Tag Archives: penerima beasiswa

5 Fakta Unik tentang Beasiswa Djarum


Jakarta

Djarum Beasiswa Plus 2025/2026 masih dapat didaftar hingga 11 Juli 2025. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menempuh S1/D4 semester IV dari bidang keilmuan mana pun.

Ada beberapa keunikan dari beasiswa Djarum ini. Bagi kalian yang tertarik mendaftar, cek apa saja hal-hal menarik menyangkut beasiswa ini ya!

Fakta Unik beasiswa Djarum

1. Mendapat Pelatihan Soft Skills

Penerima Djarum Beasiswa Plus atau yang disebut sebagai Beswan Djarum, akan mendapatkan pelatihan soft skills. Beberapa pelatihan tersebut adalah character building, nation building, leadership development, competition challenges, dan international exposure.


Dikatakan dalam situs resmi, pada kegiatan ini penerima beasiswa akan dibekali enam kualitas dasar yakni keingintahuan, inisiatif, kegigihan, adaptabilitas, kepemimpinan, serta kesadaran akan isu sosial dan budaya.

Setelah memperoleh pelatihan soft skills, Beswan Djarum akan mendapatkan kesempatan untuk menerapkan keterampilan lunak tersebut dengan cara melibatkan diri dalam memberikan jalan keluar terhadap suatu masalah sosial di lingkungan masing-masing.

3. Program Nation Building

Puncak pelatihan atau pembekalan bagi Beswan Djarum adalah nation building. Pelatihan ini adalah untuk menguatkan wawasan kebangsaan tentang makna serta hakikat bangsa dan kebangsaan.

Agenda ini mencakup rangkaian acara diskusi kebangsan dan cultural visit.

4. Kontes Esai

Kegiatan ini bertujuan melatih kepedulian dan kepekaan penerima beasiswa mengenai masalah sosial di sekitarnya. Beswan Djarum juga didorong untuk mampu menuangkan ide dan gagasan secara autentik, sehingga ia dapat memberikan solusi yang valid melalui tulisannya dan mampu meyakinkan pembaca.

5. Eksposur Internasional

Penerima beasiswa akan difasilitasi untuk mengikuti berbagai kegiatan berskala internasional. Sehingga, mereka turut serta mengharumkan nama bangsa.

Demikian fakta-fakta beasiswa Djarum. Jika kalian tertarik mendaftar, informasi persyaratannya bisa dicek di bawah ini:

Syarat Djarum Beasiswa Plus 2025/2026

  • Sedang menempuh pendidikan S1/D4 pada semester IV dari semua bidang keilmuan
  • IPK minimal 3.0 pada semester 3 dan mampu mempertahankan IPK minimal 3.0 sampai akhir semester IV
  • Aktif dalam kegiatan organisasi baik di dalam ataupun di luar kampus
  • Tidak tengah menerima beasiswa dari pihak lain
  • Kuliah di perguruan tinggi mitra program Djarum Beasiswa Plus, yang daftarnya bisa dicek di sini. https://djarumbeasiswaplus.org/tentang_kami/daftar-perguruan-tinggi-program-djarum-beasiswa-plus#page-2

Jadwal Djarum Beasiswa Plus 2025/2026

  • Pendaftaran online: 6 Mei-11 Juli 2025
  • Seleksi administrasi: 12-15 Juli 2025
  • Tes tulis online: 16-29 Juli 2025
  • Tes offline dan wawancara: 30 Juli-5 Oktober 2025
  • Pengumuman: 10 Oktober 2025.

(nah/nwk)

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ mode: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(
“https://cdn.jsdelivr.net/npm/swiper@11/swiper-bundle.min.mjs”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey

Beasiswa LPDP-China di CSU Buka Pendaftaran, S2 Ekonomi hingga Teknik


Jakarta

Beasiswa LPDP di China dibuka di kampus Central South University (CSU). Periode pendaftaran berlangsung hingga 10 Juli 2025.

Beasiswa LPDP di CSU 2025 merupakan program beasiswa master 3 tahun (termasuk 1 tahun internship) dengan pendanaan bersama dari LPDP, Central South University, dan GEM Co. Ltd. Dikutip dari laman LPDP Kementerian Keuangan (Kemenkeu), beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM, teknologi, dan manajemen untuk mendukung hilirisasi mineral RI.

Penerima beasiswa wajib kembali dan mengabdi di Indonesia setelah selesai studi sesuai dengan ketentuan LPDP. Di samping itu, awardee juga akan mendapatkan fasilitasi peluang untuk bekerja di bidang metalurgi, transportasi, dan perdagangan internasional.


Beasiswa LPDP CSU China 2025

Beasiswa ini meliputi komponen berikut:

  • Tunjangan buku
  • Dana bantuan penelitian tesis
  • Dana bantuan seminar internasional
  • Dana publikasi jurnal internasional
  • Dana hidup bulanan
  • Dana asuransi kesehatan
  • Dana transportasi
  • Dana keadaan darurat (jika diperlukan)
  • Dana kedatangan
  • Dana aplikasi visa atau permohonan izin tinggal

Prodi Beasiswa LPDP CSU

Berikut pilihan prodi yang dibuka bagi pelamar beasiswa LPDP CSU 2025:

  • Materials and Chemicals, School of Metallurgy and Environment
  • Applied Economics – International Economics and Trade
  • Transportation, School of Traffic and Transportation Engineering

Syarat Beasiswa LPDP CSU 2025

  • Warga Negara Indonesia, termasuk CPNS atau PNS
  • Bukan anggota TNI dan Polri
  • Sudah lulus program sarjana atau D4
  • Pendaftar bidang metalurgi dan sains material diutamakan lulusan prodi kimia, teknik kimia, fisika, material sains, teknik material, metalurgi, teknik pertambangan, teknik mesin, teknik industri, teknik produksi, teknik manufaktur, dan teknik geologi dan program studi yang relevan lainnya.
  • Pendaftar bidang ekonomi dan perdagangan internasional diutamakan lulusan dari program studi sains, teknik, ekonomi dan manajemen atau program yang studi yang relevan dengan bidang matematika dan statistik.
  • Pendaftar bidang transportasi diutamakan lulusan dari program studi transportasi, mesin, fisika, matematika, ilmu komputer, komunikasi elektronik, material, mekanika dan program studi yang relevan.
  • Belum pernah menyelesaikan pendidikan magister (S2)
  • Batas usia per 31 Desember 2025 yaitu 35 tahun untuk WNI umum, 37 tahun bagi PNS/CPNS, dan 42 tahun bagi PNS jabatan fungsional peneliti, perekayasa, medis, paramedis, atau pendidik
  • IPK minimal 3.00 dari 4.00 atau yang setara
  • Skor bahasa Inggris TOEFL iBT minimal 61, IELTS 6.0, atau Duolingo English Test 80

Jadwal Beasiswa LPDP CSU 2025

  • Pendaftaran: 12 Juni-10 Juli 2025
  • Seleksi administrasi: 11-17 Juli 2025
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 18 Juli 2025
  • Masa sanggah: 19-21 Juli 2025
  • Pemrosesan sanggah: 22-25 Juli 2025
  • Pengumuman hasil sanggah: 31 Juli 2025
  • Seleksi substansi: 2-8 Agustus 2025
  • Pengumuman hasil seleksi substansi: 14 Agustus 2025
  • Penyampaian LoA Unconditional CSU kepada LPDP: Pekan 3-4 Agustus 2025
  • Mulai kuliah: September 2025

Informasi terkait beasiswa LPDP di China 2025-2028 ini bisa dicek lebih lanjut pada menu Beasiswa di laman LPDP Kemenkeu. Semoga berhasil!

(twu/nwk)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / jess bailey

Beasiswa Guru Indonesia untuk Bertemu Ilmuwan di Swedia, Dapat Uang Saku Rp26 Juta!



Jakarta

Nobel Prize Museum membuka beasiswa untuk guru di sejumlah negara menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Penghargaan Nobel atau Nobel Prize Teacher Summit di Stockholm, Swedia. Pendaftaran ini dibuka hingga tanggal 5 Februari mendatang.

KTT Penghargaan Nobel adalah acara yang dihadiri guru-guru terpilih dari seluruh dunia untuk bertemu dengan peraih Nobel, ilmuwan terkemuka, dan aktivis perdamaian seputar tema yang sangat penting dalam pendidikan. Untuk KTT tahun ini mengangkat tema “Masa Depan Demokrasi”.

Nantinya, guru-guru yang terpilih akan menghadiri program selama empat hari dan mendapatkan berbagai fasilitas. Acara KTT ini akan berlangsung pada Rabu, 26 Maret 2025 hingga Sabtu, 29 Maret 2025, sebagaimana dilansir situs Nobel Prize Museum.


Cakupan Beasiswa Program ke Swedia

1. Biaya visa, perjalanan, transfer dan makan yang akan dicairkan pada saat peserta berada di Stockholm:

– Guru dari Eropa: SEK 7,000 (USD 575) atau sekitar Rp9,3 juta (kurs Rp16.244)

– Guru dari MENA (Mesir): SEK 15.000 (USD 1.240) atau sekitar Rp20 juta

– Guru dari Asia: SEK 20,000 (USD 1,650) atau sekitar Rp26,8 juta

– Guru dari Afrika: SEK 20,000 (USD 1,650) atau sekitar Rp26,8 juta

– Guru dari Amerika Latin: SEK 25.000 (USD 2.065) atau sekitar Rp33,5 juta

2. Hotel di Stockholm, 4 malam (dipesan oleh Nobel Prize Museum)

3. Pengenalan di Nobel Prize Museum pada hari Rabu, 26 Maret 2025

4. Kunjungan belajar dan workshop pada hari Kamis, 27 Maret 2025, termasuk makan siang

5. Biaya konferensi untuk Jumat 28 Maret 2025, termasuk makan siang

6. Program pada hari Sabtu, 29 Maret 2025 di Nobel Prize Museum

7. Asuransi selama periode 25-30 Maret 2025

8. Surat undangan pribadi, untuk digunakan pada saat mengajukan visa dan sejenisnya

Persyaratan Beasiswa untuk ke Swedia

1. Guru yang terlatih dan aktif secara profesional (tingkat pra-sekolah hingga perguruan tinggi)

2. Bekerja di salah satu negara berikut: Kolombia, Mesir, Indonesia, Moldova, Filipina, Ukraina, Vietnam, Tanzania, atau Zambia

3. Memahami, berbicara, membaca dan menulis bahasa Inggris dengan lancar

4. Bisa mengatur visa Schengen sendiri; ketika permohonan beasiswa disetujui, penerima beasiswa akan menerima surat undangan dan bukti asuransi untuk dilampirkan bersama permohonan visa

5. Dapat membayar tiket pulang-pergi dan transfer sendiri. Sebab, uang dari beasiswa baru diterima setelah sampai di Stockholm pada tanggal 26 Maret 2025

6. Memiliki rekening bank tempat kami dapat mentransfer uang dalam SEK, EUR atau USD, dan kartu kredit yang dapat digunakan untuk pembelian di Swedia

7. Ketika kembali ke negara asal, Anda akan menyelenggarakan “Pusat Konferensi Pengajar Hadiah Nobel” untuk rekan-rekan guru di wilayah asal Anda, menggunakan materi yang disediakan oleh Nobel Prize Museum

Untuk cara pelamaran, hanya dapat melamar melalui tautan resmi di bawah ini, bukan melalui surat atau email. Pelamar akan diberitahu melalui email paling lambat tanggal 20 Februari 2025 apakah sudah mendapat dukungan finansial atau belum. Tidak ada penjelasan yang akan diberikan kepada mereka yang tidak menerima beasiswa.

Nah, bagi detikers yang berminat atau memiliki teman guru bisa bagikan dan/atau klik tautan pendaftarannya DI SINI. Informasi tentang beasiswa bisa cek DI SINI.

(faz/nwk)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Soal Penerima Beasiswa LPDP Tak Wajib Pulang ke Indonesia, Mendikti: Tetap Harus Berizin


Jakarta

Penerima beasiswa LPDP disebut tidak lagi harus pulang ke Tanah Air usai studi, kecuali yang memiliki ikatan dinas di Indonesia. Kabar ini viral dan meraih sejumlah respons, salah satunya para warganet yang menilai rencana tersebut membuat uang pajak yang ia bayarkan seharusnya tidak untuk membiayai para awardee kuliah dan tidak kembali mengabdi di Indonesia.

Merespons tanggapan warganet tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan para penerima beasiswa LPDP ke depannya tetap bisa berkontribusi untuk Indonesia dengan berkarya di luar negeri.

“Sekarang kan dilihat aja, kalau dia di luar negeri itu berprestasi, membawa nama Indonesia dengan baik kan juga baik iya kan gak ada masalah. Pasti pulang suatu hari,” ucapnya usai rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (6/11/2024).


Tetap Harus Berizin

Satryo mengatakan penerima beasiswa LPDP yang mau menetap di luar negeri tetap harus memperoleh izin dahulu dari Indonesia.

“Izinnya apa? Dia bekerja di lembaga internasional atau jadi perwakilan kita di lembaga-lembaga yang memang punya kemampuan internasional, itu seizin kita,” ucapnya.

“Kita beri izin selama dia memang masih membawa manfaatnya untuk Indonesia dalam berbagai cara,” ucapnya.

Kurang Lahan Pekerjaan

Pemberian izin bagi penerima beasiswa LPDP untuk tidak pulang ke Tanah Air menurut Satryo juga akibat kurangnya lahan pekerjaan yang sesuai bagi mereka di Indonesia dan kekurangan dana pemerintah untuk mengatasi masalah ini sekarang.

“Kalau yang orang bebas (tanpa ikatan dinas), dia belajar, kemudian kalau pulang, dia mungkin belum ada pekerjaan di sini. Pemerintah nggak mungkin juga mendanai mereka kan. Ya, hanya bisa kasih beasiswa,” ucapnya.

Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu di sini!

(twu/pal)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Beasiswa Teladan Tanoto 2025 Khusus Mahasiswa Baru Dibuka, Cek Informasinya Yuk!



Jakarta

Tanoto Foundation kembali membuka Beasiswa Teladan Tanoto 2025. Beasiswa ini merupakan program yang dibuka khusus untuk mahasiswa baru dari universitas mitra.

Program Teladan (Transformasi Edukasi untuk melahirkan Pemimpin Masa Depan) adalah salah satu inisiatif Tanoto Foundation dalam membangun generasi unggul dan pemimpin masa depan. Dalam program ini, Tanoto Foundation memberikan dukungan pengembangan kepemimpinan, kesempatan pengembangan diri, pengabdian masyarakat, sarana kolaborasi dan jejaring, dan dukungan biaya kuliah, serta tunjangan biaya hidup.

Beasiswa dibuka untuk mahasiswa semester pertama di 10 perguruan tinggi mitra program teladan. Mahasiswa harus memiliki prestasi di berbagai bidang, pengalaman organisasi, serta menunjukkan potensi kepemimpinan.


Pendaftaran Beasiswa Teladan Tanoto 2025 dibuka mulai 17 Agustus 2024 sampai 1 Oktober 2024. Mahasiswa terpilih akan menjadi Tanoto Scholars, dan menjalani program beasiswa selama 3,5 tahun dari semester 2 hingga 8.

Manfaat Beasiswa Teladan Tanoto 2025

Melansir dari laman resminya, penerima beasiswa akan menerima manfaat sebagai berikut:

1. Dukungan Pengembangan Kepemimpinan
2. Dukungan Lingkaran Pengembangan Teladan
-Tanoto Scholars Association (TSA): komunitas untuk Tanoto Scholars
-Pay It Forward Initiative: pengabdian masyarakat
-Tanoto Scholars Gathering (TSG): aktivitas tahunan yang mempertemukan Tanoto Scholars dari semua perguruan tinggi mitra
-Tanoto Student Research Award (TSRA): dukungan dana dan pelatihan riset bagi mahasiswa di perguruan tinggi mitra
-Internship: kesempatan magang di Tanoto Foundation
-Sponsorship: dukungan finansial tambahan dalam mengikuti kompetisi, konferensi, maupun sertifikasi pengembangan kompetensi untuk persiapan karir baik di dalam maupun di luar negeri
-Global Experiences Program: pengalaman global seperti summer course, exchange program, volunteering, dan lainnya.
3. Dukungan Biaya Kuliah dan Tunjangan Hidup
4. Jaringan Alumni di Indonesia dan Dunia

Syarat Beasiswa Teladan Tanoto 2025

Tertarik mendaftar Beasiswa Teladan Tanoto 2025? Simak syarat beasiswa di bawah ini:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Terdaftar sebagai mahasiswa reguler (S1) semester pertama di salah satu perguruan tinggi mitra
  • Berkomitmen mengikuti Program Pengembangan Kepemimpinan selama masa Program
  • Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat serta berkomitmen untuk berkontribusi pada masyarakat dan pembangunan bangsa
  • Mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya akan menjadi nilai tambah.
  • Memiliki prestasi akademik (minimum nilai rata-rata rapor Kelas XII SMA/SMK/MA adalah 8 dari skala 10) dan non-akademik seperti pengalaman organisasi kesiswaan, komunitas sosial, atau terkait lainnya.
  • Sedang tidak menerima beasiswa atau mengikuti program dukungan finansial lainnya, dan bersedia tidak menerima beasiswa atau program finansial lainnya ataupun program pengembangan kepemimpinan sejenis apabila terpilih dalam program Teladan.
  • Mendaftarkan diri secara online pada website Tanoto Foundation.

Daftar Kampus Mitra Beasiswa Teladan Tanoto 2025

  1. IPB University
  2. Institut Teknologi Bandung
  3. Universitas Brawijaya
  4. Universitas Diponegoro
  5. Universitas Gadjah Mada
  6. Universitas Hasanuddin
  7. Universitas Indonesia
  8. Universitas Mulawarman
  9. Universitas Riau
  10. Universitas Sumatera Utara

Jadwal Beasiswa Teladan Tanoto 2025

Pendaftaran: 17 Agustus-1 Oktober 2024
Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7-10 Oktober 024
Seleksi tahap 1: 12-18 Oktober 2024
Pengumuman hasil tahap 1: 24-25 Oktober 2024
Seleksi tahap 2: 13-15 November 2024
Pengumuman hasil tahap 2: 18-19 November 2024
Seleksi tahap 3: 2-24 Desember 2024
Pengumuman akir: 24-29 Januari 2025

Bagi detikers yang berminat bisa langsung mendaftarkan diri DI SINI. Siap menjadi penerima Beasiswa Teladan Tanoto 2025?

(nir/nwy)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah buku Belajar di Sekolah اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / element5

Ada Beasiswa PhD dan Post Doctoral ke Austria untuk 2025, Minat Daftar?



Jakarta

Kementerian Pendidikan Austria menawarkan beasiswa pendidikan dan penelitian bagi warga Indonesia. Beasiswa ini berlaku untuk program sarjana, pascasarjana, PhD dan post doctoral (postdoc).

Detikers bisa mencoba program Full PhD Grant, Postdoc Grant, Music Practice Grant atau Short-term Research Grant. Selain sokongan dana pendidikan dan penelitian, beasiswa juga menunjang biaya hidup selama di Austria.

Khusus bagi yang ingin melamar beasiswa Music Practice Grant, pendaftaran dibuka hingga 15 Desember 2024. Sementara yang berminat mengambil Full PhD Grant dan Postdoc Grant batas pendaftaran masih sampai Maret 2025.


Adapun yang akan memilih program penelitian singkat pendaftaran dibuka selama 2-9 bulan sebelum pelamar melakukan kunjungan ke universitas tujuan. Apa saja persyaratan untuk bisa daftar beasiswa ini?

Mengutip laman Dikti Kemendikbudristek, berikut informasi lengkapnya:

1. Program Short Term Research Grant

Beasiswa untuk program Short Term Research Grant berlaku untuk jangka 1-2 bulan. Penerima beasiswa akan mendapatkan tunjangan 1.300 Euro per bulan dan subsidi perjalanan hingga 1.200 Euro.

Pilihan Program Studi

  • Ilmu pengetahuan alam
  • Ilmu teknik
  • Kedokteran
  • Kesehatan
  • Ilmu pertanian
  • Ilmu sosial
  • Humaniora

Syarat Daftar

  • Pelamar Postdocs maksimal berusia 45 tahun (jika sedang mengasuh anak dapat diperhitungkan).
  • Mempunyai kemampuan bahasa Inggris dan Jerman yang baik
  • Pelamar tidak boleh pernah tinggal/belajar/menjalani penelitian/pekerjaan akademis di Austria pada tahun terakhir, enam bulan sebelum menerima hibah.
  • Pelamar yang tinggal secara permanen di Austria atau yang telah menyelesaikan pendidikan akademisnya terutama di Austria tidak berhak untuk mendaftar.
  • Mengirim lamaran online lewat laman https://www.scholarships.at/
  • Mempunyai surat rekomendasi dari supervisor di universitas pilihan di Austria
  • Surat rekomendasi tersebut dapat hanya dapat diterbitkan oleh peneliti atau dosen yang terafiliasi dengan universitas anggota ASEA-UNINET Austria dan yang memegang “Venia Docendi”, misalnya seorang Profesor Penuh atau Associate
  • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator ASEA-UNINET di universitas Austria yang bekerja sama
  • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator ASEA-UNINET di universitas ASEAN yang bekerja sama.
  • Mempunyai surat rekomendasi dari koordinator nasional ASEA-UNINET negara anggota ASEAN
  • Surat rekomendasi tidak boleh lebih dari enam bulan pada saat melamar.
  • Salinan paspor
  • Sertifikat PhD serta terjemahan bahasa Inggris atau Jerman.

2. Program Full Ernst Mach Grant

Jenis beasiswa ini menawarkan beasiswa untuk studi PhD penuh, penelitian pasca doktoral dan untuk studi di bidang praktik musik di universitas anggota ASEA-UNINET di Austria. Durasi beasiswa bisa berlaku hingga tiga tahun.

Pilihan program yang bisa diambil dalam skema beasiswa full ini antara lain ilmu pengetahuan alam, ilmu teknik, kedokteran manusia, kesehatan, ilmu pertanian, ilmu sosial, dan humaniora.

Full PhD Grant

  • Kelompok sasaran: Mahasiswa pascasarjana yang ingin menyelesaikan program doktor/PhD penuh di Austria dan memenuhi persyaratan untuk masuk dan yang telah menyelesaikan studinya di universitas di luar Austria
  • Durasi: 36 bulan
  • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan, subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro, dan subsidi mobilitas sebesar 300 Euro per bulan

Postdoc Grant

  • Kelompok sasaran: Postdocs yang terlibat dalam pengajaran dan penelitian di anggota ASEA-UNINET universitas di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, atau Vietnam
  • Durasi: 4 – 9 bulan
  • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan dan subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro

Music Practice Grant

  • Kelompok sasaran: Sarjana (atau lebih tinggi) di bidang praktik musik (instrumental dan vokal pertunjukan, komposisi, dan konduktor)
  • Durasi: 9 bulan
  • Manfaat hibah: 1,300 Euro per bulan dan subsidi biaya perjalanan hingga 1,200 Euro

Syarat Daftar

  • Pelamar sarjana dan pascasarjana maksimal berusia 35 tahun, sedangkan postdoc maksimal 45 tahun.
  • Mempunyai kemampuan baik dalam bahasa Inggris dan Jerman
  • Mengirim lamaran online lewat laman http://www.scholarships.at/
  • Mengajukan proposal penelitian bidang musik dokumen berupa CV & bukti pendaftaran audisi
  • Surat rekomendasi dari supervisor di universitas tuan rumah di Austria (bagi pelamar Music Practice Grant berupa letter of endorsement dari universitas musik Austria setelah proses audisi selesai)
  • Dua surat rekomendasi dari dosen universitas
  • Salinan paspor
  • Sertifikat kelulusan universitas serta terjemahan bahasa Inggris atau Jerman.
  • Setelah dilakukan pemeriksaan persyaratan formal dan evaluasi lamaran oleh para ahli, kandidat akan diundang untuk wawancara pribadi (tatap muka)

Itulah informasi beasiswa PhD dan Postdoc di universitas Austria. Ayo coba daftar!

(cyu/cyu)



Sumber : www.detik.com

Kemendikbudristek Temukan 4 Kecurangan Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia


Jakarta

Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menemukan tiga kecurangan yang dilakukan mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Kecurangan ini datang dari mahasiswa dan bisa berakibat fatal.

Karena bila melanggar, mahasiswa bisa kehilangan statusnya. Hal ini telah tertera dalam Buku Panduan Pendaftaran BPI Tahun 2024.

Disebutkan bila penerima beasiswa diketahui melanggar ketentuan dan persyaratan seleksi dan/atau tidak memenuhi pernyataan yang disampaikan pada surat pernyataan, maka ia akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di BPPT. Namun, bila penerima beasiswa ketahuan memberikan informasi atau dokumen yang tidak benar/palsu, maka akan dikenakan sanksi administratif berat.


Sanksi berupa pemberhentian sebagai penerima beasiswa dan berkewajiban pengembalian dana studi yang telah diterima. Ia juga akan diblokir untuk mengikuti program BPPT di masa mendatang.

Dikutip dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Kemendikbudristek berikut 4 temuan kecurangan yang dilakukan mahasiswa penerima BPI.

4 Kecurangan Penerima BPI

1. Berkuliah Daring Dalam Waktu Lama

Mahasiswa penerima BPI tidak diperbolehkan melakukan perkuliahan secara online/daring atau hybrid dalam waktu lama. Walaupun pihak perguruan tinggi memperbolehkannya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPPT, Ratna Prabandari menyebutkan ketentuan ini dilakukan karena BPI memberikan skema living allowance atau biaya hidup bulanan. Sehingga mahasiswa penerima BPI harus tinggal dan berada di kota di mana perguruan tinggi berada.

Menurut temuannya, ada mahasiswa BPI yang melakukan perkuliahan daring di berbeda kota dengan letak kampus hingga 2 semester. Hal ini merupakan tindakan terlarang.

“Kami menemukan adanya mahasiswa penerima BPI yang melakukan perkuliahan online di tempat tinggal yang berbeda kota dengan kampusnya dalam waktu satu sampai dua semester. Kami tegaskan itu tidak boleh dalam alasan apapun,” katanya.

2. Mahasiswa Masih Bekerja

BPPT juga menemukan ada mahasiswa penerima BPI yang masih melakukan pekerjaan sambil berkuliah. Hal ini menurut Ratna sudah jelas aturannya dan tidak boleh dilanggar.

“Itu kan sudah jelas aturannya, bahwa penerima BPI harus dalam posisi tugas belajar, artinya cuti dari pekerjaannya. Termasuk hal ini berlaku bagi mahasiswa yang diterima atau diangkat sebagai CPNS atau PPPK,” tambahnya.

Ratna menyebutkan mahasiswa penerima BPI masih boleh bekerja dengan mengabaikan tugas belajar. Dengan catatan pekerjaan yang dilakukannya merupakan bagian wajib dari studi, seperti menjadi teaching assistant atau research assistant.

3. Pemalsuan Dokumen Akademik

Kecurangan berkaitan dengan pemalsuan dokumen akademik juga tak luput dari temuan BPPT. Seperti tandatangan promotor tesis atau disertasi dan pemalsuan transkrip nilai akademik pada Kartu Hasil Studi (KHS).

4. Double Funding dari Pemerintah Daerah

Double funding adalah sebuah keadaan ketika penerima beasiswa mendapat pendanaan tambahan dari lembaga pemberi beasiswa lain. Dalam hal ini temuan yang ditemukan adalah double funding dari pemerintah daerah.

Hal ini juga perlu menjadi catatan oleh perguruan tinggi dan BPPT. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Mohammad Alipi menjelaskan memang beasiswa yang berada dari program Puslapdik lainnya mungkin bisa dipantau terkait keadaan double funding.

Seperti Beasiswa Unggulan, KIP Kuliah dan juga Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Sayangnya beasiswa dari pemerintah daerah sulit untuk dipantau penerimaannya.

“Sebetulnya bila sesama beasiswa yang dikelola Puslapdik itu relatif bisa terpantau. Yang agak sulit terjangkau adalah double funding dengan beasiswa sejenis dari pemerintah daerah,” jelas Alipi.

Progres Mahasiswa Penerima BPI Dipantau

Penjelasan Ratna dan Alipi disampaikan dalam Kegiatan Sinkronisasi Data Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Tahun 2021-2023 dan Pendaftar BPI dalam Negeri Tahun 2024 Wilayah II di Medan, 26 September 2024 lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk sinkronisasi data mahasiswa penerima BPI ongoing dan mahasiswa baru 2024.

Sebagai catatan setiap progres masing-masing awardee pada dasarnya dipantau BPPT dan Kemendikbduristek. Sehingga setiap kecurangan pasti akan ditemukan.

Pertemuan itu juga bertujuan mempercepat proses pembayaran biaya pendidikan dan meningkatkan layanan beasiswa. Alipi meminta pihak perguruan tinggi untuk memberikan kemudahan bagi awardee BPI dalam pengisian KHS. Sehingga proses pembayaran bisa segera dilakukan.

“Pada ujungnya mempercepat dan memperlancar proses pembayaran, baik pembayaran biaya pendidikan ke perguruan tinggi maupun biaya hidup ke mahasiswa,” ungkap Alipi.

Terkait peningkatan layanan, Alipi mengusulkan agar pihak perguruan tinggi melakukan upload dokumen secara langsung tidak melalui mahasiswa terutama KHS. Karena BPPT menemukan ada beberapa dokumen yang kurang valid terkait data mahasiswa.

Meskipun begitu, Alipi menegaskan pihaknya dan BPPT selalu pemutakhiran sistem. Sehingga layanan pada mahasiswa penerima BPI bisa terus dipermudah dan cepat.

“Tentunya inti dari semua itu adalah kerja sama dan komunikasi intensif antara perguruan tinggi dengan BPPT untuk meningkatkan layanan,” tutupnya.

(det/det)



Sumber : www.detik.com

Penerima Beasiswa LPDP Tak Wajib Pulang Sudah Sesuai Perundang-undangan


Jakarta

Pengamat pendidikan Doni Koesoema menilai wacana penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) tidak wajib pulang ke Tanah Air jika mendapat izin sudah sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Setiap warga negara Indonesia akan berhak memperoleh pekerjaan, untuk mencari kebaikan bagi mereka, dan itu tidak terbatas di Indonesia saja tetapi di seluruh negara,” kata Doni pada detikEdu, Kamis (7/11/2024).

“(Terutama) mereka bekerja bagi kemanusiaan, bagi peradaban, dan mereka tetap membawa dampak besar bagi bangsa. Jadi sebenarnya nggak ada masalah dengan kebijakan ini,” sambungnya.


Penerima Beasiswa LPDP yang Tidak Wajib Pulang

Doni mengatakan, LPDP Kementerian Keuangan selaku pengelola program beasiswa LPDP berhak jika sekiranya berencana memperluas kriteria alumni beasiswa LPDP yang tidak wajib pulang ke Tanah Air.

Diketahui, berdasarkan aturan LPDP saat ini, kelompok alumni beasiswa LPDP yang tak wajib pulang ke Indonesia antara lain PNS, anggota Polri, personel TNI, pegawai BUMN, hingga pegawai swasta yang ditugaskan di luar negeri. Dokter dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan juga dikenakan pengecualian ini.

Pengecualian yang sama juga berlaku bagi alumni beasiswa LPDP yang menjadi perwakilan RI pada lembaga internasional di mana Indonesia menjadi negara anggota. Contohnya seperti menjadi anggota PBB, IMF, dan IDF.

Alumni yang hendak lanjut studi, postdoctoral maupun magang di luar negeri juga dapat mengurus izin tidak pulang ke Tanah Air sesuai ketentuan. Bagi pemagang misalnya, magang harus dimulai paling lambat 3 bulan sejak tanggal lulus dan maksimal selama 3 tahun.

“Misal mereka sudah dapat beasiswa dari kampusnya (di luar negeri) untuk melanjutkan kuliah di sana, masa harus tunggu 5 tahun baru lanjut beasiswanya? Tidak masuk akal,” ucapnya.

Doni menggarisbawahi, jika nanti ada perubahan atas ketentuan di atas, perlu disepakati sejak awal sebagai komitmen antara pengelola beasiswa dan penerima beasiswa LPDP.

Mempertanyakan Lahan Pekerjaan

Ia mengatakan, aturan wajib pulang ke Tanah Air juga tidak masuk akal tanpa alasan yang jelas. Ia menekankan, pulang ke Indonesia seharusnya bersifat sukarela.

“Dijelaskan, wajib pulang ke Indonesia itu seperti apa. Kalau wajib langsung pulang, nggak ada argumentasinya, artinya dia membatasi hak warga negara untuk mencari yang lebih baik dalam hidupnya. Kalau dia bekerja di sana dengan tetap warga negara Indonesia kan tidak masalah, dan membuat derajat kesejahteraan rakyat itu lebih baik,” ucapnya.

“Nah kalau dia 2n+1 di sini nggak ada kerjaan, gimana? Ngapain pulang ke Indonesia nganggur?,” sambung Doni.

Soal Return Investasi Negara

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan beasiswa LPDP sebagai bentuk investasi sumber daya manusia dalam negeri yang perlu mendapat return atau imbal balik.

“Jadi kalau saya kan begini, kita ini kan, pemerintah itu, negara itu kan investasi besar untuk pengembangan SDM. Investasi besar sejak awal ya, mulai dari sekolah dasar, menengah, tinggi, dan lain-lain. Oleh karena itu negara berhak untuk mendapatkan return dari investasi itu,” kata Pratikno, dikutip dari kanal YouTube Antara TV Indonesia, Kamis (7/11/2024).

“Investasi itu kan dimaksudkan untuk membangun bangsa dan negara, menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Merespons pernyataan Pratikno, Doni menekankan penerima beasiswa LPDP juga rakyat yang berhak sejahtera.

“Yang kerja di luar negeri itu rakyat Indonesia. Kecuali mereka kerja di luar negeri malah semakin tertinggal. Jangan berpikiran sempit masalah nasionalisme. Kesejahteraan ini siapa yang diminta sejahtera? Warga negara. Dan mereka ini warga negara,” ucap Doni.

Prioritas RI: Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kuliah?

Salah satu pro-kontra yang mencuat dari viralnya kabar penerima beasiswa LPDP tak wajib pulang ke Indonesia adalah pendapat warganet soal ketidakrelaannya jika uang pajak dipakai untuk membiayai awardee yang tidak pulang dan mengabdi ke Tanah Air. Beberapa di antaranya juga menyatakan lebih rela jika uang pajak digunakan di bidang pendidikan dasar dan menengah yang masih semrawut.

Sementara itu, sejumlah warganet lainnya menyatakan beasiswa LPDP terpisah dari kewajiban pemerintah atas pendidikan dasar dan menengah bagi anak-anak RI.

Soal pro-kontra ini, Doni menilai menilai dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP sebagai sumber dana beasiswa LPDP dapat digunakan untuk juga menggratiskan pendidikan tinggi bagi mahasiswa se-Indonesia di dalam negeri.

Sementara itu, jika pendidikan dasar dan menengah hendak diprioritaskan, ia menegaskan bahwa anggaran pendidikan dasar juga harus diprioritaskan.

“Faktanya kan tidak. Anggaran pendidikan dasar sangat sedikit jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan 20% (APBN) yang tersebar di kementerian/lembaga,” ucapnya.

Ia meminta peran Presiden Prabowo Subianto untuk urun tangan memprioritaskan soal anggaran pendidikan dasar dan menengah tersebut.

“Peraturan tentang 20% anggaran itu dipakai untuk apa, termasuk untuk makan siang bergizi, itu yang ngatur kan presiden,” pungkasnya.

Apa pendapatmu soal wacana penerima beasiswa LPDP tidak wajib pulang ke Tanah Air? Bagikan pandangan kamu di Point of View (PoV) detikEdu, klik di sini!

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Kecurangan Beasiswa JFLS Terbukti, Pemprov Jabar Bakal Cabut Beberapa Penerima



Jakarta

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyatakan akan mencoret beberapa nama dari penerima program beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024 karena dinilai bermasalah. Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin usai menerima laporan dari Inspektorat Jabar.

“Memang ada beberapa yang mungkin akan kita hentikan. Yang afirmasi, saya rapatkan dulu dengan Pak Sekda (Herman Suryatman) dan Bu Inspektur (Eni Rohyani), seperti apa,” ujar Bey Machmudin dalam Antara dikutip Kamis (14/11/2024).

Terkait penerima beasiswa Program JFLS 2024 yang akan dicoret, dia mengatakan belum mendapat data karena masih ada di Inspektorat Jabar. Namun ia berjanji akan mengumumkannya dalam waktu dekat.


“Tapi sudah ada jumlahnya gitu. Udah ada temuan, ada di Bu Inspektur. Nanti saya update itu,” ujar Bey Machmudin.

Kecurangan Beasiswa JLFS 2024

Beasiswa JFLS merupakan beasiswa khusus pelajar asli Jawa Barat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dimulai sejak 2019, beasiswa ini telah menyalurkan dana kurang lebih Rp 100 juta setiap tahunnya.

Dalam pelaksanaan JFLS tahun ini, banyak desas-desus kecurangan. Kecurangan yang ada antara lain perguruan tinggi yang menjadi rekanan tidak jelas, panitia JFLS tidak pernah memberi laporan berita acara rekrutmen, hingga proses rekrutmen tidak transparan.

Kemudian pada JFLS 2024, dari 46 ribu pendaftar hanya 400 orang yang lolos. Namun hasilnya tidak pernah diumumkan dengan dalih untuk meredam konflik.

Awal Mula Dugaan Kecurangan Beasiswa JFLS

Dugaan kecurangan beasiswa JFLS 2024 tercium mulai bulan lalu. Saat itu, Sekretaris Komisi 5 DPRD Jabar, Muhammad Jaenudin menyebut jika pihaknya belum mendengar kabar tersebut. Namun, munculnya dugaan ini membuat ia mendorong Pemprov Jabar untuk dapat segera menyelidiki temuan tersebut.

“Jadi saya kira kalau ada temuan itu, segera perbaiki dan evaluasi jika memang ditemukan ketidak transparanan dalam pendaftaran online, dan lainnya. Komisi 5 memang belum dengar ada info itu, kita belum terima laporan dari dinas. Mungkin dinas sedang evaluasi di dalamnya,” ucap Jaenudin dalam detikJabar Kamis (24/10/2024) lalu.

Sementara itu KepalaSatpol PP JabarAdeAfriandi mengaku, sudah mendengar temuan tersebut dan sudah dibahas dengan beberapa perangkat daerah di Pemprov Jabar. Menurutnya, Pj Gubernur JabarBeyMachmudin telah meminta pembenahan administrasiJFLS.

Inspektorat telah menelisik dari sisi administrasi JFLS 2024. Ade mengatakan, kalau benar ada pelanggaran peraturan daerah yang memayungi program tersebut, pihaknya akan mempertimbangkan penindakan justisi atau non-justisi.

Ade pun menjelaskan saat menjabat sebagai Plh Kadisdik Jabar, belum pernah ada pembahasan soal JFLS baik dari sisi kebijakan, teknis, maupun juga proses seleksi.

“Kemarin pembahasan belum ada, makanya kami juga bersama-sama dengan inspektorat itu kan, ada kewenangan inspektorat untuk menggali hal tersebut. Ya Pak Bey meminta segera didalami, kemudian juga dilaporkan juga segera. Ya, kita berharap mungkin kelemahan-kelemahan dari sisi administrasi ya, tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan lah gitu ya,” harap Ade.

(nir/nwy)



Sumber : www.detik.com

Ada Ribuan Beasiswa Patriot untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi



Jakarta

Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka Beasiswa Patriot. Beasiswa untuk S1-S2-S3 yang akan dididik menjadi think tank pengembangan kawasan transmigrasi.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami mengirim prioritas mendesain Beasiswa Patriot. Itu ada 1.000 atau 2.000 Beasiswa Patriot untuk S2, S3. Dan kami kembali lagi akan kerja sama dengan UI untuk nanti 2 tahun kuliah di kampus 1 tahun di kampus utama dan kemudian 1 tahun tersisa kuliahnya langsung di lokasi kawasan transmigrasi,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementrans Velix V Wanggai.

Hal itu disampaikan Velix di Felfest UI, Kampus UI Depok, Jawa Barat, Minggu (27/7/2025). Selain itu, penerima beasiswa disyaratkan melakukan pengabdian di kawasan transmigrasi.


“Dan kemudian kami ada penambahan indikator mendapat beasiswa ini untuk pengabdian selama 1-2 tahun di berbagai kawasan transmigrasi untuk pengembangan korporasi berbasis komoditas di kawasan transmigrasi,” imbuh Velix.

Velix menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan revitalisasi kawasan strategis menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang direncanakan dalam 5 tahun ke depan yakni:

  • Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ada 23 lokasi
  • Kawasan Industri (KI) ada 19 lokasi
  • Kawasan Transmigrasi ada 45 lokasi di 4 provinsi baru

“Ratusan kabupaten-kota menjadi sentra-sentra pertumbuhan ekonomi dan kecamatan-kecamatan di seluruh Indonesia. Untuk 5 tahun ke depan karena kita tidak lagi fokus untuk mengirimkan saudara-saudara kita lagi ke berbagai titik di Indonesia, Bapak Presiden menugaskan untuk kita mengirimkan anak-anak muda yang memiliki rekam jejak pengetahuan untuk ke berbagai kawasan di Indonesia,” jelas Velix.

Kementrans bekerjasama dengan 7 kampus di Indonesia, salah satunya UI. UI mengirimkan 285 mahasiswa baik mahasiswa S1, S2, S3 ke 154 titik kawasan transmigrasi.

“Dan juga kami mendapat informasi beberapa profesor jadi kita mengirimkan 2.000 anak-anak dari berbagai kampus, dari 7 kampus yang diseleksi oleh masing-masing kampus. Kemudian juga ada tercatat 45 profesor dan 285 (mahasiswa) ini dari UI akan dikirimkan ke 154 titik kawasan-kawasan strategi potensial di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua selama 4 bulan untuk pemetaan potensi sosial, pemetaan potensi komoditas dan juga kemudian pengembangan korporasi berbasis kawasan,” urai Velix.

Kementrans, imbuh Velix, bekerja sama dengan Kementerian Desa berkolaborasi di 178 desa di 45 titik ini pada tahun depan, 2026.

Dilansir dari laman Kementrans, Program Transmigrasi Patriot, menawarkan pendidikan di universitas terbaik, pelatihan sebagai tentara cadangan (Komcad) dan penempatan di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi, selama periode tertentu dengan ikatan dinas untuk mencapai swasembada nasional, mendorong pembangunan ekonomi dan menjaga persatuan Indonesia.

Berdasarkan arsip detikEdu, penerima akan mengikuti pendidikan dasar militer terlebih dahulu selama 1,5 bulan. Mereka akan menjalani pelatihan sebagai tentara cadangan.

Kemudian, mereka juga akan ditempatkan di beberapa kawasan transmigrasi selama 3 bulan. Di sana mereka akan tinggal bersama penduduk yang ditunjuk sebagai orang tua asuh.

Setelah mengikuti masa pelatihan, peserta baru diberangkatkan untuk menempuh pendidikan. Beasiswa Patriot ini menyediakan bantuan untuk jenjang S1, S2 dan S3 di bidang dan mathematics (STEM).

Peserta bisa memilih universitas terkemuka di seluruh dunia. Usai menyelesaikan studinya, awardee akan ditempatkan kembali di kawasan-kawasan transmigrasi selama 10 tahun. Kemudian, mereka akan diberikan pilihan beralih karier atau tetap melanjutkan tugasnya di kawasan yang sama.

“Jika mereka meninggalkan kawasan transmigrasi sebelum 10 tahun, mereka akan dianggap desersi dan dikenakan sanksi untuk mengembalikan seluruh dana yang telah diberikan negara untuk menyiapkan mereka atau diberikan sanksi hukum,” kata Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara.

(nwk/nah)



Sumber : www.detik.com