Tag Archives: penerima

Jadwal, Cara Cek, dan Tahap Lanjutannya


Jakarta

Seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahap 1 2025 menuju tahap akhir. Kini calon awardee tinggal menunggu waktu pengumuman tahap akhir yang akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang.

Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibuka dua kali setiap tahunnya. Pendaftaran LPDP Tahap 1 telah dimulai sejak 17 Januari 2025 lalu.

Untuk resmi menjadi awardee, peserta wajib melalui berbagai seleksi. Dari administrasi, seleksi bakat skolastik, dan terakhir seleksi substansi.


Menjadi tahap terakhir, seleksi substansi sudah mulai digelar pada 6 Mei 2025 lalu. Hasil tahap substansi juga akan menjadi hasil akhir seleksi beasiswa LPDP tahap 1 2025.

Dikutip dari laman resmi LPDP dan arsip detikEdu, Senin (26/5/2025) berikut serba-serbi pengumuman LPDP 2025 yang perlu kamu ketahui.

Jadwal Pengumuman LPDP 2025

Seperti yang disebutkan, pengumuman LPDP 2025 akan berlangsung pada 19 Juni 2025 mendatang. Namun, bila melihat keseluruhan rangkaian seleksi, jadwal LPDP tahap 1 2025 adalah sebagai berikut:

  • Pendaftaran: 17 Januari 2025
  • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
  • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
  • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
  • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
  • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
  • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
  • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

Cara Cek Pengumuman LPDP 2025

Pengumuman LPDP tahap 1 2025 akan dilakukan melalui akun yang digunakan saat mendaftar LPDP. Tahapannya yaitu:

  1. Buka https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/index.php/site/login
  2. Masukkan email dan password yang didaftarkan sebelumnya
  3. Klik tombol “Masuk”
  4. Pengumuman LPDP Tahap 1 Tahun 2025 akan terlihat

Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan proses pemberangkatan dan menunggu waktu perkuliahan dengan Beasiswa LPDP. Sedangkan yang belum berhasil, masih bisa mengikuti seleksi di kesempatan selanjutnya.

Tahapan Setelah Lolos Pengumuman LPDP 2025

Ketika dinyatakan lolos seleksi di pengumuman LPDP 2025, peserta harus segera menyiapkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional. LoA Unconditional adalah surat resmi dari kampus tujuan yang menyatakan bila peserta telah diterima sebagai mahasiswa tanpa syarat tambahan.

Sehingga peserta hanya perlu melakukan daftar ulang dan mempersiapkan keberangkatan. Ada dua jalur berbeda yang akan dilalui awardee bila belum dan sudah memiliki LoA Unconditional, yakni:

Sudah Punya LoA Unconditional

Bila peserta sudah memiliki LoA Unconditional tahapan selanjutnya adalah:

1. Persiapan keberangkatan

Persiapan keberangkatan merupakan agenda pembekalan yang dikenal dengan Persiapan Keberangkatan (PK). Pengajuan PK bisa dilakukan melalui aplikasi e-Beasiswa dengan memenuhi persyaratan dokumen, seperti:

  • LoA Unconditional
  • Mengisi universitas tujuan studi dan tanggal intake.

2. Mengajukan Suat Pernyataan (SP)

SP adalah dokumen yang menyatakan kesediaan penerima beasiswa untuk mentaati ketentuan yang ditetapkan oleh LPDP. SP berisi dokumen yang harus disiapkan, seperti:

  • LoA Unconditional
  • Kalender Akademik
  • Silabus Pembelajaran
  • Surat Persetujuan Penundaan Studi (Defer) dari universitas bagi awardee LPDP yang melakukan penundaan studi.
  • Surat tugas belajar bagi awardee LPDP dengan status PNS/TNI/Polri atau dosen
  • Surat pernyataan bersedia mengikuti persiapan keberangkatan.

3. Pengajuan Letter of Guarantee (LoG)

Letter of Guarantee (LoG) adalah surat keterangan jaminan pendanaan beasiswa dari LPDP. Awardee mendapatkan LoG setelah SP diproses dan mendapat SK.

LoG merupakan dokumen wajib yang harus diserahkan ke universitas tujuan sebelum memulai studi. Karena LoG adalah sebuah surat yang menjamin pendanaan beasiswa peserta.

Belum Punya LoA Unconditional

Bila peserta belum memiliki LoA Unconditional, maka mereka harus melakukan proses Pengayaan Bahasa.

Bagi mahasiswa dengan tujuan studi di luar negeri, LPDP bisa menerbitkan Letter of Sponsorship (LoS) sebagai upaya agar mahasiswa bisa diterima di kampus tujuan. LoS bisa ditemukan di aplikasi e-Beasiswa yang tersedia untuk 3 tujuan program studi yang telah didaftarkan.

Tapi untuk diingat, bila LoS bukanlah surat garansi final dari LPDP dengan artian berbeda dengan Letter of Guarantee (LoG). Untuk mendapatkan LoG, mahasiswa harus memiliki LoA Unconditional.

Sedangkan untuk mahasiswa dengan tujuan studi dalam negeri, peserta langsung bisa mendaftarkan diri di seleksi universitas tujuan. Batas ‘perburuan’ LoA Unconditional adalah 18 bulan setelah dinyatakan lulus sebagai awardee LPDP.

Itulah informasi tentang Pengumuman LPDP 2025. Semoga mendapatkan hasil terbaik ya detikers!

(det/nwk)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa KJMU Kini Bisa untuk Mahasiswa S1-S3 di Semua Universitas



Jakarta

Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Pramono Anung mengumumkan beberapa ketentuan baru untuk program beasiswa Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Apa saja itu?

Ia mengatakan mulai tahun ini beasiswa KJMU berlaku juga untuk mahasiswa S2 dan S3. Sebelumnya, beasiswa ini hanya diperuntukkan mahasiswa S1.

“Perbedaannya dengan KJMU yang dulu, itu hanya sampai S1. Namun, sekarang kami perluas hingga S2 dan S3 untuk mahasiswa yang IPK-nya bagus. Kenapa itu dilakukan? Untuk memutus apa yang disebut dengan garis ketidakberuntungan,” ujar Pramono dilansir website resmi Provinsi DKI Jakarta, Rabu (28/5/2025).


Tak hanya itu, beasiswa KJMU sekarang bisa dicoba mahasiswa yang berasal dari semua universitas. Pada tahun lalu dan ke belakang, KJMU hanya berlaku untuk kampus berakreditasi A.

“Selain itu, yang membedakan KJMU saat ini dengan yang sebelumnya, yaitu KJMU bisa untuk semua universitas dengan akreditasi apapun baik A/B/C, tidak hanya yang akreditasinya A saja,” lanjutnya.

Besar Bantuan Rp 9 Juta per Semester

Adapun besar nominal bantuan KJMU tidak berubah yakni Rp 9 juta per semester. Untuk uang saku bulanan, mahasiswa akan menerima Rp 750 per bulan.

Pramono mengatakan uang tersebut akan langsung ditransfer ke pihak kampus. Sehingga mahasiswa tak repot mengurus dan bisa fokus belajar dan menyelesaikan perkuliahan.

Disampaikan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, kuota beasiswa KJMU saat ini sebanyak 16.979 mahasiswa. Sebanyak 14.745 mahasiswa sudah menerima manfaatnya.

Sementara 2.129 orang lainnya masih dalam tahap penyaluran ke rekening dan cetak kartu ATM. Ia pun menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses seleksinya.

“Kami tegaskan, seluruh proses pendaftaran KJMU tidak dipungut biaya apapun,” ujar Nahdiana.

Syarat Penerima Beasiswa KJMU

Syarat umum penerima KJMU adalah mahasiswa yang ber-KTP alamat wilayah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, peserta harus berasal dari keluarga tidak mampu dinyatakan surat keterangan tidak mampu/miskin dari RT.

Lalu, mahasiswa bukan penerima beasiswa yang bersumber dari APBD Jakarta atau APBN. Belum ada syarat khusus untuk jenjang S1, S2 maupun S3 sehingga informasinya harus terus dipantau lewat website dan media sosial resmi Pemprov DKI Jakarta.

Dalam memudahkan penerima, Pemprov DKI juga telah membuka poskp KJMU di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Jakarta. Informasi posko tersebut bisa dilihat di jakita.jakarta.go,id.

(cyu/nwk)



Sumber : www.detik.com

Tips Menghindari Penipuan Beasiswa Palsu di Media Sosial


Jakarta

Mimpi untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi melalui beasiswa pada masa kini menjadi suatu hal yang mudah tetapi susah. Mengapa?

Pada dasarnya begitu banyak peluang untuk melamar beasiswa. Mengingat sekarang sudah informasi beasiswa bisa ditemukan dengan mudah, termasuk lewat media sosial.

Namun, begitu banyak pula penipuan yang dilakukan oknum-oknum mengatasnamakan sebuah beasiswa. Penipu beasiswa sering kali mengincar mahasiswa yang sangat menginginkan bantuan keuangan.


Mereka tak ragu memberikan janji-janji yang biasanya terdengar sangat meyakinkan untuk menjadi nyata. Berbagai praktik penipu beasiswa pada dasarnya bisa dihindari lo detikers.

Dikutip dari laman Tiffin University dan Kansas State University, berikut informasinya.

Tips Menghindari Penipuan Beasiswa Palsu

Dengan mengetahui cara menghindari penipuan beasiswa, detikers bisa menghemat waktu, uang dan risiko lainnya. Adapun tipsnya yakni:

1. Lewat Sumber Terpercaya

Pastikan sumber informasi dari mana beasiswa itu didapatkan. Bila melalui media sosial, pastikan lembaga yang memberinya sudah terverifikasi dan memiliki rekam jejak yang baik.

Jangan ragu minta bantuan ke bagian administrasi sekolah/kampus untuk mencari tahu apakah benar ada beasiswa tersebut. Pencarian informasi juga bisa melalui website yang memiliki basis data dengan reputasi baik, seperti Fastweb, Scholarship.com, dan College Board.

2. Riset

Jika suatu beasiswa tampak mencurigakan, carilah ulasan atau peringatan penipuan di internet mengenai bantuan tersebut.

3. Jangan Pernah Keluarkan Uang!

Jangan pernah membayar untuk mencari informasi atau mendaftar sebuah beasiswa. Informasi beasiswa seharusnya gratis dan dapat diakses oleh semua siswa.

4. Verifikasi Organisasi

Carilah situs web profesional terkait organisasi/lembaga yang mengeluarkan beasiswa tersebut. Sebelum mendaftar calon awardee perlu mengetahui segala informasi kontak yang sah hingga riwayat penerima sebelumnya.

5. Bermain Logika

Jika suatu informasi terasa aneh atau terlalu bagus menjadi kenyataan, kamu perlu mengeceknya berkali-kali. Gunakan akal sehat dan percayalah pada instingmu!

Tanda Penipuan Beasiswa Palsu

Penipuan beasiswa cenderung memiliki karakteristik atau tanda yang sama. Berikut daftarnya menurut Kansas State University, Amerika Serikat:

1. Punya Biaya Pendaftaran

Waspadalah bila beasiswa meminta biaya pendaftaran, meski murah. Sebagian besar sponsor beasiswa yang sah tidak mensyaratkan biaya pendaftaran.

2. Biaya Lainnya

Satu kata kunci yang perlu diingat adalah beasiswa tidak mengharuskan penerima mengeluarkan biaya sepeserpun. Jika detikers harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan informasi, mengajukan beasiswa, itu bisa dipastikan penipuan.

3. Dijamin Dapat Beasiswa

Tidak ada sponsor beasiswa sah yang akan menjamin seseorang mendapatkan bantuan. Waspada juga bila detikers dijamin menerima jumlah bantuan keuangan yang minimum.

Biasanya jaminan tersebut adalah program bantuan mahasiswa federal atau program pinjaman mahasiswa swasta. Tanpa perlu beasiswa, jaminan itu biasanya bisa diikuti semua orang.

4. Permintaan Informasi Pribadi Berlebihan

Jika ketika mendaftar detikers diminta memasukan nomor rekening bank, nomor kartu kredit, nomor jaminan sosial, dan dokumen lain yang tidak biasa, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Data itu memungkinkan penipu mengetahui nama bank untuk menarik uang dari rekeningmu.

5. Beasiswa Tidak Untuk Semua Orang

Sponsor beasiswa tidak akan memberikan bantuan kepada siswa hanya karena mereka hidup dan bernapas. Tetapi ada berbagai ketentuan yang harus dipenuhi dan sesuai dengan tujuan beasiswa.

6. Peluang yang Tidak Diminta

Sebagian besar sponsor beasiswa hanya akan menghubung awardee untuk meminta tanggapan atas pertanyaan sebelumnya. Jika detikers belum pernah mendengar organisasi atau lembaga penyelenggara beasiswa, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

7. Kesalahan Pengetikan dan Ejaan

Jika materi lamaran atau website remi mengandung kesalahan pengetikan dan ejaan, atau tidak memiliki tampilan yang profesional, bisa jadi itu penipuan.

8. Tekanan Waktu

Jika detikers harus merespons dengan cepat dan tidak mendengar hasilnya selama beberapa bulan, itu adalah penipuan. Penipu mungkin mengatakan bahwa hibah akan diberikan kepada mereka yang datang pertama.

Hal ini membuat penipu mendesak awardee untuk bertindak cepat. Termasuk memberikan sejumlah uang, dan ingat bila beasiswa tidak meminta uang dari awardee.

9. Pemberitahuan Melalui Telepon

Pengumuman beasiswa akan dilakukan secara tertulis melalui surat atau website, bukan telepon. Jika sponsor menelpon dan memberi selamat, mereka akan menindaklanjuti dengan surat melalui pos.

Jika panggilan telepon itu berujung meminta uang, jangan ragu untuk tutup telepon tersebut.

10. Tingkat Lolos Beasiswa Tinggi

Seluruh pendaftar beasiswa memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan bantuan. Jika lembaga mengklaim tingkat keberhasilan tinggi, mereka mungkin menghitung jumlah klien yang berhasil mendapatkan beasiswa dalam basis data.

Bukan sejumlah awardee yang menerima uang. Apabila detikers mendengar rayuan yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar sebuah penipuan.

Demikianlah tips untuk menghindari penipuan beasiswa palsu di media sosial. Semoga bermanfaat detikers!

(det/faz)



Sumber : www.detik.com

Kemendiktisaintek Kenalkan Pengganti Beasiswa Indonesia Maju, Apa Itu?


Jakarta

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengenalkan pengganti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) untuk calon mahasiswa baru. Diketahui, beasiswa penggantinya yang bernama Beasiswa Garuda sudah memulai pendaftaran pada April lalu.

Sebagai informasi, BIM merupakan beasiswa studi sarjana yang diluncurkan untuk calon mahasiswa baru. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan dan tunjangan hidup.

Setelah empat angkatan, beasiswa ini akan ditutup. Namun, siswa tak perlu cemas karena Kemendiktisaintek telah meluncurkan penggantinya.


Wamendiktisaintek Stella Christie pada Senin (21/4/2025) menyebut program Beasiswa Garuda merupakan wujud gagasan Asta Cita nomor 4.

Gagasan Asta Cita nomor 4 berbunyi, ” Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.”

Beasiswa ini diperuntukkan bagi siswa yang sedang berada di kelas 12 jenjang SMA/sederajat. Penerima manfaat akan mendapat beasiswa untuk berkuliah jenjang S1/D4 di luar negeri.

Perlu diketahui, pendaftaran Beasiswa Garuda telah dibuka pada 21 April hingga 23 April 2025. Total, ada 256 siswa yang berhasil menjadi penerima beasiswa.

Para penerima beasiswa diketahui telah diterima di universitas top dunia, seperti Singapore National University, Nanyang Technological University, hingga University of California Berkeley.

“Beasiswa Garuda adalah program bagi sebagai bagian dari Sekolah Unggul Garuda. Bila BIM sudah selesai dan tidak dibuka lagi, maka Beasiswa Garuda akan dibuka lagi untuk tahun seterusnya,” ujar Ahmad Najib Burhani selaku Direktorat Jenderal Pendidikan Sains dan Teknologi di Pembekalan Penerima Beasiswa Garuda dan BIM di Gedung D Komplek Kemendiktisaintek, Senin (16/6/2025).

“Dan semoga terus berlanjut sampai kita terus mendapatkan talenta-talenta,” imbuhnya.

Komponen Pembiayaan Beasiswa Garuda

1. Bantuan Biaya Pendidikan

  • Dana SPP
  • Dana pendaftaran
  • Dana tunjangan buku

2. Bantuan Biaya Pendukung

  • Dana transportasi
  • Dana aplikasi visa
  • Dana asuransi kesehatan
  • Dana kedatangan
  • Dana hidup bulanan
  • Dana keadaan darurat.

Syarat Beasiswa Garuda

  • WNI
  • Tengah menempuh kelas 12 jenjang SMA atau sederajat.
  • Diterima di program sarjana atau sarjana terapan/diploma 4 di salah satu perguruan tinggi luar negeri dalam daftar yang ditetapkan Kemendiktisaintek.
  • Bersedia melaporkan setiap beasiswa non gelar pada komponen pendanaan yang sama atau beasiswa bergelar dari sumber lain sebelum dan setelah ditetapkan sebagai penerima beasiswa.

Dokumen Syarat Beasiswa Garuda

  • Data Dukung dan Data Ekonomi
  • Salinan digital kartu keluarga
  • Salinan digital KTP/KIA/akta kelahiran
  • Slip gaji ayah dan ibu apabila ada
  • Rekening koran orang tua dalam tiga bulan terakhir
  • Foto meteran listrik, terlihat kode CL
  • Surat pertanggungjawaban mutlak dengan meterai Rp 10 ribu.
  • LoA
  • Rincian biaya studi (tuition fee saja).

Dokumen Pendukung untuk Penyandang Disabilitas

  • Surat keterangan sebagai penyandang disabilitas dan ragam disabilitasnya dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit, atau dokter sesuai ketentuan UU.
  • Melampirkan surat persetujuan dari orang tua/wali dan membubuhkan tanda tangan di atas meterai Rp 10 ribu.
  • Melampirkan surat permohonan pendampingan sesuai kebutuhan aktivitas disabilitas.

Jadwal Beasiswa Garuda

  • Submit dokumen ekonomi: 21-23 April 2025
  • Pengisian data LoA: Gelombang 1 (21-23 April 2025), gelombang 2 (2-24 Mei 2025)
  • Proses seleksi administrasi: Gelombang 1 (24-27 April 2025), gelombang 2 (5-15 Juni 2025)
  • Pengumuman seleksi: Gelombang 1 (28 April 2025), gelombang 2 (16 Juni 2025).

Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Garuda dapat dicek melalui https://beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id. Selamat bagi para penerima beasiswa!

(nir/twu)



Sumber : www.detik.com

Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025 Ditunda, Sampai Kapan?



Jakarta

Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan penundaan pengumuman hasil seleksi administrasi program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025. Diketahui beberapa skema BIB sudah memasuki tahap pengumuman.

Dalam unggahan media sosial Instagram @puspenma.kemenag_official, dijelaskan penundaan ini dikarenakan proses verifikasi dan evaluasi dokumen peserta masih berlangsung. Oleh karena itu, pengumuman mengalami keterlambatan.

“Sehubungan dengan masih berlangsungnya proses verifikasi dan evaluasi dokumen para pendaftar, maka kami informasikan bahwa pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa Indonesia Bangkit mengalami perpanjangan waktu. Kami mohon pengertian dari seluruh peserta seleksi atas keterlambatan ini,” tulis unggahan tersebut, dikutip Sabtu (14/6/2025).


Kapan Hasil Pengumuman Akan Diinformasikan?

Terkait waktu penundaan, panitia tidak menyebutkan hingga kapan. Peserta diminta untuk terus memantau informasi baik lewat website atau media sosial Beasiswa Indonesia Bangkit atau Kemenag.

“Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2025 ditunda hingga waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut,” tulis pengumuman.

Cara Cek Hasil Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

  1. Buka laman https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/login
  2. Masuk dengan email dan kata sandi yang dipakai saat pendaftaran
  3. Setelah berhasil masuk, akan muncul status kelulusan administrasi peserta

Alur Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

1. Setelah dinyatakan lulus seleksi wawancara peserta mengisi formulir permohonan Letter of Sponsorship/Surat Keterangan Dukungan Pendanaan yang tersedia pada dashboard pendaftaran. Pengajuan Letter of Sponsorship harus memperhatikan hal ini:

– Daftar perguruan tinggi dan prodi yang diajukan sesuai dengan tujuan studi yang tertera di akun pendaftaran.
– Tanggal awal studi memperhatikan intake/mulai studi minimal pada ketentuan tahun studi di Beasiswa Indonesia Bangkit
– Tanggal akhir studi merupakan estimasi tanggal akhir studi dengan ketentuan maksimal S1 (48 bulan), S2 (24 bulan), S3 (48 bulan)

2. Verifikasi ajuan dan pengajuan berkas LoS/SKDP untuk ditandatangani pejabat berwenang oleh panitia seleksi.
3. Pengiriman Letter of Sponsorship/Surat Keterangan Dukungan Pendanaan kepada Calon Penerima Beasiswa melalui email yang didaftarkan pada akun pendaftaran.
4. Jika peserta telah mendapatkan Letter of Acceptance / Surat Keterangan Lulus pada salah satu dari prodi dan kampus selanjutnya mengajukan permohonan Surat Pernyataan dan Surat Perjanjian Beasiswa.

5. Penerima akan menerima Surat Pernyataan dan Surat Perjanjian Beasiswa lewat email, kemudian peserta harus menandatanganinya sebagai komitmen dan kontrak antara Manajemen Pelaksana Beasiswa Indonesia Bangkit dan calon penerima beasiswa.

6. Mengunggah kembali seluruh dokumen yang dikirimkan (bukan hanya bagian tanda tangan)
7. Manajemen Pelaksana Beasiswa akan melakukan verifikasi terhadap Surat Pernyataan dan Surat Perjanjian Beasiswa. Jika sesuai, maka data calon penerima beasiswa diteruskan untuk proses SK penerima beasiswa.
8. Pengurusan SK Penerima Beasiswa melalui beberapa tahapan hingga ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
9. Setelah SK penerima beasiswa ditandatangani, dilanjutkan proses penerbitan Letter of Guarantee / Surat Keterangan Jaminan Pendanaan.
11. SK Penerima Beasiswa dan LoG akan dikirimkan kepada penerima beasiswa bersamaan dengan informasi akun pencairan keuangan yang dikirimkan melalui email yang didaftarkan pada akun pendaftaran.

Sudah siap menerima hasil seleksi administrasinya detikers?

(cyu/pal)



Sumber : www.detik.com

Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Lewat HP, Simak Langkahnya


Jakarta

Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dapat dilakukan dengan dua cara. Siswa bisa mendaftar secara mandiri atau perguruan tinggi yang mendaftarkan mahasiswa yang sudah diterima dan sudah registrasi.

Apabila mendaftar secara mandiri, kalian perlu melakukannya secara online di https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/. Kalian bisa mendaftar menggunakan laptop/komputer ataupun handphone (HP).

Sudah tahu cara mendaftar KIP Kuliah melalui HP? Jika belum, simak langkahnya berikut ini!


Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Lewat HP

  • Akses laman https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/
  • Masukkan nomor induk kependudukan (NIK), nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah nasional (NPSN), serta alamat e-mail yang aktif
  • Sistem KIP Kuliah akan memvalidasi NIK, NISN, NPSN, dan kelayakan memperoleh beasiswa KIP Kuliah. Jika validasi sukses, sistem akan mengirimkan nomor pendaftaran dan kode akses ke alamat e-mail yang didaftarkan.
  • Siswa masuk ke halaman KIP Kuliah dengan memasukkan nomor pendaftaran dan kode akses untuk menyelesaikan proses pendaftaran dan memilih proses seleksi yang sudah diikuti (SNBP/SNBT/Mandiri).
  • Siswa menyelesaikan pendaftaran di halaman KIP Kuliah setelah mengisi seluruh informasi dan mengirim bukti-bukti yang diminta ke halaman KIP Kuliah.
  • Calon penerima KIP Kuliah yang sudah dinyatakan diterima di perguruan tinggi akan diverifikasi lebih lanjut oleh kampus sebelum diusulkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai penerima KIP Kuliah.

Proses registrasi KIP Kuliah yang saat ini masih berlangsung adalah untuk pendaftar jalur mandiri perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).

Jadwal KIP Kuliah 2025 yang Masih Berlangsung

  • Pendaftaran KIP Kuliah bagi peserta seleksi mandiri PTN: 4 Juni-30 September 2025
  • Pendaftaran KIP Kuliah bagi peserta seleksi mandiri PTN: 4 Juni-31 Oktober 2025
  • Seleksi KIP Kuliah di perguruan tinggi: 1 Juli-31 Oktober 2025
  • Penetapan penerima KIP Kuliah baru: 1 Juli-31 Oktober 2025.

Demikian cara mendaftar KIP Kuliah lewat HP dan jadwal pendaftaran yang masih berlangsung.

(nah/faz)



Sumber : www.detik.com

KIP Kuliah Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab Umum dan Solusinya


Jakarta

Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dapat didaftar secara online oleh siswa sendiri (mandiri). Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) juga telah memberikan alamat akses akun melalui https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/siswa/auth/login.

Oleh sebab itu bagi mahasiswa penting untuk memiliki koneksi internet yang bagus jika ingin mengakses akun KIP Kuliah kalian. Selain itu, bagi penerima manfaat yang masih baru, kalian mungkin perlu mengetahui beberapa hal yang terkadang menjadi kendala dalam penggunaan KIP Kuliah.

Penyebab Umum KIP Kuliah Tak Bisa Digunakan dan Solusinya

Ada Pemeliharaan Sistem

Apabila dilakukan pemeliharaan sistem, mahasiswa perlu melakukan reklaim akun. Hal ini seperti yang terjadi pada tahun lalu.


Ketika melakukan reklaim akun, kalian perlu mengakses https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/. Kalian perlu cek ulang data yang disimpan dan mengunggah ulang dokumen, serta data dukung pendaftaran KIP Kuliah pada periode tertentu saat dilakukannya pemeliharaan sistem.

NISN Tidak terdaftar

Dikutip dari laman Puslapdik Kemendikdasmen, ada beberapa kemungkinan mengapa NISN tidak terdaftar. Sebagai contoh, NISN yang dipakai saat mendaftar berbeda dengan NISN yang tercatat di Kemendikbudristek.

Siswa yang bersangkutan mempunyai NPSN berbeda dengan sekolah yang mengusulkan karena belum ter-update misalnya. Maka, siswa yang bersangkutan perlu melakukan update data ke Dapodik.

E-mail Reset Password Tidak Terkirim

Salah satu penyebab KIP Kuliah tidak dapat digunakan adalah e-mail reset kode akses yang tidak diterima. Biasanya hal ini disebabkan e-mail masuk folder spam.

Maka, sebaiknya kalian cek folder spam. Sebaiknya, kurangi beban pada folder kotak masuk (inbox) atau bertanya ke helpdesk KIP Kuliah.

Demikian beberapa hal yang bisa menyebabkan KIP Kuliah tidak dapat digunakan. Khususnya jika sedang dilakukan pemeliharaan sistem, maka kalian perlu terus memantau informasi resmi dari kanal-kanal informasi KIP Kuliah dan Kemdiktisaintek.

(nah/nwk)



Sumber : www.detik.com

Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 Bulan Mei Akhirnya Cair, Cek Rekening!


Jakarta

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (Disdik DKI Jakarta) umumkan pencairan dana Kartu Jakarta Pintar atau KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 bulan Mei. Sudah cek rekening milikmu?

Pencairan KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 telah dilakukan secara bertahap sejak Jumat, 4 Juli 2025 kemarin. Adapun jumlah penerima bantuan sebanyak 707.622 peserta didik.

Sama seperti pencairan bulan-bulan sebelumnya, KJP plus bisa digunakan secara tunai dan nontunai. Namun, penggunaan tunai hanya bisa dipakai sebesar Rp 100 ribu setiap bulan.


Penyelenggara KJP Plus berharap dana bantuan sosial tersebut bisa digunakan dengan bijak. Terutama penggunaan yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan peserta didik.

“Yuk, cek saldo kamu dan gunakan dana KJP Plus dengan bijak untuk kebutuhan pendidikan!,” kata panitia KJP Plus dalam pernyataan tertulis dikutip dari postingan Instagram JakOne Mobile, Sabtu (5/7/2025).

Besaran Dana KJP Plus Tahap I Tahun 2025 Bulan Mei

Adapun besaran dana yang diterima murid setiap jenjangnya adalah:

1. SD/MI

  • Dana personal per bulan: Rp 250 ribu
  • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 130 ribu

2. SMP/MTs

  • Dana personal per bulan: Rp 300 ribu
  • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 170 ribu

3. SMA/MA

  • Dana personal per bulan: Rp 420 ribu
  • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 290 ribu

4. SMK

  • Dana personal per bulan: Rp 450 ribu
  • Tambahan SPP untuk swasta per bulan: Rp 240 ribu

5. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

  • Dana personal per bulan: Rp 300 ribu

Cara Pengambilan Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 Bulan Mei

Pencairan dana langsung terkirim ke rekening Bank Jakarta masing-masing penerima. Untuk mengambil dana bantuan, ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni:

1. Lewat teller

  • Datang ke Bank Jakarta lalu menuju teller bank.
  • Sebut keperluan ingin mencairkan dana KJP Plus.
  • Jika dana sudah masuk, siswa bisa mengambil tunai maksimal Rp 100 ribu dan sisa uang digunakan secara non-tunai.

2. Lewat Anjungan Tunai Mandiri (ATM)

  • Datang ke ATM Bank Jakarta terdekat
  • Masukkan kartu ATM ke mesin dan ikuti tahapan untuk cek saldo rekening.
  • Jika sudah cair, siswa bisa mengambil uang tunai maksimal Rp 100 ribu dan sisa bantuan digunakan secara non-tunai.

Dana KJP Plus baru bisa diterima jika penerima sudah menyelesaikan pembukaan rekening dan cetak buku tabungan beserta ATM untuk bisa menerima bantuan.

Adapun tahapannya yakni:

  • Datang ke Bank Jakarta terdekat
  • Bank Jakarta akan membuka rekening, cetak buku tabungan, dan ATM
  • Bank Jakarta akan mengundang penerima baru untuk mengambil buku tabungan dan ATM jika prosesnya telah selesai
  • Setelah buku tabungan dan ATM diterima, akan dilakukan upload dana KJP Plus ke rekening penerima baru
  • Barulah murid bisa mengambil dana melalui teller ataupun ATM Bank Jakarta terdekat.

KJP Plus Bisa Digunakan Kunjungi Tempat Wisata Edukatif

Pada dasarnya, penggunaan dana KJP Plus hanya bisa ditujukan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, seperti:

  • Buku tulis
  • Buku gambar
  • Buku pelajaran
  • Alat tulis seperti pensil, pulpen, penghapus dan rautan
  • Alat gambar seperti macam-macam penggaris, pensil warna, spidol, cat/kertas warna, buku dan atau kertas gambar dan jangka
  • Alat dan atau bahan praktik
  • Seragam sekolah dan kelengkapannya
  • Sepatu dan kaos kaki sekolah
  • Tas sekolah
  • Pakaian olahraga sekolah
  • Buku pelajaran penunjang
  • Kudapan bergizi
  • Kacamata sebagai alat bantu penglihatan
  • Alat bantu pendengaran
  • Kalkulator scientific
  • USB flashdisk sebagai alat simpan data
  • Seragam pramuka dan kelengkapannya
  • Pembayaran kegiatan ekstrakurikuler yang tidak dibiayai oleh Biaya Operasional Pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah
  • Komputer/Laptop

Namun, kini banyak tempat wisata di Jakarta juga menerima KJP Plus. Sehingga, pelajar penerima KJP Plus bisa liburan ke tempat wisata edukatif secara gratis yang berlaku pada hari Sabtu, Minggu, hari libur nasional, dan momen libur sekolah.

Daftar tempat wisata gratis yang bisa masuk dengan KJP Plus, adalah:

1. Ancol Taman Impian (pantai ancol, ecopark, dan pasar seni ancol).

2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) (anjungan daerah dan museum).

3. Taman Margasatwa Ragunan.

4. Monumen Nasional (Monas).

5. Museum Sejarah Jakarta.

6. Museum Taman Prasasti.

7. Museum MH Thamrin.

8. MUseum Joang ’45.

9. Museum Seni Rupa dan Keramik.

10. Museum Tekstil.

11. Museum Bahari.

12. Museum Betawi.

13. Rumah Si Pitung.

14. Museum Arkeologi Onrust.

15. Gratis untuk naik transportasi umum di Jakarta termasuk MRT.

Cara Pakai KJP Plus Masuk ke Tempat Wisata Edukatif

1. Bawa KJP Plus dan kartu pelajar yang masih berlaku serta sesuai dengan nama di kartu.

2. Tunjukkan kartu di pintu masuk.

3. Simpan bukti penggunaan (seperti tiket atau struk sebagai bukti).

Itulah informasi terkait pencairan dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2025 bulan Mei. jangan lupa cek rekeningmu ya detikers!

(det/pal)



Sumber : www.detik.com

Dana Abadi Bidang Pendidikan Capai Rp 154,11 T



Jakarta

Dana abadi bidang pendidikan yang dihimpun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan mencapai Rp 154,11 triliun per 30 Juni 2025.

Hal ini diungkapkan Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto dalam Paparan Rencana Kerja dan Anggaran Pagu Indikatif TA 2026 saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Senin (14/7/2025) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Sudarto memaparkan dana abadi tersebut terbagi atas dana abadi pendidikan (DAP) Rp 126,12 triliun, dana abadi penelitian (DAPL) Rp 12,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi (DAPT) Rp 10 triliun, dan dana abadi kebudayaan (DAKb) Rp 5 triliun.


Pemanfaatan hasil pengembangan DAP sepanjang 2013 hingga 2025 telah memberikan beasiswa sebanyak 55.492 orang. “Terdiri atas beasiswa S2 sebanyak 40.284 orang, S3 sebanyak 11.829 orang, dan dokter spesialis sebanyak 3.379 orang,” ujar Sudarto.

Selain itu, dari hasil pengembangan DAP juga diberikan beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti) antara tahun 2021-2025 sebanyak 547.878 orang.

Adapun kerja sama dengan Kementerian Agama dari 2022-2025 menjangkau 40.266 orang. “Terdiri dari 11.456 orang beasiswa S1 sampai S3 dan 29.449 orang beasiswa non-degree,” kata Sudarto.

Penerima beasiswa on-going hingga 30 Juni 2025 sebanyak 34.373 orang dengan rincian beasiswa LPDP 18.630 orang, Kemendikdasmen-Kemdiktisaintek sebanyak 8.674 orang, dan Kemenag sebanyak 7.069 orang.

Sementara hasil pengembangan DPAL telah membiayai 3.460 proyek riset termasuk kolaborasi dengan Kemdiktisaintek, Kemenag, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Termasuk 2.261 proyek riset on-going sebanyak 2.261 proyek.

Adapun dari hasil pengembangan DAPT dari 21 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) telah dihasilkan 7.935 publikasi, 1.849 visiting professor, 576 postdoc fellowship, serta 6.800 pertukaran pelajar.

Terakhir, penerima manfaat DAKb sebanyak 928 orang yang berbentuk perorangan, komunitas, lembaga, dengan keterlibatan 27.650 pelaku budaya.

Sudarto juga menyebutkan target layanan yang didanai LPDP pada tahun 2026 adalah beasiswa sebanyak 14.160 orang, riset 42 proyek, DAPT 23 PTNBH, serta DAKb sebanyak 4 program utama.

(pal/nwk)



Sumber : www.detik.com

Apakah Dana PIP Bisa Hangus Jika Tidak Diambil? Begini Penjelasan Panitia


Jakarta

Dana PIP Kemendikdasmen akan disalurkan ke rekening siswa. Jika tidak diambil, apakah dana PIP bisa hangus?

Seperti diketahui, Program Indonesia Pintar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (PIPKemendikdasmen) adalah bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah. Bantuan ini diberikan khusus siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu.

Pencairan dana PIP dilakukan melalui rekening penerima bantuan. Lantas, apakah dana PIP bisa hangus jika tidak diambil.


Apakah Dana PIP Bisa Hangus Jika Tidak Diambil?

Sub koordinator Pokja PIP, Mulkirom, menjelaskan jika dana tidak akan hilang jika belum diambil. Hal ini mengingat dana tersebut merupakan hak siswa.

“Cek di SiPintar melalui pip.kemendikdasmen.go.id. Kalau di tahun 2024 itu siswa sudah tercatat di SK pemberian, maka dananya sudah ada di rekening dan kapanpun bisa diambil atau ditarik, tidak akan hilang, itu sudah hak siswa, silakan cek saldo” jelas Mulkirom dalam laman Puslapdik dikutip Kamis (17/7/2025).

Namun, apabila siswa tersebut masih tercatat di SK Nominasi dan tidak melakukan aktivasi rekening, maka dana tersebut belum ada di rekening. Oleh karena itu, siswa wajib melakukan aktivasi rekening.

Dana Dapat Dikembalikan ke Kas Negara

Mulkirom melanjutkan jika sampai batas waktu aktivasi yang bersangkutan belum melakukan aktivasi rekening, maka Puslapdik akan mengembalikan dana ke kas negara.

“Tahun 2024 kemarin itu, kita beri kesempatan untuk melakukan aktivasi rekening sampai akhir Februari 2025, kalau sudah lewat dari tanggal itu, dananya kita kembalikan ke negara, “ujar Mulkirom.

Terkait hal itu, Mulkirom mengajak satuan pendidikan agar selalu proaktif memberitahu dan mengingatkan siswa-siswa penerima PIP.

“Sekolah seharusnya gercep, gerak cepat, sebab ini informasi yang penting, bisa ditempel di papan pengumuman atau di grup WA dishare nama-nama siswa penerima PIP, baik di SK Nominasi atau di SK pemberian, diingatkan kapan ke bank, kapan mau aktivasi, kapan mau ambil dana ke bank dan sebagainya, ” papar Mulkirom.

Besaran Saldo Dana PIP Kemendikdasmen 2025

Saldo PIP Kemendikdasmen 2025 dapat berbeda untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Berikut masing-masing besarannya:

SD/SDLB/Paket A
Kelas 1-5: Rp 450.000
Kelas 6: Rp 225.000

SMP/SMPLB/Paket B
Kelas 7 dan 8: Rp 750.000
Kelas 9: Rp 375.000

SMA/SMK/SMALB/Paket C
Kelas 10 dan 11: Rp 1.800.000
Kelas 12: Rp 900.000

Cara Cek PIP Kemendikdasmen 2025

Melalui Situs Resmi PIP

Akses https://pip.kemdikbud.go.id/
Pilih kolom “Cari Penerima PIP”.
Setelah kolom muncul, masukkan nomor induk siswa nasional (NISN)
Masukkan nomor induk kependudukan (NIK)
Masukkan kode captcha yang muncul pada layar
Klik “Cek Penerima PIP”

Apabila siswa tercatat sebagai penerima PIP, maka nama akan keluar. Namun, jika tidak muncul, artinya siswa belum berstatus sebagai penerima PIP.

Melalui Aplikasi PIP

Unduh (download) aplikasi PIP Kemdikbud di Google Play Store
Setelah aplikasi ter-install, klik “Masuk”
Masuk ke aplikasi menggunakan NISN dan data diri yang diminta
Jika penerima, maka akan ditampilkan akun dan informasi saldo. Apabila tidak ditampilkan, maka bukan penerima PIP Kemdikbud.

Jadwal Pencairan PIP Kemendikdasmen

Jadwal pencairan PIP diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Berdasarkan peraturan ini, penyaluran dana PIP dibagi ke dalam tiga termin, yaitu:

Termin 1: Februari-April

Termin 1 dikhususkan untuk siswa yang juga penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Termin 2: Mei-September

Penerima PIP pada termin 2 diambil berdasarkan usulan Dinas Pendidikan dan pemangku kepentingan. Penerimanya juga merupakan anak yang sudah mengaktivasi SK Nominasi.

Anak yang masuk dalam SK Nominasi merupakan anak yang dinilai berhak menerima PIP.

Termin 3: Oktober-Desember

Penerima PIP pada termin 3 merupakan anak-anak yang masuk kategori termin 1 dan 2.

Dana PIP Bisa Dibelikan Apa Saja?

Dana PIP bisa dibelikan untuk keperluan sekolah. Namun, Kemendikdasmen sudah memberikan ketentuan tentang pemanfaatan dana PIP, berikut selengkapnya:

1. Dana PIP digunakan untuk membeli alat kebutuhan sekolah seperti:
– Buku dan alat tulis
– Pakaian seragam sekolah/praktik
– Perlengkapan sekolah (sepatu, tas, atau sejenisnya)

2. Dana PIP bisa untuk membiayai transportasi siswa ke sekolah

3. Dana PIP bisa untuk uang saku siswa

4. Dana PIP bisa digunakan untuk biaya kursus/les tambahan bagi siswa

5. Dana PIP bisa untuk biaya praktik tambahan dan biaya magang/penempatan kerja

Itulah penjelasan mengenai dana PIP yang belum diambil oleh siswa. Semoga membantu!

(nir/faz)



Sumber : www.detik.com