Tag Archives: lpdp

Komisi XI DPR Usul Beasiswa LPDP Prioritaskan Siswa Tak Mampu



Jakarta

Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio memberikan sejumlah masukan pada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurutnya, beasiswa yang dikelola institusi di bawah Kementerian Keuangan ini perlu diprioritaskan bagi pelajar tidak mampu, baru kemudian yang berprestasi.

Ia menilai yang berprestasi belum tentu tidak mampu. Sebagian pelajar berprestasi di Indonesia menurutnya, memiliki orang tua dengan kemampuan finansial di atas rata-rata.

“Kan itu beasiswa, satu harus berprestasi, kedua tidak mampu. Tapi kalau saya boleh tekankan yang tidak mampu dulu, Pak,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI dengan eselon I Kementerian Keuangan pada Kamis (11/9/2025).


Selain itu, Primus juga menyarankan agar LPDP lebih transparan dalam pelaporan penerima beasiswa. Ia turut menekankan agar persyaratan beasiswa tidak perlu diperberat, sebab nantinya akan terseleksi dengan sendirinya.

“Ini kan yang setiap tahun dilaporkan ke publik itu cuma agregat saja, yang diterimanya saja. tapinya ke mana, dari mananya. Nah, ini perlu ke depan Pak, dibuka. Orang ini bagaimana diterima,” jelasnya.

Ia menceritakan ada salah satu keponakannya yang memperoleh beasiswa hukum di Universitas Leiden, Belanda. Keponakannya itu yatim dan hendak dibantunya, tetapi bantuan tersebut juga masih kurang. Primus menyadari beasiswa pun memerlukan kebutuhan yang besar.

Ia membandingkan dirinya yang memiliki privilese pun tidak serta merta mampu, apalagi masyarakat Indonesia yang lain.

“Mau dia S2, nggak mungkin bisa dapat, kecuali punya akses. Nah, akses ini Pak, yang harus transparan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, mantan aktor tersebut pun menegaskan LPDP butuh inovasi baru dalam mekanisme beasiswa. Pasalnya, masyarakat memiliki hak yang sama, tetapi tidak semua bisa mengakses, khususnya pelajar-pelajar yang berada di Indonesia bagian timur.

“Mereka punya hak yang sama, tetapi tidak bisa mengakses,” sebutnya.

(nah/pal)



Sumber : www.detik.com

Terbaru, LPDP Bakal Bantu Awardee Cari Kerja Usai Studi



Jakarta

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dikabarkan tengah merombak skema pemberian beasiswa hingga pengelolaan awardee beasiswa. Hal ini agar mereka bisa cepat terserap dunia kerja.

Plt Direktur UtamaLPDPSudarto mengatakan salah satu fokusLPDP saat ini adalah membangun kerja sama dengan industri,Danantara/BUMN dan kementerian atau lembaga (K/L) untuk pendayagunaan talenta atau alumniLPDP. Adapun skema yang kemungkinan akan dijalankan misalnya dengan ikatan dinas.


“Kami saat ini sedang berbicara dengan banyak pihak, kami tawarkan dari awal lulusan LPDP untuk bisa terserap di industri,” kata Sudarto dalam detikFinance dikutip Selasa (14/10/2025).

Sudarto menilai dampak beasiswa LPDP akan lebih baik jika awardee mendapatkan kesempatan langsung masuk industri setelah menempuh pendidikan. Oleh karena itu, program LPDP ke depan akan diarahkan sesuai kebutuhan industri.

“Kami saat ini bicara dengan industri, termasuk dengan Kadin, misalnya. Dengan beberapa BUMN, kami juga bicara denganDanantara, bagaimana bisameng-utilisasi dan mendayagunakan lulusanLPDP ini untuk industri, terutama industri strategis,”ucapnya.

Sudarto menambahkan, LPDP juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem yang terstruktur agar para lulusan LPDP bisa betul-betul berkontribusi bagi negara.

“Kita wajibkan mereka (lulusanLPDP) kembali ke Tanah Air. This is not free ticket to study abroad, tapi ini adalah exclusive ticket untuk kontribusi di pembangunan dalam negeri, tetapi ekosistemnya harus kita siapkan sehingga mereka lebih berdaya,”tuturnya.

Hampir Semua Lulusan LPDP Telah Bekerja

Sudarto mengklaim hampir semua lulusan LPDP telah memiliki pekerjaan. Tercatat total penerima beasiswa LPDP melalui Dana Abadi Pendidikan (DAP) sebanyak 55.814 orang dari 2013 sampai 30 September 2025.

“Hampir tidak ada yang menganggur. Tidak kurang dari 6 bulan mereka langsung dapat kerja,” imbuhnya.

(nir/nah)



Sumber : www.detik.com

Terbaru, LPDP Bakal Bantu Awardee Cari Kerja Usai Studi



Jakarta

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dikabarkan tengah merombak skema pemberian beasiswa hingga pengelolaan awardee beasiswa. Hal ini agar mereka bisa cepat terserap dunia kerja.

Plt Direktur UtamaLPDPSudarto mengatakan salah satu fokusLPDP saat ini adalah membangun kerja sama dengan industri,Danantara/BUMN dan kementerian atau lembaga (K/L) untuk pendayagunaan talenta atau alumniLPDP. Adapun skema yang kemungkinan akan dijalankan misalnya dengan ikatan dinas.


“Kami saat ini sedang berbicara dengan banyak pihak, kami tawarkan dari awal lulusan LPDP untuk bisa terserap di industri,” kata Sudarto dalam detikFinance dikutip Selasa (14/10/2025).

Sudarto menilai dampak beasiswa LPDP akan lebih baik jika awardee mendapatkan kesempatan langsung masuk industri setelah menempuh pendidikan. Oleh karena itu, program LPDP ke depan akan diarahkan sesuai kebutuhan industri.

“Kami saat ini bicara dengan industri, termasuk dengan Kadin, misalnya. Dengan beberapa BUMN, kami juga bicara denganDanantara, bagaimana bisameng-utilisasi dan mendayagunakan lulusanLPDP ini untuk industri, terutama industri strategis,”ucapnya.

Sudarto menambahkan, LPDP juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem yang terstruktur agar para lulusan LPDP bisa betul-betul berkontribusi bagi negara.

“Kita wajibkan mereka (lulusanLPDP) kembali ke Tanah Air. This is not free ticket to study abroad, tapi ini adalah exclusive ticket untuk kontribusi di pembangunan dalam negeri, tetapi ekosistemnya harus kita siapkan sehingga mereka lebih berdaya,”tuturnya.

Hampir Semua Lulusan LPDP Telah Bekerja

Sudarto mengklaim hampir semua lulusan LPDP telah memiliki pekerjaan. Tercatat total penerima beasiswa LPDP melalui Dana Abadi Pendidikan (DAP) sebanyak 55.814 orang dari 2013 sampai 30 September 2025.

“Hampir tidak ada yang menganggur. Tidak kurang dari 6 bulan mereka langsung dapat kerja,” imbuhnya.

(nir/nah)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD-SMP, Cek Syarat Daftarnya!


Jakarta

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka pendaftaran beasiswa pelatihan teknis non-gelar bagi guru SD dan SMP. Pelatihan yang tersedia adalah program pengembangan profesional dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Diketahui, program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemendikdasmen, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Monash University, Australia. Tersedia kuota 30 untuk guru SD dan 30 lain untuk guru SMP.

Pendaftaran dibuka hingga 20 Oktober 2025. Kemudian, pelatihan akan digelar pada 3-7 November 2025. Dikutip dari laman resmi Portal Beasiswa Program Pelatihan Teknis Bagi Pendidik GTKPG Kemendikdasmen, Rabu (8/10/2025) berikut informasinya.


Tentang Beasiswa Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD-SMP

Pelatihan ini ditujukan bagi guru SD dan SMP untuk memperkuat kompetensi pedagogik bahasa Inggris yang interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan murid. Lewat pelatihan, guru didorong untuk menerapkan strategi pembelajaran yang mendalam.

Dengan begitu, murid bisa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Beasiswa ini juga menjadi upaya Kemendikdasmen membangun kapasitas guru dalam merancang pembelajaran bahasa Inggris yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Sasaran program pelatihan ini adalah guru SD yang mengajar di kelas 3, 4, 5, atau 6, serta guru SMP yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris.

Syarat Daftar Beasiswa Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD-SMP

Syarat Umum

  • Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia paling tinggi 55 tahun per 31 Desember pada tahun pendaftaran.
  • Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  • Sehat jasmani dan rohani.

Syarat Khusus

  • Berstatus sebagai pendidik ASN atau pendidik tetap yayasan.
  • Untuk guru SD, tengah mengajar di kelas 3, 4, 5, atau 6.
  • Untuk guru SMP, mengajar mata pelajaran bahasa Inggris.
  • Memiliki pengalaman mengajar minimal 2 tahun berturut-turut di satuan pendidikan formal.
  • Memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D4 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 pada skala 4 atau yang setara.
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku dengan skor minimal yang ditentukan.
  • Ketentuan sertifikat bahasa Inggris dikecualikan bagi peserta yang berasal dari lulusan perguruan tinggi luar negeri yang cukup dibuktikan dengan ijazah dengan masa lulus tidak lebih dari 2 tahun terhitung dari tanggal pendaftaran.

Syarat Dokumen Umum

  • Hasilpindai dari:
    • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
    • Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
    • Surat pernyataan kesanggupan calon peserta penerima program pelatihan teknis
    • Surat rekomendasi dari atasan
    • Esai/personal statement
    • Surat keterangan sehat jasmani dan rohani.

Syarat Dokumen Khusus

  • Hasilpindai dari:
    • Surat keputusan Pengangkatan Pendidik ASN atau Surat Keputusan Pengangkatan Pendidik tetap Yayasan
    • Surat tugas mengajar
    • Ijazah dan transkrip nilai S1/D3 yang telah dilegalisir
    • Sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL ITP 450/ Duolingo 75/ TOEFL® IBT 45/IELTS 5.0/TOEIC 440/ English Score 290.
    • Bagi lulusan luar negeri melampirkan hasil pindai ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi luar negeri dengan masa lulus tidak lebih dari 2 tahun terhitung dari tanggal pendaftaran.

Alur Pendaftaran Beasiswa Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD-SMP

1. Pahami syarat dan siapkan berkas persyaratan pelatihan teknis.

2. Daftar pelatihan teknis dan lengkapi profil melalui tautan https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas.

3. Unggah dokumen sesuai syarat pelatihan teknis yang dituju.

4. Tunggu verifikasi dan pengumuman penerima pelatihan teknis.

Jadwal Beasiswa Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru SD-SMP

  • Pendaftaran: 3-20 Oktober 2025
  • Pelaksanaan Pelatihan: 3-7 November 2025

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui tautan https://gtk.kemendikdasmen.go.id/pelatihanteknis/dikdas. Selamat mendaftar, Bapak-Ibu Guru!

(det/twu)



Sumber : www.detik.com

Bantuan Riset hingga Rp 2 M, MoRA The Air Fund 2025 Segera Dibuka


Jakarta

Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran program bantuan riset kolaboratif MoRA The Air Fund 2025. Pendaftaran akan dibuka mulai 13 Oktober 2025.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund 2025 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (3/10/2025) lalu.

“Riset berdampak sangat penting agar kehadiran periset PTKIN dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan juga menjadi penyelesai akan masalah-masalah kebangsaan dan kemasyarakatan,” kata Ruchman, dikutip dari laman Kemenag, Selasa (7/10/2025).


4 Fokus Riset dengan Dana hingga Rp 2 M

Program MoRA The Air Fund menyoroti empat fokus bidang riset yaitu sosial humaniora, ekonomi, lingkungan, dan sains teknologi.

Setiap penerima akan disiapkan dana dihingga Rp500 juta per proposal. Adapun untuk bidang sains dan teknologi, anggaran bisa mencapai maksimal Rp 2 miliar.

Sejak 2024, total anggaran bantuan riset ini mencapai Rp 50 miliar per tahun.

Ruchman mengatakan, bantuan ini ditujukan untuk membantu para dosen dalam melakukan riset yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Syarat Mengajukan MoRA The Air Fund 2025

Untuk menjadi periset utama MoRA The Air Fund, dosen harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya:

Syarat Dosen PTK

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (PTK) atau fakultas agama Islam di bawah binaan Kemenag
  • Memiliki rekam jejak akademik baik
  • Lulusan program doktor (S3) dengan jabatan minimal Lektor
  • Memiliki Sinta Score Overall minimal 100
  • Berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings
  • Hanya dapat mengusulkan satu proposal riset.

Syarat Dosen Ma’had Aly

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki rekam jejak akademik baik
  • Lulusan program magister (S2)
  • Memiliki karya akademik sesuai bidang keilmuan Melampirkan surat keputusan pengangkatan
  • Melampirkan surat rekomendasi dari Mudir Ma’had Aly

Jika detikers tertarik daftar, informasi selengkapnya bisa dilihat di https://risprolpdp.kemenkeu.go.id/. Selamat mencoba!

(cyu/twu)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025 untuk Dosen-Guru Dibuka, Total Rp 30 Juta



Jakarta

Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama membuka pendaftaran beasiswa Bantuan Penyelesaian Pendidikan S3 Dalam Negeri (BPP S3 Dalam Negeri) 2025.

Bantuan ini ditujukan untuk dosen, guru, tenaga kependidikan dan pegawai di bawah lingkungan Kementerian Agama yang sedang menempuh pendidikan S3. Beasiswa bertujuan untuk mendorong penerima agar segera membereskan studinya.

Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 5 hingga 15 Oktober 2025. Proses pengajuan beasiswa bisa dilakukan secara online pada laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.id


Namun, sebelum mendaftar pelamar harus mengetahui dahulu persyaratanya. Mengutip laman Kemenag, berikut ketentuan beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025:

Komponen Beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025

Total bantuan BPP S3 Dalam Negeri 2025 memiliki total Rp 30 juta. Dana tersebut nantinya akan ditransfer langsung oleh LPDP kepada peserta.

Adapun cakupan pembiayaan yang bisa dibayarkan oleh bantuan tersebut antara lain:

1. Biaya SPP
2. Biaya penulisan disertasi
3. Biaya penerbitan jurnal ilmiah bereputasi sebagai syarat kelulusan
4. Biaya pembelian berbagai literatur yang diperlukan.

Syarat Daftar Beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025

  • Warga Negara Indonesia
  • Berstatus sebagai guru pendidikan dasar dan menengah keagamaan, dosen perguruan tinggi keagaman/ma’had aly, tenaga kependidikan pada pendidikan dasar dan menengah keagamaan dan perguruan tinggi keagamaan, ustadz/kyai pondok pesantren, atau pegawai Kemenag
  • Mahasiswa S3 aktif yang tengah mengenyam semester 3.
  • Telah lulus seminar proposal disertasi
  • Tidak sedang menerima beasiswa atau bantuan lain.

Dokumen Daftar Beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025

  • Surat keterangan hasil studi yang berisikan IPK
  • Surat rekomendasi dari Pimpinan Satuan Kerja
  • Surat pakta integritas yang sudah ditandatangani
  • Surat permohonan bantuan.

Selain beasiswa BPP ini, Kemenag juga merekomendasikan beasiswa lain untuk jenjang lainnya yang disediakan Kemenag. Misalnya beasiswa full scholarship untuk S1-S3, Bantuan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The Air Fund), Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), dan lainnya.

Untuk informasi lebih lengkap terkait beasiswa BPP S3 Dalam Negeri 2025, bisa dipelajari pada laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.id

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com

Prabowo Minta Rp 13 T Uang Sitaan Korupsi CPO buat LPDP, Begini Kata Menkeu-Wamendikti


Jakarta

Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan menambah dana beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Suntikan dana tambahan tersebut disebut akan berasal dari sisa efisiensi hingga uang pengembalian kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya senilai Rp 13 triliun.

“LPDP akan saya tambahkan uang-uang dari sisa efisiensi penghematan, uang-uang yang kita dapat dari koruptor-koruptor itu sebagian besar kita investasi di LPDP. Mungkin yang (Rp) 13 triliun disumbangkan atau diambil oleh Jaksa Agung, hari ini diserahkan Menteri Keuangan,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/10/2025).

“Menteri Keuangan, sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan ya,” lanjutnya.


Jawaban Menteri Keuangan

Purbaya pada hari yang sama menyampaikan permintaan Prabowo sudah dicatat, tetapi belum ada diskusi rinci soal itu.

“Saya belum ada diskusi detailnya. Tapi kan diminta ditambahkan dari LPDP,” jelasnya di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat.

Ia mengatakan Kemenkeu sudah tidak bisa menganggarkan tambahan LPDP tahun ini, tetapi mungkin dapat dilakukan tahun depan.

“Kalau tahun depan bisa, kalau sekarang nggak bisa,” kata Menkeu, dikutip dari detikFinance.

Kemdiktisaintek Akan Tindak Lanjuti

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan menindaklanjuti arahan Prabowo terkait hal ini. Wamendiktisaintek Stella Christie menyebut pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan LPDP.

“Ya tindak lanjutnya kita akan langsung memetakan bersama dengan LPDP. Karena memang kami selama ini juga bekerja sama tadi misalnya yang saya bilang bahwa dana riset di bawah Bapak Presiden ini bertambah 218 persen itu salah satunya adalah sumbangan terbesar dari LPDP,” ungkap Stella di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta pada Senin (20/10/2025), seperti dilansir oleh detikNews.

Menurut Stella, kementeriannya akan memetakan alokasi anggaran beasiswa tersebut bersama LPDP. Ia menuturkan Presiden mempunyai perhatian besar terhadap pengembangan SDM di bidang sains dan teknologi.

Stella menjabarkan LPDP memiliki dana abadi untuk pendidikan, pendidikan tinggi, dan penelitian. Jadi anggaran akan langsung dipetakan sesuai arahan Prabowo yang menginginkan SDM unggul di bidang sains, teknologi, maupun bidang lain yang sangat dibutuhkan negara.

Ia turut menggarisbawahi beasiswa pendidikan tinggi tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi juga para dosen. Kemdiktisaintek juga akan memanfaatkan dana tambahan LPDP untuk mendukung riset di universitas-universitas.

“Misalnya tadi kalau misalnya di bidang teknologi masih kurang, kita bisa membangun beasiswa. Beasiswa ini juga ditujukan bukan saja bagi mahasiswa S1 tapi juga bagi para dosen-dosen kita untuk meningkatkan kompetensi mereka. Lalu juga kita bisa menggunakan dana tadi yang diberikan kepada LPDP karena ada juga dana abadi penelitian di bawah LPDP yang yield-nya itu dipakai oleh Kemendikti Saintek disalurkan langsung ke universitas,” beber Stella.

Untuk riset, Stella mengatakan pihaknya akan memetakan riset apa yang dibutuhkan negara secara strategis. Riset ketahanan pangan, ketahanan energi akan ditingkatkan dan sudah terjadi di Kemdiktisaintek.

(nah/pal)



Sumber : www.detik.com

LPDP-Kemenag Buka Pembiayaan Riset Dosen, Batas Proposal sampai 7 November 2025!


Jakarta

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Agama (Kemenag) tengah membuka pendanaan riset Ministry of Religious Affairs The Awakened Indonesia Research Funds (MoRA The Air Funds). Pengiriman proposal dibuka sampai 7 November 2025 mendatang.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag Ruchman Basori mengatakan, terdapat empat tema prioritas MoRA The AIR Funds. Keempatnya yakni sains dan teknologi, sosial humaniora, ekonomi dan lingkungan, serta kebijakan layanan pendidikan.

Nilai anggaran riset masing-masing sebesar maksimal Rp 500 juta. Khusus bidang sains dan teknologi, nilai anggaran maksimal Rp 2 miliar.


Isu riset 2025-2029 diharapkan berfokus pada dukungan terhadap sasaran pembangunan nasional. Termasuk di antaranya seperti penurunan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Penelitian yang dilaksanakan juga diharapkan mendukung peningkatan riset, percepatan hilirisasi riset, serta kolaborasi solutif antara perguruan tinggi-dunia usaha dan industri. Lebih lanjut, riset yang didanai akan mendorong kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Sahiron, mengatakan program ini mendukung pengembangan SDM berkualitas dan menjawab masalah masyarakat.

Program ini menurutnya juga merespons tantangan perluasan akses, peningkatan mutu, dan peningkatan daya saing di pendidikan tinggi keagamaan (PTK) dan ma’had aly.

“Program ini menjadi terobosan penting bagi Kementerian Agama RI dalam kerangka menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan, keagamaan, dan kebangsaan berbasis riset,” ucapnya, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (29/10/2025).

Bidang Prioritas MoRA The Air Funds

Bidang Sosial Humaniora

Bidang riset soshum terdiri dari 19 tema, yaitu:

  • Pendidikan transformatif, kontekstualisasi teks agama dan keagamaan
  • Demokrasi dan identitas bangsa
  • Budaya keberagamaan dan harmoni sosial
  • Hukum yang berkeadilan
  • Globalisasi dan perubahan sosial
  • Inovasi sosial, media dan masyarakat digital
  • Kependudukan, kesejahteraan dan keadilan sosial
  • Perempuan dan anak
  • Budaya dalam upaya mencegah dan menangani akibat dari kekerasan, radikalisme, kekerasan berbasis gender, anak, etnisitas, agama dan identitas lainnya
  • Pengembangan kesejahteraan dan keunggulan prestasi, demokrasi, politik dan pemilihan umum
  • Corporate social responsibility (CSR)
  • Mobilitas perempuan dan kelompok rentan sebagai resiliensi dalam sistem dan struktur masyarakat dalam era global
  • Reformasi agraria
  • Rekayasa sosial dan pengembangan pedesaan
  • Kearifan lokal sebagai modal sosial bagi ketahanan bangsa
  • Grand design kekayaan intelektual lokal, peninggalan sejarah dan pelestariannya
  • Karakter bangsa dan pariwisata berkesinambungan
  • Agama dan humanisme
  • Hukum dan demokrasi.

Bidang Sains dan Teknologi

Proposal bidang sains dan teknologi dapat meliputi salah satu dari 11 tema berikut:

  • Hilirisasi sains, pengembangan teknologi, kedokteran dan kesehatan
  • Pertanian dan ketahanan pangan
  • Kemaritiman
  • Transportasi
  • Keragaman hayati
  • Kebencanaan
  • Pertahanan dan keamanan
  • Jaringan, data dan keamanan informasi
  • Saintifikasi jamu dan herbal, teknologi produksi pigmen alami, etnomedisin (daun, akar, umbi, batang, buah), pengembangan teknologi biosimilar, biosintesis, dan biorefinery untuk produksi bahan obat
  • Penguatan agroindustri berbahan baku sumber daya lokal
  • Pemanfaatan kearifan lokal dalam proses pemuliaan bibit tanaman, ternak dan ikan
  • Pengembangan teknologi big data.

Bidang Ekonomi dan Lingkungan

Sebanyak 13 tema dapat dipilih untuk proposal riset bidang ekonomi dan lingkungan, yaitu:

  • Ekonomi syariah
  • Kemiskinan ekstrem
  • Green economy
  • Green metrics
  • Green campus dan perubahan iklim global
  • Eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir
  • Regulasi dan budaya sadar bencana kebakaran lahan dan hutan
  • Recovery kehidupan sosial, ekonomi, budaya masyarakat pasca bencana
  • Manajemen limbah berbahaya dan beracun
  • Mobilitas pada masyarakat lokal dan strategi memelihara lingkungan asal dan tujuan
  • Perempuan dalam wirausaha
  • Koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis pengetahuan khas perempuan
  • Digital ekonomi/smart economic/ekonomi kreatif.

Kebijakan Layanan Pendidikan dan Keagamaan

1. Evaluasi dan pencanangan kebijakan, terkait dengan layanan pada lingkup Kemenag, meliputi madrasah, pondok pesantren, pendidikan agama di sekolah, pendidikan tinggi keagamaan dan pendidikan keagamaan lainnya.

2. Layanan pendidikan, di antaranya yakni meliputi teknologi pendidikan dan pembelajaran, kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, serta pengembangan manajemen sekolah berbasis kearifan lokal.

3. Kebijakan layanan di bidang keagamaan, meliputi:
– KUA
– Penyelenggaraan haji dan umroh
– Jaminan produk halal
– Moderasi beragama dan kebijakan keagamaan di tingkat daerah
– Layanan keagamaan lainnya.

Syarat Dosen MoRA The Air Fund 2025

Program MoRA the AIR Funds harus dilaksanakan oleh periset perguruan tinggi keagamaan (PTK) bersama periset dari beberapa lembaga riset dan/atau perguruan tinggi umum (PTU) di dalam maupun luar negeri. Riset 1-3 tahun (multiyears) ini juga dapat melibatkan pihak dunia usaha dan dunia industri (DUDI) agar output bisa berjangka panjang dan bermanfaat untuk banyak pihak.

Berikut syarat dosen periset utama MoRA The Air Fund:

Syarat Dosen PTK

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Lulusan program doktor (S3), jabatan minimal Lektor
  • Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (PTK) atau fakultas agama Islam di bawah binaan Kemenag
  • Memiliki rekam jejak akademik baik
  • Memiliki Sinta Score Overall minimal 100
  • Berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings
  • Hanya dapat mengusulkan satu proposal riset.

Syarat Dosen Ma’had Aly

  • WNI
  • Memiliki rekam jejak akademik baik
  • Lulusan program magister (S2)
  • Memiliki karya akademik sesuai bidang keilmuan
  • Melampirkan surat keputusan pengangkatan
  • Melampirkan surat rekomendasi dari mudir ma’had aly.

Pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman https://kemenag.go.id dan https://risprolpdp.kemenkeu.go.id/.

(twu/nah)



Sumber : www.detik.com

Cak Imin Minta LPDP Juga Biayai Lulusan Vokasi, Bikin Dana Abadi Khusus



Jakarta

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berharap Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bisa membiayai para lulusan vokasi, termasuk SMK. Selama ini, LPDP umumnya diketahui memberikan beasiswa untuk lulusan S1/D4 untuk lanjut studi S2 dan S3.

“Ya itu rencana jangka panjang, kita sedang menyiapkan sebuah peraturan pemerintah agar yang dibiayai oleh pemerintah melalui LPDP, tidak hanya (lulusan) S1,” kata Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada Selasa (18/11/2025).

Cak Imin menginginkan lulusan-lulusan SMK atau sekolah vokasi mendapatkan manfaat dari LPDP. Khususnya untuk menjalani pelatihan berbagai macam kompetensi.


“Saya sedang menyusun agar ada dana abadi khusus vokasi, seperti halnya dana abadi untuk kuliah dan studi-studi di luar negeri di berbagai disiplin ilmu, yang biasanya melalui LPDP,” katanya.

Menurut Cak Imin, pengembangan talenta lulusan sekolah vokasi atau SMK perlu didukung. Dengan penggunaan dana abadi ini, ia menilai para lulusan SMK/SMA akan bisa tetap bersaing dengan lulusan S1 dan jenjang di atasnya.

“Pelatihan dan pendidikan vokasi juga bisa menjadi program dari LPDP, terutama khususnya yang mau ke luar negeri,” katanya.

Peningkatan Skill Lewat SMK Go Global

Ia menyebut Kemenko PM kini tengah mempersiapkan program SMK Go Global. Lewat program ini, pemerintah akan mengirim 500 ribu lulusan SMK/SMA dan umum bekerja di luar negeri.

“Dari keadaan yang dibutuhkan inilah, kita ingin menyimpulkan bahwa upgrading skill, link and match sekolah formal dan dunia kerja, membutuhkan program-program vokasi yang berlanjutan,” katanya.

Lulusan SMK/SMA yang dikirim tersebut akan dilatih kemampuan sesuai bidang yang dituju dan bahasa sesuai negara tujuan. Akhir tahun ini, sudah ada 500 orang yang disiap ke luar negeri untuk bekerja lewat program SMK Go Global.

“SMK Global ini diawali dengan kesadaran adanya fakta bahwa pengangguran lulusan SMK berjumlah amat sangat besar. Sampai detik ini, yang kami catat, tidak kurang dari 1,5 juta orang lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan dengan berbagai macam latar belakang, skill, dan berbagai kelebihan lainnya,” katanya.

Program ini juga dikatakan Cak Imin merupakan salah satu prioritas pemerintah dan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 500 ribu orang direncanakan akan dikirim ke luar negeri selama tahun 2026.

“Program ini menjadi program prioritas jangka pendek dengan Quick Win, capaian cepat, di tahun 2026,” katanya.

Keahlian Lulusan Dimatangkan Sejak SMA/SMK

Untuk mematangkan keahlian siswa yang akan berangkat, pemerintah menginstruksikan SMA/SMK membuka kelas migran. Di kelas migran, siswa akan fokus belajar bahasa asing sesuai negara tujuan kerja dan kompetensi lain.

“Kelas-kelas migran yang memang dipersiapkan untuk lulusan SMK yang akan keluar negeri sejak semester 1, kelas 1 sudah dipersiapkan dengan memadai,” katanya.

Adapun tujuan utama dari program SMK Go Global ini adalah untuk menekan angka pengangguran di Indonesia. Selain itu, para pekerja diharapkan dapat memiliki skill yang diakui di negara tempatnya bekerja.

“Program cepat ini diharapkan (membuat) lulusan SMK yang menganggur bisa segera diatasi, dan ke depan akan menjadi sistem yang berlanjut dan terencana dengan baik,” ujarnya.

(cyu/twu)



Sumber : www.detik.com

Mendagri Ungkap Tunggakan Beasiswa Unggul Papua Capai Rp37 M, Usul Diselesaikan LPDP



Jakarta

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan ada tunggakan dana beasiswa dari Beasiswa Unggul Papua. Nilai tunggakan beasiswa tersebut mencapai Rp37 M.

“Totalnya Rp 37 miliar sebetulnya, Pemda Papua dan Papua Pegunungan itu terutama. Saya melihat daripada kompleks, lamban, kasihan itu nggak bisa ditunda, saran saya agar pembiayaannya diambil alih oleh Menteri Keuangan melalui LPDP,” ujarnya dalam detikNews Selasa (25/11/2025).


Diketahui, pemerintah memiliki program Beasiswa Siswa Unggul Papua. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM Papua melalui studi di dalam atau luar negeri. Dana beasiswa ini bersumber dari dana otonomi khusus yang dialokasikan oleh Pemprov Papua.

Melihat tunggakan ini, Tito meminta agar pembayaran tunggakan dilakukan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Tito mengatakan hal ini sudah menjadi bahasan dengan PresidenPrabowoSubianto dalam rapat Senin (24/11).

“Dengan Kementerian Keuangan ya di antaranya kita membahas mengenai satu yang saya minta, yaitu mengenai adik-adik kita yang dari Papua yang sekarang mereka kuliah di luar negeri,” kata Tito.

Tito menyebutkan tunggakan beasiswa dialami 56 mahasiswa Papua yang berada luar negeri. Para mahasiswa ini sedang belajar di Amerika, Australia, dan negara lainnya.

“Kalau nggak salah jumlahnya 300 lebih itu ada yang di Amerika, di Australia, dan lain-lain. Data kami ada 56 orang yang belum selesai, belum dibayar dan sering terlambat dibayar dari pemda,” jelasnya.

Tito menyatakan Presiden Prabowo Subianto setuju dengan usulan tersebut. Pihaknya akan segera menyerahkan data mahasiswa Papua yang mengalami tunggakan beasiswa ke Kemenkeu.

“Perintah Presiden setuju, yang 37 (miliar rupiah) ini akan diambil alih oleh LPDP. Saya segera menyerahkan datanya kepada Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri,” ujar Tito.

(nir/pal)



Sumber : www.detik.com