Tag Archives: indonesia

Beasiswa Magang 2025 di Universitas Tokyo, Tsinghua, Kyoto, dan NUS, Cek Ya!


Jakarta

Beasiswa magang 2025 Amgen Scholars sedang dibuka Amgen Foundation di empat kampus Asia. Mahasiswa S1 di kampus Asia, termasuk Indonesia, bisa mendaftar.

Program Amgen Scholars adalah beasiswa magang riset 8-10 minggu di institusi pendidikan pada musim panas 2025. Peserta berkesempatan belajar, berjejaring, dan merasakan pengalaman karier riset ilmiah, khususnya di bidang sains dan teknik.

Di akhir masa magang, peserta akan menjalani simposium di Kyoto, Jepang. Berminat mendaftar? Cek informasinya di bawah ini.


Syarat Beasiswa Magang 2025 Amgen Scholars

  • Mahasiswa S1 di kampus Asia, termasuk Indonesia
  • Minimal sudah menyelesaikan tahun pertama perkuliahan per tanggal mulai magang.
  • Belum lulus kuliah per tanggal mulai magang.
  • Masih akan kuliah minimal satu semester atau 1 quarter setelah selesai program magang.
  • Memiliki rekam jejak akademik unggul
  • Jika bukan penutur asli bahasa Inggris, maka wajib memiliki kecakapan bahasa Inggris kerja yang baik, dibuktikan dengan skor minimal TOEFL iBT 72, IELTS overall band 5.5, Cambridge English FCE, TOEIC 1095, TOEIC L&R 785, atau TOEIC S&W 310
  • Berminat melanjutkan pendidikan hingga S3

Komponen Beasiswa Per Kampus Tujuan

Kyoto University

  • Tiket pesawat pergi-pulang sesuai jadwal
  • Tunjangan 180.000 yen (Rp 18,4 juta), dibagi ke dalam dua kali pencairan
  • Tempat tinggal
  • Simposium di Kyoto dan akomodasinya

National University of Singapore (NUS)

  • Ongkos pesawat SGD 1.500 (Rp 17,7 juta), meliputi perjalanan Indonesia-Singapura, ke simposium di Kyoto, dan pulang ke Tanah Air
  • Tunjangan SGD 6.000 (Rp 70,8 juta) untuk 8 minggu
  • Pengurusan dan biaya visa

Tsinghua University

  • Ongkos perjalanan
  • Tunjangan makan
  • Akomodasi
  • Uang saku CNY 10.000 atau Rp 21 juta

The University of Tokyo

  • Akomodasi
  • Uang saku 270.000 yen atau Rp 27,6 juta, termasuk uang makan dan perjalanan pribadi
  • Ongkos pesawat ke Tokyo
  • Ongkos bagi mahasiswa yang harus berkendara ke kampus selain Hongo dan Yayoi

Jadwal Magang

  • Kyoto University: 6 Juni-7 Agustus 2025
  • National University of Singapore: 2 Juni-7 Agustus 2025
  • The University of Tokyo: 5 Juni-7 Agustus 2025
  • Tsinghua University: 7 Juni-7 Agustus 2025

Masa pendaftaran beasiswa magang Amgen Scholars 2025 ditutup pada 1 Februari 2025. Mahasiswa dapat melamar ke lebih dari satu perguruan tinggi pada laman pendaftaran masing-masing kampus. Bagi detikers yang berminat, simak informasi lebih lanjut di https://amgenscholars.com/asia-program/.

(twu/nwy)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Kepala BRIN Janji Gaji Periset RI Setara dengan Malaysia agar Tak Ogah Pulang


Jakarta

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan pihaknya akan memastikan talenta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia akan diberi penghasilan yang setidaknya setara dengan talenta iptek negara tetangga, Malaysia.

“Kita akan memastikan bahwa putra-putri terbaik kita bisa mendapat gaji, penghasilan, take home pay yang saya tidak bicara terbaik, tapi minimal setara, comparable dengan yang di Malaysia,” kata Handoko pada acara Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024 di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Senin (11/11/2024).

Handoko mengatakan janji tersebut merupakan bagian dari memastikan Indonesia memberi opsi pada putra-putri terbaiknya untuk berkiprah sesuai kepakaran di negaranya sendiri.


“Kita tidak ingin, kita tidak memaksa semua orang bekerja di negara ini, itu adalah hak dan semua orang bisa berkontribusi dari manapun. Tetapi, negara ini tidak boleh tidak memberikan opsi (bagi) putra-putri terbaik kita kesempatan. Dan tidak ada alasan untuk tidak bisa berkiprah sesuai bidang kepakaran dan passion-nya di negara kita,” katanya.

Infrastruktur dan Hibah

Terkait kesempatan riset dan inovasi di dalam negeri, ia menjelaskan negara melalui BRIN menyelenggarakan infrastruktur, skema mobilitas periset, dan skema hibah riset.

Handoko menjelaskan pihaknya tidak memberikan infrastruktur bagi talenta iptek RI, tetapi akses pada infrastruktur yang sudah ada. Sedangkan skema hibah riset bersifat kompetisi.

“Itu yang membedakan skema yang ada di kami dan Kemendikti Saintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) saat ini. Karena di Kemendikti Saintek masih ada program yang bersifat afirmasi, kelembagaan. Tetapi di BRIN, semuanya harus kompetisi murni,” ucapnya.

“Itu untuk memastikan kita dapat memberikan opsi sehingga tidak boleh ada alasan putra-putri terbaik kita itu tidak pulang, misalnya, ke Indonesia karena tidak ada kesempatan dan seterusnya,” sambung Handoko.

Peluang Mendapat Pendanaan

Handoko mengatakan hibah riset BRIN berdasarkan pada penilaian proposal riset dan rekam jejak, termasuk di antaranya yakni publikasi yang bereputasi.

“Yang memberikan penilaian dan yang kami lihat penilaiannya itu dari pihak ketiga, dari komunitas globalnya. Jadi kita tidak pernah melakukan penilaian sendiri, tetapi pada pihak ketiga yang paham ilmu Bapak-Ibu sekalian,” ucapnya.

“Publikasi bereputasi global, penghargaan tertinggi, itu bukan tujuan, tetapi adalah alat ukur, indikator, dan kontrol kualitas untuk QC bahwa apa yang sudah dilakukan itu memenuhi standar dan juga norma komunitas global,” sambung Handoko.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Tanah Air jika memperoleh izin dan tidak terikat ikatan dinas. Contohnya adalah alumni beasiswa LPDP yang bekerja di lembaga internasional mewakili Indonesia, seperti PBB, IMF, dan IDF.

Berdasarkan aturan LPDP, alumni beasiswa LPDP juga dapat mengurus izin tidak pulang ke Indonesia jika magang di lembaga internasional paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dan paling lama berdurasi 2 tahun.

Satryo mengatakan penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air salah satunya karena kurangnya lahan pekerjaan yang cocok dengan mereka sepulangnya ke Tanah Air. Sementara itu, pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

“Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

(twu/nah)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Peraih Habibie Prize 2024 Dukung Penerima Beasiswa LPDP Pulang: Berkarya dalam Negeri


Jakarta

Sejumlah peraih penghargaan Habibie Prize 2024 mendukung agar penerima beasiswa LPDP pulang dan berkarya di Tanah Air. Mereka yakni pakar kebijakan pendidikan Prof Anita Lie MA EdD dan pakar rekayasa nanomaterial Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD.

Anita menuturkan, penerima beasiswa LPDP dapat memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, meriset, dan berinovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah, dan institusi lain setelah kembali pulang ke Tanah Air.

“Dari Kepala BRIN sudah ada tadi dibuka kesempatan-kesempatan agar lulusan LPDP itu bisa kembali pulang, supaya bisa berkontribusi,” ucapnya pada detikEdu usai menerima penghargaan Habibie Prize 2024 Bidang Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik, dan Hukum di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, BRIN, Jakarta, Senin (11/11/2024).


Pertimbangan Gaji

Terkait komparasi gaji di dalam dan dalam negeri, Guru Besar Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ini menuturkan penerima beasiswa LPDP pada dasarnya juga perlu mempertimbangkan aspek kepuasan batin dan hal-hal nonkeuangan.

“Gaji besar di luar negeri, biaya hidup juga tinggi. Living cost juga tinggi. Kalau di Indonesia, ada hal-hal yang nggak bisa diukur dengan uang, ya. Kalau kembali, kita bekerja juga untuk kepuasan batin juga, agar bisa berkontribusi untuk bangsa,” ucapnya.

Fasilitas Penelitian

Anita mengakui fasilitas atau peralatan riset di dalam negeri bisa jadi tidak semuanya tercukupi di dalam negeri. Di sisi lain, ia mengingatkan agar hal ini perlu disampaikan agar bisa diatasi di dalam negeri ataupun lewat kolaborasi dengan luar negeri.

“Nah, itu ya bisa memberi masukan, mungkin bisa kerja sama-kerja sama dengan luar negeri ya,” ucapnya.

Contoh di Bidang Rekayasa Nanomaterial

Penerima Habibie Prize 2024 Bidang Ilmu Rekayasa Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD mengatakan, untuk bidang rekayasa nanomaterial, ia menilai peralatan riset di Indonesia sudah sama dengan yang di luar negeri. Kendalanya yakni jumlah peralatan yang jauh lebih sedikit dari jumlah periset sehingga waktu antre jadi panjang.

“Karena pengguna kita banyak sekali dan jumlah alat juga tidak sebanyak di luar negeri, sehingga mungkin butuh waktu lebih untuk menunggu bisa menggunakan alat-alat itu. Tetapi, tetap kita bisa lakukan sebenarnya, ya,” ucapnya pada detikEdu pada kesempatan yang sama.

Soal gaji, Brian menilai tiap orang dapat memiliki standar berbeda. Di sisi lain, ia mengamini bahwa tantangan periset Indonesia relatif lebih tinggi dari aspek nonpenelitiannya sendiri seperti di atas. Untuk itu, ia menilai bekal pengalaman di luar negeri memungkinkan talenta iptek yang pulang ke Tanah Air bisa menghadapi tantangan tersebut.

“Saya yakin justru setelah dikirim ke luar negeri, teman-teman kita, para anak-anak muda itu bisa mencari jalan-jalan keluar ya, untuk mengatasi keterbatasan, sehingga kita (Indonesia) bisa maju juga seperti di kampus luar negeri, meskipun kita lakukan riset di Indonesia,” ucapnya.

Janji Kepala BRIN Soal Pulang dan Berkarya di Indonesia

Sebelumnya Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan lima peraih Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024 dapat memberi inspirasi dan teladan bahwa putra-putri iptek Indonesia bisa berkiprah di dalam negeri.

“Bahwa di Indonesia pun kita bisa berkiprah, berkontribusi, menyumbangkan pengetahuan, dan pada akhirnya memberikan dampak ekonomi berbasis pengetahuan untuk Indonesia maju ke depan,” pada pidato pemberian penghargaan.

Untuk memastikan talenta iptek Indonesia mau berkarya di dalam negeri seusai kepakarannya, Handoko mengatakan pihaknya akan memastikan talenta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia akan diberi penghasilan yang setidaknya setara dengan peneliti negara tetangga, Malaysia.

“Kita akan memastikan bahwa putra-putri terbaik kita bisa mendapat gaji, penghasilan, take home pay yang saya tidak bicara terbaik, tapi minimal setara, comparable dengan yang di Malaysia,” ucapnya.

“Kita tidak ingin, kita tidak memaksa semua orang bekerja di negara ini, itu adalah hak dan semua orang bisa berkontribusi dari manapun. Tetapi, negara ini tidak boleh tidak memberikan opsi (bagi) putra-putri terbaik kita kesempatan. Dan tidak ada alasan untuk tidak bisa berkiprah sesuai bidang kepakaran dan passion-nya di negara kita,” sambung Handoko.

Di samping gaji, ia mengatakan negara melalui BRIN memberikan akses infrastruktur, skema mobilitas periset, dan skema hibah riset kompetitif. Pendanaan riset diperoleh berdasarkan hasil penilaian atas substansi proposal riset dan rekam jejak, seperti publikasi di jurnal bereputasi.

“Yang memberikan penilaian dan yang kami lihat penilaiannya itu dari pihak ketiga, dari komunitas globalnya. Jadi kita tidak pernah melakukan penilaian sendiri, tetapi pada pihak ketiga yang paham ilmu Bapak-Ibu sekalian,” ucapnya.

“Publikasi bereputasi global, penghargaan tertinggi, itu bukan tujuan, tetapi adalah alat ukur, indikator, dan kontrol kualitas untuk QC bahwa apa yang sudah dilakukan itu memenuhi standar dan juga norma komunitas global,” kata Handoko.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Tanah Air jika memperoleh izin dan tidak terikat ikatan dinas. Salah satunya karena kurangnya lahan pekerjaan yang cocok dengan mereka sepulangnya ke Tanah Air. Sementara itu, pemerintah juga masih kekurangan dana untuk mengatasi masalah ini.

“Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Berdasarkan aturan LPDP, penerima beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang tersebut antara lain alumni beasiswa LPDP yang bekerja di lembaga internasional mewakili Indonesia, seperti PBB, IMF, dan IDF. Calon pemagang di lembaga internasional paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dengan durasi maksimal 2 tahun juga bisa mengurus izin tidak langsung pulang ke Tanah Air paling lambat 90 hari usai tanggal lulus.

(twu/nah)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Hanya Penerima Beasiswa LPDP dengan Ikatan Dinas yang Wajib Pulang


Jakarta

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan, penerima beasiswa LPDP kini diperbolehkan tetap tinggal di luar negeri kecuali yang memiliki ikatan dinas di Tanah Air. Contohnya seperti awardee dari kementerian atau lembaga.

“Kalau yang berangkat dengan ikatan dinas, departemen misalkan sekolahkan untuk dia belajar di sana, dia harus pulang segera,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).

Berdasarkan catatan kementerian, Satryo mengatakan beberapa penerima beasiswa LPDP yang belum pulang ke Indonesia saat ini masih mencari pengalaman di luar negeri. Ia mengatakan, selama bukan pegawai dengan ikatan dinas, awardee dapat melakukan hal tersebut.


“Nggak ada masalah selama dia bukan pegawai dari institusi yang ada di Indonesia, pemerintahan; yang sekolah ke luar untuk balik lagi, itu harus pulang. Yang nggak, nggak ada masalah,” kata Satryo.

Penerima Beasiswa LPDP yang Boleh Tidak Pulang

Sementara itu, penerima beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang ke Tanah Air, menurut Satryo, adalah mereka yang tidak memiliki ikatan dinas di Indonesia.

Dengan begitu, mereka dapat meneliti maupun bekerja di luar negeri pada lembaga dan perusahaan internasional sambil tetap membawa nama Indonesia.

“Kalau dia di luar negeri itu berprestasi, membawa nama Indonesia dengan baik, kan juga baik ya, nggak ada masalah,” ucapnya.

Agar dapat menetap di luar negeri, para alumni LPDP tersebut wajib mendapat izin terlebih dahulu dari Indonesia. Satryo mencontohkan, penerima beasiswa LPDP boleh tidak pulang ke Tanah Air jika mendapat izin untuk bekerja di lembaga internasional dan menjadi perwakilan RI di lembaga-lembaga berkapasitas internasional.

“Kita beri izin selama dia memang masih membawa manfaatnya untuk Indonesia dalam berbagai cara,” imbuhnya.

Alasan Tidak Wajibnya Awardee LPDP untuk Pulang

Satryo mengatakan tidak wajibnya awardee LPDP pulang ke Tanah air juga merespons kurangnya lahan pekerjaan yang sesuai bagi mereka di Indonesia. Ia mengakui pemerintah sendiri kekurangan dana untuk mengatasi soal lahan kerja bagi alumni LPDP.

“Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” terangnya.

Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

(twu/faz)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Soal Penerima Beasiswa LPDP Tak Wajib Pulang ke Indonesia, Mendikti: Tetap Harus Berizin


Jakarta

Penerima beasiswa LPDP disebut tidak lagi harus pulang ke Tanah Air usai studi, kecuali yang memiliki ikatan dinas di Indonesia. Kabar ini viral dan meraih sejumlah respons, salah satunya para warganet yang menilai rencana tersebut membuat uang pajak yang ia bayarkan seharusnya tidak untuk membiayai para awardee kuliah dan tidak kembali mengabdi di Indonesia.

Merespons tanggapan warganet tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan para penerima beasiswa LPDP ke depannya tetap bisa berkontribusi untuk Indonesia dengan berkarya di luar negeri.

“Sekarang kan dilihat aja, kalau dia di luar negeri itu berprestasi, membawa nama Indonesia dengan baik kan juga baik iya kan gak ada masalah. Pasti pulang suatu hari,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).


Tetap Harus Berizin

Satryo mengatakan penerima beasiswa LPDP yang mau menetap di luar negeri tetap harus memperoleh izin dahulu dari Indonesia.

“Izinnya apa? Dia bekerja di lembaga internasional atau jadi perwakilan kita di lembaga-lembaga yang memang punya kemampuan internasional, itu seizin kita,” ucapnya.

“Kita beri izin selama dia memang masih membawa manfaatnya untuk Indonesia dalam berbagai cara,” ucapnya.

Kurang Lahan Pekerjaan

Pemberian izin bagi penerima beasiswa LPDP untuk tidak pulang ke Tanah Air menurut Satryo juga akibat kurangnya lahan pekerjaan yang sesuai bagi mereka di Indonesia dan kekurangan dana pemerintah untuk mengatasi masalah ini sekarang.

“Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya.

Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

(twu/pal)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Beasiswa Stipendium Hungaricum untuk S1-S3 Tahun 2025 Dibuka, Cek Syaratnya!



Jakarta

Director for Internationalisation of Higher Education Stipendium Hungaricum Programme kembali menawarkan beasiswa Stipendium Hungaricum Scholarship Programme untuk warga Indonesia. Beasiswa berlaku untuk tahun ajaran 2025/2026.

Pilihan dari beasiswa ini terdiri program sarjana, magister, magister satu tingkat, program non-gelar, kursus pelatihan spesialis pascasarjana, dan doktor. Pelamar pun bisa memilih program studi penuh atau parsial.

Pelamar juga dapat mendaftar untuk kursus pelatihan persiapan bahasa Hungaria selama satu tahun. Setelah itu mereka dapat melanjutkan studi pendidikan tinggi ke perguruan tinggi yang mengharuskan penggunaan bahasa Hungaria dalam pembelajaran.


Apa saja syarat dan bagaimana cara daftarnya? Mengutip buku pedoman resmi, berikut informasi selengkapnya:

Komponen Pembiayaan Beasiswa Stipendium Hungaricum 2025

  • Pembebasan biaya kuliah
  • Tunjangan bulanan untuk S1-S2 sebesar HUF 43.700 (sekitar EUR2 110) untuk biaya hidup di Hungaria selama 12 bulan setahun hingga selesainya studi
  • Tunjangan bulanan untuk S3 sebesar HUF 140.000 (sekitar EUR1.350 untuk tahap pertama pendidikan (4 semester) dan HUF 180.000 (sekitar EUR450) untuk tahap kedua (4 semester)

Syarat Daftar Beasiswa Stipendium Hungaricum 2025

  • Berasal dari negara mitra (Indonesia termasuk).
  • Mengisi dan menyimpan semua informasi yang diminta pada formulir aplikasi daring dalam bahasa Inggris.
  • Mengunggah foto terbaru pelamar (diambil tidak lebih awal dari 2 tahun sebelum pengajuan aplikasi).
  • Pelamar beasiswa parsial studi parsial harus menyatakan dengan jelas durasi (ditunjukkan dalam bulan) dan tanggal mulai (September atau Februari) studi yang mereka lamar.
  • Membuat motivation letter minimal 1 halaman, diketik dengan huruf Times New Roman 12 poin dan ditulis dalam bahasa program studi yang dipilih atau bahasa Hungaria.
  • Mengunggah salinan pindaian bukti asli kemampuan berbahasa, dengan tingkat minimum yang ditentukan oleh institusi.
  • Pelamar S1 penuh waktu mengunggah salinan pindaian sertifikat kelulusan sekolah menengah asli.
  • Pelamar S2 penuh waktu mengunggah salinan pindaian sertifikat gelar sarjana asli.
  • Pelamar persiapan bahasa Hongaria non-gelar mengunggah salinan pindaian sertifikat kelulusan sekolah menengah
  • Pelamar S3 mengunggah research plan minimal 2 halaman, diketik dengan huruf Times New Roman ukuran 12 poin, ditulis dalam bahasa program studi yang dipilih.
  • Pelamar S2 dan S3 mengunggah surat rekomendasi yang ditandatangani dari mantan atau guru pembimbing akademik atau pembimbing saat ini.
  • Mengunggah salinan transkrip asli catatan mengenai semua semester akademik atau tahun sekolah yang diselesaikan selama studi sebelumnya.
  • Mengunggah salinan Kartu Tanda Kependudukan (KTP) dan paspor.
  • Bagi pelamar yang dicalonkan oleh Mitra Pengirim wajib melampirkan surat keterangan kesehatan dari dokter.

Cara Daftar Beasiswa Stipendium Hungaricum 2025

Semua pendaftaran dilakukan secara daring lewat laman https://apply.stipendiumhungaricum.hu/. Pendaftaran akan ditutup pada 15 Januari 2025.

Setelah mendaftar, para pelamar dapat mengakses sistem aplikasi dan mengunggah dokumen yang diperlukan. Harap dicatat bahwa pihak panitia tidak akan menerima dokumen setelah tenggat waktu.

Jadwal Seleksi Beasiswa Stipendium Hungaricum 2025

  • Pendaftaran online: terakhir 15 Januari 2025
  • Distribusi data pelamar ke kampus mitra: akhir Januari 2025
  • Pengumuman nominasi penerima beasiswa: Februari 2025
  • Deadline submit motivation letter: 15 Maret 2025
  • Deadline submit surat keterangan sehat: 15 April 2025
  • Pengumuman kandidat penerima beasiswa: Maret – Mei 2025
  • Penyeleksian kandidat: Mei – Juni 2025
  • Pengumuman kandidat terpilih: Juni 2025
  • Proses daftar ulang: Juli – Agustus 2025
  • Perkuliahan dimulai: Agustus 2025

Itulah informasi pendaftaran beasiswa Stipendium Hungaricum 2025. Ayo buruan daftar detikers!

(cyu/nwy)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Mau Kuliah S2-S3 IT di Uni Emirat Arab? Ini Beasiswa yang Bisa Dicoba untuk 2025


Jakarta

Sebuah universitas di Uni Emirat Arab yakni Mohamed Bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI) menawarkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia. Beasiswa berlaku untuk jenjang magister (S3) dan doktor (S3).

Universitas ini terletak di kota berkembang UEA yakni Abu Dhabi. Beasiswa dikhususkan untuk program studi komputer seperti robotics, computer science, machine learning, computer vision, dan lainnya.

Penerima beasiswa MBZUAI 2025 akan menempuh pendidikan secara gratis. Selain itu, ada tunjangan biaya hidup hingga akomodasi selama kuliah di sana.


Bagaimana detikers, tertarik daftar beasiswa ini? Mengutip laman MBZUAI resmi, ini syarat hingga cara daftarnya:

Keuntungan Penerima Beasiswa MBZUAI 2025

  • Biaya kuliah fully funded atau 100 persen gratis
  • Biaya akomodasi mahasiswa di kampus
  • Asuransi kesehatan
  • Visa UEA untuk warga non UEA
  • Tunjangan bulanan AED 8.000 untuk mahasiswa magister dan AED 10.000 untuk mahasiswa PhD

Syarat Daftar Beasiswa MBZUAI 2025

  • Mengisi formulir aplikasi online di https://mbzuai.ac.ae/study/admission-process
  • Memiliki CV (dengan latar belakang akademis, pengalaman kerja, publikasi penelitian, dan keterampilan pemrograman/pengkodean)
  • Mempunyai transkrip gelar sarjana resmi atau surat kelulusan
  • Mempunyai transkrip gelar master resmi surat kelulusan
  • Mempunyai surat pernyataan penelitian (hanya untuk pelamar PhD)
  • Mempunyai surat pernyataan tujuan studi
  • Mempunyai sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku
  • Mempunyai salinan paspor yang masih berlaku
  • Foto dengan latar belakang putih

Jadwal Seleksi Beasiswa ke MBZUAI 2025

  • Pembukaan pendaftaran: 1 Oktober 2024
  • Batas waktu pendaftaran: 15 Januari 2025
  • Pengumuman hasil seleksi: 31 Maret 2025
  • Batas daftar ulang: 31 Maret 2025

Cara Daftar Beasiswa MBZUAI 2025

Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat laman https://mbzuai.ac.ae/study/admission-process. Di sana pelamar harus mengunggah dokumen-dokumen persyaratan.

Jika lolos pada seleksi administrasi, pelamar akan diwawancara oleh panitia penerimaan mahasiswa baru. Jika pelamar lolos dan sebelumnya berkuliah di lembaga yang berlisensi di UEA, maka bisa melakukan transfer kredit di MBZUAI.

Untuk informasi lebih menyeluruh, detiker bisa meninjaunya di laman https://mbzuai.ac.ae/study/admission-process. Adapun informasi terkait universitas bisa dilihat https://mbzuai.ac.ae/study/university-catalogue/ ya. Selamat mencoba!

(cyu/faz)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Kita Lihat Optimal atau Tidak



Jakarta

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) akan mengkaji ulang manfaat dana Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Beasiswa yang dimulai pada 2013 itu diketahui telah menyalurkan beasiswa kepada 45.577 orang sampai Mei lalu.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan saat ini pihaknya sedang memeriksa penggunaan danaLPDP. Temuan pemeriksaan akan dianalisis berbasis pengeluaran dan manfaat yang didapatkan atau cost-benefit analysis.

“Alokasi dana (LPDP) itu memang perlu kita lihat kembali, apakah dana yang sekarang dipakai, misalnya bahwa kebanyakan dana dipakai untuk program magister itu apakah optimal atau tidak,” katanya dalam Antara dikutip Jumat (1/11/2024).


Stella menekankan asas optimal adalah berkeadilan dan berkualitas dalam pengkajian ulang ini. Ia mengatakan jika hasil pengkajian ulang akan dikeluarkan sebentar lagi.

“Sebentar lagi akan kami keluarkan temuan dan rekomendasi kami, bagaimana untuk bisa mengoptimalkan dana LPDP supaya jelas,” ujarnya.

Kendati demikian, Stella menyebut kewenangan terhadap dana LPDP berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sehingga pihaknya tidak dapat membuat kebijakan terkait optimalisasi dana LPDP. Namun, ia mengatakan pihaknya siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan Kemenkeu dalam optimalisasi dana Beasiswa LPDP.

“Tujuannya hanya satu, supaya kita bisa mengoptimalkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan,” kata Stella.

Tentang Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP adalah beasiswa yang menjadi ‘primadona’ di Indonesia. Bagaimana tidak, setiap tahunnya beasiswa tersebut menggelontorkan dana untuk ribuan mahasiswa pascasarjana.

Menurut Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, jumlah penerima Beasiswa LPDP dari 2013 hingga akhir Mei 2024 sudah mencapai 45.577 orang.

Pendaftar beasiswaLPDP dari tahun ke tahun juga terus meningkat. Pada tahun 2023, jumlah pendaftarLPDP tercatat sebanyak 33.337 orang. Pada pendaftaran seleksi tahap pertama tahun 2024, tercatat 20.210 orang mendaftar program beasiswa tersebut.

BPK Juga Kaji Pengelolaan Dana LPDP

Terkait pengelolaan keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengeluarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2024 untukLPDP. Dari hasil pemeriksaan itu, BPK menyimpulkan pengelolaan pendapatan, belanja, dan investasi tahun 2021-2023 padaLPDP serta instansi terkait lainnya dilaksanakan sesuai dengan kriteria.

Namun, BPK masih menemukan masalah dalam penetapan penerima dan pemenuhan kewajiban penerima LPDP, di antaranya:

1. Dalam proses seleksi program penerima beasiswa, terdapat perbedaan data peserta antara yang tercantum dalam SK dengan rekapitulasi peserta lulus. Terdapat inkonsistensi dalam penilaian profiling peserta dan peserta yang terindikasi tidak memenuhi batas minimal standar kelulusan

2. Terdapat penerima beasiswa yang telah mendapatkan dana ujian tesis/disertasi/studi tetapi belum melakukan ujian tesis/disertasi atau belum menyelesaikan studinya.

Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan Direktur Utama LPDP agar lebih cermat dalam melakukan seleksi calon peserta penerima beasiswa, meminta pertanggungjawaban atas realisasi dana ujian tesis/disertasi yang tidak didukung bukti, atau meminta pengembalian dana ke LPDP.

“Serta melakukan monitoring dan evaluasi dan tindak lanjut atas mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan masa studinya sesuai ketentuan,” demikian bunyi rekomendasi dalam IHPS I Tahun 2024 BPK.

(nir/twu)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Beasiswa Jardine 2025 Dibuka, Kuliah S1 Gratis di Universitas Oxford-Cambridge



Jakarta

Jardine Foundation asal Inggris membuka kembali kuota beasiswa sarjana (S1) bagi warga Indonesia. Pendaftaran sudah dibuka sejak pertengahan Agustus 2024 hingga 20 Oktober 2024.

Beasiswa ini direkomendasikan bagi mahasiswa baru yang diterima di Universitas Oxford atau Universitas Cambridge. Pembiayaan beasiswa ini juga mencakup banyak hal.

Mulai dari biaya perkuliahan, biaya sehari-hari hingga biaya kesehatan. Durasi pemberian beasiswa pun berlaku selama 3-4 tahun.


Melansir laman resminya, berikut informasi selengkapnya mengenai Beasiswa Jardine 2025:

Pilihan Universitas di Beasiswa Jardine 2025

1. University of Oxford

  • Exeter College
  • Oriel College
  • The Queen’s College
  • Trinity College

2. University of Cambridge

  • Downing College
  • Magdalene College
  • Peterhouse
  • Trinity College

Komponen Pendanaan Beasiswa Jardine 2025

  • Biaya kuliah yang dibayarkan langsung ke universitas.
  • Tunjangan tahunan yang mencakup biaya makan dan tempat tinggal serta seluruh biaya insidental lainnya (tunjangan akan dibayarkan dalam tiga angsuran setiap tahun, dengan angsuran pertama dalam jumlah yang lebih besar untuk menutupi biaya awal)
  • Biaya kesehatan.
  • Tiket pesawat kelas ekonomi standar.

Syarat Daftar Beasiswa Jardine 2025

  • Diterima di salah satu perguruan tinggi yang disebutkan di atas.
  • Melakukan pengajuan beasiswa di perguruan tinggi tersebut.
  • Warga negara atau penduduk Kamboja, Tiongkok, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, atau Vietnam (status kewarganegaraan minimal 7 tahun).
  • Sedang dalam tahap awal mengembangkan karier saat melamar.
  • Dalam kondisi kesehatan yang baik.

Dokumen Syarat Daftar Beasiswa Jardine 2025

  • Pernyataan pribadi yang menjelaskan tujuan, aspirasi, rencana pelamar setelah lulus dan keterangan mengenai kegiatan ekstrakurikuler, termasuk olahraga, dan keterlibatan dalam komunitas.
  • Foto terbaru ukuran paspor.
  • Salinan formulir aplikasi UCAS yang sudah diisi.
  • Salinan transkrip GCSE, A/AS Level, dan IB, atau kualifikasi setara di bawah sistem ujian negara atau wilayah terkait, jika tersedia. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada, sertifikat HKDSE, sertifikat SPM atau STPM, dan sertifikat SKHU.
  • Surat keterangan yang ditandatangani oleh kepala sekolah atau konselor universitas yang menyatakan.
  • Jejak prestasi akademis yang dicapai oleh pelamar.

Kriteria Pemilihan Awardee Beasiswa Jardine 2025

  • Karakter pribadi, termasuk kualitas kepemimpinan dan networking.
  • Prestasi dalam kegiatan non-kurikuler, termasuk olahraga, keterlibatan dan kegiatan di masyarakat.
  • Hal lain yang menurut pendapat Komite, menunjukkan pelamar akan menjadi warga negara yang luar biasa dengan komitmen tinggi terhadap pelaksanaan tugas publik atau keterlibatan masyarakat.

Jadwal Seleksi Beasiswa Jardine 2025

  • Pendaftaran online: pertengahan Agustus – 20 Oktober 2024
  • Pemilihan kandidat: November 2024
  • Wawancara tahap pertama: Desember 2024
  • Wawancara tahap akhir: Januari 2025
  • Pengumuman kandidat terpilih: Februari 2025
  • Mulai studi: Oktober 2025

Itulah informasi seputar Beasiswa Jardine 2025. Bagi detikers yang tertarik mendaftar bisa segera melakukannya pada laman https://www.jardines.com/ ya.

(cyu/pal)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Beasiswa Teladan Tanoto 2025 Khusus Mahasiswa Baru Dibuka, Cek Informasinya Yuk!



Jakarta

Tanoto Foundation kembali membuka Beasiswa Teladan Tanoto 2025. Beasiswa ini merupakan program yang dibuka khusus untuk mahasiswa baru dari universitas mitra.

Program Teladan (Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan) adalah salah satu inisiatif Tanoto Foundation dalam membangun generasi unggul dan pemimpin masa depan. Dalam program ini, Tanoto Foundation memberikan dukungan pengembangan kepemimpinan, kesempatan pengembangan diri, pengabdian masyarakat, sarana kolaborasi dan jejaring, dan dukungan biaya kuliah, serta tunjangan biaya hidup.

Beasiswa dibuka untuk mahasiswa semester pertama di 10 perguruan tinggi mitra program teladan. Mahasiswa harus memiliki prestasi di berbagai bidang, pengalaman organisasi, serta menunjukkan potensi kepemimpinan.


Pendaftaran Beasiswa Teladan Tanoto 2025 dibuka mulai 17 Agustus 2024 sampai 1 Oktober 2024. Mahasiswa terpilih akan menjadi Tanoto Scholars, dan menjalani program beasiswa selama 3,5 tahun dari semester 2 hingga 8.

Manfaat Beasiswa Teladan Tanoto 2025

Melansir dari laman resminya, penerima beasiswa akan menerima manfaat sebagai berikut:

1. Dukungan Pengembangan Kepemimpinan
2. Dukungan Lingkaran Pengembangan Teladan
-Tanoto Scholars Association (TSA): komunitas untuk Tanoto Scholars
-Pay It Forward Initiative: pengabdian masyarakat
-Tanoto Scholars Gathering (TSG): aktivitas tahunan yang mempertemukan Tanoto Scholars dari semua perguruan tinggi mitra
-Tanoto Student Research Award (TSRA): dukungan dana dan pelatihan riset bagi mahasiswa di perguruan tinggi mitra
-Internship: kesempatan magang di Tanoto Foundation
-Sponsorship: dukungan finansial tambahan dalam mengikuti kompetisi, konferensi, maupun sertifikasi pengembangan kompetensi untuk persiapan karir baik di dalam maupun di luar negeri
-Global Experiences Program: pengalaman global seperti summer course, exchange program, volunteering, dan lainnya.
3. Dukungan Biaya Kuliah dan Tunjangan Hidup
4. Jaringan Alumni di Indonesia dan Dunia

Syarat Beasiswa Teladan Tanoto 2025

Tertarik mendaftar Beasiswa Teladan Tanoto 2025? Simak syarat beasiswa di bawah ini:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Terdaftar sebagai mahasiswa reguler (S1) semester pertama di salah satu perguruan tinggi mitra
  • Berkomitmen mengikuti Program Pengembangan Kepemimpinan selama masa Program
  • Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat serta berkomitmen untuk berkontribusi pada masyarakat dan pembangunan bangsa
  • Mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya akan menjadi nilai tambah.
  • Memiliki prestasi akademik (minimum nilai rata-rata rapor Kelas XII SMA/SMK/MA adalah 8 dari skala 10) dan non-akademik seperti pengalaman organisasi kesiswaan, komunitas sosial, atau terkait lainnya.
  • Sedang tidak menerima beasiswa atau mengikuti program dukungan finansial lainnya, dan bersedia tidak menerima beasiswa atau program finansial lainnya ataupun program pengembangan kepemimpinan sejenis apabila terpilih dalam program Teladan.
  • Mendaftarkan diri secara online pada website Tanoto Foundation.

Daftar Kampus Mitra Beasiswa Teladan Tanoto 2025

  1. IPB University
  2. Institut Teknologi Bandung
  3. Universitas Brawijaya
  4. Universitas Diponegoro
  5. Universitas Gadjah Mada
  6. Universitas Hasanuddin
  7. Universitas Indonesia
  8. Universitas Mulawarman
  9. Universitas Riau
  10. Universitas Sumatera Utara

Jadwal Beasiswa Teladan Tanoto 2025

Pendaftaran: 17 Agustus-1 Oktober 2024
Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7-10 Oktober 024
Seleksi tahap 1: 12-18 Oktober 2024
Pengumuman hasil tahap 1: 24-25 Oktober 2024
Seleksi tahap 2: 13-15 November 2024
Pengumuman hasil tahap 2: 18-19 November 2024
Seleksi tahap 3: 2-24 Desember 2024
Pengumuman akir: 24-29 Januari 2025

Bagi detikers yang berminat bisa langsung mendaftarkan diri DI SINI. Siap menjadi penerima Beasiswa Teladan Tanoto 2025?

(nir/nwy)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5