Tag Archives: dana pendidikan

Pendaftaran LPDP 2025 Tahap 2 Diperpanjang, Terakhir Hari Ini Pukul 20.00 WIB!



Jakarta

Pihak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengumumkan perpanjangan masa pendaftaran beasiswa untuk periode tahap 2. Pendaftaran kini bisa dilakukan hingga 1 Agustus 2025 pukul 20.00 WIB.

Perpanjangan ini dilakukan karena adanya kendala sistem selama submit pendaftaran. Peserta yang belum menyelesaikan submit bisa menyelesaikannya hari ini.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan terkait kendala sistem saat submit pendaftaran. Pendaftaran beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2025 telah diperpanjang,” tulis unggahan Instagram @lpdp_ri, dikutip Jumat (1/8/2025).


Cara Daftar Beasiswa LPDP 2025 Tahap 2

Mengutip User Manual Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025, berikut tata cara pendaftaran beasiswa:

  1. Buka website https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
  2. Buat akun dengan mendaftarkan email dan password
  3. Isi form dengan informasi benar dan sesuai keadaan saudara
  4. Cek email untuk memverifikasi akun
  5. Masuk kembali ke akun yang sudah dibuat
  6. Lengkapi identitas diri dan identitas keluarga
  7. Setelah lengkap klik “Ok”
  8. Klik “Verifikasi Nomor Whatsapp” dan masukkan OTP yang dikirim sistem
  9. Setelah itu klik “Validasi Kode OTP”
  10. Klik “Daftar Beasiswa”
  11. Klik “Daftar” pada jenis beasiswa yang dipilih (prioritas, afirmasi, umum atau targeted)
  12. Validasi foto diri
  13. Checklist pernyataan dan kemudian klik “Daftar Beasiswa”
  14. Masukkan informasi kapan akan memulai studi dan pilih tahun dan bulan perkiraannya
  15. Isi subjek bidang keilmuan
  16. Pilih negara, universitas, dan program studi
  17. Laman akan menampilkan pernyataan persetujuan program tertentu
  18. Isi informasi penilaian diri
  19. Isi informasi riwayat pendidikan dan pekerjaan
  20. Isi informasi pengalaman organisasi
  21. Unggah dokumen-dokumen sesuai jenis beasiswa
  22. Jika sudah yakin semua data benar klik “Submit

Jadwal Seleksi Beasiswa LPDP 2025 Tahap 2

  • Pendaftaran seleksi: 30 Juni-1 Agustus 2025
  • Seleksi administrasi: 1 Agustus-21 Agustus 2025
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 22 Agustus 2025
  • Pengajuan sanggah: 23-25 Agustus 2025
  • Pengumuman hasil sanggah: 8 September 2025
  • Seleksi bakat skolastik: 15-25 September 2025
  • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Oktober 2025
  • Seleksi substansi: 7 Oktober-19 November 2025
  • Pengumuman hasil seleksi substansi: 27 November 2025

Komponen Pembiayaan Beasiswa LPDP 2025 Tahap 2

1. Dana Pendidikan

  • Biaya pendaftaran
  • Uang kuliah
  • Tunjangan buku
  • Penelitian tesis/disertasi
  • Seminar internasional
  • Publikasi jurnal internasional

2. Dana Pendukung

  • Transportasi
  • Aplikasi visa
  • Asuransi kesehatan
  • Kedatangan
  • Biaya hidup bulanan
  • Lomba internasional
  • Tunjangan keluarga (khusus doktor)
  • Keadaan darurat (jika diperlukan)

Ayo segera selesaikan pendaftarannya sebelum pukul 20.00 WIB hari ini juga ya detikers!

(cyu/twu)



Sumber : www.detik.com

5 Beasiswa S1-S3 yang Masih Buka di Agustus 2025, Tujuan Dalam dan Luar Negeri



Jakarta

Bagi mahasiswa yang tengah kesulitan dana, beasiswa adalah salah satu penolong untuk tetap bisa melanjutkan kuliah. Pada Agustus 2025 ini, masih ada beberapa beasiswa yang bisa dicoba mahasiswa.

Mulai beasiswa dari pemerintah, lembaga, dan perusahaan swasta. Ada yang memberikan biaya fully funded untuk uang kuliah hingga biaya hidup yang nilainya lumayan untuk kantong mahasiswa.

Mengutip laman resmi masing-masing penyedia, berikut daftar beasiswa D3, D3, S1, S2 dan S3 yang masih buka pada Agustus 2025:


Daftar Beasiswa S1-S3 yang Masih Buka pada Agustus 2025

1. Beasiswa Cendekia Baznas

Badan Zakat Nasional (Baznas) kembali menawarkan Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) tahun 2025. Periode pendaftaran BCB dibuka hingga 12 Agustus 2025.

Namun, untuk beasiswa kali ini hanya berlaku untuk Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. BCB memberikan pendanaan uang kuliah tunggal (UKT) hingga Rp 4 juta per semester.

Beasiswa ini berlaku bisa dicoba mahasiswa D4/S1 yang berkuliah di prodi science, technology, engineering and mathematics (STEM). Ada tiga kategori beasiswa yang tersedia yakni kategori prestasi, aktivis, dan disabilitas.

Untuk informasi lengkap seputar beasiswa, detikers bisa mengaksesnya lewat laman https://sister.uinkhas.ac.id/ ya. Pendaftaran juga dapat dilakukan di link tersebut.

2. Beasiswa LPDP-Kemenpora

Detikers adalah atlet olahraga? Jika ingin melanjutkan S2 atau S3 dengan prestasi olahragawan bisa memanfaatkan beasiswa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini.

Tak hanya olahragawan, seorang ahli gizi, pelatih, sport scientist juga boleh mencobanya. Beasiswa dari pemerintah ini akan menanggung dana pendaftaran, dana SPP, tunjangan buku, biaya transportasi, biaya hidup bulanan, asuransi kesehatan, dan masih banyak lagi.

Apa saja syaratnya? Syarat utama pelamar beasiswa Kemenpora-LPDP ini antara lain berusia maksimal 40 tahun (S2), 45 tahun (S3), mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris, punya prestasi juara olimpiade olahraga minimal tingkat ASEAN (bagi pemilih jalur prestasi).

Syarat lebih lengkap bisa detikers lihat pada laman ini https://lpdp.kemenkeu.go.id/en/beasiswa/targeted/beasiswa-keolahragaan. Pendaftaran beasiswa akan ditutup pada 12 Agustus 2025.

3. Bright Scholarship

Jika ingin mendapat beasiswa dalam negeri dengan pembiayaan fully funded untuk UKT dan dapat asrama gratis, Bright Scholar dapat jadi pilihan yang cocok. Selain itu, awardee beasiswa akan diberikan pembinaan dari Lembaga Filantropi Islam YGM BriLian.

Syarat yang harus dipenuhi pelamar Bright Scholarship antara lain mahasiswa D4/S1 di kampus mitra, punya pengalaman organisasi, mampu membaca Al-Qur’an, dan siap menjalani pembinaan selama di asrama.

Pendaftaran Bright Scholarship bisa dilakukan lewat https://brilianscholarship.id/bright/pendaftaran. Jangan lupa, pendaftaran ditutup pada 10 Agustus 2025.

4. Beasiswa Sehat

Beasiswa Sehat diadakan oleh Kementrian Kesehatan dan Yayasan Khouw Kalbe untuk mahasiswa baru D3 Poltekkes yang ada di seluruh Indonesia. Beasiswa akan membantu mahasiswa lewat dana pendidikan maksimal Rp 10 juta per semester.

Untuk mendaftar, mahasiswa harus menyiapkan syarat dokumen identitas diri, hingga rapor selama SMA/sederajat. Untuk bisa daftar, pelamar harus mempunyai nilai rapor kelas 10-12 minimal 80.

Batas pendaftaran pada 8 Agustus 2025. Ayo segera lakukan pendaftaran di bit/ly/DaftarBeasiswaSEHATD3 ya.

5. Paragon Scholarship

Perusahaan Paragon Corp meluncurkan Paragon Scholarship Program 2025. Beasiswa ini senilai Rp 20 juta untuk bantuan dana UKT dan pengembangan diri.

Penerima adalah mahasiswa D3/D3/S1 yang masih dalam semester 1. Syarat lainnya harus mempunyai skor UTBK SNBT minimal 640 dan rerata nilai rapor SMA/sederajat minimal 88 (untuk jalur PSP Excellence).

Sementara untuk jalur PSP Elevate mempunyai skor UTBK SNBT minimal 550 dan rerata nilai rapor SMA/sederajat minimal 80. Pendaftaran masih terbuka sepanjang Agustus (deadline tanggal 31). Link daftar beasiswa ini yakni http://bit.ly/ApplyPSP2025.

Sudah tahu mau daftar beasiswa yang mana? Yuk segera siapkan berkas pendaftaran sebelum ketinggalan!

(cyu/pal)



Sumber : www.detik.com

Kapan KJP Agustus 2025 Cair? Ini Info dan Cara Ceknya



Jakarta

Dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) bulan Agustus akan cair secara bertahap. Lantas, kapan KJP Agustus 2025 cair?

Melansir dariInstagram Dinas Pendidikan Jakarta,KJP yang cair pada Agustus adalahKJP bulan Juni yang mulai dicairkan mulai 5 Agustus 2025. Sebanyak 707.622 peserta didik akan menerima danaKJP ini.

Dana KJP akan terdiri dari dana personal per bulan dan tambahan SPP untuk peserta didik di sekolah swasta per bulan. Dana personal dapat digunakan secara tunai maksimal Rp 100.000 per bulan. Sisanya dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik secara nontunai.

Besaran KJP Plus Tahap 1 2025

Berdasarkan pengumuman UPT Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, berikut besaran dana KJP Plus dan jumlah penerimanya:

Besaran KJP Plus SD, MI, SDLB

Dana personal: Rp 250.000 per bulan

Tambahan SPP untuk swasta: Rp 130.000 per bulan

Penerima: 341.879 peserta didik

Besaran KJP Plus SMP, MTs, SMPLB

Dana personal: Rp 300.000 per bulan

Tambahan SPP untuk swasta: Rp 170.000 per bulan

Penerima: 189.437 peserta didik

Besaran KJP Plus SMA, MA, SMALB

Dana personal: Rp 420.000 per bulan

Tambahan SPP untuk swasta: Rp 290.000 per bulan

Penerima: 62.295 peserta didik

Besaran KJP Plus SMK

Dana personal: Rp 450.000 per bulan

Tambahan SPP untuk swasta: Rp 240.000 per bulan

Penerima: 111.315 peserta didik

Besaran KJP Plus PKBM

Dana personal: Rp 300.000 per bulan

Tambahan SPP untuk swasta: –

Penerima: 2.696 peserta didik

Cara Cek Pencairan KJP Plus di ATM

Untuk mengecek pencairan dana KJP berikut langkah-langkahnya:

Masukkan kartu ATM rekening KJP Plus ke ATM

Masukkan PIN

Pilih cek saldo

Jika dana sudah cair, siswa bisa lanjut menarik dana maksimal Rp 100.000 atau tekan keluar/exit untuk menarik kartu dari ATM.

Gunakan dana KJP secara tunai atau nontunai di toko mitra KJP Plus.

Cara Cek Penerima KJP Pakai NIK

Buka https://kjp.jakarta.go.id/public/cekStatusPenerima.php

Isikan nomor induk kependudukan (NIK)

Pilih tahun

Pilih tahap penerimaan

Klik Cek

Muncul status penerimaan.

Cara Pencairan KJP Plus Khusus Penerima Baru

Khusus bagi penerima baru, berikut cara mencairkan dana KJP Plus:

Datangi Bank DKI terdekat

Sampaikan keperluan membuka rekening untuk pencairan dana KJP Plus, cetak buku tabungan, dan cetak kartu ATM, lalu menuju antrian teller bank.

Bank DKI akan membukakan rekening dan cetak buku tabungan beserta kartu ATM.

Pihak bank akan memberitahu penerima untuk mengambil buku tabungan dan kartu ATM jika sudah selesai diproses

Dana KJP Plus ditransfer ke rekening penerima baru.

Informasi mengenai pencairan dana KJP bulan Agustus bisa dipantau di akun Instagram @upt.p4op, @disdikdki, dan @jakonemobile. Bagaimana detikers, sudah menerima dana KJP?

(nir/nah)



Sumber : www.detik.com

Uang Saku di Atas LPDP



Jakarta

Kementerian Transmigrasi akan meluncurkan Beasiswa Patriot mulai 2026. Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mengatakan nilai uang saku akan melebihi program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Insya Allah tahun depan, kami dari Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan perguruan tinggi, kami akan membuka Beasiswa Patriot. Saya mintakan hitung uang sakunya di atasLPDP. Walaupun mungkin lebih Rp100 ribu, yang penting jangan sama denganLPDP,” kata Iftitah dalam Antara, dikutip Minggu (24/8/2025).


Beasiswa Patriot l akan diberikan kepada mahasiswa terpilih untuk jenjang pendidikan sarjana, sarjana terapan, dan pascasarjana di perguruan tinggi terbaik dalam maupun luar negeri.

“Untuk utamanya S2, tetapi nanti kami akan kembangkan juga untuk S3,” katanya.

Para mahasiswa yang menerima Beasiswa Patriot akan kuliah di kawasan transmigrasi selama sekitar tiga semester.

“Saya ingin para mahasiswa tidak hanya pintar secara teori, tetapi bisa mengaplikasikan ilmunya di lapangan. Saya ingin kawasan transmigrasi jadi laboratorium hidup,” tuturnya.

Meski kuliah di kawasan transmigrasi, para mahasiswa tetap terdaftar di perguruan tinggi masing-masing.

“Terdapat di kampus masing-masing. Kuliahnya di kawasan transmigrasi, tapi kita bikin semacam modular box di sana. Yang jelas nanti internet kita hadirkan yang terbaik,” ujar Iftitah.

Beasiswa Patriot akan beriringan dengan program Transmigrasi Patriot yang saat ini dalam tahap awal dengan pengiriman Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Tim ini berisikan para dosen, mahasiswa dan alumni perguruan tinggi. Tim pendahulu berawal dari tim Unpad guna menelusuri potensi di 154 kawasan transmigrasi seperti pertanian, kelautan, perikanan, pariwisata, atau lainnya.

“Tim Ekspedisi Patriot ini adalah tim advance, tim pendahulu, untuk mendata dan memetakan di situ potensinya ada apa. Kalau sudah jelas potensinya, maka Kementerian Transmigrasi sebagai main group menindaklanjuti,” ujarnya.

Tentang Beasiswa Patriot

Beasiswa Patriot adalah beasiswa yang menawarkan pendidikan tinggi, pelatihan sebagai tentara cadangan dan penempatan di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi. Berdasarkan laman resminya, beasiswa ini meliputi:

Beasiswa Pendidikan
Pendidikan di universitas terbaik dengan kurikulum khusus.

Komponen Cadangan
Pengembangan karakter dan ketahanan sebagai Tentara Komponen Cadangan.

Penempatan Strategis
Setelah lulus, penerima beasiswa akan ditempatkan di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi dalam rangka pembangunan.

Penerima Beasiswa Patriot akan terikat dalam ikatan dinas selama periode tertentu untuk mencapai misi swasembada nasional, mendorong pembangunan ekonomi, dan menjaga persatuan Indonesia.

Adapun pendaftaran terbuka untuk pelajar terbaik dari berbagai disiplin ilmu. Beasiswa diprioritaskan untuk pelajar jurusan teknik, pertanian, dan kesehatan. Proses seleksi meliputi tes akademik, psikologi, kesehatan, dan wawancara untuk mendapatkan kandidat terbaik.

Beasiswa Patriot akan didistribusikan mulai tahun 2026 mendatang dengan target 2.000 penerima. Bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

(nir/twu)



Sumber : www.detik.com

Pemprov Jakarta Godok Beasiswa Kuliah ke LN seperti LPDP, Target 100 Mahasiswa



Jakarta

Gubernur Jakarta, Pramono Anung ungkap tengah menggodok sebuah program bantuan kuliah seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa ini akan memungkinkan putra-putri Jakarta berkuliah di luar negeri.

“Saya lagi mempersiapkan Jakarta akan memberikan seperti LPDP, mahasiswa Jakarta boleh sekolah di luar negeri atas tanggung jawab pemerintah Jakarta,” ujar Pramono dikutip dari postingan media sosial Instagram resminya, Minggu (14/9/2025).

Bagi Pramono, pendidikan adalah jendela untuk membaca dunia, membuka wawasan, dan memperluas mimpi. Dengan kebijakan beasiswa ini, putra-putri Jakarta diharapkan mendapat kesempatan belajar yang lebih luas, sehingga kualitas hidupnya meningkat.


“Bukan hanya sekedar literasi atau membaca, tetapi yang penting adalah proses interaksi supaya wawasannya harus bisa melihat persoalan dunia dan itu saya yakin akan memberikan langkah yang baik bagi anak-anak kita semuanya,” ungkap Pramono.

“Sejatinya, investasi terbesar sebuah kota adalah pada manusianya,” imbuhnya.

Target 100 Mahasiswa

Pada kesempatan berbeda, Pramono kembali menyebutkan akan meluncurkan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dengan skema seperti LPDP. Program ini akan berjalan tahun 2026 dengan kuota awal 100 mahasiswa.

“Jadi saya akan mempersiapkan, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Kalau bisa 100 aja mahasiswa yang kita berikan LPDP, dengan pola Jakarta ya, yang bisa sekolah ke luar negeri,” tuturnya melansir detikNews.

Program ini akan difokuskan bagi mahasiswa Jakarta yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Terutama bagi mereka yang tidak beruntung secara ekonomi.

“Saya yakin akan jadi modal yang baik untuk anak-anak Jakarta, terutama bagi yang tidak beruntung, karena itu saya ingin diberikan bagi yang tidak beruntung,” katanya.

Melalui program ini, Pramono berharap SDM Jakarta bisa meningkat dan sang anak bisa membuka wawasan dalam keluarganya.

“Selain memotong garis ketidakberuntungan, mempersiapkan SDM yang lebih baik, kemudian juga membuka wawasan bagi anak-anak itu dalam keluarganya. Jadi saya akan lakukan itu,” tandas Pramono.

(det/faz)



Sumber : www.detik.com

Komisi XI DPR Usul Beasiswa LPDP Prioritaskan Siswa Tak Mampu



Jakarta

Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio memberikan sejumlah masukan pada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurutnya, beasiswa yang dikelola institusi di bawah Kementerian Keuangan ini perlu diprioritaskan bagi pelajar tidak mampu, baru kemudian yang berprestasi.

Ia menilai yang berprestasi belum tentu tidak mampu. Sebagian pelajar berprestasi di Indonesia menurutnya, memiliki orang tua dengan kemampuan finansial di atas rata-rata.

“Kan itu beasiswa, satu harus berprestasi, kedua tidak mampu. Tapi kalau saya boleh tekankan yang tidak mampu dulu, Pak,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI dengan eselon I Kementerian Keuangan pada Kamis (11/9/2025).


Selain itu, Primus juga menyarankan agar LPDP lebih transparan dalam pelaporan penerima beasiswa. Ia turut menekankan agar persyaratan beasiswa tidak perlu diperberat, sebab nantinya akan terseleksi dengan sendirinya.

“Ini kan yang setiap tahun dilaporkan ke publik itu cuma agregat saja, yang diterimanya saja. tapinya ke mana, dari mananya. Nah, ini perlu ke depan Pak, dibuka. Orang ini bagaimana diterima,” jelasnya.

Ia menceritakan ada salah satu keponakannya yang memperoleh beasiswa hukum di Universitas Leiden, Belanda. Keponakannya itu yatim dan hendak dibantunya, tetapi bantuan tersebut juga masih kurang. Primus menyadari beasiswa pun memerlukan kebutuhan yang besar.

Ia membandingkan dirinya yang memiliki privilese pun tidak serta merta mampu, apalagi masyarakat Indonesia yang lain.

“Mau dia S2, nggak mungkin bisa dapat, kecuali punya akses. Nah, akses ini Pak, yang harus transparan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, mantan aktor tersebut pun menegaskan LPDP butuh inovasi baru dalam mekanisme beasiswa. Pasalnya, masyarakat memiliki hak yang sama, tetapi tidak semua bisa mengakses, khususnya pelajar-pelajar yang berada di Indonesia bagian timur.

“Mereka punya hak yang sama, tetapi tidak bisa mengakses,” sebutnya.

(nah/pal)



Sumber : www.detik.com

Pendaftaran KJMU 2025 Tahap 2 Dibuka, Mahasiswa Dapat Bantuan Rp 9 Juta Per Semester



Jakarta

Pendaftaran Beasiswa KJMU 2025 tahap 2 dibuka pada Kamis, 18 September 2025. Apa saja yang syarat yang diperlukan?

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) adalah bantuan biaya peningkatan mutu pendidikan bagi calon mahasiswa dan mahasiswa aktif, baik di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Para mahasiswa yang diterima sebagai penerima adalah mereka yang dinilai kurang mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik.


Dana KJMU yang diberikan mencapai Rp 9 juta per semester hingga akhir masa studi. Untuk KJMU tahap 2 tahun 2025, terdapat kuota sebanyak 3.466 mahasiswa.

Pendaftaran dibuka secara online di portal KJMU Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta https://p4op.jakarta.go.id/kjmu.

Syarat Pendaftaran KJMU 2025 Tahap 2

Sebelum mendaftar KJMU 2025 tahap 2, cek dulu syarat-syaratnya berikut ini seperti dilansir dari Instagram resmi Disdik DKI Jakarta @disdikdki:

  1. Berdomisili di DKI Jakarta
  2. Memiliki KTP dan kartu keluarga DKI Jakarta
  3. Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau merupakan warga binaan sosial pada panti sosial dinas sosial
  4. Tidak menerima beasiswa atau bantuan pendidikan lain yang bersumber dari APBN dan atau APBD.

Syarat Khusus KJMU 2025 Tahap 2 Calon Mahasiswa

  1. Dinyatakan lulus dari pendidikan menengah pada satuan pendidikan negeri/swasta di DKI Jakarta, paling lama 3 tahun ajaran sebelumnya
  2. Dinyatakan lolos seleksi perguruan tinggi:
    – PTN: Lolos jalur reguler PTN di bawah naungan Kemendiktisaintek dan Kemenag
    – PTS: Lolos jalur reguler PTS yang terakreditasi unggul dan prodi terakreditasi A/unggul di DKI Jakarta

Syarat Khusus KJMU 2025 Tahap 2 Mahasiswa On Going

Berikut syarat khusus KJMU 2025 bagi mahasiswa:

  1. Dinyatakan lulus dari pendidikan menengah pada satuan pendidikan negeri/swasta di DKI Jakarta, paling lama 3 tahun ajaran sebelumnya
  2. Dinyatakan lolos seleksi perguruan tinggi:
    – PTN: Lolos jalur reguler PTN di bawah naungan Kemendiktisaintek dan Kemenag
    – PTS: Lolos jalur reguler PTS yang terakreditasi unggul dan prodi terakreditasi A/unggul di DKI Jakarta
  3. Pengajuan paling lama pada semester 4

Cara Daftar KJMU 2025 Tahap 2

1. Mengisi formulir pendaftaran dari sekolah SMA asal

2. Buka laman p4op.jakarta.go.id/kjmu

3. Upload kelengkapan dokumen usulan

4. Tunggu hasil seleksi dan pengumuman penerima

Jadwal KJMU 2025 Tahap 2

Pendaftaran KJMU khusus pendaftar baru: 18-22 September 2025

Verifikasi dan unggah SPTJM sekolah: 18-24 September 2025

Verifikasi dan unggah SPTJM perguruan tinggi untuk pendaftar baru dan penerima lanjutan: 18-29 September 2025

Verifikasi dinas pendidikan: 30 September-6 Oktober 2025

Penetapan penerima melalui keputusan gubernur: 7-16 Oktober 2025

Demikian informasi mengenai pendaftaran KJMU 2025 tahap 2. Tertarik mendaftar?

(nir/nah)



Sumber : www.detik.com

Bantuan Riset hingga Rp 2 M, MoRA The Air Fund 2025 Segera Dibuka


Jakarta

Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran program bantuan riset kolaboratif MoRA The Air Fund 2025. Pendaftaran akan dibuka mulai 13 Oktober 2025.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (3/10/2025) lalu.

“Riset berdampak sangat penting agar kehadiran periset PTKIN dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan juga menjadi penyelesai akan masalah-masalah kebangsaan dan kemasyarakatan,” kata Ruchman, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (7/10/2025).


4 Fokus Riset dengan Dana hingga Rp 2 M

Program MoRA The Air Fund menyoroti empat fokus bidang riset yaitu sosial humaniora, ekonomi, lingkungan, dan sains teknologi.

Setiap penerima akan disiapkan dana dihingga Rp500 juta per proposal. Adapun untuk bidang sains dan teknologi, anggaran bisa mencapai maksimal Rp 2 miliar.

Sejak 2024, total anggaran bantuan riset ini mencapai Rp 50 miliar per tahun.

Ruchman mengatakan, bantuan ini ditujukan untuk membantu para dosen dalam melakukan riset yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Syarat Mengajukan MoRA The Air Fund 2025

Untuk menjadi periset utama MoRA The Air Fund, dosen harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya:

Syarat Dosen PTK

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (PTK) atau fakultas agama Islam di bawah binaan Kemenag
  • Memiliki rekam jejak akademik baik
  • Lulusan program doktor (S3) dengan jabatan minimal Lektor
  • Memiliki Sinta Score Overall minimal 100
  • Berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings
  • Hanya dapat mengusulkan satu proposal riset.

Syarat Dosen Ma’had Aly

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki rekam jejak akademik baik
  • Lulusan program magister (S2)
  • Memiliki karya akademik sesuai bidang keilmuan Melampirkan surat keputusan pengangkatan
  • Melampirkan surat rekomendasi dari Mudir Ma’had Aly

Jika detikers tertarik daftar, informasi selengkapnya bisa dilihat di https://risprolpdp.kemenkeu.go.id/. Selamat mencoba!

(cyu/twu)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025 untuk Dosen-Guru Dibuka, Total Rp 30 Juta



Jakarta

Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama membuka pendaftaran beasiswa Bantuan Penyelesaian Pendidikan S3 Dalam Negeri (BPP S3 Dalam Negeri) 2025.

Bantuan ini ditujukan untuk dosen, guru, tenaga kependidikan dan pegawai di bawah lingkungan Kementerian Agama yang sedang menempuh pendidikan S3. Beasiswa bertujuan untuk mendorong penerima agar segera membereskan studinya.

Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 5 hingga 15 Oktober 2025. Proses pengajuan beasiswa bisa dilakukan secara online pada laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.id


Namun, sebelum mendaftar pelamar harus mengetahui dahulu persyaratanya. Mengutip laman Kemenag, berikut ketentuan beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025:

Komponen Beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025

Total bantuan BPP S3 Dalam Negeri 2025 memiliki total Rp 30 juta. Dana tersebut nantinya akan ditransfer langsung oleh LPDP kepada peserta.

Adapun cakupan pembiayaan yang bisa dibayarkan oleh bantuan tersebut antara lain:

1. Biaya SPP
2. Biaya penulisan disertasi
3. Biaya penerbitan jurnal ilmiah bereputasi sebagai syarat kelulusan
4. Biaya pembelian berbagai literatur yang diperlukan.

Syarat Daftar Beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025

  • Warga Negara Indonesia
  • Berstatus sebagai guru pendidikan dasar dan menengah keagamaan, dosen perguruan tinggi keagaman/ma’had aly, tenaga kependidikan pada pendidikan dasar dan menengah keagamaan dan perguruan tinggi keagamaan, ustadz/kyai pondok pesantren, atau pegawai Kemenag
  • Mahasiswa S3 aktif yang tengah mengenyam semester 3.
  • Telah lulus seminar proposal disertasi
  • Tidak sedang menerima beasiswa atau bantuan lain.

Dokumen Daftar Beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025

  • Surat keterangan hasil studi yang berisikan IPK
  • Surat rekomendasi dari Pimpinan Satuan Kerja
  • Surat pakta integritas yang sudah ditandatangani
  • Surat permohonan bantuan.

Selain beasiswa BPP ini, Kemenag juga merekomendasikan beasiswa lain untuk jenjang lainnya yang disediakan Kemenag. Misalnya beasiswa full scholarship untuk S1-S3, Bantuan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The Air Fund), Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), dan lainnya.

Untuk informasi lebih lengkap terkait beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025, bisa dipelajari pada laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.id

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com

Dana KJMU 2025 Tahap 2 Cair, Mahasiswa Segera Cek Rekening!



Jakarta

Kabar gembira bagi mahasiswa di Jakarta. Dana bantuan pendidikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) 2025 Tahap 2 telah cair mulai 20 Oktober 2025 secara bertahap.

Pada tahap ini, ada sebanyak 16.920 mahasiswa yang menerimanya. Mahasiswa penerima manfaat KJMU akan mendapatkan bantuan Rp 9 juta per semester.

“Pencairan dana KJMU Tahap II Tahun 2025 akan dilaksanakan secara bertahap mulai 20 Oktober 2025. Jumlah penerima KJMU Tahap II Tahun 2025 sebanyak 16.920 mahasiswa,” tulis unggahan Instagram Pusat Pelayaan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, @upt.p4op, dikutip Selasa (21/10/2025).


Cara Cek Status Pencairan KJMU 2025

Via Website

1. Buka laman https://kjp.jakarta.go.id/public/cekStatusPenerimaKJMU.php
2. Isi nomor induk kependudukan (NIK)
3. Pilih tahun penerimaan KJMU
4. Pilih tahap penerimaan KJMU
5. Klik “Cek”
6. Status penerimaan KJMU akan muncul

Via Aplikasi JakOne Mobile

1. Unduh aplikasi JakOne
2. Buka aplikasi dan masukkan nomor handphone yang terdaftar di sistem bank
3. Salin kode OTP yang masuk ke inbox SMS
4. Isi data diri seperti NIK, nomor rekening, tanggal lahir, dan email terdaftar
5. Klik “Submit”
6. Masukan nomor kartu dan PIN ATM
7. Buat 6 digit PIN JakOne Mobile dan password untuk masuk ke aplikasi kembali
8. Rekening KJMU di JakOne Mobile pun berhasil terpasang
9. Mahasiswa bisa cek langsung status dan saldo dana KJMU lewat aplikasi tersebut

Cara Pencairan Dana KJMU 2025

Jika detikers adalah penerima baru KJMU di tahap ini, maka harus menjalani proses berikut ini untuk mencairkan bantuan:

1. Bank Jakarta membuka rekening serta mencetak buku tabungan atau ATM
2. Lalu, Bank Jakarta mengundang penerima baru untuk mengambil kartu tabungan atau ATM
3. Setelah buku tabungan dan ATM diterima, akan dilakkan transfer dana KJMU ke rekening penerima baru

Besaran dan Penggunaan Dana KJMU

Besar bantuan KJMU per semesternya adalah Rp 9 juta. Jumlah tersebut sudah mencakup bantuan uang saku sebesar Rp 750/bulan.

Uang saku akan ditransferkan langsung ke rekening Bank DKI milik penerima. Sementara uang kuliah akan ditransferkan langsung kepada pihak kampus.

Bantuan yang diterima penerima KJMU bisa dimanfaatkan untuk hal-hal seperti berikut:

– Biaya pendidikan, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta
– Biaya hidup
– Biaya buku
– Biaya transportasi
– Biaya perlengkapan kuliah
– Kebutuhan sejenisnya

Bagaimaan detikers, sudah cek rekeningmu? Pastikan dana pada periode ini cair ya, detikers!

(cyu/twu)



Sumber : www.detik.com