Tag Archives: sekolah

Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


Jakarta

Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

“Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

“UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

“Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

“Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

“Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

“Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

“Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

Melanjutkan Riset

Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

“Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

“Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

“Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

“Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Ada Beasiswa SMA BATI 2025 Yasbil, Siswa SMP dan MTs Cek Ya!


Jakarta – Beasiswa Anak Teladan Indonesia (BATI) 2025 dibuka Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil (Yasbil) sampai 1 Desember 2024. Siswa kelas 9 SMP dan MTs bisa mendaftar.

BATI 2025 adalah beasiswa pendidikan menengah untuk melanjutkan studi di SMA mitra Yasbil selama 3 tahun. Beasiswa ini diperuntukkan untuk siswa laki-laki dengan keterbatasan ekonomi yang bersekolah di Aceh, Lampung, Depok, Tangerang, Bogor, Bandung Yogyakarta, dan Semarang.

Komponen Beasiswa Yasbil BATI 2025

  • Sekolah gratis di SMA negeri/swasta, dan kesempatan belajar di sekolah bertaraf Cambridge School/yang setara.
  • Akomodasi/tempat tinggal selama 3 tahun.
  • Uang saku per bulan.
  • Program pengembangan diri, karakter, dan soft skills.

Syarat Beasiswa BATI 2025

  • Warga Negara Indonesia.
  • Laki-laki.
  • Kelas 9 SMP/MTs.
  • Berperilaku jujur.
  • Rata-rata nilai rapor 9.0.
  • Berprestasi akademik atau nonakademik.
  • Surat rekomendasi guru atau kepala sekolah.
  • Karakter dan akhlak mulia.
  • Bercita-cita menjadi seorang guru.
  • Bersedia ditempatkan di sekolah yang ditunjuk oleh penyedia beasiswa.

Jadwal Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025

  • Pendaftaran beasiswa: Diperpanjang hingga 1 Desember 2024
  • Pengumuman seleksi berkas: 2 Desember 2024
  • Ujian tertulis: 3 Desember 2024
  • Pengumuman hasil ujian tertulis: 4 Desember 2024
  • Wawancara calon penerima beasiswa: 5-8 Desember 2024
  • Pengumuman hasil wawancara: 10 Desember 2024
  • Kamp seleksi pembinaan: 12 Desember 2024-2 Januari 2025

Pendaftaran Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025 Yasbil dibuka di https://bit.ly/BATI2025. Informasi lebih lanjut bisa diakses di akun Instagram @yasbil.id dan kontak administrator Yasbil 0878-8492-6874 atau 0882-2342-0531 (Ihsan).

(twu/nwk)





Sumber : www.detik.com

UNESCO Akan Buka Beasiswa Khusus Bidang Kebencanaan, Seperti Apa Skemanya?



Jakarta

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB akan memfasilitasi beasiswa pendidikan bagi putra-putri Indonesia yang berprestasi dalam bidang mitigasi bencana.

Pejabat Profesional untuk Disaster Risk Reduction and Tsunami Unit (DRRTIU) IOC-UNESCO, Ardito M Kodijat, mengatakan beasiswa ini merupakan bagian dari upaya memperluas pengetahuan mitigasi bencana di kalangan pelajar.

Perlu diketahui jika beasiswa ini tidak langsung diberikan oleh UNESCO. Lembaga tersebut akan memberikan melalui Associated Schools Program Network, sebuah jaringan sekolah global yang mempromosikan nilai-nilai UNESCO melalui pendidikan.


“Melalui Associated Schools Program siswa-siswa berprestasi di sekolah-sekolah memiliki kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar dan berkolaborasi dengan sekolah lain di berbagai negara,” kata Ardito dalam Antara dikutip Sabtu (16/11/2024).

Menurut Ardito, fasilitasi tersebut sebagaimana yang sudah dilakukan timnya dalam forum Second UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium. Selain melakukan sosialisasi pendidikan mitigasi bencana, tim UNESCO juga mengunjungi tiga sekolah yang aktif dalam mengembangkan kegiatan Tsunami Awareness di Banda Aceh.

“Ketiganya di Banda Aceh sudah kita lihat, mereka anak-anak yang inovatif. Kemudian melalui UNESCO ini bisa terjadi pertukaran siswa di semua negara dari SD sampai SMA,” ujarnya.

Tentang Associated Schools Program Network UNESCO

Associated Schools Program Network UNESCO atau ASPnet adalah lembaga yang menghubungkan hampir 10.000 sekolah dengan tujuan memupuk perdamaian dalam kaum muda. Melalui tindakan langsung, sekolah-sekolah anggota ini mempromosikan cita-cita UNESCO yang menghargai hak dan martabat, kesetaraan gender, kemajuan sosial, kebebasan, keadilan dan demokrasi, penghormatan terhadap keberagaman dan solidaritas internasional.

Menurut laman resmi UNESCO, ASPnet didirikan pada tahun 1953 ketika UNESCO meluncurkan sebuah proyek yang disebut Scheme of Co-ordinated Experimental Activities in Education for Living in a World Community.

Dengan partisipasi 33 sekolah menengah di 16 negara anggota, mereka ingin mendorong perdamaian, dialog dan pemahaman antarbudaya, pembangunan berkelanjutan, dan pendidikan berkualitas.

ASPnet mempromosikan perdamaian melalui jutaan siswa, guru, kepala sekolah, dan komunitas sekolah di seluruh dunia. Koordinator Nasional di 182 negara, yang ditunjuk oleh Komisi Nasional UNESCO, bertanggung jawab atas jaringan ASP nasional.

ASPnet juga berkolaborasi dengan kantor-kantor regional dan lapangan UNESCO serta jaringan-jaringan UNESCO seperti Ketua, Geopark, Cagar Biosfer, dan Situs Warisan Budaya.

(nir/pal)



Sumber : www.detik.com

Kapan Dana PIP Kemendikbud 2024 Cair? Ini Jadwalnya



Jakarta

Pencairan dana PIP Kemendikbud tidak berlangsung setiap bulan. Lantas, kapan dana PIP Kemendikbud 2024 cair?

Seperti diketahui, PIP Kemendikbud merupakan dana pendidikan yang disalurkan kepada siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Adapun bantuan dana bisa digunakan untuk memenuhi keperluan sekolah.

Sebelumnya siswa harus mendaftarkan diri sebagai penerima PIP Kemendikbud. Apabila resmi diterima, dana akan disalurkan melalui rekening PIP yang dimiliki siswa.


Namun perlu dipahami jika penyaluran dana PIP Kemendikbud dilakukan secara bertahap dalam tiga termin. Seperti apa penjelasannya?

Pencairan Dana PIP Kemendikbud dalam 3 Termin

Jadwal pencairan dana PIP Kemdikbud telah diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Berdasarkan peraturan tersebut, penyaluran dana PIP akan dibagi ke dalam tiga termin. Berikut rincian jadwal penyalurannya:

Termin 1: Februari-April
Penerima dana PIP di termin 1 dikhususkan untuk siswa yang juga penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Termin 2: Mei-September
Penerima dana PIP di termin 2 diambil berdasarkan usulan dinas pendidikan dan pemangku kepentingan. Penerima termin ini juga merupakan anak yang sudah mengaktivasi SK Nominasi.

Adapun anak yang termasuk di alam SK Nominasi merupakan nak yang dianggap berhak menerima PIP.

Termin 3: Oktober-Desember
Penerima termin 3 merupakan anak-anak yang masuk kategori termin 1 dan 2.

Pencairan dana PIP Kemendikbud dilakukan secara bertahap. Artinya, setiap sekolah bisa menerima dana di waktu yang berbeda-beda namun tetap pada periode yang ditetapkan.

Cara Cek Penerima PIP Kemdikbud 2024

Tidak semua siswa termasuk ke dalam kategori penerima PIP Kemdikbud. Untuk mengetahui penerimaan, siswa perlu mengecek siapa saja yang termasuk ke dalam penerima PIP.

Pengecekan status penerima PIP ini dilakukan di laman PIP Kemdikbud. Berikut caranya:

Buka laman PIP Kemdikbud RI di https://pip.kemdikbud.go.id/home_v1
Masukkan NISN dan NIK siswa ke bagian ‘Cari Penerima PIP’
Masukkan jawaban dari kode keamanan, kemudian klik ‘cek penerima PIP’
Setelahnya laman kan menampilkan nama siswa yang terdata sebagai penerima PIP dan status dananya

Besaran Dana PIP Kemendikbud 2024

Besaran Dana PIP Kemendikbud sendiri akan berbeda-beda tergantung pada kelas dan jenjang pendidikan. Berikut besaran dana PIP Kemendikbud yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kebutuhan:

1. SD/SDLB/Program Paket A
Kelas 9 Semester: Rp 225.000
Kelas 1-5 Semester: Rp 450.000

2. SMP/SMPLB/Program Paket C
Kelas IX Semester Genap: Rp 375.000
Kelas 7 dan 8 Semester Genap: Rp 750.000
Kelas 7 Semester Gasal: Rp 375.000
kelas 8 dan 9 Semester Gasal: Rp 750.000

3. SMA/SMALB/Program Paket C/SMK
Kelas 12 Semester Genap: Rp 500.000
Kelas 10 dan 11 Semester Genap: Rp 1.000.000
Kelas 10 Semester Gasal: Rp 500.000
Kelas 11 dan 12 Semester Gasal: Rp 1.000.000

4. SMK Program 4 Tahun
Kelas 13 Semester Genap: Rp 500.000
Kelas 10-12 Semester Genap: Rp 1.000.000
Kelas 10 Semester Gasal: Rp 500.000
Kelas 11-13 Semester Gasal: Rp 500.000

Demikian jadwal pencairan dana PIP Kemendikbud 2024. Semoga membantu, ya!

(nir/nah)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Telkom University x MasukKampus 2025, Gratis Biaya Pendidikan


Jakarta

Telkom University dan lembaga bimbingan belajar MasukKampus membuka pendaftaran beasiswa 2025. Siswa bisa mendaftar Beasiswa Telkom University x MasukKampus paling lambat 15 Desember 2024.

Beasiswa ini dapat digunakan untuk mendaftar ke prodi-prodi vokasi (D3, D4) maupun akademik (S1) di Telkom University kampus Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Purwokerto. Lulusan tahun 2023 dan 2024 juga dapat mendaftar.

Beasiswa Telkom University x MasukKampus 2025 terdiri dari dua jenis pendanaan. Jenis beasiswa unggulan meliputi biaya pendidikan penuh sampai lulus. Sedangkan jenis beasiswa pintar meliputi bebas biaya uang pangkal dan sumbangan biaya pendidikan.


Syarat Beasiswa Telkom University x MasukKampus 2025

Berikut syarat dan ketentuan pendaftaran Beasiswa Telkom University x MasukKampus 2025 seperti dirangkum dari laman dan akun resmi Telkom University dan MasukKampus:

  • Siswa SMA, SMK, MA, atau yang sederajat.
  • Lulusan tahun 2023, 2024, atau 2025.
  • Hasil scan rapor sekolah semester 1-4.
  • Sertifikat penghargaan, prestasi akademik atau nonakademik, dan/atau sertifikat organisasi jika ada.
  • Memilih maksimal 2 prodi.
  • Melengkapi berkas hingga tahap submit seluruh data pendaftaran.
  • Follow akun Instagram @sbmtelkom, @telkomuniversity, dan @masukkampus.

Jadwal Beasiswa Telkom University x MasukKampus 2025

  • Pendaftaran: 18 November-15 Desember 2024
  • Pengumuman hasil seleksi tahap 1-administrasi: 31 Desember 2024
  • Pelaksanaan seleksi tahap 2-Tes Potensi Skolastik (TPS): 2-5 Januari 2025
  • Pengumuman hasil seleksi tahap 2: 7 Januari 2025
  • Pelaksanaan seleksi tahap 3-wawancara: 13-16 Januari 2025
  • Pengumuman akhir: 22 Januari 2025

Informasi lebih lanjut tentang Beasiswa Telkom University x MasukKampus 2025 bisa diakses melalui https://masukkampus.smbbtelkom.ac.id, atau kontak 0811-2233-9123 (Telkom University) atau 0851-8319-1238 (MasukKampus). Semoga berhasil, detikers!

(twu/faz)



Sumber : www.detik.com

Catat! KIP Kuliah 2025 Hanya Bisa untuk Pilihan Prodi PTN Kemendiktisaintek


Jakarta

Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kembali membuka kesempatan untuk siswa pelamar KIP Kuliah. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT mengatakan pendaftaran KIP Kuliah untuk tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya.

“Hampir tidak ada perubahan sebenarnya dengan proses yang sebelumnya,” ujar Prof Eduart dalam konferensi pers peluncuran SNPMB Tahun 2025 (11/12/2024).

“Pendaftaran KIP Kuliah hanya berlaku untuk pilihan prodi di PTN Kemendiktisaintek. Informasi detail bisa dilihat di kip-kuliah.kemdikbud.go.id,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.


Namun, terpantau dalam situs resmi KIP Kuliah, saat ini belum ada informasi terbaru mengenai pendaftaran KIP Kuliah 2025.

PTKIN Ada Kebijakan Tersendiri

Menurut Prof Eduart, KIP Kuliah tidak untuk pendaftaran di perguruan tinggi keislaman negeri (PTKIN), dikarenakan ada kebijakan tersendiri.

“Itu nanti teman-teman yang di PTKIN pasti sudah memiliki pola dan mekanisme tersendiri untuk KIP-K nya. kalau kami yang kami atur secara langsung terkait dengan KIP-K di Kemdiktisaintek,” imbuh Prof Eduart.

Sementara itu, panitia telah meluncurkan SNPMB 2025 pada hari ini, Rabu (12/11/2024). Para peserta maupun sekolah juga dapat terus memantau perkembangan informasi melalui kanal-kanal resmi yang telah disediakan.

Kanal Resmi Informasi SNPMB 2025

  • Laman resmi: https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id
  • E-mail: snpmb@bppp.kemdikbud.go.id
  • Help desk: https://hallo-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id
  • Telepon: 021-3104041
  • Call center: 08041450450
  • Lokasi: Gedung D lantai 1 Kemendiktisaintek, Jalan Pintu I Senayan, Jakarta Pusat 10270
  • Media sosial:

– Instagram: @snpmb_id
– YouTube: SNPMB ID
– TikTok: @snpmb_id
– X (Twitter): @snpmb_id
– Facebook: SNPMB ID

“Selain yang ini berarti bukan dari kami, Ibu-Bapak. Karena ternyata tren dari tahun ke tahun kan ada media, sering kali ada media duplikasi dan kadang informasinya justru informasi yang dalam tanda petik merugikan calon peserta,” kata Prof Eduart.

“Sekali lagi inilah media sosial resmi dari SNPMB yang akan memberikan informasi terkait dengan pelaksanaan SNPMB 2025,” tegasnya.

Prof Eduart menekankan semua siswa memiliki kesempatan yang sama. Ia berharap SNPMB 2025 berlangsung lancar, sukses, dan menghasilkan generasi muda calon pemimpin bangsa terbaik.

(nah/faz)



Sumber : www.detik.com

Baznas Buka Beasiswa Sekolah Gratis Berasrama untuk Siswa SMP, Ini Syaratnya



Jakarta

Sekolah Cendekia Baznas (SCB) kembali menawarkan beasiswa bagi calon siswa SMP di Indonesia. Beasiswa ini berlaku untuk tahun pelajaran 2025/2026.

SCB sendiri merupakan sekolah yang berada di bawah pengelolaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI). Siswa yang belajar di sekolah ini diberikan pembebasan biaya 100 persen.

SCB merupakan sekolah unggulan bebas biaya dan berasrama bagi dhuafa berprestasi. Sekolah ini berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,5 hektare di Desa Cemplang Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.


Dikutip dari laman resminya, SCB fokus pada pendidikan adab Islami, akademik, kewirausahaan serta kepemimpinan dan organisasi.

Salah satu keunggulannya lainnya dari sekolah yang diresmikan Januari 2015 ini adalah pembelajaran berbasis IT dan berprinsip ramah lingkungan.

Apa saja syarat daftar sekolah gratis di SCB ini? Mengutip unggahan Instagram resmi SCB, berikut informasinya:

Syarat Umum Daftar Beasiswa SCB 2025

1. Beragama Islam
2. Berasal dari keluarga dhuafa/ tidak mampu
3. Lulus SD/ sederajat, usia maksimal 13 tahun pada 30 Juni 2025 (Jika lulusan Paket A harus mempunyai kelebihan/kemampuan khusus dan berijazah)
4. Berbadan sehat dan tidak memiliki penyakit menular dengan melampirkan surat dari dokter
5. Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku
6. Tidak memiliki anggota keluarga yang sedang atau pernah mendapatkan beasiswa di Sekolah Cendekia Baznas
7. Tidak mengundurkan diri saat dinyatakan lolos seleksi
8. Berkomitmen menuntaskan pendidikan 6 tahun (sampai selesai SMA)

Syarat Khusus Daftar Beasiswa SCB 2025

1. Memiliki prestasi akademik dengan kriteria : Rata-rata nilai rapor kelas IV-V minimal 7.5 pada mata pelajaran Bahasa lndonesia, IPA, dan Matematika
2. Mengisi formulir pendaftaran di https://bazn.as/SIMAKSCB
3. Siap bertempat tinggal di asrama
4. Mengumpulkan berkas seperti :
– Fotocopy Kartu Keluarga
– Fotocopy rapor kelas IV-V yang telah dilegalisasi oleh sekolah asal
– Fotocopy SKTM
– Fotocopy sertifikat prestasi (bila ada)
– Fotocopy Kartu PIP (bila ada)

Jadwal Seleksi Beasiswa SCB 2025

  • Pendaftaran online: 1 November – 11 Januari 2025:
  • Pengumpulan seleksi berkas: 21 Januari 2025
  • Tes akademik: 2 Februari 2025
  • Pengumuman tes akademik: 14 Februari 2025
  • Survei faktual, wawancara orang tua dan tes baca Al-Qur’an: 15 Februari – 6 Maret 2025
  • Pengumuman survei faktual: 24 Maret 2025
  • Tes psikotes: 27 April 2025
  • Pengumuman akhir: 20 Mei 2025

Demikian informasi mengenai penawaran beasiswa sekolah di SCB untuk tahun 2025. Selamat mencoba detikers!

(cyu/pal)



Sumber : www.detik.com

Begini Cara Cek PIP Kemendikbud Sudah Cair atau Belum



Jakarta

Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Kemendikbud 2024 telah disalurkan mulai Oktober lalu. Lantas, bagaimana cara cek dana PIP Kemendikbud sudah cair atau belum?

Seperti diketahui, pencairan dana PIP dilakukan dalam tiga termin. Pada termin ketiga, pencairan akan berlangsung pada Oktober sampai Desember.

Siswa bisa mengecek saldonya di rekening masing-masing. Namun sebelum itu, siswa harus memastikan terlebih dahulu apakah merupakan penerima atau bukan. Pengecekan bisa dilakukan secara online. Bagaimana caranya?


Cara Cek Dana PIP Kemdikbud Sudah Cair atau Belum

1. Lewat Situs Resmi PIP

Cara cek dana PIP Kemdikbud yang pertama bisa lewat situs resminya di https://pip.kemdikbud.go.id/. Berikut langkahnya:

  1. Buka situs https://pip.kemdikbud.go.id/.
  2. Lalu pilih kolom “Cari Penerima PIP”.
  3. Setelah kolom muncul, ketikkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
  4. Masukkan juga Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  5. Masukkan kode captcha sesuai yang tertera di layar.
  6. Klik “Cek Penerima PIP”.
  7. Jika siswa tercatat sebagai penerima PIP, maka namanya akan keluar. Jika tidak muncul, artinya siswa belum berstatus sebagai penerima bantuan PIP.

2. Lewat Aplikasi PIP

Selain lewat website, siswa juga bisa mengecek status penerima di aplikasi PIP. Aplikasi bisa diunduh pada Google Play Store. Begini langkah ceknya:

  1. Unduh aplikasi PIP Kemdikbud lewat Google Play Store.
  2. Setelah aplikasi terpasang, klik “Masuk”.
  3. Masuk menggunakan NISN dan data diri yang diminta.
  4. Jika siswa adalah penerima, maka akan tampil akun beserta informasi saldo. Jika tidak, maka siswa bukan penerima PIP Kemdikbud.

Besaran Saldo Dana PIP Kemdikbud 2024

Saldo PIP Kemdikbud 2024 akan berbeda untuk tiap jenjang SD, SMP dan SMA. Hal ini dikarenakan tiap jenjang mempunyai kebutuhan yang berbeda terutama antara siswa kelas baru dan siswa kelas akhir. Berikut masing-masing besarannya:

SD/SDLB/Paket A
Kelas 1-5: Rp 450.000
Kelas 6: Rp 225.000

SMP/SMPLB/Paket B
Kelas 7 dan 8: Rp 750.000
Kelas 9: Rp 375.000

SMA/SMK/SMALB/Paket C
Kelas 10 dan 11: Rp 1.800.000
Kelas 12: Rp 900.000

Dana PIP Kemdikbud Bisa Dibelikan Apa Saja?

Dana PIP Kemdikbud bisa dibelikan untuk keperluan sekolah. Namun, Kemdikbud sudah memberikan ketentuan tentang pemanfaatan dana PIP, berikut selengkapnya:

1. Dana PIP digunakan untuk membeli alat kebutuhan sekolah seperti:
– Buku dan alat tulis
– Pakaian seragam sekolah/praktik
– Perlengkapan sekolah (sepatu, tas, atau sejenisnya)

2. Dana PIP bisa untuk membiayai transportasi siswa ke sekolah

3. Dana PIP bisa untuk uang saku siswa

4. Dana PIP bisa digunakan untuk biaya kursus/les tambahan bagi siswa

5. Dana PIP bisa untuk biaya praktik tambahan dan biaya magang/penempatan kerja

Demikian cara mengecek dana PIP Kemendikbud sudah cair atau belum. Semoga membantu, ya!

(nir/nwy)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa KJP Plus dan KJMU Tahap II 2024 Cair Hari Ini, Cek Rekening Sekarang!


Jakarta

Bantuan dana pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dari pemerintah provinsi DKI Jakarta resmi dicairkan secara bertahap mulai Jumat, 6 Desember 2024. Hal ini diumumkan langsung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jakarta.

“Pencairan dana KJP Plus Tahap II 2024 bulan November dan Desember akan dilaksanakan secara bertahap mulai 6 Desember 2024,” tulis UPT P40P Disdik Jakarta dalam postingan Instagramnya dikutip Jumat (6/12/2024).

Pengumuman serupa juga disampaikan untuk KJMU Tahap II Tahun 2024 di mana dananya akan dicairkan secara bertahap mulai 6 Desember 2024. Lalu berapa besaran dana yang akan didapatkan siswa dan mahasiswa? Cek informasinya di sini!


Pencairan Dana KJP Plus Tahap II 2024

Seperti yang diketahui KJP Plus merupakan bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah DKI Jakarta kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Pada pencairan dana kali ini, jumlah penerima KJP Plus Tahap II 2024 sebanyak 523.622 peserta didik yang tersebar di jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pencairan dana dilakukan secara langsung ke rekening Bank DKI masing-masing peserta didik. Dengan catatan seluruh proses pembukaan rekening sudah diselesaikan.

Besaran dana KJP Plus berbeda setiap jenjang sekolahnya, yakni:

1. SD/MI

  • Jumlah penerima: 242.919 siswa
  • Biaya rutin: Rp 135 ribu/bulan
  • Biaya berkala: Rp 115 ribu/bulan
  • Total besaran dana: Rp 250 ribu/bulan
  • Tambahan SPP untuk SD/MI swasta 6 bulan: Rp 130 bulan

2. SMP/MTs

  • Jumlah penerima: 147.341 siswa
  • Biaya rutin: Rp 185 ribu/bulan
  • Biaya berkala: Rp 115 ribu/bulan
  • Total besaran dana: Rp 300 ribu/bulan
  • Tambahan SPP untuk SMP/MTs swasta 6 bulan: Rp 170 ribu/bulan

3. SMA/MA

  • Jumlah penerima: 48.876 siswa
  • Biaya rutin: Rp 235 ribu/bulan
  • Biaya berkala: Rp 185 ribu/bulan
  • Total besaran dana: Rp 420 ribu/bulan
  • Tambahan SPP untuk SD/MI swasta 6 bulan: Rp 290 ribu/bulan

4. SMK

  • Jumlah penerima: 83.403 siswa
  • Biaya rutin: Rp 235 ribu/bulan
  • Biaya berkala: Rp 215 ribu/bulan
  • Total besaran dana: Rp 450 ribu/bulan
  • Tambahan SPP untuk SD/MI swasta 6 bulan: Rp 240 ribu/bulan

5. PKBM

  • Jumlah penerima: 1.083 siswa
  • Biaya rutin: 185 ribu/bulan
  • Biaya berkala: Rp 115 ribu/bulan
  • Total besaran dana: RP 300 ribu/bulan

Sebagai informasi, penggunaan biaya rutin maksimal yang dapat digunakan secara tunai ialah Rp 100 ribu setiap bulannya. Sisa biaya rutin dan biaya berkala dapat digunakan secara nontunai untuk pemenuhan kebutuhan peserta didik.

Pencairan Dana KJMU Tahap II 2024

Bila KJP diberikan kepada anak sekolah, KJMU dikhususkan untuk mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan berdomisili serta lahir di Jakarta yang tengah menempuh pendidikan tinggi. Penerima beasiswa merupakan mahasiswa jenjang pendidikan D3, D4, dan S1.

Sama seperti KJP, KJMU juga dicairkan ke rekening bank DKI masing-masing penerima sebesar Rp 1,5 juta per bulan atau Rp 9 juta per semester dengan jumlah 15.648 penerima. Pencairan dana juga bisa diterima bila mahasiswa sudah menyelesaikan rangkaian pembukaan rekening.

Bagi penerima baru, rangkaian proses pembukaan rekening yang harus dilalui yakni:

  • Datang ke Bank DKI untuk membuka rekening
  • Cetak buku tabungan dan ATM
  • Penyerahan buku tabungan dan ATM
  • Pemindahbukuan dana ke rekening penerima.

Dari besaran dana Rp 9 juta per semester yang akan diterima nantinya, mahasiswa bisa menggunakannya untuk:

  • Biaya penyelenggaraan pendidikan, dikelola oleh PTN atau PTS mahasiswa bersangkutan
  • Biaya pendukung personal sebagai bantuan biaya hidup, melingkupi:
  • Biaya buku
  • Makanan bergizi
  • Transportasi
  • Perlengkapan atau peralatan dan biaya pendukung personal lainnya.

Demikianlah informasi terkait pencairan dana KJP Plus tahap II dan KJMU tahap II 2024. Sesuai informasi yang disampaikan, pencairan dana akan dilakukan secara bertahap. Sehingga, ada kemungkinan peserta tidak menerima dana secara langsung pada 6 Desember 2024.

Jika dalam jangka waktu lama dana juga belum cair, detikers bisa menghubungi pihak terkait melalui call center atau media sosial Instagram yakni @disdikdki, @upt.p4op, dan @jakone.mobile.

Jangan lupa cek rekening kamu ya detikers!

(det/nah)



Sumber : www.detik.com

Bagaimana Nasib KJP saat Sekolah Swasta Gratis Bergulir? Ini Jawaban Ketua DPRD



Jakarta

Sekolah swasta gratis di DKI Jakarta akan segera dimulai pada tahun ajaran mendatang. Lantas, bagaimana nasib program KJP?

Seperti diketahui, Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus) adalah program bantuan yang didanai APBD Jakarta untuk siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Bantuan ini berupa bantuan tunjangan pendidikan dan SPP sekolah swasta.

Mengenai hal ini, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Khoirudin memastikan jika program KJP Plus akan tetap berlanjut. Hanya saja, komponen yang ada hanya mengakomodir tambahan biaya sekolah, seperti seragam sekolah, sepatu, topi, dan peralatan sekolah lainnya.


“Sebenarnya komponen KJP itu untuk biaya sekolah. Sekarang sekolahnya udah gratis. Jadi KJP ada hanya untuk beli sepatu, kaos kaki, celana, baju, topi, dasi dan perlengkapan sekolah lainnya,” ujar Khoirudin dalam laman DPRD DKI Jakarta dikutip Rabu (4/12/2024).

Masih Perlu Regulasi yang Kuat

Lebih lanjut, Khoirudin mengatakan jika pihaknya telah menganggarkan Rp2,3 Triliun untuk Program Sekolah Swasta Gratis. Saat ini, masih diperlukan sebuah regulasi yang pasti mengenai pelaksanaan sekolah gratis.

“Yang perlu waktu adalah persiapan regulasinya. Dananya sudah siap, dan kita sudah sepakat sesama eksekutif juga nggak ada masalah,” ujar Khoirudin.

Ia mendorong agar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan segera direvisi agar aturan mengenai Program Sekolah Swasta Gratis memiliki dasar hukum yang kuat. Tujuannya agar kualitas pendidikan di DKI Jakarta memiliki kualitas yang sama, baik negeri maupun swasta.

“Mudah mudahan regulasinya bisa cepat selesai, sehingga Juli besok bisa dilaksanakan,” harap Khoirudin.

Alasan akan Ada Sekolah Swasta Gratis

Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ima Mahdiah, menjelaskan jika program ini diusulkan karena banyak siswa yang gagal masuk sekolah negeri lantaran zonasi hingga batasan usia. Akhirnya, mereka masuk ke sekolah swasta yang berbayar dan tidak menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Banyak dari siswa tidak mampu itu akhirnya kesulitan melunasi biaya sekolah sehingga beberapa dari mereka putus sekolah atau ijazahnya tertahan karena menunggak.

“Yang seperti ini yang harus kita ubah. Dan banyak juga penerima KJP yang tidak tepat sasaran, antara lain justru mereka pakai KJP bukan untuk sekolah, untuk hal yang lain sebagainya. Maka itu kita harus tarik ke belakang dulu kenapa kita mau mengusulkan sekolah gratis,” jelasnya dalam laman DPRD Provinsi DKI Jakarta Selasa (12/11/2024) dikutip Rabu (4/12/2024)

Sekolah Swasta Gratis di Kawasan Padat Penduduk

Terkait penerapan kebijakan ini, Ima mengatakan sekolah swasta gratis akan berada di kawasan padat penduduk.

“Yang pasti pertama, sekolah tersebut memang wilayah sekolah swasta di padat penduduk, yang kondisi wilayahnya banyak orang susahnya,” kata Ima pada Kamis (7/12/2024) lalu dalam detikNews dikutip Rabu (4/12/2024).

“Dan yang kedua itu, tidak ada orang mampu yang sekolah di tempat tersebut itu yang jadi prioritas,” lanjutnya.

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com