Tag Archives: detikers

Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan dan Waktu Terbaik Jogging

Jakarta

Ada banyak manfaat yang bisa detikers dapatkan dari aktivitas lari pagi, khususnya bagi kesehatan. Apa saja?

Lari pagi atau jogging punya sejumlah manfaat bagi tubuh dan mental. Selain meningkatkan stamina, manfaat lari pagi antara lain adalah mengurangi stres.

Olahraga lari pagi juga terbilang relatif hemat waktu. Healthline menyebut, detikers tidak perlu berlama-lama lari pagi. Manfaat lari pagi sudah bisa didapat dengan durasi minimal 10 menit, dengan catatan dilakukan secara rutin.


Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan

Seperti dirangkum dari detikHealth dan detikBali, ada banyak manfaat lari pagi untuk kesehatan. Bukan cuma kesehatan fisik, tapi juga mental. Apa saja?

1. Lari pagi bisa mengurangi stres

Dengan lari pagi, suasana hati dan pikiran bisa menjadi lebih segar. Ini dikarenakan lari pagi dapat melepaskan hormon bahagia dan mengurangi level kortisol.

2. Lari demi hindari potensi serangan jantung

Saat detikers berolahraga, hormon kortisol bakal menjalankan fungsinya sebagai pengatur gula darah agar gula bisa diolah menjadi sumber energi.

Kenapa hal itu penting? Pada saat hormon kortisol berlebih, tubuh akan menyimpan banyak lemak yang bisa memicu peningkatan berat badan dan obesitas yang jika terus dibiarkan, bisa menjadi penyebab penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, serangan jantung, dan stroke.

Dengan kata lain, jogging setiap pagi juga bikin detikers bisa menjaga kesehatan jantung. Pada saat jogging, jantung akan terus terpompa, meningkatkan aliran oksigen ke seluruh tubuh.

Lewat olahraga lari, paru-paru juga akan terus bekerja untuk memasok oksigen tambahan yang dibutuhkan otot. Hal itu bisa membuat paru-paru menjadi lebih kuat.

3. Lari pagi guna meningkatkan kinerja otak

detikers bisa lebih fokus dalam melakukan aktivitas harian karena lari lagi dapat meningkatkan kinerja otak. Lari pagi rutin melancarkan sirkulasi darah ke otak, akibatnya jaringan frontal dan parietal pun semakin terhubung dengan kuat sehingga kemampuan kontrol diri dan daya ingat akan semakin baik.

4. Lari pagi bikin tidur lebih nyenyak

Aktivitas lari pagi membuat badan aktif sejak pagi hari sehingga berpotensi lebih segar di siang harinya. Hal itu, pada akhirnya berpeluang membantu detikers tidur lebih cepat dan nyenyak.

Ilustrasi tidurLari pagi rutin bisa membuatmu tidur lebih nyenyak. Foto: Getty Images/fizkes

5. Lari pagi menguatkan tulang

Jika tidak pernah atau jarang olahraga, pada awalnya aktivitas lari pagi akan bikin badan detikers pegal-pegal. Tapi kalau terus dilakukan secara rutin, tulang dan otot bakal semakin kuat.

Nah, tulang kuat akan bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, osteoarthritis, dan penyakit tulang lain. Tapi jika detikers merasa sakit yang tidak wajar karena olahraga lari, hentikan dulu aktivitas itu dan segera konsultasikan dengan ahlinya ya!

Buat yang kesehariannya banyak duduk, olahraga fisik seperti lari pagi juga bisa menjaga fleksibilitas tulang belakang karena duduk lama dapat meningkatkan tekanan pada diskus (bantalan pelindung tulang belakang).

6. Lari pagi untuk anti penuaan

Melakukan jogging secara rutin membuat detikers berpotensi menghirup udara lebih segar dan paparan sinar Matahari yang masih kaya manfaat di pagi hari. Di saat bersamaan, kulit akan mendapat lebih banyak oksigen dan pasokan darah.

Waktu terbaik lari pagi atau jogging

Idealnya, lari pagi dilakukan secara rutin setiap hari. Tapi jika tidak bisa, detikers bisa mengusahakannya 3-4 kali dalam sepekan.

Untuk pemilihan waktu, detikers bisa menyesuaikan dengan situasi-kondisi lingkungan masing-masing. Tapi disarankan agar olahraga lagi pagi dilakukan sebelum pukul 08.00 WIB atau 09.00 WIB.

Hal itu dilakukan demi mendapatkan paparan terbaik dari sinar Matahari, yang merupakan sumber vitamin D. Sehingga, akan ideal jika lari pagi dilakukan mulai pukul 05.30 WIB atau 06.00 WIB. Tapi tetap waspada dan berhati-hati ya!

(krs/nds)



Sumber : sport.detik.com

East Kemang Padel, Lapangan Strategis & Privat di Kawasan Jaksel

Jakarta

Sedang cari lapangan padel yang berlokasi strategis dan bisa menjadi tempat berolahraga yang nyaman? East Kemang Padel Court bisa jadi pilihan!

East Kemang Padel Court bisa menjadi pusat energi positif yang mengedepankan kesehatan, kebersamaan, dan gaya hidup sehat buat detikers yang sedang mencari lapangan padel.

Peresmian lapangan ini sendiri dipimpin oleh Ir. Dewi Arimbi Soeharto H. Alamsjah RPN, Wakil Ketua Umum Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya. Ia memperkenalkan East Kemang Padel Court sebagai destinasi olahraga privat dengan fasilitas modern di kawasan Kemang.


Menurut Dewi Arimbi, padel bukan sekadar tren melainkan wadah penting untuk menjaga kesehatan jasmani, ketenangan rohani, sekaligus mempererat interaksi sosial.

Fasilitas Lengkap untuk Keluarga dan Komunitas

East Kemang Padel Court dirancang sebagai pusat gaya hidup sehat. Fasilitas yang tersedia antara lain:

  • Lapangan padel dengan standar internasional
  • Restoran sehat dengan menu bergizi
  • Studio yoga untuk relaksasi dan kebugaran

Rencana pembangunan playground anak agar seluruh anggota keluarga bisa ikut menikmati waktu bersama
Konsep ini menjadikan East Kemang Padel Court sebagai ruang aman bagi figur publik, masyarakat urban, maupun komunitas yang ingin berolahraga dengan nyaman tanpa gangguan.

Daya tarik utama dari East Kemang Padel Court adalah konsep privat yang memberikan kenyamanan lebih, terutama bagi pengunjung dari kalangan figur publik yang mencari ruang aman untuk berolahraga.

Keseruan Padel Connect juga hadir berkat dukungan partner dari Penerbit Erlangga yang membawa semangat edukasi, Fraser Residence dengan kenyamanan modern untuk gaya hidup aktif, dan juga Peanut Coffee yang siap jadi teman ngopi penuh energi setelah main padel.

(krs/aff)



Sumber : sport.detik.com

Baru Mau Mulai Lari? Ini Cara Tepat agar Nggak Cepat Lelah dan Cedera!

Jakarta

Bagi pemula, cedera dan kelelahan masih sering dirasakan, bahkan pada beberapa menit pertama lari. Napas terengah-engah hingga nyeri otot seringkali mengganggu aktivitas lari.

Nah, bagi detikers yang baru mulai menekuni olahraga lari, berikut beberapa cara mulai olahraga lari untuk pemula terutama agar tidak mudah lelah dan cedera. Yuk, disimak sampai selesai!

5 Cara Berlari agar Tidak Cepat Lelah dan Cedera

Terdapat beberapa cara yang bisa detikers lakukan untuk terhindar dari cedera dan lelah yang terlalu cepat pada saat melakukan aktivitas lari. Berikut uraiannya.


1. Memeriksa Kondisi Kesehatan Sebelum Berlari

Persiapan sebelum berlari menjadi aspek terpenting agar manfaat yang dirasakan lebih optimal. Salah satu persiapan yang harus detikers lakukan yaitu memeriksa kondisi kesehatan terlebih dahulu.

Dalam hal ini, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli seperti tenaga medis ataupun dokter, terutama bagi detikers yang sudah berusia di atas 40 tahun dan memiliki riwayat penyakit bawaan.

Dengan mengetahui kondisi medis, detikers dapat mengatur durasi, intensitas lari, hingga elevasi medan lari menyesuaikan dengan kesehatan.

2. Pemanasan Sebelum Berlari

Pemanasan sangat penting dilakukan sebelum memulai berbagai aktivitas olahraga, termasuk lari. Pemanasan bertujuan untuk mempersiapkan otot sebelum melakukan kegiatan yang cukup berat. Otot akan terasa lebih kaku dan mudah untuk terkena cedera jika detikers tidak memulai lari dengan pemanasan.

Sebelum mulai berlari, pemanasan dapat dilakukan dengan lari-lari kecil dengan kisaran waktu 10-15 menit. Selanjutnya, detikers dapat melakukan peregangan dinamis pada kaki.

3. Mendapatkan Nutrisi yang Memadai

Nutrisi diperlukan bagi tubuh untuk melaksanakan berbagai proses metabolisme untuk menghasilkan energi. Salah satu energi yang digunakan dalam berlari yaitu glikogen, bentuk sederhana dari karbohidrat.

Jika kekurangan glikogen, detikers akan cepat merasa lelah meskipun kesehatan dalam kondisi baik. Oleh karenanya, dibutuhkan sumber energi dari makanan yang kaya akan nutrisi, seperti karbohidrat, protein, dan mineral.

Sebelum berlari, pastikan perut dalam keadaan terisi agar kadar gula darah tetap stabil dan tidak menimbulkan kelelahan yang cepat.

woman runner hold her injured leg on roadAwas cedera saat berolahraga lagi! Foto: Getty Images/iStockphoto/lzf

4. Memantau Intensitas Lari

Ketika berlari, detikers perlu memantau intensitas lari dan menentukan detak jantung dengan menggunakan skala RPE dan MHR.

Rate of Perceived Exertion atau Skala RPE merupakan skala yang digunakan untuk mengukur seberapa keras kamu berlari. Sementara MHR (Max Heart Rate) adalah jumlah detak jantung selama berlari.

Pengukuran ini diperlukan untuk menjaga daya tahan dan mengatur kecepatan detikers saat berlari.

5. Mengatur Pernapasan Saat Berlari

Mengatur pernapasan saat berlari dapat menjaga daya tahan detikers. Dengan begitu, seiring meningkatnya daya tahan, durasi berlari juga bisa dibuat lebih lama tanpa takut merasa lelah dengan cepat.

Salah satu metode pernapasan yang dapat diikuti yaitu dengan menggunakan pola 1:2. Di setiap dua langkah, detikers dapat langsung mengambil satu tarikan napas. Namun pola ini dapat disesuaikan dengan ritme dan kemampuan detikers.

Itulah beberapa cara atau tips cara mulai olahraga lari untuk pemula yang bisa detikers lakukan, khususnya untuk menghindari cedera dan mudah lelah saat mulai melakukan aktivitas tersebut. Semoga bermanfaat ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)



Sumber : sport.detik.com

Lari 30 Menit Bisa Bakar Ribuan Kalori? Ini Perhitungannya yang Bikin Kaget

Jakarta

Salah satu manfaat lari yang bisa kita rasakan yaitu pembakaran kalori. Apa detikers pernah penasaran berapa kalori terbakar saat lari 30 menit?

Hal ini penting diketahui terutama bagi detikers yang sedang dalam program mengurangi berat badan atau ingin mendapatkan berat badan yang ideal.

Selain durasi berlari, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jumlah kalori yang terbakar. Beberapa di antaranya seperti berat badan, kecepatan, berlari, lokasi lari, hingga tingkat elevasi medan lari yang dilalui.


Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum perhitungan berapa kalori yang terbakar saat berlari 30 menit. Yuk, simak sampai selesai!

Perhitungan Kalori yang Terbakar saat Berlari 30 Menit

Beberapa aspek seperti berat badan, kecepatan lari, hingga usia juga mempengaruhi jumlah kalori yang dibakar saat berlari 30 menit.

Harvard Health Publishing melaporkan bahwa berlari dengan kecepatan 8 km/jam mampu membakar kalori dengan jumlah yang berbeda-beda, yaitu bagi berat badan 57 kg (240 kalori), 70 kg (155 kalori), dan 83 kg (185 kalori).

Estimasi tersebut dapat berubah jika kecepatannya juga diubah, misalnya menjadi 9,6 km/jam, maka akan membakar sebesar 495 kalori (57 kg), 360 kalori (70 kg), dan 420 kalori (83 kg).

Namun, perhitungan tersebut masih berupa estimasi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembakaran kalori saat berlari. Beberapa di antaranya yaitu berat badan, durasi, dan identitas lari.

Agar dapat mengestimasikan dengan tepat, detikers dapat menggunakan beberapa aplikasi kalkulator kalori seperti runbundle. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk dapat menghitung jumlah kalori yang terbakar dengan menginput beberapa data seperti berat badan, jarak, durasi lari, hingga tingkat elevasi medan lari.

Women running in to the shadowKalori yang terbakar saat olahraga lari punya rumus penghitungan. Foto: Getty Images/Primoz_Korosec

Selain menggunakan aplikasi, detikers juga bisa menghitung kalori yang terbakar menggunakan rumus sederhana. Rumus ini digunakan dalam dunia olahraga untuk mengestimasi energy expenditure. Rumusnya sebagai berikut.

Calories = (Time x MET x 3.5 x Weight) / 200

Rumus ini memiliki keterangan dimana time merupakan waktu atau durasi berlari, weight (berat badan), 3.5 (konstanta angka konsumsi oksigen) dengan satuan ml/kg/min, 200 (faktor konversi kalori), dan MET (Metabolic Equivalent of Task), yaitu angka pada intensitas lari.

Demikianlah pembahasan terkait perhitungan berapa kalori terbakar saat lari 30 menit. detikers dapat memilih untuk menggunakan aplikasi atau rumus sederhana. Semoga membantu ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)



Sumber : sport.detik.com

Apa Itu Padel? Olahraga Unik yang Lagi Viral di Kalangan Seleb dan Ekspat!

Jakarta

Terdapat beragam olahraga yang menarik dan seru untuk dimainkan di dunia. Salah satunya yang kini sedang digandrungi para selebriti dan ekspat adalah padel.

Olahraga viral ini sekilas mirip dengan permainan tenis dan squash. Namun, perbedaannya terletak pada ukuran lapangan, sistem bermain, hingga alat yang digunakan.

Apa sebenarnya olahraga padel? Nah, untuk memahami lebih lanjut, detikers dapat menyimak uraiannya berikut ini.


Pengertian Olahraga Padel

Mengutip dari Jurnal Environmental Research and Public Health, padel merupakan olahraga raket yang dimainkan di lapangan berukuran 20 x 10 meter, dipisahkan oleh net di tengah, dan dibatasi oleh kaca dan kisi-kisi tempat bola memantul.

Meskipun dinilai mirip dengan tenis, padel memiliki ukuran lapangan sepertiga lebih kecil dari tenis. Selain itu, peralatan yang digunakan juga berbeda. Tenis menggunakan raket senar dengan pegangan lebih panjang, sementara raket padel memiliki bantalan dengan gagang pendek yang memiliki inti busa dan bagian luar berupa fiberglass.

Selain dari segi perlengkapan, teknik bermain padel dan tenis juga berbeda. Padel merupakan olahraga yang dimainkan dengan skema ganda, berbeda dengan tenis yang bisa dimainkan secara tunggal.

Sejarah Singkat dan Penemu Olahraga Padel

Mengutip dari situs resmi International Padel Federation (IPF), olahraga padel sudah populer sejak tahun 1960-an. Penemu olahraga padel pertama kali adalah seorang penggemar tenis yang berasal dari Meksiko bernama Enrique Corcuera.

Pada awalnya, Enrique mulai merancang lapangan tenis versi mini yang dikelilingi dinding setinggi 3 meter. Kemudian, ia dan istrinya mulai mengembangkan peraturan untuk olahraga tersebut yang pada masa itu dinamai “paddle Corcuera” atau raket Corcuera.

Seiring perkembangannya, padel mulai dimainkan di berbagai negara dan memiliki ajang internasionalnya sendiri. Pada tahun 1991, asosiasi internasional padel didirikan dengan nama International Padel Federation (IPF) di Madrid.

Perlengkapan Olahraga Padel

Sebelum mulai bermain, sebaiknya detikers menyiapkan segala perlengkapan olahraga padel. Berikut ketentuannya.

  1. Raket padel
    Berbeda dengan tenis, raket padel tidak menggunakan senar, melainkan bentuknya solid dan memiliki lubang-lubang kecil untuk mengurangi hambatan udara.
  2. Bola padel
    Meskipun terlihat sama dengan bola tenis, bola padel memiliki permukaan kasar agar tidak licin saat memantul ke raket atau dinding.
  3. Sepatu khusus padel
    Berbeda dengan olahraga lainnya, sepatu padel ternyata memiliki ketentuan sendiri. Sepatu padel dirancang dengan sol herringbone yang mampu menyokong kaki ketika bermain di lapangan rumput sintetis.
  4. Pastikan detikers memilih sepatu dengan bahan yang ringan dan fleksibel untuk memudahkan pergerakan selama bermain.
  5. Pakaian olahraga padel
    Pakaian olahraga yang digunakan saat bermain padel sebaiknya memilikii bahan yang ringan, lentur, dan mudah menyerap keringat.
  6. Grip untuk raket padel
    Grip atau pegangan pada raket berfungsi memberikan cengkeraman ekstra dan mampu menyerap keringat. Penggunaan grip pada raket dapat meningkatkan kenyamanan selama bermain.
Padel Connect 2Aktivitas seru olahraga Padel. Foto: Brandcomm

Manfaat Olahraga Padel

Selain banyak digemari, olahraga padel ternyata juga memiliki segudang manfaat, baik untuk kesehatan hingga kerja sama tim. Berikut beberapa di antaranya:

  • Intensitas gerakan yang cukup tinggi dapat meningkatkan kesehatan jantung.
  • Membantu meningkatkan daya koordinasi tubuh, terutama mata dan tangan.
  • Melatih kerja sama tim karena dimainkan dengan skema ganda.
  • Membantu menurunkan berat badan karena pergerakannya dapat membakar kalori dengan baik.

Demikianlah ulasan lengkap mengenai pengertian, sejarah, hingga manfaat bermain olahraga padel. Bagaimana, detikers tertarik untuk mencoba olahraga satu ini?

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)



Sumber : sport.detik.com

Main Padel Sekarang Murah, Ini Harga Sewa Lapangan per Jam di 2025!

Jakarta

Lapangan padel kini semakin banyak tersebar di berbagai lokasi di beberapa kota, seiring dengan tenarnya olahraga ini di kalangan masyarakat.

Sewa lapangan padel memiliki harga yang bervariasi, menyesuaikan dengan fasilitas, lokasi, hingga waktu bermain.

Untuk mengetahui harga sewa lapangan padel per jam, detikers dapat menyimak artikel berikut ini.


Harga Sewa Lapangan Padel per Jam di Jakarta

Berdasarkan penelusuran detikcom, Jumat (11/7/2025), tarif sewa lapangan padel di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan bervariasi, mulai dari Rp250 hingga Rp500 ribu per jam.

Ivan Wijaya, Co-Founder komunitas padel Jakarta, “Rich Padel” menyebutkan tarif sewa lapangan padel mencapai ratusan ribu.

“Range-nya di Rp185 sampai Rp230 ribu. Tergantung lapangan dan game apa yang kami mainin,” ujar Ivan dilansir dari detikHealth, Jumat (11/25).

Meskipun dinilai mahal, olahraga padel masih tetap banyak digemari sebab selain melatih ketangkasan, padel juga sebagai social game, dimana pemainnya dapat menambah relasi dan networking.

Harga Sewa Lapangan Padel per Jam di Bali

Bali menjadi salah satu daerah dengan penggemar padel yang cukup banyak. Hal ini dapat dilihat dari berbagai lokasi lapangan padel di Bali dengan tarif sewa lapangan yang cukup bervariasi.

Melansir dari detikBali berikut beberapa lokasi bermain padel dengan tarif sewa yang berbeda-beda:

Bali Padel Academy

Lokasi: Jalan Babakan Kubu, Canggu, Kabupaten Bandung

Tarif sewa: Rp520 ribu per jam

Jungle Padel

Lokasi: Canggu, Kerobokan, Sanur, Kedungu, dan Ubud.

Tarif sewa: Rp50 ribu per jam

Monkey Padel

Lokasi: Jalan Raya Sayan

Tarif sewa: Rp120 ribu per jam

Sanur Padel and Social Club

Lokasi: Jalan Danau Poso No.58, Denpasar.

Tarif sewa: Rp400 ribu per jam

Indopadel

Lokasi: Teuku Umar Barat, Denpasar

Tarif sewa: Rp350 ribu per jam

Amare Padel

Lokasi: Jalan Dukuh Indah, Umalas, Kerobokan

Tarif sewa: Rp500 ribu

Pro Padel Bali

Lokasi: Jalan Raya Kerobokan Seminyak

Tarif sewa: Rp400 ribu per jam.

Jika dilihat dari daftar harga beberapa tempat bermain padel di Bali, kisaran tarif sewa lapangan yang berlaku yaitu mulai Rp50-Rp500 ribu per jam.

Harga Sewa Lapangan Padel per Jam di Bandung

Untuk melihat kisaran harga sewa lapangan padel per jam di Bandung, detikers dapat menyimak daftar tempat bermain berikut ini, dilansir dari detikJabar.

Padel Culture Club

Lokasi: Jalan Karang Layung nomor 6

Tarif sewa: Rp275 ribu per jam

The Good Padel Club

Lokasi: Jalan Gunung Kareumbi nomor 3

Tarif sewa: Rp300 ribu per jam

Padel Hill

Lokasi: Jalan Sentra Dago Pakar Raya, Mekar Saluyu

Tarif sewa: Rp300 ribu per jam

The Six Point Club

Lokasi: Jalan Soekarno-Hatta nomor 287

Tarif Sewa: Rp250ribu per jam

The Grand Central Court

Lokasi: Jalan Teuku Umar nomor 7

Tarif sewa: Rp250 ribu per jam

The Cassablanka Padel Club

Lokasi: Jalan Arjuna nomor 46

Tarif sewa: Rp250 ribu per jam

Berdasarkan daftar tersebut, tarif sewa lapangan di Bandung berada di kisaran Rp250 ribu – Rp300 ribu per jam. Variasi harga tersebut menyesuaikan dengan kelengkapan fasilitas dan layanan yang tersedia.

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)



Sumber : sport.detik.com

Padel Vs Tenis, Mana yang Lebih Seru dan Bikin Keringetan?


Jakarta

Padel menjadi salah satu olahraga yang banyak diminati masyarakat belakangan ini. Dibandingkan olahraga tenis yang sekilas mirip, bedanya apa sih?

Padel merupakan olahraga raket yang dimainkan di lapangan tertutup dan dikelilingi oleh dinding. Meskipun sekilas mirip dengan tenis, padel memiliki keunikan tersendiri, mulai dari lapangan, teknik bermain, hingga peralatan yang digunakan.

Nah, di antara kedua olahraga ini, detikers mungkin bertanya-tanya, padel vs tenis lebih seru dan sehat mana? Agar semakin paham, yuk, simak penjelasan mengenai perbedaannya berikut ini.


Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa perbedaan antara padel dan tenis.

1. Ukuran Lapangan

Perbedaan yang signifikan antara padel dan tenis dapat dilihat dari ukuran lapangannya. Lapangan padel sepertiga lebih kecil dibandingkan dengan tenis, dan biasanya tertutup dan dikelilingi oleh dinding. Ukuran lapangan padel yaitu 20 x 10 meter.

Berbeda dengan tenis, ukurannya lebih besar dengan ukuran panjang 23,77 x 8,23 meter untuk pertandingan tunggal, dan 23,77 x 10,97 meter untuk pertandingan ganda.

Lapangan tenis bervariasi, mulai dari lapangan rumput asli, rumput sintetis, lapangan keras, hingga tanah liat.

2. Raket

Raket yang dipakai pada tenis dan padel juga berbeda, meskipun sekilas terlihat sama. Raket padel lebih pendek dan permukaannya padat terbuat dari bahan komposit, seperti sert karbon dan karet EVA. Permukaan ini berfungsi untuk mengurangi hambatan udara dan meningkatkan fleksibilitas ketika bermain.

Sebaliknya, raket pada tenis memiliki gagang yang lebih panjang, ukuran kepala lebih besar, dan permukaannya memiliki senar yang bertujuan untuk memukul bola lebih kencang.

3. Teknik Bermain

Dari segi aturan dan teknik bermain, padel dan tenis memiliki perbedaan yang cukup jelas. Pada olahraga padel, permainan dimulai dengan servis bawah (underhand) dan bola wajib memantul sebelum masuk ke area lawan.

Sementara itu, aturan bermain tenis lebih tegas. Bola tidak boleh menyentuh atau memantul dari dinding. Jika memantul, tidak dihitung sebagai poin.

Teknik ayunan raket pada keduanya juga berbeda. Padel menekankan kontrol tenaga dan arah saat memukul bola. Sementara pada tenis, teknik yang sering kali dilihat yaitu backswing dan full swing, dimana ayunan tenis jelas terlihat lebih kuat.

4. Bola yang Digunakan

Selain raket, bola pada padel dan tenis juga memiliki komposisi yang berbeda. Bola padel dirancang lebih lembut dengan tekanan yang rendah, sehingga pantulannya lebih pelan dan panjang.

Sebaliknya, bola pada tenis memiliki tekanan yang tinggi dan pantulan yang lebih kuat, sehingga cocok digunakan pada lapangan luas.

5. Manfaat Kesehatan

Baik padel maupun tenis, keduanya sama-sama memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun perbedaan intensitas bermain tenis lebih mengedepankan kesehatan alat gerak seperti sendi, lutut, hingga pergelangan kaki. Tenis didominasi gerakan yang mendadak dan perubahan arah yang cepat.

Sementara itu, gerakan padel didominasi oleh gerakan yang lebih lembut tanpa adanya risiko cedera berlebihan. Padel sangat cocok dijadikan sebagai olahraga rutin karena dapat meningkatkan kebugaran tubuh.

Itulah beberapa perbedaan tenis dan padel, mulai dari teknik bermain, alat yang digunakan, hingga manfaatnya bagi kesehatan. Nah, jadi detikers lebih menyukai olahraga yang mana?

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)



Sumber : sport.detik.com

Seberapa Besar sih Lapangan Padel? Ini Ukuran Standar Resminya!

Jakarta

Belakangan ini, popularitas padel semakin naik seiring dengan banyaknya lokasi tempat bermain padel di beberapa kota. Tempat bermain padel ini menyediakan hingga lebih dari 2 lapangan, sehingga efektif digunakan bagi pengunjung yang datang beramai-ramai.

Nah, sebelum mulai bermain padel, ada baiknya detikers perlu memahami aturannya, termasuk ukuran lapangan padel. Banyak yang beranggapan lapangan padel sama dengan lapangan tenis. Namun ternyata, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dari segi ukuran, lho!

Agar memahami lebih lanjut, detikers dapat menyimak penjelasan berikut ini.


1. Standar Ukuran Lapangan Padel

Standar ukuran lapangan padel ditetapkan oleh Federasi Padel Internasional (FIP) yang menyatakan bahwa lapangan padel harus berbentuk persegi panjang, dengan ukuran dimensi sebagai berikut:

  • Panjang: 20 meter
  • Lebar: 10 meter
  • Tinggi: Kandang harus memiliki ketinggian minimal 6 meter
  • Area servis: Terbelah dengan jaring di tengah 0,88 meter dan tiang 0,92 meter
  • Dinding belakang: Umumnya tinggi 3 meter
  • Dinding samping: 3 meter

Ukuran lapangan padel ini berlaku bagi lapangan indoor, semi-outdoor, maupun outdoor.

2. Garis Lapangan Padel

Lapangan padel dibagi menjadi dua oleh jaring, dan 6,95 dari jaring adalah garis servis yang melintasi lapangan.

Jalur servis pusat membagi saluran servis di kedua sisi jaring menjadi dua kotak, yang berjarak 20 cm di luar jalur servis di setiap sisi lapangan.

Garis lapangan padel harus memiliki lebar 5 cm dan memiliki satu warna yang kontras dengan warna permukaan lapangan.

3. Jaring Lapangan Padel

Terkait ukuran jaring padel, FIP menetapkan sejumlah aturan, yaitu yang pertama, jring harus memanjang lebar sesuai dengan lebar lapangan, yaitu 10 m. Ketinggian jaring pdel harus 0,88 m di tengah dan 0,92 m di tiang dan berada di kedua sisi lapangan.

Jaring digantung dari tiang ke tiang dengan kabel logam yang berdiameter maksimal 1 cm. Kabel ini berfungsi menjaga jaring tetap kencang di tempatnya selama bermain.

Peraturan yang kedua, jaring harus memiliki pita putih berukuran 5 cm – 6,3 cm, yang terbuat dari serat sintetis. Hal ini bertujuan untuk memastikan bola tidak dapat melewatinya.

4. Bahan Utama untuk Konstruksi Lapangan Padel

Lapangan padel harus dirancang dengan bahan utama yang sesuai, agar permainan dapat berlangsung dengan efektif. Berikut bahan utama untuk konstruksi lapangan padel:

  • Lantai Akrilik: lantai lapangan padel berbahan utama akrilik agar tahan terhadap cuaca dan tidak memerlukan biaya perawatan yang berlebihan.
  • Subbase dan Pondasi: Pondasi berbahan aspal dan beton yang kokoh untuk mendapatkan permukaan yang stabil.
  • Tanda dan Batas: Garis dan tanda pada lapangan padel bertujuan untuk menentukan area bermain dan mematuhi dimensi lapangan resmi.
  • Sistem Drainase: Drainase berfungsi mencegah akumulasi air dan menjaga agar permukaan lapangan tetap halus dalam jangka waktu yang lama.

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)



Sumber : sport.detik.com

Biar Cepat Jago, Ini 10 Tips Bermain Padel yang Harus Kamu Coba!

Jakarta

Olahraga padel semakin diminati di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kehadiran olahraga raket ini tidak hanya menarik perhatian para penggiat olahraga, namun juga pemula yang ingin belajar.

Mengutip dari Jurnal Environmental Research and Public Health, padel merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua pasang pemain mengikuti sistem penilaian tenis, namun dimainkan di lapangan kaca sintetis tertutup sehingga memungkinkan bola memantul di dinding samping dan belakang.

Bagi detikers yang baru pertama kali mencoba olahraga ini, padel bisa saja terasa sulit. Namun, dengan memahami aturan dasar, cara servis, hingga membaca arah bola, detikers dapat meningkatkan performa bermain bahkan mampu menaklukkan lawan.


Untuk itu, berikut beberapa tips bermain padel yang wajib dicoba, khususnya bagi pemula.

1. Memahami Aturan Dasar Padel

Aturan dasar padel wajib dipahami dengan baik untuk mencegah kekeliruan selama bermain. Berikut beberapa aturan dasar dalam bermain padel:

  • Sistem penilaian padel sama dengan olahraga tenis, yaitu menggunakan urutan skor 15, 30, dan 40. Tim yang menang pada dua set dinyatakan berhasil dalam permainan. Jika terjadi deuce, maka pertandingan harus terus berlanjut hingga ada yang mendapatkan dua poin secara berturut-turut.
  • Teknik servis padel dimulai dari sisi kanan atau kiri lapangan. Saat melakukan servis, bola diarahkan ke kotak servis lawan dan memantul satu kali sebelum dikembalikan. Jika bola memantul dua kali, maka lawan mendapatkan poin.

2. Gunakan Pegangan Continental Grip

Cara memegang raket juga menjadi aspek penting untuk menaklukkan lawan dalam olahraga padel. Detikers dapat menggunakan pegangan continental grip, yaitu posisi tangan seperti berjabat tangan dengan raket. Posisi ini dinilai efektif dalam melakukan berbagai pukulan, seperti servis hingga smash.

3. Memahami Posisi Selama di Lapangan

Selain cara memegang raket, posisi tubuh di lapangan juga menjadi penentu kemenangan. Selama bermain, detikers perlu menghindari area tengah karena akan sulit untuk bertahan atau menyerang.

Posisikan tubuh sedikit maju ke net setelah servis atau berhasil memukul bola. Dengan posisi ini, peluang menyerang lebih kuat dibandingkan bertahan di posisi belakang.

4. Menguasai Pantulan Bola di Dinding

Kondisi lapangan padel yang tertutup dengan dinding dapat dimanfaatkan dengan mempelajari pantulan bola. Pemula dapat belajar membaca pantulan bola untuk bertahan atau menyerang. Strategi ini membuat permainan lebih seru dan dinamis.

Sejumlah warga tengah berolahraga Padel di Padel Arena Jakarta, Rabu (3/7/2025). Olahraga padel tengah populer di kalangan masyarakat, khususnya di Jakarta. Padel kini masuk dalam kategori jasa kesenian dan hiburan, dikenai pajak 10 persen.Olahraga Padel sedang digandrungi. Foto: Grandyos Zafna/detikcom

5. Andalkan Kontrol Daripada Kekuatan

Padel merupakan olahraga yang mengandalkan kontrol dibanding kekuatan. Dalam bermain, detikers dapat lebih fokus pada akurasi dan menjaga bola tetap hidup dalam rally. Dengan begitu, olahraga padel terasa lebih efektif dan dapat meningkatkan kemampuan pemula.

6. Menyiapkan Peralatan yang Sesuai

Peralatan yang tepat juga menjadi aspek penting dalam bermain padel. Pastikan detikers memilih raket yang sesuai dengan gaya bermain serta sepatu yang ringan dan nyaman. Beberapa perlengkapan seperti grip dan tas padel juga dibutuhkan agar lebih praktis.

7. Jaga Koordinasi dengan Tim

Padel merupakan olahraga yang dimainkan secara ganda, sehingga komunikasi dan koordinasi suatu tim sangat menentukan jalannya permainan. Detikers dapat mengkoordinasikan siapa yang menerima bola tertentu agar tidak menimbulkan kebingungan. Kerja sama tim yang baik juga membantu permainan lebih lancar dan rapi.

8. Melatih Pergerakan Kaki

Selain teknik servis yang benar, padel juga membutuhkan respon yang sigap dan tepat. Untuk itu, detikers perlu melatih pergerakan kaki agar lebih lincah dan siap menutup ruang dan menerima pantulan dinding.

detikcom didukung penerbit Erlangga mempersembahkan Padel Connect 2025. Bertempat di East Kemang Padel Court, Minggu (21/9/2025), Padel Connect 2025 diikuti berbagai komunitas padel populer Jakarta, yaitu Padel Disco, Casaloca Padel, GiJoe Padel, dan Tuesday Padel Club.Main padel. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

9. Latihan dengan Pelatih Profesional

Beberapa lapangan padel biasanya menyediakan kursus atau pelatihan mengenai permainan padel, khususnya bagi pemula. Kesempatan ini dapat membantu detikers untuk meningkatkan kemampuan dan mempelajari teknik bermain secara lebih rinci.

10. Menjaga Sportivitas Selama Bermain

Selain koordinasi, sportivitas juga menjadi aspek utama dalam permainan padel. Detikers tetap dapat bermain dengan menyenangkan, namun tetap menjunjung tinggi aturan dan etika permainan. Sportivitas yang baik memberikan pengalaman berharga dan koneksi yang positif antar sesama pemain.

Demikianlah beberapa tips bermain padel yang cocok bagi pemula. Semoga dapat membantu detikers dalam menyiapkan diri sebelum mulai bermain.

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)



Sumber : sport.detik.com

Makan Apa Sebelum dan Sesudah Lari? Ini Panduan Nutrisi biar Performa Maksimal

Jakarta

Makanan dibutuhkan untuk menyuplai energi dan menjaga daya tahan tubuh tetap optimal sebelum mulai berlari. Sebagai pelari, detikers perlu memilah makanan dengan kandungan nutrisi tertentu, agar lari dapat dilakukan dengan efektif dan tidak menimbulkan cepat lelah.

Mengutip dari Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi, performa atlet dipengaruhi oleh beberapa hal penting, mulai dari fondasi yang kuat dalam kondisi fisik, pengalaman, program latihan, hingga nutrisi.

Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum panduan nutrisi sebelum dan sesudah lari, agar energi tetap stabil dan otot dapat pulih lebih cepat. Yuk, simak sampai selesai!


Makanan Sebelum Lari

Melansir dari situs resmi Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, berikut nutrisi yang diperlukan sebelum berlari:

2-3 Jam Sebelum Berlari:

  • Karbohidrat Kompleks: karbohidrat kompleks atau pati dibutuhkan sebagai penghasil energi utama dan menjaga daya tahan selama berlari. Detikers dapat memilih makanan seperti nasi merah, pisang, oatmeal, dan roti gandum.
  • Lemak Sehat: Lemak sehat dibutuhkan sebagai cadangan energi dan membantu penyerapan nutrisi. Beberapa makanan yang kaya akan lemak sehat yaitu buah alpukat, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  • Protein: Protein dapat membantu pemulihan otot dengan cepat dan juga sebagai sumber energi. Protein yang baik yaitu protein tanpa lemak yang biasa terkandung pada telur rebus, dada ayam, dan ikan salmon.

30 Menit – 1 Jam Sebelum Lari:

  • Camilan/Snack Ringan: Detikers dapat memilih camilan yang mudah dicerna untuk memberikan energi sebelum mulai lari, contohnya yoghurt, kacang, dan pisang.
  • Air Putih: Minum air putih membantu detikers tetap terhidrasi dengan baik selama beberapa jam sebelum mulai lari.

Makanan Setelah Lari

30 Menit-1 Jam Setelah Lari:

  • Karbohidrat dan Protein: Seusai berlari, tubuh masih dalam tahap pemulihan dan proses penyerapan nutrisi masih berlangsung. Untuk itu, detikers dapat mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dan protein agar otot dapat pulih dengan cepat.
  • Minuman Elektrolit: Setelah berlari, tubuh dalam keadaan berkeringat. Detikers dapat menggantikan cairan dan mineral yang keluar dengan meminum minuman elektrolit yang kaya natrium, magnesium, hingga kalium.
  • Camilan Protein: Camilan ringan yang kaya protein dapat memulihkan otot dengan baik, beberapa di antaranya seperti yoghurt dan smoothies.
  • Pisang: Selain kaya akan potasium, pisang juga memiliki kandungan karbohidrat dan elektrolit yang membantu pemulihan otot.

1-2 Jam Setelah Lari:

  • Makanan Berserat: Detikers dapat mengonsumsi makanan dengan serat tinggi untuk menggantikan nutrisi yang telah diserap selama berlari. Beberapa makanan tinggi serat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.
  • Air Putih: Banyak minum air putih setelah berolahraga membantu tubuh tetap terhidrasi.

Demikianlah panduan nutrisi yang bisa detikers terapkan dalam menentukan makanan sebelum dan sesudah lari. Jangan lupa diterapkan dengan baik, ya!

Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.

(krs/krs)



Sumber : sport.detik.com