Tag Archives: beasiswa

Beasiswa Indonesia-Austria 2025 Khusus Dosen Dibuka Lagi, Ada Tunjangan Keluarga!



Jakarta

Pendaftaran beasiswa Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2025. Beasiswa ini diberikan khusus kepada dosen di bawah binaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Diktisaintek) yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang doktor (S3) di kampus Austria.

Dibuka hingga 1 Maret 2025 mendatang, pendaftaran IASP dilakukan melalui http://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/. Setiap tahunnya, beasiswa ini membuka kuota hingga 15 penerima dengan bidang studi atau penelitian yang fokus pada Ilmu Pengetahuan Alam, Teknik, Kedokteran, Ilmu Kesehatan, Pertanian, Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Seni.

Siap mendaftar? Berikut informasinya dikutip dari laman Ditjen Diktiristek, dan Austria’s Agency for Education and Internationalisation, Selasa (29/10/2024).


Syarat Beasiswa IASP 2025

Adapun syarat yang harus dipenuhi calon awardee beasiswa IASP 2025 yakni:

  1. Dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Diktisaintek
  2. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN)
  3. Memiliki surat izin dari pemimpin perguruan tinggi asal (untuk dosen perguruan tinggi negeri) dan/atau dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah masing-masing (untuk dosen PTS)
  4. Memiliki gelar magister (S2) dengan tahun kelulusan maksimal 5 tahun pada tahun pendaftaran
  5. Belum memiliki gelar doktor (S3) dan tidak sedang menempuh pendidikan jenjang doktor (on-going)
  6. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan ketentuan skor minimal yaitu: TOEFL iBT 90; atau TOEFL ITP 550; atau IELTS 6,5, yang masih berlaku (maksimal dua tahun terakhir)
  7. Mempunyai usulan penelitian yang telah disetujui calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi Austria
  8. Berusia maksimal 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran
  9. Memiliki CV dalam bahasa Inggris
  10. Memiliki 2 buah surat rekomendasi akademik berbahasa Inggris
  11. Memiliki paspor yang masih berlaku minimal 1 tahun
  12. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan tidak bersyarat (unconditional) dari perguruan tinggi tujuan atau dari calon pembimbing/supervisor di perguruan tinggi tujuan
  13. Memiliki ijazah dan transkrip nilai pendidikan program magister dalam bahasa Inggris sesuai dengan aslinya
  14. Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dokter rumah sakit pemerintah
  15. Pelamar yang berstatus suami/istri dan memiliki bidang keilmuan yang sama, tidak diperkenankan melamar pada perguruan tinggi yang sama dan/atau dibimbing oleh supervisor yang sama.

Manfaat Beasiswa IASP 2025

  • Biaya pendidikan hingga akhir
  • Tunjangan hidup bulanan sebesar EUR 1.150 atau sekitar Rp 19.543.560 (per kurs hari ini sebesar Rp 16.994)
  • Tiket pesawat dengan biaya maksimum EUR 1.000 atau sekitar Rp 16 juta
  • Tunjangan transportasi bulanan sebesar EUR 80 atau sekitar Rp 1,3 juta
  • Tunjangan keluarga bulanan maksimal sebesar EUR 250 atau Rp 4,2 juta untuk pasangan dan tambahan EUR 250 atau Rp 4,2 juta untuk maksimal satu anak. Tunjangan keluarga diberikan di tahun ke-2 dan ke-3 mahasiswa.

Pendaftaran masih dibuka hingga bulan Maret 2025. Informasi lebih lengkap bisa lihat di sini atau mengunjungi tautan https://grants.at/en/. Selamat mendaftar!

(det/pal)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa Garuda ACE 2025 Dibuka, Mahasiswa Bakal Dibimbing Sampai Jago Riset



Jakarta

Program Beasiswa Garuda Academic of Excellence 2.0 (Garuda ACE) 2025 resmi dibuka. Mahasiswa bakal dapat pelatihan riset internasional selama 6 bulan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi meluncurkan Program Beasiswa Garuda ACE 2025 pada Senin(28/10/2024). Bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, beasiswa ini ditujukan untuk membimbing generasi muda jenjang sarjana atau magister dalam pelatihan bahasa dan riset internasional.

Adapun mahasiswa yang bisa mendaftar adalah mahasiswa jenjang sarjana tahun ketiga atau keempat serta mahasiswa magister tahun pertama. Program ditujukan untuk jurusan dari bidang ilmu dan teknik komputer, informasi dan data, dan bidang-bidang terkait. Ke depannya, program ini diharapkan dapat diperluas ke fokus bidang lainnya sesuai kebutuhan Pemerintah Indonesia.


Jurusan Sasaran Beasiswa Garuda ACE 2025

Informatika/teknik informatika/ilmu komputer
Teknik komputer
Teknik elektro/ilmu elektronika
Sistem informasi
Teknik telekomunikasi

Periode Beasiswa Garuda ACE 2025

Gelombang 1, Jalur 1: Pelatihan riset (Januari-Maret), lalu pelatihan bahasa (April-Juni)
Gelombang 1, Jalur 2: Pelatihan bahasa (Jan-Mar), lalu pelatihan riset (April-Juni)
Gelombang 2, Jalur 1: Pelatihan riset (Juli-September), lalu pelatihan bahasa (Oktober-Desember)
Gelombang 2, Jalur 2: Pelatihan bahasa (Juli-September), lalu pelatihan riset (Oktober-Desember)

Cakupan Pelatihan Beasiswa Garuda ACE 2025

Jalur 1

Jalur 1 dibuat untuk mahasiswa yang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang bagus. Oleh karena itu, mereka dapat langsung memulai pelatihan riset selama 3 bulan terlebih dahulu.

Jalur 2

Jalur 2 dibuat untuk mahasiswa yang memiliki keterampilan teknis yang bagus tetapi kurang memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris. Pelatihan akan dimulai dengan pelatihan bahasa Inggris selama 3 bulan, diikuti dengan pelatihan penelitian selama 3 bulan.

Syarat Beasiswa Garuda ACE 2025

  1. IPK/IP minimal 3.2
  2. Berasal dari salah satu jurusan sasaran
  3. Jika ingin mendaftar untuk Gelombang 1 (periode Januari-Juni 2025):
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 6 boleh pada periode Gelobang 1 boleh mendaftar.
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang sudah memasuki semester 8 pada periode Gelombang 1 dan tidak akan melanjutkan studi ke jenjang magister di perguruan tinggi Indonesia tidak boleh mendaftar (karena tidak ada waktu untuk melakukan riset setelah lulus).
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang sudah memasuki semester 8 pada periode Gelombang 1 dan sudah diterima pada program magister jurusan terkait di perguruan tinggi Indonesia boleh mendaftar (karena masih mempunyai waktu 1-2 tahun untuk melakukan riset selama menempuh pendidikan jenjang magister).
    -Mahasiswa jenjang magister yang memasuki semester 1, pada periode Gelombang 1, boleh mendaftar.
    -Mahasiswa jenjang magister yang memasuki semester 2, 3, atau 4, pada periode Gelombang 1, tidak boleh mendaftar.
  4. Jika ingin mendaftar untuk Gelombang 2 (periode Juli-Desember 2025):
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 5 pada periode Gelombang 2 boleh mendaftar.
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 7 pada periode Gelombang 2 dan tidak akan melanjutkan ke program magister di perguruan tinggi Indonesia tidak boleh mendaftar (karena tidak ada waktu untuk melakukan riset setelah lulus).
    -Mahasiswa jenjang sarjana yang memasuki semester 7 pada periode Gelombang 2 dan sudah/akan diterima pada program magister jurusan terkait di perguruan tinggi Indonesia boleh mendaftar (karena masih mempunyai waktu 1-2 tahun untuk melakukan riset selama menempuh pendidikan jenjang magister).
    -Mahasiswa jenjang magister yang baru/akan memasuki semester 1 atau 2 pada periode Gelombang 2 boleh mendaftar.
    -Mahasiswa jenjang magister yang sudah memasuki semester 3 pada periode Gelombang 2 tidak boleh mendaftar.
    -Harus mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan dan riset ke jenjang PhD (kombo magister+doktor) pada perguruan tinggi terkemuka di luar negeri.
  5. Seusai mengikuti program Garuda ACE, peserta dapat melanjutkan karir riset mereka ke jenjang PhD (kombo magister+doktor) pada perguruan tinggi terkemuka di luar negeri (baik di Amerika, Eropa, Australia maupun negara-negara Asia yang sudah maju).
  6. Peserta yang berencana untuk langsung bekerja setelah lulus tidak boleh mendaftar, karena program ini tidak akan bermanfaat bagi mereka.
  7. Berkeinginan untuk melakukan riset/penelitian sebagai karir masa depan
  8. Bercita-cita untuk masuk grup penelitian dan pengembangan (research and development) pada perusahaan teknologi besar, start-ups, atau laboratorium nasional (national labs)
  9. Bercita-cita untuk menjadi akademisi jalur riset, menjadi profesor, dan sejenisnya.
  10. Setelah menyelesaikan program pelatihan 6 bulan, yakni dalam periode pasca-pelatihan, peserta harus mempunyai waktu setidaknya 1 tahun dalam kampus untuk melakukan riset sebelum wisuda

Pendaftaran Beasiswa Garuda ACE 2025 dilakukan melalui https://ace-ina-2025.hotcrp.com. Informasi lebih lanjut dapat detikers cek di https://pmdsu.kemdikbud.go.id/garuda-ace/. Tertarik mendaftar, detikers?

(nir/twu)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa S2-S3 King Fahd University 2025, Ada Asrama dan Tunjangan Per Bulan


Jakarta

King Fahd University of Petroleum & Minerals (KFUPM) membuka beasiswa S2 dan S3 reguler tahun akademik 2025 di Arab Saudi. Masa pendaftaran sedang berlangsung hingga 12 Desember 2024.

Beasiswa penuh ini meliputi uang kuliah penuh, uang saku untuk biaya hidup per bulan, asrama, berobat dan perawatan gigi gratis, buku kuliah gratis, dan subsidi makanan di kantin kampus.

Penerima beasiswa juga berhak atas pendanaan proyek oleh kampus, ongkos pesawat PP Indonesia-Arab Saudi, dan lain-lain.


Dikutip dari laman resminya, beasiswa KFUPM 2025 tidak mengenakan biaya pendaftaran. Peminat beasiswa bisa memilih beragam jurusan bidang teknik, sains, ilmu komputer, ilmu Bumi, hingga bisnis.

Syarat Beasiswa King Fahd University of Petroleum & Minerals 2025

  • Sudah lulus S1 yang berdurasi 4 tahun untuk melamar S2 atau lulus S2 berdurasi 2 tahun dari kampus terakreditasi untuk melamar S3
  • IPK minimal 3.00
  • Skor minimal TOEFL PBT 520, CBT 190, IBT 70; IELTS 6.0; Duolingo English Test (New Test, online) 105
  • Lulusan negara berbahasa Inggris seperti AS, Kanada, UK, Australia, dan Selandia Baru tidak perlu menyertakan skor minimal kemampuan bahasa Inggris.
  • Dua surat rekomendasi

Syarat Dokumen

  • Fotokopi identitas seperti paspor.
  • Transkrip akademik resmi.
  • Dua surat rekomendasi dari pemberi rekomendasi akademik.
  • Statement of Purpose.
  • Foto paspor berlatar putih.
  • CV yang meliputi informasi tentang pendidikan dan pengalaman kerja.
  • TOEFL, IELTS, GRE, dan GMAT dapat disertakan sesuai ketentuan.

Berminat mendaftar, detikers? Cek informasi beasiswa King Fahd University of Petroleum and Minerals 2025 di laman https://kfupm.edu.sa. Semoga bermanfaat!

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Siap-siap, Kementrans & LPDP Buka Beasiswa Patriot untuk S1-S3 Tahun Depan



Jakarta

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meluncurkan Beasiswa Patriot pada tahun 2025.

Beasiswa ini merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot Kementrans. Pembukaan pendaftaran direncanakan bersamaan dengan Beasiswa LPDP, yakni pada Januari dan Juli 2025.

“Rencananya tahun depan kami sudah akan mulai programnya. Mulai bulan Januari kami sudah mulai catch up dengan LPDP ini,” kata Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara, dilansir dari Antara pada Jumat (29/11/2024).


Target Penerima Beasiswa Patriot

Iftitah mengatakan beasiswa ini tak cuma menyasar anak para warga transmigran, tetapi juga semua generasi muda di Indonesia. Sesuai namanya, Beasiswa Patriot bertujuan untuk membangun jiwa bela negara.

“Sebelum kami siapkan mentalnya, intelektualnya, dan fisiknya, terlebih dahulu melalui Program Beasiswa Patriot, anak-anak muda ini akan kami seleksi terlebih dahulu yang memiliki karakter patriot, yakni orang-orang yang berani dan rela berkorban untuk bangsa dan negara,” katanya.

Penerima Dapat Pendidikan Dasar Militer

Setelah lulus seleksi, penerima akan mengikuti pendidikan dasar militer terlebih dahulu selama 1,5 bulan. Mereka akan menjalani pelatihan sebagai tentara cadangan.

Kemudian, mereka juga akan ditempatkan di beberapa kawasan transmigrasi selama 3 bulan. Di sana mereka akan tinggal bersama penduduk yang ditunjuk sebagai orang tua asuh.

“Kami berharap selama 3 bulan itu mereka akan belajar, mengamati, dan menilai apa potensi, tantangan dan peluang di kawasan transmigrasi yang kelak akan mereka kembangkan,” kata Iftitah.

Beasiswa Berlaku untuk S1-S3 di Bidang STEM

Setelah mengikuti masa pelatihan, peserta baru diberangkatkan untuk menempuh pendidikan. Beasiswa Patriot ini menyediakan bantuan untuk jenjang S1, S2 dan S3 di bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM).

Peserta bisa memilih universitas terkemuka di seluruh dunia. Iftitah mengatakan, program pendidikan yang dipilih bisa juga berupa kursus singkat di bidang STEM.

Usai menyelesaikan studinya, awardee akan ditempatkan kembali di kawasan-kawasan transmigrasi selama 10 tahun. Kemudian, mereka akan diberikan pilihan beralih karier atau tetap melanjutkan tugasnya di kawasan yang sama.

“Jika mereka meninggalkan kawasan transmigrasi sebelum 10 tahun, mereka akan dianggap desersi dan dikenakan sanksi untuk mengembalikan seluruh dana yang telah diberikan negara untuk menyiapkan mereka atau diberikan sanksi hukum,” kata Iftitah.

(cyu/twu)



Sumber : www.detik.com

Muhammadiyah Tawarkan Beasiswa Penuh Ilmu Falak dan Astronomi, Usia Maksimal 35


Jakarta

Ada beasiswa menarik untuk detikers yang menggeluti bidang astronomi! Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama dengan Lazismu dan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah membuka beasiswa S2 ilmu falak dan ilmu astronomi 2024.

Beasiswa ini akan membiayai awardee secara penuh dan dibuka untuk pendaftar berusia maksimal 35 tahun.

Program studi ini dinilai penting karena mengkaji perhitungan penentuan awal salat, penetapan arah kiblat, serta penyusunan kalender hijriah, baik dengan hisab maupun rukyat.


Berdasarkan informasi dalam panduan resmi beasiswa, hingga sekarang ini jumlah ahli ilmu falak di Indonesia masihlah minim, khususnya dalam keorganisasian Muhammadiyah sendiri hanya sekitar 30 orang yang ahli dalam ilmu falak, yang terbagi jadi dua kompetensi yakni astronomi dan ilmu falak.

Syarat Beasiswa

Syarat Umum

  • Kader muda Muhammadiyah yang aktif di berbagai level kepemimpinan organisasi Muhammadiyah, baik pusat; wilayah; daerah; cabang; ataupun ranting.
  • Mempunyai komitmen dan loyalitas terhadap persyarikatan, berwawasan luas, berlandaskan akidah Al Quran dan sunnah, dan memiliki kepercayaan diri serta kematangan mengelola emosi dan beradaptasi.
  • Mempunyai latar belakang pendidikan sarjana dari:

– Perguruan tinggi negeri perguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA)

– Perguruan tinggi lain dalam negeri yang sudah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

  • Bersungguh-sungguh menyelesaikan pendidikan dengan usaha yang terbaik.
  • Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pendaftar:

– Mengabdi di Muhammadiyah ‘Aisyiyah setelah studi

– Menyampaikan data dan dokumen dengan benar sesuai dokumen asli, dan bersedia menerima sanksi hukum jika dokumen tidak sah

– Membuat laporan perkembangan studi setiap semester

– Tidak pernah terlibat tindak pelanggaran kode etik akademik.

– Tidak menerima beasiswa dari sumber lain

– Sanggup mengabdi untuk kepentingan Muhammadiyah.

  • Memperoleh rekomendasi dari pimpinan Muhammadiyah, sekurang-kurangnya level daerah (dengan format terlampir)
  • Menulis esai sepanjang 3.000-4.000 kata bertema “Peranku bagi Kemajuan Muhammadiyah”.

Syarat Khusus (Untuk Pendaftar Ilmu Falak)

  • Usia maksimal 35 tahun
  • IPK minimal 3.0 pada skala 4.0
  • Scan ijazah dan transkrip nilai S1
  • Bagi yang sudah bekerja, menyertakan surat izin dari lembaga tempatnya bekerja
  • Mengisi formulir pendaftaran melalui link https://bit.ly/FalakAstronomiScholarship24
  • Menyerahkan pra-usulan penelitian untuk tesis
  • Bersedia menyelesaikan studi maksimal 2 tahun
  • Menuliskan rencana studi.

Jadwal Beasiswa

  • Sosialisasi dan pendaftaran: 10 November-7 Desember 2024
  • Seleksi administrasi: 9-12 Desember 2024
  • Seleksi wawancara: 16-21 Desember 2024
  • Pengumuman: 23-24 Desember 2024.

Peserta dapat mengisi formulir pendaftaran dan mengirimnya bersama berkas-berkas persyaratan lain melalui http://bit.ly/FalakAstronomiScholarship24.

Nantinya, peserta yang lulus akan dihubungi untuk seleksi wawancara. Begitu pula peserta yang lulus seleksi wawancara akan dihubungi untuk persiapan kegiatan selanjutnya.

Pelaksanaan perkuliahan akan dilaksanakan di UIN Walisongo Semarang dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

(nah/pal)



Sumber : www.detik.com

Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


Jakarta

Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

“Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

“Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

Respons dari Pakar BRIN

Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

“Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

“Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

Menguntungkan Awardee LPDP

Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

“Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

“Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

“Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

Evaluasi LPDP

Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

“LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

“Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

“Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

“Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

Minta LPDP Dikaji

Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

“Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

“Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

(det/faz)



Sumber : www.detik.com

Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 Diputus, Begini Kata BPPT



Jakarta

Orang tua penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan petisi pada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, Rabu (20/111/2024).

Pada petisi tersebut, orang tua siswa penerima beasiswa meminta agar program BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dilanjutkan sesuai kesepakatan. Sebab, berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, komponen beasiswa berupa college counseling (konseling pendidikan tinggi) dan penggantian biaya pendaftaran di universitas luar negeri ditiadakan.

Terkait perubahan program dan komponen pembiayaan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT), Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Ratna Prabandari mengatakan pihaknya akan membahas hal ini lebih lanjut dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie.


“Belum tahu, ini kita lagi mau rapat sama Bu Stella untuk membicarakan itu. Jadi aku belum bisa jawab itu,” ucapnya di sela kegiatan pemberian Beasiswa Eramet 2024 di Hotel Bidakara, Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2024).

“Karena sepertinya nanti BIM akan di-cover di sana juga. Sepertinya, ya,” ucapnya.

Ratna mengatakan, BPPT, Puspresnas saat ini masih tercatat berada di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Diketahui, pada pemerintahan Prabowo-Gibran 2014-2029, Kemendikbudristek dibagi tiga menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Kebudayaan (Kemennbud).

“Masih, sementara masih di bawah Kemendikbudristek ya. Sekarang namanya masih kemendikbudristek. Tapi nanti saya nggak ngerti mulai kapan, mungkin awal tahun depan, itu harusnya sudah mulai diumumkan bahwa ada Kemendikdasmen sama ada Kemendiktisaintek.

Ratna mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan penempatan BPPT di salah satu kementerian pecahan Kemendikbudristek ini.

“Belum tahu karena belum ada keputusan. Kami juga masih menunggu keputusan untuk BPPT sendiri, di mana kita juga masih belum tahu,” ucapnya.

Sementara itu, ia mengatakan penerima beasiswa pemerintah yang dikelola Kemendikbudristek seperti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

“Yang jelas, yang sekarang diamankan adalah mereka yang sudah mendapatkan beasiswa pasti akan diamankan anggaranya, itu yang pertama. Nggak akan terlantar. Nah untuk programnya, apakah nanti berubah? Masih belum tahu,” ucapnya.

“Tapi yang jelas, fokus utama (anggaran Kemendikbudristek) kayaknya prioritasnya adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan dulu,” imbuhnya.

Perubahan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

Konseling pendidikan tinggi pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sedianya meliputi bimbingan pemilihan perguruan tinggi dan prodi, penulisan esai, hingga wawancara bersama perguruan tinggi luar negeri.

Lebih lanjut, siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

Sedangkan berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, layanan college counseling dan pembiayaan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri ditiadakan.

Lebih lanjut, siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain. Mereka juga disebut dapat mendaftar ke perguruan tinggi dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

(twu/nwy)



Sumber : www.detik.com

Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


Jakarta

Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

“Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

“UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

“Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

“Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

“Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

“Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

“Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

Melanjutkan Riset

Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

“Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

“Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

“Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

“Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Ada Beasiswa SMA BATI 2025 Yasbil, Siswa SMP dan MTs Cek Ya!


Jakarta – Beasiswa Anak Teladan Indonesia (BATI) 2025 dibuka Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil (Yasbil) sampai 1 Desember 2024. Siswa kelas 9 SMP dan MTs bisa mendaftar.

BATI 2025 adalah beasiswa pendidikan menengah untuk melanjutkan studi di SMA mitra Yasbil selama 3 tahun. Beasiswa ini diperuntukkan untuk siswa laki-laki dengan keterbatasan ekonomi yang bersekolah di Aceh, Lampung, Depok, Tangerang, Bogor, Bandung Yogyakarta, dan Semarang.

Komponen Beasiswa Yasbil BATI 2025

  • Sekolah gratis di SMA negeri/swasta, dan kesempatan belajar di sekolah bertaraf Cambridge School/yang setara.
  • Akomodasi/tempat tinggal selama 3 tahun.
  • Uang saku per bulan.
  • Program pengembangan diri, karakter, dan soft skills.

Syarat Beasiswa BATI 2025

  • Warga Negara Indonesia.
  • Laki-laki.
  • Kelas 9 SMP/MTs.
  • Berperilaku jujur.
  • Rata-rata nilai rapor 9.0.
  • Berprestasi akademik atau nonakademik.
  • Surat rekomendasi guru atau kepala sekolah.
  • Karakter dan akhlak mulia.
  • Bercita-cita menjadi seorang guru.
  • Bersedia ditempatkan di sekolah yang ditunjuk oleh penyedia beasiswa.

Jadwal Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025

  • Pendaftaran beasiswa: Diperpanjang hingga 1 Desember 2024
  • Pengumuman seleksi berkas: 2 Desember 2024
  • Ujian tertulis: 3 Desember 2024
  • Pengumuman hasil ujian tertulis: 4 Desember 2024
  • Wawancara calon penerima beasiswa: 5-8 Desember 2024
  • Pengumuman hasil wawancara: 10 Desember 2024
  • Kamp seleksi pembinaan: 12 Desember 2024-2 Januari 2025

Pendaftaran Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025 Yasbil dibuka di https://bit.ly/BATI2025. Informasi lebih lanjut bisa diakses di akun Instagram @yasbil.id dan kontak administrator Yasbil 0878-8492-6874 atau 0882-2342-0531 (Ihsan).

(twu/nwk)





Sumber : www.detik.com

Beasiswa S2-S3 BRIN Ini Dibuka Sepanjang Tahun, Cek Ya!


Jakarta

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki program beasiswa Degree by Research jenjang S2 dan S3. Beasiswa ini dibuka untuk PNS maupun non-PNS yang berminat kuliah sambil riset.

Berbeda dengan beasiswa pemerintah pada umumnya, beasiswa S2 dan S3 BRIN ini dibuka untuk program kuliah online agar pesertanya tidak meninggalkan tugas kedinasan. Pelamar bisa memilih perguruan tinggi dalam dan luar negeri mitra BRIN, yang telah menyiapkan kurikulum pendidikan jarak jauh penuh (PJJ) dan prodi penyelenggara kelas riset.

Beasiswa Degree by Research BRIN meliputi uang kuliah tunggal (UKT) dan bantuan riset. Per 29 April 2024, peminat beasiswa ini bisa melamar sepanjang tahun di situs resminya.


Namun, peminat beasiswa juga perlu memantau sejumlah jenis beasiswa Degree by Research yang ditawarkan dengan batas waktu pendaftaran tertentu. Contohnya seperti beasiswa University Polytechnic Hauts-De-France dan Tomsk Polytechnic University Degree by Research 2025 yang tutup pendaftaran pada 22 November 2024.

Sebelum mendaftar, simak alur beasiswa Degree by Research BRIN dan daftar kampusnya di bawah ini seperti dikutip dari panduan resminya.

Alur Pendaftaran Beasiswa BRIN Degree by Research (DBR)

1. Memiliki Topik Riset

Peserta mengajukan topik riset yang sedang atau akan dikerjakan kelompok-kelompok riset di BRIN

2. Memperoleh Kopromotor dari BRIN

Kopromotor harus sesuai dengan bidang kepakaran topik riset yang dipilih. Ia wajib melibatkan penerima beasiswa pada riset yang sedang dilakukan bersama periset lainnya. Ia juga bertanggung jawab menjamin keberlangsunga topik riset tersebut selama penerima beasiswa menjalani program.

3. Mendaftar di Sistem Informasi Degree by Research

Pendaftar yang merupakan tenaga BRIN dan luar BRIN sama-sama mendaftar di laman https://byresearch.brin.go.id. Bedanya, tenaga BRIN mendaftar dengan akun SSO Intra BRIN, sedangkan pelamar non-BRIN menggunakan akun email pribadi.

Setelah mendaftar, unggah surat pengantar dari kepala unit kerja instansi asal, unduh format di laman DbR BRIN. Surat wajib sesuai dengan format agar tidak dikembalikan untuk direvisi.

4. Unggah Dokumen Persyaratan

Jika sudah terverifikasi, buka kembali akun pendaftaran untuk mengunggah dokumen berikut:

  • Proposal riset yang sudah ditandatangani kopromotor asal BRIN serta kepala pusat riset dan kolaborator riset dari
    universitas
  • Surat kesediaan menjadi kopromotor
  • Biodata kopromotor
  • Surat rekomendasi dari kepala satuan kerja (satker) BRIN
  • Surat pernyataan menyelesaikan studi
  • CV pengusul
  • Ijazah
  • Transkrip akademik terakhir

Format dokumen di atas dapat diunduh di laman resmi DbR BRIN.

5. Verifikasi Dokumen dan Review Proposal Riset

Proposal riset yang sudah lolos verifikasi akan ditinjau tim reviewer. Jika sudah disetujui, proposal riset dinyatakan berstatus direkomendasikan.

Berkas pendaftaran lainnya juga akan menjalani verifikasi. Pelamar beasiswa wajib memantau secara berkala pemberitahuan keperluan revisi jika ada.

6. Seleksi Wawancara

Peserta yang lolos verifikasi dokumen dan review proposal akan diundang untuk menjalani seleksi wawancara dengan tim reviewer dan kopromotor dari BRIN. Peserta dapat memaparkan proposal riset maksimal 10 menit.

Pastikan untuk mengecek undangan seleksi wawancara di email dan sistem informasi DbR.

7. Memperoleh Surat Jaminan Pembiayaan

Peserta yang lolos tahap wawancara berhak atas surat jaminan pembiayaan dari Deputi Sumber Daya Manusia dan Iptek (SDMI) BRIN. Surat jaminan ini berlaku 12 bulan sejak surat diterbitkan.

Surat jaminan pembiayaan bisa digunakan untuk memperoleh LoA dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN. Surat ini berlaku sesuai kampus kolaborator proposal riset. Dokumen ini bisa diunduh di sistem informasi DbR.

8. Unggah LoA, Proposal Riset, dan Surat Pengantar

Peserta yang sudah mendapat surat jaminan pembiayaan diminta mengunggah dokumen sesuai batas waktu yang ditentukan:

  • LoA prodi kelas riset dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN
  • Surat pengantar penetapan peserta DbR
  • Proposal riset yang sudah disetujui promotor dari perguruan tinggi, kopromotor dari BRIN, dan kepala satker BRIN.

Daftar Perguruan Tinggi Beasiswa DbR BRIN

  • Universitas Indonesia (UI)
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Universitas Gadjah Mada (UGM)
  • Universitas Padjadjaran (Unpad)
  • IPB University
  • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  • Universitas Diponegoro (Undip)
  • Universitas Hasanuddin (Unhas)
  • Universitas Sebelas Maret (UNS)
  • Universitas Andalas (Unand)
  • Universitas Airlangga (Unair)
  • Universitas Brawijaya (UB)
  • Universitas Sumatera Utara (USU)
  • Universitas Syiah Kuala (USK)
  • Technische Universität Berlin
  • Deakin University
  • University of Twente
  • Tomsk Polytechnic University
  • Suranaree University of Technology
  • Universitas Sains Malaysia
  • Université Polytechnique Hauts-de-France
  • Swinburne University of Technology
  • Universiti Teknologi Malaysia

Informasi lebih lanjut tetang pendaftaran beasiswa BRIN Degree by Research (DBR) bisa diakses lebih lanjut di laman https://byresearch.brin.go.id, https://bit.ly/SkemaBaruDbR2024, dan akun Instagram @brin_talentarisetinovasi. Semoga bermanfaat!

(twu/nwk)



Sumber : www.detik.com