Tag Archives: detikers

Mau Lari 10K Lebih Cepat? Coba Trik Ini, Nomor 3 Wajib Kamu Terapkan!


Jakarta

Belakangan ini, lari menjadi salah satu cabang atletik yang banyak digemari, baik bagi pecinta olahraga bahkan awam. Ada terdapat beberapa nomor lari berdasarkan jarak tempuhnya, yaitu lari 5k, half marathon, full marathon, dan lari 10k.

Lari 10k dinilai memiliki jarak yang yang ideal, tidak terlalu pendek seperti lari 5k, dan tidak terlalu panjang seperti marathon. Bagi para atlet, lari 10k biasanya diimbangi dengan latihan khusus untuk mencapai jarak 8-10 mil (12-16 km).

Nah, bagi detikers yang sedang menekuni nomor lari 10k, terdapat beberapa trik yang bisa diterapkan. Berikut detikSport telah merangkum ulasannya. Yuk, disimak sampai akhir!


7 Trik yang Wajib Diterapkan Agar Lari 10k Lebih Cepat

Lari 10k membutuhkan teknik dan dan daya tahan tubuh yang optimal agar tidak mudah kehilangan tenaga saat bertanding. Berikut beberapa trik yang diterapkan dalam lari 10k.

1. Latihan Interval

Salah satu latihan rutin yang wajib diterapkan sebelum bertanding lari 5k yaitu latihan interval. Mengutip dari Jurnal Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training, latihan interval merupakan serangkaian gerakan cepat dengan jeda singkat di antara setiap rentang. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, daya tahan, dan kapasitas aerobik.

Dalam lari, detikers dapat mengkombinasikan lari cepat dan berjalan santai selama latihan interval. Contohnya, dengan berlari selama 2 menit dan berjalan 1 menit.

2. Hill Run

Cara berikutnya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kecepatan lari 5k yaitu hill run. Jenis lari satu ini dilakukan di bukit yang menanjak dan miring. Kecepatan pelari dilatih saat melalui medan yang menanjak, agar tetap stabil dan tidak jatuh.

Selama latihan, detikers dapat mencari bukit dengan tinggi sekitar 100-200 meter untuk dijadikan rute. Lakukan hill run dengan efektif selama tiga kali seminggu dan jarak tempuh sekitar 15 mil (kurang lebih 24 km).

3. Sprint

Lari sprint atau lari cepat merupakan lari dimana atlet harus menempuh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sprint efektif digunakan sebagai metode latihan untuk mencapai kecepatan yang lebih pada lari 10k.

Dalam penerapannya, sprint akan mudah dilakukan apabila seorang pelari sudah mengetahui average pace-nya, yaitu rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menempuh 1 km dalam satu sesi.

Contohnya, seorang pelari mempunyai average space 5 menit/km. Maka, ia dapat meningkatkan kecepatannya di menit terakhir setiap kilometernya.

4. Tempo Run

Lari tempo atau tempo run merupakan lari dengan intensitas sedang hingga berat, mulai dari jarak tempuh sekitar 5-8 km selama sekitar 20-40 menit.

Tempo run bertujuan untuk meningkatkan kecepatan pelari supaya dapat mencapai jarak tempuh yang lebih jauh dalam waktu yang cukup singkat.

Tak hanya itu, latihan dengan tempo run dapat membantu mengurangi lactat threshold atau penumpukan asam laktat di otot, sehingga detikers dapat berlari tanpa harus mengalami kelelahan yang berlebihan.

5. Lari Fartlek

Lari fartlek merupakan kombinasi lari cepat dan jogging lambat, dapat dilakukan dengan metode latihan interval.

Selama lari fartlek, detikers dapat berlari cepat selama 1 menit, kemudian dilanjutkan dengan lari kecepatan normal selama 2 menit. Latihan ini diulangi sebanyak empat kali.

6. Latihan Mental

Selain fisik dan fisiologis, faktor psikologis juga menjadi penentu keberhasilan dalam lari 10k. Untuk itu, detikers dapat membuat rencana terlebih dahulu sebelum mulai lari. Untuk memberikan suasana yang menyenangkan, detikers dapat berlari sambil mendengarkan musik.

7. Tetap Ternutrisi dan Terhidrasi

Nutrisi menjadi faktor utama kekuatan dan daya tahan tubuh selama berlari, begitupun dengan kebutuhan elektrolit. Selama latihan untuk meningkatkan kecepatan, pastikan detikers memperhatikan panduan nutrisi yang sesuai agar terhindar dari kelelahan dan masalah kesehatan saat bertanding.

Demikianlah beberapa trik yang bisa dilakukan untuk menambah kecepatan pada lari 10k. Jangan lupa diterapkan dengan benar ya, detikers!

Ilustrasi minum air putihPastikan asupan air minum yang cukup agar tetap terhidrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Latihan Marathon 16 Minggu, Rahasia Pelari Pro Tuntaskan 42K Tanpa Drop

Jakarta

Latihan marathon membutuhkan banyak persiapan, tidak hanya sekedar menambah jarak dan intensitas lari. Sebelum mulai latihan, detikers perlu memahami apa saja jenis lari yang bisa dimasukkan ke dalam jadwal latihan marathon.

Latihan marathon 16 minggu dengan menggabungkan variasi latihan dapat meningkatkan daya tahan tubuh, kekuatan , sehingga kemampuan tubuh dalam menyerap energi lebih optimal.

Lebih lanjut, detikers dapat menyimak jadwal latihan marathon 16 minggu berikut ini, lengkap dengan sesi long run, recovery, hingga nutrisi, agar tubuh dapat terhindar dari cedera.


Jadwal Latihan Marathon 16 Minggu

Full marathon atau lari dengan jarak 42k biasanya diiringi dengan program latihan selama 16-20 minggu. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan tubuh untuk lari selama berjam-jam, serta melatih mental agar dapat mempertahankan pace meskipun dalam kondisi kelelahan.

Dalam menyusun jadwal, detikers dapat membagi hari latihan, misalnya pada 4-5 hari termasuk long run, kemudian 1-2 hari latihan kekuatan dan pemulihan. Berikut struktur mingguannya.

Senin : Istirahat total

  • Hari pemulihan penuh setelah long run

Selasa: Interval Training + Strength

  • Misalnya: lari 8×800 m ditambah dengan latihan kekuatan selama 30 menit

Rabu: Recovery Run

  • Durasi: 30-40 menit dengan pace yang sangat ringan

Kamis: Tempo Run atau Fartlek

  • Melatih variasi kecepatan dan fokus ritem pada saat pertandingan

Jumat: Easy Run atau Core Workout

  • Diisi dengan lari ringan atau latihan tubuh bagian tengah.

Sabtu: Medium Long Run

  • Lari dengan 60-75% jarak dari long run utama.

Minggu: Long Run

  • Mulai lari dengan jarak 12 km hingga 32-35 km.

Saat melakukan program latihan, detikers bisa menambah jarak long run maksimal 10% per minggu. Kemudian di minggu terakhir, volume lari bisa dikurangi namun tetap jaga intensitas ringan.

Selain itu, pastikan nutrisi dan elektrolit tetap terjaga. Detikers dapat mengonsumsi karbohidrat kompleks sebelum latihan panjang, minum air secara bertahap dan minuman isotonik setelah selesai latihan.

Demikianlah jadwal latihan marathon 16 minggu yang bisa detikers terapkan sebelum mulai menghadapi lari 42k. Semoga bermanfaat ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Ini 10 Manfaat Lari Pagi, Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar!

Jakarta

Lari pagi merupakan salah satu olahraga ringan yang memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk kesehatan, tetapi juga bermanfaat menyegarkan pikiran.

Olahraga ini juga mudah dilakukan, karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus atau biaya yang mahal. Detikers hanya perlu bangun lebih pagi dan melakukan pemanasan sebelum mulai berlari.

Mengutip dari laman resmi Kemenkes, lari menjadi salah satu olahraga yang banyak memberi manfaat bagi kesehatan. Lari pagi yang konsisten dapat menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan stamina.


Lantas, apa saja manfaat lari pagi untuk kesehatan dan bisa bikin tubuh dan pikiran lebih segar? Yuk, simak artikel berikut sampai selesai.

10 Manfaat Lari Pagi yang Bikin Tubuh dan Pikiran Lebih Segar

Melansir dari detikHealth, berikut beberapa manfaat lari pagi yang bisa menyegarkan tubuh hingga pikiran.

1. Lari Pagi Membuat Lebih Berenergi

Pagi hari menjadi waktu yang paling tepat untuk membangun dan meningkatkan semangat sebelum menjalani aktivitas. Salah satu kegiatan yang bisa detikers lakukan untuk meningkatkan energi yaitu dengan lari pagi.

detikers tidak perlu memakan waktu yang lama saat berlari pagi karena dapat menguras tenaga dan malah membuat kelelahan. Lari pagi cukup dilakukan setidaknya 20 menit saja, sehingga energi yang didapatkan cukup untuk mengawali hari.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kesehatan jantung menjadi aspek utama yang dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Jantung yang sehat akan memompa dan mengalirkan darah kaya akan oksigen dengan lancar ke seluruh tubuh.

Selain itu, dengan lari pagi, risiko detikers terkena penyakit jantung seperti stroke juga menjadi lebih kecil.

3. Menjaga Suhu Tubuh

Di saat sekarang ini, cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Untuk itu, detikers perlu menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dan sejuk terutama pada saat udara panas.

Lari di pagi hari dapat menjaga suhu tubuh agar tetap sejuk. Dengan begitu, meskipun cuaca panas ekstrem, tubuh detikers tidak rentan terhadap risiko penyakit.

4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Manfaat lari pagi yang berikutnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas. Daya tahan tubuh berperan penting dalam melawan berbagai serangan penyakit dan menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan prima.

Daya tahan tubuh yang kuat juga dapat meningkatkan mood sehingga detikers semakin siap untuk menjalani hari.

Sports background. Runner feet running on road closeup on shoe.flare lightIlustrasi olahraga lagi pagi. Foto: Getty Images/Uinmine

5. Membantu Meningkatkan Produktivitas

Manfaat lainnya dari lari pagi yaitu membantu pikiran lebih segar dan meningkatkan kinerja otak. Dengan begitu, hal ini dapat membantu detikers lebih produktif dan bersemangat.

6. Menurunkan Berat Badan

Tidak hanya menjaga kesehatan jantung, lari pagi juga dapat menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan saat berlari, kalori tubuh terbakar, terjadi pengurangan lemak, dan berat badan menjadi turun.

Detikers dapat berlari sebelum mulai sarapan untuk merasakan manfaatnya. Mengutip dari penelitian American Council on Exercise melalui detikHealth, lari selama 40 menit dengan kecepatan 12 menit/mil bagi dengan orang yang memiliki berat badan 150 pon dapat membakar sebanyak 362 kalori.

Bagi detikers yang sedang dalam program menurunkan berat badan, lari pagi yang rutin bisa menjadi pilihan aktivitas sehari-hari, disamping menjaga pola makan dan mengkonsumsi makanan bernutrisi.

7. Menjaga Kesehatan Tulang

Sebagai alat gerak pasif, tulang berperan penting dalam menyokong pergerakan kita sehari-hari. Untuk itu, kesehatan tulang perlu dijaga dengan berolahraga rutin, salah satunya dengan lari pagi.

Saat kita berlari, gerakan tubuh memberi tekanan pada tulang, sehingga mirip dengan olahraga angkat beban. Hal tersebut dapat membuat tulang lebih kuat dan mencegah pengeroposan tulang terjadi lebih cepat.

8. Melancarkan Metabolisme Tubuh

Seperti yang dibahas di atas, lari pagi dapat membakar kalori tubuh. Hal ini disebabkan saat berlari, proses metabolisme terjadi lebih cepat sehingga oksidasi biologi dalam tubuh bekerja dengan efisien.

9. Melancarkan Sirkulasi Darah

Sirkulasi darah yang lancar dapat membuat pergerakan tubuh lebih aktif. Selain itu, oksigen dan nutrisi dapat didistribusikan dengan baik ke berbagai bagian tubuh, seperti mata, rambut, dan permukaan kulit.

10. Menyegarkan Pikiran dan Memperbaiki Mood

Selain secara fisiologis, secara psikologis lari pagi juga bermanfaat, terutama bagi pikiran dan suasana hati. Ketika berlari, otak akan memerintahkan tubuh untuk melepaskan berbagai hormon yang dapat memperbaiki suasana hati, seperti dopamin, serotonin, hingga endorfin.

Hal ini dapat membuat mood detikers jauh lebih baik dan berenergi sehingga siap memulai kegiatan dengan menyenangkan.

Tips Menyiapkan Diri dengan Baik Sebelum Lari Pagi

Persiapan diri sebelum lari pagi menjadi aspek penting, agar manfaat yang dirasakan juga lebih optimal. Berikut tips ataupun cara yang bisa detikers lakukan sebelum lari pagi:

  • Memakai baju olahraga yang sesuai dan bahan yang nyaman.
  • Memakai sepatu olahraga yang nyaman dan mampu melindungi kaki saat berlari.
  • Hindari memutar musik terlalu kencang saat berlari, hal ini dapat memecah fokus.
  • Bangun lebih pagi agar dapat melawan rasa kantuk dan menyiapkan diri dengan baik.

Demikianlah beberapa manfaat lari pagi untuk kesehatan, juga bikin tubuh dan pikiran lebih segar. Jangan lupa untuk tetap rutin lari pagi ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Olahraga Hits yang Lagi Naik Daun di Indonesia

Jakarta

Belakangan ini, padel menjadi olahraga hits yang tengah naik daun di Indonesia. Berbagai kalangan menyukai olahraga ini, mulai dari remaja, karyawan, hingga publik figur.

Ketenaran padel sudah naik semenjak banyak para selebriti dan influencer menyenangi olahraga ini dan membagikannya di media sosial. Hingga kini, olahraga hits tersebut masih digemari masyarakat dengan banyaknya komunitas dan lapangan padel yang berdiri di berbagai daerah. Namun, tahukah detikers, apa sebenarnya olahraga padel?

Berdasarkan sejarahnya, olahraga ini sudah populer di kalangan masyarakat Meksiko pada tahun 1980-1990.


Padel sering dinilai mirip dengan olahraga lainnya seperti tenis dan squash. Meskipun begitu, olahraga yang tengah booming ini ternyata memiliki kekhasannya sendiri, terutama pada alat dan perlengkapan yang digunakan.

Apa Itu Olahraga Padel?

Padel adalah sejenis olahraga raket yang berupa gabungan antara tenis dan squash. Olahraga ini biasanya dimainkan secara doubles atau dua pasangan dengan lokasi bermain berupa lapangan tertutup yang ukurannya lebih kecil dari lapangan tenis.

Mengutip dari Lawn Tennis Association (LTA), persamaan antara tenis dan padel hanya pada penilaiannya saja, sisanya banyak terdapat perbedaan. Lapangan padel dirancang untuk 4 pemain dengan ukuran sekitar 25% lebih kecil dari lapangan tenis.

Tempo permainan olahraga ini juga disesuaikan dengan ukuran lapangannya yang lebih kecil. Oleh karenanya, padel akan sulit jika dimainkan secara tunggal.

Sejarah Singkat Terbentuknya Olahraga Padel

Mengutip dari detikEdu. Olahraga padel pertama kali ditemukan di Meksiko dengan seorang penggemar tenis bernama Enrique Corcuera pada 1969.

Pada masa itu, Enrique bersama istrinya tidak mempunyai lahan yang cukup luas untuk membangun lapangan. Oleh karenanya, ia mulai merancang lapangan tenis versi kecil dengan ukuran 20 x 10 meter di belakang rumahnya, di Puerto de Acapulco, Guerrero, Meksiko.

Lapangan yang dibuat Enrique ini kini dianggap sebagai lapangan padel pertama. Olahraga tersebut pun dinamai “paddle Corcuera” yang dalam bahasa Spanyol berarti dayung atau raket Corcuera.

Pada awal 1970-an, olahraga padel sudah tersebar di beberapa negara seperti Spanyol, Argentina, Uruguay, Prancis, Kanada, dan Amerika Serikat. Olahraga ini dipopulerkan oleh Pangeran Alfonso dari Hohenlohe-Langenburg, Spanyol yang menghabiskan waktu liburannya bermain padel bersama Enrique.

Pada 1998, terbentuklah asosiasi padel nasional pertama bernama “Asociación Padel Argentino” yang kemudian mengadakan kompetisi pada Januari 1998 di Mar del Plata, Buenos Aires.

Selang beberapa tahun kemudian, asosiasi internasional padel didirikan dengan nama International Pdel Federation (IPF) di Madrid, 21 Juli 1991.

Pada tahun 2000-an, kejuaraan padel mulai digelar di berbagai negara dengan kelompok umur yang berbeda-beda. Hingga kini, padel sudah dimainkan oleh puluhan juta orang dari ratusan negara di seluruh dunia.

Aturan Cara Bermain Padel

Sebelum detikers mulai bermain padel, perlu dipahami terlebih dahulu aturan sistem permainan padel, berikut beberapa hal yang perlu diketahui.

  • Jumlah pemain pada olahraga padel terdiri dari dua tim dengan masing-masing diisi oleh dua orang.
  • Lapangan padel berukuran 20 x 10 meter.
  • Permainan diawali dengan memukul bola ke area servis lawan melewati net dan memantul sebelum mengenai dinding.
  • Jika bola mengenai dinding tanpa memantul terlebih dahulu, maka pihak lawan mendapatkan poin.
  • Sistem penilaian padel menggunakan skema 15-30-40.
  • Apabila terjadi deuce, setiap tim perlu merebut dua poin untuk menang.

Demikianlah ulasan lengkap mengenai olahraga padel, mulai dari sejarah hingga aturan bermainnya. Semoga membantu detikers yang mulai menekuni olahraga hits ini, ya!

Sejumlah warga tengah berolahraga Padel di Padel Arena Jakarta, Rabu (3/7/2025). Olahraga padel tengah populer di kalangan masyarakat, khususnya di Jakarta. Padel kini masuk dalam kategori jasa kesenian dan hiburan, dikenai pajak 10 persen.Olahraga padel yang lagi naik daun di Indonesia. Foto: Grandyos Zafna/detikcom

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Lari Sebelum atau Setelah Sarapan, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?


Jakarta

Lari dan sarapan merupakan dua aktivitas yang dapat membuat tubuh menjadi segar dan bersemangat untuk menjalani aktivitas seharian. Selain itu, keduanya juga dapat meningkatkan produktivitas dan membantu kita jauh lebih fokus.

Namun pertanyaannya, apakah sebaiknya lari dilakukan sebelum atau sesudah sarapan?

Beberapa orang memilih untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berlari untuk menghindari masalah seperti sakit perut atau lemas. Namun, sebagian lainnya merasa baik-baik saja jika melakukan lari pagi sebelum sarapan.


Mengutip dari detikHealth, olahraga dan pemenuhan nutrisi merupakan dua aspek penting yang saling berpengaruh. Studi menunjukkan bahwa respon tubuh terhadap olahraga berbeda-beda tergantung apakah seseorang sudah makan atau belum.

Sarapan sebelum lari penting untuk dilakukan namun juga bisa diabaikan tergantung intensitas larinya. Tubuh manusia tetap membutuhkan energi untuk melakukan berbagai aktivitas fisik.

Bagi detikers yang tetap ingin sarapan sebelum lari pagi, maka sebaiknya dapat memilih makanan yang tepat untuk menjaga stamina tubuh.

Berikut beberapa rekomendasi jenis makanan yang dapat dimakan sebelum mulai lari pagi:

  1. Putih telur
    Bagian putih dalam telur mengandung kalium, magnesium, kalsium, hingga vitamin yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, putih telur juga kaya akan protein sehingga detikers dapat menjalani lari tanpa harus merasa kelaparan atau malah kenyang berlebihan.
  2. Pisang
    Salah satu buah yang bisa dikonsumsi sebelum lari yaitu pisang. Buah yang kaya akan potasium ini memiliki kandungan yang mudah dicerna dan dapat memperkuat stamina namun tetap membuat tubuh terasa ringan.
  3. Dada ayam
    Makanan kaya akan protein lainnya yaitu dada ayam. Daging pada dada ayam mengandung 27 gram protein dan vitamin B6, sehingga sangat cocok meningkatkan daya tahan tubuh.
  4. Roti panggang
    Roti panggang mengandung karbohidrat yang dapat mengembalikan energi yang digunakan saat berlari. Dengan begitu, detikers tidak akan merasa cepat lelah.
  5. Oatmeal
    Oatmeal merupakan makanan berbahan dasar gandum yang kaya akan serat dan karbohidrat. Saat sarapan dengan oatmeal, tubuh akan mencerna karbohidrat sehingga gula darah akan tetap stabil selama berlari.

Demikianlah jawaban terkait pernyataan apakah sebaiknya sarapan atau tidak sebelum berolahraga lari pagi. Semoga dapat membantu ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Ingin 5K di Bawah 30 Menit? Coba 7 Tips Lari Cepat Ini!

Jakarta

Lari 5K atau lari dengan jarak 5 kilometer merupakan salah satu kategori kompetisi lari yang cukup digemari pelari di seluruh dunia.

Kategori ini dinilai menantang, khususnya bagi pelari profesional yang sudah berpengalaman. Namun tidak menutup kemungkinan dapat dicapai oleh pelari pemula dengan latihan rutin.

Lari 5k pada umumnya memiliki rata-rata waktu tempuh 20-30 menit. Untuk mencapai waktu tempuh di bawah 30 menit, diperlukan latihan bertahap dan konsisten.


Nah, pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum beberapa tips bagi detikers yang ingin mencapai lari 5k di bawah 30 menit. Yuk, disimak sampai selesai!

7 Tips Lari Cepat agar Mencapai Waktu di Bawah 30 Menit

Jika detikers ingin memperbaiki catatan waktu 5k, dapat menyimak beberapa tips berikut ini.

1. Latihan lari dengan intensitas tinggi

Salah satu cara yang dapat dilakukan agar 5k mencapai waktu di bawah 30 menit yaitu dengan latihan interval. Detikers dapat berlatih dalam waktu singkat, contohnya lari cepat selama 1 menit lalu dilanjutkan dengan lari ringan selama 2 menit.

Latihan ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh sebelum memulai lari dengan jarak yang lebih jauh.

2. Latihan angkat beban

Selain latihan lari, detikers juga dapat melakukan angkat beban untuk memperkuat otot kaki agar tetap stabil saat berlari.

Kegiatan berlariKegiatan berlari. Foto: Thinkstock

3. Memenuhi kebutuhan nutrisi dengan tepat

Selain latihan rutin, pemenuhan nutrisi yang tepat juga menjadi aspek penting sebelum mulai mengejar target lari 5k di bawah 30 menit.

detikers perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, terutama yang mengandung banyak karbohidrat dan protein sebagai sumber energi utama dalam berolahraga.

4. Memahami teknik lari yang benar

Selain meningkatkan kecepatan, teknik lari yang benar juga dibutuhkan saat lari 5k. detikers perlu memperhatikan postur tubuh ketika berlari. Selain itu, pernapasan yang teratur juga diperlukan agar daya tahan tubuh tetap stabil.

5. Menentukan waktu istirahat yang tepat

Istirahat yang cukup dibutuhkan selama sesi latihan. Hal ini bertujuan untuk menghindari masalah saat berlari, seperti cedera dan cepat lelah.

Dengan memperhatikan waktu istirahat, detikers dapat meningkatkan kecepatan dan performa lari.

6. Mengatur kecepatan lari dengan teknik pacing

Teknik pacing mengacu pada metode yang digunakan untuk mempertahankan kecepatan yang konsisten selama berlari.

Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

  • Pace per kilometer, teknik dimana pelari membagi jarak dengan waktu target dan berlari pada kecepatan yang sama setiap kilometer.
  • Pace per zona detak jantung, pada teknik ini, pelari memantau detak jantung agar tetap sesuai dengan target kecepatan.
  • Pace intuitif, yaitu teknik dimana pelari dapat berlari pada kecepatan yang terasa nyaman, namun tetap berkelanjutan.
    Saat latihan, kecepatan lari menjadi salah satu aspek yang penting. Sebaiknya, detikers jangan terlalu sering berlari dengan kecepatan tinggi agar daya tahan tetap stabil sehingga dapat menambah waktu latihan.

7. Memperhatikan Rasa Lelah dan Cedera

Selama latihan, detikers dapat meningkatkan jarak latihan. Namun, peningkatan ini juga dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman. Jika sudah mulai merasa lelah atau sakit, detikers perlu beristirahat untuk mencegah cedera.

Demikian beberapa tips yang bisa detikers terapkan selama latihan untuk memperbaiki catatan waktu lari 5k. Semoga membantu ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Mana yang Lebih Bakar Kalori dan Efektif?


Jakarta

Lari merupakan salah satu olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama dalam membakar kalori. Namun lari di luar atau treadmill, manakah yang lebih efektif?

Baik lari di luar ruangan atau treadmill, keduanya tetap memiliki manfaat lari yang bisa dirasakan langsung oleh tubuh. Namun, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa dilihat dari hasil olahraga detikers. Berikut beberapa perbedaan lari di treadmill dan luar ruangan.

1. Kalori yang Dibakar Saat Berlari

Mengutip dari Harvard Health Publishing, perbedaan pembakaran kalori dapat dilihat dari kondisi medan dan cuaca yang dilalui pelari. Saat berlari di luar ruangan, tubuh cenderung membakar lebih banyak kalori dibandingkan treadmill.


Hal ini dikarenakan medan yang dilalui saat berlari di luar lebih menantang dan bervariasi, seperti aspal, tanah, hingga area bebatuan. Medan ini mendorong tubuh untuk menjaga keseimbangan selama berlari.

2. Efektivitas Lari

Berdasarkan penelitian Journal of Sport Sciences, menyesuaikan kemiringan treadmill sebesar 1% dapat menyamai level kesulitan saat berlari di luar. Saat berlari di treadmill, detikers dapat dengan mudah mengatur kecepatan, kemiringan, dan durasi berlari. Dengan begitu, latihan yang dijalani lebih terkontrol dan efektif.

Latihan lari di treadmill juga membantu detikers untuk menghindari gangguan atau faktor lingkungan yang tak terduga.

3. Sisi Psikologis dan Kesehatan Mental

Kondisi di luar ruangan memungkinkan kita untuk menghirup udara secara alami dan terhubung langsung dengan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa lari di luar ruangan lebih efektif untuk mengurangi stres, kecemasan, dan memperbaiki suasana hati, sebab pemandangan alam yang serba hijau akan membuat pikiran lebih relaks.

4. Risiko Kelelahan dan Cedera

Mengutip dari Healthline, lari di luar ruangan memungkinkan dehidrasi terjadi lebih cepat jika tidak memperhatikan pakaian yang digunakan. Selain itu, faktor lingkungan seperti cuaca dan suhu juga dapat mempengaruhi risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi.

Sementara itu, lari di treadmill dapat dilakukan dengan waktu yang fleksibel tanpa memikirkan cuaca dan suhu yang tidak menentu.

Risiko cedera juga kemungkinan besar terjadi di luar ruangan sebab medan yang dilalui berbeda dengan di dalam ruangan. Contohnya, saat berlari di daerah bebatuan atau jalan beraspal, akan berakibat buruk pada kesehatan tulang dan sendi.

Woman running. Female runner jogging, training for marathon. Fit girl fitness athlete model exercising outdoor.Lari di luar ruangan. Foto: Thinkstock

5. Kenyamanan saat Berlari

Kelebihan lainnya saat berlari di treadmill yaitu kenyamanannya. detikers dapat berlari di dalam ruangan tanpa perlu khawatir gangguan dari luar, seperti terik matahari, hujan, atau polusi udara. Bahkan saat menggunakan treadmill, detikers dapat melakukan aktivitas lain seperti mendengarkan musik dan menonton tv.

Sementara itu, lari di luar ruangan juga memberikan pengalaman yang lebih menyehatkan dan membuat pikiran segar. Saat berlari di luar ruangan, detikers mendapatkan manfaat langsung berupa Vitamin D dari paparan cahaya matahari. Selain itu, lari di luar memberikan tantangan sendiri terkait kondisi alam, mulai dari cuaca dan kelembaban udara.

Itulah beberapa kekurangan dan kelebihan terkait lari di treadmill dan luar ruangan. Keduanya tetap bermanfaat meskipun memiliki perbedaan. Semoga dapat menjawab pertanyaan ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Cara Mulai Olahraga Lari untuk Pemula, Konsistensi Jadi Kunci

Jakarta

detikers punya rencana menggeluti hobi olahraga lari tapi masih ragu-ragu memulai? Yuk simak bagaimana caranya. Yang pasti, konsistensi jadi kunci!

Lari relatif menjadi olahraga yang praktis untuk dilakukan. Kian menarik karena banyak manfaat yang bisa didapat dari olahraga yang satu ini, termasuk aspek kesehatan mental dan fisik.

Sebagai awalan, untuk memulai, yang dibutuhkan adalah keinginan untuk bisa berolahraga lari secara konsisten. Artinya, bukan cuma ikut-ikutan atau kena FOMO di tengah merebaknya tren lari.


Nah, itu mengapa konsistensi menjadi kunci cara mulai olahraga lari untuk pemula. Butuh konsistensi untuk bikin olahraga lari menjadi sesuatu yang detikers lakukan sebagai kebutuhan, alias dilakukan dengan rutin.

Sehubungan dengan itu, bagaimana sih caranya agar bisa menumbuhkan konsistensi itu? Tenang, ini ada beberapa hal yang bisa detikers lakukan!

Tips Lari agar Konsisten bagi Pemula

1. Buat goals/target

Sebelum melakukan olahraga lagi, ada baiknya detikers menyusun terlebih dulu goals atau target yang hendak dicapai. Bisa diawali dengan beberapa hari ke depan, lalu beberapa pekan ke depan, sampai beberapa bulan ke depan.

Untuk pemula, goals ini bisa dibuat dengan simpel dulu. Misalkan, diawali dengan target sederhana “aku ingin berlari rutin setiap hari selama satu minggu ke depan!”.

Jika konsistensi sudah mulai tertanam, dari situ detikers bisa membuat goals berikutnya semisal akan berlari sejauh 2 kilometer bulan depan, lalu 4 kilometer di bulan berikutnya, dan seterusnya.

2. Susun sendiri jadwalmu

Perkara waktu acapkali juga menjadi kendala dalam urusan konsistensi. Di tengah kesibukan, terkadang tidak mudah mencari waktu luang untuk bisa konsisten berlari.

Untuk itu, detikers bisa mencoba buat jadwal lari yang sesuai dengan aktivitas keseharian. Di awal-awal, bisa saja dibuat sebanyak dua kali dalam seminggu dengan jarak/target tertentu.

Nah, jika sudah terbiasa, detikers perlahan-lahan bisa membuat penyesuaian lebih lanjut dalam jadwal itu demi menciptakan konsistensi.

3. Jalan santai dulu

Bagi detikers yang terbilang jarang beraktivitas fisik, memulai olahraga lari untuk pemula berpotensi bikin tubuh “kaget”. Untuk itu terkadang diperlukan fase penyesuaian/transisi terlebih dulu.

Hal itu bisa detikers lakukan dengan mencoba berjalan santai dulu. Cara ini dapat “menyiapkan” fisik, terutama tubuh bagian bawah, untuk lebih siap menempuh jarak yang lebih jauh.

Apalagi bisa dibilang aktivitas jalan santai ini termasuk ke dalam pemanasan sebagai peregangan kaki. Jika tubuh dirasa sudah siap, detikers bisa menambah kecepatan secara perlahan.

4. Cari teman

Bagi pemula, konsistensi menjalani olahraga lari juga bisa tumbuh manakala ada “teman barengan”. Bisa saja teman yang sama-sama ingin memulai olahraga lari, atau yang sudah punya jam terbang lebih banyak.

Berteman dengan orang yang sudah sering berlari bukan cuma bisa tempat menggali motivasi. detikers juga jadi bisa bertanya-tanya tentang saran lari yang aman dan nyaman.

Seiring waktu, detikers juga bergabung dengan komunitas lari yang banyak ditemukan di kota-kota besar.

5. Niat kuat, jangan cari Alasan

Dalam memulai olahraga lari untuk pemula, detikers harus terlebih dulu punya niat agar bisa konsisten. Untuk itu, cobalah hindari memunculkan alasan-alasan yang membuat detikers batal berlari.

Memang, sih, mendapat waktu luang di tengah kesibukan terkadang bikin mager alias malas gerak. Tapi detikers harus punya niat kuat untuk menepikan pikiran-pikiran semacam, “rebahan dulu deh, larinya bisa nanti…”.

Ingat, jika kamu sudah memiliki goals yang ingin dicapai maka konsistensi adalah kuncinya. Lawan rasa malas dan alasan-alasan yang membuatmu mengurungkan niat untuk lari.

(krs/nds)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Berapa Kalori Terbakar Saat Lari 30 Menit? Yuk Hitung


Jakarta

Pernah penasaran dengan berapa kalori yang terbakar saat lari selama 30 menit? Jawabannya bervariasi, alias bergantung pada sejumlah aspek. Tapi ada estimasinya kok. Yuk coba hitung!

Pada dasarnya jumlah kalori yang terbakar saat melakukan aktivitas seperti lari bergantung pada sejumlah aspek. Antara lain berat badan, kecepatan lari, durasi, tingkat elevasi medan, dan lainnya.

Merujuk Harvard Health Publishing, berlari dengan kecepatan 8 km/jam (sekitar 7 menit, 27 detik per km) bisa membakar kalori secara variatif yakni 240 kalori (berat badan 57 kg), 155 (70 kg), dan 185 (83 kg).


Estimasi itu akan berubah lagi jika lari dilakukan dengan kecepatan 9,6 km/jam (sekitar 6 menit, 12 detik per km). Ada 495 kalori terbakar (57 kg), 360 (70 kg), dan 420 (83 kg).

Merujuk data American Council on Exercise, dicontohkan bahwa seseorang yang memiliki bobot 54 kg akan membakar 11,4 kalori per menit pada saat berlari.

Patut dicatat bahwa ini pun sejatinya masih sekadar estimasi. Menurut peneliti Université Côte d’Azur, Prancis, pada dasarnya semakin banyak tenaga yang dikeluarkan, maka semakin banyak pengeluaran kalori dari tubuh.

Pada dasarnya, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pembakaran kalori saat berlari. Antara lain berat badan, kecepatan lari, durasi lari, dan intensitas lari.

Untuk mengestimasikan itu semua, detikers bisa memakai sejumlah kalkulator kalori. Di runbundle, misalnya. Mari kita hitung berapa kalori yang terbakar saat beraktivitas lari selama 30 menit!

Hitung KaloriMenghitung kalori lari selama 30 menit. Foto: Dok. Runbundle

Di situs itu detikers terlebih dulu akan diminta untuk memasukkan berat badan, jarak lari, durasi/kecepatan lari, dan tingkat elevasi medan lari yang dilalui.

Sebagai contoh, jika seseorang dengan berat badan 170 kg berlari sepanjang 1,5 km dalam waktu 30 menit dengan medan lari datar, kalori yang terbakar berada di kisaran 251 kcal.

Tak cuma situs tersebut, ada sejumlah aplikasi yang bisa detikers pakai buat menghitung estimasi kalori terbakar saat lari 30 menit. Apalagi fitur calorie tracking semacam itu juga sudah dibenamkan ke sejumlah aplikasi lari populer.

(krs/krs)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Aplikasi Lari Terbaik 2025 buat Android dan iOS

Jakarta

Buat detikers yang lagi hobi lari dan ingin merekam aktivitas itu lewat aplikasi lari terbaik saat ini, simak informasi berikut!

Dengan bantuan teknologi, pengalaman berlari detikers bisa menjadi lebih menyenangkan. Data yang tercatat di aplikasi lari ini pun bisa membuat aktivitas larimu menjadi lebih efektif.

Berikut aplikasi lari yang bisa menemani detikers saat berlari, yang bisa di-install di HP berbasis Android dan iOS-nya iPhone.


1. Strava: Run, Bike, Hike

Seperti terindikasi dari namanya, aplikasi Strava tidak cuma bisa dipakai untuk berolahraga lari tapi juga buat aktivitas lain. Aplikasi ini memungkinkan detikers untuk melacak rute, kecepatan, dan jarak.

Yang bikin Strava ini kian populer adalah fitur sosial yang memungkinkan penggunanya berbagi pencapaian dan mengikuti pengguna lain, termasuk atlet professional, untuk melihat perkembangan latihan mereka.

2. Relive, Run, Ride, Hike & More

Seperti halnya Strava, Relive juga tidak semata ditujukan untuk pengguna lari. Pelaku aktivitas olahraga lain juga bisa memaksimalkan aplikasi ini.

Salah satu hal yang membuat Relive jadi buah bibir adalah kemampuannya untuk membuat video 3D dari aktivitas lari. Video ini menampilkan rute yang detikers tempuh, lengkap dengan foto dan video yang ambil selama berlari.

3. Map My Run GPS Running Tracker

Lewat aplikasi Map My Run, detikers bisa melacak dan memetakan rute lari. Tersedia pula analisis soal kecepatan lari dan elevasi.

Ada pula fitur rencana pelatihan yang dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran dan tujuan pengguna, tip pelatihan yang dipersonalisasi dan pelatihan audio real-time.

4. Running App – GPS Run Tracker

Sesuai namanya, aplikasi lari ini memakai teknologi GPS untuk melacak rute, jarak, kecepatan, dan elevasi aktivitas lari penggunanya.

Data itu disediakan untuk membantu para pelari dalam memahami performa mereka dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai target.

5. Google Fit: Activity Tracking

Lewat aplikasi Google Fit, detikers bisa memantau statistik larimu dengan memaksimalkan sensor pada HP (seperti akselerometer dan penghitung langkah).

Bahkan setiap aktivitas dalam keseharian juga bisa terdeteksi secara otomatis, sehingga detikers bisa menambahkannya ke dalam jurnal Google Fit demi memastikan pergerakanmu tercatat.

6. Nike Run Club – Running Coach

Aplikasi lari dari perusahaan alat olahraga populer ini menawarkan sejumah fitur untuk para penggunanya. Mulai dari melacak rute, jarak, kecepatan, dan elevasi selama lari.

Ada pula fitur komunitas yang memungkinkan interaksi antar pengguna Nike Run Club – Running Coach, atau membandingkan performa satu sama lain di papan peringkat.

7. Adidas Running – Run Tracker

Satu lagi aplikasi lari dari sebuah nama yang sebelumnya sudah kondang sebagai perusahaan alat olahraga, kali ini dari Adidas. Seperti aplikasi lain, ada fitur pencatat yang memaksimalkan teknologi di HP pengguna.

Selain itu, Adidas Running – Run Tracker juga memiliki fitur tantangan dan komunitas, yang bukan cuma ditujukan demi memotivasi penggunanya tetap konsisten, tetapi juga menambahkan elemen kesenangan dan kompetisi sehat.

(krs/pur)



Sumber : sport.detik.com