 menitan. Jadi sangat penting untuk cek dan recheck dari koin yang kita beli,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat kripto, Desmond Wira mengatakan, fenomena FOMO investasi sejatinya tidak hanya terjadi pada instrumen kripto, melainkan semua jenis aset yang mengalami kenaikan harga tajam seperti saham, emas, dan lainnya.

“Saat harga naik tajam, pada berbondong-bondong membeli aset tersebut, tanpa melihat risikonya, fundamentalnya, bahkan banyak yang tidak tahu apa sebenarnya yang dibeli, asal ikut. Istilahnya FOMO, yang ia tahu dan inginkan cuma harga akan naik lagi, dapat profit. Padahal belum tentu, bisa jadi malah ambrol,” jelas Desmond dihubungi terpisah.

Menurutnya, kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya influencer yang sering kali melakukan pom-pom aset tersebut. Alhasil, saat harga aset tersebut ambruk banyak yang merasa ditipu influencer tersebut.

“Hal ini bukan pula kematangan finansial. Tapi cuma sifat serakah dari investor yang tidak mau melakukan analisis atau riset tentang aset berisiko yang mau dibeli,” kata dia.

Menurutnya, setiap investor seharusnya melakukan riset mendalam sebelum memutuskan membeli aset tertentu, jangan sampai hanya FOMO atau bahkan percaya pada sembarang influencer. Sebab, bagaimanapun influencer itu merupakan orang asing.

“Idealnya kita harus melakukan riset sendiri, sesuai profil risiko kita sendiri. Untuk itulah sangat penting meningkatkan literasi finansial diri kita sendiri,” ujarnya.

(shc/eds)



Sumber : finance.detik.com

Saldo Simpanan Tokocrypto Tembus Rp 5,8 T, Terbanyak dari Bitcoin


Jakarta

Bursa perdagangan aset kripto Indonesia, Tokocrypto mencatat Bukti Cadangan/Saldo Simpanan (Proof of Reserves/PoR) mencapai US$ 345.379.785 atau Rp 5,8 triliun (kurs Rp 16.869) per 1 Januari 2026. Angka tersebut tumbuh hampir dua kali lipat dibanding periode awal peluncuran pada tahun 2023 silam.

Aset utama dalam PoR berasal dari token berkapitalisasi besar yang mapan secara global, termasuk yang paling aktif diperdagangkan. Token-token tersebut di antaranya, Bitcoin (BTC) sebesar 1.246,79999263 BTC, Ethereum (ETH) 10.005,61888101 ETH, BNB sebesar 12.272,89562512 BNB, dan Tether (USDT) sebesar 75.520.184,47678899 USDT.

“Pertumbuhan nilai aset pengguna dalam PoR hingga sekitar US$ 345 juta per 1 Januari 2026 menunjukkan minat investasi kripto pengguna yang tetap tinggi. Kami melihat potensi pertumbuhan ini masih bisa berlanjut seiring meningkatnya partisipasi investor dan semakin matangnya ekosistem aset kripto di Indonesia,” ungkap CEO Tokocrypto, Calvin Kizana dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (13/1/2026).


Calvin menjelaskan, transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan pengguna, terutama di tengah dinamika industri kripto yang terus berkembang. Tokocrypto sendiri mengadopsi teknologi Merkle Tree dan zk-SNARKs (Zero-Knowledge Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge) untuk memastikan proses verifikasi yang akurat sekaligus menjaga privasi data pengguna.

Melalui sistem Merkle Tree, setiap pengguna dapat melakukan verifikasi mandiri untuk memastikan saldonya tercatat sebagai bagian dari total kewajiban Tokocrypto. Teknologi zk-SNARKs juga digunakan untuk membuktikan total saldo pengguna yang dihitung setara atau lebih kecil dari total aset cadangan yang dimiliki perusahaan, tanpa membuka informasi sensitif ke publik.

Tokocrypto juga menerapkan sistem keamanan berlapis yang mencakup enkripsi data, proteksi API, serta teknologi deteksi intrusi dan firewall. Sejalan dengan itu, Tokocrypto membukukan nilai transaksi sebesar Rp 150 triliun hingga Desember 2025.

“Kami menerapkan verifikasi berbasis Merkle Tree dan zk-SNARKs untuk memastikan audit cadangan aset lebih akurat sekaligus menjaga privasi. Pengguna juga bisa melakukan self-verification untuk memastikan saldo mereka tercatat dalam perhitungan, dengan prinsip
cakupan aset 1:1,” pungkas Calvin.

Tonton juga video “Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?”

(ahi/ara)



Sumber : finance.detik.com