Category Archives: Beasiswa

Beasiswa-beasiswa yang Tak Kena Efisiensi, Catat!


Jakarta

Efisiensi anggaran juga tak luput menjamah kementerian yang mengurusi bidang pendidikan. Terlebih bila efisiensi anggaran tersebut menyasar berbagai beasiswa yang menopang hidup banyak siswa dan mahasiswa Indonesia.

Kendati demikian di hadapan Komisi XI DPR RI, Kamis (13/2/2025) Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji agar tetap berpegang pada amanat UUD 1945. Di mana pemerintah harus mengalokasikan 20 persen belanja APBN untuk anggaran pendidikan.

“Tadi juga diingatkan untuk 20 persen (anggaran pendidikan), sesuai konstitusi pasti kita juga akan jaga,” ujar Menkeu dikutip dari arsip detikEdu.


Selain itu, para menteri juga telah bertemu Kementerian Sekretariat Negara untuk membahas penyesuaian Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025. Disebutkan pagu belanja pegawai dan belanja bantuan sosial tidak boleh terkena efisiensi anggaran.

Beasiswa-beasiswa yang dikeluarkan kementerian pada dasarnya masuk dalam daftar belanja bantuan sosial. Dengan demikian sifatnya tetap dan tak boleh dikurangi.

Adapun daftar beasiswa-beasiswa yang tak kena efisiensi di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Agama (Kemenag) yakni sebagai berikut.

Beasiswa-beasiswa yang Tak Kena Efisiensi

1. Kemendikdasmen

Program Indonesia Pintar

Sebagai informasi, Kemendikdasmen terkena efisiensi anggaran hingga Rp 7,3 triliun. Sehingga terjadi penyesuaian anggaran dari Rp 33,5 triliun menjadi Rp 26,27 triliun.

Pos beasiswa yang tak terkena efisiensi di Kemendikdasmen adalan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menjelaskan anggaran yang ditetapkan untuk PIP adalah Rp 9,67 triliun bagi 17,9 juta penerima.

Selain itu, Kemenkeu juga dinilai tengah membahas penambahan anggaran sebesar Rp 3,8-3,9 triliun untuk penerima PIP jenjang SMA/SMK yang masih menerima dana PIP sebesar Rp 1 juta padahal seharusnya Rp 1,8 juta. Jumlah penerima yang belum mendapatkan haknya adalah 666 ribu siswa.

“Masih kami cantumkan Rp 9,6 (triliun) untuk 17,9 juta anak dari SD sampai SMA/SMK. Namun, (akan ada) tambahan sekitar 3,8 sampai 3,9 triliun rupiah, sudah mulai dibahas di Kementerian Keuangan,” ujar Suharti pada rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025) lalu.

“Untuk SMA/SMK dengan pagu yang ada sekarang masih kurang sekitar 666 ribu siswa dengan satuan biaya yang masih sebesar Rp 1 juta, harusnya Rp 1,8 juta,” tambahnya.

Kesimpulannya, untuk PIP 2025 Kemendikdasmen menyamakan target sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni 17,9 juta penerima dengan anggaran Rp 9,672 triliun.

Sebagai informasi PIP adalah dana bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin. Untuk bisa mendapat PIP, siswa harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS Kemensos). Adapun besaran dana bantuan PIP adalah:

  • Rp 450.000 untuk jenjang SD
  • Rp 750.000 untuk jenjang SMP
  • Rp 1,8 juta untuk jenjang SMA/SMK

2. Kemendiktisaintek

Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah)

KIP Kuliah adalah beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang ekonomi kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi. Beasiswa ini memungkinkan siswa mendapat tunjangan hidup selama masa kuliahnya dan dibebaskan dari biaya uang kuliah tunggal (UKT).

Sebelumnya, Mendiktisaintek Satryo Soemantri Brodjonegoro menjelaskan KIP Kuliah terkena efisiensi anggaran sebesar Rp 1,319 triliun. Padahal pagu awal program ini Rp 13,698 triliun.

Satryo meminta agar seluruh pagu beasiswa dikembalikan kepada total anggaran awal dan tidak dilakukan efisiensi.

“Bantuan sosial beasiswa kami usulkan kembali supaya tetap pada pagu semula. Karena ini termasuk kategori yang tidak kena efisiensi,” tutur Satryo dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (12/2/2025).

Di akhir rapat kerja, Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian juga mempertanyakan mengapa anggaran beasiswa Kemendiktisaintek terkena pemotongan anggaran. Ia juga menyatakan akan mengajukan alokasi KIP Kuliah tidak dilakukan efisiensi.

Kendati demikian, Menkeu Sri Mulyani menyatakan KIP tidak akan mengalami pemotongan atau pengurangan. KIP tetap mendapat anggaran sebesar Rp 14,79 triliun untuk 1.040.192 penerima.

KIP Kuliah saat ini tengah melakukan pendaftaran untuk Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025. Pendaftaran untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ditutup 18 Februari 2025 mendatang.

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

Beasiswa kedua yang dibebaskan dari efisiensi anggaran adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). BPI adalah program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi baik program bergelar (degree) S1, S2, hingga S3 dan tidak bergelar (non-degree) untuk kampus dalam dan luar negeri.

BPI merupakan program kerjasama antara Kemendikbudristek dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Berbagai manfaat yang diterima awardee BPI adalah:

  • Dana Pendidikan
    • Biaya kuliah
    • Biaya pendaftaran
    • Tunjangan buku
    • Bantuan penelitian tesis/disertasi
    • Bantuan seminar internasional
    • Bantuan publikasi jurnal internasional
  • Biaya pendukung
    • Transportasi
    • Aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Kedatangan
    • Biaya hidup bulanan
    • Dana keadaan darurat
    • Dana tunjangan keluarga

Sebelumnya, BPI masuk dalam daftar efisiensi anggaran sebesar 10% dari pagu awal Rp 194 miliar. Namun seusai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Menkeu Sri Mulyani tegaskan BPI akan berjalan seperti semula dengan anggaran awal.

3. Kemenkeu

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

Beasiswa LPDP menjadi bantuan pemerintah untuk melanjutkan pendidikan tinggi yang selalu ditunggu masyarakat setiap tahunnya. Menkeu Sri Mulyani memastikan bila LPDP tak terkena efisiensi anggaran.

Saat ini LPDP tengah membuka pendaftaran hingga 17 Februari 2025 mendatang. Beasiswa yang dibuka adalah Beasiswa Umum, Afirmasi, dan Targeted.

Untuk melihat daftar beasiswa lebih lengkap detiekrs bisa cek pada artikel berikut:

4. Kemenag

Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)

Terakhir, beasiswa besar yang tidak terkena efisiensi anggaran adalah Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag. Mirip dengan BPI, BIB adalah program kolaborasi Kemenag dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Hadir sejak 2022, BIB memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dalam dan luar negeri pada program S1/D4, magister, doktoral, dan nongelar bagi guru dan dosen, pegawai Kemenag, serta calon dosen termasuk mahasiswa berprestasi.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemenag Ruchman Basori menyatakan BIB segera membuka pendaftaran dalam dua bulan ke depan.

Berbagai komponen biaya yang didapatkan penerima BIB Kemenag bisa dilihat pada artikel berikut:

(det/nwk)



Sumber : www.detik.com

Jangan Lakukan Hal Ini Jika Ingin Lolos Seleksi Administrasi LPDP, Tutup 2 Hari Lagi!


Jakarta

Pendaftaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) 2025 Tahap 1 akan ditutup 17 Februari mendatang. Seleksi dilakukan secara daring melalui laman resmi LPDP pada tautan https://lpdp.kemenkeu.go.id/.

Setidaknya ada tiga tahapan yang akan dilalui pendaftar sebelum akhirnya resmi jadi awardee LPDP. Yaitu seleksi administrasi, seleksi bakat skolastik, dan seleksi substansi.

Dari ketiganya, seleksi administrasi adalah pintu masuk dalam rekrutmen beasiswa LPDP. Diketahui puluhan ribu orang melakukan pendaftaran LPDP setiap pendaftaran dibuka.


Tetapi, ada ribuan orang juga yang gagal pada tahapan awal ini. Endowmin atau tim LPDP menjelaskan gagal seleksi administrasi LPDP ibarat kalah sebelum berperang.

Untuk itu, tim LPDP memberikan daftar berbagai hal yang kerap membuat pendaftar LPDP gagal pada tahap seleksi administrasi. Dikutip dari postingan Instagram resminya, Sabtu (15/2/2025) cek daftarnya!

Alasan Kenapa Pendaftar Bisa Gagal Seleksi Administrasi LPDP

Satu-satunya kunci keberhasilan untuk lulus tahap ini adalah kelengkapan dan kesesuaian berkas yang diminta dalam syarat seleksi, seperti:

1. Surat rekomendasi offline form

  • Tidak sesuai dengan format yang disediakan LPDP.
  • Dibuat lebih dari satu tahun. Untuk pendaftaran LPDP Tahap 1 2025, surat rekomendasi paling lama diterbitkan Januari 2024.
  • Surat rekomendasi dengan offline form tidak ditandatangani oleh pemberi rekomendasi.
  • Surat rekomendasi bukan ditujukan untuk beasiswa LPDP.

2. Surat usulan bagi pendaftar PNS/TNI/Polri

  • Pejabat yang mengesahkan surat usulan bukan Pejabat Eselon II yang membidangi SDM sesuai ketentuan LPDP.
  • Surat usulan tidak mencantumkan informasi nama dan NIP/NRP pendaftar.
  • Surat usulan bukan ditujukan untuk beasiswa LPDP.
  • Usulan bidang yang direkomendasikan berbeda dengan pilihan pendaftar pada saat mengisi aplikasi pendaftaran.

3. Sertifikat Bahasa Inggris

  • Skor kurang dari yang dipersyaratkan.
  • Sertifikat bahasa berupa prediction test.
  • Tidak terverifikasi keasliannya pada portal resmi lembaga penerbit sertifikat bahasa.
  • Telah kedaluwarsa atau melebihi waktu 2 tahun. Pada pendaftaran tahap 1 kali ini, pastikan sertifikat bahasa Inggris aktif setidaknya sampai 25 Maret 2025.

4. Letter of Acceptance (LoA)

  • Tidak mencantumkan tanggal intake atau mulai studi
  • Pilihan program studi dan/atau perguruan tinggi di luar daftar LPDP, namun tidak melampirkan dokumen bukti pendukung.
  • LoA masih bersifat conditional atau masih mempunya syarat tambahan yang dapat membatalkan penerimaan pendaftar di kampus tujuan.
  • Tidak melampirkan surat keterangan defer (tunda studi) bagi LoA yang tanggal intake lebih cepat dari ketentuan LPDP
  • LoA yang dilampirkan berbeda dengan tujuan studi yang diisi dalam aplikasi pendaftaran.

Cara Daftar LPDP 2025

Bila sudah memenuhi seluruh syarat pendaftaran LPDP 2025, cara untuk mendaftar bantuan pendidikan tinggi dari Kemenkeu ini adalah:

  1. Masuk ke laman pendaftaran https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/
  2. Jika belum punya akun, klik ‘daftar di sini’
  3. Isi formulir daftar akun yang mencakup informasi akun dan informasi pribadi
  4. Masukkan kode verifikasi, kemudian klik ‘buat akun’
  5. Setelahnya, masuk lagi ke laman pendaftaran
  6. Masuk dengan email atau WhatsApp yang sudah didaftarkan
  7. Begitu masuk, laman akan meminta sejumlah informasi, dokumen, dan berkas
  8. Lengkapi dokumen yang diminta kemudian unggah ke laman LPDP
  9. Klik ‘beasiswa’ lalu klik ‘status’ di bagian atas laman
  10. Pilih ‘daftar beasiswa’, kemudian pilih jenis beasiswa lalu klik ‘daftar’
  11. Selanjutnya, validasi foto dengan cara klik centang di bagian bawah laman, kemudian pilih ‘daftar beasiswa’
  12. Setelahnya, lengkapi seluruh informasi dan kelengkapan administrasi yang diminta laman
  13. Pastikan setelahnya klik ‘submit’ pada pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi
  14. Pastikan dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Rekomendasi, Surat Keterangan atau yang sejenis masih dalam masa berlaku dan diterbitkan sesuai ketentuan LPDP.

Jadwal Pendaftaran LPDP Tahap 1 2025

  • Pendaftaran: ditutup 17 Februari 2025
  • Seleksi administrasi: 18 Februari 2025
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 7 Maret 2025
  • Pengajuan sanggah: 8 Maret 2025
  • Pengumuman hasil sanggah: 24 Maret 2025
  • Seleksi bakat skolastik: 14 April 2025
  • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 2 Mei 2025
  • Seleksi substansi: 6 Mei 2025
  • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025

(det/nwk)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Karya Salemba Empat 2025 Akan Dibuka, Segini Uang yang Didapat


Jakarta

Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) membuka rangkaian pendaftaran beasiswa KSE mulai 24 Februari 2025. Mahasiswa dari berbagai kampus di bawah ini bisa mendaftar.

Beasiswa Reguler Karya Salemba Empat merupakan beasiswa kuliah untuk membantu kebutuhan finansial mahasiswa yang membutuhkan. Para penerima beasiswa diharapkan menjadi lulusan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, cinta pada Tanah Air, nusa, dan bangsa.

Penerima Beasiswa Reguler KSE yang telah menerima minimal 1 tahun berkesempatan mendapat Beasiswa Unggul KSE. Beasiswa lanjutan ini diperuntukkan bagi penerima beasiswa dengan perkembangan prestasi yang sangat baik dan aktif pada berbagai kegiatan sosial.


Penerima Beasiswa Unggul KSE diharapkan terbantu untuk mengembangkan kompetensi profesional dan interpersonal.

Beasiswa Karya Salemba Empat 2025

Berikut komponen beasiswa KSE per jenis beasiswa seperti dikutip dari laman resminya:

Beasiswa Reguler

– Tunjangan beasiswa Rp750 ribu per bulan selama 1 tahun dan dapat diperpanjang

– Program pembinaan tatap muka, kepemimpinan, seminar, workshop, coaching, dan lain-lain.

Beasiswa Unggul

– Tunjangan beasiswa Rp750 ribu per bulan selama 1 tahun dan dapat diperpanjang

– Tunjangan SPP/BOP Rp1,5 juta per semester selama 1 tahun akademik

– Bantuan biaya skripsi atau tugas akhir, besar sesuai kebutuhan

– Prioritas dalam mengikuti program pembinaan.

Tahap Seleksi

Berikut tahap seleksi beasiswa Karya Salemba Empat:

1. Pemeriksaan kelengkapan dokumen
2. Pemberian rekomendasi oleh Pengurus Paguyuban
3. Pengurus Paguyuban memintakan rekomendasi lebih lanjut pada tingkat rektorat dan/atau dekanat kampus asal
4. Wawancara bersama alumni penerima beasiswa, donatur, maupun pengurus KSE
5. Pengumuman peserta lolos seleksi
6. Registrasi ulang dan pencantuman rekening penerima tunjangan.

Jadwal Pendaftaran Beasiswa KSE

Berikut jadwal pendaftaran beasiswa Karya Salemba Empat berdasarkan kampus asal mahasiswa pelamar:

24 Februari-5 Maret 2025

Registrasi Online Tahap 1 dibuka untuk sembilan kampus mitra berikut:

1. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
2. Universitas Pattimura (Unpatti)
3. Universitas Tadulako (Untad)
4. Universitas Mulawarman (Unmul)
5. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU)
6. Universitas Sam Ratulangi (Unstrat)
7. Universitas Padjadjaran (Unpad)
8. Universitas Lampung (Unila)
9. Politeknik Negeri Lampung (Polinela)

6-15 Maret 2025

Registrasi Online Tahap 2 dibuka untuk mahasiswa dari kampus:
1. Universitas Indonesia (UI)
2. Universitas Airlangga (Unair)
3. Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
4. IPB University
5. Universitas Nusa Cendana (Undana)
6. Institut Teknologi Bandung (ITB)
7. Universitas Hasanuddin (Unhas)
8. Universitas Jambi (Unja)

16-25 Maret 2025

Registrasi Online Tahap 3 dibuka untuk mahasiswa dari perguruan tinggi:

1. Universitas Sumatera Utara (USU)
2. Universitas Palangka Raya (UPR)
3. Universitas Udayana (Unud)
4. Universitas Brawijaya (UB)
5. Universitas Riau (UR)
6. Universitas Cendrawasih (Uncen)
7. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
8. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
9. Universitas Negeri Medan (Unimed)

26 Maret-4 April 2025

Registrasi Online Tahap 4 dibuka untuk mahasiswa dari kampus:

1. Universitas Andalas (Unand)
2. Universitas Sriwijaya (Unsri)
3. Universitas Syiah Kuala (USK)
4. Universitas Gadjah Mada (UGM)
5. Universitas Tirtayasa (Untirta)
6. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
7. Universitas Diponegoro (Undip)
8. Universitas Sebelas Maret (UNS)
9. Politeknik Sriwijaya

Informasi pendaftaran beasiswa KSE lebih lanjut bisa diakses di beasiswa.or.id, kse.or.id, dan akun Instagram @beasiswa_KSE. Semoga bermanfaat, detikers!

(twu/faz)



Sumber : www.detik.com

H-1 Tutup Pendaftaran KIP Kuliah untuk Peserta SNBP 2025, Cek Lagi Syaratnya!


Jakarta

Pendaftaran program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025 untuk pendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) segera ditutup. Tepatnya pada Selasa, 18 Februari 2025.

Pada dasarnya ada dua cara mendaftar KIP Kuliah, yakni pendaftaran secara mandiri oleh siswa yang bersangkutan dan dilakukan melalui perguruan tinggi.

Bedanya, pendaftaran secara mandiri oleh siswa dilakukan pada waktu seleksi yang ditetapkan tim KIP Kuliah. Untuk peserta pendaftar SNBP 2025, akan ditutup esok hari.


Sedangkan bila siswa memilih mendaftar melalui perguruan tinggi, pendaftaran akan diusulkan ketika siswa sudah diterima dan melakukan registrasi di kampus tujuan. Kendati demikian, dua jalur seleksi KIP Kuliah itu sama-sama mengharuskan siswa memenuhi persyaratan pendaftaran.

Sebagai pengingat, berikut informasi lengkap tentang syarat, cara daftar mandiri, dan besaran bantuan sosial untuk menempuh pendidikan tinggi dari pemerintah ini dikutip melalui Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah 2024, Senin (17/2/2025).

Syarat Daftar KIP Kuliah 2025

  • Lulusan SMA, SMK, atau sederajat yang lulus tahun 2025, 2024, dan 2023.
  • Telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk baik PTN atau PTS pada program studi yang telah terakreditasi secara resmi dan tercatat pada sistem akreditasi nasional perguruan tinggi.
  • Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi atau berasal dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus yang didukung bukti dokumen yang sah.

Dokumen keterbatasan ekonomi calon penerima KIP Kuliah bisa dibuktikan dengan:

  • Kepemilikan program bantuan pendidikan nasional atau Program Indonesia Pintar (PIP) Dikdasmen.
  • Masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial, contohnya:
  • Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
  • Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
  • Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin maksimal pada desil 3 di Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
  • Berasal dari panti sosial/panti asuhan.

Jika tidak masuk dalam seluruh kriteria di atas, calon mahasiswa tetap bisa mendaftar KIP Kuliah asalkan memenuhi persyaratan tidak mampu secara ekonomi. Syaratnya adalah:

  • Jumlah pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak sebesar Rp 4 juta setiap bulan.
  • Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga paling banyak Rp 750 ribu.
  • Calon penerima yang menggunakan kriteria ini wajib mengunggah surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Cara Daftar KIP Kuliah 2025 Mandiri

Adapun tahapan pendaftaran KIP Kuliah 2025 secara mandiri yakni:

1. Buka laman KIP Kuliah pada tautan https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/

2. Jika sudah memiliki akun KIP Kuliah klik “Login Siswa”. Apabila belum klik “Daftar Sekarang” dan masukkan berbagai data yang dibutuhkan, seperti nomor induk kependudukan (NIK), nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah nasional (NPSN), dan email yang akan digunakan.

3. Apabila pendaftaran akun selesai dilakukan, kembali login siswa dengan nomor pendaftaran dan kode akses pendaftaran lalu klik “Masuk”.

4. Setelah masuk, siswa akan diarahkan ke dashboard peserta di SIM KIP Kuliah dan melanjutkan pembaruan data peserta KIP Kuliah.

5. Isi seluruh data yang dibutuhkan dari biodata, keluarga, ekonomi, rumah, aset, prestasi, rencana (ketika diterima kuliah).

6. Pilih jenis seleksi masuk perguruan tinggi yang akan diikuti (SNBP, SNBT, atau jalur mandiri).

7. Siswa mendaftar dan mengikuti rangkaian seleksi perguruan tinggi (SNBP, SNBT, atau jalur mandiri).

8. Jika lolos seleksi perguruan tinggi tujuan, maka pihak kampus akan melakukan verifikasi lebih lanjut dan mengusulkan pelamar KIP Kuliah bersangkutan sebagai calon penerima KIP Kuliah.

9. Penerima KIP Kuliah ditetapkan Kemendiktisaintek atas usulan perguruan tinggi setelah mahasiswa melakukan registrasi dan diterima secara resmi sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi.

Besaran Bantuan KIP Kuliah 2025

1. Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan akan ditransfer langsung ke perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Besaran dananya berdasarkan rataan biaya pendidikan mahasiswa nonKIP Kuliah di masing-masing program studi (prodi) pada tahun akademik berjalan. Adapun perkiraannya yakni:

  • Prodi akreditas Unggul/A dan prodi internasional maksimal Rp 8 juta
  • Prodi kedokteran maksimal Rp 12 juta
  • Prodi dengan akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp 4 juta
  • Prodi dengan akreditasi Baik atau C maksimal Rp 2,4 juta.

2. Bantuan Biaya Hidup (BBH)

BBH dihitung berdasarkan besaran indeks harga lokal masing-masing wilayah perguruan tinggi dan diberikan dalam 5 klaster. Jumlahnya adalah:

  • Klaster 1: Rp 800 ribu per bulan
  • Klaster 2: Rp 950 ribu per bulan
  • Klaster 3: Rp 1,1 juta per bulan
  • Klaster 4: Rp 1,250 juta per bulan
  • Klaster 5: Rp 1,4 juta per bulan

BBH akan diberikan satu kali setiap semester atau per enam bulan.

Jadwal KIP Kuliah 2025

  • Registrasi/pendaftaran akun KIP Kuliah: 3 Februari-31 Oktober 2025
  • Seleksi KIP Kuliah di perguruan tinggi: 1 Juli-31 Oktober 2025
  • Penetapan penerima KIP Kuliah baru: 1 Juli-31 Oktober 2025

Demikianlah informasi tentang KIP Kuliah 2025. Jangan lupa untuk menyelesaikan pendaftaran KIP Kuliah ya detikers!

(det/nah)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa S2 Malaysia MTCP 2025 Segera Dibuka, Tunjangan Rp 12,8 juta Per Bulan


Jakarta

Beasiswa Malaysian Technical Cooperation Programmes (MTCP) 2025 segera dibuka. Calon mahasiswa asal Indonesia dapat mendaftar.

Beasiswa MTCP merupakan beasiswa pascasarjana yang didanai Pemerintah Malaysia. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa internasional yang hendak lanjut kuliah pada program S2 atau Master Degree.

Beasiswa MTCP Pemerintah Malaysia 2025

Dikutip dari laman resminya, berikut komponen beasiswa MTCP:


  • Uang kuliah
  • Tunjangan-tunjangan lain senilai RM 3.500 atau Rp 12,8 juta per bulan

Pemberian beasiswa berlangsung untuk durasi antara 24-36 bulan pada program Master Degree.

Syarat Beasiswa

  • Mahasiswa internasional dari negara penerima beasiswa MTCP, termasuk Indonesia
  • Berusia tidak lebih dari 45 tahun per tanggal pendaftaran
  • Memenuhi kualifikasi akademik minimal Second Class Upper (Honours) atau indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3.50 pada jenjang sarjana
  • Memenuhi salah satu syarat skor bahasa Inggris minimal di bawah ini:
    • – IELTS overall score: 6.0 ke atas
    • – TOEFL IBT total score 60 ke atas
    • – Bahasa pengantar perkuliahan jenjang/jenjang-jenjang sebelumnya menggunakan bahasa Inggris

Daftar Perguruan Tinggi Mitra

Berikut daftar perguruan tinggi negeri dan swasta di Malaysia yang dapat dilamar dengan beasiswa MTCP:

Perguruan Tinggi Negeri Malaysia

1. Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM/IIUM)
2. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)
3. Universiti Malaya (UM)
4. Universiti Malaysia Kelantan (UMK)
5. Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA)
6. Universiti Malaysia Perlis (UNIMAP)
7. Universiti Malaysia Sabah (UMS)
8. Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS)
9. Universiti Malaysia Terengganu (UMT)
10. Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI)
11. Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM)
12. Universiti Putra Malaysia (UPM)
13. Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)
14. Universiti Sains Malaysia (USM)
15. Universiti Sultan Zainal Abidin (Unisza)
16. Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTEM)
17. Universiti Teknologi Malaysia (UTM)
18. Universiti Teknologi MARA (UiTM)
19. Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM)
20. Universiti Utara Malaysia (UUM)

Perguruan Tinggi Swasta Malaysia

1. Universiti Tenaga Nasional (Uniten)
2. Universiti Teknologi Petronas (UTP)
3. Multimedia University (MMU)
4. Universiti Kuala Lumpur (UniKL)

Perlu digarisbawahi, daftar perguruan tinggi di atas dapat berubah sewaktu.-waktu. Pantau informasi beasiswa S2 Malaysia MTCP di https://mtcp.kln.gov.my/scholarship.

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Syarat Gaji Orang Tua agar Lolos KIP Kuliah 2025, Pendaftaran SNBP Tutup Hari Ini


Jakarta

Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2025 bagi peserta Seleksi Nasional berdasarkan Prestasi (SNBP) ditutup hari ini, Selasa (18/2/2025). Sehingga siswa masih memiliki kesempatan terakhir untuk menyelesaikan pendaftaran KIP Kuliah hingga hari ini berakhir.

Untuk bisa lolos KIP Kuliah 2025, siswa perlu memastikan telah memenuhi berbagai persyaratan yang telah ditetapkan. Termasuk syarat tentang besaran gaji maksimal orang tua penerima.

Dikutip dari arsip detikEdu dan Pedoman Pendaftaran KIP Kuliah 2024, Selasa (18/2/2025) berikut informasi selengkapnya.


Syarat Gaji Orang Tua untuk KIP Kuliah 2025

Pada dasarnya syarat gaji maksimal orang tua penerima KIP Kuliah digunakan sebagai bukti bila mahasiswa penerima masuk dalam ketentuan miskin/rentan miskin. Besarannya juga masih sama dengan seleksi tahun sebelumnya, yakni:

  • Jumlah pendapatan kotor gabungan orang tua/wali paling banyak sebesar Rp 4 juta setiap bulan.
  • Pendapatan kotor gabungan orang tua/wali jika dibagi dengan jumlah anggota keluarga paling banyak Rp 750 ribu.

Siswa juga perlu melampirkan bukti keluarga miskin dalam bentuk Surat keterangan Tidak Mampu (SKTM). SKTM dikeluarkan dan dilegalisasi oleh pemerintah minimum tingkat desa/kelurahan.

Penggunaan syarat gaji maksimal orang tua wajib dilampirkan bagi peserta yang tidak masuk dalam 4 kriteria syarat ekonomi yang ditetapkan, yakni:

1. Mahasiswa pemegang atau pemilik KIP Dikdasmen (kini PIP Dikdasmen).

2. Mahasiswa dari keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos), contohnya:

  • Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
  • Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)

3. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin/rentan miskin maksimal pada desil 3 di Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

4. Berasal dari panti sosial/panti asuhan.

Cara Daftar KIP Kuliah 2025

1. Buka laman KIP Kuliah pada tautan https://kip-kuliah.kemdiktisaintek.go.id/

2. Jika sudah memiliki akun KIP Kuliah klik “Login Siswa”. Apabila belum klik “Daftar Sekarang” dan masukkan berbagai data yang dibutuhkan, seperti nomor induk kependudukan (NIK), nomor induk siswa nasional (NISN), nomor pokok sekolah nasional (NPSN), dan email yang akan digunakan.

3. Apabila pendaftaran akun selesai dilakukan, kembali login siswa dengan nomor pendaftaran dan kode akses pendaftaran lalu klik “Masuk”.

4. Setelah masuk, siswa akan diarahkan ke dashboard peserta di SIM KIP Kuliah.

5. Isi seluruh data yang dibutuhkan dari biodata, keluarga, ekonomi, rumah, aset, prestasi, rencana (ketika diterima kuliah).

6. Pilih jenis seleksi masuk perguruan tinggi yang akan diikuti (SNBP, SNBT, atau jalur mandiri).

7. Siswa mendaftar dan mengikuti rangkaian seleksi perguruan tinggi (SNBP, SNBT, atau jalur mandiri).

8. Jika lolos seleksi perguruan tinggi tujuan, maka pihak kampus akan melakukan verifikasi lebih lanjut dan mengusulkan pelamar KIP Kuliah bersangkutan sebagai calon penerima KIP Kuliah.

9. Penerima KIP Kuliah ditetapkan Kemendiktisaintek atas usulan perguruan tinggi setelah mahasiswa melakukan registrasi dan diterima secara resmi sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi.

Besaran Bantuan KIP Kuliah 2025

KIP Kuliah memuat dua komponen pembiayaan, yakni biaya pendidikan dan biaya hidup. Penjelasannya yakni:

1. Biaya Pendidikan

Biaya pendidikan akan ditransfer langsung ke perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah. Besaran dananya berdasarkan rataan biaya pendidikan mahasiswa nonKIP Kuliah di masing-masing program studi (prodi) pada tahun akademik berjalan. Adapun perkiraannya yakni:

  • Prodi akreditas Unggul/A dan prodi internasional maksimal Rp 8 juta
  • Prodi kedokteran maksimal Rp 12 juta
  • Prodi dengan akreditasi Baik Sekali atau B maksimal Rp 4 juta
  • Prodi dengan akreditasi Baik atau C maksimal Rp 2,4 juta.

2. Bantuan Biaya Hidup (BBH)

BBH dihitung berdasarkan besaran indeks harga lokal masing-masing wilayah perguruan tinggi dan diberikan dalam 5 klaster. Jumlahnya adalah:

  • Klaster 1: Rp 800 ribu per bulan
  • Klaster 2: Rp 950 ribu per bulan
  • Klaster 3: Rp 1,1 juta per bulan
  • Klaster 4: Rp 1,250 juta per bulan
  • Klaster 5: Rp 1,4 juta per bulan

BBH akan diberikan satu kali setiap semester atau per enam bulan.

Untuk kembali diingat pendaftaran KIP Kuliah 2025 untuk siswa pendaftar SNBP ditutup hari ini Selasa, 18 Februari 2025. Jangan sampai terlewat ya!

(det/nwk)



Sumber : www.detik.com

Ramai #KaburAjaDulu, Ini 7 Beasiswa S1-S3 yang Tak Wajibkan Awardee Kembali ke RI



Jakarta

Tagar #KabuAjaDulu ramai dibahas oleh anak muda di media sosial. Tagar ini menunjukan sebuah tren kuliah atau bekerja di luar negeri karena situasi di Indonesia tak sesuai dengan harapan mereka.

#KaburAjaDulu ini juga dapat bermakna kesempatan bagi pelajar di Indonesia untuk pergi ke luar negeri beberapa lama misalnya untuk kuliah. Bagi detikers yang berniat belajar di luar negeri, sejumlah beasiswa ini tak mensyaratkan mahasiswa harus kembali ke Indonesia setelah selesai studi.

Ada beasiswa apa saja? Melansir masing-masing laman resmi beasiswa, berikut daftarnya:


Daftar Beasiswa S1-S3 yang Tak Wajibkan Awardee Kembali ke RI

1. Global Korean Scholarship (GKS)

Apakah detikers ingin menetap di Korea? Beasiswa Global Korea Scholarship (GKS) bisa jadi solusi agar bisa tinggal di sana sementara sekaligus melanjutkan kuliah.

GKS menawarkan beasiswa untuk jenjang mulai dari D2, S1, S2 hingga S3. Komponen pembiayaan yang ditanggung beasiswa ini antara lain biaya daftar, biaya kuliah, uang saku tahunan sampai Rp 224 juta dan biaya kursus bahasa Korea selama satu tahun.

Syarat daftar beasiswa ini yakni sebagai berikut:

  • Tidak berkewarganegaraan Korea, kecuali jika melamar program R&D, International Organization program.
  • Sehat mental dan fisik.
  • Pelamar yang belum lulus saat mendaftar wajib menyertakan transkrip akademik hingga semester yang terakhir ditempuh
  • Pelamar yang belum memperoleh sertifikat TOPIK saat mendaftar masih dapat melamar.
  • Syarat lengkapnya bisa dilihat di sini https://www.studyinkorea.go.kr/ko/scholarship ya.

2. Ministry of Education (MoE) Taiwan

Kementerian Taiwan menawarkan beasiswa MoE Taiwan untuk jenjang S1, S2 dan S3. Awardee beasiswa ini dapat menerima bantuan pendidikan hingga NT$ 40.000/semester atau sekitar Rp 19,9 juta.

Tak ada syarat usia dalam beasiswa ini. Lebih jelasnya berikut syarat yang harus dipenuhi pelamar:

  • Tidak berstatus Overseas Chinese Student atau warga negara Taiwan.
  • Belum/tidak terdaftar belajar di salah satu kampus di Taiwan pada tahun sebelumnya.
  • Tidak mengikuti pertukaran pelajar antar universitas ketika nanti lolos.
  • Tidak pernah belajar di Taiwan pada tingkatan/jenjang yang sama.
  • Tidak pernah menerima beasiswa dari pemerintah taiwan lebih dari lima tahun.
  • Tidak menerima beasiswa lain dari pemerintah Taiwan jika lolos.
  • Tidak pernah membatalkan program beasiswa MoE Taiwan pada waktu sebelumnya.

3. MEXT Research Jepang

Beasiswa MEXT Research Jepang ini bisa dicoba bagi yang ingin melanjutkan D4, S1 atau S2. Pendanaan berlaku hingga 2 tahun masa studi.

Beasiswa MEXT ini bersifat fully funded. Awardee akan ditanggung biaya kuliahnya, tunjangan hidup. tiket pesawat hingga pengurusan visa pelajar.

Namun, pelamar sebelumnya harus memenuhi syarat ini agar dapat lolos:

  • Mempunyai IPK minimal 3,2
  • Memilih jurusan yang sesuai dengan jenjang pendidikan sebelumnya
  • Sehat secara jasmani dan rohani
  • Siap belajar bahasa Jepang
  • Mempunyai skor TOEFL-PBT/ITP: minimal 543, TOEFL-iBT: minimal 72, IELTS: minimal 5.5, TOEIC L&R: minimal 785, TOEIC S&W: minimal 310, dan JLPT: minimal N2

4. Singapore International Graduate Award (Singa)

Beasiswa Singa disediakan oleh Agency for Science, Technology, and Research Singapore. Jenis beasiswa yang tersedia dapat memungkinan awardee melanjutkan studi S2 langsung ke S3.

Adapun tujuan kampus yang bisa dipilih di beasiswa Singa antara lain
Nanyang Technological University, The National University of Singapore, The Singapore University of Technology and Design dan The Singapore Management University.

Apa saja syarat bisa ikut beasiswa Singa? Berikut di antaranya:

  • Mempunyai semangat dalam penelitian dan berprestasi secara akademik
  • Ijazah atau surat keterangan lulus S1 atau S2
  • Transkrip akademik S1 atau S2
  • Mempunyai paspor
  • Foto ukuran paspor terbaru berformat JPEG atau PNG
  • Dua surat rekomendasi (dikirim secara daring oleh pemberi rekomendasi)
  • Hasil GRE/IELTS/TOEFL/SAT I&II/GATE yang bisa diminta dari pihak kampus

5. Turkiye Burslari

Turki merupakan salah satu tujuan studi favorit mahasiswa Indonesia. Jika detikers ingin ke sana, maka beasiswa Turkiye Burslari bisa jadi pilihan.

Cakupan pembiayaan beasiswa ini terdiri dari uang kuliah, uang saku per bulan, tiket pesawat hingga tempat tinggal. Ada empat jenis beasiswa yang tersedia yakni beasiswa S1, S2, S3 dan beasiswa riset.

Beberapa syarat khusus berdasarkan jenjang dapat dilihat selengkapnya di sini ya https://www.turkiyeburslari.gov.tr/.

6. Stipendium Hungaricum Scholarship Program

Beasiswa ini sediakan oleh Director for Internationalisation of Higher Education Stipendium Hungaricum Programme. Beasiswa menawarkan bantuan pendidikan S1, S2, dan kursus pelatihan.

Beasiswa ini menanggung biaya kuliah secara penuh dan tunjangan hidup bulanan. Jika ingin mendaftar beasiswa ini, pelamar harus memenuhi syarat umum ini:

  • Melakukan pendaftaran di laman registrasi.
  • Mengunggah foto terbaru pelamar.
  • Pelamar beasiswa parsial studi parsial harus menyatakan dengan jelas durasi (ditunjukkan dalam bulan) dan tanggal mulai (September atau Februari) studi yang mereka lamar.
  • Membuat motivation letter.
  • Mengunggah salinan pindaian bukti asli kemampuan berbahasa.
  • Sementara syarat khusus setiap jenjang bisa dilihat di sini https://apply.stipendiumhungaricum.hu/ ya.

7. Ministry of Entrepreneurship and Tourism Romania

Pemerintah Romania menawarkan kesempatan warga Indonesia belajar di negaranya lewat beasiswa ini. Salah satu hal yang berbeda dari beasiswa ini adalah pelamar tak disyaratkan minimal IPK dan tak perlu melampirkan skor TOEFL atau IELTS.

Beasiswa ini menanggung biaya kuliah, biaya latihan bahasa selama satu tahun, biaya hidup bulanan, asrama, bantuan layanan kesehatan hingga biaya transportasi lokal.

Jika detikers tertarik daftar beasiswa dari pemerintah Romania ini dapat mendaftar di sini ya https://jakarta.mae.ro/en/local-news/1310.

Itulah beberapa beasiswa yang tak mewajibkan awardee kembali ke Indonesia. Ada yang menarik minatmu?

(cyu/pal)



Sumber : www.detik.com

Mau Kuliah di Jerman? Nih, Ada Beasiswa Khusus Muslim Plus Review Tinggal di Sana


Jakarta

Detikers tertarik kuliah di Jerman? Sekarang ini tengah dibuka Beasiswa Avicenna Studienwerk khusus untuk muslim.

Beasiswa ini dibuka untuk jenjang magister dan doktoral. Selain itu, penerima beasiswa diperbolehkan membawa keluarga.

Salah satu diaspora Indonesia di Jerman, Boy Tri Rizky mengatakan saat ini memang sangat banyak beasiswa untuk S2 dan S3. Ia mengatakan Avicenna Studienwerk sendiri merupakan lembaga beasiswa termuda yang diakui Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal Jerman (BMBF).


“Di Jerman saat ini banyak banget beasiswa untuk S-2 dan S-3, dan ini sangat terbuka untuk semua agama, nggak cuma muslim, tetapi untuk semua agama,” kata laki-laki yang disapa Mas Boy itu kepada detikEdu (20/2/2025), dikutip Jumat (21/2/2025).

“Tetapi ada beasiswa juga dari organisasi muslim, namanya Avicenna Studienwerk, ini adalah lembaga beasiswa di Jerman yang bertujuan untuk mendukung mahasiswa dan kandidat doktor Muslim yang berprestasi dan aktif secara sosial di semua bidang studi,” lanjutnya.

Nah, bagi kalian yang mungkin tertarik dengan beasiswa ini, yuk simak apa kata Mas Boy soal menjadi muslim dan studi kajian Islam di sana!

Budaya Kampus di Bulan Puasa

Mas Boy menyebut sayangnya puasa Ramadan dan Lebaran belum diakui di Jerman. Sehingga tidak ada fasilitas khusus untuk mahasiswa muslim selama bulan Ramadan.

“Jadi nggak ada apa-apa, mahasiswa juga harus ikut kuliah dan nggak ada istirahat atau pulang lebih cepat. Ya intinya nggak ada keistimewaan. Bahkan waktu itu pernah pas Lebaran juga masih ada kuliah,” jelasnya.

Meski begitu, ia mengatakan ada banyak komunitas muslim di Jerman. Sehingga kalau ingin buka bersama atau ikut kegiatan keagamaan, bisa bersama komunitas-komunitas tersebut.

Menariknya Jadi Muslim di Jerman

Pengajar bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di KBRI Berlin ini mengatakan, menariknya jadi muslim di Jerman adalah merasakan menjadi minoritas. Berbeda dari di Indonesia yang serba mudah sebagai muslim.

“Di Jerman agak sulit, terutama kalau mau sholat. Jarang banget gedung yang menyediakan musala, jadi kalau mau sholat ya harus di tangga darurat,” ujarnya.

Menurut Mas Boy, di Jerman sebenarnya banyak makanan halal. Namun, jika memang ingin ke restoran yang tidak memiliki sertifikat halal, bisa pesan menu vegetarian saja.

Meski menjadi minoritas di Jerman, alumnus LPDP ini mengaku tidak pernah memperoleh diskriminasi. Ia merasa aman dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

“Sistemnya di Jerman sih selama kita tidak mengganggu orang, orang tidak akan mengganggu kita,” terangnya.

Kampus yang Membuka Peminatan Budaya/Keilmuan Islam

Mas Boy mengatakan kampus-kampus ternama di Jerman memiliki kajian Islam. Meski tidak tahu pasti jumlahnya, ia memperkirakan ada lebih dari 10 universitas yang membuka studi-studi berkaitan dengan Islam.

“Muslim itu sudah menjadi bagian dari Jerman, banyak pendatang dari Turki, Suriah, dan negara-negara muslim di sini,” katanya.

Sekilas soal Avicenna Studienwerk

Komponen Beasiswa

Dikutip dari situs resmi, beasiswa Avicenna Studienwerk mencakup dukungan finansial yang terdiri dari hibah bulanan dan sejumlah biaya tetap untuk biaya studi atau penelitian. Dukungan finansial tersebut juga dapat mencakup semester di luar negeri, konferensi, magang, dan kursus bahasa di luar negeri.

Bagi mahasiswa magister, ini komponen beasiswa yang didapatkan:

  • Dana beasiswa per bulan sebesar 844 Euro (sekitar Rp 14,4 juta)
  • Asuransi kesehatan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)
  • Dana perjalanan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)

Sementara, bagi mahasiswa doktoral, ini komponen beasiswanya:

  • Dana beasiswa per bulan sebesar 1.190 Euro (sekitar Rp 20,3 juta)
  • Asuransi kesehatan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)
  • Dana perjalanan per bulan sebesar 100 Euro (sekitar Rp 1,7 juta)

Selain itu, beberapa tambahan fasilitas berikut dapat diberikan dalam kondisi tertentu dan dalam batas ketersediaan dana:

  • Dana dukungan untuk keluarga per bulan sebesar 276 Euro (sekitar Rp 4,7 juta)
  • Bantuan awal satu kali/tunjangan buku sebesar 100 atau 50 Euro (sekitar Rp 1,7 juta atau Rp 853,6 ribu)
  • Dana mencetak (print) dokumen untuk doktoral sebesar 2.050 Euro (sekitar Rp 35 juta)

Syarat Beasiswa

Beasiswa ini memperbolehkan pendaftar untuk melamar program studi apa pun. Seperti ini syaratnya:

  • Potensi prestasi akademik/penelitian di atas rata-rata
  • Keterlibatan sosial, budaya atau politik;
  • Pendaftaran (atau setidaknya diterima) untuk gelar master atau doktor di universitas di Jerman di bidang studi apa pun.
  • Dokumen syarat yang harus diserahkan (hanya dalam bahasa Jerman atau Inggris):

– Surat motivasi informal maksimal 2 halaman

– CV dalam bentuk tabel maksimal 2 halaman

– Sertifikat kualifikasi masuk pendidikan tinggi (Abitur, A-Level, dll.)

– Sertifikat universitas dan jika ada referensi pekerjaan

– Sertifikat pendaftaran terkini

– Bukti keterlibatan sosial

– Dua surat rekomendasi akademik

– Salinan paspor

– Transkrip nilai terkini.

  • Selain itu untuk kandidat doktor ada syarat lain yakni:

– Sinopsis singkat proyek disertasi makimal 3 halaman dengan informasi tentang topik proyek, pembimbing, pertanyaan penelitian, status terkini, hasil yang diharapkan.

(nah/nwk)



Sumber : www.detik.com

5 Beasiswa Luar Negeri S1 yang Tak Wajib Pulang, Pendaftarannya Masih Dibuka!


Jakarta

Kuliah ke luar negeri adalah impian sebagian orang. Keterbatasan biaya janganlah dijadikan alasan karena ada sejumlah beasiswa yang menawarkan pendidikan S1 di luar negeri secara gratis.

Dalam persyaratannya, beberapa beasiswa terkadang mengharuskan alumni kembali ke negara asal untuk berkontribusi atau mengabdi. Namun, ada kok beasiswa S1 luar negeri yang tidak mewajibkan lulusannya untuk pulang setelah selesai studi. Apa saja?

Daftar Beasiswa Luar Negeri S1

Sejumlah beasiswa S1 luar negeri tidak mengharuskan alumninya pulang ke negara asal usai studi berakhir. Beberapa program beasiswa bahkan masih dibuka pendaftarannya.


1. Romanian Government Scholarship

Pemerintah Rumania melalui Kementerian Luar Negeri (MFA)-nya menawarkan program S1 Romanian Government Scholarship kepada lulusan SMA sederajat dari negara-negara non-Uni Eropa yang memiliki prestasi akademik.

Beasiswa terbuka untuk semua program studi di perguruan tinggi terbaik Rumania, kecuali Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi. Akan diberikan program persiapan belajar bahasa Rumania selama 1 tahun bagi penerima beasiswa yang belum mahir.

Mengutip laman resmi MFA Rumania, pendaftaran Romanian Government Scholarship 2025 masih sampai 12 Maret 2025. Hasil seleksi akan diumumkan sekitar 30 Juni 2025. Pendaftaran hanya dapat diajukan melalui situs Study in Romania.

2. MoE Taiwan Scholarship

Kementerian Pendidikan Republik China (ROC) Taiwan memberikan program beasiswa kepada warga negara internasional yang lulusan SMA sederajat dan memiliki prestasi akademik.

Beasiswa S1 hanya diberikan selama 4 tahun. Penerima beasiswa akan mendapatkan biaya kuliah sebesar TWD 40.000 per semesternya dengan tunjangan bulanan sebesar TWD 15.000. Kelebihan biaya ditanggung sendiri oleh penerima beasiswa.

Dilansir situs Kemdikbud RI, pendaftaran MoE Taiwan Scholarship masih dibuka hingga 31 Maret 2025. Pendaftar beasiswa harus melakukan pendaftaran mandiri terlebih dahulu ke perguruan tinggi di Taiwan untuk penerimaan. Informasi lebih lanjut dapat dicek melalui situs resmi Divisi Pendidikan TETO Indonesia dan media sosial TETO & TEC Indonesia.

3. MEXT Scholarship (Program Gakubu/Undergraduate)

MEXT Scholarship Program Gakubu/Undergraduate merupakan beasiswa yang diberikan pemerintah Jepang kepada lulusan sekolah formal SMA/SMK sederajat untuk melanjutkan studi S1 di universitas-universitas Jepang.

Pendaftaran MEXT Scholarship Program Gakubu/Undergraduate dilakukan melalui Kedutaan Besar Jepang di Tanah Air dan tanpa dipungut biaya. Penerima beasiswa akan mengikuti persiapan selama 1 tahun untuk belajar bahasa Jepang dan pengetahuan umum lainnya.

Hingga kini belum ada informasi kapan pendaftaran beasiswa MEXT 2025 dibuka. Melihat tahun sebelumnya, MEXT Scholarship Program Gakubu/Undergraduate dibuka pendaftarannya pada awal Mei.

4. Global Korean Scholarship (GKS)

Global Korean Scholarship (GKS) dikenal sebagai beasiswa fully funded untuk program S1 dari NIIED (National Institute for International Education) dan pemerintah Korea. Pelamar hanya dapat melanjutkan pendidikan di universitas dan program studi yang bekerja sama dengan GKS.

Penerima beasiswa akan menerima biaya kuliah, biaya tiket pesawat, tunjangan bulanan senilai KRW 1.000.000, serta insentif lain seperti asuransi kesehatan dan tunjangan penelitian.

Mengutip laman resminya, Global Korean Scholarship (GKS) 2025 sudah ditutup pada September 2024 silam. Beasiswa GKS periode 2026 diperkirakan dibuka kembali pada September 2025.

5. Stipendium Hungariucum Scholarship

Pemerintah Hungaria menyediakan Stipendium Hungaricum Scholarship untuk mahasiswa internasional berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan S1 di Hungaria. Pelamar dapat memilih sejumlah program studi yang ditawarkan perguruan tinggi paling terkenal di negara tersebut.

Penerima beasiswa dibebaskan dari biaya kuliah dan akan menerima fasilitas asrama atau akomodasi sebesar HUF 40.000 per bulan untuk biaya sewa tempat tinggal hingga asuransi kesehatan.

Mengutip situs resminya, pendaftaran Stipendium Hungariucum Scholarship untuk tahun akademik 2025/2026 sudah ditutup pada 15 Januari 2025 lalu. Belum diketahui pasti kapan pendaftaran beasiswa untuk periode berikutnya dibuka.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa MoE Taiwan 2025 Dibuka, Kuliah S1-S3 Gratis Plus Tunjangan hingga Rp 9,9 Juta



Jakarta

Ministry of Education Taiwan (MoE) menawarkan beasiswa bagi pelajar di Indonesia. Beasiswa ini mencakup bantuan pendidikan untuk studi S1, S2 dan S3.

Lewat beasiswa ini, mahasiswa bisa mendapatkan biaya pendidikan hingga NT$ 40.000/semester atau sekitar Rp 19,9 juta. Selain itu, mahasiswa juga akan memperoleh tunjangan bulanan.

Tunjangan bagi mahasiswa S1 sebesar NT$ 15.000/bulan atau sekitar Rp 7,4 juta. Sementara mahasiswa S2 dan S3, tunjangan bulanan NT$ 20.000/bulan atau sekitar Rp 9,9 juta.


Durasi beasiswa berlaku selama maksimal 4 tahun bagi mahasiswa S1, maksimal 2 tahun bagi mahasiswa S2 dan maksimal 4 tahun bagi mahasiswa S3.

Tertarik daftar beasiswa kuliah di Taiwan ini? Mengutip laman resmi beasiswa MoE Taiwan 2025, berikut persyaratan dan cara daftarnya.

Syarat Daftar Beasiswa MoE Taiwan 2025

  • Tidak berstatus Overseas Chinese Student atau warga negara Taiwan.
  • Belum/tidak terdaftar belajar di salah satu kampus di Taiwan pada tahun sebelumnya.
  • Tidak pernah belajar di Taiwan pada tingkatan/jenjang yang sama.
  • Tidak boleh mengikuti pertukaran pelajar antar universitas ketika nanti lolos.
  • Tidak pernah menerima beasiswa dari pemerintah taiwan lebih dari lima tahun.
  • Tidak pernah membatalkan program beasiswa MoE Taiwan pada waktu sebelumnya.
  • Tidak boleh menerima beasiswa lain dari pemerintah Taiwan jika lolos.

Dokumen Persyaratan Daftar Beasiswa MoE Taiwan 2025

  • Formulir pendaftaran Beasiswa MoE Taiwan 2025.
  • Fotokopi paspor dan kartu keluarga.
  • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir yang telah terbit (dalam bahasa Inggris atau Mandarin). Jika lulusan luar negeri maka harus dilegalisir.
  • Fotokopi atau scan bukti pendaftaran universitas yang menunjukkan bahwa peserta telah mendaftar ke universitas di Taiwan untuk semester Fall tahun 2025
  • Dua surat rekomendasi (dari kepala sekolah, dekan, rektor atau profesor) yang telah ditandatangani dan tersegel rapat dalam amplop.
  • Fotokopi sertifikat kemampuan bahasa. Jika pilihan prodi tak menggunakan bahasa Inggris maka sertifikat yang diperlukan “Test of Chinese as a Foreign Language” (TOCFL). Sedangkan
  • jika pilihan prodi memakai bahasa Inggris maka sertifikat yang dilampirkan adalah TOEFL.

Cara Daftar Beasiswa MoE Taiwan 2025

  1. Ajukan pendaftaran terlebih dahulu ke salah satu kampus di Taiwan dan dapatkan surat bukti diterima di kampus tersebut.
  2. Lakukan pendaftaran lewat link https://forms.gle/NV6XJN9nXSgwtCm77.
  3. Mengirimkan dokumen persyaratan ke kantor Kantor Taipei Economic and Trade Office (TETO) Gedung Artha Graha Lantai 17, Jl. Jend. Sudirman kav 52-53, Jakarta Selatan, 12190. Dokumen pendaftaran dimasukan ke dalam amplop. Tulis keterangan “Pendaftaran MoE Taiwan Scholarship” di bagian depan amplop.
  4. Pihak TETO tidak menerima konfirmasi penerimaan dokumen. Silakan cek sendiri ke masing-masing jasa kirim, dan tidak menerima pengiriman dokumen via pengiriman online seperti Gojek atau Grab.

Pendaftaran Beasiswa MoE Taiwan ini akan ditutup pada 31 Maret 2025. Adapun hasil seleksi akan diinformasikan pada 13 Juni 2025. Selamat mendaftar.

(cyu/nwy)



Sumber : www.detik.com