Tag Archives: detikers

Olahraga Kardio Berbasis Musik yang Sedang Viral di Indonesia

Jakarta

Pound fit menjadi salah satu olahraga yang cukup viral di Indonesia, khususnya kaum wanita. Hal ini bisa dilihat dari maraknya kelas-kelas pound fit di berbagai daerah yang biasa didatangi kaum hawa.

Pound fit sendiri merupakan jenis olahraga kardio berbasis musik, dimana gerakannya menggunakan stik dan diperagakan seolah-olah seperti bermain drum. Olahraga ini memiliki segudang manfaat, khususnya dalam membakar kalori hingga menurunkan berat badan.

Olahraga ini cocok dimainkan bagi detikers yang ingin tetap sehat sekaligus mendapatkan kesenangan saat memainkannya.


Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum penjelasan mengenai olahraga pound fit, lengkap dengan manfaat dan cara latihannya. Yuk, simak ulasannya di bawah ini

Apa Itu Pound Fit?

Mengutip dari Jurnal Media Akademik Vol.2 No.1, pound fit dapat adalah latihan fisik yang khas dan memadukan unsur-unsur musik, kebugaran, dan energi dalam latihan ketukan yang intens. Olahraga ini dilengkapi dengan perangkat yang disebut “ripstix” (stik berbobot). Gerakan pound fit terdiri dari ketukan drumming dan latihan kebugaran, menjadikannya olahraga yang dinamis sekaligus menyenangkan.

Cara memainkan ripstix cukup mudah, yaitu dengan menggerakkannya seperti sedang bermain drum dengan berbagai ritme. Gerakan ini bermanfaat untuk membakar kalori hingga membentuk massa otot.

Mengutip dari situs poundfit.com, pound fit sendiri pertama kali diciptakan di Amerika Serikat pada tahun 2011 oleh dua orang pemain drum dan atlet bernama Cristina Peerenboom dan Kristen Potenza. Ini bermula ketika mereka melakukan pilates dengan tujuan untuk mengurangi berat badan. Namun keduanya merasa bosan dengan rutinitas tersebut dan mencoba menciptakan olahraga dengan gaya dan nuansa yang baru.

Setelah itu, Cristina dan Kristen menyadari bahwa gerakan bermain drum sebenarnya sama dengan gerakan olahraga pada umumnya. Untuk itu, mereka mulai menciptakan olahraga pound fit yang mirip dengan kegiatan bermain drum.

Manfaat Olahraga Pound Fit

Mengutip dari Health Fitness Revolution, berikut beberapa manfaat olahraga pound fit yang dikenal dapat membakar kalori dan menurunkan berat badan.

1. Membuat Berat Badan Lebih Ideal

Gerakan dalam olahraga pound fit dapat menurunkan berat badan. Latihan interval kardio dapat membantu membakar lemak, sebelum dan bahkan setelah olahraga. Pound fit merupakan latihan cepat yang menjaga momentum dan meningkatkan jumlah kalori setelah latihan.

2. Meningkatkan Mood

Selain bermanfaat untuk membentuk badan yang ideal, pound fit juga dapat meningkatkan mood dengan melawan depresi, mengurangi risiko diabetes, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi.

Latihan ini bagus untuk menenangkan pikiran dan meningkatkan fungsi kognitif pada otak.

3. Melatih Seluruh Tubuh

Pound fit mirip dengan olahraga pilates, sebab keduanya sama-sama melatih tubuh bagian atas dan bawah. Latihan pound fit juga bermanfaat dalam mengencangkan otot, melatih punggung, dan meningkatkan kekuatan otot inti.

4. Memotivasi dan Membangkitkan Semangat

Perpaduan musik saat melakukan gerakan pound fit dapat meningkatkan motivasi dan semangat detikers. Tak hanya itu, jenis latihan ini juga dapat meningkatkan daya ingat.

5. Latihan Beragam dan Menyenangkan

Pound fit memiliki gerakan yang beragam, mulai dari kombinasi pilates, kardio, drum, dan resistensi ringan. Olahraga ini menawarkan beragam teknik latihan yang dapat membuat detikers tetap bersemangat. Variasi gerakan ini juga menjadikannya menantang, sehingga bagus untuk melatih fisik dan mental.

Cara Latihan Pound Fit

Bagi detikers yang ingin mencoba olahraga pound fit, ada beberapa gerakan dasar yang mudah untuk dilakukan, salah satunya set position. Berikut tata cara melakukan latihannya:

  • Buka kedua kaki sejajar dengan pinggul, kemudian arahkan lutut dan kaki sedikit ke samping dari bagian atas kaki.
  • Posisikan tubuh berdiri tegak.
  • Stabilkan tulang punggung dan panggul dengan mengencangkan otot inti.
  • Angkat dada secara perlahan lalu gerakkan bahu ke bawah dan ke belakang dengan rileks.
  • Sejajarkan lutut dengan kaki, namun jangan sampai menjulur ke depan.
  • Jaga otot inti tetap kuat, dada terangkat, dan pandangan lurus ke depan.

Selain gerakan dasar, berikut beberapa tips yang bisa detikers ikuti untuk menghindari cedera saat latihan pound fit:

  • Lakukan pemanasan dengan benar agar otot tetap fleksibel dan mudah digerakkan.
  • Tetap bergerak sesuai kapasitas tubuh untuk menghindari cedera dan kelelahan.
  • Pastikan detikers mengenakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Mengikuti kelas pound fit dengan didampingi oleh instruktur dan coach yang berpengalaman.

Nah, itulah ulasan lengkap terkait olahraga pound fit, mulai dari manfaat hingga tata cara latihannya. Selamat dan semangat berolahraga ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Bisa 5K dalam 4 Minggu! Ini Training Plan Lari Pemula yang Paling Efektif

Jakarta

Lari 5k atau lari 5 kilometer merupakan nomor lari yang cukup populer dan banyak diminati para penggiat lari hingga pemula.

Pada umumnya, latihan lari 5k dapat dijadwalkan selama 4-8 minggu. Bagi pemula, latihan ini dapat memberikan hasil yang baik apabila dilakukan dengan konsisten dan tentunya mengikuti panduan training plan yang efektif.

Untuk mengetahui jenis latihan dan waktu yang dibutuhkan selama program latihan lari 5k, detikers dapat menyimak panduan training plan berikut ini.


Jadwal Latihan Lari 5k dalam 4 Minggu untuk Pemula

Sebelum mulai menyusun jadwal, detikers perlu mengetahui jarak dan waktu yang diperlukan dalam lari 5k.

Jarak pada lari 5k yaitu tepat 5.000 meter atau 5 kilometer. Bagi pemula, jarak ini bisa dicapai dengan waktu 30-45 menit. Lari 5k fokus untuk menjaga daya tahan tubuh, hingga menemukan ritme lari yang nyaman.

Berikut jadwal latihan yang dapat detikers selama latihan lari 5k dalam 4 minggu.

Minggu 1

  • Senin: Hari Istirahat
  • Selasa: Jalan 1 menit/Lari 1 menit sebanyak 10 kali
  • Rabu: Cross training
  • Kamis: Lari 2 menit/jalan 1 menit sebanyak 8 kali
  • Jumat: Hari Istirahat
  • Sabtu: 3 menit lari/jalan 1 menit sebanyak 6 kali
  • Minggu: 5 menit lari/2 menit jalan sebanyak 4 kali

Minggu 2

  • Senin: Hari Istirahat
  • Selasa: Lari 7 menit/jalan 2 menit sebanyak 3 kali
  • Rabu: Cross training
  • Kamis: Lari 8 menit/jalan 2 menit sebanyak 3 kali
  • Jumat: Hari Istirahat
  • Sabtu: 1 menit lari/jalan 1 menit sebanyak 10 kali, usahakan lebih cepat
  • Minggu: 10 menit lari/2 menit jalan sebanyak 2 kali dengan 5 menit berlari hingga ke garis finish

Minggu 3

  • Senin: Hari Istirahat
  • Selasa: Lari 9 menit/jalan 1 menit sebanyak 3 kali
  • Rabu: Cross training
  • Kamis: Lari 15 menit/jalan 1 menit sebanyak 3 kali
  • Jumat: Hari Istirahat
  • Sabtu: 12 menit lari/jalan 2 menit sebanyak 2 kali, dengan waktu 5 menit hingga ke garis finish
  • Minggu: Lari 20 menit

Minggu 4

  • Senin: Hari Istirahat
  • Selasa: Lari 25 menit/jalan 2 menit dan lari 5 menit
  • Rabu: Cross training
  • Kamis: Lari 9 menit/jalan 1 menit sebanyak 3 kali
  • Jumat: Hari Istirahat
  • Sabtu: Hari Istirahat
  • Minggu: Lari 5k

Demikianlah panduan program latihan 5k dalam 4 minggu yang bisa detikers coba sebelum memulai pertandingan lari 5k. Jangan lupa untuk tetap mencukupi kebutuhan nutrisi dan terhidrasi hingga hari lomba ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Cara Servis Padel yang Benar: Panduan untuk Pemula

Jakarta

Padel merupakan olahraga yang cukup diminati di Indonesia. Olahraga ini banyak digandrungi karena teknik bermainnya yang tidak terlalu rumit dan dapat dipelajari dengan mudah.

Meskipun terlihat mudah, padel tetap memiliki teknik dan aturan dasar tersendiri, terutama pada saat servis. Servis padel yang benar menjadi salah satu langkah untuk menyusun strategi dalam mengalahkan lawan.

Bagi pemula, perlu mengetahui cara servis padel yang benar agar tidak terjadi kekeliruan dan pertandingan tetap dapat berjalan dengan efektif.


Lebih lanjut, berikut detikSport telah merangkum ulasan terkait panduan dan cara servis padel yang benar bagi pemula.

Servis Padel Dilakukan secara Underhand

Tidak sama dengan tenis, servis dalam padel dilakukan secara underhand, yaitu dengan memukul bola dari bawah pinggang. Sebelumnya, bola harus dipantulkan terlebih dahulu ke lantai sebelum dipukul. Setelah itu, diarahkan secara diagonal ke area lawan.

Dalam melakukan servis ini, pastikan detikers tetap menggunakan power yang ringan tapi tetap mengedepankan akurasi. Selain itu, jangan terlalu tinggi ketika bola dipantulkan. Apabila bola menyentuh net tapi masuk ke area yang pas, servis dianggap sah.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Servis Padel

Selain teknik melakukan servis, ada beberapa hal yang perlu detikers perhatikan, mulai dari posisi hingga sistem penskoran. Berikut beberapa poinnya:

Posisi pemain

Padel terdiri dari dua tim dengan masing-masing dua pemain yang harus bisa menjaga komunikasi. Saat servis, salah satu pemain berada di area servis dan pemain lain berada di sisi lainnya. Setelah itu, pemain dapat bergerak dengan bebas namun tetap menjaga komunikasi agar tidak bertabrakan.

Sistem Skor

Sistem penskoran dalam padel sama seperti tenis, yaitu menggunakan sistem 15, 30, 40 dan game. Tim harus memperoleh minimal 6 game untuk memenangkan satu set. Jika imbang, maka akan dilakukan tie-break.

Aturan Bola dalam Permainan

Memukul bola dalam padel dianggap sah jika memantul sekali di lantai atau ke dinding dan dapat dipukul kembali. Jika bola memantul lebih dari sekali, maka poin jadi milik lawan.

Aturan Net

Bola yang dipukul tidak boleh mengenai pemain atau pasangan sebelum melewati net menuju area lawan. Pemain juga tidak boleh bersentuhan dengan net, baik itu tubuh, pakaian, ataupun raket.

Servis Ulang (Let)

Apabila bola servis mengenai net tapi tetap masuk ke kotak servis, maka servis dianggap let atau harus diulang. Namun, jika bola keluar area atau mengenai dinding sebelum jatuh di kotak servis, maka servis sah.

Kesalahan (Fault) dalam Padel

Fault terjadi jika pemain melakukan servis ke luar area, gagal memukul bola, atau bola mengenai dinding tanpa memantul ke area lawan terlebih dahulu. Jika terjadi secara berturut-turut, maka poin diberikan kepada lawan.

Demikianlah ulasan mengenai cara servis padel yang benar. Hal ini perlu diperhatikan agar permainan padel dapat berlangsung dengan efektif dan sportif. Semoga membantu ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Rahasia Pukulan Keras dan Akurat!

Jakarta

Teknik smash menjadi salah satu aspek penting dalam olahraga badminton. Keakuratan dan Ketajaman pukulan dapat memberikan keuntungan selama permainan.

Mengutip dari Jurnal Penjakora Volume 9 Nomor 1, smash adalah pukulan serangan yang bertujuan untuk memperoleh nilai/poin karena sifat jatuhnya bola yang kencang dan tajam. Saat melakukan smash, dibutuhkan kekuatan otot tungkai, lengan, bahu, dan fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi gerak tubuh yang harmonis untuk mendapatkan pukulan yang maksimal.

Bagi pemula, teknik ini perlu dipelajari untuk mendapatkan rahasia pukulan smash yang keras dan akurat. Berikut detikSport telah merangkum cara dan tekniknya.


1. Posisi Tubuh yang Benar

Posisi tubuh menjadi aspek utama untuk memberikan smash yang keras. Sebelum memulai, pastikan detikers menempatkan posisi kaki dengan stabil dengan kaki kiri sedikit ke depan dan kaki kanan di belakang.

Kemudian, pastikan berat badan di kaki belakang siap untuk melompat ke depan saat melakukan smash. Jaga posisi badan agar tetap tegak dan pinggul terbuka. Posisi tubuh ini akan membantu detikers dalam menciptakan pukulan smash yang optimal.

2. Melatih Otot Tangan dan Kaki

Dengan meningkatkan kekuatan otot tangan, lengan, dan bahu dapat membantu pemula menghasilkan smash yang keras dan akurat. Detikers dapat mencoba latihan kekuatan dengan mengangkat beban atau menggunakan alat gym.

Selain itu, latihan seperti jumping, squat, dan medicine ball throw juga dapat meningkatkan kekuatan kaki agar dapat melompat lebih tinggi dan menghasilkan pukulan yang maksimal.

3. Teknik Smash yang Benar

Setelah melatih otot tangan dan kaki, detikers perlu menguasai pukulan yang benar untuk mendapatkan smash yang keras dan akurat. Pastikan detikers menggunakan grip yang tepat pada raket dan gunakan gerakan bawah-atas yang benar untuk menciptakan efek pukulan yang keras.

Jika ingin panduan lebih rinci, detikers dapat melakukan latihan dengan pelatih atau pemain yang sudah profesional.

4. Perhatikan Posisi Lawan

Memahami posisi lawan saat bermain dapat menjadi taktik dan kesempatan emas bagi detikers untuk mendapatkan poin. Ketika lawan berada di belakang lapangan atau dalam posisi pertahanan yang buruk, maka di saat itulah detikers dapat melakukan smash keras.

Memperhatikan posisi ini akan membuat pukulan smash lebih efektif.

5. Rutin Latihan

Selain beberapa trik di atas, latihan yang konsisten juga menjadi kunci utama bagi detikers dalam menciptakan smash yang optimal. Latihan teratur dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot sebelum bermain.

Itulah beberapa cara untuk mendapatkan smash yang kencang dan akurat. Jangan lupa untuk dipelajari dan tetap latihan rutin ya, detikers!


Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Cara Memilih Sepatu Olahraga Sesuai Jenis Aktivitas


Jakarta

Sepatu menjadi komponen penting saat berolahraga. Jika salah memilih sepatu olahraga, dapat berakibat pada ketidaknyamanan dan dapat memicu cedera.

Pemilihan sepatu olahraga dapat disesuaikan dengan jenis aktivitas olahraga yang dilakukan, baik itu lari, basket, sepak bola, padel, tenis, hingga badminton.

Sayangnya, beberapa orang masih bingung dalam menentukan jenis sepatu yang cocok sesuai dengan jenis aktivitas olahraganya. Bagi detikers yang giat berolahraga, pastikan memilih sepatu dengan mengutamakan kenyaman terlebih dahulu dibanding tampilan.


Lebih lanjut, berikut detikSport telah merangkum cara memilih sepatu olahraga sesuai jenis aktivitas. Yuk, disimak ulasannya di bawah ini.

1. Utamakan kenyamanan dengan memilih bantalan sesuai kebutuhan

Bantalan sepatu atau sol menjadi aspek utama yang menunjang kenyamanan saat berolahraga. Untuk olahraga seperti lari, dibutuhkan bantalan yang empuk serta responsif terhadap gerakan. Sementara untuk olahraga angkat beban, dibutuhkan sol yang tidak terlalu tebal agar membuat kaki tetap stabil dan tidak mengganggu postur tubuh.

2. Mengetahui aktivitas fisik yang dilakukan

Sebelum mulai membeli sepatu olahraga, detikers perlu mengetahui aktivitas fisik yang akan dilakukan. Jika detikers rutin berolahraga lari, maka jenis sepatu yang dibutuhkan adalah yang memiliki bantalan empuk dan ringan. Namun, jika rutin berolahraga angkat beban, maka dibutuhkan sepatu training yang fleksibel.

Selain itu, untuk olahraga seperti basket atau sepak bola, dibutuhkan sepatu yang memiliki grip kuat agar kaki tetap aman saat melakukan aktivitas seperti lompatan, berlari, atau gerakan tiba-tiba.

3. Mengetahui bentuk dan ukuran kaki

Selain aktivitas olahraga, hal dasar yang perlu diperhatikan yaitu ukuran dan bentuk kaki. Setiap orang memiliki bentuk dan ukuran kaki yang berbeda-beda. Jika detikers memiliki bentuk kaki datar, maka pilihlah sepatu dengan dukungan tambahan untuk mengurangi tekanan dan gerakan berlebih di tengah kaki.

Jika detikers memiliki bentuk kaki high arch, maka dibutuhkan sepatu dengan bantalan ekstra di bagian tumit dan depan kaki.

Sebelum mulai membeli, pastikan detikers mencoba sepatu terlebih dahulu dan menyesuaikan dengan ukuran kaki. Setiap merk sepatu memiliki ukuran yang berbeda-beda meskipun pada size ditulis angka yang sama.

4. Perhatikan bobot dan pilih sepatu yang breathable

Bobot dan ventilasi sepatu menjadi aspek lain yang perlu diperhatikan. Bobot sepatu yang terlalu berat dapat membuat detikers cepat lelah saat beraktivitas. Untuk itu, pilihlah sepatu dengan bobot yang ringan namun tetap kuat dan stabil.

Selain bobot, ventilasi juga harus menjadi pertimbangan. Sepatu dengan material yang breathable dapat menjaga sirkulasi udara dan mencegah panas. Hal ini penting bagi detikers yang melakukan aktivitas olahraga dalam jangka waktu yang cukup lama dan rutin.

5. Utamakan fungsi daripada tampilan

Tampilan sepatu memang menjadi salah satu aspek penting sebelum memutuskan untuk membelinya. Sepatu dengan tampilan menarik dan keren menjadi nilai plus, terutama bagi detikers yang ingin berolahraga namun tetap ingin terlihat fashionable.

Namun di samping itu, fungsi dan kenyamanan perlu diperhatikan terlebih dahulu. Jangan sampai sepatu yang detikers pakai terlihat keren namun tidak nyaman saat dipakai.

Demikianlah beberapa tips dan cara yang dapat detikers terapkan sebelum membeli sepatu olahraga. Dengan sepatu yang sesuai, aktivitas olahraga dapat dilakukan dengan optimal dan menghindari risiko cedera.


Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Lari Malam Aman Nggak? Ini Tips Penting biar Tetap Sehat & Nggak Bahaya

Jakarta

Lari menjadi salah satu olahraga yang diminati banyak orang dari berbagai kalangan. Selain karena tekniknya yang sederhana dan tidak memerlukan perlengkapan tertentu, lari juga dapat dilakukan dengan waktu yang fleksibel.

Bagi beberapa orang, pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk lari. Namun, tak sedikit juga yang memilih untuk berlari pada malam hari.

Bagi detikers yang menyukai kegiatan lari pada malam hari, perlu menyimak beberapa tips di bawah ini agar olahraga kamu terasa lebih efektif dan menyenangkan.


1. Menyiapkan peralatan lari yang tepat

Peralatan yang tepat sebelum lari menjadi aspek penting agar terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Salah satu peralatan yang harus detikers siapkan yaitu perlengkapan cahaya, seperti rompi berlampu yang dapat menerangi jalan selama berlari.

Penerangan sangat penting dikarenakan kondisi malam hari yang tidak mempunyai sinar matahari langsung seperti pagi hari.

Berlari di malam hari memerlukan energi yang lebih banyak dibandingkan pagi hari. Hal ini dikarenakan tubuh sudah beraktivitas seharian, sehingga membutuhkan energi lagi untuk bergerak dan beraktivitas selama lari.

Sebelum mulai berlari, pastikan detikers mengonsumsi makanan yang mudah dicerna namun tetap kaya akan nutrisi. Beberapa di antaranya seperti kacang, roti panggang, telur dadar, salad tuna, dan protein hewani lainnya termasuk dada ayam atau kalkun.

3. Tentukan lokasi yang aman

Penerangan yang minim pada malam hari membuat kita lebih sulit untuk memperhatikan lingkungan sekitar. Untuk itu, sebelum mulai berlari, ada baiknya detikers menelusuri tempat yang akan digunakan sebagai lintasan lari. Selain itu, berlari dengan teman atau secara berkelompok juga lebih disarankan.

4. Menyesuaikan kecepatan lari

Saat berlari pada malam hari, detikers sebaiknya memperhatikan kecepatan lari. Ada baiknya langkah yang digunakan saat berlari pada malam hari lebih pendek namun lambat. Penyesuaian ini bertujuan untuk menjaga detikers dari rintangan yang tidak terlihat karena cahaya minim. Contohnya seperti batu, akar pohon, hingga jalan yang menanjak.

5. Meningkatkan fokus terhadap keadaan sekitar

Selain membutuhkan cahaya tambahan, berlari pada malam hari juga harus diiringi dengan fokus dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Sebaiknya detikers perlu menghindari distraksi seperti handphone atau mendengarkan musik saat berlari.

Hal yang patut diwaspadai yaitu adanya keberadaan satwa liar, sebab hewan ini lebih banyak aktif pada malam hari. Sebagai antisipasi, detikers dapat membawa peluit atau alarm pribadi untuk mengusir hewan.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan bagi detikers yang ingin berolahraga lari pada malam hari. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan diri dengan baik. Semoga membantu ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Biar Nggak Cepat Lelah, Ini 10 Tips Lari Jarak Jauh yang Wajib Kamu Tahu!

Jakarta

Lari menjadi salah satu olahraga yang diminati banyak orang. Selain bermanfaat bagi kesehatan, olahraga atletik ini juga memiliki ajang kompetisinya sendiri.

Salah satu kategori olahraga lari adalah nomor lari jarak jauh. Mengutip dari Jurnal Kepelatihan Olahraga, Universitas Pendidikan Indonesia, lari jarak jauh atau Marathon merupakan cabang atletik dengan jarak lari sepanjang 42,195 meter (26 mil).

Melihat dari jarak tempuhnya, untuk menyelesaikan lintasan lari jarak jauh membutuhkan kondisi fisik yang baik, energi yang banyak, hingga daya tahan tubuh yang mumpuni.


Namun, saat berlari jarak jauh, banyak juga pelari yang cepat merasa kelelahan. Untuk mengatasi hal tersebut, detikers perlu mengetahui beberapa tips agar bisa menyelesaikan lari jarak jauh dengan efektif. Berikut detikSport telah merangkum beberapa ulasannya.

1. Menentukan Target Sebelum Berlari

Hal pertama yang bisa detikers lakukan sebelum mulai berlari yaitu menentukan target. Lari jarak jauh merupakan lari yang membutuhkan ketahanan tubuh yang tinggi, sehingga diperlukan latihan rutin untuk mencapai target.

Selama latihan, detikers dapat merancang target seperti jarak, durasi, kecepatan, hingga teknik lari. Untuk permulaan, bisa memasang target dengan lari rutin setiap hari selama 15-30 menit di pagi atau sore. Setelah itu, dapat dilakukan secara bertahap dengan meningkatkan durasi lari.

2. Menyiapkan Perlengkapan Lari

Selain persiapan fisik, detikers perlu menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan selama lari, misalnya sepatu lari. Pastikan memilih sepatu lari yang cocok dan nyaman untuk mencegah kaki luka atau keseleo.

Sepatu lari yang nyaman dapat membuat aktivitas lari semakin efektif dan bebas dari gangguan seperti cedera.

3. Melakukan Pemanasan dengan Tepat

Pemanasan merupakan aspek terpenting sebelum memulai kegiatan olahraga, termasuk berlari. Hal ini bertujuan untuk menjaga tubuh tetap siap menghadapi gerakan terus-menerus, dan tentunya untuk mencegah cedera.

detikers dapat melakukan pemanasan dengan peregangan otot-otot tubuh dan berlari kecil selama 5-10 menit sebelum mulai berlari. Pemanasan juga dapat dilakukan di sela-sela aktivitas lari untuk mencegah kehabisan waktu. Saat mulai merasa kelelahan, detikers dapat mendinginkan tubuh dengan berjalan.

Asian Sports women using freezing spray for treating injured sportwomen's knee and leg  after runIlustrasi cedera saat lari. Foto: Getty Images/TuiPhotoengineer

4. Mengatur Posisi Tubuh

Posisi tubuh yang tepat saat berlari juga dapat mencegah cedera dan kelelahan selama berlari. Berikut posisi tubuh yang bisa detikers terapkan dalam lari jarak jauh:

  • Tubuh lurus ke depan dan posisi dagu sedikit menghadap ke bawah.
  • Posisi tubuh tetap tegak dan bahu sejajar, tidak miring dan tidak naik turun.
  • Saat berlari, posisi tangan diayunkan dan siku sejajar dengan pinggul.
  • Jaga jarak langkah ketika berlari untuk menghindari kelelahan terlalu cepat.

5. Konsistensi Langkah Selama Berlari

Selain posisi tubuh, langkah kaki juga perlu diperhitungkan selama berlari untuk mencegah cepat lelah. Usahakan jarak di setiap langkah kaki selalu konsisten agar dapat mencapai waktu yang telah ditargetkan.

6. Tetap Terhidrasi Selama Berlari

Daya tahan tubuh dan kondisi tubuh yang fit sangat diperlukan dalam lari jarak jauh. Untuk itu, diperlukan asupan elektrolit yang cukup untuk menghindari tubuh dari dehidrasi. Tubuh yang terhidrasi juga dapat terhindar dari cedera dan kelelahan yang terlalu cepat.

detikers dapat mengisi cairan tubuh sebelum, selamanya, hingga setelah berlari. Hal ini bertujuan agar stamina tubuh tetap terjaga meskipun harus berlari dalam jarak yang jauh.

7. Mengatur Pernapasan

Menurut Jurnal Kepelatihan Olahraga, energi dihasilkan dari proses aerobik, yaitu sistem menghasilkan energi yang membutuhkan oksigen. Seseorang yang mampu menggunakan oksigen secara maksimal memiliki kondisi dan daya tahan tubuh yang lebih kuat.

Untuk itu, detikers perlu melatih pernapasan untuk mendapatkan asupan oksigen yang optimal. Salah satunya yaitu dengan menarik napas dalam-dalam melalui hidung selama dua detik, kemudian membuangnya lagi dengan hidung selama dua detik.

8. Mengonsumsi Nutrisi yang Cukup

Selain latihan rutin, nutrisi seorang pelari juga perlu dioptimalkan sebelum mulai berlari. Salah satu sumber energi utama yang harus dipenuhi yaitu glikogen, simpanan glukosa yang terdapat dalam jaringan otot.

Untuk mencegah penipisan glikogen saat lari jarak jauh, detikers dapat mengonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat, seperti nasi, kentang, atau ubi.

9. Memulai Lari dengan Jalan Santai

Selain melatih pernapasan, detikers dapat memulai jalan santai agar tidak ngos-ngosan selama berlari. Jalan santai juga sebagai bentuk peregangan bagi kaki agar lebih siap untuk bergerak dalam waktu yang lama.

Playing fitness or exercising by walking or running outdoors is currently becoming more popular among health-conscious people to prevent the spread of COVID-19, causing people to often go for a run or walk in parks where the air is fresh.Ilustrasi persiapan lari. Foto: Getty Images/Nattawat Jindamaneesirikul

10. Mengatur Kecepatan dengan Teknik Pacing

Pacing mengacu pada kecepatan yang dipertahankan pelari saat menempuh jarak lari. Satuan yang digunakan dalam pacing adalah menit per kilometer (menit/km). Semakin kecil angkanya, maka semakin cepat pula detikers berlari. Contohnya, pace 5:00/km berarti dalam jarak 1 km, detikers membutuhkan waktu 5 menit.

Dengan memahami teknik pacing, dapat mempermudah detikers dalam memudahkan perkiraan waktu tempuh dan membagi lari dengan split yang rapi dan terkontrol.

Itulah beberapa tips lari jarak jauh yang dapat dilakukan untuk menghindari cepat lelah. Semoga dapat diterapkan dengan benar ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Biar Nggak Bosan dan Cepat Naik Level!


Jakarta

Latihan interval atau interval training sering kali dilakukan para atlet atau pecinta olahraga sebelum benar-benar mulai bertanding.

Tak hanya bagi profesional, latihan interval juga bermanfaat bagi pemula. Biasanya, latihan interval dilakukan dengan gerakan latihan intens yang diselingi dengan jeda ataupun istirahat sebelum bergerak lagi.

Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum penjelasan latihan interval dan cara melakukannya bagi pemula, agar aktivitas lari detikers tetap efektif dan nggak membosankan.


Pengertian Latihan Interval

Mengutip dari Jurnal Sport, Physical Education, Organization, Recreation, Training, latihan interval adalah sistem latihan dengan interval dan istirahat. Latihan ini dapat diartikan sebagai tata cara latihan yang mencampurkan kinerja berulang serta istirahat. Metode latihan interval ditandai dengan konsistensi gerakan dan konsistensi periode istirahat di setiap pengulangan.

Latihan interval sangat penting untuk melatih daya tahan, sehingga atlet dapat mengembangkan kemampuan, kekuatan, serta mempertahankan tenaganya secara bersamaan.

Selain itu, latihan interval juga dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan menjaga kondisi fisik atlet sebelum bertanding.

Jenis Latihan Interval

Terdapat beberapa jenis latihan interval yang dapat disesuaikan dengan gerakan tubuh.

1. Kardio

Kardio merupakan latihan interval yang bertujuan untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Oleh karenanya, latihan ini memiliki durasi lebih lama.

Latihan kardio bisa dimulai dengan lompat tali, yaitu melompat menggunakan tali dengan dua kaki secara berulang selama 5 menit.

Istirahat yang dilakukan pada kardio yaitu dengan menurunkan kecepatan lompatan selama dua menit. Gerakan ini kemudian diulang sebanyak 5-8 kali.

2. Metode tabata

Tabata merupakan jenis interval training yang menerapkan gerakan squat jump, yaitu posisi tubuh berdiri tegak, lalu jongkok, dan melompat langsung.

Gerakan ini dilakukan selama 20 detik dan 10 detik istirahat, kemudian diulang selama 8 kali.

3. Latihan interval pada lari

Pada dasarnya, jenis latihan interval dapat dilakukan dengan gerakan apapun, termasuk berlari. Aturan yang perlu dipatuhi hanyalah gerakan latihan intens dan jeda waktu istirahat yang konsisten dan berulang.

Misalnya, detikers dapat lari cepat selama satu menit dan jalan selama dua menit. Gerakan ini kemudian diulangi selama 5 kali berturut-turut selama 15 menit.

Cara Melakukan Latihan Interval

Meskipun terlihat mudah, latihan interval membutuhkan konsistensi dan jadwal yang rutin untuk hasil yang memuaskan.

Berikut beberapa cara yang bisa detikers lakukan selama latihan interval.

  • Persiapkan fisik dengan mengecek kondisi kesehatan tubuh. Hindari latihan jika tubuh dalam kondisi tidak fit atau kelelahan.
  • Lakukan pemanasan dengan benar sebelum memulai latihan.
  • Mulailah latihan interval secara perlahan lalu menaikkan intensitas secara bertahap. Pada lari, detikers dapat mengkombinasikan sprint (lari cepat) dan jogging 1:2. Kombinasi ini memungkinkan detikers untuk berlari cepat selama 2 menit, lalu jogging selama 1 menit. Ulangi beberapa kali.
  • Selama latihan, jangan lupa untuk tetap terhidrasi dan memastikan kondisi tubuh tetap baik.
  • Lengkapi kebutuhan nutrisi untuk mencegah kekurangan energi.

Demikianlah serangkaian cara melakukan latihan interval untuk meningkatkan performa berlari, khususnya bagi pemula. Semoga membantu ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Jangan Langsung Lari! 8 Gerakan Pemanasan Ini Bisa Cegah Cedera Parah!

Jakarta

Pemanasan penting dilakukan sebelum memulai olahraga, termasuk lari. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan mencegah cedera parah saat lari.

Gerakan pemanasan dapat membantu aliran darah semakin lancar, sehingga otot-otot lebih mudah digerakkan dan tidak kaku. Selain itu melakukan pemanasan sebelum berlari juga memberikan daya tahan yang lebih lama dibandingkan tidak pemanasan sama sekali.

Mengutip dari Student Research Journal, pemanasan (warming up), memberikan manfaat baik secara psikologis dan fisiologis. Secara fisiologis, pemanasan membuat suhu tubuh meningkat dan dapat memperlancar kinerja otot. Sementara secara psikologis, mental cenderung lebih siap untuk melakukan aktivitas fisik.


Nah, bagi detikers yang rutin berolahraga lari, dianjurkan untuk selalu melakukan pemanasan dengan benar. Berikut detikSport telah merangkum 8 gerakan pemanasan yang bisa diterapkan untuk mencegah cedera.

1. Dynamic Pigeon Pose

Gerakan pemanasan yang pertama yaitu dynamic pigeon pose. Gerakan ini bertujuan untuk meregangkan otot-otot lutut, pinggul, hingga bokong. Pada umumnya, pemanasan ini dapat dilakukan sebanyak 5-8 kali.

Berikut tata cara melakukan gerakan pemanasan ini:

  • Posisikan tubuh duduk dan lipat lutut kanan ke depan.
  • Kaki direntangkan ke belakang dengan posisi lurus.
  • Putar tubuh secara perlahan dengan mengangkat tangan kanan ke belakang telinga kanan.
  • Putar tubuh ke kiri sehingga siku dapat menyentuh tubuh.

2. Calf Raise

Calf raise merupakan salah satu gerakan pemanasan yang bertujuan untuk meregangkan otot betis, sehingga dapat efektif digunakan saat berlari. Gerakan ini dapat dilakukan sebanyak 12-15 kali.

Adapun tata cara gerakan calf raise yaitu:

  • Berdiri di tepi tangga sehingga telapak kaki berada di tangga dan tumit menggantung di tepi.
  • Kedua tangan berpegangan pada railing untuk menjaga keseimbangan.
  • Angkat telapak kaki dengan jari-jari kaki lalu turunkan tumit sehingga turun di bawah tangga dan tubuh dapat merasakan otot-otot betis meregang.
  • Tahan peregangan selama beberapa saat.

3. Hip Circles

Hip circles atau latihan otot pinggul bertujuan untuk menjaga fleksibilitas dan stabilitas tubuh. Gerakan ini dapat dilakukan selama 60-10 kali. Berikut tata cara melakukannya:

  • Posisikan tubuh berdiri tegak kemudian tangan berada di pinggul dan kaki dibuka selebar pinggul.
  • Gerakkan pinggul melingkar seperti bermain hula-hoop.
  • Selama melakukan gerakan, berhenti sejenak di depan, belakang, kiri, dan kanan dalam lingkaran.

4. Hip Flexor Stretch

Hip flexor stretch merupakan gerakan yang bertujuan untuk melatih otot paha dan betis, sehingga lebih dinamis saat berlari. Berikut langkah-langkahnya:

  • Posisikan tubuh dengan menekuk lutut ke depan sekitar 90 derajat.
  • Luruskan kaki belakang dan rasakan peregangan pada bagian depan paha belakang.
  • Lakukan walking lunge dengan lutut depan sekitar 90 derajat.
  • Posisikan lutut depan tetap sejajar dengan jari-jari kaki.
  • Tangan diangkat ke atas kepala dan tahan selama beberapa detik.
  • Ulangi gerakan dengan bergeser ke depan saat mengangkat tangan ke atas, lalu turunkan lagi saat sampai di posisi awal.

5. Walking Lunge

Walking lunge bertujuan untuk meregangkan otot utama yang bekerja saat berlari, seperti otot paha dan pinggul. Biasanya, gerakan ini dilakukan sebanyak 10 sesi. Berikut tahapannya:

  • Posisikan tubuh dengan kaki rapat.
  • Ambil langkah panjang ke depan dengan kaki kanan.
  • Lutut depan ditekuk sekitar 90 derajat.
  • Lutut belakang ditekuk hingga menyentuh lantai.
  • Tahan posisi tersebut selama beberapa detik.
  • Ulangi gerakan dengan kaki kiri.

6. Quadriceps

Gerakan pemanasan selanjutnya yaitu quadriceps. Gerakan ini berfungsi meregangkan otot paha depan dan samping, hingga mencegah cedera. Quadriceps sangat tepat dilakukan, khususnya bagi pelari yang melalui medan terjal.

Berikut langkah-langkah pemanasannya:

  • Tubuh berdiri tegak dan kaki ditarik ke belakang menggunakan tangan.
  • Selipkan panggul dan tulang kering ditarik ke arah paha.
  • Lutut tetap mengarah ke bawah saat gerakan berlangsung untuk melindungi sendi.

7. Bent-Knee Forward Swing

Gerakan pemanasan yang dianjurkan selanjutnya yaitu bent-knee forward swing. Gerakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan otot fleksor pinggul agar bergerak dengan dinamis. Berikut tata cara melakukannya:

  • Ayunkan kaki ke arah depan lalu tekuk hingga membentuk sudut 90 derajat.
  • Ayunkan kaki kembali ke arah belakang lalu luruskan.
  • Ulangi gerakan sebanyak 10 kali secara bergantian pada kaki kanan dan kiri.

8. Arm Circles

Arm circles bermanfaat untuk melatih otot bahu, dada, dan punggung atas yang digunakan saat lari. Berikut tata cara gerakannya:

  • Buka lengan sejajar dengan bahu.
  • Lakukan gerakan memutar ke depan dan ke belakang secara bergantian.
  • Ulangi gerakan selama kurang lebih 30 detik.

Demikianlah beberapa gerakan pemanasan sebelum lari untuk mencegah cedera parah. Gerakan-gerakan tersebut dapat dilakukan dengan rutin agar olahraga lari semakin efektif. Semoga membantu ya, detikers!

Multi ethnic group of young  women exercise outdoor, next to the river. They are wearing sport clothing, running, stretching, celebrate and support each other.Ilustrasi berlari. Foto: iStock

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Servis Padel Masih Sering Salah? Ini Cara Benarnya Biar Nggak Fault


Jakarta

Padel merupakan olahraga yang fokus pada akurasi dan kontrol saat bermain. Setelah memahami aturan dasar bermain padel, detikers perlu memahami lebih lanjut terkait teknik, posisi, hingga cara servis yang benar.

Dalam olahraga padel, servis buka hanya sekedar langkah untuk memulai poin, namun kesempatan untuk mengambil inisiatif dan menyusun strategi. Meskipun begitu, masih banyak pemain yang mengabaikan teknik servis yang benar saat awal permainan. Padahal jika dilakukan dengan benar, servis padel bisa memberikan tekanan besar pada lawan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai teknik servis padel, detikers dapat menyimak artikel berikut ini.


Teknik Servis Bermain Padel yang Efektif

Meskipun sekilas mirip dengan tenis, namun teknik servis pada padel jelas berbeda. Dalam padel, servis dilakukan secara underhand. Teknik ini dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah pinggang, cocok bagi pemula atau pemain profesional karena teknik ini dapat menempatkan bola dengan tepat ke arah lawan.

Dalam teknik ini, bola harus dipantulkan ke tanah terlebih dahulu sebelum dipukul, kemudian diarahkan secara diagonal ke kotak lawan. Pastikan detikers menggunakan kekuatan yang ringan, namun tetap akurat. Hindari pukulan yang terlalu tinggi saat bola dipantulkan.

Setelah servis, detikers dapat segera mengambil posisi dekat net, untuk bergantian menjaga area belakang dan depan. Hindari “zona kosong” di antara rekan bermain. Komunikasi dan rotasi posisi juga berperan penting setelah selesai melakukan teknik servis dengan benar.

Selain servis underhand, terdapat beberapa teknik servis padel yang bisa dilakukan agar membuat permainan lebih efektif, yaitu:

  • Teknik Servis Lob, servis ini diarahkan tinggi ke area belakang lawan, bertujuan untuk mengembalikan bola dan memberikan waktu bagi rekan bermain untuk menempati posisi net.
  • Servis Slice, servis dengan memutar pergelangan tangan saat memukul agar sulit untuk diantisipasi lawan.
  • Servis Kuat, servis ini memerlukan kekuatan agar bola dapat melaju secara cepat ke area lawan.
  • Servis Drop, bola dapat dipukul dengan pelan dan dekat ke net lawan. Teknik ini bertujuan untuk mengubah ritme dalam permainan.
  • Servis Body, servis ini diarahkan langsung ke tubuh lawan dan bertujuan untuk membuat lawan sulit mengontrol bola.
  • Servis Kombinasi, gabungan beberapa jenis servis agar lawan kesulitan dalam mengantisipasi bola.
  • Servis Strategis, servis yang menyesuaikan posisi lawan dengan rekan tim.

Demikianlah rangkuman terkait teknik servis padel yang benar agar permainan dapat berlangsung efektif dan konsisten. Semoga dapat membantu ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh