Tag Archives: lpdp

Naikkan Gaji Alumni LPDP atau Alihkan Dana Beasiswa buat Gaji Peneliti


Jakarta

Pengamat pendidikan Ina Liem menilai adanya penerima beasiswa LPDP yang enggan pulang ke Tanah Air merupakan tamparan bagi Indonesia. Ia menilai alasannya antara lain karena masalah finansial usai sepulangnya dari studi di luar negeri.

“Saya rasa juga ini tamparan buat kita karena kalau mereka kembali itu juga kita kadang kurang menghargai juga dalam hal finansial. Kita tahu lah ya, kalau scientist, peneliti di luar negeri itu mapan. Tapi, kalau di Indonesia (tidak) karena ekonomi kita belum berbasis inovasi,” ucap Ina, dikutip dari 20detik, Kamis (7/11/2024).

Ia mencontohkan, inovasi pengobatan dari ilmuwan di luar negeri yang kemudian diproduksi massal dapat mendatangkan pemasukan besar ke negaranya. Atas capaiannya tersebut, negara kemudian dapat memberikan penghargaan finansial yang layak bagi talenta dalam negerinya.


“Misalnya negara maju menemukan obat, dijual ke seluruh dunia. Uang masuk ke negaranya sehingga negaranya mampu bayarin si penelitinya lebih gede karena berkat satu orang ini negara mendapatkan pemasukan,” terangnya.

“Karena kita belum, jadi dampaknya juga ke gaji peneliti juga di Indonesia. Nggak bisa dibandingin sama yang di luar negeri. Akhirnya itu, nggak menarik buat lulusan luar untuk kembali ke Indonesia nah ini kan jadi kayak bola salju nih,” ucapnya.

Opsi Gaji Setara Luar Negeri

Ia menilai negara perlu berani menghargai lulusan luar negeri dengan layak sehingga mau kembali ke Tanah Air.

“Kalau memang ada pendanaan, ya kita harus berani juga menggaji para lulusan luar negeri, (besarnya) harus juga cukup setara dibandingkan dengan mereka tinggal di sana (luar negeri),” ucapnya.

Opsi Alih Dana Beasiswa ke Gaji Peneliti Dalam Negeri

Di sisi lain, Ina sepakat atas adanya evaluasi beasiswa LPDP untuk memastikan kinerja program berlangsung efektif sesuai tujuan awal pembentukannya.

Menyikapi sejumlah keluhan terkait beasiswa LPDP, termasuk keengganan penerima beasiswa untuk berkontribusi bagi negara, ia menilai anggaran beasiswa LPDP juga dapat dialihkan untuk meningkatkan gaji peneliti dalam negeri.

“Bisa saja tadi kalau dirasa manfaatnya enggak ada, jadi dananya bisa dialihkan untuk mungkin gaji peneliti, supaya kita bisa berinovasi yang dampaknya itu tadi, menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dibanding dengan risiko-risiko tadi kalau mereka nggak kembali (ke Tanah Air),” ucapnya.

Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Siap-siap, Kementrans & LPDP Buka Beasiswa Patriot untuk S1-S3 Tahun Depan



Jakarta

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meluncurkan Beasiswa Patriot pada tahun 2025.

Beasiswa ini merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot Kementrans. Pembukaan pendaftaran direncanakan bersamaan dengan Beasiswa LPDP, yakni pada Januari dan Juli 2025.

“Rencananya tahun depan kami sudah akan mulai programnya. Mulai bulan Januari kami sudah mulai catch up dengan LPDP ini,” kata Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara, dilansir dari Antara pada Jumat (29/11/2024).


Target Penerima Beasiswa Patriot

Iftitah mengatakan beasiswa ini tak cuma menyasar anak para warga transmigran, tetapi juga semua generasi muda di Indonesia. Sesuai namanya, Beasiswa Patriot bertujuan untuk membangun jiwa bela negara.

“Sebelum kami siapkan mentalnya, intelektualnya, dan fisiknya, terlebih dahulu melalui Program Beasiswa Patriot, anak-anak muda ini akan kami seleksi terlebih dahulu yang memiliki karakter patriot, yakni orang-orang yang berani dan rela berkorban untuk bangsa dan negara,” katanya.

Penerima Dapat Pendidikan Dasar Militer

Setelah lulus seleksi, penerima akan mengikuti pendidikan dasar militer terlebih dahulu selama 1,5 bulan. Mereka akan menjalani pelatihan sebagai tentara cadangan.

Kemudian, mereka juga akan ditempatkan di beberapa kawasan transmigrasi selama 3 bulan. Di sana mereka akan tinggal bersama penduduk yang ditunjuk sebagai orang tua asuh.

“Kami berharap selama 3 bulan itu mereka akan belajar, mengamati, dan menilai apa potensi, tantangan dan peluang di kawasan transmigrasi yang kelak akan mereka kembangkan,” kata Iftitah.

Beasiswa Berlaku untuk S1-S3 di Bidang STEM

Setelah mengikuti masa pelatihan, peserta baru diberangkatkan untuk menempuh pendidikan. Beasiswa Patriot ini menyediakan bantuan untuk jenjang S1, S2 dan S3 di bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM).

Peserta bisa memilih universitas terkemuka di seluruh dunia. Iftitah mengatakan, program pendidikan yang dipilih bisa juga berupa kursus singkat di bidang STEM.

Usai menyelesaikan studinya, awardee akan ditempatkan kembali di kawasan-kawasan transmigrasi selama 10 tahun. Kemudian, mereka akan diberikan pilihan beralih karier atau tetap melanjutkan tugasnya di kawasan yang sama.

“Jika mereka meninggalkan kawasan transmigrasi sebelum 10 tahun, mereka akan dianggap desersi dan dikenakan sanksi untuk mengembalikan seluruh dana yang telah diberikan negara untuk menyiapkan mereka atau diberikan sanksi hukum,” kata Iftitah.

(cyu/twu)



Sumber : www.detik.com

Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


Jakarta

Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

“Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

“Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

Respons dari Pakar BRIN

Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

“Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

“Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

Menguntungkan Awardee LPDP

Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

“Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

“Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

“Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

Evaluasi LPDP

Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

“LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

“Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

“Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

“Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

Minta LPDP Dikaji

Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

“Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

“Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

(det/faz)



Sumber : www.detik.com

Kebut Teknologi Nuklir, BRIN Sebut Akan Ada Beasiswa LPDP


Jakarta

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan sejumlah rencana untuk mengebut pemajuan teknologi nuklir di Indonesia. Termasuk di antaranya pemberian beasiswa untuk mendukung talenta nuklir RI.

“Jadi dengan demikian, kami berharap bisa mengejar ketertinggalan kita di teknologi nuklir secara umum dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ucapnya dalam penganugerahan tokoh nuklir Siwabessy Award dan GA Siwabessy Memorial Lecture oleh BRIN di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Kamis (5/12/2024).

Rencana Kebut Teknologi Nuklir RI

Revitalisasi Reaktor Nuklir GA Siwabessy

Handoko menjelaskan, saat ini BRIN menyediakan dua platform kolaborasi nuklir. Masing-masing khusus untuk bidang reaktor dan akselerator.


Salah satunya untuk revitalisasi reaktor riset GA Siwabessy di Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

“Akan kami fokuskan sekaligus produksi radioisotop dan radiofarmaka di Indonesia,” ucapnya.

Kerja Sama Teknologi buat PTLN

Ia menyatakan pihaknya juga berencana menjalankan pengembangan bersama (joint development) teknologi reaktor untuk energi pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan menggandeng mitra mancanegara.

“Saat ini dalam proses negosiasi,” kata Handoko.

Ajak Warga Kampus Ikut Program

Ia berharap skema-skema di atas dapat mendorong talenta nuklir RI, termasuk yang beraktivitas di perguruan tinggi, dapat turut bergabung dan memiliki platform tersebut.

“Ini sesuatu yang tidak mungkin dilakukan universitas karena terlalu besar dan membutuhkan komitmen jangka panjang, dan full time researcher yang harus day-by-day ada di situ,” ucapnya.

Beasiswa LPDP dan Program S2-S3

Mengebut pertumbuhan talenta RI bidang nuklir, ia menambahkan lulusan S1 akan dapat mengikuti program S2-S3 berbasis penelitian di platform teknologi nuklir BRIN. Di samping itu, pihaknya juga menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk menyediakan beasiswa LPDP targeted bidang teknologi nuklir.

“Nanti bagaimana mahasiswa dari ITB, UGM, Itera, dan seterusnya, bagaimana mereka bisa terlibat di situ, mereka bisa langsung menjadi S2-S3. Sebagian kita kirim dengan targeted scholarship yang dari LPDP juga, karena salah satu fokusnya adalah teknologi nuklir,” ucapnya.

(twu/nah)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2025 Dibuka Mulai 17 Januari, Siap-siap!


Jakarta – Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan tahap 1 2025 akan dibuka mulai Jumat, 17 Januari. Periode seleksinya berlangsung pada Januari hingga Juni 2025.

Program beasiswa yang dibuka di antaranya beasiswa umum, afirmasi, dan targeted. Pada saat ini, informasi lengkap mengenai pendaftaran LPDP tahap 1 2025 masih belum diperlihatkan dalam situs resmi LPDP, tetapi detikers yang ingin mendaftar bisa melihat informasi tahun lalu sebagai referensi.

Jenis-jenis Beasiswa LPDP

1. Program Beasiswa Umum

  • Beasiswa Reguler
  • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
  • Beasiswa Parsial

2. Program Afirmasi

  • Beasiswa Penyandang Disabilitas
  • Beasiswa Putra-putri papua
  • Beasiswa Daerah Afirmasi
  • Beasiswa Prasejahtera

3. Program Targeted

  • Beasiswa PNS, TNI, POLRI
  • Beasiswa Kewirausahaan
  • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
  • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
  • Beasiswa prioritas kerja sama LPDP dengan institusi luar negeri.

Syarat Daftar Beasiswa LPDP 2024

  • Warga Negara Indonesia
  • Lulus D4/S1 dan ingin mengambil beasiswa master, S2 untuk doktor, atau D4/S1 langsung doktor
  • Pendaftar D4/S1 langsung doktor wajib mempunyai LoA unconditional dari kampus tujuan.
  • Pendaftar yang sudah lulus S2 tidak diizinkan mendaftar beasiswa S2, demikian juga pada pendaftar lulusan S3.
  • Pendaftar beasiswa doktor yang merupakan lulusan dokter spesialis/subspesialis dapat menggunakan transkrip nilai sebagai syarat bukti IPK.
  • Lulusan luar negeri wajib melampirkan hasil penyetaraan ijazah, hasil konversi IPK, tangkapan layar pengajuan penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK dan/atau konversi IPK untuk pendaftar yang penyetaraan ijazah dan/atau konversi IPK-nya belum terbit.
  • Memilih kampus dan prodi tujuan sesuai ketentuan LPDP
  • Menulis profil diri
  • Menyetujui surat pernyataan yang telah disediakan
  • Menulis komitmen kembali ke Indonesia (berdasarkan pendaftaran beasiswa LPDP 2024), rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia
  • Menulis proposal penelitian untuk pendaftar program doktor
  • Apabila memiliki publikasi ilmiah, prestasi kejuaraan/nonkejuaraan, pengalaman organisasi, maka perlu dituliskan saat daftar.
  • Pendaftar yang pernah menempuh studi, tetapi tidak menyelesaikannya, boleh mendaftar pada jenjang studi yang sama.
  • Melampirkan surat rekomendasi sesuai syarat program, yang diterbitkan maksimal 1 tahun pada bulan yang sama dengan waktu pendaftaran.
  • Pendaftar PNS dan CPNS wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat setingkat eselon II yang membidangi pembinaan/pengembangan SDM di kementerian/lembaga/pemda.
  • Pendaftar TNI wajib melampirkan surat usulan/rekomendasi minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes TNI/TNI AD/TNI AL/TNI AU.
  • Pendaftar berstatus Polri wajib melampirkan surat usulan minimal dari pejabat yang membidangi pembinaan SDM di Mabes Polri.
  • Pendaftar yang tengah menempuh studi bisa mendaftar dengan ketentuan yakni mendaftar di prodi dan/atau perguruan tinggi tujuan yang berbeda, membuat, dan menandatangani surat pengunduran diri yang diajukan ke kampus atas prodi yang sedang ditempuh dan menyampaikan ke LPDP maksimal 2 pekan setelah pengumuman kelulusan seleksi substansi, kemudian wajib menyerahkan surat pemberhentian resmi dari prodi/kampus. Pendaftar yang memperoleh gelar sebelum seleksi substansi, maka LPDP dapat membatalkan statusnya sebagai penerima beasiswa.
  • Beasiswa tidak ditujukan untuk kelas eksekutif, kelas khusus, karyawan, jarak jauh, yang diselenggarakan bukan di kampus induk, kelas internasional untuk pendaftar tujuan studi dalam negeri, kelas yang diselenggarakan di lebih dari satu negara perguruan tinggi, kelas lain yang tidak memenuhi ketentuan LPDP.

Cara Daftar Beasiswa LPDP

  • Mendaftar melalui link https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
  • Lengkapi dan unggah semua dokumen syarat pada aplikasi pendaftaran
  • Pastikan melakukan submit di aplikasi pendaftaran agar dapat memperoleh kode registrasi/pendaftaran.
  • Pastikan berbagai dokumen pendukung seperti surat rekomendasi, surat keterangan, atau yang sejenisnya masih berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP.

Itulah informasi sementara mengenai beasiswa LPDP tahap 1 2025. Persiapkan diri kalian dan semoga berhasil!

(nah/twu)



Sumber : www.detik.com

Kabar Gembira! Ada Beasiswa LPDP -UIII untuk S2 dan S3, Cek Syaratnya!


Jakarta

Kabar gembira untuk para pencari beasiswa S2 dan S3! Ada Beasiswa LPDP- Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang berlokasi di Depok.

Kini seluruh program magister dan doktor UIII sudah masuk ke dalam daftar Beasiswa LPDP Dalam Negeri, baik jalur reguler ataupun afirmasi. Beasiswa LPDP-UIII turut membuka pendaftaran untuk program dual degree yang bekerja sama dengan universitas di Inggris dan Australia.

Batas waktu pendaftaran beasiswa ini hanya sampai 17 Februari 2025. Ayo cek prodi yang ditawarkan dan syarat-syaratnya!


Program Studi Beasiswa LPDP-UIII

Bahasa pengantar untuk perkuliahan ini sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Arab untuk program tertentu.

1. Fakultas Studi Islam

  • Magister Studi Islam
  • Doktoral Studi Islam

2. Fakultas Ilmu Sosial

  • Magister Ilmu Politik
  • Magister Kebijakan Publik-Perubahan Iklim
  • Doktoral Ilmu Politik

3. Fakultas Ekonomi dan Bisnis

  • Magister Ekonomi
  • Magister Keuangan-Keuangan Berkelanjutan
  • Doktoral Ekonomi PhD in Economics

4. Fakultas Ilmu Pendidikan

  • Magister Pendidikan A in Education
  • Doktoral Pendidikan

Dual Degree LPDP-UIII

Program Beasiswa LPDP-UIII dual degree memungkinkan penerima beasiswa memperoleh gelar dari UIII dan universitas mitra di luar negeri. Beasiswa ini menyediakan tahun pertama studi di UIII. Kemudian, tahun kedua akan diselenggarakan di universitas mitra, baik di Inggris atau Australia.

Universitas mitra luar negeri yang saat ini bekerja sama dengan UIII adalah:

  1. University of Edinburgh, UK
  2. SOAS University of London, UK
  3. University of Dundee, UK
  4. Deakin University, Australia.

Cara Daftar Beasiswa LPDP-UIII

  1. Buka laman resmi LPDP di https://lpdp.kemenkeu.go.id/
  2. Pilih kategori beasiswa yang akan dilamar: reguler, farmasi, atau dual degree.
  3. Pilih UIII sebagai tujuan kuliah dan pilih juga prodi yang ingin diambil.
  4. Bagi pendaftar luar negeri, pilih universitas mitra UIII dan prodi luar negeri yang akan ditempuh.
  5. Lengkapi formulir pendaftaran dan unggah dokumen yang dibutuhkan.
  6. Ikuti tahapan seleksi yang ditentukan LPDP.

Nah, bagaimana detikers, tertarik mendaftar?

(nah/nwk)



Sumber : www.detik.com

Bocoran! Ini Rahasia Lolos Beasiswa LPDP dari Unair


Jakarta

Pendaftaran beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah dibuka sejak 17 Januari 2025 hingga 17 Februari 2025 mendatang. Sebelum daftar, detikers harus tahu langkah jitu agar bisa lolos beasiswa dengan peminat tinggi ini.

Beasiswa LPDP termasuk beasiswa yang punya banyak jenisnya. Selain itu, jangkauan tujuan studi tak hanya berada di kampus dalam negeri tetapi juga luar negeri.

Dalam seminar Universitas Airlangga (Unair) yakni “Langkah Jitu Seleksi Beasiswa LPDP 2025”, pembicara Wulandari sekaligus tim LPDP dari Universitas Airlangga (Unair), membeberkan beberapa tips agar bisa lolos beasiswa LPDP untuk tahun ini.


Bagaimana kiat-kiatnya?

Tips Agar Bisa Lolos Beasiswa LPDP

Ketahui Tujuan dari Beasiswa LPDP

Wulandari mengatakan beasiswa LPDP disediakan pemerintah untuk masyarakat secara tak cuma-cuma. Pemerintah mengharapkan timbal balik dan kontribusi awardee bagi negeri selekas pendidikan.

“LPDP adalah lembaga pengelola dana pemerintah yang bertujuan mempersiapkan pemimpin dan profesional masa depan. Demi mendukung inovasi menuju Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan,” jelasnya dikutip dari laman Unair, Sabtu (1/2/2025).

Dana yang disediakan LPDP mencakup berbagai hal, mulai dari biaya daftar kampus, biaya pendidikan, tunjangan hidup, tunjangan buku, biaya tesis, dana seminar internasional hingga publikasi di jurnal internasional.

“Sementara itu, dana pendukung mencakup transportasi, aplikasi visa, asuransi kesehatan, dan tunjangan hidup bulanan, yang jumlahnya bervariasi tergantung lokasi pendidikan, serta ada juga biaya pendukung bagi penyandang disabilitas,” ujar Wulandari.

Pahami Tahapan Seleksi Beasiswa LPDP

Wulandari menjabarkan ada tiga tahap utama dalam seleksi beasiswa LPDP yakni administrasi, tes bakat skolastik dan wawancara. Pada tahap awal pendaftaran, ia menekankan pentingnya menyiapkan dokumen persyaratan.

Dokumen-dokumen tersebut yakni KTP, ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi, sertifikat TOEFL/IELTS resmi dari lembaga penyelenggara. Khusus bagi yang akan memilih studi doktor, maka proposal riset wajib dibuat.

“Pastikan semua dokumen terunggah dengan benar sebelum batas akhir. Kemudian, hindari melakukan submit pada menit-menit terakhir karena risiko gangguan teknis pada situs pendaftaran,” ucapnya.

Rajin Meninjau Informasi Soal Beasiswa LPDP

Wulandari mengingatkan kepada yang ingin lolos LPDP untuk menyiapkan semuanya dengan matang. Salah satunya mencari informasi sebanyak-banyaknya soal beasiswa LPDP.

Misalnya dengan mengikuti program mentoring atau menyiapkan self assessment. Tak lupa juga, pelamar harus membuat esai yang baik karena dokumen ini merupakan berkas kunci kelulusan pelamar dalam tahap administrasi.

“Perjalanan untuk mendapatkan beasiswa LPDP memang panjang dan penuh tantangan, tetapi dengan persiapan yang baik, peluang untuk berhasil semakin besar,” tutupnya.

(cyu/faz)



Sumber : www.detik.com

Daftar Beasiswa LPDP Kemenkeu RI yang Akan Dibuka 2025, Ada Banyak Pilihan


Jakarta

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Kementerian Keuangan (LPDP Kemenkeu) sudah mulai membuka pendaftaran beasiswa sejak 17 Januari 2025 lalu. Saat ini, beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted yang dibuka hingga 17 Februari 2025.

LPDP menyebut ada banyak gebrakan baru pada program beasiswa LPDP tahap 1 tahun ini.

“Ada banyak gebrakan baru lhoo di Program Beasiswa LPDP Tahap 1 tahun ini, termasuk penyesuaian skema seleksi pada Beasiswa Targeted Prioritas yang dapat di-bundling pendaftarannya bersama program Beasiswa Umum/Targeted/Afirmasi untuk tujuan luar negeri,” tulis LPDP RI, dikutip dari Instagram resmi pada Rabu (22/1/2025).


Program Beasiswa LPDP yang Akan Dibuka pada 2025

Detikers yang ingin melamar beasiswa LPDP, kalian bisa cek pilihan beasiswa yang akan dibuka pada tahun ini, yaitu:

1. Program Umum

  • Beasiswa Reguler
  • Beasiswa Perguruan Tinggi Utama Dunia
  • Beasiswa Parsial

2. Program Afirmasi

  • Beasiswa Prasejahtera
  • Beasiswa Penyandang Disabilitas
  • Beasiswa Daerah Afirmasi
  • Beasiswa Putra Putri Papua

3. Program Targeted

  • Beasiswa PNS/TNI/Polri
  • Beasiswa Kewirausahaan
  • Beasiswa Pendidikan Kader Ulama
  • Beasiswa Doktor Praktisi
  • Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis
  • Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

4. Program Targeted Beasiswa Bundling

Program ini menawarkan 9 jenis beasiswa kemitraan LPDP dengan program/kampus spesifik pada beragam tema studi prioritas pembangunan. Program Targeted Beasiswa Bundling memiliki skema pendaftaran dengan menggabungkan program beasiswa targeted prioritas bersamaan dengan salah satu program beasiswa lainnya (umum/targeted/afirmasi) untuk tujuan luar negeri.

Inilah pilihan skema pendaftaran Program Targeted Beasiswa Bundling:

  • LPDP-National University of Singapore (NUS) Program Master in Venture Creation (MSVC) ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
  • LPDP-Nanyang Technological University (NTU) Program MBA ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
  • LPDP-Nanyang Technological University (NTU) Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
  • LPDP-NUS Business School Program Master ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
  • LPDP-University of New South Wales (UNSW) Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
  • LPDP-Campus France Program Master ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
  • LPDP-Tsinghua University Program Master of Finance ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
  • LPDP-University of Science and Technology (UST) Korea Program Master dan Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri
  • LPDP-University of Dundee Program Doktor ditambah program Afirmasi/Targeted/Umum tujuan luar negeri

5. Program Double/Joint Degree

  • Beasiswa Reguler
  • Beasiswa Parsial
  • Beasiswa Prasejahtera
  • Beasiswa Penyandang Disabilitas
  • Beasiswa Daerah Afirmasi
  • Beasiswa Putra Putri Papua
  • Beasiswa PNS/TNI/Polri.

(nah/nwy)



Sumber : www.detik.com

Menag Mau Kirim Ulama ke Maroko Pakai Beasiswa, Belajar Ini



Jakarta

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan RI akan mengirim ulama untuk belajar di Maroko. Mereka akan dibekali dengan dukungan beasiswa.

“Insya Allah, bidang pengadilan ulama, kita akan mengirimnya ke Maroko,” kata Nasaruddin Umar, dikutip dari laman resmi Kemenag.

Pada Kamis (6/2/2025), Menag bertemu dengan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Ouadia Benabdellah, di kantor pusat Kemenag, Jakarta. Salah satu pembahasannya yakni kerja sama RI-Maroko terkait pertukaran ulama dan santri untuk untuk memperkuat pemahaman Islam moderat.


Nasaruddin Umar mengatakan para ulama Indonesia bisa belajar banyak sistem pendidikan Islam di Maroko. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut, negara tersebut memiliki sejarah panjang terkait kajian Islam berbasis tasawuf.

Pembahasan Beasiswa Kuliah ke Maroko

Pada pertemuan tersebut, Nasaruddin Umar dan Ouadia Benabdellah juga menegaskan komitmen untuk menaikkan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Maroko, di samping Amerika Serikat dan Mesir.

“Pihak LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) bertanya pada saya, ‘kenapa Maroko?’ Maroko adalah negara yang sangat istimewa,” kata Menag.

Nasaruddin Umar menilai sistem pendidikan pada bidang studi keislaman di Maroko lebih efisien dibandingkan dengan beberapa negara lain.

Program magister di Maroko juga dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun, sedangkan program doktoral maksimal empat tahun. Durasi studi ini menurut Menag lebih cepat dibandingkan di negara lain.

“Jika kita bandingkan dengan Maroko, master program membutuhkan 2 tahun. Dan PhD program, maksimum empat tahun. Saya rasa itu sangat intensif,” ucapnya.

Sementara itu, Ouadia Benabdellah menyatakan Pemerintah Maroko siap meningkatkan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk mendukung penguatan kerja sama bidang pendidikan.

“Ketika saya tiba di sini (Indonesia), ada 15 beasiswa yang diberikan oleh Maroko ke Indonesia. Setelah 4 tahun, sekarang ada 50 beasiswa. Kita bisa lakukan lebih dari itu. Karena kita percaya dalam memperkuat hubungan ini,” ucap Ouadia Benabdellah.

(twu/nah)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa LPDP, BPI, dan BIB Kemenag Tak Kena Efisiensi Anggaran!



Jakarta

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan sejumlah beasiswa atau bantuan pendidikan untuk mahasiswa di perguruan tinggi tidak kena imbas efisiensi anggaran.

Seperti beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendiktisaintek serta Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.

Keputusan ini perlu diperhatikan masyarakat, terutama bagi penerima beasiswa yang tengah berjalan. Para penerima beasiswa diharapkan tidak perlu khawatir karena mereka akan tetap menerima haknya sesuai kontrak yang telah disepakati.


“Sementara itu beasiswa yang sedang berjalan yaitu 40.030 siswa penerima LPDP Kemendiktisaintek,” tutur Sri Mulyani dikutip dari detikNews, Jumat (14/2/2025).

“Beasiswa pendidikan Indonesia dan beasiswa Indonesia bangkit di Kementerian Agama juga tetap berjalan sesuai dengan kontak beasiswa yang sudah dilakukan,” imbuhnya.

Kekhawatiran Kemendikti dan Komisi X DPR RI

Sebelumnya, Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan banyak anggarannya terkena efisiensi anggaran hingga Rp 14,3 triliun. Hal tersebut disampaikan Satryo kala rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025) lalu.

Salah satu pagu anggaran yang terpotong adalah bantuan sosial atau beasiswa. Pagu ini terdiri dari beasiswa KIP-K, BPI, Beasiswa ADIK, KNB (Kemitraan Negara Berkembang), dan beasiswa dosen dan tenaga pendidik.

Dari jumlah Rp 15,428 triliun, pagu beasiswa terpotong 9% atau sekitar Rp 1,432 triliun. Sehingga jumlah yang tersisa adalah sekitar Rp 14 triliun.

Satryo meminta agar seluruh pagu beasiswa dikembalikan kepada total anggaran awal dan tidak dilakukan efisiensi.

“Bantuan sosial beasiswa kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula. Karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” tutur Satryo dikutip dari tayangan YouTube TVR Parlemen, Jumat (14/2/2025).

Menanggapi pemaparan Mendiktisaintek, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mempertanyakan mengapa Kemenkeu memotong anggaran beasiswa.

Karena berdasarkan peraturan lanjutan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran yang disampaikan usai pertemuan dengan Sekretariat negara menjelaskan belanja pegawai dan belanja bantuan sosial tidak boleh di efisiensi.

“Beasiswa yang tadi sudah jelas itu bantuan sosial juga kenapa kok dipotong gitu. Mungkin teman-teman komisi 10 perlu memberikan perhatian khusus,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Muhammad Khadafi. Pemotongan anggaran beasiswa pada mahasiswa ongoing bisa berdampak buruk.

“Ada pengurangan (anggaran) bukan hanya 200 ribu calon mahasiswa baru tetapi juga berdampak ternyata kepada mahasiswa ongoing,” tuturnya.

“Adik-adik mahasiswa yang mendapatkan beasiswa jadi deg-degan ini saya kena giliran pemangkasan anggaran atau tidak. Mahasiswa penerimaan manfaat di luar negeri gimana nasibnya mereka ini,” ungkap Khadafi.

Meski sempat dikhawatirkan, pada akhirnya Kemenkeu mewakili pemerintah memastikan bila beasiswa baik LPDP, BPI, dan BIB Kemenag tidak terkena efisiensi anggaran.

(det/nah)



Sumber : www.detik.com